Penerjemah: Jeffery Liu


Keesokan harinya, Xie Lian dan Hua Cheng memulai perjalanan mereka.

Hua Cheng memegang tangan Xie Lian dan berbicara, “Gege, lain kali jika kamu melihat Jun Wu, jangan berbicara dengannya, berbaliklah dan lari.”

Xie Lian tampak bingung mendengarnya, “Kenapa?”

“Aku hanya tahu bahwa setiap kali dia datang mencarimu, kedatangannya tidak pernah baik,” kata Hua Cheng.

Xie Lian tertawa, “Apa maksudmu? Pekerjaan yang awalnya ingin dia berikan padaku bukan ini.”

Namun, Hua Cheng berkata, “Itu hal yang sama. Entah tugas yang diberikan olehnya kepadamu adalah untuk pergi ke Gunung TongLu atau membantunya mengelola surga, dari semuanya tidak ada tugas yang baik. Pengadilan Tinggi benar-benar dalam keadaan berantakan sekarang, kemungkinan terburuk adalah Pengadilan Tinggi akan jatuh dalam kekacauan dan bubar. Melemparkan tumpukan lumpur di pangkuanmu, hal baik macam apa yang timbul dari itu semua? Tidak ada bedanya dengan memilih antara pedang atau pisau untuk bunuh diri.”

Xie Lian tidak bisa menahan tawa, tetapi setelah tertawa, dia berkata dengan tenang, “Tetap saja, aku tidak berpikir kamu akan secara sukarela menemaniku ke Gunung TongLu. Aku sudah berpikir sebentar dan merasa ini masih harus dikatakan: San Lang, tolong jangan terlalu memaksakan dirimu sendiri.”

Dia terus merasa bahwa Hua Cheng hanya secara sukarela membantunya karena dia tahu apa yang dipikirkan Xie Lian. Lagipula, Xie Lian benar-benar merasa lebih baik melakukan semua ini daripada harus mengatur urusan di surga dan melakukan apa yang tidak ia kuasai, akan jauh lebih menyenangkan jika dikurung di dalam tungku dan membunuh sesuka hatinya. Namun, Hua Cheng berkata, “Gege, aku sudah bersumpah tiga kali aku tidak memaksakan diriku sendiri, apakah kamu tidak percaya padaku?”

“Tentu saja bukan itu …” kata Xie Lian.

Hua Cheng mengangguk, “Kalau begitu santai saja, gege. Aku tahu batasan dari tubuh dan kemampuanku sendiri. Jangan merasa seperti kamu berhutang apapun padaku. Bahkan berdiri sepenuhnya di posisiku saat ini, aku tidak akan keberatan memasukkan raja iblis baru kembali sebelum dia lahir.”

Saat ini, raja-raja iblis yang sekarang dan semua orang yang berada di surga saling berbagi manfaat tentang masalah ini. Hanya ada begitu banyak nasi dan semua orang ingin memakannya. Sudah tidak ada cukup ruang untuk berkeliling dan sudah ada beberapa gesekan yang terjadi, tetapi untuk menambahkan satu lagi karakter ke dalam campuran untuk berbagi panci yang sama, tidak ada yang menginginkannya. Selain itu, jika yang baru ini memiliki karakter yang ekstrem, maka jika mereka mulai menggila sudah tidak ada yang memiliki sesuatu untuk dimakan.

Setelah Jun Wu mendengarkan saran milik Hua Cheng, dia menganggapnya serius. Jika Xie Lian pergi sendirian, tentu saja tidak akan ada cukup keberhasilan jika dia pergi sendiri, tetapi jika Xie Lian dengan raja iblis yang pernah berlatih di Gunung TongLu pergi bersama, maka kombinasi ini pasti akan memiliki peluang lebih banyak dalam mendukung mereka.

Tentu saja, Hua Cheng tidak akan pergi begitu saja dan dia memiliki suatu persyaratan yang harus dipenuhi. Jun Wu menyetujui persyaratannya: sampai waktu berikutnya ketika Gunung TongLu dibuka kembali, seluruh surga harus berputar di sekitar Kota Hantu. Juga, seluruh pengadilan harus mengumumkan tindakan heroik dari Hujan Darah Mencapai Bunga dan menyanyikan lagu-lagu pujian selama satu tahun penuh … Xie Lian mencoba membayangkannya, dan mungkin itu adalah efek dari “Kalian para pejabat surgawi yang bodoh! Apakah kalian tahu siapa yang menyelamatkan kalian!” Semua itu praktis seperti menyiksa para pejabat surgawi yang sudah bosan dengan Hua Cheng dan menanggung perasaan rumit terhadapnya, dan sekaligus menginjak wajah mereka.

Hua Cheng tersenyum, “Dengan aku yang pergi bersamamu, perjalanan ini akan jauh lebih mudah bagimu untuk dilalui.”

Menarik dirinya kembali, Xie Lian menjawab, “Aku masih berpikir jika kita harus pergi setelah periode kejengkelanmu berakhir, setelah kamu berubah kembali ke tubuh normal milikmu.”

“Kamu juga tidak perlu khawatir tentang itu. Periode ini akan segera berakhir.” Hua Cheng berkata.

Xie Lian terkejut, “Huh …”

“Apa itu? Gege, wajah macam apa itu?” Hua Cheng bertanya.

Xie Lian berkata dengan sedih, “… Apakah itu berarti, San Lang akan kembali tumbuh dewasa?”

Hua Cheng mengepalkan tangannya, “En. Aku sudah menahannya terlalu lama. Aku tidak sabar lagi.”

Namun tanpa disangka-sangka, tepat ketika dia selesai berbicara Xie Lian mengangkatnya, mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara dengan tangannya dan tertawa, “Ini akan sangat memalukan! Aku tidak akan bisa mengangkatmu lagi setelah kamu dewasa, jadi aku lebih baik memelukmu sebanyak yang aku bisa sekarang, hahahahahaha…”

“…”

Dalam perjalanan ke Gunung TongLu, mereka tidak dapat menggunakan Array Pemendek Jarak dan hanya bisa berjalan untuk bisa sampai ke tempat itu. Lebih dari sepuluh hari kemudian, keduanya akhirnya meninggalkan kota-kota dan tanda-tanda kehidupan jauh di belakang mereka dan mulai memasuki daerah pegunungan dengan ladang hutan hijau yang subur.

Semakin dalam mereka memasuki hutan, semakin banyak monster dan iblis yang mereka lihat di jalan, kelompok mereka semakin besar dan tebal, wujud dan bentuk mereka aneh, menyelinap dan bergegas. Xie Lian berjalan dengan Hua Cheng di tangannya dan berbisik, “Sudah ada banyak yang datang.”

“Pertemuan kali ini tentu saja lebih besar dari pertemuan sebelumnya. Semua itu karena surga tidak memasang barikade, sehingga banyak iblis yang sebelumnya tidak berencana untuk datang semuanya memutuskan untuk datang,” kata Hua Cheng.

Namun, tidak hanya ada hantu yang berjalan seorang diri, ada banyak pula yang datang secara berkelompok. Setelah beberapa saat, Xie Lian dan Hua Cheng bertemu dengan sekelompok besar iblis yang tampak compang-camping dan acak-acakan, wajah mereka biadab, berbaris dalam parade dan bernyayi:

“DUNIA MENJADI TUNGKU; JIWA MENJADI TEMBAGA!”

“AIR YANG DALAM DAN API YANG MEMBAKAR; PETUNJUK TERBAKAR DALAM WAKTU!”

“DUNIA MENJADI TUNGKU; JIWA MENJADI TEMBAGA! “

“AIR YANG DALAM DAN API YANG MEMBAKAR; PETUNJUK TERBAKAR DALAM WAKTU!”

Mendengarkan nada teriakan dan nyanyian mereka, bukan saja mereka tidak terdengar takut, mereka juga terdengar bersemangat. Tapi mendengar slogan mereka, ekspresi Hua Cheng menjadi dingin, “Mereka bahkan tidak mengerti apa yang mereka katakan tetapi mereka jelas berteriak lebih keras daripada siapa pun.”

Memikirkan hal itu, banyak dari monster dan iblis ini belum pernah mengalami cobaan yang menunggu mereka di Gunung TongLu sebelumnya dan tidak memahami kekejamannya, menganggap menjadi seorang Iblis Golongan Tertinggi adalah sesuatu yang mudah dicapai, dan masing-masing dari mereka dipenuhi dengan tekad heroik, membawa ketidaksenangan kepada seseorang yang lebih berpengalaman.

“Bisakah mereka juga datang dalam kelompok?” Xie Lian bertanya.

“Biasanya mereka yang sudah saling mengenal satu sama lain dan berencana untuk pergi ke gunung bersama, bersumpah untuk saling menunjukkan belas kasihan. Namun, tidak satu pun dari janji-janji itu akan bertahan hanya karena bertarung sampai akhir, semakin banyak dari mereka yang terbunuh, semakin kuat yang akan kamu dapatkan, semakin banyak kamu menghemat kekuatanmu sendiri, semakin sedikit kesempatanmu untuk bertahan hidup, dan target termudah untuk dikalahkan adalah mereka yang paling dekat denganmu.”

Kemudian, dia sedikit mengaitkan alisnya, menutupi mata kanannya, tampak seperti serangan sakit kepala kembali dirasakannya. Xie Lian dengan cepat mengangkatnya dan bersembunyi di balik pepohonan di samping, berjongkok, merasa khawatir, “San Lang, kita akan memasuki gunung. Apakah kamu yakin akan baik-baik saja?”

Melonggarkan alisnya, Hua Cheng menjawab, “Jangan khawatir, gege, semuanya baik-baik saja. Semuanya akan segera lebih baik.”

Bagaimana bisa Xie Lian tidak merasa khawatir hanya karena dia berkata begitu? Hua Cheng kemudian menambahkan, “Gege, mendekatlah, aku punya sesuatu untuk diberitahukan kepadamu.”

Xie Lian tidak tahu apa yang dia rencanakan sehingga dia mendekatkan wajahnya. Hua Cheng menangkupkan wajahnya dengan tangannya dan dengan ringan menyentuh dahinya. Xie Lian berkedip dan tertegun. Dia menunggu sampai Hua Cheng melepaskannya sebelum dia berkata, “San Lang, apa yang kamu …”

Hua Cheng tersenyum, “Selesai. Mereka semua yang ada disini adalah para hantu dan iblis; gege adalah seorang pejabat surgawi, aroma tubuhmu akan sangat mencolok di sana. Ini akan membantu menutupinya sedikit.”

Jadi begitulah adanya. Dia menodai Xie Lian dengan aromanya. Xie Lian tidak bisa melakukan apapun tentang ini tetapi dia kemudian ingat bagaimana keduanya bertukar kekuatan spiritual dan udara di antara mereka dan dia takut jika Hua Cheng akan mengingatnya, khawatir dia akan kembali mengangkat topik ini, dia dengan cepat berkata, “Baiklah. Mari kita menyamar.”

Untuk berbaur dengan jutaan iblis, tentu saja mereka harus melakukan penyamaran. Namun, penyamaran mereka tidak lebih dari mengenakan jubah. Sudah ada begitu banyak iblis dan monster yang juga mengenakan topeng dan jubah, jadi itu sama sekali tidak aneh. Keduanya berpakaian sederhana, dan Xie Lian memegang tangan Hua Cheng saat mereka terus berjalan perlahan. Setelah beberapa saat, terdengar suara samar dari sebuah keributan di jalan. Tidak yakin dengan apa yang terjadi, Xie Lian bertanya, “Apakah ada sesuatu seperti petunjuk atau tanda yang memberi tahumu bahwa kamu telah memasuki Gunung TongLu?”

“Ada,” Hua Cheng menjawab, “Tapi jangan percaya.”

Xie Lian hendak melanjutkan pertanyaannya, tetapi keributan di depan mereka semakin keras. Ketika keduanya keluar dari hutan, ternyata, ada kerumunan besar dari sosok yang berwarna hitam setidaknya tiga sampai empat ratus monster dan iblis yang terjebak di depan tebing curam. Namun, jumlah ini hanyalah puncak dari gunung es untuk kehadiran pertemuan kali ini.

“Kenapa jalannya diblokir? Apakah kita salah jalan?”

“Itu tidak mungkin … Bukankah mereka mengatakan jika jalan ini akan menuju Gunung TongLu?”

Mungkin itu karena mereka tidak berada dalam batas-batas Gunung Tonglu dan pembantaian belum dimulai secara resmi, kerumunan iblis disana masih sangat damai. Xie Lian menemukan secara acak sesosok hantu di sebelahnya dan bertanya dengan santai, “Apa yang terjadi di sana?”

Hantu itu berteriak, “APA KAMU TIDAK MEMILIKI MATA UNTUK BISA MELIHATNYA SENDIRI? DISANA ADA GUNUNG YANG MENGHALANGI JALAN, KITA TIDAK BISA MELEWATINYA!”

“…”

Xie Lian melihat hantu ini di sebelahnya, setengah kepalanya terpotong, dan sungguh, hantu itu sendiri yang tidak memiliki mata untuk melihat. Tapi Xie Lian tidak akan mengatakan apa-apa dan hanya berkata, “Tidak bisakah kita melewatinya dengan mengelilingi dan mengambil jalan memutar?”

Saat itu, beberapa iblis bergegas maju dari sisi lain, meludahkan lidah mereka, “Persetan, gunung ini sangat jahat! Kami sudah berlarian lebih dari satu jam dan masih belum melihat akhirnya! Aku sudah berlari lebih dari satu jam untuk kembali!”

Hantu-hantu itu berbalik ke arah Xie Lian, “Tidak.”

Xie Lian kemudian bertanya, “Tidak bisakah kita memanjat atau terbang?”

Tepat ketika kata-kata itu keluar dari bibirnya, seekor burung besar berukuran tujuh kaki, WHOOSH terjatuh dari langit, jatuh dengan bunyi yang begitu keras ke tanah, dan praktis mati di tempat saat itu juga. Seorang iblis berteriak, “MATI! ROH BURUNG INI MATI KARENA KELELAHAN DAN DIA MASIH TIDAK BISA TERBANG MELEWATINYA!”

Hantu-hantu itu berbalik ke Xie Lian lagi, “Tidak.”

Xie Lian mencoba lagi, “Kalau begitu, bisakah kita …”

Tapi sebelum dia bisa menyelesaikan pertanyaannya, semua hantu menyuruhnya diam seperti mereka benar-benar ingin menutup mulutnya, “BERHENTI BERTANYA, KAU PEMBUAL!”

“Baiklah.” Xie Lian menurut.

Ratusan hantu dan iblis ini diblokir oleh tebing gunung yang tidak bisa dilewati, tidak bisa didaki, tidak bisa dilintasi, dan berbagai suara dengan nada yang tak berujung berdengung, sangat berisik. Beberapa berkata, “Aku mengerti! Itu bukan gunung biasa, ini layar pelindung.”

Beberapa berkata, “Semua orang, setelah melintasi gunung ini, Gunung TongLu pasti berada tepat di sisinya. Gunung ini mungkin merupakan percobaan pertama sebelum memasuki gunung. Jika kita bahkan tidak bisa lulus tes sederhana seperti ini, maka tidak perlu bahkan memikirkan apa yang akan terjadi di depan kita dan mungkin kita lebih baik pulang saja.”

“TUNGGU!”

“Tunggu apa?”

Suara seseorang yang tampak bingung berbicara, “Mengapa aku … mencium sesuatu yang aneh?”

“Mencium apa? Kamu yakin itu bukan daging manusia mati yang kamu bawa?”

Suara itu berkata, “Tidak, tidak. Bau ini bukan bau dari daging manusia mati, bau ini adalah bau dari daging manusia yang hidup! Tidak tidak, tidak, itu juga tidak benar! … Rasanya seperti … BAU DARI PEJABAT SURGAWI!!!!”

Saat kata-kata itu diucapkan, gelombang peringatan di antara mereka dinaikkan, dan kerumunan iblis disana semuanya berteriak, “APA?! KAMU MEMBODOHIKU, MENGAPA DISINI ADA PEJABAT SURGAWI?”

“AHH TUNGGU! Um … AKU MENCIUMNYA JUGA!”

“Kenapa kita tidak mencium bau apa pun di sini?”

“Sekarang setelah kalian membicarakannya, rasanya seperti di sini juga … APAKAH SEORANG PEJABAT SURGAWI MENYUSUP KE SINI?!”

“Itu tidak mungkin … pejabat surgawi mana yang begitu berani untuk datang ke tempat seperti ini?”

Dengan semua suara yang terus berseru dan saling menyahut satu sama lain, tanda peringatan mulai meledak ke segala arah. Xie Lian merasa sedikit gentar, tapi wajahnya tetap tidak memancarkan keanehan apapun.

Hua Cheng jelas telah membantunya menutupi aromanya, jadi mengapa aromanya masih bisa tercium? Seharusnya tidak ada yang memperhatikan jika dia menyelinap masuk dalam kelompok ini.

Hua Cheng memegang tangannya dan berbisik, “Gege, hati-hati, ada yang mengaduk panci dan menciptakan kekacauan dengan sengaja.”

“Mungkin juga bahwa selain aku, ada pejabat surgawi lain yang menyelinap masuk.” Kata Xie Lian.

Saat itu, iblis yang pertama menyebutkan bau manusia melompat ke atas sebuah batu, “SEMUA ORANG! Mungkin, para pejabat surgawi yang terkutuk itu di alam surga melihat bahwa mereka tidak dapat menghentikan kita dalam perjalanan sehingga mereka mengirim orang untuk datang ke Gunung TongLu untuk merusak perayaan kita. Aku menyarankan semua orang yang mengenakan topeng dan jubah atau lapisan tebal lainnya untuk menanggalkannya saat ini sehingga siapa pun yang memiliki aura spiritual akan segera ditemukan. Semuanya, umumkan gelarmu satu per satu, jangan beri mereka kesempatan untuk menyelinap di antara kita!”

Kerumunan iblis disana semua memuji gagasan itu, dan iblis itu melanjutkan, “Aku akan melakukannya terlebih dahulu! Aku adalah ‘Iblis Pedang Penghancur Kehidupan yang Cepat’ – pedang pemenggalan dari seorang algojo. Hanya ada satu pedang untuk membunuh dan memotong kepala!”

“…”

Dalam pengalaman Xie Lian, biasanya semakin dibesar-besarkan nama mereka, dengan nama-nama seperti “Tak Tertandingi”, “Seribu Tangan”, “Sangat Berkuasa” atau “Penghancur-Kehidupan” dan sesuatu semacam itu, mereka akan semakin mudah untuk dikalahkan. Biasanya bahkan hanya dengan satu gerakan. Terkadang tiga iblis jenis itu bisa dihilangkan dengan satu gerakan. Dan setelahnya ada ratusan nama yang dikeluarkan dengan berisik, dan dia menggelengkan kepalanya ketika dia mendengarkan mereka. Tiba-tiba, iblis di sebelahnya menyikutnya, “Hei, mengapa kamu belum melepas jubahmu? Apa kamu ini?”

Bukan seperti yang dia berpikir itu tidak sopan; jika dia bukan manusia maka dia hanya bisa disebut ‘apa’ sehingga pertanyaannya sama sekali tidak salah. Bahkan, ada banyak iblis lain yang tidak melepas jubah dan topeng mereka; bahkan ada satu yang lebih dekat dengan Xie Lian, mengawasi mereka dengan tangan bersedekap. Tetapi yang dipanggil pertama kali adalah Xie Lian, dan melihat bahwa semua mata tertuju padanya, ia menerima nasib buruknya sendiri dan melepas jubahnya, berbicara dengan lembut, “Aku adalah seorang Master Boneka.”

Iblis-iblis itu mulai mendekat dan berputar-putar di sekelilingnya, “Begitu! Tidak heran jika kamu terlihat sangat mirip dengan manusia. Ini adalah pertama kalinya aku melihat seorang Master Boneka!”

Xie Lian tersenyum tanpa berbicara sepatah kata pun. Master Boneka adalah salah satu iblis dengan aura iblis yang sangat lemah. Untuk menciptakan boneka yang sempurna, mereka akan bereksperimen pada semua jenis bahan yang berbeda sehingga tidak aneh untuk diwarnai dengan berbagai jenis aroma. Karena mereka sangat menyukai kulit manusia, aroma manusia biasanya terasa berat di tubuh mereka. Impian yang dimiliki oleh Master Iblis adalah mencabut rambut dari pejabat surgawi dan membuat wig untuk boneka mereka, dan beberapa dari mereka bahkan berani mencobanya. Dengan demikian, tidak aneh jika ada aroma pejabat surgawi juga di tubuh mereka.

Seorang iblis bertanya, “Lalu di mana bonekamu?”

Xie Lian mengamati kerumunan, lalu membungkuk untuk mengangkat Hua Cheng.

Semua iblis disana tampak kagum, “Wow, sangat indah!”

“Bahan apa yang kamu gunakan? Ck ck ck, ini terlihat sangat nyata.”

“Rasanya kamu akan menjadi pesaing yang tangguh …”

“Bagaimana mungkin boneka ini nyata? Aku pikir boneka ini terlihat sedikit palsu. Bukankah kulitnya terlalu putih? Mengapa anak-anak memiliki bulu mata yang begitu panjang?”

Meskipun Hua Cheng saat itu tampak menyilangkan tangan dan tidak menunjukkan ekspresi apapun, tapi masih ada banyak hantu wanita yang terpana oleh penampilannya. “Aku sekarat, anak yang sangat tampan!” “Tuan, apakah kamu menerima pesanan? Bisakah aku memesan satu yang sama persis dengan boneka ini? Mengenai harga kita bisa membicarakannya.” Beberapa bahkan mengulurkan tangan untuk mencoba menyentuhnya dan mengelusnya, tidak dapat menghentikan diri mereka sendiri. Xie Lian segera membawanya kembali ke pelukannya dan semua iblis disana tampak jengkel, “Sangat pelit! Menghargai dia begitu banyak, kamu bahkan tidak membiarkan kami menyentuhnya.”

Lengan kiri Xie Lian memegang Hua Cheng lebih erat, dan tangan kanannya menyisir rambutnya, “Tentu saja. Ini adalah bonekaku. Selain itu, dia cukup pemarah. Tak seorang pun kecuali aku yang bisa menyentuhnya, kalau ada seseorang yang mencoba menyentuhnya, ia akan menjadi sangat marah.

Hua Cheng mengangkat alisnya di lengannya dan semua iblis tertawa terbahak-bahak, “AIYOH, DIA BAHKAN BISA MENAIKKAN ALISNYA! DIA MEMILIKI SIKAP!”

Saat itu, tiba-tiba terdengar sebuah suara yang berbicara, “Aku tidak berpikir begitu.”


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Keiyuki17

tunamayoo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments