English Translator: foxghost @foxghost tumblr/ko-fi (https://ko-fi.com/foxghost)
Beta: meet-me-in-oblivion @meet-me-in-oblivion tumblr
Original by 非天夜翔 Fei Tian Ye Xiang


Penerjemah Indonesia: Rusma
Editor: _yunda


Buku 3, Chapter 25 Part 1

Pada malam hari di Jiangzhou, hujan musim semi telah turun; pohon-pohon tumbuh subur dengan tunas hijau mulai tumbuh dari cabang-cabangnya.

Namun di Istana Timur yang terang benderang, aulanya tetap sepi dan dingin seperti biasa. Cai Yan duduk di belakang mejanya, merasa kelelahan yang tak terkira. Feng Duo masuk dengan tabung kertas di lengannya dan membungkuk ke arah Cai Yan.

“Apakah kau menemukannya?”

“Dia meninggalkan kota. Dia tidak berada di kediaman milik kanselir.”

“Bagaimana dengan Wuluohou Mu?”

Feng Duo tidak tahu, dan hanya menggelengkan kepalanya. Cai Yan berkata kepada pelayannya yang lain, “Kalian semua boleh pergi.”

Para pelayan istana menjawab dengan tentu[i] dan meninggalkan ruangan, menutup pintu di belakang mereka.

Feng Duo menarik beberapa lembar kertas tipis dari gulungan dan membentangkannya di atas meja. Aksara tulisan tangan Duan Ling yang rapi dan indah berjajar rapi di dalam lembaran.

“Kertas ujian Wang Shan ada di sebelah kiri, dan salinan juru tulis ada di sebelah kanan,1” kata Feng Duo.

“Dia di ambang kematian,” kata Cai Yan sarkastik, “dan dia masih bermimpi tentang mengatur dunia dengan benar.”

Cai Yan membacanya sekali dan meletakkan lembaran-lembaran itu ke dalam api, lalu dia bersandar, kelelahan.

“Um…” Feng Duo berkata, “Yang Mulia Pangeran? Anda tidak bisa melakukan itu! Bagaimana…”

“Bagaimana apa?”

Melihat bahwa Cai Yan telah membakarnya, Feng Duo hanya bisa menyimpan pikirannya sendiri. Dia memberi Cai Yan anggukan.

“Saya membuat penyelidikan, dan menemukan bahwa Wang Shan mulai tinggal di kediaman milik kanselir tahun lalu. Mereka mengatakan dia adalah putra dari teman lama Wu Du, dan Wu Du telah menerimanya sebagai anak angkat. Secara kebetulan, kanselir menyadari nilainya dan menjadikannya mitra belajar Mu Qing, dan dia juga menghadiri ujian khusus tahun ini bersama Mu Qing.”

Cai Yan menggumamkan balasan.

“Setidaknya ini memberinya sedikit pelajaran.” kata Feng Duo.  “Menyuruhnya kembali ke sekolah dan belajar selama tiga tahun lagi.”

“Aku ingin dia mati,” kata Cai Yan dingin.

Feng Duo berhenti sejenak, terkejut, seolah-olah dia tidak pernah mengharapkan Cai Yan akan memikirkan luka perasaaan kejadian itu sebegitunya.

“Yah…” Feng Duo merenungkan ini sejenak sebelum dia mengangguk.

Cai Yan menoleh ke Feng Duo.  “Berandalan ini di luar kendali — dia benar-benar berani merencanakan pembunuhanku dengan menggunakan tangan orang lain untuk melemparkanku ke sungai. Kau ada di sana malam itu. Kau juga melihatnya.”

“Tentu saja, itu memang kejahatan yang dapat dihukum mati, namun … Wang Shan ini adalah bagian dari kediaman Kanselir Mu. Jika dia hanya seorang pelayan biasa, kita bisa menemukan alasan acak untuk menyingkirkannya, menghilangkannya dari pandangan. Sekarang dia adalah putra angkat Wu Du, dan ketika menyangkut Wu Du, Yang Mulia juga…”

“Aku tidak peduli. Pikirkan sebuah rencana, Feng.”

Dari raut wajah Feng Duo, sepertinya dia — setidaknya untuk saat ini — benar-benar bingung. Dia melanjutkan setelah beberapa saat, “Yang Mulia Pangeran, Wang Shan ini memiliki potensi besar, dan menurut saya mungkin ide yang baik untuk merekrutnya ke Istana Timur, biarkan yang lalu tetap berlalu, dia pasti akan sangat berterima kasih…”

Saat dia memberikan nasihat yang tulus, matanya bertemu dengan mata Cai Yan, dan Feng Duo dengan bijaksana menghentikan ucapannya.

Cai Yan tidak mengatakan apa-apa.  Setelah beberapa waktu berlalu sebelum Feng Duo memulai lagi, “Sebenarnya bukan tugas yang mudah untuk menyingkirkannya.”

“Benar.” Cai Yan hanya mengangguk sekarang, puas pada akhirnya.  “Bagaimana?”

“Kita harus menemukan cara untuk mengalihkan perhatian Wu Du dan tidak memberi mereka kesempatan untuk bersama.”

“Dari apa yang aku lihat tentang kemampuan Wang Shan, dia tahu sedikit seni bela diri.” Cai Yan berkata, “Jika kita mengirim setengah dari Penjaga Bayangan, apakah itu cukup untuk mengurusnya?”

“Tidak jika itu di kediaman Mu. Akan terlalu mudah ditemukan oleh Chang Liujun. Karena Yang Mulia Pangeran sudah mati-matian untuk membuat orang ini menghilang sepenuhnya, kita harus membicarakan ini dengan Wuluohou Mu, dan mencoba yang terbaik untuk membuatnya mati di suatu tempat tanpa saksi mata…  sebenarnya, itu yang terbaik.”

“Pertama, taburkan perselisihan antara dia dan Wu Du, atau mungkin antara dia dan kediaman Mu. Saya memiliki ide — karena Yang Mulia Pangeran telah membakar kertas ujiannya dan tidak ada cara bagi mereka untuk mengetahui bagaimana hal itu terjadi, kita dapat memanggil Wu Du ke istana. Wang Shan ini berpikir cukup tinggi akan dirinya sendiri, dan dia pasti akan merasa marah atas kehilangan kertas ujiannya, jadi pertengkaran sangat mungkin muncul di antara mereka dari kejadian ini. Kita bisa mengawasinya secara rahasia, memanggil Wu Du ke istana, dan saat dia keluar, suruh Wuluohou Mu untuk menangkap Wang Shan dan menyingkirkannya. Dengan cara ini, Wu Du hanya akan mengira dia kabur dari rumah…”

“Itu tidak akan berhasil.” Cai Yan menyela Fen Duo dan berkata dengan cemberut, “Itu terlalu berbelit-belit, dan kita juga tidak bisa mengandalkan Wuluohou Mu. Pikiran orang itu selalu ada di tempat lain. Kau yang akan menyusun rencana ini sendirian, dan membuat Penjaga Bayangan melaksanakannya.”

Feng Duo merenungkan ini sedikit lebih lama dan mengubah idenya, “Kalau begitu, yang bisa kita lakukan hanyalah menjauhkan Wu Du, mengirim seseorang untuk membunuh Wang Shan, dan mencoba membuat pembunuhan ini sebersih mungkin. Tetapi kemudian jika seseorang hilang di kediaman kanselir, mereka pasti akan menyelidiki insiden itu secara menyeluruh. Saya hanya ingin tahu apakah keluarga Wang punya musuh — karena jika mereka punya, kita bisa menyalahkan mereka. Membunuh itu mudah. Bagian yang sulit adalah bagaimana kita dapat membersihkan diri dari keterlibatan apa pun.”

Cai Yan mengantisipasi bahwa kali ini, dia harus membunuh Duan Ling dengan cara apa pun, dan dengan biaya berapa pun, dan dia juga harus memastikan dengan kedua matanya sendiri bahwa Duan Ling sudah mati. Namun, prosesnya terbukti sangat sulit; apalagi bagaimana mereka akan membunuhnya dengan lancar tanpa hambatan, jika Duan Ling menghilang ke udara tipis tanpa sebab, Wu Du pasti tidak akan pernah melepaskan masalah ini begitu saja. Dia akan terus menyelidiki dan Cai Yan mungkin berakhir membuat dirinya terlibat. Lagi pula, Cai Yan tidak tahu apakah Wu Du sudah tahu siapa Duan Ling sebenarnya.

Karena dia sudah menutupi Duan Ling dengan memanggilnya “putra dari seorang teman lama”, mungkin dia sudah tahu.

Cai Yan terakhir kali melihat Duan Ling ketika hari di mana Lang Junxia memasak makan malam untuknya. Hari itu dia berdiri di luar menonton, dan tidak pernah memiliki keberanian untuk meracuninya dengan kedua tangannya sendiri. Sebaliknya, dia membuat Lang Junxia melakukannya. Pada akhirnya, Penjaga Bayangan juga menyaksikan Lang Junxia melemparkan sesuatu ke sungai.

Bagaimana Wu Du bisa menemukannya? Apakah dia tidak sengaja menolong Duan Ling dan memberinya penawar? Entah dia tahu siapa Duan Ling atau tidak, Wu Du harus menemukan cara untuk menutupi fakta bahwa ada orang baru yang tinggal di kediaman kanselir … sampai sekarang Cai Yan masih memegang sekeping harapan terakhir: mengetahui Duan Ling seperti dirinya sendiri, setelah baru saja dikhianati oleh Lang Junxia, ​​dia tidak akan mempercayai Wu Du.

Bahkan ketika dia belajar di Akademi Biyong, Duan Ling sudah sangat waspada … setelah beberapa pemikiran, Cai Yan memutuskan bahwa Wu Du hanya secara tidak sengaja membawa kembali seorang pemuda yang dalam kesulitan, dan demi untuk menjelaskannya dia membuat alasan yang lengkap untuk menyembunyikannya dari Mu Kuangda. Selama Wu Du tidak tahu yang sebenarnya, dirinya masih memiliki kesempatan. Jika dia harus mengambil risiko membuat Wu Du berang, maka biarlah itu terjadi.

“Pikirkan rencana yang sempurna.  Berapa lama waktu yang kau butuhkan? Feng Duo, aku tahu ini keahlianmu.”

“Dua minggu.”

“Kalau begitu pergi dan selesaikan.  Dalam dua minggu, aku ingin melihat kepalanya yang terpenggal dengan kedua mataku sendiri.”

“Tentu.”


KONTRIBUTOR

Keiyuki17

tunamayoo

Rusma

Meowzai

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Juri/penilai dalam ujian tidak bisa melihat tulisan tangan aslinya, dan mereka juga tidak bisa melihat nama peserta ujian. Ini adalah tindakan anti kecurangan untuk mencegah penyuapan dan pilih kasih.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments