Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: naza_ye


Xie Lian melanjutkan, “Aku berani mengatakan bahwa He Sheng memiliki nama lahir1 Xuan. Dan, detail kelahirannya sama persis dengan Tuanku.”

Untuk melakukan perbuatan curang dan menipu surga tidak bisa dilakukan begitu saja, dan tidak sembarang orang akan melakukannya. Ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi.

Dari tiga pertanyaan yang diajukan Pendeta Kata-Kata Kosong ketika pertama kali menangkap Shi Qing Xuan, dia dengan kuat menyimpan dua hal: pertama, nama mangsanya berisi kata ‘Xuan’; kedua, informasi kelahiran mangsanya. Namun, dia tidak mengenali wajah mangsanya dan membutuhkan Shi Qing Xuan untuk mendekati dirinya agar bisa mengenalinya. Karena keluarga Shi cepat dalam memperbaiki situasi, selain dua hal itu Pendeta Kata-Kata Kosong mungkin tidak tahu apa-apa lagi.

Dengan demikian, jika harus ada orang yang bisa menggantikan Shi Qing Xuan untuk mengambil kemalangannya, itu pasti laki-laki yang lahir pada tahun yang sama, bulan yang sama, hari yang sama, waktu yang sama, dan nama mereka harus berisi kata ‘Xuan’.

Betapa sulitnya menemukan kambing hitam seperti itu. Dunia ini luas; bahkan jika Shi Wu Du menggunakan segalanya untuk mencari tetap mungkin tidak ada satu pun. Menggunakan kekuatan dan pengaruh statusnya sebagai Master Air, dia melemparkan jaring dan benar-benar menemukan seseorang, dan dia adalah seseorang yang memiliki potensi untuk naik, akan terjadi melalui Bencana Surgawi pertamanya!

Sungguh beruntung, bagaimana dia bisa melepaskannya? Dibandingkan dengan jalan kultivasi yang sulit, ini adalah jalan pintas yang menguntungkan. Jika dia melewatkan kesempatan ini, mungkin itu tidak akan datang lagi!

Setelah berhasil mencapai titik ini, Ming Yi tampaknya juga telah menarik kesimpulan yang sama dan wajahnya semakin gelap. Shi Qing Xuan pertama-tama mengangguk, lalu tiba-tiba seperti teringat sesuatu, dia memandang ke arah Hua Cheng yang bersandar di pintu. Lagipula, hal seperti ini seharusnya tidak dibahas di depan iblis. Namun, Hua Cheng hanya tertawa kecil dengan tangan menyilang, “Tidak perlu melihat ke arahku, Tuan Master Angin. Yang harus kamu khawatirkan bukanlah diriku, aku tidak ada hubungannya dengan semua urusan ini. Kenapa kamu tidak mengkhawatirkan dirimu sendiri dengan apakah ada orang lain di Pengadilan Tinggi yang mengetahui kelemahan kakakmu ini?”

Ming Yi menuduh dengan suram, “Kamu benar-benar memiliki mata-mata di surga.”

Hua Cheng menjawab dengan malas, “Bukankah kamu sudah tahu itu?”

Tuan Master Bumi pada awalnya dikirim ke Kota Hantu untuk menyelidiki ini, tetapi tampaknya mata-mata itu ditanam dalam-dalam, dan bahkan setelah lebih dari satu dekade mereka masih belum tahu. Hua Cheng berkata bahwa seluruh urusan ini tidak ada hubungannya dengan dirinya, jadi secara alami Xie Lian mempercayainya dan tidak memikirkannya lagi. Namun, Hua Cheng juga berkata “Mengapa tidak mengkhawatirkan yang lainnya di Pengadilan Tinggi”, yang mengingatkan Xie Lian tentang hal lain, jadi dia bertanya, “Tuan Master Angin, malam itu di Teras Anggur Mengalir, mengapa kamu membuka pintu array perlindungan sendiri? Apakah seseorang memanggilmu? Siapa orang itu?”

“Ya,” Shi Qing Xuan menjawab, “Itu adalah Pendeta Kata-Kata Kosong. Dia berkata…”

Xie Lian menyilangkan tangannya ke lengan bajunya, “Bagaimana dia tahu kata sandi verbalmu?”

“…” Wajah Ming Yi berubah gelap, “Bukankah itu karena orang ini selalu berkeliling dan menambah teman, mengatakan omong kosong tanpa henti apakah orang lain memiliki waktu luang atau tidak! Dia terlalu banyak bicara!”

Shi Qing Xuan merasa sedih, “Ming-xiong kamu tidak bisa mengatakannya seperti itu. Orang-orang yang memanggilku semua adalah pejabat surgawi Pengadilan Tinggi, aku tidak pernah memberikan sesuatu yang pribadi kepada makhluk itu!”

“Karena Pendeta Kata-Kata Kosong itu telah berbohong selama bertahun-tahun, sekarang ketika dia kembali dan bahkan bisa mengungkap … rahasia Tuan Master Air … sepenuhnya, maka untuk mengetahui kata sandi Tuan Master Angin tidaklah sulit.” Xie Lian berkata, “Seseorang pasti telah membocorkan kata sandi verbalmu. Disengaja atau tidak, itu masih layak diselidiki.”

Ming Yi menambahkan, “Jadi? Apakah kamu melihat seperti apa wujudnya? Apa yang dia lakukan setelah memanggilmu keluar?”

“…” Kepala Shi Qing Xuan tampaknya mulai terasa sakit, “Aku tidak tahu seperti apa wujudnya. Dia membaca mantra, aku tidak bisa melihat dengan jelas.”

Dia tidak terlalu yakin dan dia juga tidak mengatakan apa yang dia lihat. Ming Yi menjadi sangat dingin. Xie Lian menduga itu mungkin berhubungan dengan adegan berdarah dari Api Sosial Berdarah, dan itu pasti sulit untuk dijelaskan. Beberapa saat kemudian Shi Qing Xuan menghela napas, “Akulah yang tidak berguna. Jika aku bisa naik sendiri tidak ada yang akan terjadi.”

Nasib asli Shi Qing Xuan mungkin sudah dianggap cukup baik dalam hal fana, jika tidak, Pendeta Kata-Kata Kosong tidak akan menargetkan dirinya. Namun, mungkin itu masih jauh dari kenaikan. Mereka yang bisa naik semuanya dilindungi oleh aura spiritual, dan makhluk tidak manusiawi akan mengalami kesulitan melakukan sesuatu pada mereka. Selain itu, monster dan iblis mana yang ingin mengacau dengan pejabat surgawi masa depan?

Apakah seseorang bisa naik itu tidaklah tergantung pada seberapa pintar mereka; kecerdasan dan upaya mungkin bukan masalah sama sekali, dan mengeksploitasi harta dan perangkat langka tentu tidak akan menambah peluang. Terkadang semua itu terjadi hanya begitu saja. Sepuluh tahun belajar tidak bisa dibandingkan dengan kecerdasan dan bakat alami; seratus tahun perjuangan berdarah tidak bisa dibandingkan dengan pencerahan sesaat.

Jika tidak ditulis dalam takdir maka itu tetap tidak akan terjadi. Master Air bisa menghabiskan semua yang dia miliki untuk adik laki-lakinya, tetapi tanpa nasib itu, Shi Qing Xuan paling baik akan terjebak di Pengadilan Tengah dan menjadi tidak lebih dari domba kecil terkemuka pejabat junior. Bahwa dia bisa mencapai tempat dia hari ini, untuk bersinar dengan kemuliaan yang tiada habisnya, semua itu adalah karena kakak laki-lakinya merampas sesuatu yang dimiliki orang lain dan menjaminkannya pada dirinya. Jika dia memiliki sedikit saja hati nurani, tidaklah sulit untuk dibayangkan bagaimana rasanya setelah mengetahui kebenaran itu.

Jika pertukaran itu tidak pernah terjadi, maka orang yang memiliki potensi asli untuk naik, seberapa mulianya dia hari ini?

Setelah memikirkan ini, sebuah cahaya tiba-tiba padam dalam benak Xie Lian.

“Tidak.” Dia berkata, “Tuan Master Angin, orang yang memanggilmu bukanlah Pendeta Kata-Kata Kosong.”

Shi Qing Xuan mengangkat kepalanya yang tertunduk, “Hah? Suara itu pastilah miliknya, aku tidak akan salah mengira.”

“Tidak tidak, itu memang suaranya, tapi itu tidak berarti tubuhnya masih menjadi miliknya.” Xie Lian berkata, “Semuanya, apakah kalian ingat? Mangsa yang menjadi target Pendeta Kata-kata Kosong semuanya mati karena bunuh diri. Kecuali satu orang. “

Setelah terdiam, dia melanjutkan, “Bagaimana He Sheng mati? Bagaimana kematiannya digambarkan dalam Api Sosial Berdarah? Apakah Ia mati karena bunuh diri?”

Mata Shi Qing Xuan melebar, “Itu bukan bunuh diri. Itu adalah…”

“Kelelahan.” Kata Ming Yi.

“Benar!” Xie Lian berseru, “Meskipun ia dirasuki kemalangan, sampai akhir hayat He Sheng tidak pernah berpikir untuk bunuh diri.”

Dia berkata dengan sedih, “Pikirkan tentang itu. Pria ini memiliki tekad yang luar biasa kuat. Telah menemui begitu banyak ketidakadilan, jika itu adalah orang kebanyakan, dia sudah lama akan menyerah dan mengakhiri semuanya. Namun dia selalu melawan; dia tidak pernah mundur karena hal apa pun. Aku pikir mungkin setelah Pendeta Kata-Kata Kosong menemukannya, dia tidak pernah berhasil menyedot apa yang diinginkannya—ketakutan. Penyebab kematiannya bukanlah bunuh diri karena takut dan putus asa. Faktanya, setelah Pendeta Kata-Kata Kosong menempel padanya, dia mungkin tidak memakan buah yang baik, tetapi malah piring baja dan mematahkan giginya, kekalahan pada akhirnya.”

Mendengarkannya, Shi Qing Xuan menggelengkan kepala dan mendesah dengan sungguh-sungguh, “… Aku benar-benar bukan apa-apa dibandingkan pria ini.”

Xie Lian melanjutkan, “Dia mati dipenuhi niat membunuh dan kebencian. Aku tidak berpikir jiwa yang terpukul bertubi-tubi seperti itu akan beristirahat dengan tenang. Jika tidak beristirahat dengan tenang, maka dia akan haus akan balas dendam.”

“Jadi, Tuan Master Angin, aku yakin ‘Pendeta Kata-Kata Kosong’ yang saat ini mengejarmu tidak mungkin sama dengan yang mencarimu saat kau lahir. Justru, itu adalah He Sheng yang dengan gigih melawan sampai akhir dan balik menggigit Pendeta Kata-Kata Kosong. Atau lebih tepatnya, He Xuan!”

Shi Qing Xuan dan Ming Yi keduanya tertegun dengan pernyataannya. Hua Cheng menambahkan dengan pelan, “Iblis melahap iblis.”

Ketika manusia memakan manusia, paling-paling perutnya akan kenyang. Ketika iblis melahap iblis, dengan metode yang benar, mereka bisa menyerap kekuatan dan kemampuan iblis lain dan menggunakannya sebagai milik mereka.

“Ini juga menjelaskan mengapa ‘Pendeta Kata-Kata Kosong’ tahu begitu banyak detail mengenai semua peristiwa ini.” Xie Lian berkata, “Monster semacam itu begitu membosankan dan eksentrik, seharusnya dia tidak begitu pintar. Namun, yang sekarang kembali untuk mengejar kalian berdua adalah…”

Dia ingin menggunakan ‘peranakan’ tetapi rasanya tidak akurat. Saat itu, Hua Cheng menyampaikan, “Keberadaan yang ditingkatkan.”

“Benar.” Xie Lian berkata, “Setelah He Sheng menelan Pendeta Kata-Kata Kosong, pikirannya berada dalam kendali penuh. Dia yang sekarang tidak hanya memiliki kemampuan untuk mengutuk, dia juga sangat pintar. Dan, dia memiliki kebencian tidak berdasar terhadap kalian berdua.”

Jadi, meskipun sudah tahu kata sandi verbal Shi Qing Xuan, dia tidak melempar kutukan kematian melalui susunan komunikasi spiritual pribadi di awal. Justru, dia mengencangkan jerat secara bertahap, memaksa Shi Qing Xuan untuk menyumbat telinganya sendiri, menutup matanya sendiri, mengunci dirinya sendiri di ruangan kosong. Seperti kucing yang menangkap tikus, ia tidak akan langsung membunuh, dan akan bermain-main sampai tikus itu membunuh dirinya sendiri karena teror.

Sesaat kemudian, Ming Yi berkata, “Sekarang sampai sini, rencana apa yang akan kamu lakukan?”

Semua orang melihat ke arah Shi Qing Xuan. Shi Qing Xuan sudah mengacak-acak rambutnya sendiri dari semua garukan tak sadar dan menjawab dengan heran, “… Yah jangan lihat aku??? AKU … AKU JUGA TIDAK TAHU APA YANG HARUS AKU LAKUKAN!!! Aku hanya… aku hanya tidak tahu bagaimana cara memandang kakakku sekarang…”

Bagaimanapun juga, itu adalah saudara kandungnya, dan kejahatan keji ini, yang membahayakan nyawa orang lain, dilakukan untuknya, jadi dapat dimengerti jika dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk saat ini. Shi Qing Xuan menambahkan, “Tapi, aku harus memohon agar semua orang di sini benar-benar menjaga rahasia ini! Hanya untuk sekarang. Beri aku sedikit waktu untuk berpikir… apa yang harus kulakukan. Meskipun aku sudah memikirkannya selama berhari-hari sampai sekarang, tetapi aku tidak pernah berpikir, pokoknya, aku hanya perlu waktu untuk tenang, dan merenung…” sampai akhir ia mengoceh dan matanya tidak fokus.

Shi Wu Du terus mengatakan dia akan “mengobati penyakit Shi Qing Xuan”, tetapi penyakit apa yang ada untuk diobati? Kecuali jika itu adalah jatuh dari rahmat ilahi dan berubah kembali menjadi manusia. ‘Penyakitnya’ hanya bisa disembuhkan jika nasibnya diubah lagi dan dia naik sekali lagi. Meskipun akan sulit untuk menemukan kandidat yang memenuhi syarat, tetapi siapa yang tahu mantra jahat apa yang akan dimunculkan Shi Wu Du? Tidak heran Shi Qing Xuan merengek tentang menjadi manusia dan meninggalkan keilahiannya, ingin sekali melarikan diri.

Adapun gulungan mengenai Pendeta Kata-Kata Kosong yang penuh dengan kesalahan, tidak diragukan lagi itu dibuat untuk menyesatkan Shi Qing Xuan, memastikan dia tidak mengetahui kebenarannya. Siapa yang tahu apakah itu disatukan oleh Shi Wu Du atau Ling Wen, tetapi pada awalnya ketika Shi Wu Du perlu menemukan kandidat yang memenuhi syarat, dia seharusnya membutuhkan bantuan Istana Ling Wen. Apakah Ling Wen sendiri benar-benar tidak tahu tentang ini? Jika ada pejabat surgawi seperti Shi Qing Xuan yang naik dengan cara ini, mungkinkah ada yang kedua, atau ketiga, atau bahkan lebih banyak pejabat surgawi yang naik dengan cara yang sama?

Jika kasusnya seperti itu maka akan jadi mengerikan. Dunia akan terbalik. Dan itu harus diobati dengan gravitasi sepenuhnya. Selain Hua Cheng yang tidak terlibat dan merasa nyaman, bersenang-senang sendiri, semua orang di pondok kecil itu semuanya muram dan malang, seolah-olah musuh besar akan turun di atas mereka. Saat itu, ada keributan di luar pondok; terdengar suara sapi yang melenguh dengan geram, dan bahkan banyak petani berteriak, “Berhenti! Berhenti!”

“Apa yang kamu rencanakan, sangat penuh dengan niat membunuh!”

Xie Lian bergerak mendekat ke pintu dan mengintip melalui celah, “Itu Jenderal Pei.”

Pei Ming baru saja dihajar oleh Quan Yi Zhen, bertarung dalam keributan, namun dia muncul dalam keadaan baik-baik saja dan tengah berdiri di luar sana. Di depannya ada lempengan batu miring yang menandai perbatasan, dan dia tampak lelah karenanya, takut untuk masuk dengan buru-buru, jadi dia tetap berdiri di sana dengan pedang di tangan. Para petani mencengkeram beliung dan sabit mereka, di wajah mereka tertulis ekspresi tidak ramah. Sapi hitam di sawah itu menghembuskan napas berat beberapa kali dari lubang hidungnya yang besar dan tiba-tiba berdiri dengan kaki belakangnya. Sesaat kemudian dia menjadi seorang pria yang besar dan mengkilat, agak tampan dengan cincin baja kecil di hidungnya. Dia tertawa, “Yah aku akan, bukankah ini Jenderal Pei. Tamu yang langka. Angin apa yang meniup Tuanku hari ini? Biar kukatakan ini lebih dulu, kami tidak ada hubungannya dengan Pei kecilmu. “

Xie Lian tahu itu. Sebelumnya ketika dia melihat sapi hitam itu di sawah, dia mengingat kesan samar. Benar saja, tempat ini adalah Gunung YuLong; Negara Master Hujan. Saat itu juga Sapi-xiong inilah yang meminjamkan Topi Master Hujan pada Xie Lian untuk menciptakan hujan. Tahun-tahun telah berlalu namun dia tetap mengesankan seperti biasa, dan masih membajak ladang dengan kekuatan jujur. Shi Qing Xuan juga meremas ke celah di pintu, berbicara kepada Xie Lian, “Sapi itu dari kerajaan Master Hujan. Dia pria yang baik.”

Pei Ming pernah menderita kekalahan di hadapan Master Hujan, jadi tentu saja dia bersikap dengan sopan dan santun saat ini, “Tentu saja tidak. Pei tidak datang untuk mencari Penguasa YuShi2. Bolehkah aku bertanya apakah Tuan Master Angin datang ke negaramu yang terhormat ini?”


Catatan Penulis MXTX:

Kawan crossdressing kita tidak bisa berubah menjadi wanita lagi, patah hati! Tolong jangan tanya mengapa Hua Hua sebagai hantu iblis bisa berkeringat di bab sebelumnya. Jika dia tidak berkeringat, alasan apa yang dia miliki agar bisa telanjang??? Selain itu, Hua Hua adalah raja iblis tingkat tinggi, jadi tentu saja dia tidak sama seperti hantu biasa. Dia tidak hanya bisa ini dan itu, dia juga bisa *beeeeep*.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. Nama Bayi atau Nama Lahir diberikan pada saat lahir dan merupakan nama panggilan; Nama Kelahiran diberikan setelah tiga bulan dan digunakan oleh keluarga dekat dan teman-teman; Nama umum diberikan selama upacara penobatan pada usia dua puluh, yang merupakan usia kedewasaan. ‘Sheng’ pada He Sheng adalah nama umum yang dikenal oleh orang lain. Karakter ‘Xuan’ sama dengan karakter SQX.
  2. [雨 師] ‘YuShi’ artinya Master Hujan. Master Hujan adalah penguasa Kerajaan YuShi, yang berarti Kerajaan Master Hujan. Tidak tahu apakah MXTX malas dengan nama ini, lol. (Tolong cintai master hujan).
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments