Penerjemah: Jeffery Liu


Benar-benar ada wajah di dinding itu. Mungkin itu karena nyala api tidak benar-benar membakar bagian dinding itu atau mungkin cat yang berada di atas, setelah meleleh, cat itu mengalir dan menutupi gambar wajah disana dan mencegahnya hancur seperti yang lain, tetapi bagaimanapun, di bawah ujung jari Xie Lian dia tentu masih bisa merasakan bagian kecil, dari setengah wajah manusia. Dia mulai dengan hati-hati menggaruk material hitam yang dipadatkan itu, dan Pei Ming berkomentar sambil memegang tangan kirinya yang sangat bengkak, “Yang Mulia apakah kamu tertarik pada beberapa mural?”

“Ini bukan berarti aku tertarik,” Xie Lian menjawab, “Tapi aku memiliki ide berani.”

“Mari kita dengarkan.” Kata Pei Ming.

“Karena kita sudah mendapatkan kesempatan langka ini untuk bisa datang ke Gunung TongLu, selain menghentikan potensi kelahiran dari Raja Iblis baru, mungkin kita bisa juga mencari sumber asal mereka? Misalnya, siapa yang menciptakan mereka, dan kekuatan apa yang mendukung mereka? Mungkin kita bahkan bisa menghancurkannya dalam satu serangan, menyingkirkan bencana yang terlahir dari dunia ini untuk selamanya, dan kita tidak perlu mengkhawatirkan lagi mengenai Raja Iblis lain yang akan lahir.”

“Itu benar-benar pemikiran yang berani.” Pei Ming berkata, “Tapi, jika Hua Chengzhu bahkan belum menemukan apa pun mengenai hal itu, maka kita mungkin akan berakhir membuang lebih banyak waktu untuk masalah itu. Dalam keadaan saat ini, aku tidak merekomendasikan untuk kita melakukannya.”

Namun, Hua Cheng berbicara, “Aku tidak menemukan apa-apa karena bakatku benar-benar tumpul, dan kemampuanku terbatas. Dan juga, pada saat itu aku terlalu sibuk membunuh. Jika gege memimpin penyelidikan ini maka hasilnya pasti akan berbeda.”

“Tidak tidak tidak. Kemampuanku-lah yang terbatas. San Lan jauh lebih mampu daripada aku.” Kata Xie Lian.

“…”

Seperti dia tidak bisa mendengarkan lagi, Pei Ming melemparkan Pei Su kepada Ban Yue dan berbalik untuk berjalan, “Aku pikir aku akan keluar untuk mencari udara segar.”

Di sisi ini, sebenarnya tidak sulit bagi Xie Lian untuk mengeluarkan beberapa potong zat keras berwarna hitam itu dan dia mengedipkan matanya, “Ini benar-benar bisa menjadi …”

Lapisan bahan yang kelihatannya terbakar berwarna hitam dan mengeras ini sebenarnya bisa dikupas dalam ukuran besar!

Di antara percakapan yang mereka lakukan sebelumnya, dia sudah berhasil mengupas area yang luas, mengungkapkan wajah manusia seukuran kepalan tangan bayi. Meskipun garis-garisnya sederhana, tetapi ekspresi di wajah itu tampak hidup, seperti mengejar sesuatu, dan bahkan hasrat yang ada di dalam kedua mata itu mampu dirasakannya. Lapisan material yang dikeraskan itu tampaknya telah menjadi semacam lapisan pelindung, dan warna – warna mural asli yang tersembunyi masih ada disana seperti baru saja dibentuk. Xie Lian menoleh, “San Lang, mari kita lakukan ini bersama-sama…”

Hua Cheng tidak bergerak, tetapi dalam kegelapan, ada bidang cahaya perak yang berkilauan. Dengan segera, ratusan kupu-kupu perak diam-diam muncul, sayap mereka mengepak, dan mereka berhenti di dinding yang menghitam di depan mereka. Seiring dengan kepakan sayap mereka, Xie Lian mendengar suara serpihan kecil, dan seperti topeng yang pecah, retakan kecil tak terhitung merayap di dinding hitam disana.

Dan kemudian, hancur.

Bahan berwarna hitam dan keras yang menutupi dinding pada awalnya kini semuanya telah jatuh, mengungkapkan gambar yang sebenarnya di belakang lapisan itu-

Apa yang ada disana adalah mural raksasa berwarna-warni!

Xie Lian mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah dinding di depannya dan hanya bisa merasakan pikirannya meledak.

Seluruh mural itu tampak dibagi menjadi empat tingkatan. Tingkat tertinggi adalah cahaya emas berkilauan yang diselimuti awan, tidak ada seorangpun disana.

Tingkat kedua, hanya ada satu karakter yang dilukis, dan itu adalah sosok pria muda berpakaian putih yang tampan. Cahaya keemasan disana digambarkan mengelilingi sosok itu, dan cahaya itu dicat dengan cat yang sama dengan tingkat pertama.

Tingkat ketiga, ada empat karakter yang digambarkan. Masing-masing wajah, pakaian, ekspresi, dan gerak tubuh mereka semua tampak berbeda, dan mereka berukuran setengah dari pemuda berpakaian putih pada tingkat kedua.

Tingkat keempat, yang merupakan tingkat terendah, memiliki karakter yang tak terhitung jumlahnya, dan mereka sekali lagi berukuran setengah dari ukuran orang-orang di tingkat ketiga. Masing-masing wajah mereka benar-benar sama persis, ekspresi mereka terbuka, dan masing-masing dari mereka benar-benar dipenuhi dengan gairah, pemujaan, dan pengangkatan. Wajah pertama yang sudah diungkapkan oleh Xie Lian sebelumnya adalah salah satu wajah yang terletak di bagian paling bawah.

Garis-garis seluruh mural itu begitu elegan dan dewasa, dan Xie Lian tertegun untuk waktu yang lama sebelum dia bisa berbicara, “San Lang, apakah … kamu pernah melihat ini sebelumnya?”

Hua Cheng berkata perlahan, “Aku telah melintasi lebih dari setengah Gunung TongLu dan telah berjalan hampir di setiap kuil suci WuYong, tapi aku bersumpah aku belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.”

Xie Lian berkata, “Aku tidak berpikir mural ini berasal dari dua ribu tahun yang lalu.”

“Tidak mungkin.” Hua Cheng berkata, “Lihatlah betapa baiknya warna dan kondisi keseluruhannya tetap dipertahankan, menurutku mungkin mural ini dibuat paling lama adalah seratus tahun yang lalu. Mungkin, ini bahkan lebih baru dari itu.”

Yang berarti, mural ini dilukis setelahnya!

Xie Lian menunjuk ke tingkat tertinggi, “Tingkat itu seharusnya menggambarkan ‘surga’, karena ‘Jalan Surgawi’ berada di atas semua makhluk hidup.”

Kemudian dia menunjuk ke tingkat kedua, “Tingkat ini pastilah menggambarkan putra mahkota WuYong. Karena kuil suci ini memuja Putra Mahkota WuYong, maka karakter utama mural ini adalah dia, jadi dia adalah figur terbesar dalam lukisan ini dengan dikelilingi oleh warna cahaya yang sama seperti surga. Dia juga tepat berada di bawah Jalan Surgawi.”

Kemudian dia menunjuk ke tingkat keempat, “Karakter-karakter di tingkat terendah adalah yang terkecil, wajah mereka sama, jadi mereka pasti orang-orang WuYong.”

Akhirnya, dia menunjuk ke tingkat ketiga, “Tapi, siapakah empat orang ini? Tidak peduli posisi atau wajah mereka, mereka semua berada di atas rakyat WuYong dan di bawah Putra Mahkota. Ini berarti status mereka pasti sama. Gubernur? Pengikut? Atau…”

Hua Cheng berjalan beberapa langkah lebih dekat dan membantu, “Gege, lihatlah, mereka juga memiliki kilau cahaya ilahi di tubuh mereka.”

Memang benar, mereka memilikinya, hanya saja, karena cahaya dari Putra Mahkota WuYong terlalu kuat, dibandingkan dengan cahaya spiritual pada keempat orang itu, mereka praktis kalah. Melihatnya membuat Xie Lian sadar akan sesuatu, “Mereka adalah pejabat surgawi yang ditunjuk Putra Mahkota setelah dia naik.”

Yang berarti mereka adalah karakter yang sama dengan Feng Xin dan Mu Qing sekali waktu.

Xie Lian membuat putaran melalui aula besar bangunan itu, dan mengkonfirmasi bahwa hanya tembok ini yang mengarah pada gerbang yang memiliki rahasia tersembunyi di baliknya; tiga dinding lainnya benar-benar terbakar sehingga apa yang ada disana hanyalah abu dan dinding berwarna hitam.

Siapa yang meninggalkan mural ini? Untuk siapa mural itu ditinggalkan? Pesan apa yang berusaha mereka sampaikan?

Hanya dengan satu lukisan pada mural ini, Xie Lian tidak bisa menyimpulkan banyak hal. Setelah bergumam sejenak, dia berbalik menghadap ke arah Hua Cheng, “Ketika kita melanjutkan perjalanan, mari kita lebih memperhatikan kuil-kuil suci WuYong lainnya. Aku merasa mural seperti ini … bukan satu-satunya.”

Hua Cheng menegakkan kepalanya, “Aku juga sudah memiliki niat untuk melakukannya.”

Keduanya dan Ban Yue yang masih menopang Pei Su meninggalkan kuil suci, dan baru saat itulah Xie Lian mengingat satu anggota lain dalam kelompoknya, “Di mana Jenderal Pei?”

Pei Ming mengatakan sebelumnya bahwa dia akan mencari udara segar dan dia keluar pertama kali, dia juga tidak kembali setelah mereka berdiam di aula besar untuk sementara waktu. Xie Lian memanggil beberapa kali tetapi tidak ada jawaban. “Kuharap dia tidak tersesat di saat seperti ini?”

Keempatnya melihat sekeliling kota kecil dan terpencil itu, dan karena mereka tidak dapat menggunakan susunan komunikasi spiritual di Gunung TongLu, pencarian mereka tidak membuahkan hasil. Ketika Xie Lian tampak agak putus asa, Hua Cheng berbicara, “Gege, jangan khawatir. Aku memiliki cara.”

Dia mengulurkan tangan, dan di telapak tangannya seekor kupu-kupu perak kecil perlahan mulai mengepakkan sayapnya, terbang di sekitar Xie Lian dan melingkari dia beberapa kali. Meskipun Xie Lian berpikir jika kupu-kupu itu tampak sangat berharga, dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya, “Apa …”

Saat itu, dia tiba-tiba mendengar serangkaian embusan dan tarikan napas yang sulit. Segera setelah itu, suara seorang pria datang dari tubuh kupu-kupu perak itu.

Pria itu berkata, “Aku tidak pernah menyangka akan melihatmu di sini.”

Pei Ming!

Xie Lian memandang ke arah Hua Cheng. Hua Cheng mencibir, “Kemarin, aku sudah menempatkan kupu-kupu perak di tubuh semua orang.”

Pei Su mengangkat kepalanya, “… Jadi, kamu bisa meng, gunakan kupu-kupu perak itu, untuk me, ngawasi, orang lain dan setiap gerakan mereka, tanpa mereka menya, dari, perbuatanmu? Seperti yang diharapkan, dari Hujan Darah, Mencapai Bunga.”

“Jangan bebicara jika kamu tidak mengetahui caranya.” Hua Cheng mengecam.

“…”

Xie Lian menangkupkan kupu-kupu perak kecil itu di telapak tangannya dan memanggil, “Jenderal Pei? Dimana kamu? Siapa yang ada di depanmu?”

“Maaf, gege,” Hua Cheng berkata, “Kamu hanya bisa mendengarkan seseorang yang ada disana berbicara, kamu tidak bisa berbicara kepada mereka.”

Xie Lian memikirkannya dan berkata, “Cukup adil.” Jika suara pendengar juga bisa didengar oleh mereka yang ada disana, maka tidak akan semudah itu untuk diperhatikan oleh pihak lain, bukan?

Segera setelah itu, suara dingin seorang pemuda lain berkata dengan lelah, “Pei Tua, aku memperingatkanmu – kamu sebaiknya tidak mengatakan omong kosong konyol apapun sekarang. Berhati-hatilah aku mungkin akan memukulmu sampai mati.”

Mendengar suara itu, mata Xie Lian sedikit melebar.

Suara itu adalah suara dari bentuk laki – laki Ling Wen!

“Aku mengerti!” Xie Lian berseru, “Jadi pria berpakaian hitam yang telah membunuh sepanjang jalan … adalah Ling Wen dalam bentuk lelakinya.”

“Apakah, Senior Ling Wen, yang membawa Jenderal Pei pergi?” Tanya Pei Su.

“Aku tidak tahu. Aku masih mencoba mendengarkan mereka.” Xie Lian menjawab.

Di sisi lain, Pei Ming berkata, “Noble Jie, ada apa dengan amarahmu itu.”

“Diam.” Ling Wen berkata, “Aku sudah bilang jangan berbicara. Aku bukanlah orang yang marah disini, itu orang lain. Aku bilang, saat ini aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri, jadi jika aku menghancurkanmu aku tidak bertanggung jawab.”

“Kita berdua berada dalam kondisi ini sekarang, bahkan kita tidak bisa menggerakkan otot milik kita sendiri, jadi siapa yang mungkin kamu takuti?” Kata Pei Ming.

Xie Lian mengangkat kepalanya, “Bukan Ling Wen yang menangkap Jenderal Pei. Saat ini mereka berdua ditahan di suatu tempat, diikat oleh seseorang.” Kemudian dia merenung, “Mereka bahkan bisa menekan kemampuan Brokat Abadi, siapa orang itu?”

“Apakah kamu masih mengenakan …?” Tanya Pei Ming.

Dia tidak mengatakannya dengan lantang, tetapi semua orang tahu apa yang dia maksud.

Brokat Abadi!

“Ya. Dia benar-benar tidak menyukaimu, jadi perhatikan apa yang kamu katakan.” Jawab Ling Wen.

“Bagaimana kamu tahu apa yang dia pikirkan?” Pei Ming bertanya-tanya, “Jujur, aku tidak bisa mempercayaimu. Mengapa kamu dengan bodohnya mengaduk masalah ini. Merampok Kuil Dewa Bela Diri Besar dengan begitu ceroboh, memecahkan mangkuk emas1 milikmu sendiri, dan sekarang kamu berlari menuju Gunung TongLu. Apakah, dia menyuruhmu melakukan semua ini?”

“Dia tidak menyuruhku melakukannya, akulah yang memiliki keinginan untuk datang.” Ling Wen berkata, “Pei Tua, berhenti bertanya! Dia mulai marah. Aku bisa merasakannya.”

Pei Ming terdiam. Setelah beberapa saat, Ling Wen menghembuskan napas ringan, sepertinya Brokat Abadi pada akhirnya mulai tenang. Jadi, Ling Wen bertanya, “Dan ada apa denganmu, Pei Tua? Apa yang kamu lakukan dengan datang ke Gunung TongLu? Dan apakah kamu baru saja disengat oleh jutaan lebah di lengan kirimu atau bagaimana? Lenganmu tampak terluka seperti itu?”

Suara Pei Ming juga terdengar sedih, “Nasib buruk, ini sangat rumit. Singkat cerita, Pei Kecil tidak membuat segalanya menjadi mudah. Semuanya seharusnya tidak berakhir menyedihkan seperti ini, tetapi siapa yang tahu saat aku datang, aku bertemu dengan bintang kesialanku. Kaupikir aku akan membiarkan siapa pun menyeretku ke tempat ini jika aku tidak terluka? Aku bahkan tidak melihat siapa itu.”

‘Tidakkah kamu ingin mengatakan secara langsung tempat neraka macam apa itu?’ Xie Lian berpikir, ‘Sebuah gua atau rumah atau sesuatu, jadi setidaknya aku tahu di mana aku harus mencarinya.’

Namun, itu tidak seperti tidak ada petunjuk sama sekali. Array Pemendek Jarak sama sekali tidak bisa digunakan di Gunung TongLu, jadi Pei Ming seharusnya tidak pergi terlalu jauh. Dia bisa mendengar suara mereka yang bergaung dalam gema yang lemah, jadi mereka pasti ada di suatu tempat yang luas. Dan, Xie Lian samar-samar bisa mendengar suara air.

Mereka belum berlari melintasi sungai atau danau di sepanjang jalan sebelumnya, dan tidak ada bangunan yang lebih luas dari kuil suci WuYong tempat mereka berada sebelumnya. Oleh karena itu, hanya ada satu tempat yang kemungkinan besar bisa menjadi lokasi mereka saat ini –

Bawah tanah!

Tapi, kota kecil ini tidak sekecil itu, jadi di mana, di bawah tanah bagian mana?

Pei Ming bertanya, “Dan bagaimana denganmu? Aku mendengar kamu sudah membunuh lebih dari seribu monster dan iblis, semua orang ketakutan. Selamat. Ya, kamu tidak bisa menjadi dewa sastra nomor satu lagi, jadi mengapa tidak berganti karier dan bergabung dengan kami para dewa bela diri? Makhluk macam apa yang bisa mengikatmu di sini?”

Ling Wen tertawa getir, “Aku juga tidak tahu. Aku tidak sengaja bertarung dengan Tuan Master Hujan, dan kepalaku pusing setelahnya, jadi sepertinya ada seseorang yang dengan bijaksana mengambil kesempatan itu untuk menyergapku dari belakang. Tidak perlu bertanya, dia akan menunjukkan dirinya cepat atau lambat. Ingatlah untuk tidak membuka identitasmu.”

Saat itu, sebuah suara orang ketiga memotong pembicaraan mereka, “Pei Ming, Nangong Jie, kamu pasangan sialan, tidak perlu memutar roda keberuntunganmu. Kamu pikir aku tidak tahu apa yang ada di bawah kulit palsumu itu?!”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. Mangkuk Emas / Baja adalah ungkapan yang berarti pekerjaan tetap.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments