Penerjemah : Vins


Catatan Penerjemah  : Jika kalian melihat typo atau salah penulisan komen aja.  Selamat Membaca.


Setelah tiba di kantor polisi, dokter forensik Xiang Yuan melirik jam di tangannya. “Dua belas tiga puluh. Santai saja, ayo makan bersama, aku punya sesuatu di sore hari.”

Saat mereka makan siang, pembudidaya iblis yang telah berubah menjadi petugas polisi memanfaatkan waktu luangnya untuk melihat foto-foto TKP lagi. Karena hujan tadi malam, tidak ada jejak atau petunjuk yang tertinggal di samping kolam. Secara khusus, hujan telah menghapus semua bekas yang tertinggal di sisi kolam, dan bahkan tidak ada satu pun jejak kaki.

Yang Zhi memiliki memar di tubuhnya, tapi itu mungkin karena dia membentur sisi pipa ketika dia berjuang di dalam air. Mereka hanya harus menunggu otopsi.

Setelah melihat foto-foto itu sepanjang hari, Gu Xizhou masih tidak menemukan petunjuk yang berharga, tetapi telepon Fang Zhi berdering.

Setelah menjawab telepon, Fang Zhi meraih barang-barang di tangan Gu Xizhou. “Gu Ge, keluarga korban ada di biro, menunggu kita”

“En”

Gu Xizhou melambaikan tangannya ke bos. “Bos, tagihannya”

Dia meraba sakunya, dan setelah membuka dompetnya, seluruh tubuhnya membeku.

Foto ini… kenapa ada di dompetnya?

Dia jelas memasukkan foto itu ke dalam album kemarin!

“Hei, Gu Tua tidakkah kamu pelit ba? Mengapa kamu bengong? Lihatlah Xiao Fang, orang seperti dia, berapa penghasilan mereka dalam sebulan, dan bandingkan dengan berapa banyak yang kamu hasilkan dalam sebulan? Membiarkan Fang Zhi mentraktir kami, sebagai penatua, tidakkah hati nuranimu akan terluka?” Xiang Yuan melambaikan tangannya di depan mata Gu Xizhou, menunjukkan kesan ingin memukul.

Memulihkan akal sehatnya, Gu Xizhou menghentikan Fang Zhi yang membayar tagihan dan mengeluarkan uang 100 yuan dari dompetnya, menyerahkannya kepada bos. Bosnya sedikit malu, dan hanya menerima uang Gu Xizhou setelah mendengar kata-kata Xiang Yuan.

Setelah membayar tagihan, Gu Xizhou terus membuka dompet dan melihatnya dalam perjalanan kembali. Potret keluarga itu disimpan dalam kondisi bersih di dalam dompetnya.

Begitu mereka tiba di biro polisi, Gu Xizhou melihat seorang wanita dengan sosok ramping mengenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang, dengan syal sutra di lehernya. Tidak perlu bertanya, ini pasti istri Yang Zhi, Yan Li.

Xiang Yuan berkata pelan, “Tak terduga istrinya benar-benar cantik”

“Tolong ikut denganku”

Wanita itu mengangguk dengan hati-hati, dan ada sedikit kesedihan di matanya.

Setelah naik, Gu Xizhou meliriknya, dan bertanya dengan takjub: ” Mengenakan baju dengan begitu banyak lapisan, bukankah itu panas?”

“Tidak, tidak panas” Yan Li mengalihkan pandangannya dan menundukkan kepalanya, tetapi keringat di lehernya mengkhianatinya.

Gu Xizhou melihat semua ini, tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun.

Saat memasuki ruang interogasi, Fang Zhi mengajukan beberapa pertanyaan terlebih dahulu. Setelah melihat bahwa dia gugup, dia menawarinya secangkir air hangat. “Jangan gugup, minumlah dulu”

“Suami anda pergi keluar tadi malam untuk minum di rumah Hong Yong, apakah anda tahu tentang ini?”

Yan Li: “Saya tidak berani bertanya tentang masalahnya, tetapi akhir-akhir ini dia sering minum sampai mabuk, dan pulang sekitar jam tiga atau empat”

Fang Zhi: “Oke, kalau begitu maafkan saya karena bertanya, tapi di mana anda tadi malam?”

Yan Li: “Di rumah”

“Sendiri?”

“Ya, setelah dia kembali, dia segera pergi. Anak saya tinggal di asrama di universitasnya. Kemarin, saya lelah setelah pulang kerja, jadi saya tidak pergi bersama mereka untuk makan malam, dan langsung pulang”

“Adakah yang bisa membuktikan ini?”

Yan Li: “Tidak, seharusnya tidak ada orang, hm… Tapi lift di area komunitas ada CCTV, jadi anda bisa melihat saat saya sampai di rumah”

Fang Zhi membuat suara afirmatif. “Apakah suami anda punya dendam dengan seseorang baru-baru ini? Entah dia membicarakannya secara langsung atau hanya menyebutkannya sekilas semuanya akan membantu”

“Dia tidak pernah menyebutkan apa pun kepada saya. Saya tidak begitu jelas tentang masalah perusahaannya”

Fang Zhi mengangguk, dan mencatat semuanya. “Itu saja untuk saat ini. Jika anda ingat sesuatu, ingatlah untuk memberi tahu kami, dan kami akan menghubungi anda lagi jika kami menemukan sesuatu”

“Oke, oke … tentang itu … Bisakah saya melihat suami saya?” Wanita itu bertanya dengan ragu.

“Tentu saja anda bisa”

Suara tangisan keluar dari ruang otopsi. Gu Xizhou dan Fang Zhi saling memandang, dan tak berdaya menggelengkan kepala mereka. Tampaknya hubungan antara wanita dan korban tidak seburuk yang dikatakan Hong Yong.

Setelah mendapatkan transkrip interogasi, Gu Xizhou meliriknya dan berkata: “Minta keamanan komunitas untuk membantu dan periksa rekaman CCTV lift”

Saat Gu Xizhou turun untuk mengirim wanita itu pergi, dia menerima telepon dari Fang Zhi. “Area itu sudah diperiksa. Yan Li tidak pergi setelah dia sampai di rumah pada jam 8 malam”

“Apakah sistem CCTV memiliki titik buta?”

“Tidak, lingkungan mereka adalah distrik kelas atas, dengan pengawasan yang membentang di sekitar tembok. Setelah dia kembali, dia tidak pernah pergi”

Fang Zhi: “Gu Ge, aku berencana pergi ke perusahaan pria itu untuk menyelidiki keadaan di sana”

Gu Xizhou mendengar kata-kata Fang Zhi dan membuat suara setuju. Dia kembali ke kantornya dan mengeluarkan dompetnya, mengeluarkan foto itu dan membaliknya lagi dan lagi.

Di bagian belakang, tiga angka “705” tertulis. Gu Xizhou ingat gaya penulisan dan lokasi angka-angka itu, terutama karena foto itu membantunya menemukan apartemen pemilik aslinya, siapa tahu dia akan menginap semalam. Gaya penulisan dan lokasinya persis sama dengan yang tadi malam.

Gu Xizhou: …

Pukul 3 sore, hasil keluar dari dokter forensik. Yang Zhi meninggal karena tenggelam, dan dipastikan itu adalah air di kolam setelah penyelidikan lebih lanjut.

Ketika Gu Xizhou menerima laporan otopsi, dia menatapnya sejenak, dan merasa tidak mengerti. Apakah itu benar-benar karena Yang Zhi mabuk, dan menenggelamkan dirinya sendiri?

Tepat ketika Gu Xizhou berpikir liar, teleponnya berdering.

Fang Zhi, yang berada di sisi lain telepon, terengah-engah saat berbicara. “Gu Ge, aku sudah bertanya pada semua orang yang bisa kutanyakan. Hubungan korban dengan rekan-rekannya di kantor tidak buruk, dan dia tidak pernah bertengkar dengan siapa pun meskipun sudah lama bekerja di sana”

Gu Xizhou: “Hanya itu?”

“Itu dia, oh … dan ada sesuatu yang sedikit aneh …”

Gu Xizhou bertanya tanpa sadar: “Ada apa?”

Fang Zhi melihat kembali ke perusahaan logistik di belakangnya, dan menjawab pertanyaan Gu Xizhou. “Baru saja, ketika aku mengatakan bahwa Yang Zhi telah meninggal, mereka semua tampak agak sedih, dan bahkan mengatakan bahwa istrinya pasti sangat sedih, karena hubungan mereka sangat baik… aku dengan santai mengajukan beberapa pertanyaan lagi, dan mereka mengatakan bahwa korban dan istrinya, Yan Li, adalah pasangan yang patut dicontoh di hati mereka, dan semua orang sangat iri dengan mereka”

“Tapi aku ingat Hong Yong mengatakan hubungan Yang Zhi dengan istrinya tidak pernah harmonis …” kata Fang Zhi sambil menyeka keringat di wajahnya.

Gu Xizhou membeku sejenak, mengingat ekspresi Hong Yong dan Liu Xue ketika mereka menjawab pertanyaan. Sepertinya mereka tidak berbohong.

“Gu Ge, aku akan pergi ke perusahaan Yan Li dan bertanya tentang situasinya!”

Gu Xizhou memberi tahu Fang Zhi hasil laporan otopsi, khawatir Fang Zhi akan pergi tanpa hasil. Namun, Fang Zhi berkata: “Tidak apa-apa jika aku pergi tanpa hasil, aku tidak takut masalah. Yang aku khawatirkan adalah kasus ini tidak akan diselidiki secara menyeluruh, dan perlakuan tidak adil yang diterima oleh korban terlupakan begitu saja”

Mendengar kata-kata Fang Zhi, Gu Xizhou hanya bisa menggelengkan kepalanya dan membiarkannya pergi.

Gu Xizhou, yang tidak tahu bagaimana menyelidikinya, menatap laporan otopsi lebih lama. Memikirkan kata-kata Fang Zhi, dia berbalik untuk meminta seseorang menyelidiki percakapan telepon baru-baru ini antara Yan Li dan Yang Zhi.

“Pemimpin Gu, mereka berdua tidak saling menghubungi pada hari kejadian. Hanya ada tiga panggilan dalam seminggu terakhir, dan ini adalah catatan panggilannya”

Gu Xizhou mengambil catatan panggilan dari petugas polisi wanita dan melihatnya sebentar. Dia menunjuk beberapa nomor yang telah dihubungi beberapa kali, dan berkata, “Bantu aku untuk menyelidiki siapa pemilik nomor telepon ini, siapa nama mereka, apa pekerjaan mereka, dan bagaimana hubungannya dengan korban dan istrinya”

“Oke, aku akan memberi tahu departemen teknis”

Dalam waktu kurang dari setengah jam, Gu Xizhou memiliki rincian pemilik nomor-nomor itu di depannya. Sebagian besar orang yang menghubungi korban adalah pelanggan bisnis, sedangkan orang yang menghubungi Yan Li lebih menarik. Nomor yang paling sering dihubunginya adalah seorang dokter di rumah sakit ortopedi.

“Hubungi Dokter Lin ini, dan tanyakan situasinya kepada mereka”

Gu Xizhou duduk di samping, mendengarkan bawahannya memanggil Dokter Lin.

Dokter Lin: “Halo, ada apa?”

“Halo, ini Biro Polisi Jinluo, kami ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Apakah nyaman untuk bertanya sekarang?”

Orang di sisi lain bercanda, “Apakah ini polisi asli atau palsu? Saya berusia 27 tahun, tidak memiliki putra atau putri, jadi jangan bilang putra saya mengalami kecelakaan atau cerita konyol seperti itu”

“En… jika kamu tidak yakin, kamu bisa datang langsung ke Biro Polisi Jinluo”,polisi yang menelepon menjelaskan kepadanya.

“Ah, saya hanya bercanda. Akhir-akhir ini, orang-orang selalu melakukan penipuan semacam ini, bukan begitu, pak Polisi?”

“Apakah anda mengenal Nona Yan Li? Kami menyelidiki dan menemukan bahwa kalian berdua sering berkomunikasi melalui telepon”

Wanita di seberang telepon menaikkan suaranya sekitar delapan tingkat: “Saya tahu, saya tahu! Apakah dia akhirnya berhenti melawan dan menelepon polisi? Saya bisa bersaksi! Binatang itu, suaminya terus memukulinya, dan kami sering saling menelfon karena hal ini. Karena kekerasan dalam rumah tangga pria itu, dia sering datang ke rumah sakit kami untuk mendapatkan obat atau semacamnya, dan begitulah cara saya mengenalnya”

“saya bilang, anda harus menangkapnya. Saya memiliki catatan medis Yan Li selama dua tahun terakhir untuk digunakan sebagai bukti, oke?! Kemarin, dia bahkan datang ke rumah sakit untuk mencariku!”

Gu Xizhou membeku. “Kekerasan dalam rumah tangga? Tapi saya baru saja melihatnya, dan dia tidak tampak terluka”

Mendengar suara Gu Xizhou, Dokter Lin berkata dengan penuh semangat, “Aiya, pria tak tahu malu yang harus dimutilasi itu! Ketika dia memukulnya, dia hanya mengenai bagian tubuh yang tidak akan terekspos! Saya belum pernah melihat pria seperti ini sebelumnya, saya terus menyarankan Yan Li untuk menceraikannya, tetapi dia menolak untuk melakukannya, dan saya benar-benar tidak mengerti apa yang salah dengannya! Dia bahkan bisa mentolerir pria seperti ini! Memikirkannya saja membuatku marah!”

“Jangan terlalu bersemangat dulu…”

Polisi yang menelepon menulis transkrip. Gu Xizhou mendengarkan sebentar, dan mengerutkan alisnya. Ketika panggilan berakhir, Fang Zhi di sisi lain memanggilnya lagi.

“Gu Ge, aku bertanya-tanya di perusahaan Yan Li, dan Yan Li tidak punya musuh. Mereka juga mengatakan hal yang sama seperti rekan korban, bahwa mereka berdua memiliki hubungan yang sangat baik… Pada hari Valentine, bunga akan dikirim ke rumah sakit, sesuatu yang jarang terlihat di usia mereka,membuat semua orang iri”

“Menarik” Gu Xizhou menggelengkan kepalanya, dan melirik waktu. “Mari kita akhiri di sini hari ini. Tidak perlu lapor ke kantor polisi, langsung saja pulang”


Ketika Gu Xizhou kembali ke rumah, dia melemparkan file kasus itu ke sofa, masuk ke kamarnya, dan mengeluarkan album foto yang dia taruh di sana kemarin.

Setelah membuka album, Gu Xizhou membeku. Foto itu sebenarnya tidak ada di album. Setelah membuktikan bahwa foto di tangannya benar-benar adalah foto kemarin, Gu Xizhou tanpa sadar melihat sekeliling, tetapi dia tidak menemukan apa pun.

Atau mungkin dia tidak bisa melihat apa-apa?

Di tengah malam, Gu Xizhou berpura-pura tidur untuk waktu yang lama, tetapi dia masih tidak melihat satu bayangan pun!

Setelah malam di mana tidak ada yang terjadi, Gu Xizhou menyeret kantung matanya yang gelap ke kantor polisi. Tepat ketika mobil berhenti di luar kantor polisi, dia bertemu dengan Fang Zhi, yang baru saja masuk.

Dari dua hari terakhir ini, Gu Xizhou mengetahui bahwa keadaan keluarga Fang Zhi tidak terlalu baik. Itu adalah keluarga dengan orang tua tunggal, dan mereka menjual satu-satunya rumah mereka untuk membayar perawatan ibu mereka, tetapi ibu Fang Zhi masih tidak dapat lepas dari telapak maut, meninggalkan Fang Zhi dan seorang adik perempuan belajar di universitas. Selain menyewa rumah, gaji Fang Zhi dikirim ke saudara perempuannya setiap bulan, untuk digunakan sebagai biaya hidup.

Gu Xizhou melambaikan tangannya dan meletakkannya di bahu Fang Zhi. “Ayo pergi dan sarapan bersama!”

Kedua orang itu menemukan tempat untuk makan dengan santai. Saat mereka makan, Fang Zhi tiba-tiba mengeluarkan ponselnya, dan setelah mengetuknya, tiba-tiba berteriak kaget. “Gu Ge, korban sebenarnya adalah tetangga dari korban dalam kasus perampokan 819!

Gu Xizhou berhenti, menatapnya, wajah penuh kebingungan.

Ini adalah apa dan apa?

Fang Zhi menunjuk file yang disisihkan Gu Xizhou kemarin. Halaman terluar dari bahan itu terlipat, hanya memperlihatkan satu sudut, dan di sudut itu ada kata-kata “Kasus Perampokan Rumah 819?” ditulis dengan pensil. Gu Xizhou membukanya untuk melihatnya. file yang baru saja kosong kemarin tiba-tiba banyak komentar tertulis di atasnya, dengan analisis mendalam tertulis pada setiap kata-kata.

Fang Zhi memandang Gu Xizhou dengan wajah penuh kekaguman: “Gu Ge, korban hanya menunjukkan wajahnya di berita ini, tetapi kamu benar-benar memikirkan hubungan di antara mereka! Kamu benar-benar terlalu hebat! ”

Gu Xizhou: “???”

… Saya tidak tahu apakah ini terkait atau tidak, tetapi pasti ada hantu di rumah saya!

KONTRIBUTOR

Vins
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments