Penerjemah: Jeffery Liu


Peringatan: Beberapa adegan kekerasan.


Suara Ming Yi datang dari belakang mereka, “Apa yang baru saja kamu gumamkan seorang diri seperti itu?”

Tubuh Shi Qing Xuan menegang, “Aku … aku … aku …”

Xie Lian berniat membantunya untuk menjawab pertanyaan itu tetapi lidah dari tubuh Shi Qing Xuan menolak kendalinya. Mau bagaimana lagi; sahabatnya yang selama ini paling dipercaya ternyata adalah orang yang paling ia takuti, selalu menyembunyikan diri dan berada di sampingnya. Sekarang tidak ada orang lain di sekitarnya, siapa yang tahu apa yang akan dia lakukan; siapa yang tidak takut?

Tiba-tiba, jari-jari Ming Yi meremas dan kuku-kukunya menancap di kulit Shi Qing Xuan, rasa sakit karenanya mulai menyerang dan menyebar di bahu Shi Qing Xuan, dan dia didorong ke bawah.

Sebuah tangan putih pucat tiba-tiba melompat keluar dari sungai dan meraih leher Shi Qing Xuan.

Hantu air!

Dengan dorongan yang dilakukan oleh Ming Yi, tangan itu tidak bisa meraih tubuh Shi Qing Xuan. Kemudian, dia menghancurkan tangan itu dengan telapak tangannya, segera setelahnya suara teriakan datang dari dalam air. Makhluk itu mungkin berhasil dilenyapkan oleh ledakan itu. Shi Qing Xuan terduduk di tanah, terjatuh, dan Ming Yi menariknya ke atas, “Apakah ada yang salah dengan otakmu, mengapa kamu mencuci wajahmu sendiri dengan air dari Sarang Iblis Air Hitam?”

“…”

Shi Qing Xuan sebelumnya sudah menggunakan air sungai yang telah tercampur dengan mayat hantu air untuk menenangkan diri dan seharusnya dia merasa jijik, namun dia tidak terlalu memperhatikan detail itu. Wajah dan rambutnya masih meneteskan air, basah kuyup seperti anjing yang tenggelam, pikirannya tersesat dan dia tampak begitu sedih, dia dengan tatapan penuh kebingungan membiarkan ‘Ming Yi’ menariknya ke atas, dan dengan bingung mengikutinya.

Sejujurnya, ketika memikirkannya dengan seksama, segala sesuatu yang berkaitan dengan ‘Ming-xiong‘ ini selalu berbau keraguan.

Dia adalah seorang Master Bumi. Oleh karena itu, sebenarnya, jika melihat sebelumnya setiap Array Pemendek Jarak selama perjalanan mereka selalu ditarik dan digambar olehnya. Itu seharusnya menjadi teknik spesialisasinya, namun array yang dibuatnya sering kali mengalami masalah.

Setelah meninggalkan Kuil PuQi, mereka berempat dikirim ke kota Fu Gu karena suatu alasan yang tidak diketahui, dan masalah lain kemudian juga terjadi ketika Master Angin dan Master Air diangkut keluar dari Pulau Air Hitam. Apakah itu sejenis ruang transportasi yang telah terbuang selama bertahun-tahun yang membutuhkan perbaikan? Apakah itu adalah sesuatu yang menyebabkan masalah? Apakah pelaku yang berada di belakang layar yang melakukannya terlalu mahakuasa?

Mengapa mereka harus berpikir begitu banyak? Jawaban paling sederhana adalah selama ini Ming Yi yang telah mencampuri segalanya!

Pertama kali ketika Master Angin dibawa pergi oleh ‘Pendeta Kata-Kata Kosong’ adalah karena ‘Ming Yi’ yang kehilangan pandangan darinya; Master Angin yang sebelumnya kehilangan kekuatan spiritualnya juga pertama kali ditemukan olehnya; orang yang selalu tinggal dan berada di sisi Shi Qing Xuan dan sangat tahu ketakutannya baik di dalam maupun di luar dan sangat mengetahui tindakan yang mungkin akan diambilnya adalah dia; orang yang mengetahui kata sandi Master Angin dan dapat memerintahkan ‘Pendeta Kata-Kata Kosong’ untuk mengancam Shi Qing Xuan untuk membuka pintu dan merusak array perlindungan di Teras Anggur Mengalir juga adalah dia.

Pada saat itu, dia memecahkan plakat pendirian di Kuil Angin dan Air dengan tangannya sendiri tanpa perasaan, dan mungkin itu dilakukan karena keadaan yang memaksanya untuk bersikap demikian, atau, mungkin dia melakukannya dengan sengaja di tempat pertama.

Dia berdalih dan mengatakan alasan bahwa dia melakukan semua itu untuk secara terbuka membongkar plakat pendirian musuhnya dan musuhnya juga harus bersyukur, betapa sebuah arogansi yang begitu berani.

Dengan sedikit tindakan aneh seperti ini, bukan berarti Xie Lian tidak pernah mencurigainya, dia juga telah mencoba menyelidikinya, menanyakan tiga pertanyaan sebelumnya. Namun dia tidak pernah berpikir tentang sesuatu yang tidak dapat dibayangkan ini, sesuatu yang begitu berani seperti ini, dapat terjadi: bahwa sesosok iblis telah menyamar menjadi seorang pejabat surgawi dan selalu bersembunyi di antara mereka!

Semua tindakan yang dilakukan oleh Air Hitam Menenggelamkan Kapal selalu rendah?

Untuk bertindak di bawah identitas yang berbeda selama bertahun-tahun, tentu saja dia sangat tidak sopan.

Tanggapan yang diberikan ‘Ming Yi’ pada saat itu benar-benar tidak memiliki kekurangan apapun. Dia telah melahap Pendeta Kata-Kata Kosong dan memiliki kekuatannya, mampu memerintahnya seperti bawahannya sendiri. Seorang Raja Iblis Agung secara alami dapat mengesampingkan kekuatannya sendiri, tidak terkekang oleh batasan sifatnya yang unik. Jika dia ingin berbicara kebenaran, maka dia bisa berbicara kebenaran, jika dia berniat untuk menipu, dia bisa dengan mudah mengatakan kebohongan.

Set kerangka sebelumnya memiliki tangan dan kaki yang sangat cekatan, sesuai dengan identitas Master Bumi. Mengapa kerangka itu disembah di Manor Bawah Air? Sesuatu seperti itu harus dilakukan. Bagaimanapun, set kerangka itu adalah sisa-sisa dari seorang pejabat surgawi; jika tidak diperlakukan dengan hormat dan dimakamkan dengan ceroboh, jiwanya tidak akan beristirahat dengan tenang dan peti mati tidak akan bisa menahan jiwanya. Dengan demikian, ia hanya bisa menganggapnya sebuah formalitas agung dan menyembahnya di dalam aulanya sendiri.

Namun, apa yang membuat Xie Lian berhasil menebak identitasnya bukan hanya karena semua ini, tetapi juga sepak terjangnya.

Master Air sebelumnya bertanya mengapa kerangka itu mengalami kejernihan terminal, dan Ming Yi menjawab dengan tergesa-gesa setelahnya, mengatakan sesuatu seperti “Selama benda itu tidak menghalangi jalanku, tidak masalah siapa dia”, tetapi pada kenyataannya, yang benar-benar memprovokasi sosok Ming Yi asli bukanlah kata-kata itu, tetapi kata-kata setelahnya — “Tuan Master Bumi”! Karena, dia adalah Master Bumi yang sebenarnya!

Dan orang yang menyamar sebagai dirinya saat itu tengah berdiri tepat di depannya, dengan bersikap begitu acuh tak acuh dan sengaja menyesatkan mereka.

Terkadang, ‘Ming Yi’ juga akan melakukan hal sebaliknya dengan sengaja dan menarik mereka kembali ke jalur untuk menghindari kecurigaan. Sebagai contoh, dia sebelumnya berkata kepada Hua Cheng “Kamu benar-benar memiliki mata-mata di surga”. Namun bukankah dia sendiri adalah mata-matanya? Itulah sebabnya Hua Cheng menjawab dengan kalimat penuh ironi, “Apakah kamu tidak tahu itu?” Dimana kata-katanya lebih menyiratkan sesuatu seperti, “Mengapa kamu berpura-pura tidak mengetahuinya?”

Namun, kata ‘mata-mata’ mungkin tidak akurat. Kalimat yang lebih akurat untuk menggambarkan keduanya mungkin lebih seperti kesepakatan. Seperti, pertukaran informasi.

Kedua Raja Iblis Agung ini bekerja sama untuk saling menguntungkan, jadi ini adalah situasi yang saling menguntungkan. Air Hitam menyelinap ke Pengadilan Surgawi dan menangkap semua gerakan yang dilakukan oleh alam surga, baik itu gerakan besar maupun gerakan kecil sekalipun, dan Hua Cheng di sisi lain, mengakarkan kekuasaannya di dunia fana, memperluas jumlah penyembahnya. Selain itu, apakah mereka bekerja sama dalam masalah lain, itu tidak diketahui.

Jun Wu mengirim ‘Master Bumi’ untuk menyusup ke Kota Hantu, tindakan yang tidak berbeda dengan membanjiri Kuil dari Raja Naga1, mengirim pencuri ke sarang bandit.

Sampai sekarang, mungkin hanya ada dua kecelakaan yang muncul saat dia tengah melakukan penyamarannya. Yang pertama adalah mantra Ascending Fire Dragon.

Seorang penipu jelas tidak akan melakukan sesuatu yang sia-sia. Xie Lian lebih cenderung berpikir bahwa orang yang menggunakan mantra Ascending Fire Dragon adalah Ming Yi asli yang berhasil melarikan diri.

Untuk menyamar sebagai seseorang yang benar-benar berbeda dan menyelinap ke Pengadilan Surgawi, seseorang harus dapat memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang orang itu. Dengan demikian, tubuh sosok mereka yang ditiru harus dijaga agar tetap hidup sehingga detail kecil seperti pengalaman, keterampilan, manipulasi perangkat spiritual, dan yang lainnya dapat digali sedikit demi sedikit. Ming Yi palsu kemungkinan besar menculik dan memenjarakan Ming Yi asli tepat setelah ia melewati Bencana Surgawi, tetapi dia belum naik. Kalau tidak, jika Ming Yi asli sudah melakukan kontak dengan pejabat surgawi lainnya, akan mudah bagi penipu itu untuk ditemukan.

Itu adalah sebuah kecelakaan, jadi ketika Hua Cheng menerima berita itu, dia harus kembali untuk membantu rekannya menangani semua akibat yang ditimbulkan dari kecelakaan itu. Secara kebetulan, Xie Lian juga menerima misi dari Jun Wu setelahnya: penyelamatan Kota Hantu.

Dia tidak berpikir dengan begitu dalam pada saat itu, tetapi kini dia memikirkannya kembali, dia menyadari mungkinkah operasi itu berjalan agak terlalu lancar? Xie Lian benar-benar menyelamatkan ‘Master Bumi’ dari ruang bawah tanah Manor Surga, tetapi bagaimana ia bisa menemukan ruang bawah tanah di tempat pertama?

Bukankah itu karena dia pertama kali melihat belenggu terkutuk bawahan Hua Cheng, seseorang yang mengenakan topeng iblis, kemudian melihatnya menyelinap di dalam Manor Surga?

Sesuatu seperti belenggu terkutuk adalah tanda penghinaan, dan biasanya ketika seorang pejabat surgawi dibuang, mereka akan menyembunyikannya. Jadi mengapa pria bertopeng itu membiarkan belenggu terkutuk yang ada di pergelangan tangannya terbuka begitu saja? Dan mengapa dia menyembunyikannya setelah itu? Selain ‘kecerobohan’ itu, penjelasan lainnya dilakukan dengan sengaja untuk menarik perhatian Xie Lian, sehingga Xie Lian dapat mengikuti dan menemukan Master Bumi palsu yang saat itu tengah ‘dipenjara’. Ming Yi asli yang telah menyalakan sinyal marabahaya mungkin terbunuh setelahnya. Karena jenazahnya tidak bisa dihancurkan tetapi dagingnya tidak bisa disimpan untuk memungkinkan orang lain menemukan petunjuk identitasnya, ia dihancurkan dan diubah menjadi tulang putih.

Kecelakaan kedua adalah setelah Shi Qing Xuan ketakutan oleh Pendeta Kata-Kata Kosong, ia meminta bantuan Xie Lian.

Sudah jelas Hua Cheng tidak ingin Xie Lian terlibat dalam urusan ini, itulah sebabnya pada saat itu, Ming Yi menyatakan “Untuk datang ke sini bukanlah kehendakku”. Setelah itu ketika mereka berada di Teras Anggur Mengalir, ketika Hua Cheng pergi, kemungkinan besar dia pergi untuk bertemu dengan Ming Yi dan mempertanyakan apa yang sedang terjadi.

Xie Lian tidak memiliki kesempatan untuk menjelaskan semua ini kepada Shi Qing Xuan secara detail, tetapi Shi Qing Xuan sendiri pasti secara bertahap memikirkan setiap detailnya, tangan yang bersembunyi di balik lengan bajunya terasa gemetar.

Keduanya berjalan berdampingan, dan pikiran Xie Lian berputar; kemana Shi Wu Du pergi?

Yang pertama melewati array untuk pergi adalah Shi Wu Du, dan yang terakhir adalah ‘Ming Yi’, jadi dia seharusnya tidak bisa melompati Shi Qing Xuan untuk melakukan apa saja pada Shi Wu Du, yang berarti ada tiga kemungkinan: pertama, Shi Wu Du dikirim ke tempat lain; kedua, ada sesuatu yang menunggu di mana Shi Wu Du dikirim dan dia sudah menjadi korban; ketiga, Shi Wu Du pergi seorang diri.

Jika itu adalah kemungkinan pertama atau kedua, maka tidak ada alasan bagi Ming Yi untuk terus melakukan penyamarannya di depan Shi Qing Xuan sekarang, dan membantu mencari Shi Wu Du. Setelah berpikir sejauh ini, Xie Lian tiba-tiba mendengar ‘Ming Yi’ bertanya, “Di mana liontin emasmu?”

Shi Qing Xuan untuk sesaat tampak bingung tetapi Xie Lian segera dipenuhi dengan rasa takut. Ming Yi bertanya beberapa kali sebelum Shi Qing Xuan akhirnya menjawab, “Hah?”

‘Ming Yi’ berkata dengan kasar, “Bukankah kamu mengatakan bahwa dua liontin umur panjang emas itu ditempa oleh inti emasmu dan kakakmu, dan jika tuan dari liontin itu terluka mereka akan menangis?”

“…”

Shi Qing Xuan memberi tahu Ming Yi segalanya, jadi tentu saja dia juga tahu bagaimana alat spiritual itu bekerja. Yang berarti, dia berniat menggunakan liontin emas itu untuk menemukan Shi Wu Du!

“Tapi … tapi, lukaku sudah sembuh!” Kata Shi Qing Xuan.

“Itu mudah dipecahkan.” ‘Ming Yi’ berkata dengan dingin. Kemudian, dia mengangkat tangannya sedikit. Xie Lian khawatir, apakah dia akan memotong dan melukai Tuan Master Angin??? Dia memasang posisi bertahan akan tetapi tidak bisa menyingkirkan perasaan tegang yang menyelimuti dirinya, bagaimanapun, Ming Yi kini meremas luka di lengan Shi Qing Xuan.

Luka yang sebelumnya sudah berhenti berdarah, kini kembali terbuka. “Beri aku liontin itu, aku akan memakainya.” Dia berkata.

“…”

Melihat ini, Xie Lian benar-benar kagum atas sesuatu yang terjadi di depannya.

Jika gerakan ini tidak terdiri maupun diliputi oleh kejahatan tersembunyi dan niat membunuh, maka orang seperti dia benar-benar layak untuk dijadikan teman!

Namun, Shi Qing Xuan masih terpaku di tempat, ragu untuk bergerak. Saat dia memberikan liontin umur panjang itu, kedua liontin emas itu menangis. Jika Shi Wu Du memperhatikan, dia pasti akan datang menemukannya secara langsung. ‘Ming Yi’ mengerutkan alisnya, “Apakah kamu takut, bodoh?”

“… Tidak!” Shi Qing Xuan berkata, “Sebenarnya, ini, liontin ini, bukankah aku sudah memberitahumu? Liontin ini hanya akan berfungsi jika akulah yang memakainya.”

‘Ming Yi’ tampak ragu, “Benarkah?”

Shi Qing Xuan mencengkeram liontin umur panjang miliknya dengan erat dan menganggukkan kepalanya dengan kuat, “Itu benar!”

‘Ming Yi’ menatapnya sejenak tapi kemudian sepertinya meninggalkan ide itu. Dia melihat luka di lengannya sendiri tetapi tidak mengatakan apa-apa. Saat itu, liontin umur panjang di leher Shi Qing Xuan tiba-tiba mulai bergetar.

Ekspresi pada wajah Shi Qing Xuan langsung berubah dan ‘Ming Yi’ langsung bereaksi, menuju ke arah liontin umur panjang itu dan menunjuk tanpa jeda.

Liontin emas itu menangis, yang berarti Shi Wu Du tengah terluka. Namun ketika dia memasuki array sebelumnya dia baik-baik saja, jadi siapa yang menyakitinya?

Xie Lian bisa merasakan bahwa Shi Qing Xuan ingin pergi tetapi juga tidak. Mereka terjebak dalam ilusi di dalam Danau Air Hitam, dan tidak ada orang lain di pulau itu. Pei Ming sedang membangun kapal peti mati di luar perbatasan menunggu mereka kembali. Shi Qing Xuan kini hanyalah manusia biasa; jika Shi Wu Du tengah terluka, tak seorang pun mereka yang ada di surga atau di bumi yang dapat mengindahkan panggilan mereka. Jika mereka menyerah, bagaimana mungkin mereka bisa melarikan diri?

Setelah bergegas beberapa saat, Shi Qing Xuan berbicara, “Ming … xiong, aku pikir itu jebakan. Mungkin lebih baik kita tidak perlu pergi!”

“Jebakan apa?” Tanya ‘Ming Yi’.

Shi Qing Xuan berbohong dengan berani, “Bagaimana mungkin kakakku bisa terluka? Yang ada di sana pasti bukan dia.”

Namun, ‘Ming Yi’ memiliki lebih banyak kebohongan dan alasan daripada dia, “Kita sedang berada di wilayah Raja Iblis Agung. Tuan Master Air mungkin tidak memiliki apa yang diperlukan untuk melindungi dirinya sendiri. Tidak peduli apa itu, sebaiknya kita melihatnya terlebih dahulu.”

Shi Qing Xuan tidak bisa memikirkan alasan untuk tidak pergi, dan Xie Lian juga tidak bisa memikirkan apa-apa, jadi dia mengawasi mereka dalam diam, siap bertindak pada saat itu juga.

Mengikuti getaran yang tumbuh dari liontin umur panjang itu, keduanya berjalan lebih dekat dan lebih dekat ke target yang dituju oleh liontin itu, dan segera mereka melihat Shi Wu Du yang saat itu berbaring di tanah, tubuhnya meringkuk, memegang perutnya sendiri, tampak sangat kesakitan. Shi Qing Xuan terkejut dan berteriak, “GE!” Lalu dia bergegas berlari menuju Shi Qu Du dengan Ming Yi di belakangnya. Namun, ketika mereka mendekati Shi Wu Du, dia tiba-tiba melompat berdiri dan memeluknya, tertawa terbahak-bahak. Tubuhnya dipeluk oleh Shi Wu Du, Shi Qing Xuan sangat bingung, dan baru kemudian dia menyadari bahwa pria itu memiliki wajah yang bengkok – itu bukan Shi Wu Du! Itu hanya orang gila yang mengenakan jubah Shi Wu Du dan mengenakan liontin emas itu!

Dia belum membuka mulutnya untuk berbicara ketika Ming Yi, yang berada di sebelahnya, tiba-tiba pingsan, lubang hitam seukuran bola muncul di dadanya, menumpahkan darah segar. Sesosok putih melompat dari pohon, meraihnya dan berlari, berteriak, “LARI!”

Xie Lian melihat dari dekat dan mengawasinya, ini adalah Shi Wu Du yang asli!

GE?!” Seru Shi Qing Xuan.

Shi Wu Du menyalak dengan suara rendah, “Jangan bicara dan ikut aku! Dia tidak baik!”

Dalam sekejap Xie Lian mengerti. Ternyata, Shi Wu Du juga tidak bisa diremehkan. Saat dia berjalan keluar dari Array Pemendek Jarak dan melihat dia masih berada di Manor Bawah Air, dia sudah tahu ada sesuatu yang salah. Dia tidak berpikir hal-hal rumit seperti yang Xie Lian lakukan, dan pemikirannya jauh lebih tajam. Yang pertama dia curigai adalah Ming Yi, jadi dia bersembunyi untuk membuat dirinya tidak terlihat, menonton dari bayangan apa yang dia lakukan. Dia mungkin dikirim ke lokasi yang berbeda dengan lokasi Shi Qing Xuan, kalau tidak, dia akan membawa Shi Qing Xuan untuk bersembunyi bersamanya. Setelah menemukan Ming Yi dan Shi Qing Xuan bersama-sama, ia menyeret seorang maniak, mengenakan orang gila itu jubah luarnya dan meletakkan liontin emas di lehernya lalu memukulnya dengan sebuah ledakan, mengumpulkan perhatian Ming Yi terlebih dahulu sebelum menyergapnya. Itu adalah langkah yang agak kejam, karena tidak ada bukti kuat bahwa Ming Yi melakukan semua hal itu, namun Shi Wu Du langsung menargetkan hidupnya!

Shi Qing Xuan tidak bisa tidak melihat ke belakang, tetapi ketika dia melakukannya, dia melihat ‘Ming Yi’ yang jantungnya meledak karena ledakan sebelumnya, berbaring sebentar sebelum duduk, dengan tenang menundukkan kepalanya untuk melihat lubang berdarah di dadanya, sebelum perlahan bangkit berdiri. Xie Lian bisa merasakan darah Shi Qing Xuan menjadi dingin sampai ke jantungnya sendiri. Bahkan untuk pejabat surgawi, siapa yang bisa bergerak dengan mudah setelah dipukul seperti ini? Itu pasti sesuatu yang tidak manusiawi!

Kedua bersaudara itu berlari sebentar ketika tiba-tiba, rambut di punggung Xie Lian terasa berdiri, dan dia berteriak, “HATI-HATI!” Dia menarik Master Air, dan suara siulan yang tajam dan dingin melesat di udara. Jika bukan karena tarikan Xie Lian, Master Air pasti sudah kehilangan kepalanya.

Itu adalah makhluk tak kasat mata dari pantulan air!

Shi Wu Du mengutuk. Dia membalik kipas Master Air miliknya dan mengayunkannya; beberapa panah air yang tipis dan panjang keluar melalui gelombang di permukaan kipasnya, melingkari tubuh mereka, membentuk lingkaran pelindung. Sekarang makhluk tak kasat mata itu tidak bisa berbuat apa-apa terhadap mereka. Keduanya terus melarikan diri, Shi Qing Xuan tidak bisa melakukan apapun dan hanya tidak bisa menahan dorongannya untuk melihat ke belakang lagi. Kali ini, dia bisa merasakan tulang punggungnya merinding, “Dia … dia menyusul!”

Benar saja, ‘Ming Yi’ kini hanya sekitar dua puluh kaki di belakang mereka, berjalan maju dengan perlahan. Meskipun kelihatannya langkahnya lambat, namun dengan setiap langkah yang diambilnya, jarak antara dia dan keduanya tampak langsung tertarik lebih dekat, terlihat seperti hanya dengan beberapa langkah lagi dia bisa menyentuh keliman jubah mereka.

Shi Wu Du tidak pernah melihat ke belakang, tetapi dengan satu ayunan lagi dari kipasnya, dua puluh hingga tiga puluh panah air seperti naga yang tajam keluar dari permukaan kipasnya. Meskipun mereka terbuat dari air, namun mereka merobek udara seperti pisau baja. Dengan ayunan lain, jumlah mereka menjadi berlipat ganda. Mengayunkan kipasnya beberapa kali, ratusan panah air langsung menyerang ke arah ‘Ming Yi’, menyerangnya dari segala penjuru. Hanya dengan kesalahan satu langkah yang diambilnya, tubuhnya akan ditusuk oleh panah air itu dan menghasilkan lubang di tubuhnya. Namun, ‘Ming Yi’ menangkap panah air pertama hanya dengan tangannya yang telanjang dan menariknya seperti tali, kipas Master Air itu ditarik keluar dari tangan Shi Wu Du!

Saat kipas Master Air itu meninggalkan tangannya, panah naga air yang menari dengan begitu liar di langit langsung larut menjadi gerimis, jatuh dari atas. Shi Wu Du tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap tangannya dengan tak percaya. Selama lebih dari ratusan tahun, ini adalah pertama kalinya seseorang dapat mengambil kipas Master Air dari tangannya sendiri dengan begitu mudah. Dia tahu dia tidak bisa melarikan diri lagi dan akhirnya menoleh ke belakang. ‘Ming Yi’ tampak berjalan ke arah mereka dengan langkah mantap.

Seluruh tubuhnya sepertinya sedang mengalami transformasi yang rumit. Dengan setiap langkah yang diambilnya, dia seperti tengah mengalami sebuah perubahan. Wajah yang sudah pucat itu tampak lebih pucat, kulit putih tanpa darahnya sama seperti milik Hua Cheng, dan dahinya menjadi lebih tajam, alisnya lebih dalam, yang, tentu saja, membuatnya auranya tampak lebih muram. Pada keliman jubah hitam polosnya, diam-diam dan secara tidak mencolok menumbuhkan pola gelombang yang dijalin dengan benang tipis, menghasilkan kilauan cahaya perak yang misterius. Begitu dia berada di depan Master Angin dan Master Air, wajahnya masih hampir sama, tetapi dia sudah menjadi orang yang sama sekali berbeda.

Master Bumi itu bukanlah dewa bela diri sehingga dia tidak bagus dalam seni bela diri, kekuatan spiritualnya hanya ada di peringkat rata-rata. Namun, yang ada di depan mereka sekarang, jelas bukanlah dia.

“Siapa kamu?” Shi Wu Du menuntut dengan hati-hati.

‘Ming Yi’ sepertinya menganggap pertanyaan itu lucu dan menyipitkan matanya, “Kamu sedang berdiri di wilayahku dan kamu masih bertanya siapa aku?”

“… Iblis Air Hitam Xuan?” Shi Wu Du memberanikan diri.

‘Ming Yi’ melirik ke arah Shi Qing Xuan tapi Shi Qing Xuan tidak bereaksi sama sekali. Shi Wu Du melanjutkan, “Apakah kamu selalu menjadi Master Bumi? Atau …” Dia terdiam saat dia menebaknya. “Aku tahu.”

Namun, yang dia tahu hanyalah bahwa Iblis Xuan telah menyusup ke surga. Shi Wu Du berkata, “Kamu dan aku selalu memikirkan urusan kita sendiri; seperti air yang tidak mengganggu sungai, kita telah menguasai wilayah kekuasaan kita sendiri. Mengganggu di wilayahmu bukanlah tujuanku, jadi mengapa kita tidak mundur selangkah?”

Water Tyrant,” kata Ming Yi, “Jadi, ada kalanya kamu juga tidak berani menjadi sosok seorang tirani?”

Shi Wu Du secara alami bangga akan julukannya, dan ketika dia mendengar ini, aura ketidaksenangan melintas di wajahnya. Meskipun mereka kini tengah berada di bawah atap orang lain dan adik lelakinya ada di sisinya, dia harus menundukkan kepalanya. Tetap saja, dia tidak mau mundur, “Jika itu bukan tempat dan waktu yang salah, aku tidak akan takut padamu.”

‘Ming Yi’ mengambil langkah maju dan berkata dengan dingin, “Shi Wu Du, lihat wajahku. Apakah kamu tahu siapa aku?”

Shi Wu Du mengawasinya dengan wajah cemberut. Dia telah melihat wajah Master Bumi beberapa kali sehingga dia tidak mengerti apa yang ingin dia katakan. “Kamu ingin aku memberitahumu siapa dirimu?” Setelah terdiam beberapa saat, dia pikir dia mencoba menyiratkan identitas yang tidak dapat diungkapkan, jadi dia berkata, “Tidak masalah siapa kamu. Aku bersumpah pada nama Master Air milikku, selama kamu tidak melibatkan aku atau adikku, aku tidak akan peduli dengan apa pun yang kamu lakukan … “

Dia belum menyelesaikan kalimatnya sebelum ‘Ming Yi’ memotongnya dengan dingin, “Orang-orang mulia benar-benar pelupa. Water Tyrant, berapa banyak nama fana dan kelahiran fana yang kamu lewati saat itu untuk menemukan aku? Bahkan belum ada ratusan tahun berlalu dan kamu sudah lupa seperti apa wajahku?”

Mendengar ini, wajah Shi Wu Du mulai bergerak sedikit demi sedikit.

Ekspresinya yang tampak seperti ‘melihat hantu’ yang hanya dialami oleh seorang manusia biasa sekarang muncul di wajahnya untuk pertama kalinya. Pupil mata Shi Wu Du menyusut ke tingkat terkecil yang mereka bisa dan dia berkata, “Kamu masih hidup?!”

“Aku sudah mati!” He Xuan berkata dengan dingin.

Kemudian, dia tiba-tiba mengangkat tangannya, menekan jari-jarinya dan mengayunkan telapak tangannya ke atas. Xie Lian merasakan perasaan sakit yang tiba-tiba menerpa kepalanya, dan sepertinya Shi Qing Xuan terpengaruh oleh kekuatan spiritual He Xuan dan dia pingsan.

Jumlah waktu yang tidak diketahui berlalu sebelum akhirnya kesadaran Xie Lian perlahan kembali bersamaan dengan kesadaran Shi Qing Xuan. Sebelum matanya benar-benar terbuka dia sudah bisa merasakan sesuatu tampak menggesek pada tubuhnya berkali-kali.

Saat dia dengan lamban membuka matanya, dia menemukan bahwa sesuatu yang menggesek tubuhnya adalah beberapa kepala yang berbulu dan membusuk. Sekelompok maniak gila tampak mengelilinginya, mengawasi wajahnya dengan suara cekikikan mereka yang penuh dengan kegilaan dan merasakannya dengan tangan mereka. Xie Lian masih cukup tenang karena dia segera memutuskan bahwa ini bukan situasi yang mengancam jiwa Shi Qing Xuan; para maniak itu sedikit kotor tapi mereka bukanlah ancaman. Namun, Shi Qing Xuan tertegun dan langsung ingin mendorong mereka. Namun, ketika dia bergerak, terdengar bunyi gemerincing dan dentangan belenggu besi, dia merasakan sesuatu yang dingin di pergelangan tangan dan pergelangan kakinya, dan dia tidak bisa menggerakkan anggota badan. Dia mendongak dan ternyata dia tengah diborgol ke dinding oleh beberapa rantai besi setebal tongkat kayu, lengannya terangkat dan tergantung padanya.

Melihat lantai dan langit-langit tempat dirinya berada, dia mungkin kembali ke Manor Bawah Air. Xie Lian bisa merasakan apa yang dirasakan Shi Qing Xuan dan itu adalah rasa sakit yang membakar di kepalanya. Dia baru saja akan mengatakan, “Tuan Master Angin, tenanglah, aku akan mengajarimu cara membebaskan diri dari borgol seperti ini …” ketika tiba-tiba dia menyadari bahwa dia tidak dapat mengeluarkan satu suara pun!

Karena bingung, Xie Lian cepat-cepat memeriksa keadaan tubuhnya. Sebagian besar kekuatan spiritualnya benar-benar hilang, dan meskipun rohnya masih bisa tetap berada di tubuh Shi Qing Xuan, dia tidak bisa lagi memanipulasi tubuhnya, bahkan dia tidak bisa menyuarakan peringatan apapun. Mungkinkah kekuatan yang dipinjamnya dari Hua Cheng telah habis?

Mustahil. Dia tahu persis berapa banyak kekuatan spiritual yang diperlukan untuk melakukan Mantra Pergeseran Jiwa. Kekuatan yang dipinjamkan Hua Cheng kepadanya selalu lebih dan tidak pernah kurang. Namun, dia bisa merasakan kekuatan spiritualnya dengan cepat telah menyelinap pergi, membuatnya dipenuhi dengan kegilaan dan kecemasan yang menyerangnya. Saat itu, sebuah suara serak memanggil dari seberang, “Qing Xuan!”

Mata Shi Qing Xuan tampak suram, tetapi ketika dia dengan bingung melihat dari mana suara itu berasal, dia melihat itu adalah Shi Wu Du yang memanggilnya.

Tubuhnya tidak terbelenggu oleh belenggu besi, tetapi jubah putihnya tampak kotor dan tidak terawat. Dia berlutut di tanah, dan ketika dia melihat Shi Qing Xuan menatapnya, dia menunjukkan ekspresi senang, sepertinya segera ingin menuju tempat dimana adiknya berada tetapi tubuhnya kemudian ditendang oleh seseorang di sebelahnya, memaksanya untuk berlutut lagi. Pria itu berdiri dengan tangan mengepal di sisinya, ekspresinya tampak begitu dingin dan seram, kulitnya begitu pucat hingga membuat siapapun menggigil karenanya, dia adalah Iblis Air Hitam Xuan. Atau lebih tepatnya, He Xuan.

Di belakangnya adalah sebuah altar ilahi, dan empat guci obsidian berwarna hitam dan halus berdiri tampak dengan tenang di atasnya. Dua kipas robek terlempar ke lantai – itu adalah kipas Master Angin dan kipas Master Air.

Ayah, ibu, saudara perempuan, tunangan.

“Bersujud.” Kata He Xuan.

Mata Shi Wu Du tertuju pada Shi Qing Xuan dan dari bibirnya dia mengucapkan jawaban, “Baiklah.”

Dengan itu, dia benar-benar berlutut di depan altar dan dongdongdong, bersujud lebih dari sepuluh kali di depan empat guci itu. Kemudian, ketika dia berniat untuk bangkit, He Xuan menginjak kepalanya dan berkata dengan dingin, “Apakah aku sudah mengizinkanmu untuk bangun?”

Dia menginjak kepala Shi Wu Du ke lantai hingga hancur dan darah tampak mengalir keluar dari kepalanya. Dia menggertakkan giginya, “… belum.”

Kakak laki-laki yang dulu sangat besar kepala dan tidak pernah tunduk pada siapapun sekarang diinjak-injak oleh orang lain. Meskipun Shi Qing Xuan tahu apa yang telah dilakukannya layak mendapat pembalasan sepuluh kali lebih buruk dari ini, tetapi darah lebih tebal dari air, dan pada akhirnya ia masih tidak tahan melihatnya seperti ini. “Ge …”

Mendengar suaranya, mata dingin He Xuan menyapu pandangannya kepada Shi Qing Xuang. Bahkan jika dia tidak bisa mengangkat kepalanya, Shi Wu Du tahu bahwa suara lemah lembut itu tidak akan membawa sesuatu yang baik, dan dia segera berteriak, “KAU DIAMLAH!”

Setelah merenung sejenak, He Xuan melepaskan sepatu bot miliknya dari atas kepala Shi Wu Du. Menyadarinya, Shi Wu Du kini dipenuhi dengan rasa takut tetapi dia tidak bisa bangun, dan dia mengerang, “Qing Xuan!”

He Xuan dengan lesu mendekat. Orang-orang gila yang sebelumnya tampak takut padanya, dan mereka berlari pergi sambil merintih, meskipun mereka masih melirik ke arah Shi Qing Xuan setelahnya, seolah-olah memperhatikan sesuatu pada dirinya. Shi Qing Xuan saat itu tengah dirantai ke dinding, dan dia menyaksikan wajah yang seharusnya tidak asing baginya, tetapi sekarang orang asing itu berjalan semakin dekat dengan setiap langkah yang diambilnya.

He Xuan berjongkok di depannya, berhenti, lalu bertanya, “Apakah Pendeta Kata-Kata Kosong menakutkan?”

Nada suaranya dingin dan tenang, tetapi Shi Qing Xuan hanya menatapnya kosong, bibirnya bergetar, tidak dapat berbicara satu kata pun.

Pendeta Kata-Kata Kosong saat itu sudah sangat menakutkan, namun orang di depannya sekarang yang telah menelan Pendeta Kata-Kata Kosong sepuluh kali, seratus kali lebih menakutkan daripada mimpi buruk di masa-masa mudanya. Tapi teror ini adalah sesuatu yang seharusnya dia alami sejak awal.

“He Xuan,” Shi Wu Du berbicara, “Seorang pria harus menjawab apa yang telah dia lakukan sendiri. Itu adalah ideku sendiri untuk menggunakanmu untuk mencegah kemalangannya. Ini tidak ada hubungannya dengan adik laki-lakiku.”

He Xuan mencibir. “Tidak ada hubungannya dengan dia?”

Dia menatap Shi Qing Xuan tanpa berkedip, mengucapkan setiap kata, “Adikmu, seorang manusia biasa, manusia biasa, memperoleh kemampuan untuk naik; kemuliaan tanpa akhir dirampok dari takdir yang aku miliki, dijarah dari keilahian milikku. Dan kamu memberi tahuku bahwa ini tidak ada hubungannya dengan dia?”

Setiap kata yang dikatakannya begitu tajam seperti pisau, dan setiap pisau itu menusuk tepat di hati orang-orang yang mendengarnya. Dia sengaja mengatakan itu agar Shi Qing Xuan mendengarnya, dan meskipun Shi Qing Xuan sudah tahu segalanya, dia masih menundukkan kepalanya, merasa seperti dia tidak akan pernah bisa mengangkatnya lagi dalam hidupnya. Shi Wu Du berkata dengan tenang, “Karena… kamu selalu berada di sisinya, maka kamu harus tahu betul bahwa aku tidak menipumu. Dia bukan orang yang menyembunyikan sesuatu, dia benar-benar tidak tahu apa-apa tentang ini!”

He Xuan berseru dengan tajam, “ITULAH MENGAPA DIA PANTAS MENDAPATKAN PENGHINAAN ITU! MENGAPA DIA DIPERBOLEHKAN UNTUK TIDAK MENGETAHUI APAPUN?!”

Kepala Shi Qing Xuan tertunduk lebih rendah.

Apa haknya dia menghisap darah milik orang lain, menginjak-injak tulang orang lain untuk mencapai surga, namun tetap menjaga ketenangan pikiran, menikmati semua kemewahan seperti itu tanpa beban apapun?

He Xuan menambahkan, “Dia memang tidak tahu waktu itu, tetapi apakah dia masih begitu bodoh sekarang?”

Shi Qing Xuan mendongak dan berkata dengan suara bergetar, “Ming-xiong, aku …”

“Diam!” He Xuan berteriak.

Wajahnya nyaris dipenuhi dengan kekejaman. Ketika Shi Qing Xuan melihatnya, getaran dingin turun di tulang punggungnya, dan dia terdiam. He Xuan berbalik dan mulai berjalan mondar-mandir di aula Manor Bawah Air miliknya, menggeram, “Aku sudah memberimu kesempatan!”

Shi Qing Xuan menutup matanya, mengepalkan tangannya. Xie Lian ingat bahwa dia sangat marah. “Baiklah!” Kembali ke kota Fu Gu, dia bisa melihat adegan ‘Ming Yi’ sebelumnya menghalangi jalan Shi Qing Xuan untuk mengikuti Pei Ming pergi ke Laut Timur.

Hanya saja, setiap saat, Shi Qing Xuan selalu memilih untuk membantu Shi Wu Du.

Dia berbisik, “… Maafkan aku.”

He Xuan berhenti. Dia menuntut, “Dan apa gunanya permintaan maafmu itu?”

Deretan empat guci itu ditempatkan tepat di depan Shi Qing Xuan, seolah-olah mereka juga sedang mengejek cahaya permintaan maafnya, mengebor kesengsaraan yang merasuk lebih dalam di dalam hatinya, membakar seluruh anggota tubuhnya hingga bagian terdalam dirinya, seperti semua yang dikatakannya akan terlihat jelas. Shi Qing Xuan memohon, “… Aku tahu itu sia-sia, tapi aku …”

He Xuan berkata dengan begitu dingin, “Tapi kamu apa? Kamu sudah tahu itu sia-sia tetapi kamu masih ingin mengungkapkan ketulusan hatimu, berharap kamu bisa menggerakkan hatiku, bahwa aku akan melepaskan dendam ini dan menghilangkan dendam ini?”

Shi Qing Xuan buru-buru berkata, “TIDAK! Tidak! Itu bukanlah seperti apa yang aku maksud! Itu hanya .. Itu hanya, aku, aku, aku benar-benar minta maaf telah membuatmu menderita. Sunggu. Ming … He … Tuan Muda He. Aku tahu kakakku dan aku salah. Pada titik ini, tidak ada jalan untuk kembali, jadi …”

He Xuan mendengarkan dengan seksama, “Jadi?”

Namun pada saat ini, setiap kata yang diucapkannya selanjutnya terdengar lemah dan menyedihkan. Shi Qing Xuan berusaha keras untuk menghasilkan sesuatu tetapi dia tidak bisa mendapatkan apapun, tidak dapat melanjutkan.

He Xuan berkata dengan dingin, “Baiklah, teruslah berbicara. Kenapa kamu berhenti? Jadi, apakah kamu bersedia mati untuk dosa-dosa milikmu?”

Shi Qing Xuan terkejut. Shi Wu Du tidak bisa mendengarkannya lagi dan berteriak, “HE XUAN!!! Pelakunya adalah aku, itu adalah karena Pendeta Kata-Kata Kosong. Dosa Qing Xuan tidak pantas ditebus dengan kematian, Kamu … “

“Dan siapa yang ada di keluargaku yang telah berdosa?” He Xuan membalas, “Siapa di antara keluargaku yang pantas dihukum mati?”

Shi Wu Du tersedak. He Xuan melanjutkan, “Lanjutkan. Katakan padaku. Apakah kamu bersedia?”

“… Aku.” Shi Qing Xuan berbisik.

Mendengar ini, He Xuan mencibir. Karena Shi Qing Xuan menundukkan kepalanya, Xie Lian tidak bisa melihat ekspresinya, tetapi bahkan jika dia melihatnya, dia mungkin tidak akan bisa mengatakan apa yang dia rasakan saat ini.

Kemudian, He Xuan berjalan pergi dengan tinju yang terkepal di masing-masing tubuhnya. Kelompok orang gila itu melihatnya pergi dan kemudian mulai mengelilingi Shi Qing Xuan sekali lagi, memeluk lengan dan paha Shi Qing Xuan dan menolak untuk melepaskannya. Beberapa mulai menarik rambutnya, beberapa melingkarkan lengan mereka di lehernya, masing-masing dari mereka dipenuhi dengan kilat pandangan penuh kegilaan di mata mereka, seolah-olah mereka ingin memakannya hidup-hidup ke dalam perut mereka. Meskipun Xie Lian telah hidup di antara para tunawisma sebelumnya, dia merasakan darahnya menjadi dingin, dan dia bertanya-tanya, ‘Siapa orang-orang ini? Mengapa Iblis Xuan mengumpulkan sekelompok orang gila ini di sini?’

Namun, Shi Qing Xuan hanya terdiam dan menahan dorongan untuk mendorong dan melepaskan diri dari orang-orang gila itu, mentolerir mereka yang terus menarik dan menyeret tubuhnya, takut untuk mengeluarkan suara. He Xuan memperhatikan semua itu dengan mata dingin sejenak, lalu dia berbicara, “Apakah kamu tahu siapa orang-orang ini?”

Beberapa jari seperti tongkat membusuk mencakar wajah Shi Qing Xuan dan meraba-raba seluruh tubuhnya, tetapi dia bahkan tidak berani bernapas, jadi tentu saja dia tidak memiliki waktu untuk merenungkan siapa orang-orang itu, dan dia hanya menggelengkan kepalanya. He Xuan menjawab, “Takdir yang begitu keji. Nasib yang begitu kotor. Hidup yang lebih rendah dari binatang buas. Nasib yang bisa membuat seorang pria gila.”

“…”

Perasaan dingin yang dalam merayapi hati Xie Lian, dan dia bisa menebak sesuatu yang mungkin tengah direncanakan oleh He Xuan. Shi Wu Du juga mengerti dalam sekejap, matanya tampak melotot, “… KAU?!”

He Xuan berdiri di antara Shi Wu Du dan Shi Qing Xuan dan berkata dengan dingin, “Sekarang, aku memberimu dua pilihan.”

Dia menunjuk ke arah Shi Wu Du terlebih dahulu, “Pilihan pertama. Kamu, pilih satu dari kerumunan orang-orang ini untuk bertukar nasib dengan saudaramu. Kemudian, buat dirimu menghilang dari alam fana.”

Mata Shi Wu Du bertambah merah karena kemarahan yang ditahannya, bahunya mulai bergetar. He Xuan melanjutkan, “Karena kamu sangat menyukai mengganti nasib seseorang, kamu pasti cukup ahli dalam hal itu. Tidak perlu bagiku untuk mengajarimu.”

Jika alasan di balik langkah ini diabaikan, maka itu benar-benar berbahaya. Meskipun nasib sebenarnya milik Shi Qing Xuan tidak cukup baik untuk naik, itu masih hidup yang dipenuhi dengan kemewahan dan kedamaian. Melihat orang-orang gila itu, mereka menderita penyakit dan luka di tubuh mereka yang membusuk, didorong ke dalam kegilaan oleh kesulitan yang mereka alami. Tidak peduli bagaimana caramu melihatnya, mereka adalah orang-orang yang menderita nasib buruk dan menyedihkan. Jika Shi Qing Xuan bertukar nasib dengan salah satu dari mereka, bukankah dia akan jatuh ke dalam kondisi tragis yang sama? Itu adalah kehidupan yang bisa membuat siapapun gila, dan setelahnya ia akan menderita penderitaan dan siksaan yang tak berkesudahan.

Ujian ini, jelas Shi Wu Du telah gagal melewati Bencana Surgawinya kali ini. Dan sekarang permasalahan dengan Pendeta Kata-Kata Kosong telah dihapuskan, dia pasti akan dibuang setelahnya. Setelah dibuang ke alam fana, ia tidak akan bisa lagi memberikan nasib baik kepada Shi Qing Xuan. Seorang manusia biasa dengan kekuatannya yang dilucuti dan seorang lelaki kotor yang menderita takdir yang begitu keji, bagaimana mungkin mereka bisa terus menjalani hidup mereka?

Shi Wu Du mendengus dan menggertakkan giginya, “Dan pilihan kedua?”

He Xuan melanjutkan, “Pilihan kedua. Kamu.”

Kali ini, dia menunjuk ke arah Shi Qing Xuan.

Dia perlahan mengucapkan setiap kata yang dia rencanakan dengan begitu hati-hati. “Aku tidak akan menyentuh nasibmu. Tapi, di sini di tempat ini, potong kepala kakakmu sendiri untukku.”

CLANG! Dia melemparkan sebuah pedang berkarat ke tanah. Shi Qing Xuan menatap pedang itu, matanya melebar. He Xuan melanjutkan, “Setelahnya, jangan pernah menunjukkan dirimu di hadapanku lagi, dan aku akan berpura-pura kamu tidak pernah ada di dunia ini.”

Kebencian yang begitu dalam hingga merembes ke dalam tulangnya selama ratusan tahun akhirnya meletus pada puncaknya; siapa pun bisa melihat warna kegilaan yang membara di matanya. Siapa pun bisa melihat bahwa dia tidak hanya sekadar menggertak. Setelah hening beberapa saat, Shi Wu Du berkata, “… Aku akan mengakhiri hidupku sendiri. Biarkan aku yang melakukannya sendiri.”

“Kamu tidak berhak melakukan penawaran denganku,” kata He Xuan.

Shi Wu Du memandang Shi Qing Xuan dan bergumam dengan sedih, “Kamu meminta hidup kami …”

Namun Shi Qing Xuan, tidak seputus asa dirinya, dan berkata dengan tergesa-gesa, “GeGe! Mari, mari kita pilih pilihan pertama. Yang pertama.”

Beberapa saat kemudian, Shi Wu Du menjadi tenang. “Tidak. Aku memilih yang kedua.”

“…” Shi Qing Xuan tercengang, “Mengapa harus memiliki pilihan kedua? Tidak bisakah kita berdua tetap hidup? Ge, aku tidak bisa melakukannya, aku benar-benar tidak bisa.”

Shi Wu Du berkata dengan marah, “TENANGLAH! Apakah kamu tidak mengerti? Untuk membuatku kehilangan segalanya dan melihatmu menjadi makhluk buas seperti mereka, kamu pikir aku bisa melakukannya?! Kenapa bukan aku saja yang pergi dan mati karena kegilaan!”

Ge!” Shi Qing Xuan berseru, “Lupakan … hidup masih lebih baik daripada mati. Selain itu, sungguh, jika kamu memikirkannya kembali, kita sudah … kita sudah hidup selama ratusan tahun, sekarang saatnya untuk … saatnya untuk …” Ketika dia berbicara, dia sepertinya mengingat seberapa baik dia telah hidup beberapa ratus tahun terakhir, dan dia sangat malu hanya dengan mengingatnya, tidak melanjutkan kata-katanya.

He Xuan masih mengawasi mereka dengan dingin. Shi Wu Du akhirnya merangkak berdiri, menyambar pedang berkarat itu, dan berjalan terhuyung ke dinding. Dia meraih bahu adik laki-lakinya dan berkata, “Ayo!” Lalu dia berbisik dengan keras, “… Pergi carilah Jenderal Pei. Minta dia untuk menjagamu.”

Pedang itu sangat berat dan tertutup oleh karat; tidak akan bisa membunuh seorang pria, bahkan menggunakannya untuk membunuh seekor ayam pun akan sulit. Jika pedang ini digunakan untuk memotong kepala siapa pun, baik algojo yang melakukannya maupun target, mereka akan menderita rasa sakit. Shi Qing Xuan begitu ketakutan sehingga dia tidak bisa memegangnya dengan tangannya sendiri, menjatuhkannya beberapa kali di tanah. “Lupakan, ge, Lupakan! Bukankah kamu sudah memberitahuku? Semua orang hanya peduli pada diri mereka sendiri di dunia ini, bagaimana mungkin ada orang yang akan menjaga kita? Bukankah kita selalu saling peduli? Jangan berikan benda ini kepadaku, JANGAN PERNAH MEMBERIKANNYA KEPADAKU!”

Shi Wu Du berteriak, “QING XUAN! Jangan bersikap kekanakan!”

Lalu, dia tersenyum getir, “… Kakakmu dinamai Water Tyrant, kamu tahu ini. Setelah mendapat begitu banyak lonjakan gelombang selama bertahun-tahun, setidaknya ada seribu. Aku memiliki musuh yang menutupi langit ke bumi. Akan lebih mudah jika aku mati. Jika aku mati maka tidak ada lagi yang akan terjadi padamu. Jika aku tidak mati tetapi tidak memiliki apa-apa, maka itu benar-benar nasib yang lebih buruk daripada kematian. Jika aku bukan Dewa Air, aku tidak bisa menjagamu. Aku bahkan tidak akan bisa melindungi diriku sendiri. Aku takut kita tidak akan bertahan dua hari … AMBIL INI!”

Shi Qing Xuan benar-benar hendak menangis karena kengerian yang menyerangnya, dan dia benar-benar menangis, tangisanya tak terkendali, “TIDAK! AKU TIDAK BISA AKU TIDAK BISA AKU TIDAK BISA, GE, AKU TIDAK BISA, AKU BENAR-BENAR TIDAK BISA! JANGAN PAKSA AKU! JANGAN BERIKAN KEPADAKU!!! TOLONG, TOLONG, TOLONG!!!”

Dia mulai berteriak dengan setiap suara yang keluar dari tenggorokannya sampai suaranya benar-benar serak, menangis meminta tolong. Shi Wu Du berseru, “TIDAK APA-APA! Jangan takut, Qing Xuan, ini tidak akan menyakiti sebanyak menukar nasib atau melucuti kekuatan spiritual … “

He Xuan telah bersabar hingga titik ini, tetapi sekarang dia tiba-tiba benar-benar telah tersingkirkan. Tanpa peringatan, Shi Wu Du terlempar ke samping dan dia meludahkan mulut penuh darah, terjatuh ke tanah, tidak bisa bangun. Shi Qing Xuan berteriak dari tempatnya berada, “GE!”

He Xuan berkata dengan dingin, “Diam! Cukup dengan tampilan menjijikkan dari cinta persaudaraan kalian. Buka matamu dan lihat di mana kamu berada sekarang. Tidak ada yang akan berada di pihakmu maupun tergerak oleh hubungan kalian.”

Tanpa diduga, setelah Shi Wu Du memuntahkan seteguk darah, dia tiba-tiba melompat berdiri dan meraih leher Shi Qing Xuan. Xie Lian tertegun, merasakan napasnya berhenti, dan darah mengalir ke kepalanya. Shi Qing Xuan tersentak, “… Ge?”

Shi Wu Du menggertakkan giginya yang tertutup darah, “Qing Xuan! Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian seperti ini! Jika aku mati, tidak mungkin kamu bisa hidup di dunia ini, jadi kamu bisa ikut denganku!”

Kemudian, dia mengerahkan lebih banyak kekuatan di tangannya dan mencengkeram lebih keras. Penglihatan Shi Qing Xuan menjadi gelap, dan sebuah erangan sekarat keluar dari tenggorokannya. Xie Lian sama terkejutnya, apakah Tuan Master Air benar-benar akan mencekik Tuan Master Angin sampai mati?!

Segera setelah itu, tekanan pada tenggorokannya tiba-tiba menghilang; sejumlah besar udara segar mengalir, dan Shi Qing Xuan terbatuk tanpa henti dari tersedak, berhasil menarik napas ke dalam mulutnya. Namun, He Xuan berdiri tepat di sebelah mereka, dia merenggut dua lengan Shi Wu Du dari siku ke bawah yang saat itu meremas leher Shi Qing Xuan. Dia berkata dengan dingin, “Apakah aku memberimu pilihan ketiga?”

Dengan dua lengannya yang patah, Shi Wu Du menyemburkan darah seperti air mancur dari mulutnya, namun dia mulai tertawa terbahak-bahak. He Xuan melemparkan kedua lengan itu ke samping seolah-olah mereka adalah sampah, “Apa yang kamu tertawakan?”

Shi Wu Du melambaikan lengan panjang kosong yang berlumuran darah itu dan berkata, “Aku menertawakanmu! Aku menertawakanmu, berpikir kamu berada di atas angin! Apakah kamu pikir kamu akhirnya berhasil membalas dendam setelah bertahan selama bertahun-tahun? Apakah itu terasa menyenangkan?”

“Melihatmu hancur seperti ini, rasanya menyenangkan,” kata He Xuan.

“Apakah itu benar?” Shi Wu Du berkata, “Kalau begitu biarkan aku memberitahumu, aku juga merasa hebat!”

Dia menggunakan lengannya yang patah yang mengalirkan darah dengan begitu deras untuk menarik kerah He Xuan, “Karena aku melihatmu sekarang yang begitu dipenuhi dengan kemarahan, begitu penuh dengan penderitaan, begitu penuh dengan kebencian, namun kamu masih tidak berdaya membawa keluargamu kembali. Kamu masih tak lebih dari hantu di selokan-selokan bayang-bayang. BERUBAHLAH MENJADI GILA SEPERTI YANG KAMU INGINKAN, MEREKA SUDAH LAMA PERGI DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI! Tetapi aku, dan adikku, kami telah hidup sangat lama, dan kami telah menjadi pejabat surgawi selama ratusan tahun, jadi bahkan jika dia tidak bisa lagi menjadi pejabat surgawi, atau bahkan dia tidak bisa kembali menjalani kehidupannya, dia masih mendapat keuntungannya. AKU MASIH MERASA MEMENANGKAN INI JADI AKU MERASA BAHKAN LEBIH BAIK DARIPADA KAMU! HAHAHAHAHAHAHA …”

Semakin dia mendengarkan kata-katanya, wajah He Xuan yang pucat semakin jatuh, seolah-olah tanah yang dingin dan gersang itu telah terbakar oleh api hantu, dan tiba-tiba, suhu udara di dalam ruangan itu mulai turun dengan begitu tajam. Shi Qing Xuan sangat ketakutan sampai ke dalam hatinya dan berkata dengan suara parau dan serak yang keluar dari tenggorokannya, “… Ge, berhenti bicara. Bisakah kamu berhenti bicara. Ge, Ya Tuhan, apa yang kamu katakan? Omong kosong apa yang kamu keluarkan …”

He Xuan mengeluarkan tangannya dan mencekik leher Shi Wu Du, “KAMU TIDAK PERNAH MENYESAL!”

Shi Wu Du tertawa liar, “Menyesal? HMPH! LELUCON MACAM APA ITU! Dan untuk berpikir jika kamu adalah seorang Raja Iblis Agung, Air Hitam Menenggelamkan Kapal. KAMU INGIN BICARA DENGANKU TENTANG PENYESALAN? AKU AKAN MENGATAKANNYA KEPADAMU, AKU TIDAK PERNAH MEMILIKI HAL-HAL SEMACAM ITU!”

Shi Qing Xuan meratap dan Shi Wu Du melanjutkan kata-katanya dengan kepalanya terangkat tinggi, “SEMUA HAL YANG AKU LAKUKAN DAN DAPATKAN HINGGA HARI INI, AKU TELAH MEMPERJUANGKANNYA SEORANG DIRI. AKU AKAN MEMPERJUANGKAN SEMUA HAL YANG TIDAK AKU MILIKI. AKU AKAN MENGUBAH NASIB YANG TIDAK AKU MILIKI. NASIB DAN TAKDIR MILIKKU ADALAH AKU YANG MENENTUKAN, BUKAN SURGA!”

Ini adalah pertama kalinya Xie Lian mendengar interpretasi tentang “Hidupku adalah aku yang menentukan dan bukan surga”, dan ia terpesona karenanya. He Xuan juga tertawa terbahak-bahak, terdengar seperti matanya terbuka ke dalam sebuah dunia baru oleh keuletan Shi Wu Du yang tak tergoyahkan dalam menolak untuk mengakui kesalahannya. Ekspresinya tumbuh semakin menakutkan, dan Shi Qing Xuan merengut, “… Gege, aku mohon, aku mohon, tolong berhenti bicara, tolong tutup mulutmu. Diamlah…”

Namun, kesombongan Shi Wu Du tidak tergoyahkan oleh apapun, “Qing Xuan, gege akan pergi dulu. Aku akan menunggumu di bawah. Hahahahaha … “

Sebelum menyelesaikan kalimatnya, He Xuan meletakkan tangannya di atas kepalanya dan mencengkeram rambutnya. Jiwa Shi Qing Xuan benar-benar akan meninggalkan tubuhnya, rantai besi yang menahannya membentur dan menempel ke dinding dengan marah, “MING-XIONG! MING-XIONG! AKU MINTA MAAF, MAAFKAN AKU MAAFKAN AKU MAAFKAN AKU MAAFKAN AKU MAAFKAN AKU! KAMI BERDUA ADALAH SATU-SATUNYA YANG BERDOSA DISINI! KAMI YANG YANG SALAH. INI ADALAH KESALAHANKU! KAKAKKU HANYA MELAKUKAN SEMUA ITU KARENA AKU. KAKAKKU GILA, DIA GILA TIDAK BISAKAH KAMU MELIHATNYA! AKU … KAMU … KAMU … “

Dia ingin memohon ampunan, berdoa memohon belas kasihan, tetapi permohonannya tidak meninggalkan bibirnya, dan dia hanya bisa menggunakan matanya untuk bersujud. He Xuan memperhatikannya, dan pada saat yang singkat, dia sepertinya telah mengingat sesuatu. Dia tampak kembali tenang dan berhenti.

Melihatnya, dia merasa seperti ada seutas harapan, dan Shi Qing Xuan menghela napas lega, air mata akhirnya mengalir turun dari kedua matanya. Tetapi sebelum dia bisa berbicara, dia mendengar suara kejam He Xuan berdering, “Kamu memanggil orang yang salah.”

Kemudian, dia mengangkat tangannya dan merenggut kepala Shi Wu Du dari lehernya!

“AAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHH−!!!”

Dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya, aliran darah meletus dari ceruk leher leher Shi Wu Du, mengalir jauh ke tubuh dan wajah Shi Qing Xuan. Akhirnya, Shi Qing Xuan tidak tahan lagi, dan dia mulai berteriak seolah dia benar-benar berubah menjadi gila.

Untuk melihat mayat tanpa kepala yang berdiri tanpa kehendak untuk jatuh, orang-orang gila disana menganggapnya sangat menarik, dan mereka semua mulai panik dalam kegembiraan, berputar-putar di sekitarnya, kaki telanjang mereka meninggalkan jejak kaki berdarah di seluruh tempat itu. Mereka bertepuk tangan dan bersorak saat mereka berputar, “YO YO YO! DIA MATI DIA MATI!”

“MATI, MATI! HEHEHE!”

Shi Qing Xuan berteriak entah selama berapa lama, menjerit sampai rasanya jiwa dan rohnya telah melarikan diri, dan dia tidak bisa mengingat kapan dia berhenti. Ketika Xie Lian menyadari kesadarannya telah kembali, dia sudah duduk dengan lesu di lantai yang berlumuran darah.

He Xuan berdiri tidak jauh darinya dengan memegang kepala Shi Wu Du, masih dengan mata bulat dan lebar, menjuntai dari tangannya. Dia memandang rendah Shi Qing Xuan, mengawasinya dari atas.

Beberapa saat kemudian, He Xuan bertanya dengan jelas, “Apakah kamu memiliki hal lain yang ingin kamu katakan?”

“…”

Mata Shi Qing Xuan sudah mati, tatapannya tidak fokus ketika dia menatap deretan guci di atas altar di hadapannya dan dua kipas yang robek di tanah. Itu adalah jeda yang lama sebelum dia bergumam, “… Aku ingin mati.”

He Xuan berkata dengan dingin, “Bermimpilah.”

Kemudian, He Xuan mengulurkan tangan ke arahnya dan Shi Qing Xuan menutup matanya.

Pada saat yang sama, jiwa Xie Lian tiba-tiba ditarik keluar dan didorong ke atas!

Ketika dia jatuh kembali dan membuka matanya, dia berbaring lemas di pelukan seorang pria berpakaian merah. Dengan satu tangan yang dengan lembut membimbing rahangnya, Hua Cheng menciumnya dengan dalam. Tidak heran Xie Lian merasakan kekuatan spiritual yang digunakannya untuk melemparkan Mantra Pergantian Jiwa kini telah menghilang begitu cepat. Ternyata, Hua Cheng menggunakan cara tercepat dan paling efektif untuk menyedot semua kekuatan yang dia pinjamkan kepada Xie Lian, dan dia berhasil membawa jiwa Xie Lian kembali ke tubuhnya.


Catatan :

[ 我 命 由 我 不由 天 ] “Nasib milikku adalah aku yang menentukan dan bukan surga” – ini adalah salah satu doktrin penting dari Taoisme, pandangan mendasar tentang kematian dan takdir. Aku terlalu emosional untuk menulis tentang masalah ini,


Catatan Jeff :

Damn… I can’t stop crying. Just want to tell you guys, Shi Wu Du mungkin bukan orang yang baik … tapi dia adalah kakak yang baik.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. Yang berarti tindakan Jun Wu sia-sia.
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
whaleian
whaleian
7 months ago

༼;´༎ຶ ۝ ༎ຶ༽