Penerjemah: Keiyuki17
Proofreader: Jeffery Liu


Ran Shu dalam suasana hati yang buruk saat mereka membuang sampah. “Anjing-anjing-anjing itu mungkin hanya mengolok-olok kita?”

Ketika Sui HouYu mengingat kejadian tadi, ekspresinya berubah menjadi lebih buruk. Dia berbisik, “Itu mungkin benar, kalau tidak mereka tidak akan terlalu sombong.”

“Lalu apa yang harus kita lakukan? Menyiapkan obat terlebih dulu?” Wajah Ran Shu mengerut, hampir seperti kakek yang menyipitkan mata pada ponselnya di kereta bawah tanah.

Kedua anak laki-laki itu tidak tahu harus berbuat apa. Mereka terus-menerus merasa bahwa siswa olahraga mungkin akan menyergap mereka di rumah sakit dan memberi tahu mereka bahwa itu semua hanya lelucon. Jika mereka pergi, mereka akan ditertawakan.

Setelah mereka berdiri di sana untuk sejenak, Sui HouYu menerima pesan WeChat dari Su AnYi.

Su AnYi: Aku membeli beberapa obat.

Nama Su AnYi memiliki homonim. Orang-orang yang berhubungan baik dengannya memanggilnya Bibi Su.

Di antara orang-orang yang akrab dengan Sui HouYu, itu adalah Su AnYi – seorang gadis yang dimanjakan oleh mereka. Dia tidak akan diizinkan untuk melakukan sesuatu seperti membuang sampah.

Baru saja, Su AnYi mendengar percakapan mereka dan berinisiatif untuk membeli obat.

Kemudian, Su AnYi mengirim gambar.

Su Anyi: Aku  melihat daftar restoran yang masuk daftar hitam oleh dokter sekolah. Setiap ada siswa yang mendapatkan masalah, mereka akan mencatat dimana mereka makan dan memasukkannya ke dalam daftar hitam. Kita memesan dari salah satu dari mereka. Daftarnya akan ada di buku pegangan sekolah tapi tahun ajaran baru saja dimulai, buku pegangan itu masih dicetak dan belum dibagikan.

Su AnYi jarang berbicara dengan orang lain tapi tidak akan menahan diri di sekitar orang yang dikenalnya.

Sui HouYu menyerahkan ponselnya ke Ran Shu, yang segera mulai mengutuk setelah membaca pesan itu.

Setelah keduanya kembali ke kelas, Ou Yang Ge meminta Sui HouYu untuk mengatur piket sore itu.

Setelah mendengar perintah gurunya, Deng YiHeng yang duduk di sebelah Hou Mo langsung berbisik, “Sudah berakhir.”

Hou Mo mengusap wajahnya dan berpura-pura tenang, “Apa yang terjadi akan terjadi. Aku hanya tidak menyangka akan secepat ini.”

Selama jam piket oleh siswa, Ou Yang Ge duduk dan menulis sesuatu.

Dia jelas memiliki postur yang mengatakan: Aku yang bertanggung jawab; jangan pernah berpikir untuk membuat masalah.

Para siswa olahraga dikirim oleh Ran Shu untuk melakukan pekerjaan yang paling kotor dan melelahkan. Di antara mereka, area yang ditugaskan untuk Hou Mo adalah gudang peralatan, dan dia banyak mengutuk.

Hou Mo mengenakan topi dan mengambil sapu untuk menyapu debu di tempat-tempat tinggi. Tanpa diduga, seekor tikus mati tersapu olehnya. Bangkai itu jatuh hanya beberapa sentimeter darinya. Dia jelas mendengar “cicitan” ketika □□ berbenturan dengan lantai.

Bagaimana itu bisa sampai di sana?

Hou Mo sangat ketakutan sehingga dia berteriak kaget, terus menerus memuntahkan kutukan sambil melompat-lompat seperti seekor monyet.

Dia berlari untuk bersembunyi. Mengintip dari tempat persembunyiannya, dia menggertakkan giginya dengan jijik dan menghentakkan kakinya seolah-olah dia akan menghilangkan rasa merindingnya. Penampilan marahnya terlihat sangat menarik.

Tiba-tiba dia mendengar tawa ringan. Begitu dia menoleh, dia melihat Sui HouYu di pintu tengah menatapnya.

Hou Mo menunjuk ke tikus mati itu dan berkata, “Pengawas, aku tidak bisa melakukan pekerjaan ini.”

“Oh… Jadi kamu tidak mau ikut bersih-bersih?”

“Aku bisa melakukan hal lain, tapi tugas ini… Tidak, aku bahkan tidak ingin tinggal di tempat ini.”

Mengirimnya untuk membersihkan gudang sendiri jelas menimbulkan masalah.

“Itu ada harganya, jadi apa yang bisa kamu lakukan? Membersihkan toilet? Haruskah aku mengganti pekerjaanmu dengan kelas 16? Aku mengenal pengawas kelas mereka.”

Hou Mo mengangkat satu jari dan menunjuk ke Sui HouYu. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa untuk waktu yang lama. “Kamu… ”

“Aku? Bisakah kamu melakukan sesuatu padaku?” Sui HouYu mengangkat alisnya, nadanya provokatif.

“Aku tidak seputus asa itu.” Hou Mo hanya bisa berjalan keluar dari ruang peralatan dan berdiri di koridor. Setelah beberapa saat, seseorang datang untuk menyapanya.

Hou Mo meminta orang ini untuk membantunya mengeluarkan tikus mati itu.

Orang itu juga mulai membantu Hou Mo membersihkan gudang.

Pertemanan itu bagus.

Melihat Hou Mo yang ketakutan karena tikus mati itu sangat menenangkan Sui HouYu. Dia tidak lagi peduli tentang yang lain dan berjalan kembali ke kelas.

Malam itu, Sui HouYu dan Ran Shu mengalami diare. Su AnYi hanya merasakan ketidaknyamanan di perutnya. Lagi pula, dia makan lebih sedikit sehingga merasa lebih baik setelah minum obat.

Kondisi Sui HouYu lebih parah karena dia sudah makan terlalu banyak.


Selama pelatihan militer keesokan harinya, perut Sui HouYu masih tidak enak dan dia merasa tidak nyaman.

Tapi dia percaya bahwa dia bisa bertahan untuk sementara waktu.

Tugas pertama mereka adalah melipat selimut1, yang relatif mudah.

Ran Shu benar-benar dalam situasi yang tragis. Dia lemah. Selimutnya telah diganti – yang sekarang sangat lembut, halus, dan tidak bisa dilipat sama sekali. Dia menekan selimut dengan tubuhnya sendiri dengan marah, tapi tetap tidak berhasil.

Kemudian, dengan bantuan Sui HouYu, mereka menempatkan sebuah buku di dalam sampul selimut untuk meluruskannya sedikit.

Tugas kedua adalah berbaris.

Kelas 17 memiliki banyak siswa olahraga yang tinggi. Sang Xian tingginya 190 cm dan Hou Mo tingginya 188 cm.

Jadi, Sui HouYu dengan tinggi 183 cm membuatnya ditempatkan di baris ketiga, sedangkan Ran Shu dengan tinggi 178 cm berada di tengah peleton.

Begitu mereka semua berbaris, Hou Mo tiba-tiba berteriak, “Lapor.”

Instruktur berdiri di depan Hou Mo dan berkata, “Bicaralah.”

“Saya adalah seorang albino dan tidak boleh berada di bawah matahari.”

Instruktur berjalan mendekat dan mengamati Hou Mo. Dia benar-benar putih, sampai-sampai tidak terlihat seperti tipuan. Instruktur mengambil lengannya, menggulung lengan bajunya, dan menatap kulitnya. Itu hampir berbeda tujuh atau delapan warna dari lengan instruktur.

Instruktur itu melihat rambut Hou Mo dan bertanya, “Apakah warna rambutmu alami?”

“Ya, karena albinismeku.”

“Akan kuhubungi penasihatmu, apakah kamu tidak berbohong padaku!”

“Saya tidak berbohong.” Hou Mo menjawab tanpa mengubah ekspresinya.

Instruktur mempercayainya dan meminta Hou Mo untuk pergi sebelum dia mengatur ulang peletonnya.

Banyak siswa olahraga menyaksikan Hou Mo pergi, gigi mereka gatal karena kebencian.

Albinisme kentut apa! Dia hanya putih bersih saja!

Instruktur itu tidak punya waktu untuk mencari Ou Yang Ge di pagi hari. Ou Yang Ge adalah direktur departemen pendidikan moral dan sangat sibuk. Hou Mo akan menghindari pelatihan militer setidaknya untuk sisa pagi ini.

Pelatihan militer hanya akan berlangsung selama lima hari. Itu sudah cukup baik untuk menghindar pada pagi hari itu.

Sui HouYu bertahan selama dua jam, setelah itu dia tidak tahan lagi dan melapor ke instruktur.

Ketika instruktur datang, dia melihat bibir Sui HouYu pucat, dia tidak bertanya lagi dan meminta Sui HouYu untuk segera ke kamar mandi.

Biasanya orang-orang tidak bisa menangani diare selama pelatihan militer tapi Sui HouYu memiliki tekad yang kuat dan berhasil bertahan.

Dia keluar dari kamar mandi dan membasuh tangannya. Saat dia mengibaskan tetesan air dari tangannya, dia mendongak dan melihat Hou Mo duduk di kursi di tempat istirahat yang tidak terlalu jauh; kaki panjangnya bertumpu pada sandaran tangan.

Dia tinggi dan memiliki kaki yang panjang, mengambil cukup banyak tempat ketika dia duduk di kursi.

Hou Mo memegang sebotol air mineral di tangannya. Airnya membeku sehingga dia mengetuknya ke sandaran tangan kursi lain untuk memecahkan es sehingga akan mencair lebih cepat.

Menyadari bahwa seseorang sudah mendekat, Hou Mo menatap Sui HouYu sambil tersenyum, “Apakah kamu juga melarikan diri?”

Sui HouYu tidak menjawab.

Hou Mo melanjutkan, “Ingatlah untuk mematikan ponselmu. Selama Ge-ge tidak dapat menemukanmu, dia tidak akan mengganggu.”

Sui HouYu mengangguk, lalu mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan mengangkatnya. Dia merekam video pendek Hou Mo dan mengirimkannya ke Ou Yang Ge, mengetik: Orang yang berpura-pura sakit untuk melarikan diri dari pelatihan militer ada di lantai pertama gedung kompleks.

Sebagai pengawas kelas, dia dengan enggan menambahkan Ou Yang Ge sebagai teman, yang berguna untuk kali ini. Menangkap siswa yang tidak disiplin juga merupakan salah satu tugas pengawas.

Setelah mengirim pesan, dia berbalik dan berjalan kembali menuju pelatihan militer.

Hou Mo perlahan menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dan mulai memikirkan ke mana dia bisa melarikan diri. Mungkin ke salah satu gedung kosong itu?

Sepertinya tidak ada pengawas di sana.

Dalam waktu setengah jam setelah Sui HouYu pergi, Hou Mo dibawa kembali oleh Ou Yang Ge dan diperintahkan untuk berlari sepuluh putaran di taman sendirian.

Nyatanya, lari sepuluh putaran bukanlah apa-apa bagi para siswa olahraga. Mereka berlari setiap hari.

Namun, saat itu jam 11 pagi ketika dia diseret kembali – saat matahari sedang berada di titik teriknya. Banyak peleton bersembunyi di koridor, di mana langit-langit penghubung menghalangi matahari.

Sui HouYu berada di barisan terakhir peleton. Ketika dia berbalik dan berdiri dengan postur militer, dia kebetulan melihat Hou Mo berlari.

Selama putaran pertamanya, Hou Mo tidak tahu siapa itu. Lagi pula, semua orang mengenakan seragam.

Baru pada putaran ketiga, ketika dia melewati peleton mereka, dia mengangkat jari tengahnya. Itu jelas ditujukan pada Sui HouYu.

Sui HouYu berada di sebelah Deng YiHeng, yang memiliki hubungan baik dengan Hou Mo. Ketika dia melihat ini, dia tertawa terbahak-bahak sampai membuat suara seperti kentut “pu pu pu” dan jelas-jelas senang.

Sore harinya, Hou Mo kembali untuk mengikuti pelatihan militer dan menjadi titik fokus dari instruktur mereka.

Jika orang lain berlari satu putaran, Hou Mo harus berlari dua putaran.

Saat mereka beristirahat, Deng YiHeng duduk di samping Hou Mo. Dia melihat Su AnYi telah menyemprotkan tabir surya pada Sui HouYu dan Ran Shu, dan berubah menjadi lemon besar.

Deng YiHeng menghela napas dalam-dalam, “Mereka memiliki seseorang yang menyemprotkan tabir surya.”

Hou Mo dengan malas menjawab, “Kamu tidak perlu melakukannya; kamu memiliki penampilan yang pada dasarnya bagus.”

“Bagaimana bisa penampilanku pada dasarnya bagus?”

“Tidak ada lagi yang bisa dicoklatkan.”

“…”

Setelah beberapa saat, Deng YiHeng menghela napas lagi, “Selama mereka memiliki saudari Su di sisi mereka, kita akan kalah total.”

Hou Mo tidak mengerti: “Dalam hatimu, apakah perempuan begitu penting?”

“Da Shixiong, kami berbeda darimu. Kami menyukai gadis-gadis cantik, tapi kami tidak memiliki mereka di sekitar kami! Mereka2SHY sama RS memilikinya!”

Hou Mo berkeringat; duduk di tempat latihan “tetaplah tenang dan kamu tidak akan merasa panas” sambil mengabaikan Deng YiHeng.

Setelah beberapa saat, tubuh Deng YiHeng bergetar karena marah: “Da Shixiong! Lihat, ada gadis-gadis cantik mencari Sui HouYu lagi! Kenapa dia begitu baik dengan perempuan? Apakah perempuan menyukai laki-laki yang lebih cantik dari mereka?”

Hou Mo dengan malas membuka matanya, hanya untuk melihat pemandangan yang penuh pertentangan.

Gadis yang datang tampaknya mengkhawatirkan kondisi Sui HouYu, dia terlihat lembut dan berhati-hati.

Belum lagi, gadis itu sangat cantik dan lembut seperti air, sama sekali bukan tipe yang dingin seperti Su AnYi.

Sui HouYu mengabaikan “Xiao DaiYu” dan membuang muka.

Xiao DaiYu memberikan Sui HouYu sebotol air, yang jelas-jelas baru dibeli. Botol itu masih tertutup kabut, dan tetesan air menetes ke bawah. Airnya tampak setengah beku, yang merupakan keadaan yang disukai orang-orang yang menjalani pelatihan militer.

Pada akhirnya, Sui HouYu menolak untuk menerimanya.

Ran Shu sepertinya tidak tahan, dan meraih botol itu dan meletakkannya di atas meja di sebelah Sui HouYu.

Tapi Sui HouYu dengan keras menepis botol itu, membuatnya jatuh ke tanah dan tutupnya terbuka. Suara “gudong gudong” bisa terdengar saat air tumpah ke tanah yang kering dan menyebar ke celah batu bata, seolah-olah “menanggung taring dan membuka cakar seseorang.”

Xiao DaiYu jelas terkejut dan terlihat bingung untuk beberapa saat. Dia menatap Sui HouYu lagi sebelum dengan cepat melarikan diri.

Deng YiHeng menjadi sangat marah saat melihat pemandangan ini. “Bagaimana kau bisa memperlakukan gadis cantik seperti ini?! Tahukah kau berapa banyak orang yang menginginkan perlakuan seperti itu tapi tidak dapat memilikinya? Saat ini, sulit untuk mengantri untuk membeli air, apalagi air es! Dasar slag3Dalam bahasa inggris kata ini digunakan untuk menghina orang yang benar-benar hina, karena kami tidak bisa menemukan arti yang cocok dalam bahasa Indonesia jadi kami tetap menggunakan kata bahasa inggrisnya.! Kakak akan mengajarinya bagaimana menjadi seorang pria hari ini.”

Kemudian dia mulai menggulung lengan bajunya.

“Kamu bukan lawannya.” Hou Mo dengan santai berkata setelah minum seteguk air.

Deng YiHeng langsung tersadar.

“Selain itu, dia sepertinya seseorang yang tidak bertindak terlalu jauh. Apakah dia menargetkanmu selama ini?” Hou Mo bertanya lagi.

Deng YiHeng menggelengkan kepalanya.

“Jadi jangan membuat penilaian gegabah. Mungkin sesuatu terjadi di antara mereka, dan Sui HouYu tidak bisa memaafkan DaiYu kecil itu?”

“Xiao DaiYu?”

“Er… Didi yang menawan itu.”

Pada saat itu, Sui HouYu mengambil botol air itu dan membuangnya ke tempat sampah.

Setelah itu, dia tidak bergerak untuk sementara waktu dan tampak tak sadarkan diri.


Bab SebelumnyaBab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments