Penerjemah : Kueosmanthus
Editor: _yunda


Semua orang telah mabuk kecuali Wang Jin. Setelah makan, dia bertanggung jawab untuk membawa pulang Liang Xi sementara Wang Chao memanggil taksi.

“Liang-ge, besok jam 8 malam, perusahaan kami akan merilis profil pribadi Xiao Xie,” kata Wang Chao kepada Liang Xi. “Pastikan untuk membagikannya dan sedikit memujinya.”

Liang Xi sedikit kesal. “Kamu sudah mengatakannya tujuh atau delapan kali. Jika kamu terus menyalak, aku tidak akan melakukan apa-apa.”

Dia pergi dengan Wang Jin.

Wang Chao bersandar di bahu Xie Zhuxing, mencoba mengingat dengan tidak pasti. “Apakah aku benar-benar mengatakannya tujuh atau delapan kali?”

Xie Zhuxing, “… Empat kali.”

“Aku tidak merasa seperti aku mengatakannya berkali-kali. Jika dia tidak melakukannya besok, maka aku akan meneleponnya lagi.”

“Jangan. Lagipula dia tidak berada di perusahaan yang sama dengan kita. Membagikan hal itu mungkin tidak nyaman. Jika dia membagikannya itu bagus, tetapi jika tidak, jangan ganggu dia,” Xie Zhuxing memperingatkan.

Wang Chao menepuk punggungnya dan berkata, “Dia memiliki sekitar 20 juta pengikut di Weibo.1 Membagikan acaknya jauh lebih efektif daripada pemasaran perusahaan. Apakah kamu bodoh?”

Xie Zhuxing, “…” Kamu idiot, siapa yang kamu sebut bodoh?

Tentu saja dia tahu bahwa Liang Xi membantunya mendapatkan popularitas adalah hal yang baik.

Selama makan malam tadi, selain ketika mereka bertemu dan saling menyapa, Liang Xi pada dasarnya tidak memperhatikannya sama sekali. Wang Chao memperkenalkan nama lengkapnya dan Liang Xi tidak mengingatnya. Ketika mereka pergi, dia berkata, “Xie…” lalu berhenti. Pada akhirnya, dia hanya mengikuti Wang Jin ketika dia berkata, “Xiao Xie, ketika kamu punya waktu luang di kemudian hari, mari kita hang out lagi.”

Di mata Liang Xi, dia hanyalah teman dekat Wang Chao yang datang bersama untuk makan — bahkan mengingat namanya terlalu merepotkan. Orang dewasa tidak akan mendengarkan Wang Chao yang naif membual tentang bagaimana “dia adalah orang yang baik”. Liang Xi dan Wang Jin tidak akan berpikir bahwa “dia adalah orang yang baik” hanya karena Wang Chao telah mengatakannya. Untuk Liang Xi, yang memiliki lebih dari 20 juta pengikut, postingannya yang biasa saja sudah cukup untuk menjadi berita utama; nilai bisnis diperkirakan bernilai enam angka. Mengapa dia membantunya membagikan postingannya? Bukankah itu hanya demi Wang Chao?

Wang Chao dan Liang Xi telah berteman sejak kecil. Melakukan hal semacam ini mudah untuk mereka. Tapi bagaimana dia akan membayar Wang Chao kembali?

Lebih penting lagi, dia tahu dengan sangat jelas mengapa Wang Chao ingin membantunya. Itu bukan karena dia ingin melakukan sesuatu —pria itu tidak memiliki pemikiran seperti ini— dia hanya ingin dirinya bersikap baik padanya.

Seperti orang bodoh.

Ketika taksi datang, keduanya duduk di belakang dan pulang bersama.

Xie Zhuxing hanya minum sedikit; dia tidak mabuk sama sekali. Wang Chao sendiri minum cukup banyak, tapi dia juga tidak mabuk. Begitu mobil mulai bergerak, dia bersandar pada Xie Zhuxing dan mulai tertidur.

Ketika mereka sampai di rumah, Wang Chao melepas sepatunya tetapi tidak repot-repot memakai sandalnya. Dia berjalan ke dalam tanpa alas kaki, mengeluh tentang betapa panasnya cuaca. Dia melepas kaosnya dan jatuh ke sofa sambil memerintah, “Xiao Xie, beri aku sekaleng bir.”

Xie Zhuxing pergi ke lemari es dan mengambil sekaleng bir. Dia membukanya dan memberikannya padanya.

Wang Chao duduk di sana dengan lemas dan meminum beberapa tegukan besar. Dia bersendawa beberapa kali lalu tertawa. “Jika aku bersendawa seperti ini di rumah, Wang Jin pasti akan mencubitku lagi.”

Dia tidak mengenakan apa pun dari pinggang ke atas. Xie Zhuxing melihat pinggangnya, pinggang Wang Chao cukup pucat dibandingkan dengan tanda cubitan di pinggangnya, membuatnya lebih menarik perhatian.

“Kakak keduamu terlihat lembut, tetapi siapa yang tahu dia akan sangat kejam?”

“Dia benar-benar berbeda dari Wang Qi. Wang Qi langsung mengalahkanku, tapi dia tidak sama. Ketika Wang Jin baik padaku, dia sangat baik. Beberapa tahun yang lalu, aku pergi ke rumah sakit karena batu ginjal. Awalnya, dia membeli makanan dan meminta rekan kerjanya untuk menjagaku. Tapi kemudian setelah berbicara dengan mereka, dia berbalik memukuliku di depan semua orang, bahkan tidak menyelamatkan mukaku.”

Xie Zhuxing penasaran. “Kenapa dia tiba-tiba memukulmu?”

Wang Chao meratakan kaleng bir kosong dan berkata, “Karena batu ginjal terbentuk dari terlalu banyak gerakan fisik. Rekan-rekannya mengatakan kepadanya bahwa aku mengalami ketegangan otot di pinggang dan fungsi ginjalku berkurang.”

Xie Zhuxing, “…”

Wang Chao tidak malu; bahkan, dia membual sambil melanjutkan, “Aku baru saja lulus, jadi aku cukup bosan. Aku punya teman yang memperkenalkan dua gadis kembar kepadaku. Dia mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan waktu bersama sebelumnya dan dua gadis kembar itu katanya punya kemampuan yang cukup baik. Jadi aku pergi berlibur bersama mereka ke Spanyol dan terlalu menikmatinya. Mereka sebenarnya terlihat cukup baik, dan juga payudara mereka sangat besar. Yang lebih muda khususnya mengerang—”

Xie Zhuxing tidak mau mendengarkan lagi. Dia berdiri dan berkata, “Aku akan mandi. Kita harus pergi ke perusahaan lebih awal besok.”

Wang Chao berkata dari belakangnya, “Untuk apa kamu malu? Kita berdua pria. Bukankah itu hanya seks?”

Wang Chao ditinggalkan sendirian. Dia minum bir saat dia mengingat kembali saat-saat dia bersama si kembar, merasa sedikit terganggu.

Xie Zhuxing keluar dari kamar mandi ketika dia selesai mandi. Wang Chao mengikutinya saat dia membuka kamar tidur dan berjalan masuk.

Dia duduk di samping tempat tidur dan Wang Chao mengikutinya. Dia ingin bersandar padanya, tetapi dia bersembunyi di samping.

Wang Chao tidak senang. “Apa yang sedang kamu lakukan? Untuk apa kamu begitu malu?”

Xie Zhuxing terlalu malas untuk melayani omongannya. Dia terus mengeringkan rambutnya.

Wang Chao, “Xiao Xie … bagaimana kalau kita mencoba itu?”

“Itu?”

Wang Chao tiba-tiba berkata, “Bukankah laki-laki di asrama pria selalu masturbasi bersama? Mari kita coba.”

Xie Zhuxing, “…Siapa yang memberitahumu omong kosong seperti itu?”

Wang Chao terkejut. “Mereka tidak masturbasi?”

“…”

Dia merasa sangat canggung. Mereka tidur di ranjang yang sama di malam hari, bagaimana mungkin dia tidak canggung?

Dia bertanya, “Jadi kamu pernah melakukannya dengan orang lain sebelumnya?”

Wang Chao, “Tidak.”

Wajahnya datar, sepertinya dia tidak berbohong.

Xie Zhuxing curiga. “Lalu apa maksudmu asrama pria biasanya melakukan itu?”

“Aku tidak pernah tinggal di asrama. Tapi aku mendengar dari orang lain bahwa laki-laki di asrama pria biasanya saling membantu.”

Xie Zhuxing tidak mengatakan apa-apa saat itu. “Lalu siapa yang memberitahumu omong kosong ini?”

“Salah satu teman sekelasku memberitahuku ah. Dia mengatakan hal semacam ini normal di asrama pria. Dia bahkan menarikku ke samping dan memintaku untuk melakukannya dengannya sekali.”

Xie Zhuxing, “…Lalu?”

“Aku tidak ingin melakukannya hari itu, jadi aku tidak melakukannya.”

Xie Zhuxing menatap wajahnya, lalu melihat bagian atas tubuhnya yang telanjang. Wajahnya cukup menarik; kulitnya lembut dan pucat. Dia sering suka merengek dan mengoceh seperti anak kecil, selalu menempel dengan siapa pun yang dekat dengannya.

Wang Chao mengikuti pandangannya dan menatap dirinya sendiri. “Apa yang kamu lihat?”

“Apakah teman sekelasmu itu gay?”

Wang Chao, “…Hah?”

Xie Zhuxing memarahinya lagi seolah dia telah gagal memenuhi harapannya. “Apakah kamu idiot? Selain seorang homo, siapa yang tertarik untuk menyentuh orang lain seperti itu?”

Wang Chao tercengang. “…Tidak mungkin. Dia punya pacar yang lebih tua darinya. Aku bahkan pernah bertemu dengannya sebelumnya. Pacarnya cukup menarik.”

“Kau masih berhubungan dengannya?” Xie Zhuxing bertanya.

Wang Chao tiba-tiba teringat beberapa peristiwa lama dan dengan marah berkata, “Aku tidak berhubungan dengannya lagi. Pacar lamanya sama seperti mantanmu — sangat pandai menghabiskan uang pria lain! Dia tidak mampu membelinya jadi dia datang kepadaku dan berbohong demi uang. Hari ini dia akan mengatakan ayahnya mengalami kecelakaan mobil, lalu besok dia akan mengatakan ibunya sakit. Aku cukup dekat dengannya, dan aku punya uang, jadi aku memberikan beberapa kepadanya. Kemudian aku menemukan itu semua bohong. Aku memukulinya dan hanya itu.”

Xie Zhuxing, “…”

Wang Chao, “Semakin aku memikirkan orang itu, semakin aku marah. Selama periode waktu itu, aku benar-benar setia padanya, sama seperti aku kepadamu sekarang. Tapi pada akhirnya, dia hanya menganggapku sebagai pohon uang. Itu sebabnya aku tidak suka Gao Siyuan. Aku tahu dia bukan orang baik setelah mendengarnya berbicara.”

Dia melingkarkan tangannya di sekitar Xie Zhuxing lalu berkata, “Aku berharap bisa bertemu denganmu lebih awal. Kamu tidak seperti mereka.”

Dia benar-benar merasa bahwa Xiao Xie berbeda dari orang lain. Selain orang-orang di keluarganya, Xiao Xie adalah orang yang paling baik padanya: dia tidak mengejar uangnya, dan dia tidak peduli dengan latar belakangnya.

Xie Zhuxing tidak tahu harus berkata apa. Dia kemudian memikirkan apa yang baru saja dia lakukan dan melihat tangan di bahunya. “Apa kamu mencuci tanganmu?”

“Aku sudah mencucinya. Cium jika kamu tidak percaya padaku.”

Dia mendorong tangannya di bawah hidung Xie Zhuxing, tetapi kemudian dia meraih tangannya dan melemparkannya ke samping. “Enyah! Siapa yang mau mencium bau itu?”

Wang Chao mengendusnya sendiri, lalu berkata, “Aku baru saja mencucinya. Tidak ada bau.”

Semakin Xie Zhuxing menatapnya, semakin dia berpikir Wang Chao benar-benar idiot. “Laki-laki di asrama pria tidak saling membantu. Berhentilah dekat dengan pria lain di masa depan. Tidakkah menurutmu itu menjijikkan? Aku tahu kamu menyukai perempuan, tetapi jika orang lain tidak tahu, mereka akan berpikir kamu belok! Terutama dengan tipe seperti teman sekelas lamamu, mereka mengambil keuntungan darimu, tapi kamu pikir mereka dekat denganmu!”

Wang Chao mengira dia meremehkannya. Dia berkata dengan marah, “Kamu bicara tentang aku? Kamu membangunkanku, membelikanku sarapan, dan membantuku mencuci pakaianku setiap hari. Jika aku tidak tahu kamu menyukai perempuan, dan jika orang lain tidak tahu, aku akan mengira kamu gay dan ingin berkencan denganku!”

Xie Zhuxing, “…”

Bahkan jika dia benar-benar gay, dia tidak ingin berkencan dengan si idiot ini.


Komentar Penerjemah :

ENG TLS : baik xzx …. kamu akan segera jatuh cinta padanya, idiot


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

HooliganFei

I need caffeine.

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Weibo merupakan situs mikroblog atau platform sosial media seperti twitter, facebook.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments