Penerjemah: Jeffery Liu


Itu adalah Wanita Setengah Riasan!

Wanita Setengah Riasan adalah monster vulgar yang dibentuk oleh kecemburuan seorang wanita yang lebih tua terhadap para gadis-gadis muda. Mereka tidak dapat menerima penuaan yang dialami mereka sendiri dan bersikeras bahwa mengkonsumsi darah dan daging gadis-gadis muda dapat mengembalikan masa muda mereka. Mereka menikmati berbicara dalam suara bernada tinggi, memalsukan suara mereka menjadi suara seorang gadis muda untuk berbicara. Namun, seperti yang mereka katakan, ‘mata adalah jendela bagi jiwa’; usia tua adalah sesuatu yang tidak bisa mereka sembunyikan tidak peduli seberapa keras mereka berusaha untuk menyembunyikannya, dan sementara semakin banyak darah dan daging yang mereka konsumsi, bagian bawah dari wajah mereka akan menjadi semakin muda, namu bagian atas wajah mereka dimana terdapat sepasang mata, akan terlihat lebih tua, dan kontras wajah akan menjadi lebih mencolok. Meski begitu, mereka masih dengan keras kepala menolak untuk melihat kesalahan dari cara yang mereka lakukan.

Xie Lian muncul dari bak mandi dan tubuhnya masih meneteskan air, menginjakkan satu kakinya di tepi tong air, siap untuk melompat dan menjatuhkan monster itu, namun sebelum dia melakukannya, Quan Yi Zhen yang seolah-olah telah kembali dari kematiannya, melonjak naik dan memukul monster itu. Wanita Setengah Riasan itu benar-benar terlalu lemah, dia dipukul ke tanah dan mengeluarkan suara tangisan, meratap, “AMPUNI AKU!”

Tidak terburu-buru, Xie Lian meraih jubah kultivasinya dan dengan santai mengenakannya pada dirinya sendiri, “Jadi kamu yang sudah mencuri Brokat Abadi?”

Wanita Setengah Riasan itu langsung berteriak, “Bukan aku, bukan aku! Aku tidak akan berani mendobrak masuk ke dalam Kuil Bela Diri Besar hanya untuk mencurinya!”

Benar juga, jika dia memikirkannya. Tipe-tipe seperti seorang iblis vulgar benar-benar tidak memiliki nyali untuk menerobos ke dalam Kuil Bela Diri Besar dengan begitu gegabah; mereka pasti akan hancur berkeping-keping ketika dengan ceroboh masih mencoba menyusup. Selain itu, Wanita Setengah Riasan ini mungkin tidak memiliki hubungan dengan Brokat Abadi, dan dengan tampilannya yang kasar, usia arwahnya mungkin masih sekitar delapan puluh sekian sedangkan Brokat Abadi dikatakan sudah berusia ratusan tahun.

“Lalu dari mana kamu mendapatkan jubah brokat ini?” Xie Lian bertanya.

Wanita Setengah Riasan itu mengambil cadarnya dan menutupi bagian atas wajahnya lagi, suaranya kembali menggunakan nada tinggi seperti sebelumnya, “Un … untuk menjawab daozhang! Aku … aku mengambilnya dari Kota Hantu …”

“…”

Apakah itu benar? Mengambilnya dari Kota Hantu???

Xie Lian terdiam selama beberapa saat, lalu dia bertanya, “Lalu siapa yang menjual jubah brokat ini kepadamu?”

Wanita Setengah Riasan itu menjawab dengan cemas, “Daozhang! Aku mohon, tolong lepaskan aku! Aku juga tidak tahu. Ini tidak seperti urusan yang terjadi di Kota Hantu selama delapan belas generasi leluhur mereka diperiksa!”

Itu juga benar. Jika memulai urusan di Kota Hantu membutuhkan delapan belas generasi keturunan dan semua itu diperiksa, keadaan tidak akan sesibuk sekarang. Hal-hal hanya bisa berkembang jika ada celah di dalamnya. Xie Lian menginterogasi iblis di depannya untuk sementara waktu tetapi tidak membuahkan hasil, dan setelah menentukan bahwa Wanita Setengah Riasan ini tidak lebih dari antek kecil, dia memanggil, “Qi Ying, mintalah salah satu pejabat surgawi milikmu datang untuk mengambil hantu wanita ini,”

Namun, Quan Yi Zhen berkata, “Tidak. Aku tidak memiliki pejabat surgawi di istanaku.”

“Tidak satu pun?” Xie Lian bertanya, “Kamu belum pernah menunjuk wakil jenderal?”

Quan Yi Zhen dengan penuh keyakinan masih setia dalam jawabannya, “Tidak satu pun.”

“…”

Jadi, ternyata dewa bela diri barat ini adalah seekor serigala tunggal dan tidak pernah menunjuk siapa pun, bahkan seseorang untuk membantu dia mengurus dan mengadministrasikan semua seluk beluk urusan yang dimilikinya. Setidaknya untuk Xie Lian, dia tidak memilikinya karena dia tidak mampu untuk membayarnya. Situasi Quan Yi Zhen mungkin hanya bisa dijelaskan oleh karakter eksentriknya. Tanpa pilihan lain, dia hanya bisa meraba-raba kendi tanah liat dan menyegel Wanita Setengah Riasan itu di dalamnya, lalu, dia mengambil jubah brokat yang ada di tangan Lang Ying. Namun ketika dia menggoyangkan jubah itu terbuka untuk memeriksanya, alisnya sedikit terjalin.

Jubah itu memang mengandung aura kejahatan, tetapi, bagaimana cara terbaik untuk menggambarkannya? Menurut pendapat Xie Lian, jenis esensi kejahatan ini terlalu dangkal, seperti, itu tidak lebih dari lapisan dasar kosmetik, dan tidak dipancarkan dari dalam jubah itu sendiri. Nyali Xie Lian memberitahunya bahwa benda ini tidak berbahaya seperti yang dikatakan oleh legenda, tapi dia tetap waspada. Saat itu, Quan Yi Zhen melihat jubah itu dan berkata, “Itu palsu.”

Xie Lian terkejut, “Bagaimana kamu tahu?”

“Jubah ini palsu,” kata Quan Yi Zhen, “Aku pernah melihat Brokat Abadi yang asli sebelumnya. Jubah itu jauh lebih kuat dari ini.”

Xie Lian kagum mendengarnya, “Kapan kamu melihatnya? Sebenarnya ada cukup banyak orang yang pernah melihat Brokat Abadi sebelumnya, tapi karena itu sulit untuk dikatakan, bagaimana kamu bisa menentukan jubah itu nyata atau palsu?”

Tapi setelahnya Quan Yi Zhen berhenti berbicara. Secara kebetulan, Ling Wen mengulurkan tangan kepadanya melalui susunan komunikasi spiritual saat itu, suaranya berdering di telinganya, “Yang Mulia, kami baru saja menerima informasi bahwa tampaknya ada hantu kecil yang membawa Brokat Abadi yang muncul sekitar dua puluh mil jauhnya dari Kuil PuQi milikmu. Sepertinya kami perlu merepotkanmu untuk melihatnya.”

“Ada yang lain? Baik.” Xie Lian menjawab. Kemudian dia melirik ke arah Quan Yi Zhen, dan tanpa suara, dia bertanya dalam array komunikasi, “Oh, omong-omong, aku memiliki hal lain yang harus dikatakan. Ling Wen, apakah Qi Ying pernah melihat Brokat Abadi sebelumnya?”

“Qi Ying?” Ling Wen berkata, “Dia tidak hanya melihatnya. lebih dari itu.”

“Apa maksudmu?” Xie Lian bertanya.

“Ini sedikit rumit.” Ling Wen menjawab, “Tapi pernahkah Yang Mulia mendengar? Dewa bela diri yang memerintah barat sebenarnya bukan Istana Qi Ying. Itu adalah Istana Yin Yu.”

Xie Lian ingat bahwa ini adalah sesuatu yang Master Angin katakan kepadanya ketika dia berganti baju di Manor Surga, dan dia tidak bisa menahan jantungnya yang terasa diremas, “Aku pernah mendengar ini sebelumnya. Kudengar, dua orang Yang Mulia yang dulunya adalah sepasang shixiong dan shidi1?”

Ternyata, sebelum Yin Yu naik, dia adalah murid kepala di sekte mereka. Suatu hari, dia melihat seorang anak jalanan yang nakal dan kurang ajar, dan dalam kelembutan hatinya, dia meminta Masternya untuk membawanya masuk. Anak kecil ini adalah Quan Yi Zhen.

Murid dari generasi yang sama, Yin Yu selalu merawat Quan Yi Zhen dengan sangat baik. Dia adalah orang pertama yang naik, dan dia bahkan menunjuk Quan Yi Zhen sebagai wakil jenderalnya. Ling Wen berkata, “Kamu sudah bertemu Qi Ying beberapa kali, jadi kamu harus tahu tentang dia. Dia sedikit … “

“Mengabaikan cara dunia berjalan? Itu hal yang baik.” Kata Xie Lian.

Ling Wen tertawa kecil, “Baik atau tidak itu tergantung pada orang dan situasinya. Beberapa orang berpikir dia meriam egois yang bebas, tidak tahu sopan santun dan tidak memberi hormat kepada orang lain. Beberapa tahun pertama ketika dia pertama kali melangkah ke Pengadilan Surgawi, jika bukan karena Yang Mulia Yin Yu yang melindunginya, dia mungkin sudah dipukuli sampai mati oleh entah berapa banyak orang.”

“Kedua yang mulia itu pasti memiliki hubungan yang sangat baik kalau begitu.” Xie Lian merenung.

“Pada awalnya memang baik,” kata Ling Wen, “Tapi yang menyedihkan adalah, setelahnya, Qi Ying sendiri juga naik.”

Keduanya naik dari barat, lalu apa yang harus dilakukan? Dengan demikian, keduanya sepakat untuk memerintah barat bersama-sama.

Sepasang shixiong dan shidi yang mengawasi wilayah kekuasaan yang sama secara bersama-sama terdengar seperti kisah yang indah, namun, pada akhirnya, sebuah gunung tidak dapat mendukung dua harimau.

Jika seseorang mengatakan bahwa kualifikasi Yin Yu sudah cukup bagi surga untuk mengirimkan Bencana Surgawi, satu dalam sejuta, maka kualifikasi Quan Yi Zhen cukup baik untuk melewati tiga Bencana Surgawi, dan bahkan mungkin tidak ada satu pun dalam satu juta yang bisa memiliki potensi ini. Pada awalnya semua itu tidak menjadi masalah, belum terlalu jelas, tetapi semakin banyak waktu berlalu, semakin besar kesenjangan keterampilan di antara keduanya terlihat. Quan Yi Zhen benar-benar asosial; bukan saja dia mengabaikan untuk membangun hubungan dengan sesama rekan surgawi, dia juga tidak pernah mencoba menyenangkan para penyembahnya. Sebaliknya, berbeda dari Yin Yu, dia tidak repot-repot mengingat nama-nama pejabat surgawi lainnya sama sekali, dan bahkan cukup berani untuk memukuli para penyembahnya, menyuruh mereka pergi dan mengucapkan kata-kata kasar kepada mereka. Dia berada di luar garis ketika mereka datang. Namun, wilayah kekuasaannya tumbuh menjadi semakin besar dan semakin besar lagi, dan para pengikutnya pun mulai meningkat. Sebagai perbandingan, Istana Yin Yu kehilangan sinarnya, dan akhirnya kegelisahan pun mulai muncul.

Pada hari ulang tahun mereka, sepasang shixiong dan shidi ini akan selalu saling memberi hadiah. Suatu tahun, pada hari ulang tahun Quan Yi Zhen, Yin Yu memberinya hadiah yang mengesankan, sebuah baju besi .

“…”

“Brokat Abadi?” Xie Lian bertanya.

“Itu benar.” Kata Ling Wen .

Brokat Abadi ini tidak hanya dapat menghisap darah dan membunuh, Brokat Abadi ini juga memiliki kemampuan jahat: siapa pun yang diberi hadiah ini akan mematuhi perintah siapa pun yang memberi hadiah. Karena kedua shixiong dan shidi ini telah mempertahankan hubungan yang baik, Quan Yi Zhen mengenakan baju besi itu tanpa berpikir dua kali. Segera setelah itu, tampaknya secara tidak disengaja, Yin Yu memainkan lelucon. Di bawah kendali Brokat Abadi yang dikenakannya, Quan Yi Zhen kehilangan akal sehatnya dan melakukan semua hal yang diperintahkan kepadanya. Jika bukan karena Jun Wu yang berhasil memperhatikan bahwa ada sesuatu yang salah dan menghentikannya tepat waktu, dia hampir memotong kepalanya sendiri dan menggiringnya seperti bola.

“Jadi, insiden ini adalah masalah besar pada saat itu, cukup menggemparkan.” Ling Wen berkata, “Untuk melakukan sesuatu seperti melukai sesama pejabat surgawi, sebagai pejabat surgawi yang terhormat, Yin Yu secara alami langsung dibuang.”

Yang berarti, pada waktu itu dua pejabat surgawi seharusnya jatuh. Namun, saat Xie Lian ingat bahwa permainan konyol yang dimainkan para penyembah Istana Qi Ying selama Perjamuan Festival Pertengahan Musim Gugur, badut yang melompat-lompat di belakang punggung Quan Yi Zhen kemungkinan besar adalah Yin Yu, namun pada saat itu, reaksi Quan Yi Zhen marah, diikuti oleh dia melompat untuk memukul para penyembahnya sendiri. “Aku pikir Qi Ying sepertinya masih sangat memikirkan Yang Mulia Yin Yu. Apakah mungkin ada kesalahpahaman dalam semua ini?”

“Siapa yang tahu.” Ling Wen berkata, “Apakah mungkin ada kesalahpahaman, orang yang dipermasalahkan telah dibuang selama bertahun-tahun sekarang, jadi siapa yang peduli?”

Xie Lian mengangguk dan hendak mengucapkan ucapan perpisahan ketika Ling Wen menambahkan, “Tunggu. Yang Mulia, masih ada lagi. Aku belum selesai mengenai masalah yang sebelumnya. Enam puluh mil dari Kuil PuQi milikmu sepertinya ada makhluk tak dikenal yang muncul dengan Brokat Abadi di tangannya.”

“… Bukankah itu agak terlalu jauh? Kenapa masih ada lagi?” Xie Lian bertanya.

“Aku belum selesai.” Ling Wen berkata, “Dengar, ada lagi: empat puluh dua mil di barat laut, lima belas mil di tenggara, dua puluh dua mil di utara …”

Setelah melaporkan dua puluh tujuh hingga delapan lokasi dalam satu napas, Ling Wen akhirnya berkata, “Ya. Itu saja untuk saat ini.”

Pada saat dia selesai melaporkan, Xie Lian telah melupakan segalanya dan merasa agak sedih, “Istanamu cukup efisien kali ini, ya. Tapi, ‘untuk sekarang’? Apakah kamu mencoba mengatakan mungkin ada lebih banyak…? Mungkinkah Kota Hantu mendistribusikan Brokat Abadi?”

“Kemungkinan besar.” Jawab Ling Wen. “Ada banyak penjual yang asal-usulnya tidak diketahui di Kota Hantu yang sering menjual barang palsu dengan kulit palsu. Begitu mereka selesai menjual barang palsu, mereka akan berganti kulit, jadi pengunjung biasanya tidak akan membeli apa pun secara acak. Meski begitu, masih ada hantu yang menganggapnya sebagai penggalian barang antik, berpikir mungkin mereka akan mendapatkan jackpot kali ini. Sekarang Brokat Abadi telah dicuri, banyak penjual kecil di dunia hantu yang menerima berita itu dan menggunakan kesempatan ini untuk menipu pembeli, mengatakan jubah apa pun yang mereka temukan adalah Brokat Abadi. Apa yang luar biasa adalah bahwa masih ada banyak hantu yang akan jatuh untuk itu, dan akan mencobanya pada orang-orang. Itu benar-benar memberi kita, pihak yang mencari informasi menerima banyak sakit kepala.”

Ini benar-benar mengacaukan pencarian mereka untuk mendapatkan Brokat Abadi yang asli; dengan begitu banyak ‘Brokat Abadi’ yang bermunculan di mana-mana, siapa yang tahu mana Brokat Abadi yang asli?

Namun, karena mereka mengambil misi itu, mereka harus menemukan cara untuk menyelesaikannya. “Kurasa, mari kita mulai dengan yang terdekat dan mencari satu per satu.” Kata Xie Lian.

Xie Lian tidak memiliki kekuatan spiritual, Quan Yi Zhen tidak tahu cara menggambar Array Pemendek Jarak, dan tak ada satu pun dari keduanya memiliki wakil jenderal. Tapi, untungnya salah satu lokasi yang Ling Wen laporkan paling dekat dengan mereka hanya berjarak lima mil jauhnya; itu adalah lokasi tempat dimana rumah tekstil yang ditinggalkan berada. Tanpa basa-basi lagi, mereka buru-buru berangkat menuju tempat itu di tengah malam.

Awalnya Xie Lian akan membuat Lang Ying tetap tinggal di Kuil PuQi, tetapi dia memaksa ikut dan menolak untuk diantar kembali. Karena perjalanan ini seharusnya tidak terlalu berbahaya dan dapat membantu menumbuhkan pengalaman bagi Lang Ying, dan berpikir dia akan mengajarkan kultivasi kepada Lang Ying, Xie Lian membawanya.

Mereka bertiga bergegas dalam perjalanan di malam hari. Tiba-tiba, di jalan di depan mereka terdengar suara-suara menyeramkan nyanyian kerja, “YI YU XI! YI YU XI!”

Mendengar lagu kerja yang cukup akrab itu, Xie Lian menghentikan langkahnya, Di balik kabut, sebuah kontur raksasa bayangan perlahan-lahan muncul bersamaan dengan keempat api hantu terkutuk yang melayang-layang di udara. Quan Yi Zhen hendak bergerak, siap untuk mengalahkannya terlebih dahulu sebelum mengajukan pertanyaan, tetapi Xie Lian menariknya kembali, “Jangan khawatir. Aku mengenal mereka.”

Benar saja, empat kerangka emas yang membawa tandu bangsawan muncul di hadapan mereka bertiga. Quan Yi Zhen belum pernah melihat hal ajaib seperti ini sebelumnya, dan matanya melebar, tampak cerah dan berkilauan. Kerangka tengkorak itu bernyanyi, “Apakah ini Yang Mulia Putra Mahkota Xian Le?”

“Benar. Apa ada yang bisa aku bantu?” Xie Lian menjawab.

Kerangka emas itu terus bernyanyi, “Tidak ada, tidak ada, hanya, kami bersaudara memiliki waktu di tangan kami dan ingin bertanya apakah Yang Mulia Putra Mahkota sedang terburu-buru, mungkin kami dapat membantu memberimu tumpangan?”

Perjalanannya tidak lama jadi Xie Lian ingin menolak, tetapi Quan Yi Zhen memotong dan berseru, “YA!” Dan sudah naik dengan antusias, sepertinya dia benar-benar ingin mencoba tandu bangsawan aneh dan mewah ini. Xie Lian tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis dan naik untuk meraihnya ketika tiba-tiba, tangga di ujung tandu bangsawan itu dengan paksa melemparkan Quan Yi Zhen darinya. Xie Lian hendak terjatuh ke belakang, tetapi dia ditahan oleh seseorang. Dia berkata tanpa berpikir, “San …” tetapi ketika dia melihat ke belakang, itu adalah Lang Ying yang telah naik tanpa disadari oleh siapa pun, dan dia memegang lengan Xie Lian dengan erat, sepasang mata hitam bertinta mengawasinya, diam dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Tengkorak-tengkorak itu dengan tergesa-gesa mengambil tandu bangsawan itu, delapan kaki mereka berputar seperti empat set roda api, berlari menjauh dengan mantap sambil berteriak, “Bergerak, bergerak! Jangan menghalangi jalan, jangan menghalangi jalan!”

Quan Yi Zhen terlempar tanpa perasaan ke tanah, tetapi dia melompat berdiri, tampaknya belum menyerah dan siap untuk melompat, tetapi kerangka itu terlalu cepat, dan dia selalu selangkah di belakang, jadi dia berakhir panas dalam pengejaran tepat di belakang mereka, tampak seperti dia benar-benar, benar-benar ingin menaiki tandu bangsawan itu untuk mencobanya. Mengawasinya mengejar dengan giat, Xie Lian, yang sedang menaiki tandu bangsawan itu, tidak bisa melakukan apapun dan merasa ini sedikit kejam, seperti dia menggertak seorang anak. Meskipun dia tahu jika tandu bangsawan ini adalah milik Hua Cheng dan dia mungkin tidak membiarkan pejabat surgawi lainnya menaikinya, tetap saja dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Um … tidak bisakah tandu ini dinaiki oleh tiga orang?”

Tengkorak-tengkorak itu bernyanyi, “Tidak bisa, tidak bisa! Tandu ini hanya bisa menampung dua orang!”

Mereka berlari seperti roda api sepanjang jalan, dan Quan Yi Zhen mengejar mereka sepanjang jalan. Begitu sampai di tempat tujuan, kerangka emas itu menjatuhkan tandu bangsawan dan menurunkan Xie Lian dan Lang Ying, lalu mengambil tandu bangsawan itu dan menghilang di depan mata semua orang. Quan Yi Zhen tidak pernah bisa menaiki kendaraan itu pada akhirnya, dan sangat kecewa, menyaksikan tandu bangsawan itu menghilang dengan tatapan penuh kerinduan. Xie Lian melangkah keluar dari tandu bangsawan dengan memegang tangan Lang Ying, dan setelahnya dia mendengar suara tangisan dan ratapan nyaring di depan mereka, dan semua suara itu datang dari Rumah Tekstil yang ditinggalkan tepat di depan mereka. Xie Lian tampak bingung. Bukankah mereka mengatakan rumah tekstil ini sudah ditinggalkan?

Mereka berjalan lebih dekat ke arah Rumah Tekstil itu dan akhirnya memperjelas suara-suara ratapan yang datang dari dalam:

“ORANG RENDAHAN INI TIDAK AKAN PERNAH BERANI MENJUAL BARANG PALSU DI WILAYAH KEKUASAAN TUAN HUA CHENGZHU LAGI!”

“KAMI BENAR-BENAR TIDAK AKAN BERANI UNTUK MELAKUKANNYA LAGI! TAPI, TOLONG BERITAHU TUAN CHENGZHU YANG BAIK JIKA AKU MENDAPATKAN BROKAT ABADI PALSU INI DARI HANTU LAIN YANG MENDISTRIBUSIKANNYA PADAKU! AKU JUGA ADALAH KORBAN!!!”

Ketiganya mendekati rumah tekstil itu dan menabrak seorang pria bertopeng iblis hitam yang baru saja muncul dari dalam, sepertinya telah menunggu lama. Dia memiringkan kepalanya sedikit dan menyapa, “Yang Mulia.”

Suara ini milik petugas hantu yang pernah membantu Xie Lian menangkap Lang Ying dan membawanya ke Manor Surga. Dan pada saat itu, Xie Lian telah melihat belenggu terkutuk di pergelangan tangannya.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. TGCF saat ini sedang mengalami pengeditan, dan beberapa bagian masih sedang dikerjakan. Pada versi awal bab yang belum diedit pada bab 42, Shi Qing Xuan memiliki omongan panjang tentang Yin Yu dan Quan Yi Zhen yang sekarang telah dipotong. Mungkin MXTX melakukannya ditujukan untuk bab ini untuk membuat alur cerita menjadi lebih berjalan lancar.

This Post Has 3 Comments

  1. whaleian

    Kasian Quan Yi Zhen

  2. Irene

    Qiying gagal naek tandu.. kasian dia

Leave a Reply