Penerjemah: Jeffery Liu


“Bagaimana?” Tanya Xie Lian.

GEDEBUK! Dan Ming Yi roboh ke meja altar menghadap ke bawah, seolah-olah dia kehilangan kesadaran.

Di sebelahnya, dua garis air mata diam-diam mengalir di wajah Shi Qing Xuan.

Xie Lian bertanya dengan ragu, “Tuanku, bagaimana rasanya? Apa kalian bisa menenangkan diri dan memberiku kritik membangun menggunakan kata-kata?”

Shi Qing Xuan tersentak, menyeka wajah penuh air mata dan mencengkeram tangan Xie Lian, menekannya dengan paksa, dan berkata tanpa bisa dipahami, “… Yang Mulia.”

Xie Lian membalikkan pegangan dan mencengkeram balik tangannya, “Ada apa?”

Shi Qing Xuan terikat lidah, tidak dapat berbicara, dan sesaat kemudian, dia terisak ketika dia mendorong Ming Yi, “Ming-Xiong … Ming-Xiong! Ming-Xiong, ada apa? Tenangkan dirimu, bangun!”

Ming Yi berbaring di atas meja, tidak bergerak. Shi Qing Xuan tidak pernah tahan terhadap orang yang mengabaikannya, dan dari yang awalnya mendorong secara perlahan berubah menjadi mendorong kasar sampai akhirnya dia mencekik Ming Yi, tampak benar-benar gemetar. Xie Lian tidak bisa menonton lagi dan menyarankan dengan cemas, “Tuan Master Angin, mengapa tidak kamu letakkan sapu itu dulu, kita bisa membicarakan banyak hal.”

Shi Qing Xuan mencekik sapu itu dan memutar kepalanya, berteriak, “HAH? YANG MULIA APA YANG KAMU KATAKAN? AKU TIDAK BISA MENDENGARMU!”

Merasa sedikit tidak berdaya, Xie Lian berteriak ke telinganya, “TUAN MASTER ANGIN! BENDA DI TANGANMU BUKANLAH TUAN MASTER BUMI. TUAN MASTER BUMI ADA DI SINI. DI SINI!”

Saat itu juga, Ming Yi melecut. Dia benar-benar kembali ke wujud laki-lakinya dalam sekejap, wajahnya gelap seperti baja, dan dia memberikan pernyataan dengan nada mencemooh, “Aku memiliki kejahatan di dalam hatiku sekarang. Tolong usir kejahatan itu untukku.”

Satu sendok sup bisa menghasilkan kejahatan di dalam hati? Xie Lian benar-benar terkejut. Dia bergumam, “… Itu tidak mungkin …”

Shi Qing Xuan menunjuk ke arah Ming Yi, matanya bulat dan melotot, “TAHAN! KAMU! Kejahatan apa yang sudah kamu lakukan dengan menunjukkan trik kecilmu di hadapan Master Angin ini? Dimana Ming-Xiong? Cepat, aku akan melindungimu! Mari kita jatuhkan bersama-sama.” Dan dengan sapu di satu tangan, tangan yang lain mengeluarkan kipas master angin. Jika kipas itu digunakan untuk menyerang, maka seluruh atap sudah pasti akan tertiup! Xie Lian buru-buru bergegas untuk menahannya, “JANGAN JANGAN JANGAN. TUANKU TOLONG, TOLONG SADARLAH!”

“HAHAHAHAHahahahHEHehehehheehheeeheheehuehuehuehue …”

Qi Rong membanting tinjunya ke tanah sambil tertawa di luar, berteriak, “KALIAN SEMUA PANTAS MENDAPATKANNYA! PEJABAT SIALAN! MATI SAJA DAN NAIKLAH! INI SUNGGUH HEBAT! AKU MERASA SANGAT LEBIH BAIK!”

Kedua pejabat yang berada di dalam kuil terjatuh, mengerang tanpa henti. Hua Cheng bersandar di dinding dengan tangan bersilang, dan Xie Lian memandangnya, lalu memandang Master Angin dan Master Bumi yang tampak mencengkeram kepala mereka di tanah, dan berbisik, “Apakah itu mungkin karena aku tidak menambahkan cukup air… mengapa reaksi mereka lebih kuat daripada Qi Rong?”

Hua Cheng mengangkat alisnya, “Kurasa tidak apa-apa. Mungkin itu masalah dengan selera mereka. Itu biasa terjadi.”

Namun Xie Lian, tidak pernah memikirkan apa yang biasanya dimakan Qi Rong dan apa yang biasanya dimakan oleh pejabat surgawi. Membandingkan keduanya, para pejabat surgawi jauh lebih sensitif dan lembut secara emosional, jadi mungkin itulah sebabnya reaksi mereka jauh lebih kuat. Tentu saja, dia juga tidak memikirkan apakah ada sesuatu yang ditambahkan setelah panci itu melewati tangan Hua Cheng.

Merasa tertekan dan bersalah, Xie Lian memberi minum tujuh hingga delapan mangkuk air masing-masing ke Shi Qing Xuan dan Ming Yi sebelum keduanya perlahan-lahan sadar. Meskipun wajah mereka hijau seperti Qi Rong dan mata mereka mati, setidaknya mereka sadar, ucapan mereka kembali normal. Satu-satunya masalah kecil adalah air mata yang tak dapat dihentikan mengalir di wajah Shi Qing Xuan, dan ketika dia berbicara, dia kadang-kadang tidak sengaja menggigit lidahnya sendiri. Selain itu tidak ada masalah besar.

Setelah semua keributan itu, dua jam kemudian keempatnya akhirnya duduk dengan tertib di sekitar meja altar.

Ming Yi masih menunduk di altar, masih seperti mayat. Xie Lian membenarkan ekspresinya dan bertanya dengan sungguh-sungguh, “Tuan Master Angin, kamu mengatakan ada hal penting yang ingin kamu katakan padaku? Hal penting apa itu sampai harus meminta bantuanku?”

Terlihat lemah dan pucat, Shi Qing Xuan melemparkan mantra kedap suara ke pintu, memastikan bahwa tidak ada orang di luar yang bisa mendengar apa pun sebelum ia bersuara dengan suara serak, “… Sebenarnya. Ahem ahem. Ahem ahem. Yang Mulia, kamu telah bersembunyi di dunia, berkultivasi di dunia fana selama delapan ratus tahun. Kamu sudah berjalan dan melihat begitu banyak hal, jadi kamu pasti bertemu banyak iblis dan monster, bukan?”

Xie Lian melipat satu tangannya di atas yang lain dan menjawab, “Aku pernah bertemu beberapa.”

“Kalau begitu aku ingin bertanya,” Shi Qing Xuan berkata, “Apakah … apakah kamu pernah bertemu dengan ‘Yang Mulia Kata-Kata Kosong’?”

Xie Lian terkejut, “Yang Mulia Kata-Kata Kosong yang berduka di pesta?”

Shi Qing Xuan merendahkan suaranya dan menjawab dengan tak menyenangkan, “Itu benar!”

Tiba-tiba, Xie Lian merasakan gelombang angin dingin meniup tulang punggungnya, mendesis.

Pada saat yang sama, tampaknya ada seseorang di sebelah telinganya, terkikik dengan dingin dan bersenandung nada sangat menyeramkan.

Entah bagaimana, sinar matahari yang bersinar melalui jendela dan celah yang menghangatkan Kuil PuQi kecil juga redup, seperti seluruh tempat diselimuti oleh bayangan besar. Kaki dan tangan Xie Lian semakin dingin, seperti es.

“…”

“…”

“…”

Xie Lian harus memegangi jubahnya erat-erat dan merasa jika masalah ini cukup serius dan berbicara, “Aku ingin bertanya … siapa yang tertawa? Siapa yang bernyanyi? Siapa yang meniupkan udara dingin di belakangku? Siapa yang membuat kuil ini menjadi gelap?”

Shi Qing Xuan menyeka air matanya dan berkata, “Oh, itu semuanya aku. Hanya mantra kecil, jangan dipikirkan. Itu hanya untuk menciptakan suasana.”

Tiga lainnya di meja altar terdiam. Beberapa saat kemudian, Xie Lian menyangga pelipisnya dan berkata putus asa, “… Tuan Master Angin, bagaimana kalau kita hentikan hembusan angin ini? Dengan cuaca seperti ini, tidak ada dari kita yang berpakaian berlapis-lapis. Selain itu, suasana sudah tercipta, tetapi semuanya hilang setelah kamu menambahkan angin dingin dan musik …”

“Hah? Benarkah?” Shi Qing Xuan berkata, lalu dengan lambaian tangannya, udara dingin yang bertiup di belakang punggung semua orang tersebar. “Tapi aku pikir akan bagus jika kuil tetap gelap seperti ini. Biarkan aku menyalakan lilin, perasaan yang tercipta akan semakin lebih baik.” Ketika dia berbicara, dia benar-

benar mengeluarkan lilin dan menyalakannya. Dalam cahaya lilin yang berkelap-kelip menerangi dua wajah putih salju dan dua wajah hijau pucat lainnya, suasana hatinya sebenarnya cukup kuat, suasana menghantui luar biasa, dan mungkin bahkan Qi Rong yang berada di luar akan melolong dan menjerit ketakutan seolah-olah melihat hantu.

Tiga lainnya tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. Hua Cheng bersandar dan Ming Yi masih menjadi seperti mayat. Xie Lian menggosok dahinya dan berkata, “Ayo lanjutkan … Sampai mana kita? Yang Mulia Kata-Kata Kosong? Mengapa kamu tidak mengatakan monster Jinx saja? Menyebutnya Yang Mulia Kata-Kata Kosong, butuh beberapa saat untukku menyadari apa yang kamu bicarakan.”

Yang Mulia Kata-Kata Kosong, meskipun diberi gelar ‘yang mulia’, orang-orang hanya menyebutnya sebagai yang terhormat untuk pertunjukan, memberinya beberapa wajah, takut jika namanya terlalu tidak pantas dan diketahui, dia akan datang padamu. Sebenarnya, semua orang berharap mereka bisa mengutuknya sebagai monster bermulut kotor, monster sial (jinx), dan semakin buruk itu terdengar maka semakin baik. Bagaimanapun, monster itu benar-benar sangat keji dan menjijikan.

Benar. Apa yang paling khas dari iblis dan monster kebanyakan adalah menakutkan, tetapi yang ini ‘menjijikkan’. Ini karena jika seseorang seharusnya bahagia, pada saat kegembiraan mereka itu seharusnya terjadi, dia akan muncul dan mengguyurkan seember air dingin di atas kepala mereka, benar-benar membunuh kebahagiaan. Pikirkan sejenak; ketika resepsi sepasang pengantin baru, sesuatu seperti ini muncul, memakan pesta itu kemudian tiba-tiba mengklaim: “Tidak butuh waktu lama bagi kalian berdua untuk bercerai!” Atau dalam kasus lain, jika seorang master tua dari sebuah rumah tangga dipromosikan, sesuatu itu juga akan tiba-tiba muncul dan berteriak di tengah-tengah ucapan selamat: “Kamu akan diborgol dan masuk penjara dalam beberapa tahun!”

Jika sesuatu itu harus melekatkan diri pada seseorang, itu akan menjadi seperti bayangan dan dengan kuat membungkus dirinya pada orang itu, tanpa henti mengutuk kebalikannya setiap kali kesempatan yang menggembirakan terjadi. Benar-benar menjijikkan. Terutama mereka yang takut akan tanda-tanda tidak menyenangkan; jika mereka bertemu dengannya, mereka akan mati karena menderita. Tidak ada yang ingin sesuatu semacam itu melekat pada diri mereka, tetapi jika mereka bertemu dengannya, mereka hanya bisa menerima nasib mereka, karena bahkan sampai sekarang tidak ada yang tahu bagaimana ia memilih mangsanya.

Tampaknya Shi Qing Xuan cukup takut pada makhluk itu tetapi Xie Lian tidak menganggapnya sebagai masalah besar, “Jangan khawatir. Tidak ada yang perlu ditakuti.”

Untuk mengatakannya dengan benar, makhluk itu justru lebih takut padanya. Shi Qing Xuan menjadi bersemangat, “Jadi Yang Mulia telah bertemu salah satu dari mereka? Apakah ada cara untuk memusnahkan makhluk itu sepenuhnya?”

Bergumam sejenak, Xie Lian menjawab, “Aku bertemu dua beberapa tahun yang lalu, tetapi mereka tidak pernah menunjukkan diri lagi, jadi aku tidak tahu apakah mereka benar-benar musnah. Tetapi berdasarkan pengalamanku, tidak sulit untuk berurusan dengan mereka.”

Shi Qing Xuan sangat gembira, “DUA? Kamu berhasil menangani dua?! Aku benar-benar datang ke tempat yang tepat! Jadi apa yang terjadi?”

Maka Xie Lian memulai kisahnya. Yang pertama seperti ini: Bertahun-tahun yang lalu, Xie Lian melewati sebuah kota kecil, dan ada seorang pedagang kaya yang mengirim putrinya ke ibukota untuk belajar. Karena betapa luar biasanya putrinya itu, dia membuat pertunjukan besar untuk memuji putrinya di depan umum, sebuah kesempatan yang menggembirakan. Siapa yang tahu, dari tragedi kegembiraan yang diseduh, pada pesta pengiriman, tiba-tiba ada suara yang berseru, “Gerbong putrimu akan terbalik di jalan dan ia akan mati terjatuh ke dasar lembah!”

Pedagang kaya itu melompat berdiri dengan marah di tempat dan akan menangkap orang yang mengucapkan kata-kata itu, tetapi orang itu merunduk di bawah meja segera setelah itu dan menghilang ke udara tipis!

Setelah itu, semua orang takut. Untungnya, Xie Lian pergi ke rumah itu hari itu untuk mengumpulkan sampah. Dia berhasil mendapatkan sisa makanan dan akan kembali ketika dia mendengar apa yang terjadi. Dia tahu makhluk apa itu, jadi dia memberi tahu pedagang kaya itu agar tidak khawatir. Dia meminta pedagang kaya itu untuk menyewa sekitar dua puluh penjaga, termasuk dia, mereka dengan hati-hati mengantar wanita kecil itu ke ibukota dengan selamat, dan melindunginya sebentar. Sebulan kemudian, wanita kecil itu memenangkan tempat pertama dalam kontes kecantikan, dan kesempatan telah datang.

Malam itu, sebuah pesta diadakan di sebuah restoran di ibukota untuk merayakan keberhasilan wanita kecil itu, dan yakin sekali, ada suara yang tercampur di antara kerumunan lagi, sambil berseru, “Kamu akan …”

Saat mendengarnya Xie Lian segera mengambil makhluk itu dari kerumunan, mencekik lehernya, menghentikannya mengucapkan kata lain. Kemudian, dia segera menggunakan mantra untuk menutup tubuhnya, memukulnya hingga menjadi bubur berdarah, lalu memesan kereta, membawanya ke lembah untuk berlari dengan liar. Di sudut gunung yang berkelok-kelok tali kekang terputus, dan kereta itu menabrak tebing, memenuhi kutukannya sendiri kepada orang lain.

“Itu saja?” Tiga lainnya bertanya.

“Itu saja,” kata Xie Lian. “Untuk berurusan dengan Jinx … baiklah, Yang Mulia Kata-Kata Kosong. Untuk berurusan dengan Yang Mulia Kata-kata Kosong, ada tiga cara: pertama, jangan biarkan ia membuka mulutnya, dan potong saja sebelum ia berbicara. Ini hanya dapat membantu melindungimu untuk saat ini tetapi tidak akan melindungimu seumur hidup, jadi kamu harus selalu waspada.”

“Kedua, jika harus berbicara, jangan biarkan subjek kutukannya mendengar. Siapa pun akan merasa takut jika mereka harus mendengar kutukan terhadap mereka ketika sedang berada di puncak kegembiraan mereka, dan makhluk itu memakan rasa takut tersebut; ia bersenang-senang di dalamnya. Semakin takut dirimu, semakin bahagia makhluk itu. Jika kamu harus kehilangan dirimu karena teror dan merusak urusanmu sendiri sesuai dengan kata-katanya, kekuatannya akan meningkat secara signifikan. Tetapi kecuali jika kamu tuli, kamu pasti akan mendengarnya berbicara suatu hari nanti. Sejujurnya, bahkan mungkin yang tuli pun tidak bisa melarikan diri, karena ada beberapa yang menjahit telinga mereka sendiri dalam upaya untuk melarikan diri dari makhluk itu, tetapi itu tetap tidak berguna pada akhirnya.”

“Di sisi lain, jika kamu tidak peduli bagaimana ia mengutuk atau menyiram air dingin padamu, maka ia tidak dapat melakukan apa pun padamu. Jadi, cara paling efektif adalah metode ketiga: kelilingi dirimu dengan pikiran bahagia dan abaikan saja sepenuhnya. Biarkan ia berbicara atau tidak, tetapi lupakan semua yang dikatakannya. Buatlah dirimu lebih kuat dan teruskan jalanmu sesuai dengan kehendakmu sendiri dan bukan tragedi yang diprediksikan makhluk itu untukmu. Jadi, pada akhirnya, jika ia tidak bisa menarik keputusasaan darimu, kemungkinan besar makhluk itu akan menyelinap pergi dengan sendirinya. Tentu saja, ia masih bertahan sangat baik hanya berbaring rendah menunggu kesempatan berikutnya untuk menyerang.”

Meskipun metode ketiga adalah yang paling efektif, itu masih sangat sulit untuk dicapai. Lagi pula, siapa di dunia ini yang benar-benar dapat membangun hati sekeras batu dan tidak merasakan satu gelombang pun? Semakin Shi Qing Xuan mendengarkan, kerutan di dahinya menjadi semakin dalam, “Lalu bagaimana dengan yang kedua kalinya? Apakah kamu menanganinya dengan cara yang sama untuk kedua kalinya?”

“Kali kedua mungkin tidak berguna sebagai referensi bagi siapa pun. Bagaimanapun, itu adalah situasi yang unik.” Kata Xie Lian.

“Bagaimana bisa unik?”

“Yang melekat pada dirinya adalah aku.” Jawab Xie Lian.


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Keiyuki17

tunamayoo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments