Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: naza_ye


Setelah didorong dengan paksa, Master Air yang terhormat itu hampir terjatuh ke tanah, perasaannya masih begitu campur aduk dan tercengang karena terkejut. Ia merasakannya sampai beberapa saat sebelum dia memanggil, “Qing Xuan, ini gege.”

Shi Qing Xuan meraung, “AKU TAHU ITU KAU!!!”

Karena dia mengenali jika yang ada di depannya adalah Shi Wu Du dan bukan delusinya semata ataupun dia yang tidak bisa mengenali orang lain, lalu mengapa dia memberikan reaksi seperti itu?

Shi Wu Du meraihnya lagi, “Semuanya baik-baik saja sekarang…” Shi Qing Xuan menampar tangan itu, “BAIK-BAIK SAJA PANTATKU! Bagaimana bisa semuanya baik-baik saja? Jangan katakan apa-apa lagi! AAH! AKU TIDAK BISA MENGATASI SEMUA INI!”

Saat kata-kata itu meninggalkan bibirnya, bukan hanya Shi Wu Du, tetapi wajah Ling Wen yang tampak masih berdiri di sampingnya dan Pei Ming yang baru saja kembali dari memberikan arahan kepada bawahannya, keduanya berubah warna.

“Qing Xuan, hentikan ini. Apa yang kamu katakan tidak berbeda dengan menampar wajah kakakmu sendiri dan menuangkan racun ke dalam hatinya.”

Biasanya ketika Shi Qing Xuan mendengar Pei Ming berbicara, dia terus berdalih beberapa kali, tetapi sekarang dia hanya memegang kepalanya dan tidak mengatakan sepatah kata pun, mengabaikannya sepenuhnya, terus bergumam seperti dirinya tengah kesurupan, “Aku tidak ingin mendengar apa pun lagi. Kalian juga berhentilah berbicara Biarkan aku menenangkan diriku sendiri. Pergilah. PERGILAH DARI TEMPAT INI!!!”

Pada akhirnya, Shi Wu Du tidak tahan lagi melihat keadaan adiknya yang seperti itu.

“OMONG KOSONG APA YANG KAMU KATAKAN?!” Dia berteriak.

Ling Wen juga menambahkan, “Tuan Master Angin, jika ada yang mengganggumu tolong beritahukan kepada kami, jadi kami tahu apa yang bisa kami lakukan untuk menyelesaikannya…”

Shi Qing Xuan meraung, marah, “APAKAH KALIAN TIDAK BISA MEMAHAMI KATA-KATA YANG KELUAR DARI MULUTKU?! PERGI DARI SINI! BISAKAH KALIAN SEMUA PERGI DARI TEMPAT INI SEKARANG JUGA!!! AAHHH!!! AAAAAAHHHHHHHH!!!!” Dia berteriak seolah-olah dia benar-benar kehilangan kewarasannya, terus menjerit dan menjerit lalu tiba-tiba dia meludahkan seteguk darah.

“Tuan Master Angin!” Xie Lian berseru.

Shi Wu Du segera meraih pergelangan tangannya untuk memeriksa denyut nadinya, tetapi setelah merasakannya, wajahnya langsung menjadi lebih menakutkan daripada iblis, seolah-olah dia akan menumpahkan darah di tempat juga.

“Tuan Master Air, apa yang salah dengan Tuan Master Angin?” Xie Lian bertanya ketika dia mengulurkan tangannya bersiap untuk memeriksanya juga, tapi Shi Wu Du menepuk tangannya dengan paksa, memelototinya dengan amarah seolah dia tidak bisa membiarkan Xie Lian untuk mencari tahu seperti apa kondisi Shi Qing Xuan saat itu. Segera setelah itu, dia menoleh ke arah adiknya, “Kamu sakit. Kamu menggila karena teror. Aku akan membawamu kembali dan merawatmu. Kamu pasti akan sembuh.”

Shi Qing Xuan menatapnya dengan saksama dan perlahan mengucapkan kata-katanya, “Aku tidak sakit. Jika aku memang sakit kamu jauh lebih mengetahuinya dari pada aku! Jangan menganggapku gila, aku sangat bersungguh-sungguh. Aku tidak pernah menjadi begitu sungguh-sungguh dalam hidupku seperti ini!”

Shi Wu Du meraihnya dan menyeretnya ke dalam kereta, berteriak, “Kamu tidak mengerti apa-apa! Jangan bicara omong kosong!”

Shi Qing Xuan meratap, “MING-XIONG! MING-XIONG SELAMATKAN AKU! YANG MULIA! SELAMATKAN AKU!”

Dia mengulurkan kedua tangannya, meraih dua orang lainnya dengan masing-masing tangan, Xie Lian dan Ming Yi, keduanya memegang tangan Shi Qing Xuan yang terulur kepada mereka. Namun, Shi Wu Du menariknya pergi dengan paksa sekali lagi, “Ayo pergi. Semuanya baik-baik saja. Gege ada di sini.”

Shi Qing Xuan masih terus berteriak, disisi lain Pei Ming dan Ling Wen pergi untuk membantu Shi Wu Du menahannya. Ming Yi berteriak, “Adikmu tidak ingin kembali bersamamu!”

Xie Lian juga berseru, “Pendeta Kata-Kata Kosong itu belum berhasil ditangani, Tuan Master Air apa yang kamu rencanakan …”

Shi Wu Du memotongnya dengan tajam, “Apa itu Pendeta Kata-Kata Kosong? Aku sama sekali tidak tahu apa yang kalian bicarakan. Dia sakit. Pikirannya sedang kacau. ITU SAJA!”

“Tapi Tuan Master Angin…” Xie Lian mencoba lagi.

Shi Wu Du mematahkan kembali kata-katanya, “Dia adalah adikku, apakah kamu pikir aku akan memperlakukannya dengan buruk? Ini adalah urusan keluarga kami sendiri, tidak perlu merepotkan orang luar! Bersediakah kedua Tuan ini tolong untuk tidak menyebarkan berita ini dan mengurus urusan kalian sendiri!” Lalu, ia mengangkat tangannya di depan Shi Qing Xuan dan menyapunya. Setelah Shi Qing Xuan kehilangan kesadaran dari sapuan telapak tangan yang dilakukan Shi Wu Du, dia dipaksa masuk ke dalam kereta emas.

Meskipun kata-katanya terdengar kasar, tetapi kata-katanya mengejutkan Xie Lian. Dia tidak salah. Lagi pula, Shi Wu Du adalah saudara lelaki yang berhak atas Shi Qing Xuan, jadi bagaimana mungkin dia bisa membahayakan Shi Qing Xuan? Selain itu, ada dua pejabat surgawi lainnya yang menemani mereka, jadi meminta Shi Qing Xuan untuk kembali bersama mereka adalah pilihan paling aman. Bagaimana mungkin orang luar bisa terus mengganggu urusannya ketika keluarganya sendiri telah muncul?

Kipas Master Angin milik Shi Qing Xuan terbelah menjadi dua masih tergeletak di tanah tanpa ada yang memperdulikannya, Ling Wen kemudian mengambilnya, berbicara kepada Xie Lian dan Ming Yi, “Yang Mulia, Tuan Master Bumi, tolong jangan tersinggung. Tuan Master Air hanya marah karena khawatir. Permasalahan ini adalah sebuah skandal pribadi yang tidak akan dipublikasikan, jadi aku sangat berharap tuanku menyimpan masalah ini untuk diri kalian sendiri. Dia pasti akan menebus kesalahannya ketika masalah ini telah berhasil diselesaikan.” Setelah beberapa kata sopan, Ling Wen kemudian juga naik ke dalam kereta dengan tergesa-gesa. Kereta emas itu naik di udara dengan suara gemuruh kemudian terbang. Hanya setelah menatap dan mengawasi bahwa aliran awan yang tepat ini menghilang secara bertahap di langit malam, kenyataan ini benar-benar menyadarkan Xie Lian bahwa Master Air benar-benar mengambil dan membawa Master Angin begitu saja. Adapun mereka, setelah berlarian begitu lama, mereka benar-benar tertinggal seperti ini, begitu saja.

Ming Yi berbalik dan hendak pergi ketika Xie Lian tersentak keluar dan berseru, “Tuan Master Bumi!”

Ming Yi menghentikan langkahnya, menoleh dan menatapnya dengan penuh arti sebelum dia berkata, “Tenanglah. Aku tidak akan mengatakan apa-apa tentang Hua Cheng.”

Xie Lian menghela napas lega dan berkata, “Terima kasih. Apakah kamu akan pergi untuk memeriksa keadaan Tuan Master Angin?”

Ming Yi mengangguk sekali dan berbalik untuk melanjutkan perjalanannya. Meskipun Xie Lian juga sangat khawatir tentang Master Angin, pejabat medis surgawi di Pengadilan Tinggi akan lebih membantu daripada dirinya. Selain itu, Shi Wu Du pasti tidak ingin ada orang luar yang menyaksikan kegilaan saudaranya, jadi ketika mengingat semua itu, sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengunjunginya. Sebenarnya, kepergian Hua Cheng yang begitu tiba-tiba sebelumnya lebih membuatnya khawatir, jadi setelah beberapa pertimbangan, Xie Lian memutuskan untuk pergi untuk mencari Hua Cheng terlebih dahulu. Setelah memutuskan hal tersebut, Xie Lian segera meninggalkan Teras Anggur Mengalir, dan dengan cepat memulai perjalanan malam itu.

Tidak dapat menggunakan Array Pemendek Jarak dan tanpa kereta kuda emas yang berkilauan, Xie Lian hanya bisa bergantung pada sepasang kakinya, berlari melalui jalur gunung. Ketika dia berlari, dia berpikir, ‘Situasi seperti apa yang mungkin dialami San Lang? Ekspresi dan nada suaranya sebelumnya membuatnya tampak seperti dia mendapatkan sesuatu yang sangat serius. Semoga aku bisa membantunya kali ini.’

Itu bahkan tidak lebih dari waktu dupa sebelum tiba-tiba, dia melihat jalan di depannya penuh dengan esensi kejahatan. Kemampuan pandangannya sangat berkurang karenanya dan membuat Xie Lian memperlambat langkahnya dan berpikir, ‘Tidak mungkin. Ada apa lagi sekarang?’

Xie Lian berdiri di sisi jalan untuk menonton dan mengamati keadaan di depannya dengan tenang. Beberapa saat kemudian, di tengah-tengah aura iblis di depan, terdengar lantunan lagu yang aneh.

“YI YU XI, YI YU XI.”1

“YI YU XI, YI YU XI.”

Di ujung jalan di depannya, bayangan hitam raksasa tiba-tiba muncul dengan samar.

Sosok itu berwarna hitam dan besar dengan beberapa bayangan yang tampak melayang di sekitar sosok itu, tetapi Xie Lian tidak tahu makhluk macam apa itu. Dia belum pernah melihat sesuatu dengan bentuk seperti itu sebelumnya, tetapi itu pasti sesuatu yang cukup besar. Tanpa sadar, dia mundur selangkah dari peringatan bahaya yang tiba-tiba dirasakannya, RuoYe yang berada di lengan kirinya siap menyerang, dan dia meletakkan tangan kanannya di gagang Fang Xin.

Segera setelahnya, sosok raksasa itu menunjukkan bentuk aslinya dari balik kabut. Kedua bola mata Xie Lian sedikit melebar. Ternyata, itu adalah sebuah Tandu Bangsawan2 yang begitu megah.

Tandu Bangsawan ini benar-benar tampak sangat luar biasa, kanopi emasnya dihiasi dengan selendang satin yang halus dan indah, dan seandainya ada seseorang yang duduk di dalamnya, mereka pasti akan tersembunyi di dalam hamparan tirai merah yang mempesona ini, memungkinkan siluet mereka yang tidak jelas ditampilkan hanya melalui imajinasi. Para portir yang membawa Tandu Bangsawan ini adalah empat kerangka emas dengan struktur tulang besar yang tidak normal, dan mereka terus melantunkan lagu “YI YU XI” “YI YU XI” saat mereka berjalan. Di sebelah setiap kerangka itu tampak mengambang pusaran kecil api hantu, tampak terus berputar-putar disana dan sepertinya digunakan untuk penerangan karena setiap kali mereka datang ke daerah yang lebih gelap, api hantu itu akan menyala lebih terang.

Pemandangan itu begitu aneh, ganji dan dipenuhi dengan aura iblis, Xie Lian tidak bisa melakukan apapun dan hanya terus mengawasinya, bertanya-tanya apakah dia mungkin bertemu dengan seorang wanita hantu yang tengah keluar untuk bertemu dengan kekasihnya untuk berkencan. Dia buru-buru mundur lebih jauh ke sisi jalan untuk memberi jalan kepada kelompok itu. Namun tanpa diduga, keempat kerangka emas yang membawa tandu itu berhenti di depannya dan masing-masing mengarahkan tengkorak mereka ke arahnya.

Tulang rahang dari salah satu kerangka emas itu berderak dan terdengar suara yang entah berasal dari mana, berbicara dengan suara bergetar, “Tuan Chengzhu3 mengirim kami untuk menerima dan menjemput Putra Mahkota Xian Le. Apakah tuanku adalah Yang Mulia?”

“…”

Tuan Chengzhu ini tidak lain adalah Hua Cheng. Xie Lian melepaskan tangannya dari gagang pedang Fang Xin dan menjawab, “Itu adalah aku.”

Krak … Krak. Tengkorak-tengkorak itu tampak bersukacita dan menurunkan Tandu Bangsawan yang dibawa mereka. “Silakan naik, kita akan segera pergi!”

Apakah empat kerangka emas ini akan membawanya untuk pergi bertemu dengan Hua Cheng? Xie Lian berkata dengan enggan, “Itu … terlalu merepotkan dan sepertinya akan menimbulkan beberapa masalah.”

“Omong kosong. Tidak ada masalah dan tidak merepotkan sama sekali, ini adalah tugas kami.”

“Yang Mulia, mohon naiklah! Tuan Chengzhu sedang menunggumu.”

Mendengarnya, Xie Lian kemudian dengan hati-hati melangkah ke peron, mengangkat tirai merah disana dan duduk di dalam tandu itu. “Terima kasih dan maaf untuk masalah yang mungkin aku timbulkan.”

Tengkorak-tengkorak emas itu sangat gembira, terus berderak dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa dipahami, setelahnya mereka kemudian mengambil Tandu Bangsawan itu dan mulai menyusuri jalan gunung.

Tandu Bangsawan itu memiliki kursi anyaman yang dijahit dengan brokat, sangat nyaman, dan Xie Lian duduk dengan tenang di atas kursi itu, merasa agak sedikit luas hanya untuk diduduki satu orang. Tandu Bangsawan yang dibawa oleh kerangka-kerangka emas ini tampaknya bergelombang dan goyah untuk beberapa saat, tetapi ketika Xie Lian sudah benar-benar duduk, perjalanannya cukup mantap. Tandu ini bergerak sangat cepat, lebih cepat daripada terbang di atas pedang, dan selain itu lagu nyanyian aneh yang sebelumnya terus dinanyikan dan dinikmati oleh kerangka-kerangka emas itu, kini tidak lagi dinyanyikan, jauh lebih hening daripada kereta emas yang mengeluarkan suara gemuruh dengan kuda-kuda yang berkilauan, dan bahkan lebih misterius.

Di masa lalu, saat Xie Lian masih menjadi seorang Putra Mahkota, dia juga selalu menaiki Tandu Bangsawan seperti ini ketika dia keluar dari istana setiap saat. Dia jauh lebih muda saat itu, dan dia duduk di pangkuan ayah atau ibunya, tandu itu dibawa oleh pelayan istana khusus dan terpilih yang akan terus bersorak dan berteriak di sekeliling tandu ketika mereka membawanya, begitu mengesankan dan menakjubkan. Setelah dirinya menjadi sedikit lebih dewasa, dia tidak lagi menikmatinya. Namun demikian, ini adalah pertama kalinya dia diangkut oleh makhluk-makhluk yang aneh seperti sesosok kerangka emas, jadi dia tetap merasa takjub.

Setelah berjalan selama beberapa saat, tiba-tiba dia merasakan sekelompok api hantu hijau di depan, gumpalan cahaya mereka tampak berkilauan yang bisa dilihat Xie Lian melalui tirai merah dari tandu yang dinaikinya, dan obrolan yang tenang datang melayang di udara, “Siapa yang ada di sana? Bukankah seharusnya kamu meninggalkan ‘sesuatu’ di belakang untuk bisa melewati tanah pemakaman ini?”

Sepertinya jalan mereka telah dihalangi oleh sekelompok hantu liar. Bayangan memakan bayangan, hantu melahap hantu, namun mereka bahkan masih berani memprovokasi Hua Cheng? Kerangka itu berderak dan tertawa, “Apa yang kamu inginkan untuk kami tinggalkan?”

Xie Lian hanya merenungkan apakah jika dia harus menunjukkan wajahnya dan berurusan dengan ini ketika dia mendengar suara-suara kecil itu berteriak, “AIYOYOYOYO MAAFKAN KAMI! Mata brengsek kami menjadi buta sampai kami tidak menyadari jika Tandu Bangsawan ini adalah milik Tuan kami, Tuan Hua Cheng! Kembalilah ke pemakaman brengsek, kembali! Tuanku silakan terus berjalan sesuai keinginanmu. Tuanku adalah seseorang yang murah hati, silakan kembali berjalan sesukamu!”

Kerangka-kerangka emas itu kemudian berkata, “Sudah terlambat, Tuan Chengzhu telah memberikan instruksi yang jelas bahwa Yang Mulia yang duduk di tandu ini tidak boleh diserang ataupun ditahan. Sekarang perjalanan Yang Mulia ini telah tertunda, mengapa kalian tidak memberi tahu kami apa yang harus dilakukan!”

Suara ratapan dan tangisan iblis mulai terdengar melolong di sekitar tempat itu. Xie Lian tidak tahan lagi dan berkata, “Um, lupakan saja. Karena kita sedang terburu-buru, lepaskan saja masalah ini.”

Kerangka itu kemudian berkata, “Karena Yang Mulia berkata begitu, maka kita akan membiarkan mereka pergi. Kalian pergi dengan mudah kali ini!”

Xie Lian menambahkan, “Namun, perlu diingat untuk jangan pernah memblokir jalan lagi di masa depan dan membahayakan para pejalan kaki.”

Hantu-hantu liar itu tampak bersukacita mendengarnya, “Tidak tidak tidak, kami bersumpah itu tidak akan pernah terjadi lagi! Terima kasih Tuanku!”

“Pergilah!” Kerangka itu berteriak.

Ketika mereka melewati hantu-hantu liar itu, Xie Lian samar-samar mendengar suara ocehan dari hantu-hantu wanita, mengobrol dengan heran, “Hei, siapa menurutmu Yang Mulia yang duduk di dalam tandu itu? Aku tidak pernah mendengar tandu bangsawan emas milik Tuan Hua membawa orang lain sebelumnya.”

“Jika itu adalah seorang wanita maka itu akan mudah ditebak. Namun itu adalah laki-laki. Sangat aneh.”

“Apa yang aneh tentang itu?” Xie Lian bertanya-tanya.

Detik berikutnya, dia mendengar hantu wanita itu berkata, “Ya. Dan di sini aku sangat yakin jika tandu emas ini pasti untuk seorang nyonya istri!”


Setelah berlarian selama berhari-hari, Xie Lian yang saat itu tengah menaiki tandu bangsawan itu merasa mengantuk. Dia menggunakan tangannya sendiri untuk menopang pipinya, tertidur. Entah sudah berapa lama waktu telah berlalu dan dia merasa langkah tandu itu sekali lagi berhenti. Dia bergumam setengah sadar, “Ada apa?”

Xie Lian berpikir jika mereka kembali bertemu hantu-hantu liar yang menghalangi jalan mereka, tetapi tepat ketika kata-kata itu keluar dari bibirnya, dia merasakan tandu bangsawan itu diturunkan dan diletakkan di atas tanah, dan dia melihat seseorang tampak mendekati tandu itu. Pria itu mengangkat tirai merah tandu dan memanggilnya dengan ringan, “Gege?”

Xie Lian menggosok kedua matanya dan memicingkan matanya untuk menatap sosok itu, memandang ke arah asal suara itu, “San Lang?”

Orang yang datang dan mendekati tandu itu tentu saja adalah Hua Cheng. Ketika dia melihat keadaan Xie Lian saat itu yang setengah tersadar, tampak masih bermata merah dan linglung, dia sedikit terkejut. Xie Lian duduk dengan perasaan malu dan berdeham, “Aku tidak sengaja tertidur.”

Segera setelahnya, Hua Cheng tersenyum dan beranjak untuk duduk di dalam tandu, “Gege kelelahan. Aku harap gege tidak akan keberatan jika aku masuk.”

Xie Lian mengangguk dan mencoba bergerak lebih ke kanan, ingin meninggalkan lebih banyak ruang untuk Hua Cheng, tetapi Hua Cheng mengulurkan tangannya dan menangkap bahu kanannya, menariknya kembali, “Tidak perlu. Sudah ada cukup ruang.”

Sejujurnya, tidak ada cukup ruang disana. Tandu Bangsawan ini penuh dengan tipu daya; terlalu besar untuk satu orang, tetapi terlalu sempit untuk dua orang, tidak cocok untuk digunakan untuk dua orang kecuali itu ketika Xie Lian masih muda, satu orang duduk di pangkuan yang lain.

“Kamu pergi tepat waktu sebelumnya. Tiga pejabat surgawi dari Pengadilan Tinggi turun sekaligus setelahnya.”

Hua Cheng bergumam , “Apakah itu Tiga Tumor? Aku sudah menduganya.”

Xie Lian tertawa menggoda, “Apakah itu alasan mengapa kamu melarikan diri?”

Hua Cheng menjawab dengan bercanda juga, “Tidak, aku pergi untuk mencari kereta. Jadi bagaimana, gege? Bukankah Kereta Iblis dari Neraka milikku jauh lebih menyenangkan daripada kereta emas para pejabat surgawi di Pengadilan Tinggi?”

“Ya, ini sangat menyenangkan!” Xie Lian tertawa, tetapi ketika dia kembali mengingat tentang kondisi mengerikan Master Angin, dia tidak bisa tertawa lagi, dan ekspresinya menjadi lebih serius. “Ngomong-ngomong, San Lang, apa yang ingin kamu sampaikan kepadaku sebelumnya?”

Secara tidak sengaja, mata mereka bertemu. Hua Cheng masih memegang bahu kanan Xie Lian dalam genggamannya, tidak pernah sekalipun melepaskannya, seolah-olah dia memang sengaja untuk terus memegangnya. Jika dilihat dari luar, hanya ada dua sosok siluet yang tumpang tindih yang bisa dilihat di balik selubung tirai tandu, meringkuk bersama, tak terpisahkan. Di balik tirai merah itu, Hua Cheng tersenyum,

Gege, ingin menikah?”

“…”

“…Hah?” Xie Lian terkejut.

Pandangan seperti itu, kata-kata seperti itu, mereka tengah berada di tempat yang sangat dekat tanpa tempat sedikitpun untuk lari. Dengan seketika, berbagai warna seolah-olah meledak di dalam pandangan Xie Lian dan pikirannya menjadi benar-benar kosong, seluruh tubuhnya terasa membeku, tubuhnya lebih kaku daripada mayat.

Melihat reaksinya, Hua Cheng menarik lengannya kembali dan mencibir, “Ini adalah lelucon. Apakah aku mengagetkan gege?”

“…”

Itu adalah momen yang baik sebelum Xie Lian tersentak mendengarnya, “…Kamu terlalu berlebihan. Bagaimana mungkin kamu bisa bercanda tentang hal seperti itu?”

Itu bukan hanya sekadar kejutan. Dia begitu terguncang hingga jantungnya hampir berhenti. Ada juga sedikit luka yang dia tidak perhatikan.

Hua Cheng tertawa, “Ini memang salahku.”

Dia menjulurkan kakinya yang panjang dan menyilangkannya, menempatkannya di depan, menggoyang-goyangkan sepatu botnya dan rantai perak disana tampak berdenting satu sama lain, mengeluarkan suara gemerincing renyah, benar-benar menggambarkan citra kenakalan dari pemuda ini. Jika Xie Lian melihat ini sebelumnya, Xie Lian akan berpikir jika pemuda ini tampak begitu menyenangkan dan menawan, tetapi sekarang karena suatu alasan, suara-suara itu begitu mengganggu ketenangannya, dan perasaan frustrasi yang tidak dapat dijelaskan memenuhi pikirannya. Setelah merasa sedikit terguncang, dia tidak bisa menahan diri untuk mengatakannya lagi di dalam hatinya, ‘Bagaimana mungkin kamu bisa bercanda tentang hal seperti itu …’

Namun, ketika dia memikirkannya kembali, tidak ada yang salah. Justru karena itu tidak berarti apa-apa sehingga bisa dijadikan lelucon.

Hua Cheng memperhatikan ekspresinya yang aneh dan segera duduk tegak, “Yang Mulia, jangan mengingatnya. Kali ini aku benar-benar salah. Aku tidak akan bercanda tentang hal semacam ini lagi.”

Melihat Hua Cheng tampak meminta maaf dengan sungguh-sungguh, Xie Lian semakin merasa tidak enak dan berpikir, ‘Apakah aku bodoh? Itu hanya lelucon dan tidak ada yang serius. Selain itu, San Lang hanya mengatakan ‘ingin menikah’, tetapi dia tidak mengatakan dengan siapa, jadi ke mana pikiranku sebenarnya? Kendalikan dirimu! Cepatlah! Sekarang juga!!!’

Dia memukul dirinya sendiri beberapa kali dalam benaknya dan menenangkan rohnya sebelum kembali tersenyum, “Tidak, tidak, mengapa kamu yang harus disalahkan? Jangan salah paham, aku hanya memikirkan Tuan Master Angin jadi aku terlihat agak serius.”

“Oh?” Hua Cheng berkata, “Karena Water Tyrant telah turun, permasalahan ini seharusnya bisa segera diurus dan diselesaikan .”

Keduanya sangat kooperatif dalam mengubah topik pembicaraan. Xie Lian mulai berpikir serius, dan menggelengkan kepalanya dengan lembut, “San Lang, apakah kamu benar-benar berpikir ini semua sudah berakhir? Entah bagaimana aku pikir ini hanya permulaan.”

Shi Qing Xuan selalu mengagumi dan menghormati kakak laki-lakinya, tetapi ketika dia lolos dari bahaya dan melihat wajah kakaknya, dia bereaksi seperti itu. Sebuah pemikiran mengerikan memasuki benaknya – mungkinkah orang yang menipu Shi Qing Xuan untuk membuka pintu adalah Shi Wu Du?

Meskipun Shi Wu Du seharusnya tengah mengurus urusannya dengan Ling Wen dan Jenderal Pei pada saat itu, tetap saja tidak akan sulit bagi pejabat surgawi yang kuat secara spiritual untuk membuat klon dan mengirim mereka untuk melaksanakan tugas yang diberikan. Dia baru saja akan memberi tahu Hua Cheng tentang kecurigaan dan asumsinya ketika Hua Cheng mengatakan sebaliknya, “Tidak. Permasalahan ini telah berakhir dan telah selesai.”

Nada suaranya terdengar begitu tegas dan Xie Lian tidak bisa untuk tidak terkejut, “San Lang?”

Hua Cheng menatapnya dengan penuh perhatian, “Gege, apakah kamu mempercayaiku?”

Xie Lian menatap matanya dan sama-sama berkata dengan tegas, “Aku percaya padamu.”

Hua Cheng kemudian berkata perlahan, “Kalau begitu, percayalah padaku. Jauhilah Master Angin, Master Air, Master Bumi, Ling Wen, dan Pei Ming. Semakin jauh semakin baik.”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. [噫 籲 嚱] “YI YU XI” hanyalah suara yang tidak berarti.
  2. [步 輦] ‘Tandu Bangsawan’ – ‘Tandu’, menurut wiki, adalah kelas kendaraan yang tidak beroda, transportasi bertenaga manusia.
  3. [城主] ‘Chengzhu ‘ berarti Tuan Walikota atau Master Kota, tetapi itu tidak cukup untuk menyebutnya demikian karena Kota Hantu lebih merupakan negara kota dan memiliki kedaulatannya sendiri, jadi belum ditemukan istilah yang cukup memuaskan yang sepenuhnya mewakili kekuatan dan status Hua Cheng. Mari untuk seterusnya kita sebut dia dengan istilah Chengzhu ini lmao. 
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments