Penerjemah : Jeffery Liu


Pejabat berpangkat rendah yang mendapat perintah untuk menangkap mereka berdua sama sekali tidak bisa menghalangi tinju Quan Yi Zhen dan mereka semua tewas di tempat pada detik itu. Melihat situasi semakin parah, Feng Xin, Pei Su, Lang Qian Qiu melompat untuk mengelilingi Quan Yi Zhen, siap untuk menyerang. Yin Yu berseru, “MENYINGKIR DARINYA! JANGAN SENTUH DIA! DIA TIDAK AKAN MEMBUNUH LAGI!”

Selama mereka tidak mencegah Quan Yi Zhen untuk menyelesaikan perintah yang diberikan olehnya, dia tidak akan membahayakan siapapun. Namun, Quan Yi Zhen telah membunuh lebih dari sepuluh pejabat bela diri surgawi, jadi siapa yang akan terus membiarkannya lari? Tentu saja tidak ada yang akan percaya pada kata-kata Yin Yu. Jika itu adalah seseorang dengan reaksi cepat dan bisa tetap tenang di tengah-tengah kekacauan, mereka akan langsung berteriak “Berlutut, menyerahlah dan jangan bergerak” atau perintah lain yang berefek sama, tetapi hal-hal terjadi terlalu cepat, tidak ada waktu untuk bereaksi. Yin Yu sendiri sama sekali belum pernah mengalami insiden semacam ini, ditambah lagi dia benar-benar sedang dalam kesulitan saat ini dan begitu frustasi, kemampuannya untuk membuat keputusan benar-benar tidak bisa dimanfaatkan, membuat satu kesalahan setelah kesalahannya sebelumnya; satu langkah salah dan sisa langkah yang diambilnya akan benar-benar berantakan. Sama seperti Yin Yu yang masih mencoba berlari dengan kekacauan yang memenuhi kepalanya, Mu Qing tiba-tiba muncul di belakangnya, “Mencoba untuk pergi?”

Baru saat itulah Yin Yu menyadari bahwa dia juga melarikan diri tanpa arah dan dia langsung menghentikan langkahnya, berusaha mencoba untuk menjelaskan, “Aku tidak …” Tapi Mu Qing tidak menunggunya berbicara sebelum memutar lengan Yin Yu di belakang punggungnya, dan Xie Lian mendengar suara CRACK yang tajam, wajah Yin Yu tampak seolah-olah terpelintir kesakitan.

Sebagai dewa bela diri, untuk ditundukkan oleh dewa bela diri lain yang kemampuan dan kekuatannya lebih besar adalah sebuah pukulan ganda bagi tubuh dan pikiran mereka. Adapun Pei Ming yang hanya menonton pertarungan di samping tanpa berpartisipasi, dia berkomentar dari kejauhan, “Kenapa itu seperti kekuatannya tiba-tiba meledak?”

Dia merujuk pada Quan Yi Zhen tentu saja. Quan Yi Zhen sudah cukup mampu dalam pertempuran, tetapi ketika dia mengenakan Brokat Abadi, level kekuatannya meningkat dua kali lipat. Ketika para dewa bela diri lain menghadapinya satu lawan satu, dengan kekuatannya saat ini, sesungguhnya itu tampak seperti dua lawan satu dan itu tidak adil, tetapi karena tidak ada yang tahu rahasia di dalamnya, mereka terlalu malu untuk menyerangnya bersama-sama, karena bukankah itu akan terlihat menyedihkan? Saat mereka bertarung, Quan Yi Zhen berlari menyusuri jalan utama Pengadilan Surgawi dengan tubuhnya yang masih berlumuran darah, dan ketika dia tiba-tiba melihat sebuah istana di jalan yang dilaluinya, sosoknya berlari tepat menuju istana itu. Kerumunan berteriak, “DIA MEMASUKI ISTANA YIN YU!”

Perintah yang diberikan Yin Yu adalah untuk ‘pergi’ tetapi dia tidak mengatakan ke mana Ia harus pergi, jadi Quan Yi Zhen memutuskan untuk berlari secara acak. Beberapa dewa bela diri juga mengikutinya. Karena semua orang sudah mulai berpikiran jernih, mereka menahan diri untuk memulai bertarungan dengan Quan Yi Zhen, namun Quan Yi Zhen sendiri saat ini sama sekali tidak peduli pada siapa pun, dan dia akan bersedia bertarung dengan semua orang yang tampaknya akan menghalangi perintah yang diberikan kepadanya. Jadi, melihatnya seperti ini membuat semua dewa bela diri yang berlari mengikutinya dipenuhi dengan amarah. Feng Xin berteriak, “BOCAH INI BENAR-BENAR DISELIMUTI KEJAHATAN, AYO KALAHKAN DIA TERLEBIH DAHULU SEBELUM BICARA!”

Semua orang memiliki niat yang sama, dan saat Feng Xin berteriak, tidak ada yang berdiam diri lebih lama lagi, dan mereka semua bergegas masuk, mengelilinginya untuk memukulinya hingga menjadi bubur. Pedang terayun, telapak tangan meledakkan aura spiritual, pukulan tinju melesat, tendangan kaki meluncur; setengah dari Istana Yin Yu yang sudah memburuk langsung runtuh!

Ketika Yin Yu, yang masih ditahan oleh Mu Qing, melihat dengan matanya sendiri istananya hancur berantakan, matanya melotot dan dia berteriak, “KUMOHON BERHENTILAH BERTARUNG!”

Seolah-olah itu akan menghentikan para dewa bela diri yang terus bertarung disana, tetapi Quan Yi Zhen mendengar perintahnya dan tiba-tiba menghentikan tinju yang hendak dipukulkannya kepada semua pejabat surgawi yang menyerangnya. Sekarang dia benar-benar berhenti. Semua pedang, ledakan kekuatan spiritual, tinju, dan tendangan mendarat dengan keras di tubuh Quan Yi Zhen; Sebuah tragedi lain!

Lang Qian Qiu tidak memiliki waktu untuk menahan pedang panjangnya, dan pedangnya berakhir menikam bahu Quan Yi Zhen dan membuat luka yang dalam. Syukurlah pedangnya adalah salah satu jenis pedang yang tergolong tumpul dan dia langsung menghentikan serangannya sehingga tubuh Quan Yi Zhen tidak berakhir terbelah menjadi dua. Lang Qian Qiu berteriak, “BERHENTI MENYERANGNYA, DIA SEPERTINYA TIDAK BISA BERGERAK LAGI!”

Feng Xin menyeka darah di wajahnya, “Akhirnya, dasar sialan!”

Quan Yi Zhen berbaring di tanah dengan kaku seolah tubuhnya diikat dengan tali. Di sampingnya, Mu Qing mengikat pergelangan tangan Yin Yu dengan tali Pengikat Abadi sebelum melepaskannya. Tubuh Yin Yu jatuh tersungkur ke tanah, dan dia dengan heran melihat kekacauan yang terjadi di Istana Yin Yu-nya. Melihat sekeliling, matanya mendarat kembali ke tubuh Quan Yi Zhen yang jatuh tersungkur ke lantai di depannya. Quan Yi Zhen tampaknya benar-benar memiliki kekuatan hidup yang kuat; bahkan setelah dipukuli sampai menjadi bubur oleh beberapa dewa bela diri sebelumnya, tubuhnya praktis dipenuhi dengan luka dan benar-benar babak belur, dia tidak berbaring terlalu lama sebelum dia tiba-tiba menegakkan tubuhnya dan terduduk sekali lagi, tampak bingung, “Apa yang terjadi?”

“…”

Semua dewa bela diri yang mendengarnya seolah-olah menjadi gila karena marah, dan mereka semua berteriak pada saat yang sama, “KAMU DALAM MASALAH BESAR SEKARANG!”

Ling Wen mengikuti dan mengamati dengan seksama di belakang mereka, dan dia akhirnya mengembuskan napas berat, wajahnya pucat, tetapi dia entah bagaimana masih berhasil mengoordinasikan bantuan ketika dia mengangkat dua jari yang ditekan ke pelipisnya dan berteriak dalam susunan komunikasi spiritual, “PEJABAT SURGAWI MEDIS, BANTUAN DARURAT, SEKARANG!”

Quan Yi Zhen masih sangat bingung. Dia melihat ke belakang dan melihat Yin Yu yang terduduk di tanah, jadi dia memutuskan untuk merangkak berdiri, sepertinya ingin membantunya berdiri. Melihat wajah yang benar-benar tampak tidak sadar itu begitu sama dengan latar belakang istananya yang hancur, Yin Yu masih terdiam tetapi wajahnya perlahan berubah bentuk.

Quan Yi Zhen sama sekali tidak tahu apa yang terjadi, dan bertanya, “Shixiong, apa yang kamu lakukan?”

“…”

Itu seperti Yin Yu yang tiba-tiba kehilangan kewarasannya. Dia menghembuskan tawa yang begitu tiba-tiba, lalu berteriak dengan mata merah, “MATILAH!”

Mendengar teriakan itu, Xie Lian bersama dengan banyak pejabat surgawi yang hadir di dalam tempat itu semuanya tampak melebarkan mata mereka. Setelah menerima perintah, Quan Yi Zhen segera mengambil tindakan tanpa berpikir, mengambil pedang dari tanah, dan dengan pedang di satu tangan dan menarik rambutnya sendiri dengan tangannya yang lain, ia hendak mengincar tenggorokannya sendiri.

Saat dia bergerak, reaksi pertama dari para dewa bela diri adalah berpikir jika dia akan menyelinap menyerang sehingga mereka melompat mundur beberapa meter jauhnya. Namun, mereka tidak pernah menyangka bahwa dia benar-benar akan menggorok lehernya sendiri, saat itu sudah terlambat bagi mereka untuk mengambil pedangnya, dan mereka semua mengaum padanya. Yin Yu juga tercengang tetapi dia masih belum menyadari apa yang terjadi dan memutuskan untuk berbalik. Darah akan memercik ketika sosok Jun Wu tiba-tiba melintas di belakang Quan Yi Zhen!

CRACK CRACK CRACK CRACK, dalam sekejap, keempat persendian dari anggota tubuh Quan Yi Zhen berhasil dipatahkan.

Kemudian, Jun Wu memukul tepat di belakang leher Quan Yi Zhen dan Quan Yi Zhen kehilangan kesadarannya sepenuhnya, jatuh kembali ke tanah dalam tumpukan, seluruh tubuhnya tidak lagi menyerupai manusia, darah menggumpal di sekitarnya. Akhirnya, semua orang, termasuk Xie Lian, menghela napas lega. Semuanya, kecuali Jun Wu.

Dia berbalik, ekspresinya tidak menunjukkan kemarahan atau kegembiraan sama sekali dan yang terpancar disana hanyalah kesuraman, dia menoleh ke arah Yin Yu, “Dengan hal-hal yang berkembang sampai seperti ini, aku percaya kamu memiliki penjelasan?”

Yin Yu membiarkan kepalanya terbenam dalam-dalam di tangannya, dan hanya ketika dia mendengarnya, dia tanpa sadar mendongak, “Aku tidak tahu apa-apa. Aku sama sekali tidak terlibat. Itu bukan aku. Ini…!”

Namun, dia terdiam saat dia tiba-tiba dirinya terasa begitu tertampar, sepertinya dia tiba-tiba menyadari apa yang keluar dari mulutnya.

Di bawah begitu banyak pasang mata, dia menyuruh Quan Yi Zhen untuk mati, dan Quan Yi Zhen mengindahkan perintahnya!

Mustahil bagi siapa pun untuk tidak mendapatkan petunjuk setelah melihat semua itu. Mu Qing berbicara, “Tuanku, reaksi Qi Ying sebelumnya pasti berasal dari mantra jahat yang diberikan padanya. Pasti ada sesuatu padanya yang membuatnya mengikuti perintah Yin Yu. Tapi apa, kita sama sekali tidak tahu.”

Tentu saja, Ling Wen yang berdiri di samping tahu persis mantra jahat macam apa yang menyebabkan Quan Yi Zhen bertindak demikian, tetapi dia tidak berani berbicara sepatah kata pun. Hanya mengoordinasikan dan memberikan uluran tangan di tempat kejadian sebanyak yang dia bisa lakukan. Lang Qian Qiu berkata dengan tak percaya, “Ada hal seperti itu di dunia ini???”

Saat itu, seseorang mendorong kerumunan untuk bergegas memasuki tempat itu, dan itu adalah Jian Yu. Sudah jelas bahwa dia telah mengejar dan mencari Yin Yu sebelum kembali, dan sama sekali belum tahu apa yang tengah terjadi, “Apa yang kamu lakukan? Apa … Apa yang terjadi dengan Istana Yin Yu kita? BAGAIMANA ISTANA KITA MENJADI SEPERTI INI?! SIAPA YANG MELAKUKANNYA??”

Jun Wu mendekati Yin Yu dengan lesu, “Dia mematuhi perintahmu. Bagaimana kamu bisa mengendalikannya?”

Suaranya sama sekali tidak terdengar keras, tetapi ada udara kekuatan yang menindas di baliknya, sangat mencekik, dan untuk dipandang rendah dari atas, itu menambah lapisan ketakutan di hati seseorang. Itu tidak seperti Xie Lian tidak pernah melakukan kesalahan besar, tetapi dia belum pernah melihat Jun Wu sebegitu marah seperti ini sebelumnya. Tampaknya, sebelumnya Jun Wu benar-benar membiarkannya pergi dengan mudah.

Pikiran Yin Yu sudah begitu berantakan, dan sejauh Xie Lian bisa melihat, pikirannya juga tidak terlalu kuat, kemampuannya untuk bereaksi dalam situasi yang lemah, dan pada saat seperti ini, dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Melihat bahwa dia tidak memberikan tanggapan, Jun Wu berkata, “Sama baiknya. Bahkan jika kamu tidak akan berbicara, aku sudah tahu. Aku tahu jika yang menyebabkannya bertindak seperti itu adalah karena baju besi yang dikenakannya.”

Dia sudah mengatakannya. Jadi. Semuanya benar-benar telah hancur.

Yin Yu berjongkok di tanah, memeluk kepalanya lagi ketika gelombang pembicaraan kembali mulai terdengar dari sekelilingnya:

“Mengagumkan … aku tidak pernah menyaksikan sesuatu yang lebih tak masuk akal di surga!”

“Seorang pejabat surgawi memanipulasi pejabat surgawi lainnya untuk membunuhnya tanpa syarat. Dia telah membunuh lebih dari sepuluh pejabat dan kemudian dia menyuruhnya mati?!”

“Hati yang sangat jahat …”

Di antara kerumunan, ketika Jian Yu tahu sebuah insiden besar telah terjadi, wajahnya juga pucat. Tetap saja, dia menggertakkan gigi dan menyerbu keluar, berlutut di tanah, “TUANKU! MENGENAI BAJU BESI, ITU, ITU ADALAH AKU YANG MEMBERIKANNYA KEPADA QUAN YI ZHEN, TIDAK ADA APAPUN YANG HARUS DILAKUKAN DENGAN YIN YU!”

Baru kemudian Yin Yu tampak bergerak, dan dia berseru, “Jian Yu …”

Jian Yu menguatkan dirinya dan berteriak keras, “AKU HANYA INGIN MEMBERINYA PELAJARAN, TETAPI AKU TIDAK BERPIKIR … JIKA SEMUANYA AKAN MENJADI SEPERTI INI …”

Di sampingnya, Quan Yi Zhen masih tak sadarkan diri, berbaring di genangan darahnya sendiri, dan para Ahli Pengobatan dan pejabat surgawi bergegas ke tempat kejadian, mengelilinginya. Jian Yu berkata, “Aku selalu membenci bocah itu tetapi Yin Yu selalu memperlakukannya dengan sopan, banyak orang di sini yang bisa menyaksikan ini. Dia tidak tahu apa-apa tentang baju besi itu!”

Namun, pada titik ini, sudah terlambat. Tidak ada orang yang akan percaya jika Yin Yu tidak terlibat sama sekali. Seketika, seseorang berseru, “Kamu hanyalah pejabat rendahan di Istana Yin Yu namun kamu sudah membencinya sampai menyebabkan dia terluka. Mudah membayangkan bahwa pejabat surgawi agung yang kamu layani tidak akan lebih baik darimu.”

Bahkan ada suara-suara ejekan yang datang dari kerumunan itu, “Dia tidak tahu apa-apa? Jika dia tidak tahu apa-apa, mengapa dia mengatakan padanya untuk “mati”? Jangan bilang dia hanya bercanda.”

Jika dikatakan bahwa reaksi Yin Yu semuanya masuk akal, bahwa ia hanya kehilangan dirinya karena kesusahan, maka, kata-kata terakhirnya dari “matilah” meniadakan segalanya dan tidak bisa membebaskannya dari kutukan.

Berpikir kembali, ketika Ling Wen pertama kali memberi tahu Xie Lian kisah ini, dia mengatakan Yin Yu sedang “mempermainkan”, yang sekarang bisa dihargai oleh Xie Lian karena dia berusaha membantu Yin Yu menutupi sedikit kesalahannya. Jian Yu tidak bisa mempercayainya, “Apa? Berhenti berbicara omong kosong, bagaimana Yin Yu bisa mengatakan hal semacam itu? Dia selalu sopan dan santun dengan bocah itu, mengapa dia menyuruhnya “mati”? Yin Yu, kamu tidak mengatakannya, kan? kamu tidak mengatakan sesuatu seperti itu bukan? Kamu tidak akan mengatakannya!”

Namun, Yin Yu tidak menjawabnya, dan sebaliknya, menutup matanya. Jian Yu tidak mau menerimanya, dan semua orang di sekitar menjadi terdiam, “Kita semua mendengarnya dengan telinga kita sendiri, bagaimana mungkin bisa dibantah?”

Jian Yu dengan cepat berkata, “Pasti ada kesalahpahaman! Ada begitu banyak yang kalian semua tidak tahu!”

“Tidak masalah jenis kesalahpahaman macam apa itu, apakah jika kita tahu atau tidak, tidak ada kesalahpahaman yang cukup besar bagi seseorang untuk ingin membunuh shidi-nya sendiri?”

Mendengar ini, Yin Yu dan Jian Yu keduanya dibungkam. Pejabat surgawi itu melanjutkan, “Aku mendengar sejak Quan Yi Zhen naik dan mendirikan istananya sendiri, orang-orang di Istana Yin Yu berhenti merawatnya. Setiap kali Quan Yi Zhen mengunjungi kalian, alasannya selalu tidak ada. Awalnya aku bingung, jadi ternyata itu karena mereka tidak tahan, eh … “

“Ngomong-ngomong, bukankah ada yang menyapa orang yang salah di Perjamuan Pertengahan Musim Gugur kemarin? Aku melihat betapa gelapnya wajah mereka saat itu.”

Itu semua adalah kebenaran yang tidak dapat disangkal, tetapi kesimpulannya salah, “Oh, aku tahu tentang kejadian itu juga, itu agak canggung, tapi masih belum cukup buruk untuk ingin melukai seseorang …”

“Ya, itu agak terlalu picik …”

Mata Jian Yu terlihat merah, dan dia berteriak, “AKU SUDAH BILANG YANG MULIA SAMA SEKALI TIDAK TERLIBAT DALAM MASALAH INI, AKU ADALAH ORANG YANG MELAKUKAN KEJAHATAN ITU! AKU MENGAKUI SEGALANYA, APAKAH ITU TIDAK CUKUP?!”

Namun, bahkan jika Yin Yu melompat ke Sungai Kuning, dia tidak akan bisa mencuci dirinya hingga bersih sepenuhnya. Di mata orang lain, ini hanya cukup untuk membuktikan bahwa Yin Yu memiliki bawahan yang jahat tapi loyal. Selain itu, hanya dua kata yang cukup untuk menutup semua argumen itu, “Baiklah, ‘matilah’ tidak keluar dari mulut orang lain!”

Segalanya menjadi semakin panas, dan Jun Wu berkata dengan muram, “Hancurkan semuanya. Ling Wen, tetap di sini dan awasi Qi Ying.”

Ling Wen memiringkan kepalanya untuk mematuhi perintah itu, dan Jun Wu berjalan keluar dari Istana Yin Yu. Beberapa dewa bela diri menarik Yin Yu untuk berdiri, dan Yin Yu terlihat sangat sedih, “Biarkan saja, Jian Yu. Jangan katakan lagi.”

Jian Yu juga ditarik paksa ke atas dan diikat dengan tali Pengikat Abadi, dan dia berteriak, “Selalu saja ‘biarkan saja, biarkan saja’, kali ini kamu tidak boleh membiarkannya pergi! Biarkan saja dan kamu akan selesai! Kamu akan dibuang! Kamu pasti akan dibuang!”

Namun, Yin Yu hanya menghela napas, “Biarkan saja. Jika memang harus dibuang maka semua itu akan terjadi. Bahkan jika aku tetap tinggal di sini … tidak ada artinya untuk itu.”

Jian Yu berteriak dengan getir, “… KAMU, KAMU SEHARUSNYA TIDAK PERNAH, TIDAK PERNAH MENGATAKAN KATA ITU, HANYA DENGAN DUA KATA ITU DAN KAMU AKAN KEHILANGAN SEMUA HARAPANMU SEPERTI INI! KAMU BAHKAN BIASANYA TIDAK PERNAH MENGUTUKNYA UNTUK MATI, JADI MENGAPA DARI SEMUA WAKTU KAMU HARUS MENGATAKANNYA SEKARANG? KATA-KATA ITU!”

Itu seperti Yin Yu yang tiba-tiba berumur sepuluh tahun, dan matanya telah kehilangan cahayanya. Dia sendiri tampak agak tersesat, dan dia menggelengkan kepalanya, “Aku juga tidak tahu kenapa, aku hanya … haah, aku tidak ingin berdebat lagi.”

Dia tersandung beberapa langkah saat dia dibawa pergi, dan Jian Yu tiba-tiba berteriak, “MENGAPA?!”

Semua orang berbalik untuk menatapnya. Jian Yu berteriak, “INI TIDAK SEPERTI KAMU TIDAK BEKERJA BEGITU KERAS! KAMU LEBIH KUAT SEPULUH RIBU KALI DARNYA, LEBIH BAIK SATU JUTA KALI DARINYA! QUAN YI ZHEN SAMA SEKALI BUKAN APA-APA! JADI MENGAPA JIKA AKU MEMBENCINYA? MENGAPA JIKA MEMANG DIA SEPERTI ITU, DAN KAMU SEPERTI INI, MENGAPA HARUS KAMU YANG DIBUANG??”

Dia menggertakkan giginya dalam kebencian, begitu penuh dengan kebencian yang ditunjukkan pada semua hal yang terjadi hari itu, begitu penuh dengan kebencian sampai air mata mengalir di pipinya. Tapi, ada begitu banyak hal di dunia ini yang hanya dengan bekerja keras tidak akan cukup untuk mencapainya.

Mungkin dia tahu hal ini di dalam hatinya, tetapi dia tidak bisa menerimanya, sama sekali tidak mampu menelan dendam ini.

Mendengarkan teriakannya, langkah Yin Yu menjadi terlalu berat baginya untuk bergerak.

Dia membenamkan wajahnya di tangannya dan jatuh ke tanah di depan Istana Yin Yu, dan dia meraung, “CUKUP! AKU SUDAH BILANG UNTUK TIDAK MENGATAKANNYA LAGI!!! TOLONG, BIARKAN AKU PERGI!”

Dia menutupi telinganya dan menangis sampai suaranya menjadi begitu serak, “TOLONG BERHENTI MENGINGATKANKU, BERHENTI BERBICARA, TOLONG, AKU MEMINTA KALIAN SEMUA UNTUK BERHENTI BICARA!!!”

Xie Lian tidak tahan untuk menontonnya lebih lama lagi, “… Sudah cukup.”

Mendengarnya, Hua Cheng menghancurkan pemandangan itu, dan keduanya dengan ringan memisahkan dahi mereka setelahnya.

Setelah membuat dahi mereka saling bersentuhan untuk waktu yang lama, Xie Lian merasakan dahinya sedikit mati rasa dan sedikit gatal, hangat dan tidak nyaman. Dia ingin mengangkat tangannya untuk menggosoknya, tetapi tangannya tidak bisa bergerak. Hua Cheng tampaknya telah mendeteksi ketidaknyamanan kecilnya, dan mengangkat tangannya untuk membantunya menggosok dahinya seolah itu adalah hal paling alami yang harus dilakukan di dunia sebelum menjatuhkan tangannya. Di luar dekat dinding batu, Yin Yu yang mengenakan topeng iblis tampak berjalan mondar-mandir, dan setelah beberapa saat, dia berbalik ke arah Quan Yi Zhen dan berkata dengan dingin, “Kamu ingin keluar?”

Dia dengan sengaja mengubah suaranya. Quan Yi Zhen mengangguk, “Ya.”

Yin Yu menjawab, “Baiklah. Lihat ke sini!” Kemudian, dalam sekejap mata dengan kecepatan yang berkedip, sekop itu menghantam kepala Quan Yi Zhen!

CLANG! Quan Yi Zhen langsung terdiam. Xie Lian tertegun, “Tidak mungkin. Dia memukulnya sampai mati?? Dia benar-benar membunuhnya??”

Hua Cheng tertawa terbahak-bahak, “Jangan khawatir, dia tidak mati, hanya pingsan.”

Setelah sekop diayunkan, Yin Yu menghela napas. Pada akhirnya, ia tampaknya memutuskan untuk menggali Quan Yi Zhen dari dinding, dan mengangkat sekop Master Bumi, menggali dinding dengan sekop. Melihatnya, Xie Lian mulai mengerti.

Jika Yin Yu menyelamatkan Quan Yi Zhen secara langsung, Yin Yu tidak akan bisa melawannya dan menang, dan ia berisiko mengekspos identitasnya, yang akan sangat menyusahkan baginya. Hubungan antara dua shixiong dan shidi ini benar-benar menyedihkan hingga tingkat yang ekstrem, dan siapa yang lebih tertekan diantara keduanya bahkan tidak dapat dibandingkan. Mungkin untuk yang terbaik Yin Yu memutuskan untuk berpura-pura tidak mengenalnya.

“San Lang, haruskah kita juga memikirkan cara untuk keluar dari sini sekarang?” Kata Xie Lian.

Hua Cheng tampaknya menikmati dirinya sendiri tergantung di tempat mereka berada saat itu, “Hm? Sekarang?”

Xie Lian tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, “Uh, ya? Kamu ingin tetap tinggal di sini?”

“Jika bersama dengan gege, mengapa tidak.” Hua Cheng berkata, “Baiklah, baiklah. Aku bercanda.” Dia mengamati ekspresinya dan mengulurkan tangan untuk menutupi telinga Xie Lian.

“Apa ini?” Tanya Xie Lian.

Hua Cheng tersenyum, “Aku terlalu malas untuk keluar, jadi mungkin akan lebih baik untuk meledakkan seluruh tempat ini saja.”

“…”

Xie Lian hanya berpikir apakah meledakkan seluruh tempat ini mereka juga akan meledakkan orang lain yang juga ditelan oleh roh gunung ketika ekspresinya berubah dengan begitu tiba-tiba, “Tunggu.”

Hua Cheng memiliki ekspresi yang sama dan menjatuhkan tangannya. Keduanya mendengarkan dengan seksama, dan sesaat kemudian, Xie Lian berbisik, “Apakah kamu mendengar itu?”

Hua Cheng juga menurunkan suaranya, “Ya.”

Yin Yu berada di satu sisi dinding batu dan menggali lubang dengan sekop Master Bumi, dan di sisi lain dinding batu, ada orang lain yang berbicara.

Tidak ada kupu-kupu perak yang memata-matai keadaan di sisi itu, mereka mendengar suara itu dengan telinga mereka secara langsung, karena orang itu berdiri sangat, sangat dekat dengan dinding batu, hampir menempel dan terus berbicara. Xie Lian menahan napas untuk mendengarkan dengan lebih saksama, tetapi hanya bisa mendengar kata-kata yang tidak jelas, berselang-seling, tidak jelas, seperti “Memakannya?”, “Pengadilan Tinggi”, “Dewa Bela Diri”. Pikirannya mendesis, dan dia bertukar pandang dengan Hua Cheng, lalu berusaha dengan susah payah untuk bergerak lebih dekat ke arah suara itu.

Suara itu milik seorang lelaki, dan dia sepertinya bercakap-cakap dengan seseorang karena setiap kali dia mengatakan sesuatu, dia akan berhenti sejenak. Namun, Xie Lian tidak mendengar suara apa pun dari seseorang yang ia ajak bicara. Mungkin itu karena yang lain berdiri lebih jauh darinya.

Begitu mereka diam-diam beringsut mendekat, suara itu menjadi terdengar sedikit lebih jelas. Meskipun kata-kata yang terdengar masih agak kabur di sana-sini, Xie Lian setidaknya bisa mendengar kalimat yang lebih lengkap yang diucapkan orang itu.

Pria itu berkata, “Yang Mulia Putra Mahkota juga telah datang. Aku tidak ingin melanjutkan langkah ini, aku yakin kamu juga sama, tetapi dia sama sekali tidak bisa menghemat.”

Xie Lian bertanya-tanya dalam hati, ‘Aku? Bagaimana aku bisa menghemat? Tunggu, suara ini … ‘

Suara ini terdengar sangat akrab; dia pasti pernah mendengarnya sebelumnya, dan telah mendengarnya sejak lama, tidak hanya sekali atau dua kali. Tapi karena itu sudah lama sekali, dia tidak bisa mencocokkan suara dengan identitas sebenarnya pria itu secara instan. Saat dia berpikir sangat keras, pria itu menambahkan, “Kalau begitu biarkan dia berakhir di sini.”

Tiba-tiba, Xie Lian ingat identitas dari orang yang memiliki suara in.

Dia menggerakkan bibirnya dan bergumam tanpa suara, “Kepala Pendeta?!”

Orang di sisi lain tembok batu memiliki suara yang sama persis dengan Master yang terhormat yang pernah mengajarinya di Kerajaan Xian Le!


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh gladys ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments