Penerjemah: Jeffery Liu


Yin Yu mengeluarkan tawa kering dan berkata, “Kamu mendengarnya?”

Quan Yi Zhen mengangguk, dan ekspresi Yin Yu bertambah rumit, menggaruk pangkal hidungnya dengan jari, “… Kamu … tidak … seburuk itu … kurasa …”

Orang normal mana pun akan memahami betapa dipaksakannya kata-kata itu, tetapi Quan Yi Zhen tampaknya hanya menerimanya begitu saja. “Oh.”

Yin Yu dapat mengatakan bahwa ketika dia mengatakannya, itu semua adalah kebenaran dan dia tersenyum, sebelum akhirnya memberinya dorongan, “Kamu tidak perlu memikirkan mereka. Kamu tidak melakukan kesalahan apapun, sungguh. Selalu seperti ini pun tidak apa-apa.”

Siapa pun dengan mata jernih dapat melihat bahwa semua shixiong dan shidi di dalam sekte itu tidak tahan dengan perilaku dan sikap yang dimiliki oleh Quan Yi Zhen dan mereka sengaja menemukan kesalahannya di mana-mana bukan hanya karena nafsu makannya yang besar, bukan hanya karena dia selalu ngambek dan begitu liar di pagi hari, dan bukan hanya karena dia tidak memedulikan orang lain dalam kelompok dan lebih suka memamerkan dirinya sendiri.

Pada akhirnya, apa yang benar-benar tidak dapat mereka tahan adalah bagian terakhir: ia baru memasuki sekte belakangan ini tetapi sudah paling banyak menerima begitu banyak perhatian.

Quan Yi Zhen mengangguk, “Aku juga berpikir begitu.”

Yin Yu menepuk bahunya, “Pergilah berlatih! Itu yang paling penting. Jangan memikirkan hal yang tidak perlu.”

Mendengarnya, Quan Yi Zhen kemudian melompat dari jendela. Melihat ke mana dia pergi, dia sepertinya memang pergi untuk berlatih. Adapun Yin Yu, dia menutup jendela dan juga mengambil buku-buku di atas meja dan mulai belajar.

Setelah menonton dua skenario itu, Xie Lian memuji, “San Lang, bawahanmu ini benar-benar memiliki karakter yang langka. Kepribadian yang dimilikinya luar biasa.” Tapi kemudian dia mengingat sosok Yin Yu yang saat itu berada di luar dan hampir mencungkil kepala Quan Yi Zhen dengan sekop Master Bumi, dan dengan cepat bertanya, “Apakah semuanya baik-baik saja di luar sana?”

Hua Chen dengan demikian menunjukkan kepadanya pemandangan yang terjadi bagian luar. Yin Yu tampak sedikit lebih tenang, mengeluarkan sekop Master Bumi, dan tampaknya merenungkan apa yang harus ia lakukan dengan kepala Quan Yi Zhen. Xie Lian sedikit santai dan berkata, “Aku kira masalah di antara mereka dimulai setelah kenaikan?”

“Benar.” Jawab Hua Cheng.

Kemudian, pemandangan sebuah aula besar yang mewah muncul di depan mata Xie Lian.

Yin Yu duduk dengan tenang dan tepat di tengah aula besar itu, dan Jian Yu serta Quan Yi Zhen tampak berjaga di belakangnya, satu di sebelah kiri dan satu di sebelah kanan. Di dalam aula, satu demi satu dewa tampak datang dan pergi; mereka semua adalah pejabat surgawi Pengadilan Tinggi. Xie Lian melihat banyak wajah yang dikenalnya, seperti Ling Wen yang berada dalam tubuh prianya, Pei Ming yang apatis, Lang Qian Qiu dengan senyumnya yang sempurna… mereka semua mengenakan pakaian formal dan diikuti pula para pejabat junior di belakang mereka yang tampak memegang kotak-kotak hadiah besar berwarna merah di tangan mereka.

Jelas, ini adalah Pengadilan Surgawi, Istana Yin Yu. Hari ini adalah Upacara Pembukaan Istana dari Istana Yin Yu, sebuah hari yang agung untuk merayakan tempat kediaman ilahi-nya didirikan.

Xie Lian sedikit kagum. Tidak sulit bagi Hua Cheng untuk melihat gambaran yang terjadi di dunia fana. Alam fana adalah wilayah kekuasaannya, dan selama dia ingin melempar jaring, semua pejalan kaki, roh liar, burung dan binatang buas bisa menjadi matanya. Namun, Pengadilan Surgawi adalah batas surga dan hanya dikuasai oleh surga, jadi bagaimana ia bisa melihatnya juga?

Hua Cheng sepertinya sudah menebak apa yang dia pikirkan dan berkata, “Gege, lihatlah sudut dekat pintu masuk aula itu.”

Xie Lian mendengarkannya dan menatap ke arah yang ditunjuk Hua Cheng. Ukuran inggiran ‘sudut’ ini sebenarnya cukup besar, karena aula besar ini juga sama sekali tidak kecil, dan di sebelah sudut pintu masuk aula setidaknya ada lebih dari sepuluh sosok yang masuk dan keluar. Hua Cheng menambahkan, “Tebak yang mana yang Air Hitam?”

Baru saat itu Xie Lian mengingat bahwa He Xuan selalu menyamar di Pengadilan Tinggi, dan pasti dia yang telah menjual semua informasi yang dilihatnya kepada Hua Cheng. Xie Lian fokus menatap semua orang disana dan mencoba menebak, dan sesaat kemudian, dia menemukan satu yang sepertinya cocok, “Yang mengenakan pakaian hitam itu?”

“Dugaan ini terlalu konservatif, kamu salah. Tebak lagi.” Kata Hua Cheng.

“Seseorang yang tidak tersenyum atau berbicara itu?” Xie Lian mencoba lagi.

“Salah lagi.” Kata Hua Cheng.

Dia menebak sejumlah orang dan mereka semua salah. Saat itu, seseorang mengumumkan, “MENGHADIRKAN: TUAN MASTER ANGIN–”

Arah pandangan Xie Lian langsung tertuju ke pintu masuk aula besar disana. Shi Qing Xuan tampak tengah mengipasi dirinya dengan kipas master angin miliknya, berjalan melenggang ketika dia melewati ambang pintu, wajahnya cerah dipenuhi dengan angin musim semi. Dia melemparkan kotak hadiahnya ke samping dan mengangkat tangannya dengan hormat, “Selamat kepada Istana Yin Yu atas pembukaannya yang luar biasa, aku datang terlambat, beri aku anggur sebagai hukumannya, hahahaha!”

Yin Yu, yang saat itu duduk di singgasananya, tersenyum, “Omong kosong, tuanku tidak terlambat. Tuan Master Master, tolong lewat sini!”

Hua Cheng akhirnya mengungkapkan jawabannya, “Ini yang ini.”

Xie Lian: “??? Tuan Master Angin adalah Air Hitam?”

Nah, itu terlalu luar biasa. Hua Cheng tertawa, “Gege salah paham. Bukan yang ini, yang di belakangnya.”

Xie Lian melihat dari dekat, dan melihat seseorang yang saat itu tampak berdiri di sisi pintu masuk aula di belakang Shi Qing Xuan. Sosok itu adalah pejabat surgawi peringkat rendah yang bertanggung jawab untuk menerima hadiah dari semua tamu, penampilannya tidak istimewa tetapi senyuman penuh semangat selalu terpancar di wajahnya. Shi Qing Xuan menyeberang ke aula itu, tampak sangat senang, dan dengan santai melemparkan kepadanya sebuah mutiara kecil sebagai tip. Mata pejabat surgawi itu bersinar, menangkap mutiara yang dilemparkan kepadanya dengan kedua tangannya, dan terus berterima kasih kepada Tuanku, memandang setiap bagian dari dirinya, dia sepertinya menyamar sebagai pelayan. Xie Lian hanya bisa berkomentar, “… Itu Air Hitam? Sosok Air Hitam dengan senyum yang begitu cerah?”

“Benar, itu dia.” Hua Cheng berkata, “Senyum itu palsu, tentu saja. Pria itu memiliki setidaknya lebih dari lima puluh klon yang ditempatkan di seluruh Pengadilan Surgawi, masing-masing dengan identitas yang berbeda sehingga ia dapat memantau lebih dari delapan puluh pejabat surgawi Pengadilan Tinggi dan lebih dari tiga ratus pejabat surgawi Pengadilan Menengah. Jika dia tidak melakukan semua itu, hanya dengan menggunakan identitas Master Bumi, itu masih jauh dari memadai.”

“…” Xie Lian tidak bisa tidak menaruh perasaan kagum dengan akting Air Hitam, kagum akan kemampuannya untuk menanamkan pion, dan energi yang sangat luar biasa, “Lalu, di mana kelima puluh klon itu sekarang?”

“Jun Wu mungkin sudah mulai mengungkapkan mereka satu per satu sekarang.” Hua Cheng menjawab.

Tepat saat kata-kata itu keluar dari bibirnya. Tiba-tiba terdengar suara tajam yang berasal dari luar, “YANG MULIA YIN YU, KAMU LEBIH BAIK MEMBERIKAN KAMI PENJELASAN YANG BAIK HARI INI UNTUK SHIDI-MU!”

Senyum semua pejabat surga yang hadir di dalam aula itu langsung turun, dan mereka semua melihat ke arah dimana suara itu berasal pada saat yang sama. Tampaknya ada seseorang yang bermaksud menerobos masuk tetapi berhasil dihentikan, membuat mereka terus-menerus berteriak di luar, “APAKAH KAMU TIDAK AKAN MENDISIPLINKAN SHIDI-MU QUAN YI ZHEN YANG BARU SAJA MENGALAHKAN PEJABAT SURGAWI DARI PERINGKAT YANG LEBIH TINGGI?”

Senyum ringan Yin Yu menghilang, dan dia merendahkan suaranya, bertanya kepada dua orang yang berada di belakangnya, “Apa yang terjadi? Yi Zhen, kamu berkelahi lagi dengan seseorang?”

“Ya.” Jawab Quan Yi Zhen.

Jian Yu melotot marah, menggertakkan giginya, “Kamu lagi, dasar bocah busuk!”

Ketika insiden seperti ini terjadi, Shi Qing Xuan selalu menjadi yang pertama berbicara, dan dia angkat bicara setelah menyelipkan kocokan miliknya ke dalam kerah belakangnya, “Apa yang terjadi? Hari ini adalah Pembukaan Istana Besar, jadi mengapa masalah seperti ini tidak bisa menunggu?”

Untuk menyebabkan malapetaka pada hari yang menguntungkan seseorang, mereka mungkin buta dan tidak tahu apa yang sudah mereka lakukan atau mungkin mereka mencoba untuk berkelahi dengan sengaja. Kerumunan orang di luar istana berteriak, “BAIK, JADI INI ADALAH HARI PEMBUKAAN ISTANA BESAR YANG MEMBAHAGIAKAN BAGI TUANKU, KAMI TIDAK MENGETAHUINYA, TETAPI DIA TIDAK MEMILIH HARINYA KETIKA DIA DATANG DAN MEMULAI PERTARUNGAN, JADI MENGAPA KAMI YANG HARUS MEMILIH HARI KETIKA MENGINGINKAN PEMBALASAN DENDAM? QUAN YI ZHEN BERADA DI BAWAH ISTANA YIN YU. DITUNJUK SECARA PRIBADI OLEH YANG MULIA YIN YU, JADI SIAPA YANG MUNGKIN BISA KAMI CARI JIKA BUKAN DIA?”

Itu dia: mereka ada di sini untuk memulai pertarungan. Ling Wen mengerutkan alisnya sedikit, “Mengapa sesuatu seperti ini harus terjadi?”

Yin Yu berdiri dengan pasrah, “Aku mengerti. Namun, ini bukan saat yang tepat sekarang, bisakah kita bicara sesudahnya?”

Massa di luar mendengus, “KAMI HANYA BISA BERHARAP ISTANA YIN YU TIDAK AKAN MENUTUPI DAN MELUPAKAN MASALAH INI!”

Kebenaran mengenai hal-hal yang sesungguhnya terjadi bahkan belum dibersihkan dan tuduhan ‘menutupi’ sudah terlontar, benar-benar murni sebuah pelecehan. Shi Qing Xuan tampaknya siap untuk berbicara lagi ketika Quan Yi Zhen tiba-tiba melompat turun dari belakang Yin Yu, “APAKAH KALIAN AKAN PERGI ATAU TIDAK?”

Para pembuat onar jelas yakin bahwa dia tidak akan berani membalas selama kesempatan ini dan mereka berteriak tanpa rasa takut, “MENGAPA, APAKAH KAU AKAN BERTARUNG JIKA KAMI TIDAK PERGI? SEMUA KOLEGA SURGAWI DISINI MELIHATNYA…”

Namun, Quan Yi Zhen bukanlah seseorang yang bisa diprediksi oleh alasan yang normal, dan tanpa mengatakan hal lain, dia mengangkat tinjunya dan berlari keluar. Ratapan mengerikan datang dari luar istana dan semua pejabat surgawi yang berada di dalam aula tertegun!

Baru setelah beberapa saat Ling Wen berbicara, “Penjaga, hentikan dia, mereka akan mati!”

Yin Yu juga tercengang dan bergegas keluar, “Hentikan semua ini!” Tetapi para pembuat onar itu hanya berteriak, “KAU PIKIR ISTANA YIN YU MILIKMU SEBAIK ITU?! BAGUS, SANGAT BAGUS! SHIXIONG DAN SHIDI BEKERJASAMA UNTUK MENGHANCURKAN SEMUA ORANG!


Malam itu, di kamar samping Istana Yin Yu, Yin Yu berjalan mondar-mandir sementara Jian Yu menghentakkan kakinya dalam amarah yang memuncak, “PEMBUKAAN ISTANA BESAR YANG SEMPURNA TELAH SEPENUHNYA DIHANCURKAN OLEH BOCAH BUSUK ITU!!!

Xie Lian bisa memahami kemarahan Jian Yu sepenuhnya.

Xie Lian sendiri tidak terlalu peduli dengan sesuatu seperti Upacara Pembukaan Istana, tetapi banyak pejabat surgawi lainnya yang menganggapnya penting. Itu adalah sebuah ritual yang mengesahkan, sebuah inklusi resmi pejabat surgawi ke Pengadilan Surgawi. Insiden yang terjadi hari ini, karena kurangnya contoh yang tepat, itu seperti upacara pengangkatan kaisar dari dunia fana yang hancur, jadi siapa yang tidak akan marah?

Yin Yu menghela napas, “Biarkan saja. Pasti pihak lain yang sudah memprovokasi dia sebelumnya. Selain itu, dia tidak menimbulkan masalah hari ini, dan itu adalah orang lain yang sengaja memilih hari ini untuk mengajak bertarung, jadi apa yang bisa kita lakukan?”

“Ada begitu banyak orang di Pengadilan Tinggi, mengapa orang lain tidak memilih yang lain dan mengapa harus memprovokasi dia?” Tuntut Jian Yu.

“Kamu juga mengetahuinya bukan.” Yin Yu berkata, “Dia tidak pernah bisa dipukuli tanpa melawan. Bukan berarti orang lain tidak memilih yang lain untuk dijadikan sebagai lawan mereka, itu karena semua orang tahu bagaimana caranya untuk menanggung dan menghadapi provokasi yang ditujukan kepada mereka dan dia tidak.”

“Ini adalah Pengadilan Surgawi,” seru Jian Yu, “Ini bukan dunia fana. Apakah begitu sulit untuk menundukkan kepala dan tetap diam? Jika dia tidak pernah menimbulkan masalah dan tetap memiliki jiwa yang jujur, maka kejadian hari ini tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk terjadi! Sekarang lihatlah kita. Kita sudah kehilangan wajah! Ada begitu banyak pejabat surgawi yang menyaksikannya! Setelah semuanya mengetahuinya, siapa yang peduli siapa yang sudah memulainya? Mereka hanya akan mengatakan Istana Yin Yu tidak masuk akal dan dengan begitu kasarnya memukuli orang di siang hari di depan umum, siapa kiranya yang akan berdebat siapa yang benar atau salah?? Apakah kamu pikir dia punya alasan?? DIA TIDAK!! Saat semuanya turun, saat kamu menghantamkan kepalan tanganmu, kamu adalah seseorang yang tidak masuk akal disini! OMONG KOSONG DIA MEMAHAMINYA! DIA HANYA TAHU CARA MENYEBABKAN MASALAH UNTUK KITA!”

Setelah ledakan kemarahannya, Jian Yu mengamuk dan meninggalkan kamar samping itu, meninggalkan Yin Yu yang masih duduk di tempatnya, hatinya dipenuhi dengan kekhawatiran.

Sesaat kemudian, dia melihat ke belakang, dan disana tampak ada bayangan seseorang yang bertengger di ambang jendela. Yin Yu melompat kaget sekali lagi oleh adegan yang begitu akrab baginya ini, “Mengapa kamu bertengger di sini lagi? Kapan kamu datang? Kebiasaan macam apa ini?”

Quan Yi Zhen tidak menjawab pertanyaannya, tetapi sebaliknya berkata, “Mereka yang mengutukku terlebih dahulu.”

Yin Yu membuka mulutnya untuk berbicara tetapi kemudian menutupnya. Lalu dia mencoba untuk menghiburnya, “Yi Zhen, mengenai apa yang sudah dikatakan Jian Yu, jangan dimasukan dalam hati.”

Quan Yi Zhen hanya terus mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya, “Mereka mengutukku terlebih dahulu. Aku bahkan tidak mengenal mereka. Mereka berkata jika aku adalah pejabat surgawi berpangkat rendah, dan mereka berteriak kepadaku tanpa alasan. Mereka menertawakanku, menyuruhku untuk enyah, dan untuk tidak menghalangi jalan mereka. Aku mengatakan kepada mereka untuk meminta maaf dan mereka tidak mau, jadi aku memukul mereka. Mereka hanya diam ketika aku memukul dan mengalahkan mereka, kalau mereka meminta maaf aku pasti tidak akan memukul.”

Meskipun segala sesuatunya sangat damai sekarang, tetapi pada hari-hari sebelumnya, beberapa pejabat surgawi baik yang berasal dari Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Rendah memang akan melempar beban pangkat mereka di sekitar dan akan menggertak pejabat berpangkat lebih rendah dengan jumlah pengalaman paling sedikit. Itu adalah sesuatu yang sering terjadi. Yin Yu menghela napas.

“Apakah pejabat surgawi peringkat bawah itu berarti di bawah orang lain?” Tanya Quan Yi Zhen.

“Tidak.” Jawab Yin Yu.

Mengapa tidak?

Sangat jelas bahkan dirinya sendiri tidak percaya pada kata-katanya yang diucapkannya sendiri, dan Quan Yi Zhen juga memperhatikannya. Beberapa saat kemudian, dia berkata terus terang, “Aku tidak suka di sini.”

Yin Yu tidak mengatakan apa-apa. Quan Yi Zhen melanjutkan, “Mereka pikir aku menjengkelkan, tapi aku pikir mereka lebih menjengkelkan. Sebelumnya aku memiliki setidaknya enam belas jam dalam sehari untuk aku bisa berlatih, tetapi sekarang setengah dari waktu itu dihabiskan dengan berbicara dan mendengarkan omong kosong dengan orang lain, menyapa dan mengunjungi mereka. Ada beberapa orang yang akan mempermalukanku, memukulku, tanpa alasan yang baik, tanpa meminta maaf, dan aku bahkan tidak bisa melawan. Ini bukan surga. Aku tidak suka di sini.”

Yin Yu menghela napas, “Aku juga tidak suka di sini.”

“Kalau begitu, mari kita kembali.” Kata Quan Yi Zhen.

Namun, Yin Yu hanya menggelengkan kepalanya, “Meskipun aku tidak suka di sini, aku masih ingin tinggal di sini.”

Quan Yi Zhen tidak bisa mengerti, “Jika kamu tidak suka di sini, mengapa kamu ingin tinggal?”

Yin Yu tidak tahu harus berkata apa, senyumnya tampak begitu sedih, tidak bisa menjelaskan apapun kepadanya. Bagaimana caranya bisa menjelaskan kepada Quan Yi Zhen bahwa Pengadilan Surgawi adalah tujuan akhir impian dari begitu banyak orang yang mencari jalur kultivasi, dan betapa sulitnya bagi seseorang seusianya untuk mencapai kenaikan? Yin Yu masih mencobanya, “Ini … karena, kenaikan sangat sulit. Karena itu tidak datang dengan mudah dan kita berhasil melakukannya di titik ini, maka aku ingin mencoba dan melakukan yang lebih baik.”

Namun Quan Yi Zhen, tidak terlalu memikirkannya, “Apa yang hebat tentang kenaikan! Siapa yang peduli jika seseorang naik?”

Yin Yu menyadari jika dia sangat menjengkelkan dan sedikit lucu, “Apa maksudmu apa hebatnya itu?! Mengapa kamu tidak mencobanya sendiri?”

Menyaksikan sampai titik ini, Xie Lian berkomentar, “Orang-orang, seharusnya tidak melemparkan candaan mereka dengan begitu mudahnya.”

“Memang.” Hua Cheng berkata, “Setengah tahun kemudian ketika Quan Yi Zhen benar-benar naik, dia tidak akan menganggapnya lucu lagi.”

“Bisakah kita melihat bagian itu juga?” Xie Lian bertanya.

“Kita bisa melakukannya. Tunggu sebentar.” Hua Cheng menjawab.

Setelahnya, adegan kemudian berubah, dan kali ini, itu masih Pengadilan Surgawi; Namun, apa yang tampak disana adalah sebuah jamuan makan di bawah bulan. Xie Lian memperhatikan sejenak dan bertanya-tanya, “Perjamuan Pertengahan Musim Gugur?”

“Itu benar.” Kata Hua Cheng.

“Di mana Air Hitam bersembunyi saat ini?” Xie Lian bertanya.

“Lihat siapa yang sedang makan.” Hua Cheng menjawab.

Di jamuan makan itu, setiap pejabat surgawi sibuk saling mendentingkan gelas mereka, membuat salam dan permainan, tetapi hanya ada satu orang yang wajahnya dijejali mangkuk besar di depannya. Kali ini, He Xuan tidak bersembunyi, dia duduk di sudut secara terbuka dengan memasang penyamarannya sebagai Master Bumi, namun, masih belum ada yang memperhatikannya.

Yin Yu dan Jian Yu duduk di sebelah ‘Master Bumi’, penempatan ini dianggap sebagai ujung pesta. Yin Yu tidak makan dan tidak berbicara dengan siapa pun. Di sebelahnya, Jian Yu berbisik, “Syukurlah si bocah busuk sakit mental itu tidak datang!”

Yin Yu mendengarnya dan balas berbisik, “Dia naik untuk sementara waktu sekarang, tidak baik jika orang lain mendengarmu berbicara tentang dia seperti itu, jadi lebih berhati-hatilah.”

“Kenyataannya memang begitu, apakah aku salah?” Jian Yu berkata, “Jadi memangnya kenapa jika dia naik? Otaknya tidak akan menjadi lebih pintar tidak peduli berapa banyak lagi ratusan kepala yang ia dapatkan.”

Ketika mereka berbicara, sekelompok pejabat surgawi yang baru saja naik tampak tiba di pesta itu dan mereka hanya duduk seorang diri. Sebagian besar dari mereka adalah wajah-wajah baru dan mereka memberikan sapaan yang begitu sederhana, dan seorang pejabat surgawi terdengar bertanya langsung, “Dan tuan ini?”

Pejabat surgawi lainnya juga menjawab, “Tuan ini adalah dewa bela diri yang memerintah wilayah barat.”

Mendengar ini, pejabat surgawi yang melakukan penyelidikan itu langsung menjadi antusias dan berdiri untuk bersulang, “Oh! Oh oh oh! Aku sudah mendengar banyak hal tentangmu! Aku sudah lama mengagumi Tuanku!”

Yin Yu dengan cepat berdiri juga, tersenyum, “Itu belum begitu lama.”

Pejabat surgawi itu menjawab, “Oh, jangan terlalu rendah hati, tuanku! Aku benar-benar sudah mengagumimu untuk waktu yang lama! Aku sudah lama mendengar Yang Mulia Qi Ying yang berasal dari barat ini masih muda dan cakap, dan setelah naik beberapa tahun saja, kamu sudah sangat berakar di hati para penyembahmu. Kamu bahkan berhasil mencapai sepuluh besar dalam Pertempuran Lentera Pertengahan Musim Gugur tahun ini! Kamu benar-benar seorang pahlawan yang berasal dari barat, statusmu tak tergoyahkan, masa depanmu benar-benar cerah tanpa akhir! Untuk bisa bertemu dengan Tuanku hari ini, kamu tampak sedikit lebih tua dari yang aku bayangkan? Tapi kamu masih cukup muda, layak untuk mendapat pujian, begitu muda dan cakap!”

Mendengar ini, senyum di wajah Yin Yu membeku, dan mengingat apakah dia harus menerima tos dari cangkir pejabat surgawi ini membuatnya menjadi sangat canggung. Pihak lain terus berusaha keras membangun hubungan dengannya, bahkan menyapanya seperti saudara, “Jika harus jujur, aku jarang menganggap siapa pun layak, tetapi saudara Quan ini benar-benar seperti keluarga! Wilayah kekuasaan milikku juga ada di barat, jadi jika saudara memiliki kebutuhan di masa depan, selama kamu berpikiran baik tentangku, beri tahu aku kapan saja! Kita semua harus saling membantu, eh? Ha ha ha…”

Dia tertawa terbahak-bahak, dan orang-orang di sampingnya yang mengenal Yin Yu juga tertawa terbahak-bahak. Xie Lian hampir bisa melintasi waktu dan merasakan bahwa kecanggungan yang mencekik memenuhi udara tempat itu.

Wajah Jian Yu menjadi biru karena marah, tapi Yin Yu masih agak tenang. Sementara tangannya gemetaran selama sedetik, tapi dia tetap tenang. “Sayangnya…”

Namun, saat dia akan menghapus kesalahpahaman ini, seseorang memanggil, “Qi Ying ada di sini!”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments