Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: _yunda


Liang Xi memang sedang tidak dalam mood yang baik. Bai Tu baru saja setuju untuk berkencan dengannya, namun sekarang pria itu malahan pergi ke Hong Kong untuk syuting film. Tanggapan Bai Tu di telepon juga begitu singkat dan dia bahkan tidak pernah membalas pesan Liang Xi.

Liang Xi mengoceh pada Wang Chao selama setengah hari; semakin banyak dia berbicara, semakin marahlah dia. Mengangkat bantal tubuh yang bergambar BaiTu, dia meninjunya beberapa kali. Tepat setelah dia meninjunya, dia merasa tidak enak, jadi dia mengangkat bantal tubuh itu dan mencium foto itu beberapa kali juga.

Wang Chao benar-benar terdiam membeku.

Wang Chao pikir Liang-ge-nya akan segera menjadi gila. Dia menghiburnya tanpa pandang bulu. “Mungkin Bai Tu terlalu sibuk. Saat kamu sibuk, kamu juga tidak mengangkat teleponku.”

Liang Xi, “Itu karena aku tidak ingin berurusan denganmu. Aku tidak sibuk sama sekali.”

Wang Chao, “…”

Liang Xi mulai meratap lagi. “Dia populer, jadi sibuk itu wajar, tapi apakah dia benar-benar sibuk sampai-sampai dia tidak bisa mengangkat teleponku?”

Wang Chao sedang mengunyah buah anggurnya saat dia menjawab, “Mungkin dia hanya tidak ingin berurusan denganmu.”

Liang Xi, “…”

Wang Chao merasa lebih baik setelah mengatakan itu ke Liang Xi, tetapi ketika dia melihat ekspresi patah hati di wajah Liang Xi, dia berpikir mungkin yang terbaik adalah tidak mempermainkannya. Dia menghiburnya, “Hei bro, kamu tahu aku tidak punya pengalaman berkencan. Jangan dengarkan aku.”

Liang Xi bangkit dari sofa dan berjalan ke kamarnya.

Wang Chao, “… Apa kamu benar-benar marah padaku?”

Liang Xi memanggilnya dari kamar tidur, “Masuk!”

Wang Chao masuk untuk melihat Liang Xi menggunakan tangannya yang tidak terluka mengepak pakaiannya ke dalam koper. “Bantu aku berkemas.”

“Apa ini? Kenapa kamu pindah ketika kamu bahkan belum dibuang?” Wang Chao berkata dengan kaget.

Liang Xi mulai mengutuknya. “Tutup mulut bodohmu! Siapa bilang aku pindah? Aku akan pergi ke Hong Kong untuk menemuinya.”

Mendengarnya, Wang Chao hanya bisa membantunya mengemasi barang-barangnya saat Liang Xi duduk di samping sambil menginstruksikannya tentang apa yang harus dikemas dan apa yang tidak. Liang Xi menunjuk dengan jarinya saat dia duduk di tempat tidur. “Masukkan yang itu. Yang itu tidak perlu. Masukkan yang itu.”

Wang Chao sama sekali tidak tahu cara melipat pakaian, jadi dia hanya bisa memasukkan pakaian ke dalam koper dengan berantakan. Lemari Liang Xi juga dibuat berantakan olehnya.

Pikiran Liang Xi dipenuhi dengan pikiran untuk pergi menemui pacarnya, jadi dia tidak keberatan. Dia tiba-tiba bertanya, “Apa kamu pernah melakukannya dengan seorang pria?”

Wang Chao membeku. “Apa?”

Liang Xi langsung tahu dari ekspresi Wang Chao. “Jangan berpura-pura. Aku tidak akan memberitahu saudaramu. Um….apa yang harus aku lakukan sebelumnya untuk persiapan?”

Wang Chao tidak bisa benar-benar mengerti apa yang Liang Xi maksudkan. “Mempersiapkan apa?”

Liang Xi merasa malu saat berkata, “Jangan menertawakanku, tapi aku belum pernah melakukannya dengan Bai Tu. Kali ini, jika waktunya tepat, aku ingin mencobanya. Aku mendengar kalau kamu tidak bisa langsung memasukkannya. Aku tidak ingin menyakitinya jika aku melakukan kesalahan. Aku menonton beberapa video porno, tetapi semuanya sangat palsu. Mereka tidak melakukan persiapan apa pun dan si bottom-nya hanya mengeluarkan erangan palsu. Kedengarannya mengerikan — sama sekali tidak seperti laki-laki. Bai Tu tidak akan seperti itu….apa kamu mendengarkanku?”

Wang Chao sudah lama mengabaikannya. Dia secara acak menjawab, “Ya, aku mendengarkan. Bai Tu tidak seperti laki-laki.”

Liang Xi, “…”

Wang Chao menderita dua tendangan lagi saat dia berlutut di lantai, dengan pasrah mengemasi koper Liang Xi.

Liang Xi duduk di samping dengan ekspresi berubah-ubah di wajahnya. Dia sudah memasuki lamunannya tentang petualangan Hong Kong yang akan datang.

Wang Chao juga melamun.

Dia sudah melupakan detail pertempurannya dengan manajer Bai Tu malam itu. Dari awal hingga akhir, Wang Chao tidak memperhatikan kondisi orang lain. Dia menidurinya dalam keadaan pusing dan kemudian pergi setelah dia selesai. Ini juga terjadi dengan beberapa hubungan masa lalunya. Selama ada lubang di depannya, dia akan menjadi piston selama beberapa menit.

Tapi jika dia melakukannya dengan Xiao Xie, maka dia tidak akan gegabah.

Dia akan mencium Xiao Xie terlebih dahulu, lalu menghiburnya saat dia masuk. “Tidak akan sakit, tidak akan sakit, itu benar-benar tidak akan sakit.”

…Tapi bagaimana jika itu menyakitkan?

Dia bertanya kepada Liang Xi, “Ge, di mana kamu menemukan video porno itu?”


Xie Zhuxing dan Zhao Zhengyi telah kembali dari berjalan-jalan dengan anjing Liang Xi dan mendengar bahwa pria ini akan pergi ke Hong Kong.

“Penerbangannya malam ini. Aku akan kembali lusa,” kata Liang Xi. “Xiao Zhao, kamu akan bertanggung jawab memberi makan dan mengajak kedua anjing ini jalan-jalan selama dua hari ke depan.”

Zhao Zhengyi mengeluh, “Memberi makan bukanlah masalah. Masalahnya adalah kedua anjing ini terlalu besar. Aku tidak bisa menangani keduanya sendirian. Bagaimana jika salah satu dari mereka melarikan diri saat aku membawa mereka jalan-jalan? Kamu pasti akan membunuhku saat kamu kembali.”

Liang Xi menoleh ke arah Wang Chao.

“Untuk apa kamu menatapku? Aku bahkan tidak bisa mengurus diriku sendiri,” kata Wang Chao.

Mereka bertiga menoleh ke arah Xie Zhuxing.

Xie Zhuxing, “….Kalau begitu, aku akan membantu Xiao Zhao.” Kebetulan IceDream akan pergi ke Changsha lusa.

Liang Xi tersenyum puas saat dia menepuk bahu Xie Zhuxing. “Keputusan yang tepat, pasangan terbaikku.”

Wang Chao melepaskan tangan Liang Xi yang berada di bahu Xiao Xie dan berkata dengan nada merendahkan, “Berhentilah memanfaatkan Xiao Xie kami.”

Liang Xi tengah berada dalam mood yang bagus karena dia akan pergi ke Hong Kong, jadi dia tidak ingin repot-repot berdebat dengan Wang Chao. Dia berkata, “Ayo, ayo. Aku akan memberitahu kalian bagaimana cara berakting di variety show.”

Tentu saja, Liang Xi tidak menjadi raja variety show di China hanya dengan mengandalkan leluconnya. Dia harus belajar bagaimana membuat lelucon tanpa menghina orang lain, belajar mengenai apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak boleh dikatakan, bagaimana mengatakan hal-hal tertentu, bagaimana menarik perhatian penggemar, bagaimana untuk tidak menarik perhatian anti-fans, kapan harus melemparkan percakapan ke orang lain, kapan harus melanjutkan percakapan, kapan harus membuat lelucon, bagaimana mencairkan suasana ketika sedang tegang, dan bagaimana mengendalikan suasana ketika situasi menjadi terlalu intens.

Ada spesialis ahli dalam industri seni, dan semuanya berpengetahuan luas.

Xie Zhuxing mendengarkan dengan saksama dan mencatat semua yang dikatakan Liang Xi. Semakin banyak Wang Chao mendengarkan, semakin mengantuklah dia. Otaknya terasa seperti dipatuk ayam sedikit demi sedikit.

Pada saat Liang Xi selesai berbicara, Wang Chao juga terbangun.

Liang Xi perlu naik pesawat malam itu, jadi keduanya pergi setelah mengucapkan selamat tinggal.

“Apa kamu mengerti apa yang dia katakan?” Wang Chao bertanya.

“Sedikit. Aku paham beberapa poinnya,” jawab Xie Zhuxing.

“Kalau begitu bagus. Akan ada alasan mengapa kita melakukan ini.” Wang Chao menguap ketika dia bertanya, “Kapan kamu akan mengajak kedua anjing itu jalan-jalan besok?”

“Aku akan bertemu dengan Xiao Zhao pukul tujuh. Kamu mau makan malam apa?”

Wang Chao telah bangun. Matanya berputar beberapa kali sebelum dia berkata, “Aku tidak akan makan malam. Aku akan mengantarmu pulang dulu. Ada beberapa tugas yang harus aku urus.”

Tugas apa yang mungkin dia lakukan? Xie Zhuxing memperingatkannya dengan tidak senang, “Jangan pergi ke klub. Bagaimana jika paparazzi menangkapmu?”

Tapi Wang Chao membantah, “Aku tidak pergi ke klub. Aku akan pulang.”

Xie Zhuxing tidak mempercayainya sedikit pun. “Apa yang kamu lakukan?”

Wang Chao merasa bersalah ketika dia berkata, “Apa maksudmu? Kamu biasanya tidak secerewet ini.”

Xie Zhuxing, “…”

Terserahlah. Dia bisa melakukan apa pun yang dia mau. Siapa yang peduli?

Ketika mereka sampai di apartemen Xie Zhuxing, dia turun dan Wang Chao langsung pergi dengan mobilnya.

Ketika Xie Zhuxing kembali ke apartemennya, dia menyiapkan semangkuk mie untuk dirinya sendiri. Setelah dia menghabiskan mie dan mencuci mangkuknya, dia mengitari apartemennya beberapa kali. Dia merasa ada sesuatu yang salah jauh di lubuk hatinya.

Tugas macam apa yang dilakukan Wang Chao? Dan mengapa dia begitu tertutup tentang hal itu? Apa lagi yang bisa dia lakukan selain pergi bermain? Hanya itu yang ada di otaknya. Jika dia tidak pergi ke klub untuk bersenang-senang, lalu apakah dia akan membawa pulang seseorang? Xie Zhuxing masih bisa mengingat dengan jelas kondom bergaris yang dia temukan di atas sepatu Wang Chao terakhir kali.

Dasar playboy itu.

Ketika Wang Chao sampai di rumah, dia buru-buru mengeluarkan tabletnya dan menerima file 1,3 GB yang dikirimkan Liang Xi padanya.

Video itu menampilkan dua bule. Mereka segera melepas celana mereka dan mulai berhubungan seks. Mereka bahkan berciuman dengan keras.

Wang Chao menggigit kukunya saat dia melihat. Dia tidak pernah mencium seseorang seperti itu sebelumnya, dia merasa bahwa itu menjijikkan karena itulah dia tidak ingin menelan ludah orang lain.

Ponselnya tiba-tiba berdering. Dia tidak repot-repot melihat ID penelepon saat dia langsung mengangkatnya.

“Kamu ada di mana?” Xie Zhuxing bertanya padanya.

“Aku sedang di rumah. Apa yang kamu inginkan?” Wang Chao menjawab sambil tetap fokus pada layar tablet.

Xie Zhuxing, “Kamu harus bangun pagi-pagi besok. Kita harus syuting iklan jam sembilan pagi.”

Wang Chao tidak memperhatikannya sama sekali. “Baiklah, telepon saja aku.”

Xie Zhuxing dapat mendengar bahwa kata-katanya tidak jelas dan ada beberapa audio di latar belakang. “Apa kamu sedang menonton film sekarang? Berhentilah menonton film seram atau kamu tidak akan bisa pergi ke kamar mandi sendiri malam ini,” kata Xie Zhuxing.

Wang Chao, “Ini bukan film horor…”

Hatinya berdebar. “Apa kamu ingin menontonnya? Aku bisa mengirimkannya padamu.”

Xie Zhuxing, “Jenis film apa?”

Wang Chao, “Film aksi Eropa.”

Xie Zhuxing tidak menyadari apa yang dimaksud Wang Chao saat dia bertanya. “Apa judulnya? Aku akan melihat apakah aku pernah menontonnya sebelumnya.”

Wang Chao, “Kamu pasti belum pernah menontonnya sebelumnya.”

Dia menekan riwayat obrolannya dengan Liang Xi di tabletnya dan mengetuk file tersebut. Dia mengetuk “bagikan file” dan akan menekan bagikan sebelum akhirnya dia berhenti.

Bagaimana dia bisa membiarkan Xiao Xie menonton hal semacam ini? Bukankah ini sama saja dengan sengaja membiarkan Xiao Xie tahu bahwa dia memiliki motif tersembunyi lainnya?

“Sebenarnya, bukan apa-apa. Lagipula filmnya tidak terlalu bagus,” katanya di telepon. “Apa kamu sudah makan? Aku ingin makan udang karang mala.”

Xie Zhuxing, “Makanan itu sama sekali tidak sehat. Terlalu berminyak dan berlemak. Kamu tidak seharusnya memakannya setiap hari. Kamu ingin bertemu di mana?”

Wang Chao tersenyum sambil berkata, “Tunggu, aku akan menjemputmu.”

Xie Zhuxing, “Jangan mengendarai mobilmu. Kamu akan minum dan nanti harus mencari sopir. Ayo kita bertemu saja di mana.”

Wang Chao menutup video dan melemparkan tabletnya ke samping saat dia dengan senang hati berjalan keluar pintu.

Video porno bodoh. Xiao Xie jauh lebih tampan.

Ketika mereka mulai makan udang karang mala, Xie Zhuxing berhenti makan setelah hanya dua suapan. Dia sudah makan semangkuk mie, jadi dia tidak terlalu lapar. Wang Chao tahu bahwa Xie Zhuxing tidak terlalu menyukai jenis makanan ini jadi dia memesan semangkuk mie untuknya. Jadi, Xie Zhuxing hanya bisa berpura-pura belum makan malam dan menyeruput semangkuk mie itu.

Mereka juga memesan 6 botol bir, yang sebagian besar diminum oleh Wang Chao.

Setelah mereka selesai makan, mereka membayar tagihan dan pergi. Wang Chao berpura-pura mabuk karena separuh tubuhnya bersandar pada Xie Zhuxing. Tangannya menjadi sibuk lagi saat dia mulai menggosok bahu Xie Zhuxing.

Xie Zhuxing tahu dia berpura-pura, tetapi dia tidak mengeksposnya. Dia ikut berpura-pura tidak menyadari ketika dia berkata, “Kamu bahkan tidak minum sebanyak itu. Bagaimana kamu bisa semabuk ini? Panggil taksi dulu. Aku akan pulang setelah aku mengantarmu pergi.”

Wang Chao tidak ingin pulang sendiri. “Biarkan aku tidur di tempatmu.”

Xie Zhuxing langsung menolak. “Tidak, kembalilah ke rumahmu sendiri.”

Wang Chao merengek sambil melingkarkan tangannya di tubuh Xie Zhuxing. “Kenapa tidak? Ini tidak seperti aku belum pernah tidur denganmu sebelumnya.”

“Aku harus pergi ke rumah Liang Xi untuk mengajak anjingnya jalan-jalan besok. Aku juga tidak akan pulang. Aku akan langsung ke studio syuting setelah sarapan.”

Wang Chao, “Kalau begitu aku akan ikut bersamamu.”

Xie Zhuxing, “Aku berencana untuk bertemu dengan Xiao Zhao jam 7 pagi. Aku akan bangun jam 6 pagi, kamu tidak akan bisa bangun jam segitu.”

Wang Chao, “Panggil saja aku. Kalau kamu memanggilku, aku akan bangun.”

Pada akhirnya, mereka berdua kembali ke tempat Xie Zhuxing.

Meskipun mereka telah tidur bersama berkali-kali sebelumnya, hari ini sangat berbeda.

Mereka mematikan lampu, dan setelah sepuluh menit, tak satu pun dari mereka tertidur. Tak satu pun dari mereka berbicara.

Wang Chao bosan. Dia memanggil, “Xiao Xie?”

Xie Zhuxing tidak menjawab.

Wang Chao merasa bahwa dia mungkin sudah tidur. Dia beringsut lebih dekat padanya dan dengan hati-hati meletakkan tangannya di bahunya. Dia masih belum puas dan ingin melakukan sesuatu yang lebih, tapi dia takut akan membangunkan Xie Zhuxing.

Xie Zhuxing berbalik dan mereka bertatap muka. Begitu dekat sehingga Wang Chao bisa merasakan napasnya.

Bunga-bunga berhamburan di hati Wang Chao. Hehe, Xiao Xie, kamu melakukan ini sendiri. 

Dia memindahkan tangannya dari bahu Xiao Xie ke dada. Dia masih ingin bergerak, tetapi tangannya dicengkeram oleh Xie Zhuxing.

Wang Chao segera berpura-pura tidur.

Xie Zhuxing juga sepertinya tidak bangun sama sekali selama waktu itu.

Keduanya berpegangan tangan dan saling berhadapan saat mereka perlahan tertidur.

Sekitar pukul 6 pagi, Xie Zhuxing menyeret Wang Chao, yang masih setengah tertidur, keluar dari pintu untuk pergi ke tempat Liang Xi.

Asisten Liang Xi, Zhao Zhengyi menjaga satu anjing sementara Xie Zhuxing menjaga anjing yang lain, bersama dengan Wang Chao.

Iklan untuk syuting mereka hari ini adalah untuk merek olahraga. Spokesperson1 Biasanya diisi oleh para artis yang mengiklankan suatu merek tertentu. merek ini sebelumnya adalah Nex, grup lain yang menjadi terkenal dibawah asuhan Duan Yikun. Mereka sangat populer sehingga para anggotanya kini memiliki karir solo sendiri, citra grup mereka perlahan-lahan menyebar. Merek olahraga yang telah menandatangani kerjasama dengan grup itu selama bertahun-tahun sekarang akan menandatangani kerjasama dengan IceDream.

Studio itu sangat besar. Ada iklan lain yang saat ini sedang syuting di depan mereka saat mereka tengah merias wajah.

Cheng Yao pergi untuk berlari satu putaran sebelum kembali dan melihat Wang Chao sedang tidur dengan kepala di pangkuan Xie Zhuxing. Dia berjalan di sekitar untuk sementara waktu, tetapi dia masih tidak memiliki keberanian untuk berjalan ke arah mereka.

Xie Zhuxing merasa bahwa Cheng Yao memiliki sesuatu untuk dikatakan padanya, jadi dia membangunkan Wang Chao dan berkata, “Perbaiki rambutmu. Rambutmu berantakan ketika kamu tidur…”

Wang Chao melihat ke cermin, lalu pergi mencari penata rambut.

Cheng Yao buru-buru mendekat dan berkata dengan suara pelan, “Xiao Xie-ge, Jiajia-jie ada di luar.”

Xie Zhuxing tertegun sejenak.

Yan Jiajia adalah seorang model. Tidak aneh kalau dia ada di studio ini.

Cheng Yao, “Dia di sini untuk pemotretan sesuatu dan bertanya apa yang akan aku lakukan. Aku berkata kepadanya kalau kita di sini untuk syuting iklan. Jiajia-jie berkata untuk pergi mencarinya setelah kamu selesai. Dia punya sesuatu untuk dikatakan padamu.”

Xie Zhuxing, “…”

Mereka sudah putus begitu lama, apa yang mungkin gadis itu butuhkan darinya?

Xie Zhuxing berjalan ke studio. Hanya ada satu kalimat yang perlu dikatakan sepanjang iklan.

Semua orang tahu bahwa siapa pun yang mengatakannya akan menjadi terkenal.

Sutradara juga tahu ini. Dia berkata, “Leader akan mengatakan kalimat ini.”

Tetapi leader itu berkata, “Aku tidak ingin membacanya. Terlalu merepotkan.”

Sutradara tidak bisa berkata-kata, “…”

Leader mendorong Xie Zhuxing ke depan. “Biarkan dia melakukannya.”

Sutradara dan semua anggota lain melihat mereka berdua.

Xie Zhuxing, “…Kamu harus melakukannya.”

Wang Chao, “Aku bilang kamu yang harus melakukannya. Kenapa kamu banyak bicara?”

Pada akhirnya, sutradara melakukan panggilan dan berkata ketika dia kembali, “Aku akan menambahkan kalimat lain. Kalian berdua bisa mengatakan masing-masing satu kalimat.”

Setelah mereka selesai syuting, semua orang pergi ke kamar ganti mereka untuk melepas pakaian dan menghapus riasan. Yan Jiajia mengirim pesan ke Xie Zhuxing, menyuruhnya menemuinya di luar.

Xie Zhuxing mengintip dan melihat bahwa Wang Chao sedang membersihkan riasan wajahnya di depan cermin. Dia berjalan keluar sendirian dengan tenang.

“Aku tidak ingin mengganggumu, tapi aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi,” kata Yan Jiajia canggung dengan wajah merah. “Terjadi sesuatu di keluargaku dan mereka membutuhkan uang, tetapi kamu tahu kalau aku tidak memilikinya.”

Xie Zhuxing mengerutkan alisnya.

Gadis itu melihat ke bawah ke sepatunya dan berkata, “Jika kamu tidak bisa, maka tidak apa-apa. Aku akan pergi bertanya pada orang lain.”

Xie Zhuxing tahu bahwa dia mungkin tidak punya pilihan lain, atau dia tidak akan datang untuk bertanya padanya. “Berapa banyak?”

Setelahnya, dia mengiriminya uang tepat pada saat itu.

Yan Jiajia, “Akan segera kukembalikan padamu saat aku sudah punya uang.”

Xie Zhuxing, “Baiklah, kalau begitu aku akan kembali. Masih ada hal lain yang harus kami lakukan.”

Dia berbalik, pintu ruang rias terbuka sedikit. Seseorang mengintip dari dalam. Saat merasa dia sudah ketahuan, orang itu hanya keluar dan pintu tertutup secara otomatis di belakangnya.

Itu adalah Wang Chao.

Yan Jiajia tahu dia telah mempermalukan dirinya sendiri di depan Wang Chao, jadi dia lari tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Xie Zhuxing bertanya pada Wang Chao, “Apa yang kamu lakukan?”

Wang Chao, “Itulah yang seharusnya aku tanyakan padamu. Apa yang kamu lakukan?”

Xie Zhuxing, “Cepat ganti bajumu. Kita harus pergi.”

Wang Chao, “Kamu hanya akan memberikan semua uang hasil jerih payahmu padanya?”

Xie Zhuxing, “Aku hanya meminjamkan uangnya”

Wang Chao berkata dengan nada mengejek, “Apa menurutmu dia masih belum cukup berbohong padamu?”

XIe Zhuxing tidak ingin membuat keributan di luar. “Ayo masuk ke dalam.”

Dia mendorong Wang Chao, berniat untuk membuka pintu, tetapi siapa yang tahu bahwa pintu itu tertutup rapat. Tubuh Wang Chao didorong ke pintu itu dengan keras, tetapi pintu itu tidak terbuka sama sekali.

Wang Chao menggosok bahunya saat dia melihat Xie Zhuxing dengan ekspresi terkejut di wajahnya. “Xie Zhuxing, apa kamu gila?! Kamu memukulku hanya karena seorang gadis?!”

Xie Zhuxing, “… Apa itu sakit?”

Tentu saja Wang Chao terluka. Dia berkata dengan marah, “Saat itu, dia mencampakkanmu karena kamu miskin dan tidak punya uang. Sekarang setelah kamu memiliki sedikit uang, dia datang merangkak kembali padamu. Apa kamu benar-benar berpikir dia menginginkanmu?! Jika kamu menemukan gadis normal yang baik maka aku tidak akan mengatakan apa-apa, tapi kamu malah menemukan seseorang seperti dia! Beton yang buruk tidak bisa menahan dinding, mengerti?!”

Ekspresi Xie Zhuxing berubah jelek.

Para anggota mendengar keributan ini dan bergegas keluar.

Ji Jie memotong, “Kami di sini untuk syuting iklan. Jangan membuat keributan.”

Namun, Wang Chao mengoceh, “Siapa yang peduli dengan beberapa iklan itu. Aku tidak ingin syuting iklan dengan orang tolol!”

Xie Zhuxing berkata dengan dingin, “Baiklah, mari kita bubarkan grup ini. Aku tidak ingin berada satu kelompok dengan orang idiot.”

Wang Chao, “…”

Xie Zhuxing berbalik dan berjalan pergi.

Wang Chao mengejarnya dan meraih lehernya, berkata dengan nada tergesa-gesa, “Mau ke mana kamu?!”

Xie Zhuxing melepaskan tangannya. “Lepaskan.”

Wang Chao tidak melepaskannya. Dia awalnya hanya memiliki dua tangan yang melingkari leher Xie Zhuxing, tetapi kemudian dia melompat dan melingkarkan kakinya di pinggang Xie Zhuxing juga. Dia berkata dengan nada sedih saat dia tergantung di tubuh Xie Zhuxing, “Aku hanya mengucapkan beberapa kata kasar. Kenapa kamu begitu marah! Apa aku bilang untuk membubarkan grup ini? Aku yang idiot, oke?!”

Xie Zhuxing, “…”

Semua anggota berjalan keluar ruangan dengan canggung, menutup pintu saat mereka berdua berada di sana.


 

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

yunda_7

memenia guard_

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments