Penerjemah: Jeffery Liu
Proofreader: Keiyuki17


Pada malam hari, pelatih tenis datang mencari anggota timnya.

Kali ini, instruktur militer tidak ingin membiarkan siapa pun pergi. Ou Yang Ge harus ikut campur.

Hou Mo telah melukainya.

Setelah mengetahui tentang apa yang telah dilakukan Hou Mo, Pelatih Wang juga memarahinya.

Anggota tim tenis berbaris dan saat mereka menunggu, mereka melihat sekelompok gadis mendekat. Ada sekitar tujuh atau delapan dari mereka.

Setelah sekelompok gadis ini berbaris di samping mereka, mereka melambai ke arah Ran Shu dan berkata, “Ran Shu, Ran Shu! Kemarilah.”

Melihat adegan ini, Deng YiHeng merasa begitu terpukul dan bergumam, “Si gagap ini juga bisa populer?”

Hou Mo meliriknya dan menjawab dengan dingin, “Kau bahkan tidak bisa melihat seperti apa rupa orang.”

Ran Shu sangat tampan dan memiliki sosok yang terhormat.

Dia memiliki wajah kecil yang standar dengan fitur wajah besar — mata besar, hidung, mulut dan telinga menonjol, tapi wajahnya kecil.

Kombinasi tersebut memberikan efek filter yang dihidupkan selama siaran langsung, dan dia terlihat seperti itu. Wajahnya yang kecil dan dagunya yang lancip akan membuat mulutnya terlihat lebih besar, terutama saat ia tersenyum.

Penampilan Ran Shu seperti selebriti internet bermulut besar yang legendaris. Orang sering tidak menyukai karakternya ketika mereka pertama kali bertemu dengannya. Tapi setelah menghabiskan beberapa waktu, mereka akan mulai menyukainya.

Tidak perlu khawatir apakah Ran Shu sedang merencanakan sesuatu karena dia selalu menunjukkan segalanya.

Ran Shu pergi ke gadis-gadis itu dan bertanya dengan tidak sabar, “Kenapa kalian memanggilku?”

Dia tidak gagap ketika mengucapkan kalimat pendek.

Sui HouYu juga diseret oleh Ran Shu yang berdiri di sampingnya, tapi dia menatap semua orang dengan dingin. Gadis-gadis itu sudah akrab dengannya dan tidak peduli.

Seorang gadis diam-diam menyeret Ran Shu mendekat, menyembunyikan dirinya di belakangnya, dan diam-diam menunjuk, “Siapa nama anak laki-laki dari kelasmu itu?”

Gadis itu memastikan untuk bergerak diam-diam, tetapi Ran Shu dengan tajam menoleh dan menatap lurus ke arah Hou Mo.

Sui HouYu juga melihat ke arah Hou Mo.

Gadis-gadis itu panik sejenak. Ini jelas merupakan langkah rekan setim babi.

“Hou ‘Mo’. Aku tidak tahu secara spesifik ‘Mo’ mana yang digunakan, tapi sepertinya begitu cara mengucapkannya.” Ran Shu menjawab dengan senyum lebar.

Setelah menjawab, dia merasa tidak senang. Wajah putih kecil itu sangat tampan, pelatihan militer baru saja dimulai tetapi seorang gadis sudah bertanya tentang dia.

Dia benar-benar ingin memberi tahu gadis itu tentang seberapa anjingnya Hou Mo, tetapi dia tidak tahu bagaimana mengatakannya.

Sepertinya… tidak terlalu anjing.

Gadis itu bertanya lagi, “Apa kamu punya ID WeChat-nya?”

Ran Shu menggelengkan kepalanya, “Tidak.”

“Bagaimana dengan grup chat kelas?”

Ran Shu terkejut dan bertanya, “Kamu-kamu-kamu punya? Sudah cukup bagus tidak ada siswa di kelas kami yang berkelahi, tetapi membuat grup chat?”

“Yang membuat pengawas!”

Ran Shu menunjuk Sui HouYu, “Pengawasnya ada di sini.”

Gadis-gadis itu memandang Sui HouYu pada saat yang sama dan menghela napas ketika mereka menerima tatapan dingin darinya, “Kami mengerti kalau kelasmu tidak akan mungkin bisa harmonis semester ini.”

Ran Shu tertawa ‘hehe’ dan setuju.

Gadis itu kembali bertanya, “Bagaimana dengan yang tinggi? Siapa namanya?”

Ran Shu menoleh ke arah yang ditunjuk dan ketika dia melihat sosok Sang Xian, dia tidak tahu jawabannya. Dia berbalik dan menatap Sui HouYu.

Sui HouYu menggelengkan kepalanya; dia juga tidak tahu siapa nama anak laki-laki itu.

Gadis itu berbisik, “Dia juga sangat tampan dan mendominasi.”

Ran Shu menyeringai, “Sayang sekali wajah, usia, dan sikapnya tampak seperti seorang tiran.”

Gadis itu bertanya, “Bukankah wajah Pak Ba tampan?”

Ran Shu menggelengkan kepalanya, “Dia terlihat seperti berusia dua puluhan.”

Setelah gadis-gadis itu pergi, Pelatih Wang mendekati Sui HouYu, “Apa kamu dari SMA Lantau? Apa kalian memiliki tim tenis di sana? Apa ada siswa yang pandai bermain tenis?”

Ran Shu adalah sekretaris kecil Sui HouYu. Sebelum Sui HouYu bisa menjawab, dia berkata, “Kami-kami tidak memilikinya, kami hanya memainkan permainan biasa seperti bola basket dan bola voli selama kelas olahraga. Tapi dia bermain bagus.”

Mengatakan itu, dia menunjuk ke arah Sui HouYu.

Pelatih Wang memandang Sui HouYu. Tinggi badannya sebenarnya lumayan.

Tinggi ideal untuk seorang pemain tenis adalah sekitar 185 cm sampai 190 cm, yang merupakan hal biasa bagi Pemenang Grand Slam.

Jika kamu melihat tinggi Sui HouYu, itu sudah cukup, meskipun dia terlalu kurus. Dia tampak lemah tetapi dia bisa dilatih.

Pelatih Wang sedikit kecewa setelah mendengar ini. Rencananya, dia akan menanyakannya kepada guru olahraga dari Lantau dalam dua hari ke depan.

Pada saat ini, Ran Shu bertanya, “Apa kami akan dibebaskan dari pelatihan militer jika kami bermain tenis?”

Pelatih Wang menjawab, “Yah, aku akan membawa mereka pergi untuk pelatihan.”

Ran Shu buru-buru mendorong Sui HouYu dan berkata, “Dia bisa dan bahkan mampu mengalahkan semua anggotamu.”

Pelatih Wang senang mendengar ini. Ou Yang Ge tiba tepat pada waktunya untuk membantu Pelatih Wang membawa Sui HouYu bersamanya.

Ketika mereka pergi, Deng YiHeng cukup sering melihat ke belakang dan bergumam dengan suara rendah, “Ada apa?”

Hou Mo tahu apa yang telah direncanakan Pelatih Wang dan menjawab, “Pelatih Wang ingin merekrut orang-orang dari Lantau.”

“Apa kita benar-benar kekurangan orang? Ada banyak kandidat! ”

“Tidak, ini tentang pasangan untukku dan Sang Xian.”

“Kamu belum menyerah bermain ganda?”

Setelah tiba di lapangan tenis, Sui HouYu diminta untuk melakukan pemanasan bersama dengan para siswa olahraga, dan dia mengikuti di belakang mereka.
Sui HouYu bingung. Kenapa dia ada di sini?

Setelah pemanasan, Pelatih Wang memberinya raket dan berkata, “Cobalah bermain satu pertandingan.”

Deng YiHeng adalah orang pertama yang mengangkat tangannya untuk menjadi sukarelawan, “Aku akan melakukannya!”

Deng YiHeng selalu menderita kerugian di tangan Sui HouYu, dan selalu ingin membalasnya.

Deng YiHeng sudah berlatih tenis selama bertahun-tahun. Bagaimana mungkin dia dikalahkan? Ketika dia menemukan kesempatan, Deng YiHeng segera mengambilnya.

Setelah keduanya pergi ke lapangan, Deng YiHeng membiarkan Sui HouYu melakukan servis, yang membuatnya tampak murah hati.

Diketahui bahwa pemain yang melakukan servis terlebih dahulu akan lebih beruntung. Bagaimanapun, ritme bola dan permainan akan ditentukan oleh satu servis pertama itu.

Sui HouYu juga tidak berusaha untuk menjadi rendah hati. Dia menguji berat raketnya, lalu membalikkan tubuhnya ke samping. Postur tubuhnya tampak seperti seorang profesional.

Hou Mo duduk di ruang tunggu dengan kaki terentang, menatap lapangan dengan malas.

Teman-teman di sekitarnya bertaruh pada berapa banyak poin yang akan dimenangkan Deng YiHeng.

Hou Mo ingin tertawa. Jika Sui HouYu benar-benar memiliki gangguan manik, maka meskipun dia kurus, kekuatan fisiknya tidak mungkin sama dengan orang biasa – bahkan mungkin sangat sangat baik.

Sui HouYu melakukan servis dengan bersih, mengirim bola lurus ke arah Deng YiHeng. Servisnya adalah salah satu gaya bermain yang bagus.

Deng YiHeng adalah pemain berpengalaman, dia dengan cepat merespons. Setelah menerima bola, hati Deng YiHeng tiba-tiba bergetar.

Servis semacam ini yang hanya pernah dia terima dari Hou Mo dan Sang Xian, dan kecepatannya luar biasa.

Kekuatan.

Kecepatan.

Kombinasi keduanya.

Rekor servis tenis tercepat adalah 253 kilometer per jam.

Secara relatif, dalam permainan tenis putra, jika kecepatan servis seorang pemain bisa mencapai 200 kilometer per jam atau lebih, itu sudah dianggap baik.

Kecepatan servis Sui HouYu mungkin sekitar 170 kilometer per jam – hanya servis acak yang dilakukan oleh pemain yang tidak profesional.

Setelah pertandingan mereka dimulai, jumlah pukulannya cukup banyak. Deng YiHeng tampaknya setara dengan Sui HouYu, tetapi sebenarnya dia kalah.

Serangan balik Sui HouYu cukup tinggi, dan permainannya akurat dan cepat.

Gerak raketnya mampu mengikuti pikirannya dengan tepat.

Tubuhnya memiliki kelincahan yang menakutkan dan terlihat sangat ringan.

Ya, luwes dan anggun.

Mungkin karena dia sangat kurus. Tubuhnya tidak memiliki rasa berat dan fleksibel, dia bisa dengan mudah mengikuti lintasan cepat bola.

Seolah-olah … dia sedang menari?

Itu adalah pemandangan yang aneh.

Angin malam mengacak-acak rambut keriting Sui HouYu – lapis demi lapis, tapi tidak bisa sepenuhnya mengacak-acaknya.

Rambutnya menari-nari dengan gerakannya — volume yang mengejutkan benar-benar membuat gerakannya terlihat dinamis. Tidak ada yang tahu mengapa dia memiliki begitu banyak rambut.

Tubuhnya sangat kurus dan ramping, membuat pakaiannya tertiup angin di setiap gerakannya.

Hou Mo sedang menatap Sui HouYu ketika ujung atasan lengan pendek seragamnya terangkat. Otot- otot perut yang sempurna dan pinggang yang ramping itu benar-benar tidak masuk akal.

Sama seperti Nezha dalam “Seratus Ribu Lelucon Buruk”, hanya saja dia tidak terlihat berotot. Ia kurus namun memiliki otot, apalagi disandingkan dengan wajah yang mampu menggulingkan kota dan negara.

Beberapa anggota tim secara bertahap mulai berbisik: “Luar biasa.”

Hou Mo setuju dengan mereka, “Cara dia mengubah gerakannya sangat bagus; Deng YiHeng ditipu.”

Pelatih Wang senang. Dia tidak menyangka akan menemukan pemain tenis yang bagus dari SMA Lantau.

Cara Sui HouYu mengembalikan bola terakhir agak sulit, dan bola itu terbang dengan indah ke pinggir lapangan.

Deng YiHeng melihat bola yang melintas di depannya dengan takjub. Dia tidak bisa mengembalikannya dan kalah melawan Sui HouYu.

Saat permainan berakhir, Sui HouYu berjalan di tempat untuk menenangkan diri. Dia tidak merasa lelah sama sekali.

Dia berjalan ke arah Pelatih Wang dan bertanya, “Apa ada orang lain yang bisa bermain?”

Ketika Deng YiHeng datang, dia kebetulan mendengar ini. Dia memegang salah satu anggota tim dan berteriak “ao wu”, meratap tanpa air mata.

Dia tidak tahan dengan ketidakadilan.

Deng YiHeng tidak bagus sebagai pemain solo. Dia lebih baik saat bermain ganda.

Tim ganda mereka adalah kelemahan tim mereka dan rasa sakit di hati Pelatih Wang. Tim Deng YiHeng dan Shen JunJing1 Saudara/anak laki-laki penjahat. adalah tim mereka yang paling kuat.

Pada saat ini, Hou Mo berdiri dan berkata, “Tunggu sebentar, aku akan mengambil foto.”

Setelah Hou Mo mengatakan itu, Deng YiHeng berhenti menangis. Ketika dia berbalik, tidak ada air mata. Dia memandang Hou Mo dan berkata, “Da Shixiong, aku tahu kamu yang terbaik.”

Semua orang berpikir bahwa selama Hou Mo yang bermain, tidak ada persaingan sama sekali.

Bahkan Pelatih Wang berkata, “Hou Mo, teman sekelas ini baru saja menyelesaikan pertandingan.”

Hou Mo menjawab dengan suara rendah, “Hm, aku tahu.”

Sui HouYu menatap mereka saat mendengar nada bicara pelatih. Dia menjadi tidak bahagia. Dia sedikit mengernyit dan berkata pelan, “Jangan berpura-pura lemah saat melawanku.”

Kemudian dia berjalan kembali ke lapangan dan menunggu.

Hou Mo masih terlihat malas dan memasang ekspresi bosan, seolah-olah dia tidak bisa membangkitkan semangatnya untuk apa pun.

Setelah dia mengambil raketnya, dia melakukan beberapa peregangan sederhana sebelum mengikuti ke lapangan. Dia juga membiarkan Sui HouYu melakukan servis lebih dulu.

Hou Mo mulai bermain tenis karena dia memiliki kondisi fisik yang tepat untuk itu dan pandai menyusun strategi.

Ada ruang besar untuk disimulasikan di kepalanya, yang bisa segera menghitung lintasan bola saat mulai bermain. Berdasarkan perhitungannya itulah dia merencanakan gerakannya.

Perhitungannya hanya untuk sepersekian detik, dan kemudian dia akan beraksi.

Gaya bermainnya dapat disimpulkan sebagai: Penipuan.(Deception)

Misalnya, setelah beberapa kali pengembalian, tubuh Hou Mo bergerak, tetapi tiba-tiba dia memukul bola tanpa banyak kekuatan.

Sui HouYu terkejut sesaat, dia bergegas ke net untuk menangkap bola tetapi bola itu sudah jatuh ke tanah.

Hou Mo telah lama terbiasa dengan permainan semacam ini, tetapi dia terkejut sesaat ketika dia melihat sisi yang berlawanan.

Sui HouYu berlari terlalu cepat dan tidak bisa menstabilkan tubuhnya tepat waktu, akibatnya kakinya terbelah – menjadi benar-benar lurus.

Sui HouYu dengan cepat berdiri dan menepuk-nepuk debu di celananya. Seolah tidak ada yang salah dengan dirinya.

Hou Mo ragu-ragu bertanya, “Kakimu membelah seperti itu, apa telurnya akan tetap utuh ?”

Sui HouYu berbalik dan langsung menatapnya.


 

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Keiyuki17

tunamayoo

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments