Penerjemah: Jeffery Liu


Namun, setelahnya Shi Qing Xuan tidak membuat suara lagi.

Xie Lian merasa gelisah, “Tuan Master Angin, apa yang terjadi padamu? Apakah kamu masih disana? Apa yang terjadi? Kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa???”

Jika Shi Qing Xuan hanya dibawa pergi oleh penjelajah malam yang mengacau di Kuil Angin dan Air sebelumnya untuk mencari sedikit kesenangan, Shi Qing Xuan tidak akan hanya diam saja dan keadaan disana tidak berubah menjadi hening dengan begitu tiba-tiba, jadi mungkinkah dia sudah bertemu dengan sosok yang hendak mencelakainya? Tetapi hanya berdiam diri dan terus diselimuti perasaan bingung dan cemas tentu tidak akan ada gunanya, karena Xie Lian bahkan tidak tahu di mana Master Angin berada sekarang.

Kerumunan penjelajah malam sebelumnya akhirnya tenang dan Ming Yi berhasil mendorong dirinya sendiri keluar dari Kuil Angin dan Air. Alam surga memiliki keputusan untuk tidak pernah menggunakan kekuatan spiritual secara egois kepada seorang manusia atau muncul di hadapan mereka sesuka hati. Jika nyawa manusia telah dilukai atau diambil oleh seorang pejabat surgawi menggunakan kekuatan mereka, perbuatan itu akan dicatat dan mereka akan dihukum. Peraturan itu tentu saja menyulitkan pejabat surgawi yang taat hukum, jika tidak ada peraturan semacam itu, hanya dengan lambaian tangan seorang pejabat surgawi, orang-orang itu akan terbang seperti atap kuil ini sebelumnya. Kerumunan itu akhirnya tersentak keluar dan mulai berteriak dengan begitu liar, “ITU, ITU MUNCUL! ITU BENAR-BENAR MUNCUL!” “MONSTER ITU TELAH DATANG!” Dan kerumunan itu pada akhirnya kemudian menyebar dan membubarkan diri mereka.

“Tuan Master Bumi!” Xie Lian bertanya dengan cemas, “Kenapa kamu tidak terus memegang tangan Tuan Master Angin sebelumnya? Apakah kamu melihatnya? Kapan dia tersesat dan lepas darimu?”

“Ada sosok hantu yang menyelinap masuk dan menyergap orang-orang di kerumunan sebelumnya.” Ming Yi menjelaskan.

Tampaknya dia melihat sosok yang ganjil di dalam kerumunan sebelumnya dan membagi perhatiannya untuk menyelamatkan mereka, menyerang hantu itu tetapi berakhir dengan kehilangan seorang teman.

“Kalau begitu ayo kita berpisah dan mencarinya!” Xie Lian berkata, “Dia seharusnya tidak pergi terlalu jauh.”

Tiba-tiba, di dalam array komunikasi spiritual suara Shi Qing Xuan kembali terdengar. Dia tertawa riuh, “HAHAHAHAHAHAHAHA ….”

Tawa ini datang dengan begitu tiba-tiba dan setidaknya dia akhirnya mengeluarkan suara. Mendengarnya, Xie Lian buru-buru bertanya, “Tuan Master Angin! Apa yang terjadi denganmu sebelumnya, mengapa tiba-tiba kamu berhenti bicara? Aku pikir sesuatu telah terjadi padamu.”

“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHA BAGAIMANAMUNGKINSESUATUBISATERJADI PADA MASTERANGIN INI AKU HANYAMENCOBA UNTUKMENAKUTIKALIANSEMUA HAHAHAHA MINGXIONGKAUBRENGSEK BERANI-BERANINYA KAUTIDAK MEMEGANGTANGANKU JIKA AKU MATI AKUBENAR-BENAR AKANBERUBAH MENJADIIBLISAGUNGUNTUKDATANG DAN MENGHANTUIMUU HAHAHAHAH…”

“Hentikan tawa haha-mu itu. Katakan sesuatu yang masuk akal!” Ming Yi menuntut.

Xie Lian sudah tahu bahwa semakin Shi Qing Xuan cemas dan takut, semakin dia akan tertawa hahaha seperti itu. Selain itu, dia bahkan lupa untuk berhenti dan memberi jeda di antara kata-katanya. Xie Lian menyela, “Kamu tidak membuka mulutmu untuk berbicara, bukan? Ekspresimu tidak menunjukkan perubahan yang jelas? Apakah kamu melawan?”

“Aku tidak bicara. Ekspresiku tidak berubah. Aku tidak melawan,” kata Shi Qing Xuan.

Xie Lian mengendurkan nada bicaranya dan berkata dengan lembut, “Bagus sekali. Tuan Master Angin, dengarkan aku. Semuanya baik-baik saja, jangan takut. Pertahankan status quo-mu saat ini dan berpura-puralah jika kamu tidak melihat apa pun. Jika kamu memiliki sesuatu untuk dikatakan, katakan saja kepada kami di sini di array komunikasi secara diam-diam. Benar-benar jangan biarkan makhluk itu memperhatikan dirimu yang sudah mengetahui kebenaran mengenai identitas dirinya. Dengan perlahan sebarkan aura spiritual milikmu dan bentuk penghalang spiritual untuk melindungi tubuhmu, dengan begitu setidaknya kamu bisa memastikan jika kamu tidak akan tersandung atau jatuh ke dalam lubang. Jika ada senjata yang menyerangmu, kamu juga akan bisa merasakannya.”

Suara Shi Qing Xuan terdengar seperti tengah menangis tanpa air mata, “Oh. Lalu?”

Xie Lian melanjutkan, “Dan kemudian tarik napas panjang. Seperti itu. Lakukan beberapa kali … apakah kamu merasa sedikit lebih baik?”

Nada suaranya terdengar sangat halus dan lembut, cukup efektif untuk menghibur orang lain. Shi Qing Xuan berkata, “Mungkin sedikit. Terima kasih, Yang Mulia.”

Xie Lian kemudian mencoba menyelidiki, “Sekarang … bagaimana menurut perasaanmu jika kamu mencoba untuk membuka matamu dan melihat ketika makhluk itu menarikmu?” Apakah dia bisa bertahan?

“Aku mungkin akan mati.” Kata Shi Qing Xuan.

“…”

Tampaknya jika Shi Qing Xuan membuka matanya, terornya akan memuncak pada saat dia melihat sosok itu, dan dirinya berubah menjadi makanan yang paling lezat dan halus untuk Pendeta Kata-Kata Kosong. Setelah itu, dia mungkin akan kehilangan semua kemampuan untuk bertarung. Selain itu, jika saat dia membuka matanya dan makhluk itu juga balas menatapnya, mulut Master Angin yang terhormat mungkin mengeluarkan busa di tempat saat itu juga dan jatuh seperti bintang jatuh. Xie Lian berkata, “Kalau begitu sebaiknya tetap tutup matamu.”

“Setelah makhluk itu membawamu keluar dari Kuil Angin dan Air, ke arah mana kamu pergi?” Tanya Ming Yi.

Saat ini yang paling mereka butuhkan adalah lokasi Shi Qing Xuan. Mata Shi Qing Xuan tertutup dan tidak bisa melihat ke mana dia pergi, tetapi dia seharusnya tetap memiliki gambaran umum tentang posisinya dan menggunakan hitungan langkahnya untuk menentukan seberapa jauh dirinya pergi.

Namun, Shi Qing Xuan menjawab, “Aku tidak tahu.”

“Kamu bahkan tidak tahu hal seperti itu?!”

Shi Qing Xuan marah, “Siapa mereka yang waras yang mungkin akan mengingat hal-hal semacam itu? Dan bukankah aku pikir yang menarikku adalah kamu?!”

Di sampingnya, Hua Cheng masih hanya mengamati, dan sudah bosan sampai-sampai dia mengganti jubahnya kembali menjadi jubah berwarna merah. Lalu ia mengganti kembali menjadi jubah berwarna hitam. Lalu mengganti menjadi jubah putih. Hampir setiap kali Xie Lian melihat ke belakang, ia akan mengenakan penampilan yang berbeda, dan setiap penampilan yang dikenakannya selalu disertai dengan gaya rambut, aksesoris, dan sepatu bot yang berbeda, dan sesuatu semacam itu. Terkadang menyenangkan untuk dilihat, terkadang elegan, terkadang mematikan, terkadang begitu mewah. Xie Lian menjadi begitu pusing setelah melihat semua warna itu dan terus melihat ke belakang, tidak bisa memalingkan wajahnya sekalipun. Namun begitu dia menyadari apa yang dia lakukan, dia mengerjap dengan ganas, menghentikan dirinya dari berkata, “Pakaian itu tidak buruk” “Itu terlihat bagus”, dan sebaliknya berkata, “Berhenti, berhenti, sekarang bukan saatnya untuk berdebat. Dengan setiap kata yang kita ucapkan dan Tuan Master Angin mengambil langkah lain, dia akan semakin sulit untuk ditemukan.”

Shi Qing Xuan mengerang dengan sedih, “Aku berkata, apakah benar-benar sulit bagi kalian untuk menemukanku? Ini bahkan tidak lebih dari lima puluh hingga enam puluh langkah? Tidak mungkin lebih dari seratus, dan kami bahkan tidak bisa bergerak secepat itu!!!”

Tidak lebih dari seratus langkah? Ming Yi segera keluar, menghilang di ujung jalan. Tidak lama kemudian, ia muncul kembali secepat kilat di depan pintu masuk Kuil Angin dan Air. “Tidak ada di sana!”

Terkutuk. “Array Pemendek Jarak!” teriak Xie Lian.

Setelah semua yang telah terjadi, Pendeta Kata-Kata Kosong menggunakan kekacauan itu untuk mengambil Master Angin keluar dari Kuil Angin dan Air, makhluk itu mungkin melemparkan Array Pemendek Jarak dan mengirim keduanya ke tempat lain. Kalau tidak, jarak dalam seratus langkah seharusnya mudah ditemukan. Begitu mantra itu digunakan, siapa yang tahu ke mana mereka telah dikirim? Mencari Master Angin saat ini tidak berbeda dengan mencari jarum di tumpukan jerami!

Mereka tidak mungkin bertindak dengan begitu ceroboh dalam urusan ini, dan Xie Lian segera berkata, “Aku akan melaporkan ini ke Pengadilan Surgawi.”

Namun, Shi Qing Xuan buru-buru menghentikannya, “Tunggu! Yang Mulia, jangan pergi! Kamu berjanji kepadaku untuk menjaga rahasia ini. Bencana surgawi ketiga kakakku akan segera datang. Yang ketiga sangat besar, dia tidak bisa diganggu saat ini!”

“Terus begini, dan aku akan membuatmu menjalani persidangan sekarang.” Kata Ming Yi.

Shi Qing Xuan sangat marah, “Aku berkata tidak dan aku sungguh-sungguh dengan itu. Berapa banyak mata yang mengawasi kakakku? Makhluk ini pasti memilih waktu ini dengan sengaja, aku tidak akan membiarkannya! Tidak akan pernah! Bahkan jika aku mati dan tulang-tulangku membusuk, itu masih harus terjadi setelah kakakku menyelesaikan cobaannya sebelum aku digali!”

Sesaat kemudian Ming Yi mengalah, “Baik. Sangat bagus.”

Insting Xie Lian begitu tajam dan dia merasakan bahwa di dalam nadanya ada gelombang kemarahan tertindas, dan itu adalah emosi yang kuat yang tidak pernah muncul sebelumnya, membuat Xie Lian merasa agak gelisah. Tidak ingin masalah lain dimulai, dia memotong, “Tuan Master Angin, apakah makhluk itu masih bergerak dengan memegang tanganmu?”

“Ya.” Shi Qing Xuan menjawab, “Makhluk ini menyeret lenganku.”

“Apakah ada sesuatu yang menonjol di tubuhnya? Seperti esensi kejahatan yang aneh, atau aroma, perasaan, atau sesuatu tertentu?” Xie Lian bertanya.

“Tidak. Tidak ada apa-apa.”

“Bagaimana dengan lingkunganmu? Seperti, apakah jalan di bawah kakimu bergerigi atau mulus? Apakah kamu menginjak sesuatu atau menendang sesuatu?” Xie Lian ingin melihat apakah dia bisa menggambar garis batas umum berdasarkan lingkungan sekitarnya.

“Jalannya sangat aneh!” Shi Qing Xuan berkata, “Sangat lembut, sangat ringan, seperti awan.”

“…”

Xie Lian berpikir, ‘Lututmu mungkin lemas karena teror ….’

Dua dari lima indera Shi Qing Xuan sudah disegel; sulit untuk mengikis petunjuk apa pun darinya dan kemungkinan besar sambungan mereka akan putus dari sini. Meskipun Hua Cheng selalu berada di sebelah mereka dan menonton pertunjukan dengan santai, tetapi kedatangannya selalu hanya untuk hiburan; Pertama, dia tidak memiliki keterikatan pada Shi Qing Xuan apa pun dan sebagai entitas dari dunia hantu, dia tidak memiliki alasan untuk membantu pejabat surgawi. Kedua, Xie Lian tidak ingin mengganggunya dan memohon bantuan padanya sepanjang waktu. Karena itu, dia menenangkan diri dan berkata, “Tuan Master Angin, aku punya cara untuk membuatmu segera melepaskan diri dari makhluk itu. Tapi, aku butuh izin darimu.”

Shi Qing Xuan langsung menjawab, “Oke! Aku memberimu izin!”

Namun, Hua Cheng tiba-tiba berhenti, “Mantra Pergantian Jiwa?”

“Apa?”

Xie Lian menjawab, “Itu benar. Mantra Pergantian Jiwa!”

Mantra Pergantian Jiwa persis seperti yang ditunjukkan dari namanya, kegunaan mantra itu adalah untuk mengganti jiwa. Menggunakan mataku untuk melihat apa yang kamu lihat. Mantra ini tidak sering digunakan; pertama, mantra ini secara brutal membakar kekuatan spiritual, kedua, sangat sedikit yang mau menyerahkan kendali atas tubuh mereka sendiri kepada orang lain. Ekspresi Hua Cheng menjadi lebih serius, “Gege, lebih bijaksanalah.”

“Apa yang akan kamu lakukan jika makhluk itu menghadapmu?” Tanya Shi Qing Xuan.

“Aku tidak takut sehingga tidak masalah.” Jawab Xie Lian.

“Lakukan.” Kata Ming Yi.

Namun Hua Cheng disisi lain menekan lagi, “Gege, tolong pertimbangkan kembali.”

Tiba-tiba, Shi Qing Xuan berkata, “Sudah berhenti.”

Mendengar ini, Xie Lian berteriak dalam susunan komunikasi, “Tidak ada lagi waktu untuk ragu! Sekarang!”

Shi Qing Xuan menggertakkan giginya dan berkata, “Sekarang terserah padamu, Yang Mulia!”

“Oke!” Kata Xie Lian.

Tepat ketika kata-kata itu keluar dari mulutnya, dia menutup kedua matanya dan tubuhnya tiba-tiba merasakan cahaya seringan bulu, cahaya itu terasa seperti dia tengah melayang ke langit; tiba-tiba cahaya itu menjadi sangat berat, sampai pada titik seperti dia akan tenggelam ke dasar bumi. Gelombang pusaran mual menyerangnya sebelum indranya kembali padanya. Dia menenangkan wujudnya tetapi matanya masih tertutup. Namun, tidak ada satu suara pun yang bisa terdengar dari telinganya.

Dia merasakan tangannya tengah digenggam oleh tangan yang lain, berdiri diam.

Xie Lian membuka matanya dalam sekejap, satu tangan melepas sumbat telinga dan sosok yang lainnya berbalik, merebut perhatian Pendeta Kata-Kata Kosong. Dia tersenyum, “Hai.”

Shi Qing Xuan menutup matanya untuk waktu yang lama, dan semuanya tampak gelap gulita, jadi, saat Xie Lian membuka mata di tubuhnya, dia belum bisa menyesuaikan diri dengan kegelapan dan tidak bisa melihat apa pun. Namun, apa yang menggenggamnya sekarang menjadi sesuatu yang dia raih. RuoYe tidak ada sehingga Xie Lian memberikan mantra pengunci tangan, dan mengamankan tangan itu seperti mengamankan pukulan pencuri untuk mencegah yang lain melarikan diri menggunakan sihir.

Dalam susunan komunikasi terdengar suara Shi Qing Xuan, “Yang Mulia! Apa kamu baik baik saja? Mungkin sebaiknya jika kamu kembali dan aku akan mengambil alih diriku!!!”

Sepertinya Shi Qing Xuan juga dengan aman beralih ke tubuh milik Xie Lian. Xie Lian memegang tangannya dengan kuat pada Pendeta Kata-Kata Kosong itu, dan kakinya melonjak, menendangnya lebih dari tiga puluh kali, “Aku baik – baik saja!” Karena jiwa mereka baru saja beralih, perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Begitu dia terbiasa, gerakannya akan menjadi lebih brutal.

“Yang Mulia, izinkan aku memberimu kunci mantra untuk memanipulasi perangkat spiritualku, gunakan sebanyak mungkin kekuatan spiritual milikku yang kamu butuhkan, jangan menahan diri!”

Xie Lian tidak memiliki pedang untuk dipegang dan membuka kipas master angin, “Oke!”

Shi Qing Xuan kemudian menambahkan, “Aku akan memberitahumu mantra untuk berubah menjadi seorang wanita juga, aku lebih kuat dalam bentuk feminimku!”

Xie Lian dengan tegas menolak, “Tidak. Itu tidak perlu.”

Hua Cheng berbicara dengan sedih, “Gege, cepat dan lihatlah sekeliling. Katakan tempat macam apa itu. “

“Tidak,” kata Ming Yi, “Beri tahu kami dulu makhluk apa yang sedang bertarung denganmu sekarang.”

Setelah beberapa perdebatan, mata Xie Lian secara bertahap menyesuaikan pandangannya dengan lingkungan tempatnya berada yang saat itu tampak gelap. Dia menyipitkan matanya dan melihat ke arah bayangan hitam yang saat itu ada di depannya.


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Keiyuki17

tunamayoo

Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Suci Elvina
Suci Elvina
11 months ago

Seruu ☛☚ ╥﹏╥