Penerjemah: Jeffery Liu


“Itu benar, itu di bibirmu!”

Mata Surga kembali memproklamirkan dengan sangat pasti namun semua biksu dan kultivator disana tampak bingung mendengarnya, “Mengapa di bibir?”

“Bagaimana mungkin sebuah esensi kejahatan hanya ada di bibir? Sebuah roh lipbalm?”

Xie Lian langsung menutup mulutnya tanpa sadar.

Dia tidak berpikir bahwa esensi Hua Cheng yang telah menodai dirinya setelah mereka saling memeluk dan mencium sepanjang malam di Kuil QianDeng belum memudar.

Mata Surga menunjuk ke arahnya, “Baiklah, baik, baik, apakah kalian semua melihatnya? Dia sadar akan kesalahannya!”

Xie Lian segera menjatuhkan tangannya, dan memaksakan diri untuk menekan keinginannya untuk berbalik dan melihat ekspresi yang dipasang Hua Cheng setelah mendengar semua itu, meskipun wajahnya ditutupi perban dan tidak ada yang bisa dilihat dari ekspresiya. Dia menjelaskan dengan lembut, “Um, teman Dao-ku, kamu salah. Sebenarnya, itu karena hidupku sedikit tidak wajar, sehingga setiap barang rumah tangga di kuilku digunakan untuk berbagai keperluan, seperti kendi ini.”

Dia mengangkat sebuah kendi tanah liat di tangannya dan berkata dengan sungguh-sungguh, “Meskipun aku terkadang menggunakan ini untuk menangkap hantu, tetapi biasanya aku menggunakannya untuk menyimpan acar sayuran. Acar-acar yang disimpan di dalam kendi ini memiliki rasa yang unik, setelah kamu memakannya, kamu akan secara alami … jika kamu tidak percaya, kalian semua dapat mencobanya sendiri.”

… Secara teknis, ini tidak mustahil. Para biksu dan kultivator disana semuanya agak ragu-ragu, tetapi penduduk desa juga menutup mulut mereka, “HUH? Daozhang Xie, apakah kamu bermaksud mengatakan bahwa semua acar yang kamu berikan sebelumnya juga sama?”

“Lalu bukankah mulut kita semua juga akan dipenuhi dengan esensi kejahatan?”

Biasanya ketika penduduk desa menawarkan buah dan sayuran, dia akan membalas rasa terima kasihnya dengan memberikan mereka acar sayuran. Dia dengan cepat melambaikan tangannya, “Jangan khawatir, kendi yang aku gunakan untuk menyimpan acar untuk semua orang berbeda!”

Mata Surga berkata dengan marah, “Apakah kamu bodoh?! Apakah kamu tidak takut memakan hal-hal seperti ini mungkin akan mengurangi umurmu? Berhentilah membuang napasmu sendiri, masih ada orang yang tersembunyi di kuilmu dan itu bukan hanya satu orang! Minggir!”

Kali ini, takut jika kepala desa akan menghentikannya lagi, bahkan sebelum dia selesai berbicara dia mulai menyerbu ke depan. Melihat situasi berubah begitu cepat, Xie Lian buru-buru mundur masuk ke dalam kuilnya, mengambil Quan Yi Zhen yang pingsan dari tanah, dan dan dengan gila mengguncang kerahnya dan berteriak tepat di sebelah telinganya, “Qi Ying! Dengarkan aku dengan baik! Aku, akan memberimu Incorruptible Chastity Meatball!”

Mendengar ini, mata Quan Yi Zhen tiba-tiba terbuka. Pada saat yang sama, Mata Surga yang baru saja berteriak meminta untuk masuk, tiba-tiba menutupi dahinya, dan melompat keluar. “SIAPAPUN JANGAN MASUK KE DALAM! DI DALAM ADA PENYERGAPAN!”

Benar saja, mendengarnya, kerumunan biksu dan kultivator itu tidak berani bergerak, dan mereka berkumpul untuk melindunginya, “Mata Surga-xiong, apa yang kamu lihat?”

Mata Surga berkata, “Aku tidak melihat apa-apa, disana hanya ada cahaya putih yang besar dan menyilaukan!”

“Oh tidak, Dao-xiong! Mata surgamu berasap!”

Mata Surga merasakan dahinya, dan tentu saja, tanda merah di dahinya telah berubah menjadi tanda hitam, dan memancarkan asap putih lembut seperti lilin yang tertiup angin. Terkejut dan kecewa, dia berseru, “Apa … APA?!”

Ling Wen dengan malas meletakkan roti kukusnya yang sudah setengah dimakan dan bertanya-tanya, “Di luar sangat bising, apa yang terjadi?”

Seorang biksu berkata, “Mata Surga-xiong, lihat, ada dua anak dan seorang wanita ditambah kultivator ini di dalam kuil itu. Ada empat orang. Yang mana ‘dia’?”

Mata Surga menggosok keningnya dengan keras, tetapi dia tidak bisa membuka kembali matanya. Bola cahaya putih itu adalah aura spiritual Quan Yi Zhen. Ketika seorang pejabat surgawi merasakan diri mereka akan menghadapi bahaya ekstrem dan kehidupan mereka ditantang, aura spiritual yang melindungi tubuh mereka akan secara eksplosif memancar. Xie Lian menggunakan momen ketika cahaya yang menyilaukan dan kuat itu meledak untuk membutakan kultivator Mata Surga itu. Itu tidak seperti Xie Lian menghancurkan sepuluh tahun kultivasinya, dia hanya tidak akan bisa membuka matanya dalam beberapa hari ke depan, itu saja. Kemudian, Xie Lian mengambil piring dengan beberapa bakso masakannya disana. Quan Yi Zhen benar-benar terjaga sekarang, dan dia meraih tangan Xie Lian dengan paksa, suaranya terdengar serak, “Aku tidak akan memakannya.”

Xie Lian membalikkan pegangan dan memegang tangannya, “Jangan takut, ini bukan untukmu!”

Segerombolan master yang mengelilingi Kuil PuQi berbagi pandangan satu sama lain, dan hampir berteriak secara seragam, bergegas maju. Namun, sebelum Xie Lian bisa bertemu mereka, mereka terpental oleh penghalang tak terlihat.

Dari langit di atas, suara yang dalam terdengar, “Kamu terbang seperti biksu tua dan kultivator busuk, apakah kalian semua menjadi terobsesi dengan pelecehan? Kalian berani mengejarku sampai sejauh ini, apakah kalian sudah bosan hidup?!”

“Hua, Hua, Hua …”

Dia mengucapkan ‘Hua’ dengan terbata-bata beberapa kali tetapi pada akhirnya, Mata Surga masih menyerah pada kekuatan Hua Cheng dan tidak berani memanggilnya dengan nama lengkapnya. Sebaliknya dia tergagap, “… HUA CHENGZHU! Berhenti, berhenti menggertak. Kita semua tahu bahwa kamu telah dipengaruhi oleh pembukaan Gunung TongLu yang akan segera terjadi dan kamu sudah menyegel kekuatanmu. Kamu tidak mungkin menjadi kurang ajar seperti biasanya. Se, se, serahkan dirimu … “

Meskipun semakin banyak dia berbicara semakin sedikit kekuatan dalam kata-katanya, Xie Lian tetap bisa merasakan Hua Cheng benar-benar marah sekarang, dan dengan segera, dia bergegas kembali ke dalam untuk menjemputnya. Dia berbisik, “Jangan katakan lagi! Berhentilah menyia-nyiakan kekuatanmu, simpan kekuatanmu. Serahkan semuanya padaku!”

Tubuh Hua Cheng menegang pada awalnya, tetapi ketika dia diangkat dan digendong oleh Xie Lian, dia tampaknya telah kembali tenang secara perlahan, dan menjawab dengan suara rendah, “Baiklah.”

Menggendongnya, Xie Lian bisa merasakan bahwa usia Hua Cheng tampaknya telah menyusut lagi, dan mungkin kini dia tidak lebih dari seorang anak berusia dua belas atau tiga belas tahun, dan dia merasa sangat khawatir. Dengan satu tangan menggendong Hua Cheng, dan tangan lainnya memegangi Fang Xin, dia berjalan keluar, “Apakah kalian semua tidak pernah berpikir bahwa Hantu Hijau Qi Rong sudah menipu kalian semua?”

Namun tanpa disangka-sangka, ketika mereka mendengarnya, para biksu dan kultivator disana tampak bingung. Mata Surga bertanya, “Hantu Hijau Qi Rong? Menipu kami apa? Kenapa dia menipu kami?”

Xie Lian sedikit mengernyit, “Bukankah dia yang menyuruh kalian semua untuk datang ke sini?”

Mata Surga mendecakkan lidahnya, “Kamu pikir kami ini siapa? Apakah kami harus memerlukan ‘Iblis Golongan Ancaman’ untuk memberikan informasi kepada kami? Kenapa kami harus terapung di atas kapal yang sama dengannya?!”

Itu bukan Qi Rong? Lalu bagaimana informasi ini bisa bocor?

Sebelum dia bisa memikirkannya lebih lanjut, para biksu dan kultivator disana telah memulai serangan mereka. Dengan ayunan pedangnya, Xie Lian menangkal sejumlah pedang dan beberapa tongkat. Seorang biksu bertanya, “Amitabha Buddha, mengapa teman Dao ini harus melindungi makhluk jahat itu?”

Xie Lian tidak akan mundur satu inci pun dan menjawab, “Tuan, tidak peduli apapun yang terjadi, tidak baik untuk menyergap orang ketika mereka sedang tidak baik.”

Mata Surga berteriak, “Dia hantu, bukan orang! Jangan memutarbalikkan logika busukmu, kamu anak muda yang belum dewasa!”

Alat spiritual dan beberapa pedang yang berharga, saber, semuanya datang menyerang Xie Lian sekaligus, dan jika Xie Lian menggunakan Fang Xin, ia mungkin saja sudah melukai manusia-manusia ini. Dengan akidah keadilan, manusia fana bisa menghantam para pejabat surgawi tetapi para pejabat surgawi tidak bisa melukai manusia fana, karena mereka harus selalu menjunjung diri mereka yang toleran, murah hati, berbelas kasih, dan mencintai manusia-manusia fana, tidak diijinkan untuk bertarung dengan mereka. Jika seorang pejabat surgawi berani memukul manusia maka pahala mereka akan diambil. Xie Lian sebebas dan sekaya Quan Yi Zhen; dia tidak memiliki terlalu banyak pahala di tempat pertama, jika lebih banyak pahalanya akan diambil, dia benar-benar tidak akan memiliki apapun. Karena itu, dia menyingkirkan pedangnya dan berteriak, “RUOYE, KEMARILAH! QI YING, AWASI LING WEN!”

Ketika RuoYe mengikat seorang pria, kain sutra itu selalu merasa dirugikan, tetapi ketika sutra itu mengikat seorang wanita, RuoYe otomatis akan berubah wajah. Xie Lian harus memanggilnya dua kali sebelum kain sutra itu dengan enggan melepaskan diri dari tangan Ling Wen. Detik berikutnya, kilatan putih melewati tangan puluhan orang, dan ketika kekuatan mereka menjadi tidak stabil, mereka tidak bisa lagi berpegangan pada alat spiritual mereka. Bingung, mereka semua bertanya-tanya, “Alat spiritual macam apa itu?”

“Apakah itu alat spiritual? … Kenapa itu terlihat seperti kain putih untuk digantung padaku? Itu berbau kejahatan … “

“Apa kalian tahu, bocah ini sebenarnya memiliki beberapa gerakan!”

Tanpa diduga, tepat ketika Xie Lian berada di tengah-tengah usahanya dalam menangkis serangan tuan-tuan itu, Ling Wen menggelengkan kepalanya, membersihkan lengan bajunya dan bangkit, “Terima kasih atas keramahtamahannya. Aku akan pergi sekarang.”

Xie Lian terkejut, “Ling Wen, hari belum berakhir! Kemana kamu akan pergi? Apakah kamu akan melanggar sumpahmu sendiri?”

“Betul. Aku akan melanggar sumpahku.” Kata Ling Wen.

Suaranya terdengar begitu yakin dan teguh, seolah mengatakan bahwa dia akan membunuh kejahatan dengan kehendak surga. Xie Lian tidak bisa membalas kata-katanya. Sesaat kemudian, dia menyatakan, “Orang yang membocorkan informasi ini bukan Qi Rong, tapi itu adalah kamu.”

Ling Wen tersenyum, “Aku mungkin bukan dewa bela diri dan diikat oleh RuoYe, tetapi orang dapat mencapai banyak hal hanya dengan susunan komunikasi.”

Dia tahu itu! Tapi, bagaimana Ling Wen tahu bahwa bocah yang dibalut perban adalah Hua Cheng? Dia nyaris tidak berbicara dengannya, nyaris tidak melihatnya, bahkan Xie Lian belum mengetahuinya secepat dia!

Melihat bahwa dia akan segera pergi, tetapi Xie Lian masih belum bisa pergi untuk mendengarnya, dia berteriak, “QI YING! JANGAN BIARKAN DIA PERGI!”

Meskipun dia sebelumnya memakan Incorruptible Chastity Meatball, tapi Quan Yi Zhen bisa bergerak sendiri dari tanah sekarang, kekuatannya sudah kembali. Selain itu, Ling Wen adalah dewa sastra, dia tidak berdaya dan Quan Yi Zhen bisa menghentikannya bahkan dengan jari sekalipun. Mendengar Quan Yi Zhen berkata “OK!” Dari kejauhan, Xie Lian sedikit lebih santai dan kembali ke pertempurannya dengan kerumunan di depannya. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba terdengar suara gemuruh, dan atap Kuil PuQi ditinju oleh seseorang, siluet sesosok tubuh tertiup tinggi ke udara.

Xie Lian melihat ke belakang, kaget, dan berteriak ke bagian dalam kuil, “QI YING! JANGAN BERTARUNG SEPERTI ITU!”

Bukan apa-apa bagi para dewa bela diri untuk diombang-ambingkan seperti itu; dewa bela diri tumbuh dengan selalu dipukuli. Tetapi tidak peduli bagaimana kamu melihatnya, Ling Wen adalah seorang wanita, perjabat surgawi, dan seorang dewa sastra pada saat ini, jika Quan Yi Zhen bertarung dengan begitu kejam, tubuhnya akan hancur lebur!

Namun, sosok yang berjalan keluar dengan santai berkata, “Bai Jing, jangan bertarung seperti itu.”

Suara itu terdengar begitu dingin dan renyah, suara itu jelas milik Ling Wen. Namun pada saat dia berjalan keluar, Xie Lian merasa dia melihat sebuah ilusi sekilas, seperti orang yang keluar bukanlah Ling Wen, tetapi seorang pemuda yang sangat tinggi, aura pembalasannya meraung ke langit. Namun, ketika Xie Lian memfokuskan matanya, itu masih merupakan sosok tunggal Ling Wen.

Ling Wen adalah dewa sastra, itu sudah pasti. Jika dia menyembunyikan kekuatannya dengan sengaja di masa lalu, dia masih tidak bisa menipu Xie Lian, jadi bagaimana mungkin dia tiba-tiba meledakkan Quan Yi Zhen ke langit???

Hua Cheng berbisik, “Gege, hati-hati, dia mengenakan jubah itu.”

Jadi begitu! Meskipun di permukaan sepertinya Ling Wen masih berpakaian hitam, tapi lapisan aura hitam yang membara melindunginya, seperti dia telah berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda. Niat membunuh melingkupinya dan membawa dengan begitu liar tetapi wajahnya yang pucat sangat tenang, dan ini membentuk kontras yang aneh. Xie Lian mencoba menguji udara dengan menerjangnya dengan pedangnya, dan Ling Wen menangkis pukulan itu dengan lambaian lengan bajunya. Secara kebetulan, Quan Yi Zhen jatuh dari atas, dan tubuhnya jatuh ke tanah tepat pada waktunya untuk menyaksikan adegan ini. Seketika, matanya bersinar, “Cantik!”

Mata Xie Lian juga menyala dan berseru, “Cantik!”

Langkah Ling Wen tadi benar-benar indah. Tidak, harus dikatakan, gerakan Brokat Abadi digunakan untuk membantu Ling Wen memblokir serangannya!

Ketika Brokat Abadi itu dikenakan pada orang lain, orang yang mengenakannya kemungkinan besar akan kehilangan akal atau darah mereka tersedot hingga kering. Namun, ketika Ling Wen mengenakannya, tidak ada satu senjata pun yang bisa menembus tubuhnya, dan dia bahkan bisa menyerang secara proaktif, secara instan memungkinkan dewa sastra untuk meledakkan dewa bela diri dari barat. Tidak ada yang pernah mendengar bahwa Brokat Abadi memiliki kemampuan luar biasa ini sebelumnya. Siapa yang akan mengira bahwa setelah dia memenggal kepala dan anggota tubuh Brokat Abadi, jubah itu masih akan membiarkan dirinya digunakan olehnya?

Sekarang, bukan hanya penduduk Desa PuQi yang terkejut, bahkan sekelompok biksu dan kultivator pun terpana. Mata Surga berseru, “Apa, cantik?! Apakah begitu bagus untuk dipukul? Apakah ada orang normal di dalam kuil itu? Aku pikir tidak ada satu jiwa pun yang ada di dalam adalah seorang manusia!”

Quan Yi Zhen ingin sekali berdebat, dan dia melompat bangkit untuk menyerang sekali lagi. Ling Wen berkata dengan suara rendah, “Aku berkata, jangan berlama-lama!”

Kata-kata itu diarahkan pada Brokat Abadi, tetapi tubuhnya tidak mau mendengarkannya, dan sikunya memblokir pukulan Quan Yi Zhen sebelum mereka mulai memulai perkelahian habis-habisan. Terus saling berkelahi dan menangkis, menangkis dan berkelahi, pukulan tinju dan telapak tangan mengejutkan dinding tua Kuil PuQi dan kuil itu berguncang seolah siap runtuh. Seperti yang diharapkan dari Brokat Abadi dengan potensi untuk naik; Quan Yi Zhen jatuh di belakang. Xie Lian tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis, “Um… permisi, bisakah kalian bertarung lebih jauh? Tolong bertarunglah lebih jauh!”

Tetapi sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, para biksu dan kultivator itu datang mengelilinginya lagi, sekitar empat puluh hingga lima puluh pedang, pisau, kapak, tongkat, semua menyerang dan mengepungnya ke depan, dan wajah Xie Lian turun, mengangkat tangannya, “TUNGGU, JANGAN! Tidaaaak!!!”

Dan di tengah-tengah ratapan tragis itu, Kuil PuQi yang telah bertahan dari serangan yang tak terhitung jumlahnya tetapi masih tetap berdiri akhirnya, benar-benar, sepenuhnya, runtuh.

Xie Lian tercengang, hatinya dipenuhi dengan kesedihan. “Aku hanya tahu tidak ada rumahku yang akan bertahan selama lebih dari setengah tahun. Sekarang aku benar-benar perlu meminta sumbangan untuk melakukan rekonstruksi … “

Gege, jangan sedih. Ini hanya sebuah rumah, ada banyak di sekitar.” Hua Cheng mencoba menghiburnya.

Xie Lian mencoba membuat dirinya tetap kuat, tetapi kemudian Mata Surga datang tersandung, tangannya menutupi dahinya, dan dia menunjuk ke arahnya, “Kalian orang-orang muda, tidak punya apa-apa selain trik! Kamu berani merusak kultivasiku! Siapa tuanmu? Kamu termasuk generasi apa? Di kuil mana kamu terdaftar? Dewa macam apa yang kamu sembah?!”

Xie Lian menyapu kepalanya, dan hawa dingin menggigit di wajahnya. Dia menegakkan tubuhnya dan menyatakan dengan sungguh-sungguh, “Kamu bertanya siapa aku? DENGARKAN BAIK-BAIK! – AKU, AKU ADALAH YANG MULIA PUTRA MAHKOTA! Kamu orang-orang radikal, BERSUJUDLAH DI DEPANKU!”

Suaranya meraung seperti guntur di langit yang jernih, dan sebenarnya ada beberapa yang hampir jatuh berlutut, dan tidak melompat keluar sampai rekan mereka menariknya ke atas, “Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu benar-benar akan berlutut?”

“I-itu aneh, aku melakukannya sebelum aku menyadarinya …”

Xie Lian memproklamirkan dengan tajam:

“AKU, SUDAH BERUMUR LEBIH DARI DELAPAN RATUS TAHUN. LEBIH TUA DARI GABUNGAN UMUR KALIAN SEMUA, AKU SUDAH MELINTASI LEBIH BANYAK JEMBATAN DARIPADA SEMUA JALAN YANG KALIAN SEMUA LALUI.”

“AKU, MELINDUNGI KUIL SUCI DI SELURUH TANAH INI; PARA PEMUJA DAN PENYEMBAHKU TERSEBAR DI SELURUH EMPAT LAUTAN. JIKA KAMU TIDAK TAHU NAMAKU, ITU KARENA KAMU ACUH TAK ACUH DAN TIDAK PERNAH MEMPELAJARI DUNIA INI!”

“AKU, TIDAK MENYEMBAH DEWA.”

“AKU ADALAH DEWA ITU SENDIRI!”

Ketika gerombolan itu mendengar pidato yang begitu tak tahu malu itu namun berbicara dengan udara yang sangat mengesankan, mereka semua tercengang, dan tanpa sadar menjatuhkan rahang mereka.”…HAH???”

Xie Lian mengarang semua omong kosong itu karena dia sedang menunggu saat ini. Dia melemparkan piring itu di tangannya, dan semua bakso kecil putih itu melesat di udara seperti pelet besi, tersebar ke segala arah, dan tanpa ada yang terlewat, semua bakso itu berhasil dilemparkan ke mulut terbuka semua orang yang masih terkejut. Kemudian dia menyeka keringatnya, “Kalian semua tolong lupakan semua yang baru saja aku katakan. Aku sebenarnya hanya orang yang mengumpulkan barang bekas!”

Semua orang yang memakan bakso itu langsung menjatuhkan wajah mereka, “HUH?! KITA, KITA TELAH DITIPU! “

Beberapa orang tampak lebih cepat menghentikan bola daging dengan pedang mereka, tetapi ketika mereka membawa pedang di depan mata mereka, bakso itu sebenarnya masih berputar dengan cepat, menciptakan percikan dengan pedang dari gesekan. Orang-orang itu tampak ketakutan, “APA … APAKAH INI SENJATA YANG TERSEMBUNYI?!?! Sangat solid dengan kilauan yang aneh, mungkinkah ini? Yang legendaris … “

“Itu benar!” Xie Lian mengklaim, “Ini adalah Incorruptible Chastity Meatball yang legendaris! Sangat beracun, dan jika delapan puluh satu cangkir air bersih tidak diminum dalam sehari untuk detoksifikasi, maka mereka akan meledak di dalam perutmu!”

Meskipun tidak ada yang pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya, tetapi gerombolan itu semakin ketakutan, “OI! Apakah ini benar-benar beracun?”

“Bagaimanapun kita harus minum air! Penangkal racunnya hanya air! Ayo pergi dari sini! AYO PERGI DAN TEMUKAN AIR!!!”

Dalam sekejap, sejumlah besar orang yang jatuh karena trik mulai melarikan diri.

Di sisi lain, Ling Wen berkelahi lebih dan lebih agresif, dan dia benar-benar memiliki kedua tangannya yang mencekik Quan Yi Zhen saat dia mengangkatnya. Dia jelas memiliki keunggulan tetapi Ling Wen tidak terlihat senang sama sekali, dan dia berkata dengan suara rendah, “Bai Jing! Apakah kamu akan membunuhnya? Tidak perlu bertarung lagi, ayo pergi!!!”

Untungnya, Xie Lian memiliki satu bakso yang tersisa, dan tepat ketika Ling Wen mengucapkan kata ‘pergi’, dengan tangannya yang cepat ia melemparkan bakso itu ke dalam mulutnya.

Seketika, cahaya di mata Ling Wen padam, seperti tersedot oleh hal yang ditelannya, dan aura hitam yang mengelilingi orang itu juga meringankan bayangan yang melingkupinya.

Dengan ekspresi seperti dia memaksakan keinginan untuk muntah, dia melirik Xie Lian, bibirnya bergetar tanpa suara, lalu setelah bertahan beberapa saat, dia melemparkan Quan Yi Zhen ke tanah, dan pergi dengan tangannya yang menopang pelipisnya.

Quan Yi Zhen melompat berdiri, mengejarnya. Xie Lian ingin mengikuti mereka juga, tetapi gerombolan biksu dan kultivator itu menghalangi jalannya dan mereka berteriak, “SEMUA ORANG, BERTAHANLAH! ADA LEBIH BANYAK BALA BANTUAN DI SISI MEREKA!”

Lebih banyak?! Dia tidak bisa tinggal di Desa PuQi lagi, dia lebih baik pergi dulu dan berpikir kemudian. Mengejar Ling Wen, Quan Yi Zhen segera menghilang. Xie Lian menggendong Hua Cheng di lengannya dan berkata, “Pegangan erat-erat padaku!” Lalu, sambil membalikkan kakinya untuk berlari, dia melampaui gerombolan itu dan melarikan diri.

Hua Cheng mengikuti instruksinya dan memeluknya dengan erat. Untuk beberapa alasan, adegan ini terasa akrab bagi Xie Lian, tetapi, dia tidak memiliki waktu untuk mengenang masa lalu; urusan ini perlu dilaporkan ke pengadilan sesegera mungkin. Tanpa berpikir, ia mengirim pesan ke susunan komunikasi pribadi: “Ling Wen, sesuatu terjadi! Aku…”

Ling Wen: “… Aku tahu.”

Xie Lian: “… Maaf mengganggumu.”

Sesaat kemudian, Ling Wen yang memutuskan komunikasi terlebih dahulu.

Xie Lian juga terdiam. Di masa lalu, dia selalu berkomunikasi dengan Ling Wen secara langsung, dan sekarang Ling Wen sendiri yang menjadi masalah, dia belum memiliki waktu untuk memikirkannya kembali, dan benar-benar melaporkan kejadian itu kepadanya, jadi dia juga tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. Xie Lian memasuki susunan komunikasi publik dan berteriak ketika ia berlari dengan Hua Cheng di tangannya, “SEMUA ORANG! PERINGATAN KEPADA SELURUH PENGADILAN! LING WEN MELARIKAN DIRI DENGAN MEMAKAI BROKAT ABADI!!!”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Caca
Caca
4 months ago

NGAKAK BANGET PAS BAGIAN INI