Penerjemah: Jeffery Liu


Itu memang Yin Yu.

Sekop Master Bumi itu masih ada di tangannya. Dengan perangkat ilahi yang masih ada di dalam genggamannya, bahkan jika dia ditelan oleh roh gunung, dia masih bisa dengan cepat membuat dan menggali sebuah jalan untuk melarikan diri, dengan demikian, tidak aneh baginya untuk muncul di tempat itu begitu saja. Selain itu, pukulan keras yang dihantamkan Quan Yi Zhen sebelumnya sangat mengkhawatirkan.

Karena pemandangan yang dilihat di mata kiri dan mata kanannya berbeda, itu sangat tidak nyaman, dan Xie Lian mengerjap ringan, yang membuatnya menyadari bahwa bahkan dengan mata terpejam pun mata kanannya masih bisa melihat pemandangan di luar, jadi dia kemudian memutuskan untuk menutup kedua matanya. Saat itu, bidang penglihatan tiba-tiba bergetar, lalu getarannya mulai meliar, berayun dari kiri ke kanan. Tampaknya Quan Yi Zhen akhirnya telah terbangun dan menggelengkan kepalanya.

Melihat kepala Quan Yi Zhen pada akhirnya mendongak ke atas, Yin Yu bereaksi dengan cepat dan mengangkat tangannya untuk segera memakai topeng iblisnya untuk menutupi wajahnya. Namun, Quan Yi Zhen sama sekali tidak memiliki waktu untuk memikirkannya sejak saat dia terbangun, seluruh tubuhnya tertarik mundur dengan kasar dan separuh tubuhnya yang lain tenggelam.

Roh gunung itu telah menelan separuh tubuh Quan Yi Zhen yang lain!

Mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa lengannya masih berada di luar, Quan Yi Zhen terus menghantam dinding itu dengan tinjunya sambil berusaha menarik dirinya keluar pada saat yang sama. Namun, roh gunung ini mungkin sudah berusia ribuan tahun, kekuatan jahatnya sangat besar, dan roh gunung yang berada pada dinding itu mulai membuka mulutnya lebar-lebar untuk mengisap tubuhnya lagi. Quan Yi Zhen tenggelam lebih dalam dan lebih dalam, sampai membuat suara hantaman dinding itu menghilang bersamaan dengan kedua tangannya yang mulai terseret ke dalam dinding batu. Tepat pada saat yang sama, roh gunung itu tampaknya telah menghentikan gerakannya. Namun, Quan Yi Zhen kini hanya memiliki kepalanya yang masih berada di luar.

Sepertinya baru pada saat itulah dia menyadari ada seseorang yang berdiri di bawahnya dan dia berkata tanpa berpikir, “Siapa kamu?”

Yin Yu tidak menanggapi, tetapi melalui topengnya, ketajaman matanya bisa terlihat.

Pandangan kedua mata itu mampu membuat seseorang merasa kedinginan luar biasa hanya dengan menatapnya. Xie Lian tidak bisa tidak berpikir, ‘… Itu tidak terlihat seperti mata yang menginginkan reuni sama sekali?’

Quan Yi Zhen terus berbicara tanpa berpikir, “Apakah yang ada di tanganmu itu adalah sekop? Bantu gali aku keluar dari tembok ini, aku ingin keluar.”

Dia selalu berbicara seperti ini. Naif, apa yang dikatakannya selalu benar, tanpa rasa takut dan tidak peduli akan konsekuensinya, hampir seperti anak-anak. Dia bahkan tidak bertanya siapa orang yang berdiri di depannya itu sebelum berhasil membuatnya membantunya, sama sekali tidak peduli apakah sosok gelap yang muncul di bawah keadaan seperti itu ternyata ada di sana untuk membunuhnya. Mendengar permintaannya, tangan Yin Yu mencengkeram lebih keras sekop Master Bumi yang ada di dalam genggamannya.

Beberapa saat kemudian, dengan sekop yang bersinar cerah seperti salju di genggamannya, dia perlahan mendekati Quan Yi Zhen. Mengambil langkah demi langkah, seperti dia adalah seorang pembunuh yang akan melakukan sebuah kejahatan besar. Untuk beberapa alasan, mengawasi semua kejadian ini membuat Xie Lian menjadi lebih cemas lagi, “… Tunggu, mengapa sepertinya dia ingin mencungkil kepala Qi Ying dengan sekop itu?”

“Dia mungkin saja akan melakukannya.” Kata Hua Cheng.

Xie Lian: “???”

Hua Cheng menambahkan, “Tapi, untuk saat ini kita tidak bisa membuatnya membunuh Quan Yi Zhen. Sampa sekarang roh gunung hanya bisa menelan keseluruhan tubuh kita sehingga roh gunung itu akan kesulitan dalam mencerna, tetapi jika Quan Yi Zhen meninggal dan hanya menyisakan mayatnya disana, maka ia akan lebih mudah dicerna. Jika roh gunung berhasil melahap pejabat surgawi, kekuatannya akan tumbuh secara eksponensial, jadi itu berarti kita akan mendapat lebih banyak masalah dan kita tidak akan bisa keluar dari tempat ini dengan mudah.”

Xie Lian dengan cepat berkata, “Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. San Lang, kesampingkan mengenai mudah dicerna atau sesuatu semacam itu, Yin Yu adalah bawahanmu, jadi dalam pemahamanmu tentang dia, apa kamu pikir dia akan membunuh Qi Ying? Apakah mereka memiliki dendam yang mendalam di antara mereka?”

Qi Ying telah begitu bertekad dalam pencariannya untuk Yin Yu, dan karena mereka berdua adalah shixiong dan shidi yang berada di bawah sekte yang sama, tidak mungkin bagi Quan Yi Zhen untuk tidak bisa melihat dengan jelas karakternya, jadi Xie Lian berpikir bahwa Quan Yi Zhen percaya jika Yin Yu adalah seseorang yang layak baginya untuk dicari. Dan dengan kepribadian yang dimiliki oleh Quan Yi Zhen, dia tidak bisa melakukan apa pun bagi siapa pun yang ingin membunuhnya.

Hua Cheng menjawab, “Mereka tidak memilikinya. Tetapi, terkadang, keinginan untuk membunuh seseorang tidak harus datang dari dendam yang dalam; itu bisa saja berasal dari hal-hal kecil. Terutama hal-hal kecil yang kamu sendiri tidak perhatikan.”

“Hal-hal kecil semacam apa?” Tanya Xie Lian.

Tepat saat kata-kata itu keluar dari bibirnya, pemandangan yang dilihat pada mata kanannya telah berubah. Apa yang dilihatnya bukanlah jubah merah Hua Cheng dan itu bukan pemandangan seorang lelaki yang menghadap satu kepala di dinding batu di luar, melainkan sebuah jalan besar. Xie Lian baru saja akan bertanya pemandangan apa ini ketika dia mendengar suara keramaian yang datang dari depan.

Ada kerumunan kultivator yang berada di jalan itu, tampaknya mereka tengah mengelilingi seseorang dan berteriak dengan marah. Ketika dia melihatnya lebih dekat, dia menemukan bahwa di antara kerumunan itu ada seorang anak kecil berjongkok, kepalanya penuh rambut keriting dan wajahnya berlumuran darah.

Dikelilingi dan diteriaki oleh kerumunan seperti itu, jika itu adalah anak normal, mereka pasti sangat ketakutan dan mulai menangis, tetapi anak ini baru berusia sekitar sepuluh tahun, dan bukan saja dia tidak takut, dia tampaknya juga bahkan bersemangat, matanya melayang-layang ke semua tempat, tinju kecilnya seolah-olah gatal untuk diuji kemampuannya. Saat itu, seorang kultivator muda tampak berusaha mendorong tubuhnya sendiri untuk bisa melalui kerumunan dan mendekati anak itu, “Tinggalkan dia, berhenti berteriak, dia sekarang seharusnya sudah sadar jika dia salah.”

Xie Lian bergumam “eh” dengan lembut.

Kultivator muda itu memiliki mata yang cerah, wajahnya bercahaya, penuh semangat, dan punggungnya tampak tegak, itu adalah Yin Yu.

Namun, mungkin itu karena saat itu Yin Yu tengah berada di puncak masa mudanya, udara yang menguar dari dirinya begitu dipenuhi dengan aura kepercayaan diri dan keberanian yang besar, dan kehendak maupun keinginannya belum meredup dari keausan maupun terkuras oleh waktu, tampak jauh lebih terang daripada kesan samar yang ditinggalkannya dalam benak Xie Lian ketika mereka pertama kali bertemu, dan siapa pun yang melihatnya saat ini akan memanggilnya pria muda yang mengesankan. Mereka sebenarnya adalah dua orang yang berbeda. Xie Lian berkomentar dalam hati, ‘Dia tidak terlalu membosankan saat itu!’

Hua Cheng tertawa keras, “Siapa kiranya yang tidak pernah memiliki masa muda?”

Baru saat itu Xie Lian menyadari bahwa dia secara tidak sengaja mengungkapkan pikirannya dengan keras, “Mata kanan San Lang dapat melihat hal-hal semacam ini juga?”

“Bukan mata kananku yang bisa melihatnya, yang melakukannya adalah sesuatu yang lain. Aku hanya meminjamnya untuk dilihat, itu saja.”

“Luar biasa. Luar biasa.” Xie Lian berkata kagum.

“Itu hal yang mudah.” Hua Cheng berkata, “Jika kamu memilih bawahan, kamu harus melakukan pemeriksaan latar belakang menyeluruh padanya. Aku cukup bagus dalam hal ini. Jika di masa depan gege memiliki kebutuhan dan ingin mencari latar belakang seseorang, datang dan temui aku kapan saja.”

Saat itu, adegan yang ditunjukkan oleh mata kanan mereka adalah tampilan seorang pemuda tampan yang sepertinya seusia Yin Yu berkata dengan marah, “Sadar dia salah apa! Lihat dia, apakah dia sudah sadar jika dia salah? Bocah ini tidak tahu apa-apa! Kami sedang mengurus urusan kami sendiri dan melakukan latihan pagi ketika dia merusak sesi itu dengan melempar batu dan lumpur dengan begitu sembarangan, kita harus memberinya pelajaran!”

Yin Yu menghentikannya, “Biarkan saja, Jian Yu. Dia sudah dikalahkan olehmu seperti ini, aku yakin dia tidak akan berani melakukannya lagi lain kali. Kalian semua telah melampiaskan kemarahan kalian kepadanya, apa lagi yang bisa kalian disiplinkan? Jika kamu mendisiplinkan dia lagi, dia akan mati. Lihatlah anak ini, dia berpakaian seperti ini, dia tidak memiliki seorangpun di rumahnya dan tidak ada yang mendisiplinkannya. Abaikan saja dia dan kembalilah.”

Jian Yu meludah ketika dia berbalik, “Aku bilang bocah ini sakit mental, dia tidak normal! Lihat dia, terlihat sangat bahagia ketika orang lain memukulinya! Aku pikir dia ingin melakukan putaran lain!”

Yin Yu mendorong mereka untuk pergi, “Huh! Kamu bilang sendiri dia sakit mental, jadi kenapa repot-repot berurusan dengannya?”

Mudah untuk mengatakan bahwa kata-kata Yin Yu memiliki pengaruh besar di antara orang-orang sekte-nya, dan sementara kerumunan kultivator itu masih diliputi kekesalan, mereka memutuskan pergi. Yin Yu memperhatikan seorang anak yang saat itu terduduk di tanah, dan dia berjongkok, tetapi sebelum dia bahkan membuka mulutnya, anak kecil ini mengambil segenggam lumpur dan melemparkannya ke wajahnya, ekspresinya masih tampak begitu bersemangat.

Lumpur itu menghantam Yin Yu tepat di wajahnya dan dia terdiam sesaat. Dia menyeka wajahnya untuk membersihkan lumpur yang dilemparkan kepadanya dan bertanya, “Anak kecil, mengapa kamu begitu nakal? Mengapa kamu memukul kultivator dari kuil kami?”

Anak kecil itu melompat dan memasang kuda-kuda menyerang, “Ayo kemarilah!”

“…”

Yin Yu berdiri, “Sikap menyerang ini dari sekte kami, siapa yang mengajarimu?”

Anak kecil itu hanya mendesak, “Ayo kemarilah!” Dan terus melompat-lompat tepat dimana dia berdiri seperti monyet kecil yang konyol, dan dia bahkan meraih segenggam lumpur dan batu dari tanah untuk dilemparkan kepada ‘lawannya’, tujuannya sudah jelas diketahui. Yin Yu lebih tua darinya beberapa tahun, dan mengingat statusnya sendiri, dia tidak bisa bertarung dengan seorang anak kecil seperti ini, jadi dia pada akhirnya hanya berlari sambil menghindari serangan anak itu, “Sikap bertarung ini juga datang dari sekte kami, apakah kamu memanjat dinding dan mengintip latihan sekte kamu dan diam-diam mempelajarinya setiap hari … Berhenti memukulku! AKU BILANG, BERHENTI MEMUKULKU! AKU BAHKAN TIDAK MEMUKULMU! SEBENARNYA SEBERAPA BESAR KAMU MENYUKAI BERTARUNG?!”

Namun, ketika kata-kata itu keluar, Quan Yi Zhen benar-benar berhenti dengan begitu tiba-tiba dan mengangguk, menggosok tangannya yang berlumpur dan kotor, “Aku menyukainya.”

Dia benar-benar mengatakannya dengan sangat serius, baik Xie Lian dan Yin Yu tertegun melihatnya.

Tidak perlu mengatakan siapa anak ini. Xie Lian berkata dengan kagum, “Qi Ying benar-benar adalah seorang fanatik bela diri. Ia dilahirkan untuk menjadi seorang dewa bela diri.”

Meskipun pada saat itu, semua orang berpikir jika Quan Yi Zhen adalah anak yang sakit mental, Xie Lian merasa dia bisa mengerti perasaan Quan Yi Zhen saat itu.

Karena, harus ada ‘fanatisme’ terhadap sesuatu terlebih dahulu sebelum seseorang dapat mencapai keadaan ‘saleh’.

Ketika sampai pada titik ini, mereka yang bisa memahami perasaan obsesi ini berarti memiliki potensi dalam dirinya, ada kemungkinan bagi mereka untuk memilikinya; dan mereka yang tidak bisa dan hanya tahu bagaimana mengejek para ‘idiot’ dengan sakit mental, mereka tidak akan memiliki harapan di jalan ini sejak awal.

Yin Yu berkedip lalu tertawa. Tapi dia tidak tertawa terlalu lama sebelum sebuah bola lumpur kembali dilemparkan ke wajahnya, dan dia dengan cepat berteriak, “Hei! Aku bilang berhenti memukuliku … Dengarkan aku! Bagaimana – apakah kamu ingin memasuki sekte kami dan belajar bagaimana caranya bertarung?”

Mendengar ini, gerakan Quan Yi Zhen berhenti, dia memegang bola lumpur di tangannya, tetapi Xie Lian tidak tahu apakah dia melemparkannya karena segera setelah itu, tepat pada saat itu dinding batu yang berada di luar mengeluarkan suara CLUNK yang keras, dan Yin Yu telah berhasil menikamkan sekop Master Bumi itu ke dinding.

Dia tidak benar-benar mematahkan leher Quan Yi Zhen dengan sekopnya, tetapi logam tajam itu menyapu wajah Quan Yi Zhen, sangat mematikan.

Kupu-kupu perak yang disembunyikan di rambut Quan Yi Zhen cukup mantap, dan meskipun kupu-kupu itu tidak bergetar akibat serangan yang begitu tiba-tiba ini, gambar yang dilihat Xie Lian di mata kanannya berubah dari keterkejutan, dan dia berkata tanpa sadar, “JANGAN!”

Namun Hua Cheng, sepertinya sudah mengharapkan ini. “Lihatlah saja. Dia memang memiliki niat untuk membunuh, tapi niatnya belum begitu kuat.”

Quan Yi Zhen hanya memiliki kepalanya yang masih berada di luar, “Kamu ingin membunuhku?”

Yin Yu tidak menanggapi.

Quan Yi Zhen tampak bingung, “Apakah aku sudah melakukan sesuatu yang salah?”

Xie Lian juga bertanya, “Apakah dia melakukan sesuatu?”

“Sulit dikatakan.” Hua Cheng berkata, “Gege, bisa melihatnya sendiri.”

Kemudian, penglihatan di depan mata kanan Xie Lian menunjukkan ruang kultivasi dengan dinding putih panjang dan ubin hitam. Yin Yu tampak beberapa tahun lebih tua dari sebelumnya, dan dia tampak sedang duduk dengan tenang, menuangkan tinta ke atas meja menulis dengan sungguh-sungguh. Di sebelahnya ada kerumunan besar peserta pelatihan yang menangis dan terus mengeluarkan keluhan mereka, begitu marah dan lapar akan keadilan, “Yin Yu-shixiong, cara makan Quan Yi Zhen benar-benar tak tertahankan! Setiap kali pada waktu makan, nasinya pasti akan berhamburan ke mana-mana, dan dia makan tiga kali lebih banyak daripada semua orang, seperti dia adalah hantu kelaparan atau semacamnya, sangat mendominasi keranjang nasi, karena dia, tidak ada yang bisa makan dengan baik!”

“Yin Yu-shixiong, aku tidak bisa tinggal bersamanya lagi, aku ingin ganti kamar. Dia selalu liar di pagi hari, aku khawatir setiap hari dia akan menendang dan mematahkan tulang rusukku, aku tidak bisa berurusan dengannya!”

“Yin Yu-shixiong, aku tidak ingin berada di kelompoknya lagi. Bajingan itu tidak pernah bisa bekerja sama dengan orang lain atau mempertimbangkan siapa pun, dia hanya peduli untuk melemparkan tinju secara acak dan pamer, aku lebih suka berada di kelompok yang sama dengan shidi yang paling lemah daripada dengan dia!”

Yin Yu menjadi kewalahan oleh semua keluhan itu, “Baiklah, baiklah, kalau begitu, bagaimana dengan ini. Aku akan menyelidikinya terlebih dahulu, dan setelah aku menyelidikinya, aku akan memikirkan tindakan terbaik apa yang bisa dilakukan. Kembalilah untuk hari ini.”

Orang yang menampar meja dan mengeluh paling keras tentu saja adalah Jian Yu, dan dia jelas sama sekali tidak puas dengan jawaban ini, “Yin Yu, kamu seharusnya tidak meminta Master untuk mengambil bocah itu di tempat pertama, sekarang masalah akan selalui datang melalui pintu. Dengar, sudah berapa lama dia bersama kita sekarang? Kapan kiranya dia tidak menyebabkan kekacauan? Kapan kiranya dia tidak menyebabkan kehancuran?!”

Kerumunan disana berusaha untuk terus memaksa sehingga Yin Yu mencoba menenangkan mereka, “Ini tidak seperti hal-hal yang sudah dia lakukan seburuk itu …”

“TIDAK SEBURUK ITU?! DIA MEMBUNUH PERDAMAIAN DAN KETENANGAN KAMI, JADI BAGAIMANA MUNGKIN KAMI BISA MELAKUKAN KULTIVASI DI DALAM KEDAMAIAN?”

“Ya, tidak pernah ada masalah sebanyak ini di masa lalu!”

Yin Yu hanya bisa berkata, “Yi Zhen tidak bermaksud jahat, dia hanya tidak tahu cara dunia berjalan dan tidak tahu bagaimana caranya bergaul dengan orang lain.”

“Ketidaktahuan tentang cara dunia berjalan bukanlah jalan masuk untuk pengampunan, jika dia tidak tahu bukankah dia bisa belajar? Karena kita semua hidup di dunia yang penuh dengan orang-orang, maka kamu harus belajar bagaimana caranya bergaul dengan orang lain. Berapa usianya sekarang, dia tidak bisa selalu seperti anak kecil? Bahkan ada seseorang yang sudah menjadi ayah di usianya yang sekarang!”

“Menyampingkan kesukaan Master, bocah ini baru ada di sini selama berapa tahun? Saat dia datang dia mengambil alih semua manfaat; balai latihan terbaik diberikan kepadanya, ramuan terbaik yang diproduksi setiap musim diberikan kepadanya, ia bahkan dapat melewatkan pelajaran pagi dan sore, dibebaskan dari membaca sutra, dan bahkan ketika Master menangkapnya, ia hanya akan mendapat teguran ringan, tidak diberi nasihat sama sekali! MEMANGNYA HAL BAIK APA YANG DIMILIKINYA?! Yin Yu-shixiong! Kamu adalah murid tertua, jika kamu bertindak seperti itu maka kita semua akan membiarkannya, kita tidak memiliki apapun untuk dikatakan. Tapi memangnya siapa dia? Tidak memiliki pendidikan, tidak memiliki sopan santun, jadi memangnya kenapa jika dia berbakat? Tidak seorang pun dari kita yang akan menerimanya!”

Mereka semua sesungguhnya memiliki niat terselubung untuk mengasingkan Quan Yi Zhen dan semua orang telah sepakat bersama. Ketika Yin Yu mendengar semua itu, ekspresinya langsung menjadi redup, dan dia mencengkeram kuasnya. Xie Lian berpikir segalanya semakin mengecilkan hati.

Orang-orang yang memiliki kesabaran pada tingkat yang biasa akan dengan mudah jatuh pada kata-kata yang dikatakan mereka, dan jika itu adalah seseorang yang berpikiran sempit, maka bahkan tanpa dipancing sekalipun, dia sudah akan melompat di kakinya, jadi ketika iming-iming semacam ini melintas, bukankah dia pasti akan meledak dalam amarah?

Namun, tanpa diduga, setelah beberapa perenungan, Yin Yu meletakkan kuasnya kembali dan menegur dengan sungguh-sungguh, “Shidi, aku pikir apa yang kalian semua katakan tidak benar.”

Kerumunan itu terkejut. Yin Yu melanjutkan, “Aku akan mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Tidak peduli jalan apa yang kita kembangkan, talentanya benar-benar sesuatu yang luar biasa. Selain itu, tidak hanya dia berbakat, dia juga mau bekerja keras. Jika kalian benar-benar berpikir jika Master bersikap begitu baik hanya kepadanya, maka mari bekerja lebih keras untuk mengikutinya, menyusulnya, dan ruang pelatihan, ruang ramuan secara alami akan membuka pintu mereka untuk semua orang pada saat itu. Jika setiap orang memiliki waktu untuk marah karena perbuatannya, lalu mengapa tidak menggunakan energi itu untuk mengolah dan melatih diri lebih banyak dan menjadi lebih baik, apakah aku benar?”

Mendengar tegurannya, antusiasme semua orang mulai turun, tetapi mereka masih berkata, “Shixiong bersikap begitu murah hati, tidak membantahnya.”

“Kesabaran ini sendiri mengusirnya sejauh sepuluh ribu mil.”

Namun Jian Yu, memperingatkan, “Yin Yu, kamu berbicara untuknya hari ini, tapi berhati-hatilah, dia mungkin akan mengacaukanmu di masa depan!”

Bagaimanapun, setelah putaran pengaduan ini, tidak ada satu pihak pun yang senang. Setelah kerumunan sesama murid itu pergi, Yin Yu menutup pintu dan hampir menutup jendela ketika dia tiba-tiba menemukan ada seseorang yang bertengger di atasnya, dan dia melompat kaget, “Siapa di sana?!”

Quan Yi Zhen menundukkan kepalanya, bertengger di ambang jendela, dan begitu Yin Yu melihat bahwa itu adalah dia, dia bertanya, “Kapan kamu datang?” Dia menariknya tetapi Quan Yi Zhen tidak bergerak, “Yi Zhen, jika kamu ingin bertengger seperti itu, carilah tempat lain untuk bertengger. Aku akan menutup jendelanya.”

Quan Yi Zhen tiba-tiba bertanya, “Shixiong, apakah aku menyebalkan?”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments