Penerjemah : Jeffery Liu
Editor : Hoshilhouette


Saat mereka berjalan ke luar dari klub, bulan bersinar terang dengan bintang-bintang bertebaran di langit. Sementara itu, jangkrik berdengung. Hawa panas bulan Juli menyapu mereka.

“Belakangan ini panas sekali.” Wang Chao melepaskan lengannya dari bahu Xie Zhuxing saat dia mengeluh. Dia menekan kunci untuk membuka kunci mobilnya.

Xie Zhuxing melihat bahwa mobil pemuda itu adalah Ferrari kuning—cantik dan mencolok, sangat konsisten dengan karakter Si Raja BB.

Raja BB bertanya kepadanya, “Kamu tidak mengemudi ke sini? Apa kamu akan menelepon seseorang untuk menjemputmu?”

“Aku naik kereta bawah tanah.”

Ekspresi terkejut terpancar di wajah Wang Chao ketika dia berkata, “Sial! Aku belum pernah melihat pria yang naik kereta bawah tanah untuk datang ke pesta.”

Xie Zhuxing mengayunkan tasnya ke atas bahu dan berkata, “Aku ke sini bukan untuk berpesta. Aku datang ke sini untuk tampil di awal pesta. Aku seorang penari.”

Wang Chao menggosok bagian belakang kepalanya dan memeriksa pemuda di depannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Xie Zhuxing berpikir, Sekarang kamu pasti sudah mengenaliku, ‘kan? 

Tapi Wang Chao terus melihat ke atas dan ke bawah tanpa tanda-tanda akan berhenti. “Kakimu cukup panjang … proporsi tubuhmu juga bagus. Wow, pantatmu juga terlihat bagus!”

“… Aku berterima kasih atas nama pantatku.”

Wang Chao tertawa. “Jangan terlalu rendah hati. Haha, apa kamu menari secara alami?”

“Aku dari Institut Tari Beijing.”

Ekspresi Wang Chao berubah cerah.

Ha! Jadi kita ternyata tetangga. Aku dari Institut Minzu. Angkatan 09. Usia kita … sepertinya hampir sama. Kamu lahir tahun berapa?”

Xie Zhuxing berkata sambil menatapnya dengan curiga, “Angkatan 08, lahir tahun 1992.”

Wang Chao bahkan lebih senang ketika mendengar itu. “Aku juga lahir tahun 1992! Banyak teman perempuanku yang bersekolah di sekolahmu, tapi kami sudah lama tidak berhubungan. Satu yang aku ingat hanyalah daging kambing rebus di kantin halal sekolahmu, tapi aku tidak pernah menemukan rasa yang sama seperti itu lagi. Aku sering pergi ke sekolahmu untuk bermain, kita mungkin bahkan pernah bertemu sebelumnya.”

Xie Zhuxing tidak dapat mengingat apakah dia pernah bertemu dengannya sebelumnya atau tidak, tetapi dia percaya bahwa orang ini berasal dari institusi sebelah. Sekolahnya memiliki banyak gadis dan tidak banyak pria; banyak pria dari sekolah tetangga akan datang setiap hari untuk bermain-main.

Wang Chao bertanya lagi, “Kalau begitu, tarianmu pasti bagus. Apa kamu bisa bernyanyi?”

Dia jelas tidak mengingat Xie Zhuxing dari terakhir kali dan Xie Zhuxing juga tidak ingin mengungkitnya. Jadi, dia mengikuti pembicaraan itu dan berkata, “Untuk apa?”

Wang Chao tersenyum dan berkata, “Untuk memperkenalkanmu pada sebuah pekerjaan. Katakan saja padaku kalau kamu bisa bernyanyi. Kamu tidak harus pandai dalam hal itu, selama kamu tidak tuli nada.”

Xie Zhuxing memikirkannya, ini mungkin untuk survival show.1 “Kurasa aku pernah belajar musik sebelumnya.”

“Kalau begitu, bagus sekali,” Wang Chao mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kartu nama, “telepon orang ini besok dan katakan bahwa Wang Chao menyuruhmu untuk menghubunginya. Apa yang dia cari hanyalah seseorang yang bisa bernyanyi, menari dan visualnya terlihat tampan.”

Xie Zhuxing melihat kartu nama itu; sangat sederhana dengan dasar emas gelap. Hanya ada nomor telepon dan nama di kartu itu, Duan Yikun.

Wang Chao menepuk dadanya sendiri dan berkata dengan cengiran lebar, “Hehe, namaku Wang Chao.”

“Terima kasih. Namaku Xie Zhuxing, zhu2 seperti pada bambu di plum, anggrek, bambu, dan krisan.”

Tapi Wang Chao tampaknya tidak terlalu peduli dengan namanya. Dia mengangguk dengan setengah hati kemudian berkata, “Baiklah. Saat kamu menelepon nomor itu, pastikan untuk menyebut namaku. Aku harus pergi.”

Keduanya berpisah dan Xie Zhuxing naik kereta bawah tanah, memasukkan kartu itu ke dalam tasnya dan melupakannya.

Bukannya dia tidak menghargai kebaikannya, dia sedikit banyak berterima kasih atas ‘kenalan’ Wang Chao yang tidak pandang bulu, tapi dia tidak akan menelepon ke nomor ini.

Dia hanya belum memiliki kesempatan untuk debut, tapi ini tidak seperti dia tidak memiliki nama di industri ini atau jika tidak, dia tidak akan menjadi penari cadangan untuk konser Tianwang. Satu hal yang berbeda jika tim produksi datang dan mengundangnya, tetapi itu adalah masalah lain baginya untuk secara pribadi menghubungi sutradara agar dapat mengikuti survival show. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang begitu murahan seperti ini.

Pada hari Senin, Xie Zhuxing menerima bayaran untuk pertunjukan akhir pekan dan dia mengirimi Yan Jiajia pesan, menanyakan kapan dia akan pulang.

Saat pesan dikirim, Direktur Yang memanggilnya ke kantornya lagi. Saat dia masuk, direktur dengan senang hati menepuk bahunya dan berkata, “Xiao Xie, masa depan yang cerah menantimu, jangan lupakan aku!”

Xie Zhuxing tidak tahu apa yang dia bicarakan dan berkata, “Yang-ge, tolong jangan mengolok-olokku.”

“Bagaimana mungkin aku mengolok-olokmu? Apa kamu masih ingat dua orang yang kamu temui di kantorku minggu lalu?”

Jantung Xie Zhuxing berdebar saat dia berkata, “Aku ingat. Siapa mereka?”

“Anak muda itu aku tidak yakin, tapi yang memakai kacamata adalah manajer NEX, D.K.”

Reaksi terkejut Xie Zhuxing kali ini tidak dipalsukan.

Studio tari itu berada di bawah Huixing Entertainment Company.3 NEX adalah grup idola di bawah Huixing, mereka telah beberapa kali diperdebatkan selama sekitar lima hingga enam tahun, tetapi mereka telah menurun baru-baru ini. Pada puncak debutnya, mereka berada di acara Festival Musim Semi selama dua tahun berturut-turut. Beberapa lagu tarian klasik dari album mereka yang masih populer di industri saat ini. Penari seperti Xie Zhuxing yang keluar untuk tampil sering kali melakukan cover tarian kelompok ini.

“NEX akan mengumumkan pembubaran mereka paling lambat tahun depan, dan D.K. berencana untuk meluncurkan grup idola baru sebelum itu,” kata direktur, “Mereka datang terakhir kali untuk melihat apakah ada kandidat yang cocok.”

Xie Zhuxing sedikit kesal. Hari itu dia salah menilai dan memperkirakan niat pihak lain. Oleh karena itu, dia tidak menangkap peluang itu sama sekali. Dia tidak melakukan sesuatu yang luar biasa di depan D.K..

Namun, direktur sangat senang ketika dia berkata, “Xiao Xie! Kamu lulus audisi utama! Akan ada audisi terakhir lusa. Kalau kamu lulus juga, kamu akan menjadi anggota grup idola dan membuat debutmu!”

Xie Zhuxing merasakan jantungnya berdetak kencang. Dia menekan kegembiraannya, menjaga ekspresinya tetap sama saat dia berkata, “Oke, aku akan mempersiapkan ini dengan saksama. Apa yang akan mereka uji?”

“Apa yang akan mereka uji?” Wang Chao sedang berbaring di sofa di rumahnya dengan AC bertiup. Dia bertanya kepada pihak lain di ujung telepon, “Kamu tidak akan memintaku menari, ‘kan? Aku bahkan tidak bisa melakukan senam radio.”

Orang di sisi lain tersenyum dan berkata, “Bagaimana itu bisa sulit bagimu? Kamu hanya perlu pergi dan berjalan melintasi panggung, mainkan piano, nyanyikan beberapa baris lagu. Grup akan dibagi, tidak semua orang harus pandai menari.”

“Baiklah, baiklah. Berapa banyak orang yang akan mengikuti audisi terakhir?”

“Sepuluh, semuanya cukup bagus. Ketika saatnya tiba, kamu bisa membantu memilih juga.”

Wang Chao menaiki kuda tingginya, “Kalau begitu aku harus melihat mereka lebih dekat, mereka akan menjadi teman satu grupku di masa depan. Mereka pasti menyenangkan untuk dilihat—oh, benar Apakah ada yang meneleponmu akhir-akhir ini dan mengatakan bahwa aku menyuruh mereka meneleponmu?”

“Aku belum menerima panggilan seperti itu. Siapa yang kamu suruh untuk menghubungiku?”

Wang Chao agak bingung. Kenapa  make up remover tampan itu tidak menelepon? “Tidak, tidak ada. Dia mungkin kehilangan kartumu, aku akan berbicara denganmu nanti.”

Sisi lain setuju, lalu bertanya lagi. “Apa kakakmu sibuk belakangan ini? Aku sudah lama tidak melihatnya. Kapanpun kalian berdua punya waktu, aku akan mentraktir kalian.”

Wang Chao mendongak dan melihat kakak laki-lakinya, Wang Qi, yang berdiri di depan tangki ikan di ruang tamu, siap memberi makan ikan. Jadi, dia berkata, “Dia di sini sekarang. Aku akan bertanya padanya. Gege!”

Wang Qi bahkan tidak meliriknya saat dia bertanya, “Apa?”

“Agenku ingin tahu kapan kamu luang. Dia ingin mentraktirmu makan.”

“Ucapkan terima kasih padanya untukku, tapi aku sibuk belakangan ini.”

Duan Yikun mendengar dari sisi lain telepon dan berkata, “Kalau begitu, ayo kita tunggu sampai Kepala Wang punya waktu!”

Wang Chao memberitahunya apa yang dia katakan, lalu Wang Qi datang dan mengambil telepon. “Xiao Duan.”

Wang Chao tidak tahu apa yang dikatakan Duan Yikun saat Wang Qi berbicara, “Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk. Saat aku senggang, seharusnya aku yang mentraktirmu. Aku tahu adikku tidak membuat kemajuan, terima kasih sudah mengawasinya.”

Wang Chao memamerkan giginya dan membuat wajah konyol di samping. Wang Qi meliriknya dan dia segera memasang wajah normal kembali.

Wang Qi mengucapkan beberapa patah kata, lalu menutup telepon. Dia melemparkan ponselnya kembali kepadanya dan kembali untuk memberi makan ikan.

Wang Chao tergeletak di sofa. “Apa Ibu akan kembali sore ini atau tidak? Aku ingin makan ikan.”

Tangan Wang Qi yang sedang memberi makan ikan menjadi kaku, lalu dia berkata, “Pergi makan kotoran.”

Wang Chao merasa bersalah ketika dia berkata, “Apa yang aku lakukan? Kenapa kamu mengomel padaku lagi?”

“Beritahu aku apa yang kamu lakukan. Sudah setahun sejak kamu lulus, tapi yang kamu lakukan hanyalah bermain-main sepanjang hari. Kamu tidak mau menanggung kesulitan apa pun, kamu ingin menjadi penyanyi sehingga kamu bisa berkompetisi di Super Boy, kemudian kamu menyuruhku untuk mencarikanmu agen? Apa gunanya aku membesarkanmu?!”

Wang Chao tidak tinggal diam. “Apa maksudmu kamu membesarkanku? Bukankah Ayah dan Ibu yang membesarkanku? Kalau kamu memang sangat menginginkan anak, kenapa kamu tidak memilikinya? Ibu selalu mengomel padamu tentang hal itu.”

“….”

Raja BB King terus mengoceh, “Kamu sudah menikah selama 8 tahun! 8 tahun! Itu sudah cukup untuk berperang dengan Jepang lagi! Dan kamu bahkan tidak bisa punya anak.”

Wang Qi melemparkan barang-barang yang ada di tangannya dan berjalan mendekat.

“… Gege, jangan pukul wajahku, aku akan segera debut.

Pada siang hari, Harbin Cecline Cheung pulang dan melihat putra bungsunya menangis di sofa dengan pantat terangkat ke udara. “Apa yang sedang kamu lakukan?” Dia bertanya karena penasaran.

Wang Chao menangis keras. “Ha Zhi! Wang Qi memukulku lagi! Dia memukulku dua hari yang lalu meskipun aku mengatakan kepadanya kalau aku tidak menggunakan narkoba, hal itu pemukulan yang tidak pantas! Sekarang dia memukulku lagi hari ini! Lihat pantatku! Pantantku bengkak!”

Namun, ibunya tidak berada di pihaknya, dia bahkan menginterogasinya, “Masalah apa yang kamu timbulkan kali ini?”

Wang Chao menjelaskan dari sudut pandang yang akan membuatnya terlihat baik, “Aku membantumu mengomelinya untuk segera punya anak, dan kemudian dia memukulku.”

Mama Wang melihat sekeliling, lalu bertanya, “Ke mana dia pergi?”

Wang Chao mengatakan beberapa omong kosong, “Dia mungkin cukup puas setelah memukulku, dia mungkin pergi.”

Mama Wang terlalu malas untuk memikirkannya, dia menuju ke dapur dengan membawa bahan makanan.

Wang Chao masuk dan melihat bahwa ibunya akan memasak ikan. Dia sangat senang, sehingga dia melupakan semua rasa sakit di pantatnya. “Bagaimana kamu tahu aku ingin makan ikan?”

“Kakak keduamu bilang dia akan pulang untuk makan siang, dia bilang dia ingin makan ikan.”

Wang Chao, “…”

Dia memiliki dua kakak laki-laki. Ketika dia masih kecil, dia selalu mengagumi mereka. Bisa mengibarkan bendera kecil sambil mengikuti di belakang mereka membuatnya sangat senang. Di depan anak-anak seusianya, dia akan pamer sepanjang waktu dengan berkata, “Apa kamu punya kakak laki-laki? Tidak, ‘kan? Aku punya dua!” Sangat sempurna ketika dia berkata begitu sambil membentuk tanda V dengan jari-jarinya.

Saat dia tumbuh dewasa, dia tidak bisa pamer lagi. Mereka yang tidak memiliki saudara sangat beruntung, setidaknya mereka tidak harus dipukuli sepanjang hari.

Jika dia tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya, kakaknya akan memukulinya. Jika dia tidak berlatih piano dengan benar, kakak keduanya juga akan memukulinya. Ketika dia mencetak 200 poin di Gaokao, kakaknya memukulinya. Ketika dia bolos kelas dan langsung pergi ke warnet, kakak keduanya memukulinya lagi. Ketika dia berkelahi dengan anak laki-laki dari sekolah tetangga, kakaknya memukulinya. Ketika dia mendapat batu ginjal dari aktivitas seksual yang ceroboh dan pergi ke rumah sakit, dia dipukuli lagi oleh kakak keduanya … yang adalah seorang dokter.

Ibunya melihat bahwa dia tidak bahagia dan ingin membujuknya. Namun, dia juga tidak ingin dia terlalu terburu-buru. “Bagaimana perkembangan grupmu? Berapa banyak orang di sana?”

Wang Chao sangat mudah melupakan sesuatu. Satu kalimat itu sudah cukup untuk membuatnya lupa bahwa ikan yang dibeli ibunya tidak dibuat untuknya. Dia membual dengan gembira, “Termasuk aku, ada 6 orang. Hampir siap, kami berencana untuk debut dengan album pada bulan September.”

“Apa anak-anak lain tampan? Tunjukkan beberapa foto.”

Wang Chao jelas tidak punya foto. Dia membual dengan tidak masuk akal, “Tentu saja mereka tampan, mereka semua memiliki level yang sama denganku.”

Mama Wang memandangnya dan berkata, “Ya, kalau begitu kelompok itu pasti akan hancur.”

Wang Chao menggerutu. “Aku tahu kamu tidak melahirkanku. Bagaimana Harbin Cecline Cheung bisa melahirkan Jin Chengwu? Di mana ibuku yang sebenarnya?!”

Mama Wang tertawa. “Enyahlah!”


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

HooliganFei

I need caffeine.

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. Survival show adalah program atau acara televisi yang menampilkan persaingan sengit antara para trainee untuk debut.
  2. Dia memperkenalkan namanya di sini. Zhu dalam namanya yakni 竹  (bambu). 梅兰竹菊=plum, anggrek, bambu, dan krisan.
  3. Perusahaan Hiburan Huixing.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments