• Post category:Nights
  • Reading time:9 mins read

“Bagaimana kita membagi ini? 50-50?”

Penerjemah: HooliganFei


Dengan dua dewa penjaga pintu berdiri di sampingnya, Pel begitu terkekang sampai dia harus menderita pusing dan mual dengan begitu berhati-hati, takut memprovokasi mereka, khususnya Sa’e Yang.

Tapi ketika Pel melihat keduanya pergi meninggalkannya di belakang dan berjalan ke pintu piringan, dia khawatir lagi.

Pel mencoba untuk menolak, gagal, dan tersandung-sandung menyusul mereka berdua, menggendong Pel Kecil bersamanya.

Chu Si mendengar langkah gugup dan menoleh ke belakang, menaikkan alisnya, “Apa ada hantu yang mengejarmu?” paling banyak hanya terpisah enam atau tujuh meter, bahkan kau harus tergesa-gesa seperti ini.

Tentu saja tidak ada hantu, tapi tiang Naga adalah satu-satunya sumber cahaya dari fragmen, dan itu hanya memancarkan cahaya biru remang-remang. Di bawah penerangannya, siapa saja, tidak peduli seberapa bagus tampangnya, akan mirip seperti hantu.

Bahkan memandang wajah Pel Kecil lebih dari lima detik sedikit menakutinya.

Pel bisa saja memberi tahu ini pada siapa saja, tapi memberitahukan ini pada Chu Si akan mengantarkan dirinya sendiri langsung kepada mulut mencemooh milik Chu Si. Jadi Pel mengangkat dagunya dengan keras kepala dan berkata, “Tidak ada, aku hanya ingin mengatakan bahwa bagian dari Penjara Luar Angkasa bisa dianggap sebagai sebuah jenis pesawat udara cerdas dalam arti luas, sehingga seharusnya mereka berada dalam keahlianku. Pintu pesawat udara cukup rumit saat dibuka, terutama―”

Tanpa menunggunya untuk selesai berbicara, Chu Si menekan sebuah tombol di dekat pintu dengan mudah.

Dua pelat logam bergeser terbuka secara otomatis, mengungkapkan pemindai tersembunyi di dalamnya.

Tapi ini hanya sedikit membutuhkan usaha, memerlukan sesuatu tambahan selain pemindai iris. Cahaya merah menyapu Chu Si dari kepala ke ujung kaki, dan layar dengan gesit menunjukkan struktur kerangka dan urutan DNA. Setelah serangkaian nomor melintas, layar menampilkan dua baris kata:

                Diautentikasi

                Otoritas terkualifikasi

Pel: “…Pura-pura aku tidak pernah mengatakan itu.”

“Aku mengapresiasi maksud baikmu, tapi ini juga terjadi di dalam otoritasku.” Chu Si mengendik.

Kecewa dengan ketidakbergunaannya sesaat, Pel hanya bisa tetap menjadi pengganggu yang rendah hati. “Apa yang mungkin ada di sini? Apa ada makanan? Tuhan tahu betapa laparnya aku sampai bisa makan seseorang.”

Sa’e Yang tiba-tiba berbalik, memamerkan sebuah senyuman padanya: “Kebetulan sekali, aku juga.”

“…” Pel terdiam ketakutan sampai hilang akal.

Senyuman bos besar ini lumayan tampan, tapi lebih menakutkan daripada wajah datarnya!

Walaupun sistem kecerdasan piringan ini sedikit mengalami keterbelakangan mental, bagaimanapun itu masih bagian dari Penjara Luar Angkasa. Ada lebih banyak lapisan pintu di sini daripada di tempat lain, dan proses membuka juga jauh lebih rumit.

Dengan suara logam yang beroperasi terus-menerus berdengung, dua lapis terbuka saat mereka berbicara.

Sa’e cukup percaya diri dengan benda yang dipancingnya ini. Satu tangannya di kantung dan yang lain menunjuk pintu logam, yang mana sedang dalam proses membuka lapisan ketiga. “Komandan Chu dengan otoritas yang sangat tinggi, kita akan segera melihat semeja penuh makanan segar, anggur, dan bahkan rokok. Bukannya seharusnya kau berterima kasih padaku?”

Tentu saja, dia tidak mengatakan ini secara sembarangan.

Chu Si bisa menggambar cetak biru Penjara Luar Angkasa bahkan dengan mata tertutup. Dia hampir tidak bisa bereaksi akan kekacauan yang baru saja terjadi, tapi sekarang dia sudah menenang, dia langsung menyadari ini begitu dia mulai memetakan cetak biru piringan ini dalam kepalanya.

Di piringan ini, ada sebaris ruang kurungan khusus di timur, Pusat Pengawasan No.2 di luar, dan ruang tugas sipir serta Bunker Bahan bakar No.4 di barat. Tapi tak ada dari ini semua yang penting bagi Chu Si saat ini. Area paling penting adalah area paling tengah piringan―sebuah restoran.

Restoran. Kata yang sangat indah.

Melihat situasi mereka, tidak berlebihan menyebutnya sebagai surga.

Sejak Chu Si melangkah keluar dari kriokapsul, dia begitu lapar sampai bisa makan orang. Hanya saja dia tidak bisa memasukkan kedua pel tersebut ke dalam mulutnya, dan Sa’e Yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

Dia berkata bahwa dia akan mencari sesuatu yang berguna, tapi itu semua adalah omong kosong. Mengisi perutnya lebih penting.

Kelima lapis layar pintu logam akhirnya terbuka.

Mereka mungkin sedang mengantisipasi sebuah koridor ke kantor tugas penjara, dan mungkin saja seorang sipir yang masih kebingungan dengan situasi ini akan muncul di sana. Tapi berdasarkan prosedur biasa, mereka semua seharusnya sudah dievakuasikan sebelum piringan ini hancur.

Namun saat melangkah masuk, alis Chu Si mengernyit.

Karena posisinya mengharuskannya untuk secara konstan berhadapan dengan segala macam bahaya, dia begitu sensitif dengan hal-hal tertentu―

Ada sesuatu yang sangat aneh dengan koridor ini!

Pintu-pintu dari delapan ruang penjaga penjara berturut-turut tertutup rapat. Bahkan jendela-jendela kecil di atasnya tersegel rapat. Mata Chu Si menyapu setiap pintu satu per satu, tapi dia tidak berhenti berjalan. Saat dia mencoba memegang gagang pintu, dia mendengar intonasi rendah samar-samar dari nada elektronik di dalam.

Hanya dikunci mati oleh sistem pintar akan menghasilkan tanggapan semacam ini.

“Kenapa gelap sekali? Aku pikir akan terang dan berisik di sini, bukannya ruangan ini dipakai sebelum hancur?” Suara Pel penuh akan keraguan, dan tenggorokannya sedikit menegang.

Sa’e Yang mengikuti di belakang Chu Si. Dia tampak sangat penasaran pada tempat di mana petugas penjara tinggal, memindai dan menilai setiap pintu dari atas sampai bawah. “Semuanya dikunci mati? Sayang sekali, aku bahkan berencana meminjam satu ruangan untuk mandi.”

Di bawah lingkungan semacam ini, Chu Si akan tanpa sadar memusatkan perhatiannya untuk menangkap setiap pergerakan kecil di sekitar, tapi dia hanya akan mengabaikan suara perkataan.

Khususnya kata-kata menyebalkan dan tidak berguna milik Sa’e Yang―kata-kata itu akan langsung disaring.

Kedelapan ruangan petugas penjara segera berada di belakang mereka. Chu Si, yang memimpin sampai di ujung koridor, dan dia akan segera bisa melihat restoran setelah berbelok di sudut dan melewati sebuah pintu pemisah.

Tapi alih-alih membuka pintu pemisah dengan segara, dia berdiri di ujung koridor dan melihat ke sekitar―

“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Pel bertanya karena Chu Si tidak melangkah ke maju.

Chu Si berkata, “Makan.”

Pel membeku: “Tapi tempat ini agak aneh, bukannya sebaiknya kita memeriksa dulu untuk memastikan bahwa tempat ini aman?”

Chu Si mengalihkan tatapannya dari koridor di belakang. “Makan dulu.”

Pel: “…” Baiklah, sepertinya kau terlalu lapar untuk berpikir.

Sebenarnya, Chu Si sudah memeriksa beberapa tempat-tempat potensial untuk bersembunyi saat mereka berbicara. Semuanya kosong, atau setidaknya tidak akan ada bahaya yang mendekat.

“Selain bahaya yang tak dapat dihentikan seperti ‘artileri yang meledakkan kepala kita di detik selanjutnya,’ tidak ada yang bisa menghentikan Komandan Chu dari makan,” Ujar Sa’e Yang dengan malas. Dia mencondongkan diri ke depan dan menjulurkan tangannya melewati Chu Si untuk mendorong pintu pemisah ke ruang makan. “Bukannya begitu, sayangku?”

Pintu pemisah ini sebenarnya tidak dikunci, jadi itu terbuka dengan sekali dorongan.

Bantingannya ke dinding mengejutkan.

Pada waktu yang bersamaan, sesuatu berbunyi, yang terdengar seperti sekotak kayu yang didorong terbuka. Debu yang tiba-tiba meledak menyebabkan kekacauan yang beterbangan.

Chu Si membayangkan bahwa tak akan ada siapa pun di restoran. Evakuasi darurat mungkin telah meninggalkan meja dan kursi miring, dan beberapa orang pikun mungkin bahkan telah meninggalkan sandalnya di lantai.

Tapi hidangan ambil sendiri yang mengisi dinding di balik konter seharusnya masih utuh.

Baiklah, mungkin dengan beberapa piring yang terbanting ke lantai juga.

Tapi apa pun yang terjadi, itu tidak akan pernah terlihat seperti ini―

Meja makan dan kursi tertumpuk dengan erat dan bersandar ke dinding, mengosongkan ruang besar yang dipenuhi dengan kurungan, dan di setiap kurungan ada satu orang dilumpuhkan seperti anjing sekarat. Setiap dari mereka memiliki ikatan hitam-emas melingkar di lengan. Wajah mereka kotor dan suram, dan rambut yang berantakan mencuat dari kurungan, mirip seperti seekor ayam dengan bulu yang meledak-ledak.

Dinilai dari penampilan mereka saja, mereka seharusnya sudah dikurung cukup lama.

Pintu pemisah yang tiba-tiba terbuka menstimulasi mayat-mayat tersebut. Mereka memukul mati-matian logam cerdas yang bisa diperpanjang pada kurungan dengan belenggu mereka.

“Oh―” Sa’e Yang mengendus, “Sejak kapan restoran berubah menjadi peternakan ayam. Banyak bahan, tapi sedikit tengik.”

Mendengarnya, orang-orang di dalam kurungan membeku untuk sesaat, dan mereka menjadi semakin gelisah, memukul kurungan sampai surga bergetar.

Chu Si secara selektif mengacuhkan kurungan-kurungan yang seharusnya tidak muncul di sini, dan dia melirik rak di balik konter, di mana makanan harusnya berada.

Ternyata tempat itu sepenuhnya kosong. Jangankan makanan segar, bahkan sehelai rumput segar pun tidak ada!

Komandan Chu yang luar biasa lapar dengan segara menjadi pitam saat itu, dan suasana hatinya jatuh.

Alisnya berkerut, wajahnya menggelap, dan tidak bisa menghindar dari mengalihkan fokusnya pada kurungan-kurungan itu sekali lagi. “Dua pertanyaan.”

Sa’e menaikkan alisnya: “Silakan.”

Chu Si: “Pertama, apa yang terjadi saat kau melarikan diri dari penjara, bagaimana Penjara Luar Angkasa berubah menjadi sebiadab ini?! Kedua, bagaimana cara kita membagi… daging tengik ini? 50-50?”

Suara kandang yang berdentang sontak berhenti, dan daging tengik itu menjadi hening.

Pel: “…” Komandan, apa kau tahu bahwa kau tidak terlihat sama sekali seperti seorang komandan. Kau mirip seperti teroris nomor 2!

KONTRIBUTOR

HooliganFei

I need caffeine.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments