Penerjemah: Jeffery Liu


Awalnya, Xie Lian sudah merasa sejak mereka tidak bertemu satu sama lain untuk waktu yang lama, dia sangat merindukannya. Meskipun ‘waktu yang lama’ ini tidak lebih dari beberapa hari. Namun siapa yang tahu bahwa Hua Cheng selalu bersembunyi tepat di sebelahnya, dan tiba-tiba, suasana hati Xie Lian menjadi lebih cerah, semua kekhawatiran dan kecemasannya benar-benar terlupakan. Dia tertawa begitu keras hingga kesulitan untuk kembali bangun.

Gege, kamu mempermainkanku. ” tuduh Hua Cheng.

Xie Lian mengambil kuas dan papan di tangannya dan berkata, “Jangan salahkan ini padaku, San Lang yang mempermainkanku lebih dulu. Biarkan aku menebak … kamu sudah ada disini sejak aku meledakkan kompor, benar begitu?”

Hua Cheng memuji, “Ah, itu memang benar. Gege, bagaimana kamu bisa tahu? Kamu luar biasa!”

Xie Lian melambaikan tangannya, “Apa, luar biasa? San Lang, jika kamu ingin menyamar sebagai orang lain, jangan malas. Akan sangat luar biasa jika aku tidak mengetahuinya. Dan di sini aku pikir ada orang kedua yang bisa makan … ahem, tapi, ‘Siapa yang paling tampan? Siapa yang paling kuat? Siapa yang paling kaya? Siapa yang paling kamu kagumi?’ Hahahaha …”

“… Gege, tolong lupakan semua itu pernah terjadi.” Hua Cheng berkata dengan lembut.

Xie Lian menolak dengan tegas, “Tidak. Aku akan mengingat ini selamanya.”

Hua Cheng berkata dengan sedih, “Gege, meskipun aku senang jika kamu bisa begitu bahagia, tapi, apakah ini benar-benar lucu?”

Xie Lian memeluk perutnya sendiri, “Tentu saja! Hanya setelah bertemu denganmu barulah aku menemukan dan menyadari kembali bahwa untuk merasakan dan menemukan kebahagiaan adalah hal yang sederhana, hahaha … “

Mendengar ini, Hua Cheng berkedip, dan tawa Xie Lian mulai sedikit tenang, dia menyadari apa yang dia katakan agak terlalu terbuka. Sekarang dia sudah kembali tenang, bahkan dia pikir itu agak tidak sopan. Menjernihkan tenggorokannya dengan lembut, Xie Lian menggosok sudut matanya dan memaksakan diri mengubah ekspresinya sendiri, “Baiklah, cukup bermain-mainnya. Di mana Lang Ying yang asli? Mengapa kamu menyamar sebagai dia? Bawa dia kembali sekarang.”

Hua Cheng menjawab dengan lemah, “Untuk sementara aku mengirimnya ke Kota Hantu sebagai tamu.”

Karena Hua Cheng yang membawanya pergi, Xie Lian sama sekali tidak khawatir. Dia mengangguk dan hendak berbicara lagi ketika pintu kayu Kuil PuQi miliknya berderit terbuka. Ling Wen berjalan keluar dari dalam Kuil PuQi dengan tangan di sampingnya, “Yang Mulia.”

Hua Cheng tidak memiliki niat untuk mengungkapkan identitasnya sehingga Xie Lian juga tidak menyebutkannya, berpura-pura dia masih Lang Ying yang sebenarnya di depan yang lain. Melihat ekspresi serius Ling Wen, Xie Lian tanpa sadar berubah menjadi lebih serius juga, senyumnya benar-benar hilang, “Ada apa? Brokat A … Apakah ada yang salah dengan Bai Jing? “

“Tidak. Tidak ada yang salah dengannya.” Ling Wen berkata, “Hanya saja, sepertinya ada bau aneh yang datang dari dapur. Apakah Yang Mulia memasak sesuatu?”

Xie Lian dengan cepat menjawab, “Oh, benar. Aku sedang memasak.”

Setelah beberapa pemikiran, Ling Wen dengan menggunakan nada suara yang terdengar sopan berkata, “Tolong segera bersihkan, Yang Mulia. Apa pun yang kamu masak, masakanmu mungkin sudah hancur sekarang,”

“…”

Dua jam kemudian, malam telah tiba.

Di dalam Kuil PuQi, di meja altar, Hua Cheng, Ling Wen, dan Quan Yi Zhen duduk mengelilingi meja kayu kecil dalam lingkaran. Xie Lian mengeluarkan sebuah panci dari dapur dan meletakkannya di atas meja. Saat dia membuka penutupnya, dia mengungkapkan banyak bola salju putih yang imut, bulat dan halus, duduk dengan patuh di panci.

“Bukankah kamu merebusnya dengan air? Mengapa itu berubah menjadi bakso?” Tanya Quan Yi Zhen.

Xie Lian memperkenalkan masakan barunya, “Hidangan ini disebut Incorruptible Chastity Meatballs1.”

“Bukankah kamu merebusnya dengan air? Mengapa itu berubah menjadi bakso?” Tanya Quan Yi Zhen.

Xie Lian melanjutkan presentasinya, “Karena menguleni bakso membutuhkan kekuatan yang halus, tidak terlalu keras, tidak terlalu ringan, jadi banyak waktu dan usaha untuk melakukan ini.”

“Bukankah kamu merebusnya dengan air? Mengapa itu berubah menjadi bakso?” Tanya Quan Yi Zhen.

“…”

Karena Quan Yi Zhen benar-benar tidak kenal lelah, Xie Lian menjelaskan dengan hangat, “Aku menggunakan air untuk merebusnya, kamu benar. Tetapi karena ada sedikit masalah dengan mengendalikan api dan waktu, seluruh air di panci ini menjadi kering, jadi aku menambahkan bumbu baru dan membuat bakso sebagai gantinya.”

Mendengar ini, Ling Wen memuji dengan sepenuh hati, “Yang Mulia benar-benar berpikir di luar apa yang dipikirkan oleh orang lain, tak tertandingi dalam semua sejarah, hamba rendahan ini tenggelam dalam rasa hormat yang mendalam.”

“Terima kasih, terima kasih, pujianmu terlalu tinggi.” kata Xie Lian.

“Bukan.” Ling Wen berkata, “Setidaknya, aku percaya, pasti tidak akan ada lagi dalam sejarah yang bisa membuat hidangan yang disebut ‘Incorruptible Chastity Meatballs.”

Xie Lian memberikan sumpit kepada mereka semua, “Siapa yang tahu, siapa yang tahu. Semuanya, silakan.”

Ling Wen dan Quan Yi Zhen mengambil sumpit dengan tangan kanan mereka, dan tangan kiri mereka meraih roti dingin yang berada di ujung meja pada saat bersamaan. Hanya Hua Cheng yang meraih Incorruptible Chastity Meatballs, mengirimkannya ke mulutnya sendiri, dan setelah beberapa saat, dia berkata, “Cukup bagus.”

Melihat ini, mata Quan Yi Zhen melebar. Hua Cheng kemudian menambahkan, “Rasanya agak sedikit ringan.”

“Baik. Akan dicatat.” Kata Xie Lian.

Menyaksikan dengan mata terbuka lebar, seorang bocah yang mengenakan perban di sebelahnya memakan beberapa bakso seperti semen yang halus dan berkilau dan memberikan umpan balik yang tulus, Quan Yi Zhen tampaknya benar-benar berhasil menerima rayuan itu. Setelah beberapa pemikiran, ia juga meraih bakso di depannya.

Xie Lian mempertahankan senyumnya. Dia tersenyum dan memperhatikan Quan Yi Zhen menelan bakso itu. Dia tersenyum ketika wajah Quan Yi Zhen tampak memucat. Dia tersenyum ketika Quan Yi Zhen jatuh ke tanah, tidak bisa bangkit kembali. Dia terus tersenyum ketika dia bertanya, “Apakah ada masalah?”

Hua Cheng menjawab, “Mungkin dia makan terlalu cepat dan tersedak.”

Ling Wen menyeringai. Saat itu, Xie Lian tiba-tiba mendengar suara yang akrab terdengar di telinganya, “Gege.”

Itu bukan suara gumaman Lang Ying, dan itu juga bukan suara kekanakan yang terdengar riang dan malas milik Hua Cheng, melainkan itu adalah suara Hua Cheng yang biasa. Dia sedang berbicara dengan Xie Lian melalui susunan komunikasi pribadi mereka Xie Lian sedikit mengangkat bulu matanya dan menjawab, “Ada apa?”

“Ling Wen adalah seseorang yang kejam dan licik, tidak berperasaan dan tanpa ampun. Sekarang setelah kamu membawanya kembali, segalanya mungkin tidak akan berakhir dengan mudah. “

Ini adalah pertama kalinya Xie Lian pernah mendengar ada seseorang yang berkomentar tentang Ling Wen. Setelah beberapa perenungan, dia menjawab, “Aku merasa jika dia menaruh kebaikan pada Brokat Abadi itu, yang seharusnya bukan jubah yang palsu.”

“Mengangkat kebaikan dan menjadi tanpa ampun tidak bertentangan. Dia adalah dewa sastra nomor satu di surga, mata dan telinganya ada di mana-mana dan lengannya menjangkau jauh. Gege membutuhkan penjaga untuk membantumu mengawasinya.”

“Jenderal Pei?” Xie Lian bertanya.

“Seharusnya bukan dia,” Hua Cheng menjawab, “Jika Water Tyrant masih ada, maka dia pasti akan meminta Water Tyrant untuk menekan masalah ini karena Shi Wu Du selalu membantu permasalahannya dan itu tidak logis. Tetapi jika itu adalah Pei Ming, selama kamu mengatakan yang sebenarnya tentang kebenarannya, dia mungkin tidak akan memilih untuk membantu mereka yang salah. Gege, berhati-hatilah.”

“Baiklah, aku akan berhati-hati.” Xie Lian berkata, “Hal baik hari ini berlalu dengan cepat.”

Namun, suara Hua Cheng di telinganya terdengar begitu gelap, “Tidak. Gege, kamu sudah salah paham. Aku memberitahumu untuk berhati-hati terhadap hal lain. Seseorang ada di sini.”

Saat itu, serangkaian suara lonceng yang berdentang, berdenting, dan terdengar begitu renyah memasuki telinga Xie Lian. Hua Cheng sedikit mengernyit. Xie Lian melihat melalui celah-celah jendela dan melihat seorang petani setengah baya dengan bel di tangannya, bergoyang ketika dia mendekati pintu masuk ke Desa PuQi.

Kultivator itu mengenakan jubah kultivasi yang mewah, peti harta karun dibawa di punggungnya, dan peti itu ditutupi dengan sebuah jimat berwarna kuning. Bel itu berbunyi saat dia berjalan. Xie Lian memperhatikan hal-hal ini, dan menyadari bahwa itu adalah alat yang baik. Jika ada monster dan iblis normal, kepala mereka akan berdenyut ketika mereka mendengar suara bel itu, dan mereka akan mundur dengan keinginan mereka sendiri. Sebelum kultivator itu mendekat, beberapa biksu besar berjubah putih dan berkerudung putih bergabung dengannya dengan membawa tongkat di tangan mereka.

Segera, kerumunan lima puluh hingga enam puluh orang berkumpul seolah-olah mereka semua merencanakan pertemuan ini. Tampak tidak terkejut melihat kehadiran satu sama lain, mereka mengepung Kuil PuQi.

Kelompok itu ada disana bukan hanya untuk pertunjukan, tubuh mereka tergantung dengan berbagai alat spiritual, gerakan tangan dan kaki mereka tampak mantap, sangat jelas jika mereka sangat terampil. Para pejabat surgawi mengambil kekuatan spiritual dari persembahan dari para penyembah mereka, dan beberapa kultivator dan biksu juga dapat menerima kekuatan spiritual dari para pejabat surgawi yang mereka sembah. Biksu dan kultivator ini bahkan mungkin memiliki kekuatan spiritual yang lebih besar daripada yang dimiliki Xie Lian sebagai pejabat surgawi. Dengan begitu banyaknya orang yang datang tiba-tiba, itu pasti bukan sesuatu yang baik. Xie Lian sedikit mengaitkan alisnya, merasakan jika para pendatang baru ini tidak datang dengan damai.

Hua Cheng meletakkan mangkuk dan sumpitnya dan bangkit berdiri. Xie Lian mendengar dia bergumam di dalam barisan komunikasi pribadi, “Biksu tua dan kultivator busuk ini berani mengejarku sampai ke sini. Aku minta maaf telah membawa masalah ke depan pintumu, gege, aku akan mengalihkan mereka.”

Xie Lian meraihnya, “Jangan bergerak.”

Ling Wen bingung, “Apa yang terjadi?”

Xie Lian berbicara kepada Hua Cheng melalui susunan komunikasi pribadi, “Jangan pergi. Katakan dengan jujur, apakah pembukaan kembali Gunung TongLu benar-benar memengaruhi dirimu?”

“Tidak.” Hua Cheng menjawab.

Xie Lian menatap mata di balik perban itu dengan saksama, “Berhenti berbohong. Kamu adalah seorang Raja Iblis Agung. Kamu tidak perlu takut pada manusia seperti mereka, jadi mengapa kamu tidak mengalahkan mereka dan mengusir mereka secara langsung, dan lebih suka mengalihkan mereka? Kamu sama sekali tidak sedang bermain lelucon dengan berubah menjadi bentuk ini, bukan?”

Dengan pembukaan kembali Gunung TongLu, semakin kuat monster dan iblis, semakin mereka akan merasakan efeknya. Pertama kali ketika roh-roh jahat itu dibangkitkan, Xie Lian telah menyaksikan dengan matanya sendiri seberapa banyak penderitaan yang diderita Hua Cheng. Dan ketika tanggal pembukaan kembali dari gerbang semakin dekat, getaran hanya akan terus tumbuh. Dalam keadaan seperti ini, apakah itu Xie Lian sendiri, dia akan memilih untuk sementara menyegel wujudnya dan berubah menjadi makhluk kecil, menyimpan kekuatan spiritualnya, dan menghindari kemungkinan dirinya mengamuk, menunggu pembukaan resmi gerbang untuk selesai sebelum melepas segel.

Jadi, meskipun ini bisa menghindari siksaan yang begitu menjengkelkan yang dialaminya, tetapi karena kekuatannya sedang disegel, ini akan memberi orang lain kesempatan untuk menyergap dan menyerangnya. Xie Lian mengumpat, “Qi Rong, kamu … “

Malam itu, Qi Rong telah mengancam bahwa dia akan memunculkan semua kultivator dan biksu yang merasa sudah dirugikan oleh Hua Cheng, tetapi dia tidak membayangkan itu bukan hanya sekadar gertakan. Hua Cheng menggelengkan kepalanya dengan ringan, “Gege, kedatangan mereka kesini hanya untukku. Semuanya akan baik-baik saja begitu aku pergi. Meskipun dalam wujudku saat ini, aku tidak bisa membunuh mereka hanya dengan bergerak, tapi setidaknya aku masih bisa membuat mereka tersesat.”

Namun, Xie Lian mengancam, “Jika kamu pergi sekarang, jangan pernah kembali untuk melihatku lagi.”

“…”

“Yang Mulia!” Hua Cheng berteriak.

Hua Cheng selalu riang tetapi dia sangat cermat. Di masa lalu, dia telah membantu Xie Lian berkali-kali, dan sekarang Xie Lian akhirnya memiliki kesempatan untuk membantunya, bagaimana mungkin ia membiarkan Hua Cheng pergi sendirian?

Xie Lian berkata dengan sedih, “Duduklah. Aku akan pergi menemui mereka.”

Quan Yi Zhen membuka matanya dengan susah payah, dan bertanya dalam kabut yang menyelimuti pikirannya, “Apakah… seseorang datang? Apakah kamu … membutuhkan bantuanku untuk mengalahkan mereka?”

“…”

Suaranya terdengar serak. Xie Lian membantunya memejamkan matanya, “Qi Ying, teruslah berbaring di sana. Dan lagi, kamu tidak bisa mengalahkan manusia seperti itu, perbuatanmu akan dikenakan biaya pahala yang kamu miliki.”

Xie Lian menekan tubuhnya ke pintu kayu untuk mendengarkan gerakan yang ada di luar kuilnya. Beberapa penduduk desa yang masih berada di luar dan baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka untuk hari itu dan belum pulang untuk makan malam terkejut melihat begitu banyak kultivator dan biksu ada disana dengan begitu tiba-tiba, dan mereka bertanya, “Apa yang sedang dilakukan para master dengan berkumpul di sini? Apakah kalian semua ada di sini untuk bertemu Daozhang Xie?”

Seorang biksu yang dipenuhi dengan niat membunuh bertepuk tangan dalam doa, “Amitabha Buddha. Donatur yang terhormat, apakah kalian semua tahu bahwa tempat ini telah diserang oleh makhluk jahat?”

“Apa?!” Penduduk desa terkejut, “MAKHLUK JAHAT??? JENIS MAKHLUK JAHAT MACAM APA?”

Biksu lain menjawab secara misterius, “Seorang Raja Iblis baik hati yang membawa kekacauan ke dunia!”

“A-apa yang harus kita lakukan!” Seru penduduk desa.

Kultivator yang mengenakan jubah mewah yang adalah orang pertama yang datang berkata, “Serahkan pada kami! Hari ini, kita semua yang berjalan di jalan yang sama berkumpul di sini karena alasan ini, ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk menangkap makhluk jahat itu!” Kemudian dia hendak berjalan ketika seorang kepala desa mendorongnya ke belakang. Kultivator itu melotot, “Siapa kamu? Apa yang sedang kamu lakukan?”

Kepala desa berkata, “Um, tuan. Aku adalah kepala desa di desa ini. Kami sangat berterima kasih karena kalian semua ada di sini, tapi, hehe, jujur ​​saja, kalian semua terlihat sangat mahal … “

“…”

Kultivator berpakaian mewah itu berkata, “Kami datang untuk mengalahkan kejahatan, apakah kamu pikir kami ada di sini untuk mendapatkan imbalan?!” Kemudian ia hendak berjalan maju sekali lagi, tetapi semua penduduk desa menghentikan mereka lagi. Para biksu dan kultivator itu semakin jengkel, tetapi mereka juga tidak bisa secara paksa mengalahkan penduduk desa ini, jadi mereka menuntut dengan sabar, “Bagaimana sekarang?!”

Kepala desa menggosok tangannya, “Jika itu gratis maka itu bagus, terima kasih kepada para tuan ini karena berkenan datang ke sini untuk mengalahkan kejahatan dengan hati yang baik. Tapi … hanya saja, pekerjaan mengenai hal itu di desa ini semuanya sudah diselesaikan dan dibereskan oleh Daozhang Xie. Sulit bagiku sebagai kepala desa jika tuan di sini mencuri pekerjaan Daozhang Xie.”

Kelompok biksu dan kultivator disana saling memandang, “Daozhang Xie?”

Maka, setelahnya mereka berkumpul untuk berdiskusi, “Apakah ada rumah seorang kultivator terkenal dan mampu dengan nama Xie dalam urusan ini?”

“Sepertinya tidak.”

“Bagaimanapun aku belum pernah mendengarnya. Mungkin tidak untuk beberapa orang.”

“Jika kita tidak mengenalnya, itu berarti dia tidak terlalu dikenal. Lupakan.”

Setelah mereka melakukan diskusi pribadi, seorang kultivator yang berpakaian mewah itu berbalik, “Daozhang Xie yang kamu bicarakan, apakah dia tinggal di tempat ini?”

Penduduk desa menjawab, “Ya.” Kemudian mereka berteriak, “Daozhang Xie! Daozhang Xie! Rekan bisnismu ada di sini! Ada begitu banyak dari mereka! Apakah kamu ada di rumah?”

Seorang biksu tua berjubah kuning menyatukan tangannya dalam doa, “Amitabha Buddha. Tidak masalah jika Daozhang Xie tidak ada di sini. Tapi makhluk jahat itu bersembunyi di dalam rumah ini sekarang!”

Para penduduk desa tercengang mendengarnya, “HUH???!”

Saat itu, Xie Lian mendorong pintu kuilnya dan berjalan keluar dengan santai. “Aku ada disini. Apa yang terjadi, semuanya?”

Para penduduk desa segera berseru, “Daozhang, para biksu dan kultivator terkenal ini semua mengatakan bahwa di rumahmu, ada … ha … hantu …”

Xie Lian tersenyum, “Eh? Kalian semua bisa mengetahuinya?”

“Betapa pengakuan yang begitu cepat!”

Xie Lian melemparkan sebuah kendi, “Itu benar, memang ada hantu!”

Kultivator berpakaian mewah itu menangkap kendi itu dan pada awalnya senang, tetapi ketika membukanya, dia tersenyum lemah, “Seorang Wanita Setengah Riasan?”

Kemudian dia melemparkan kendi itu kembali, tampak sangat tidak senang, “Jangan berpura-pura, temanku. Monster vulgar seperti ini bahkan tidak bisa dianggap ‘Ganas’! Kamu tahu persis apa yang kami maksud.”

Xie Lian menangkap kendi itu dan merasakan kekuatan lemparan pria ini tidaklah lemah, dan dia pasti seseorang yang telah berkultivasi dengan rajin selama bertahun-tahun, dan dia adalah seseorang yang patut dipertimbangkan. Sejumlah biksu berkata kepada cultivator berpakaian mewah itu, “Dao- Xiong, kultivator ini terlihat dipenuhi dengan esensi kejahatan dari tubuhnya, mungkinkah dia …”

Kultivator berpakaian mewah itu berkata, “Entah dia benar atau tidak, aku, Mata Surga, hanya bisa melihatnya!”

Kemudian, dia berteriak keras, menggigit jarinya dan menggambar garis di dahinya, dan sebuah mata ketiga tampak tumbuh di wajahnya. Melihat keahlian cultivator ini, Xie Lian juga memujinya di dalam hati, dan dia bersandar di pintu, mengagumi penampilannya. Kultivator berpakaian mewah itu melotot, dan menatapnya dengan saksama untuk sesaat, “Aku tahu itu … Ada esensi kejahatan! SEBUAH ESENSI KEJAHATAN YANG BERAT!!! RAJA IBLIS! KAMU MENGUBAH WUJUDMU SETELAH SEMUANYA!”

Xie Lian tertegun.

Bagaimana bisa, dia, seorang pejabat terhormat, yang diberi gelar surgawi, memiliki esensi kejahatan pada dirinya? Dia hanya berpikir orang ini mungkin memiliki beberapa keterampilan tetapi bagaimana dia bisa berbalik dan mulai memuntahkan omong kosong begitu cepat?

Mendengarnya, lima puluh hingga enam puluh master dalam pertemuan itu semua tampak seperti mereka akan menghadapi musuh besar, dan masing-masing dari mereka berdiri dalam posisi bertarung. Hua Cheng berkata kepada Xie Lian dalam susunan komunikasi pribadi, “Orang-orang itu sangat menjengkelkan.”

“Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Kamu duduk saja disana.” Xie Lian menjawab.

Beberapa saat kemudian, kultivator yang berpakaian mewah itu berbicara lagi tetapi suaranya terdengar bingung, “… Itu tidak benar?”

Para biksu di sebelahnya bertanya, “Apa yang tidak benar?”

Kultivator berpakaian mewah itu menggosokkan tanda darah di dahinya, “Ini aneh. Aku melihat orang ini, tetapi kadang-kadang dia tertutup esensi kejahatan, kadang-kadang bercahaya dengan cahaya spiritual, dan kadang-kadang cahayanya redup dan mati … ini benar-benar aneh.”

“Hah? Bagaimana itu bisa terjadi? Dao-Xiong, apakah kamu benar-benar bisa melakukan hal ini? Jika tidak bisa, biarkan kami yang menangani masalah ini.”

“Ya, bagaimana dia bisa seaneh itu?”

Kultivator berpakaian mewah itu berkata dengan marah, “Apa? Kalian pikir aku tidak bisa melakukan ini? Jika aku tidak bisa, kamu pikir kamu bisa melakuakannya? Aku, Mata Surga, telah berjalan dalam bisnis ini selama bertahun-tahun, dan aku hampir tidak pernah mendapatkan kesalahan apa pun!”

Xie Lian menggosok dahinya, menggelengkan kepalanya dan bertanya dengan lembut, “Kalau begitu, mengapa kamu tidak melihat dan memberi tahu aku bagian mana dari diriku yang memiliki esensi kejahatan yang paling kuat?”

Mata Surga itu menggosok keningnya dengan keras, dan setelah melihat lagi sejenak, dia berseru dengan tegas, “BIBIRMU!”

“…………….”


Catatan Penulis MXTX:

Sesuatu seperti Esensi Kejahatan tidak dapat disapu dan dihapus dengan mudah hanya dengan menyikat gigi dan berkumur dengan air … harus menggunakan air suci. (Sangat pahit dan sangat aneh).

Hiburanku dalam membiarkan Xie Lian menciptakan resep senjata baru sedikit kurang dari membiarkan Hua Hua yang berganti baju baru.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. [ 玉潔冰清 ] ‘Bersih seperti Giok; Jelas seperti Es’ adalah ungkapan yang berarti Kemurnian yang Tidak Terganggu. Biasanya idiom ini digunakan untuk menggambarkan seorang gadis. Xie Lian menggunakan citra idiom ini untuk menggambarkan bakso kecilnya yang lucu.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments