Penerjemah: Jeffery Liu


Xie Lian langsung melonjak berdiri, “BROKAT ABADI?!”

Tentu saja, bayangan itu tidak menanggapinya dan juga tidak bergerak, sosok itu hanya berdiri di sana, terdiam. Xie Lian menekan tangannya sendiri, satu di kiri dan satu di kanan, memegang bahu dua orang lain yang bersama dengannya dan berbisik, “Jangan bergerak.”

Sesaat kemudian, embusan angin sepoi-sepoi bertiup, dan siluet seorang pria itu mulai menyebar ketika sebelumnya tampak menghela napas, menghilang bersamaan dengan embusan angin. Xie Lian tiba-tiba berdiri. Saat itu, di luar pintu rumah tekstil itu secara tiba-tiba terdengar suara ketukan. Ketiganya melihat ke arah pintu dan Xie Lian mengangkat suaranya, “Siapa itu?”

Suara seorang pria berdering dari luar pintu, “Yang Mulia, ini aku.”

Xie Lian pergi untuk membuka pintu, dan di luar rumah tekstil tampak seorang pria dengan wajah terbuka, wujudnya begitu rapi dan murni, dan dia masuk dengan tangannya yang berada di samping masing-masing tubuhnya. Xie Lian sedikit bingung, “Ling Wen, mengapa kamu datang sendiri kesini?”

Ling Wen memperbaiki lengan bajunya, “Karena aku mendengar jika Yang Mulia mengatakan hal-hal itu sulituntuk diatasi, maka kupikir tipe pejabat surgawi sepertimu tidak akan bisa membantu, jadi aku datang untuk melihat semuanya sendiri. Salam, Yang Mulia Qi Ying. Mengapa kamu duduk di tanah? Apa ada yang salah? Ada apa dengan tampang itu?”

Itu adalah Ling Wen dalam bentuk pria. Xie Lian berjalan ke arah tirai kain disana dan membukanya, dan tentu saja tidak ada apa-apa di belakang tirai itu. Sesaat kemudian, dia menoleh, “Brokat Abadi sudah menunjukkan dirinya.”

Ling Wen tampak kagum mendengarnya, “Apa?”

“Seharusnya begitu, aku sangat yakin.” Xie Lian berkata, “Brokat Abadi adalah seorang pemuda, dia sangat tinggi, mungkin dua inci lebih tinggi dariku. Menilai dari struktur tulangnya, dia pasti seseorang yang ahli dalam seni bela diri.”

Ling Wen agak ragu, “Yang Mulia, apakah kamu yakin? Dalam beberapa tahun terakhir, tidak pernah ada kabar bahwa Brokat Abadi telah menunjukkan dirinya kepada siapa pun. Selain itu, bukankah kamu mengatakan jika tidak ada satupun dari sembilan puluh jubah iblis ini yang asli? Mungkinkah itu adalah seseorang yang menyamar dan bermain trik?”

“Aku khawatir jika kemungkinan itu salah,” Xie Lian menjawab, “Setelah gelombang kekacauan sebelumnya berakhir, untuk mencegah jubah iblis menyelinap keluar dan melecehkan manusia, kami berusaha untuk menutup pintu dan jendela dan mengatur array. Siapapun atau apapun yang berada di dalam tidak akan bisa keluar dan siapapun atau apapun yang berada di luar tidak bisa masuk. Di sini hanya ada kami bertiga di rumah tekstil sebelumnya, tidak ada yang bisa merencanakan trik apa pun.”

Bergumam sesaat, Ling Wen berkata, “Kalau begitu sosok nyata yang menunjukan dirinya itu pasti bertemu dengan keadaan khusus yang membuatnya bersikap demikian, atau, mungkinkah sosok yang kalian lihat adalah siluet roh penuh dendam yang memakai salah satu jubah iblis itu?”

Lang Ying dan Quan Yi Zhen berjongkok di tanah, keduanya dalam kondisi melamun. Xie Lian dan Ling Wen berdiri dengan tangan bersedekap, dengan memasang penampilan bak orang dewasa, dan sedang dalam diskusi serius. Akhirnya, Ling Wen menyarankan, “Bagaimana jika aku membawa jubah iblis ini ke Istana Ling Wen dan meminta orang-orangku untuk memeriksanya? Jika itu tidak berhasil, maka kita bisa bertanya pada pertemuan berikutnya. Aku yakin seseorang di Pengadilan Tinggi adalah ahli dalam hal ini.”

Mendapatkan saran seperti itu, Xie Lian mengangguk, “Itu mungkin ide yang bagus. Tapi, ini adalah misi yang menjadi tanggung jawab kami, aku masih ingin sedikit menyelidikinya lagi. Karena Brokat Abadi yang asli sudah bercampur di sini, biarkan aku memikirkan beberapa cara lagi untuk mengeluarkannya. Jika besok aku masih tidak bisa menghasilkan apapun maka aku akan menyerahkan sembilan puluh delapan jubah iblis ini kepadamu.” Bagaimanapun juga, permasalahan ini ini tidak berada di bawah yurisdiksi Istana Ling Wen .

“Tidak perlu bagi Yang Mulia untuk bersikap begitu sopan.” Ling Wen berkata, “Oh, jika kamu akan mengirim mereka besok, berarti jubahnya ada seratus satu buah jubah bukan?”

Xie Lian terkejut, “Mengapa tiba-tiba ada tiga lagi yang muncul?” Kemudian dia kembali sadar. “Kamu curiga dengan jubah yang kami kenakan sekarang?”

“Itu bisa menjadi kemungkinan yang bisa terjadi.” Kata Ling Wen .

Xie Lian mengangkat sudut lengan jubah kultivasinya yang sangat usang dengan benangnya yang sudah tampak longgar, “Aku sudah mengenakan jubah ini selama beberapa tahun, jubah ini pasti tidak akan memiliki masalah. Yang dipakai Lang Ying saat ini adalah jubah yang baru dibeli, tapi dia tidak menuruti perintahku jadi seharusnya jubah itu juga tidak bermasalah.” Dia memberi tahu Lang Ying sekarang untuk bekerja tetapi Lang Ying masih memotong kayu; dia menyuruhnya tinggal di rumah seperti anak yang baik tetapi Lang Ying menolaknya dan memintanya ikut.

Namun, Ling Wen menggelengkan kepalanya, “Bukan itu yang ku maksud. Yang Mulia, Kamu mungkin tidak menyadari hal ini, tetapi esensi kejahatan Brokat Abadi sangat kuat, dan karena jubah itu ada di sini, esensi kejahatan itu akan beralih ke pakaian normal lainnya. Bagaimanapun, hanya untuk keamanan, jangan mengenakan pakaian yang kalian kenakan sekarang lagi dan merawatnya.”

Mendengar ini, Xie Lian dengan cepat melepaskan jubah luar Lang Ying dan Quan Yi Zhen, “Jangan pakai ini lagi, jangan pakai ini. Lepaskan, lepas. Kalau begitu, aku akan membungkus semua pakaian ini dan membawanya ke Istana Ling Wen besok.”

“Aku akan mengirim seseorang untuk mengambil mereka?” Kata Ling Wen .

“Tidak perlu, tidak perlu.” Xie Lian berkata, “Sudah cukup memalukan untuk menyusahkanmu setiap saat. Istanamu sedang sibuk, aku bisa menangani ini sendiri.”

Keesokan harinya, Xie Lian masih dengan rajin membungkus tumpukan-tumpukan pakaian pada malam sebelumnya, dan dia membawa sendiri satu bundelan besar berisi pakaian-pakaian itu ke Pengadilan Surgawi.

Ling Wen sudah menunggunya di istana untuk waktu yang lama, dan hari ini, sepertinya tidak sesibuk sebelumnya yang dipenuhi pemandangan para dewa yang terus berlari bolak-balik. Xie Lian membuka bungkusan besar jubah iblis yang dibawanya, dan setelahnya pakaian-pakaian berwarna-warni terbuka lebar dan menyebar. Dia menyeka keringat di sudut dahinya ketika Ling Wen berjalan santai ke arahnya, “Apakah kamu menemukan sesuatu yang baru?”

Xie Lian menghela napas tanpa daya, “Sangat memalukan, ini sama sekali tidak membuahkan hasil apapun. Aku minta maaf sebelumnya; karena tidak ada yang benar-benar bisa membantu, tidak ada yang bisa dilakukan. Aku terus merasa seperti kehilangan satu atau dua potong, tapi aku juga tidak yakin.”

“Itu bukan masalah.” Kata Ling Wen. Kemudian dia melihat ke bawah dan menghitungnya, “Benar-benar ada potongan yang hilang. Yang Mulia, sepertinya pakaian yang dikenakan iblis kecil di sebelahmu sebelumnya tidak termasuk di sini?”

Tinju kanan Xie Lian mengepal dan dia memukulkannya pada telapak tangan kirinya dengan ringan, “Ah, kamu benar! Aku ingat sekarang. Lang Ying sudah terbiasa mengenakan jubah itu sendiri dan aku lupa mengambilnya. Aku akan mengambilnya sekarang.”

Ling Wen tertawa kecil, “Jangan terburu-buru. Jaga dirimu, Yang Mulia.”

Namun, Xie Lian sama sekali tidak bergerak untuk pergi, dan sebaliknya dia berdiri diam di tempat, ekspresinya semakin redup. Ling Wen hendak memerintahkan beberapa pejabat surgawi di bawah perintahnya untuk datang mengambil jubah iblis itu, tetapi ketika dia berbalik dan melihat Xie Lian masih ada di sana, dengan hanya mereka berdua di dalam aula, dia tampak bingung, “Yang Mulia, apakah kamu memiliki sesuatu yang lain untuk dikatakan?”

Xie Lian memperhatikannya dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca, “Tidak banyak. Hanya saja, aku berpikir, jika aku benar-benar membawakanmu Brokat Abadi yang asli, jika aku berbalik, apakah kamu akan menyembunyikan yang asli?”

“…”

Senyum Ling Wen memudar tetapi masih sangat sopan, “Yang Mulia?”

Xie Lian mengawasinya dengan tenang, “Sejak awal, aku sudah memiliki ide kabur ini.”

“Ide macam apa itu?” Ling Wen bertanya dengan lesu.

“Orang-orang normal, iblis dan monster adalah tipikal sosok yang tidak akan berani mendobrak masuk dan menyusup ke dalam Kuil Bela Diri Besar. Jika seseorang cukup akrab dengan Aula Bela Diri Besar untuk mencuri benda-benda yang disegel dan masih belum bisa ditangkap, maka aku takut selain Jun Wu sendiri, hanya ada Ling Wen ZhenJun yang bisa melakukannya.”

Setelah semua yang terjadi, Istana Ling Wen menjelajahi semua istana hari demi hari, dan bisa dikatakan lebih akrab dengan wilayah kekuasaan dari semua orang.

Ling Wen menyeringai, “Yang Mulia, penalaran yang kamu miliki sedikit terlalu menekankan pada fakta. ‘Orang dengan akses termudah adalah orang yang paling mencurigakan’. Berdasarkan kereta pikiranmu, bukankah kemungkinan bagi Jun Wu yang mencuri jubah itu adalah sesuatu yang lebih mungkin untuk dilakukan?”

Xie Lian mengangguk. “Aku harus mengakui jika kamu tidak salah. Tapi, yang membuatku mulai berpikir ada beberapa hal-hal yang mencurigakan adalah karena Wanita Setengah Riasan.”

“Ada apa dengan Wanita Setengah Riasan?” Ling Wen bertanya.

Xie Lian menjawab, “Dia memiliki Brokat Abadi palsu, dan kebetulan saja dia datang dan mengetuk di depan pintu kuilku. Bagaimana hal-hal itu terjadi dengan begitu kebetulan? Selain itu, sepertinya dia juga menulis ekspresi ‘mencurigakan’ di wajahnya sendiri, seperti dia takut aku tidak akan curiga dia adalah pelakunya. Niatnya terlalu jelas.”

“Oh? Niat macam apa?”

“Bukankah dia sudah mengatakannya sendiri?” Xie Lian berkata, “‘Tukar yang lama dengan yang baru’. Yang dia inginkan adalah pakaian tua di Kuil PuQi-ku!”

Mengingat kembali hal-hal yang telah terjadi sebelumnya, ketika Brokat Abadi dicuri, Aula Bela Diri Besar mengetahuinya dengan sangat cepat dan segera mulai menyelidiki saat mereka menyadarinya. Oleh karena itu, pencurinya mungkin tidak akan berani menyimpannya di tangan mereka sendiri dan sebaliknya akan menyembunyikannya terlebih dahulu. Lalu, di manakah tempat yang paling sulit untuk ditemukan?

Sembunyikan dedaunan di antara hutan.

Jika Xie Lian ingin menyembunyikan Brokat Abadi, ia akan mengubahnya menjadi jubah rami yang sangat tidak mencolok dan terlihat normal dan melemparkannya ke alam fana, dan tetap mengawasi dari jauh. Biasanya, tidak banyak orang yang mau membeli jubah yang dibuat secara kasar. Namun, kehidupan Xie Lian tidak bisa dikatakan normal, dan dia sendiri telah mengenakan jubah kultivator yang selalu sama yang dipakainya selama beberapa tahun terakhir; uang yang dimilikinya hanya mampu membeli pakaian seperti itu. Selain itu, selama pakaian itu membuatnya hangat dan bersih, itu saja sudah cukup baginya dan dia juga tidak pilih-pilih dalam berpakaian. Ditambah lagi, dia adalah tipe orang yang memiliki kemampuan luar biasa untuk memilih pakaian paling berbahaya di tempat diskon paling besar yang tak terhitung jumlahnya. Dengan demikian, ketika dia memberi selamat kepada dirinya sendiri atas diskon besar yang dia dapatkan, dia membeli dan membawa pulang Brokat Abadi yang legendaris itu.

“Yang Mulia, apa yang kamu katakan sedikit terlalu banyak sekarang.” Ling Wen berkata, “Kamu berasal dari latar belakang seorang dewa bela diri, jadi hanya memikirkan tentang hal itu, kamu akan tahu bahwa Wanita Setengah Riasan akan langsung bisa dikalahkan dan ditundukkan olehmu sendiri bahkan jika dia berani mendekati pintu kuilmu. Dia tidak akan bisa mengambil jubah apa pun, lama atau baru.”

“Dia jelas tidak bisa mengambil apa pun, tetapi siapa bilang dia harus? Jika tidak ada insiden lebih lanjut, bagaimana dia akan ditangani?” kata Xie Lian.

Jika Xie Lian berpikir bahwa Wanita Setengah Riasan memiliki Brokat Abadi yang asli di tangannya, maka dia pasti akan melaporkannya kepada Ling Wen, dan kemudian, Ling Wen kemungkinan besar akan turun sendiri. Seperti hari sebelumnya, dia mungkin akan memberi tahu Xie Lian bahwa demi keamanan, semua pakaian perlu dibawa kembali ke Istana Ling Wen untuk dinilai.

Sangat buruk bahwa Quan Yi Zhen ada di sana juga pada saat itu. Dan, hal yang tidak terduga adalah bahwa dia berpengalaman setelah hanya mengenakan jubah itu sekali, dan bisa langsung menentukan bahwa jubah yang dimiliki dan dibawa oleh Wanita Setengah Riasan adalah Brokat Abadi yang palsu. Yang berarti tidak lagi mudah atau logis untuk Ling Wen mengambil semua pakaian di Kuil PuQi.

Semua informasi yang didapatkan oleh Xie Lian diberikan oleh Ling Wen, dan dia juga bisa membuat pertanyaan terbuka; keberadaan dan gerakan yang dilakukan oleh Xie Lian sepenuhnya dalam genggamannya. Ketika identitas Wanita Setengah Riasan itu terungkap, Ling Wen segera menghubungi Xie Lian melalui susunan komunikasi pribadi, dan mengatakan kepadanya bahwa Kota Hantu mendistribusikan begitu banyak barang palsu yang membutuhkan manajemen dan harus diatasi sesegera mungkin, dia melemparkan misi baru kepada Xie Lian untuk membuatnya tidak memiliki waktu untuk berpikir terlalu dalam tentang apa pun yang mungkin dipertanyakan.

“Aku tidak tahu apakah barang-barang palsu itu didistribusikan olehmu, tetapi, kamu adalah orang yang memberiku informasi. Dengan langkah ini, kamu mungkin ingin mengalihkan perhatianku dari Kuil PuQi sebelum kamu datang untuk Lang Ying.” Kata Xie Lian.

Namun tanpa diduga, Lang Ying juga mengikutinya untuk keluar.

“Aku tidak tahu apakah Brokat Abadi yang menunjukkan dirinya dengan begitu tiba-tiba berada dalam harapanmu atau tidak, tetapi, berpikir dengan cepat dan mengubah tindakan seharusnya tidak menjadi sesuatu yang sulit bagimu.”

Dengan begitu banyak jubah iblis yang tidak dapat diidentifikasikan apakah mereka asli atau palsu, pasti akan ada kesempatan untuk mengambil Brokat Abadi yang asli jauh di tengah-tengah kekacauan yang terjadi, dan dengan Brokat Abadi yang tiba-tiba menunjukkan dirinya, Ling Wen juga dapat menggunakan semua itu sebagai alasan untuk tampil secara pribadi; secara terbuka mengumpulkan semua pakaian di tempat itu. Adapun bagaimana hal-hal akan dinilai dan bagaimana hal itu ditentukan, penjelasan mengenai siluet itu, semuanya akan tergantung pada Ling Wen.

Setelah mendengarkan hal ini, Ling Wen membuat isyarat jeda dengan menggunakan tangannya, “Yang Mulia, tolong berhenti di sana. Jadi, kamu percaya bahwa Lang Ying, itu namanya, bukan? kamu berpikir jika jubah yang dikenakannya adalah Brokat Abadi? Jangan lupa, begitu dia memakainya dia masih tidak mematuhi setiap perintahmu, apakah aku salah? Kamu sendiri yang mengatakannya. Kamu harus tahu bahwa kekuatan Brokat Abadi sangat kuat, dan bahkan bagi Raja Iblis sekalipun tidak terkecuali jika dia bertemu dengan jubah itu dan memakainya.”

Xie Lian menjawab, “Kamu juga berkata, ‘jubah itu pasti mengalami keadaan khusus’. Mengenai keadaan khusus yang sebenarnya, aku yakin jika kamu lebih tahu tentang hal itu, aku harap kamu bisa menjawab pertanyaan itu untukku.”

Ling Wen sedikit mengernyit dan mengepalkan kedua tangannya. Dia berkata dengan lembut, “Yang Mulia, apakah ini berarti kamu menganggap aku sebagai seorang pencuri? Maafkan kejujuranku, tapi ini membuatku sedikit … tidak senang.”

Xie Lian sedikit memiringkan kepalanya, “Aku minta maaf.”

“Aku menerima permintaan maafmu.” Ling Wen berkata, “Namun, Yang Mulia, jika kamu terus bersikeras tentang masalah ini, kamu bisa melakukannya, selama kamu memiliki bukti. Bagaimanapun, ini hanyalah spekulasi.”

Xie Lian menjawabnya perlahan, “Sebelum hari ini, aku tidak memiliki bukti apapun. Sebenarnya, aku tidak memiliki apa-apa sebelum melangkah ke Istana Ling Wen. Tapi, aku mulai mengerti sejak kita memulai percakapan ini.”

Ling Wen membuat isyarat tangan sambutan, “Silakan.”

“Buktinya adalah, sekarang, kamu tidak pernah repot-repot untuk menghitung jumlah yang tepat dari jubah iblis itu.” Kata Xie Lian.

Ekspresi Ling Wen nyaris tidak berubah, namun, alisnya tampak sedikit menegang. Xie Lian melanjutkan, “Jubah iblis yang aku bawa memang kurang, tapi bukan hanya sekadar kehilangan satu jubah. Sebenarnya, aku hanya membawa delapan puluh delapan potong jubah – total ada sepuluh jubah yang hilang!”

“Setiap pakaian yang aku anggap mencurigakan sudah aku simpan dan tidak aku bawa. Kamu tidak pernah benar-benar menghitungnya, namun hanya dengan satu kali pandangan kamu bisa melihat bahwa jubah yang dikenakan Lang Ying tidak ada di sini. Jadi, aku berharap kamu berkenan mengatakannya kepadaku, bagaimana kamu tahu jika jubah itu yang hilang?”

Ling Wen mengangkat tangannya, “Tolong tunggu sebentar.”

Tanpa tergesa-gesa, dia menghitung ulang semua jubah iblis yang ada di tanah sekali lagi, dan menemukan jika jubah yang ada disana memang hanya ada delapan puluh delapan potong jubah. Mempertahankan ketenangan di dalam nada bicaranya, dia menjawab, “Aku kira kamu bisa mengatakan tidak ada yang sempurna dan akan selalu ada sesuatu yang diabaikan.”

“Sangat baik.” Xie Lian berkata, “Karena kamu sudah menghitungnya dengan baik kali ini dan seharusnya sudah memeriksa setiap bagian jubah-jubah itu, maka, izinkan aku memberitahumu sesuatu: apakah kamu tidak memperhatikannya? Jubah yang dikenakan Lang Ying kemarin termasuk di antara delapan puluh delapan jubah iblis itu!”

“Yang Mulia, apa yang ingin kamu katakan?” Tanya Ling Wen.

Xie Lian berjongkok dan mengeluarkan sebuah jubah dari tumpukan pakaian-pakaian itu, mengguncangnya terbuka, dan jubah yang dipegangnya adalah sebuah jubah rami berwarna putih polos. “Yang dikenakan Lang Ying kemarin adalah yang ini, bukankah jubah ini ada di sini? Kenapa kamu tidak menyadarinya saat kamu menghitungnya tadi?”

“Yang Mulia juga harus tahu bahwa tidak ada yang istimewa tentang jubah rami ini, jadi kamu tidak bisa menyalahkanku karena tidak mengenalinya hanya dengan satu kali pandangan.” Jawab Ling Wen.

“Benar-benar tidak ada artinya untuk menulis tentang rumah.” Kata Xie Lian. “Lalu, kamu, Ling Wen ZhenJun yang sangat kompeten dan dapat diandalkan, seorang pekerja keras dan berhati-hati, mengapa sebelumnya kamu mengatakan dengan terburu-buru jika jubah yang tidak mencolok ini hilang dan tidak ada disini ketika kamu bahkan belum sepenuhnya menghitungnya?”

Senyum Ling Wen sama sekali tidak goyah mendengar ucapan Xie Lian, “Ada terlalu banyak jubah disini, mataku berkaca-kaca; jubah-jubah ini ditumpuk tinggi seperti gunung, aku kewalahan.”

“Matamu tidak berkaca-kaca, justru sebaliknya.” Xie Lian berkata, “Matamu terlalu tajam. Biarkan aku memberi tahumu tentang hal kedua: aku sebenarnya tidak membawa jubah yang dikenakan Lang Ying kemarin. Yang ada di tanganku saat ini adalah jubah yang lain yang aku tiru berdasarkan jubah itu – tapi, aku sangat berhati-hati dengan detail dalam replika ini, jadi bagaimana kamu bisa tahu hanya dengan satu pandangan bahwa jubah yang asli yang dikenakan Lang Ying tidak ada di sini?”

Ling Wen tampak bingung, “Palsu atau tidak, mungkin aku tidak melihatnya. Yang Mulia, apakah kamu mungkin selalu bekerja terlalu keras dalam kasus-kasus yang kamu hadapi dan apakah kamu selalu terlalu banyak berpikir seperti ini? Mengapa kamu menggunakan semua upaya yang kamu miliki dan bahkan membuat replika?”

Xie Lian mengangkat jubah rami putih itu dan berkata lembut, “… jubah rami Ini adalah jubah yang aku ambil secara acak dari tumpukan-tumpukan ini. Mengenai ‘replika berdasarkan yang aslinya’ atau ‘berhati-hati dengan detail’, itu semua adalah omong kosong yang aku buat. Seperti yang kamu katakan, mengapa aku harus membuang waktuku hanya untuk membuat replikanya? Kamu telah ditipu. Yang ini bahkan tidak sama warnanya dengan jubah yang dikenakan Lang Ying kemarin, tapi aku mempertanyakan padamu dan memegangnya di depanmu, dan bahkan kamu tidak pernah sekalipun menganggapnya aneh?”

“…”

Xie Lian menatap Ling Wen dengan penuh perhatian, “Ling Wen, saat ini, aku hanya ingin kamu menjawab pertanyaan yang sangat sederhana: apa warna jubah yang dikenakan Lang Ying kemarin?”

Ling Wen tidak segera berbicara, dia hanya mengangkat bulu matanya perlahan.

Jubah rami putih itu jatuh ke tanah ketika Xie Lian berkata, “Dewa sastra dalam bidang kesusastraan nomor satu yang terhormat, ribuan gulungan yang merinci masalah yang diterima Pengadilan Tinggi semuanya melewati tanganmu, jadi ingatanmu seharusnya tidak seburuk ini. Kenapa kamu bahkan tidak bisa mengingat warna jubah yang dikenakan Lang Ying kemarin?”

“Kamu tidak bisa menjawabnya, karena kamu mencoba melindungi dirimu sendiri dari tipu daya potensialku; kamu tidak bisa menjawab dengan mudah, karena kamu tidak pernah tahu warna dari jubah itu di tempat pertama. Karena kemarin, apa yang kamu lihat pada Lang Ying hanyalah karung kain compang-camping tanpa kepala dan tanpa lengan!”

Dia mengucapkan setiap kata dengan hati-hati, “Brokat Abadi mengambil ribuan bentuk, tapi itu tidak lebih dari sebuah mantra ilusi. Namun, tidak peduli seberapa kuat mantra ilusi itu, mantra itu akan selalu tidak efektif untuk satu individu — orang yang menciptakannya!

“Tidak peduli apa bentuknya, di mata penciptanya, jubah itu akan selalu menjadi bentuk yang sebenarnya. Sebelumnya, kamu melihat secara sekilas ke delapan puluh delapan jubah iblis itu dan tidak melihat karung kain aneh tanpa kepala dan tanpa lengan, jadi tentu saja kamu dapat segera menentukan bahwa Brokat Abadi itu tidak ada di tumpukan ini!”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments