Penerjemah: Jeffery Liu
Proofreader: Keiyuki17


Terlepas dari banyaknya keluhan, masalah tentang siswa tahun kedua yang diharuskan melakukan pelatihan militer kembali merupakan suatu keputusan yang tidak dapat diubah.

Kampus Fenghua begitu besar, jadi pelatihan militer bisa dilakukan di halaman sekolah.

Sebelum pelatihan dimulai, Hou Mo dan anggota tim tenis lainnya menemui pelatih mereka.

“Aku sudah tahu tentang masalah ini. Selama lima hari kedepan saat kalian diharuskan menghadiri pelatihan militer, aku akan mengatur waktu di malam hari untuk pertandingan latihan, karena pelatihan kita tidak boleh dilewatkan.”

Para pemain dengan sedih setuju.

Mereka sebenarnya berencana untuk meminta pelatih agar mereka berlatih tenis daripada berpartisipasi dalam pelatihan militer, karena akan terlalu panas melakukannya belakangan.

Setidaknya, mereka suka bermain tenis. Pelatihan militer, di sisi lain, mereka tidak peduli.

Akhirnya, hanya Hou Mo dan Sang Xian yang tersisa.

Pelatih memandang mereka dengan agak tak berdaya, suaranya penuh penyesalan ketika dia bertanya, “Apa kalian berdua benar-benar bermain ganda?”

Hou Mo dan Sang Xian bahkan tidak melirik satu sama lain saat mereka mengangguk.

Mereka berpartisipasi dalam permainan ganda dua kali. Meskipun permainan lawan mereka jelas tidak sebaik mereka, keduanya masih kalah selama dua pertandingan itu, dan penyebabnya adalah Hou Mo dan Sang Xian mengalami kesulitan untuk bekerja sama.

Keduanya adalah pemain yang sangat terampil. Sayangnya, gaya bermain mereka terlalu berbeda dan tidak ada yang mau mengalah; mengakibatkan permainan keduanya sama sekali tidak harmonis.

Mereka adalah satu-satunya pasangan yang bentrok dan hampir berkelahi satu sama lain.

Jika mereka berpasangan dengan orang lain, pasangan mereka dibayangi sampai trauma, tetapi jika pasangan mereka pindah dan menemukan pasangan baru, mereka akan tampil cukup baik.

Hou Mo menghela napas, “Rekan setimku tidak bermain baik.”

Pelatih Wang menjadi sangat marah hingga janggutnya hampir rontok; matanya menyipit, “Dan kamu satu-satunya yang bermain baik?”

“Mereka tidak bisa bekerja sama denganku. Aku bersalah.”

Pelatih Wang merasa sedikit menyesal. Setelah memikirkannya, dia berkata, “Dengan penggabungan dua sekolah ini, aku akan mengamati siswa dari Lantau dan melihat apakah ada yang bisa bermain ganda denganmu.”

Hou Mo tampak seperti dia cukup marah sampai bisa melakukan pembunuhan, “Aku pikir akan sulit menemukan seseorang yang layak untukku. Lagi pula, tidak ada siswa olahraga dari Lantau.”

“Enyah! Pergi sekarang juga.”

Hou Mo memberi isyarat “Oke” dan pergi.

Sang Xian menguap dan mengikutinya.

Ketika mereka tiba kembali di gedung kelas, Hou Mo berhenti di lorong dan memberi tahu Sang Xian, “Kamu kembali dulu, aku perlu menelepon ibuku.”

Sang Xian tidak menjawab dan hanya mengangguk, langsung berjalan kembali ke kelas.

Setelah panggilan tersambung, suara lembut ibunya terdengar dari seberang, “Momo, kelas sudah selesai?”

“Yah, sejujurnya sekolah belum resmi dimulai. Mulai besok, sekolah mengatur agar kami melakukan pelatihan militer selama lima hari bersama dengan siswa tahun pertama.”

“Oh, apa kamu harus membayar?”

“Tidak apa-apa, aku sudah memenangkan cukup banyak uang dari kompetisi sekolah. Kamu tidak perlu khawatir tentang itu. Aku hanya ingin memberi tahumu kalau aku tidak bisa pulang untuk akhir pekan karena mengikuti pelatihan. Bagaimana kabarmu belakangan ini?”

“Kesehatanku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir.”

“Kalau tubuhmu tidak kuat untuk melakukan pekerjaan itu, keluar saja. Jangan memaksakan diri.” Hou Mo selalu bersikap begitu lembut ketika dia berbicara dengan ibunya, dan kata-katanya selalu penuh dengan kekhawatiran.

Ibu Hou bekerja sebagai nyonya pembersih di bangunan tempat mereka tinggal, dan biasanya akan membersihkan tiga kamar per hari.

Jika penghuninya tidak terlalu berantakan, dia biasanya tidak akan kesulitan membersihkannya, meskipun kadang-kadang akan ada beberapa bajingan yang akan membuat kamar menjadi sangat berantakan. Selama waktu itu, ibu Huo akan tinggal sampai malam, hanya untuk bersih-bersih.

“Aku tidak lelah. Salah satu kamar sudah disewa untuk jangka panjang. Penghuninya1 Sepertinya ini SHY dan kucingnya, Da Ge. akan pulang hanya selama akhir pekan, kamar juga akan kosong. Juga, dia memintaku untuk merawat kucingnya. Aku hanya perlu memberinya makan sekali setiap hari dan dia memberiku 300 yuan selama lima hari. Tidak seburuk itu.”

“Itu terlalu banyak. Sewa di sana sudah tiga kali lebih mahal daripada rumah sewa biasa, dan itu sewa jangka panjang?”

“Yah, apa yang kita tahu?”

“Jangan sampai terlalu lelah. Aku akan membantumu bersih-bersih selama akhir pekan.”

“Baik,”

Setelah mengakhiri panggilan, Hou Mo duduk di ambang jendela dan tinggal di sana untuk sementara waktu.

Sinar matahari menembus jendela dan menyinari Hou Mo, membuat ubun-ubun rambut kuning mudanya terlihat beberapa tingkat lebih terang, dan ujungnya bersinar keemasan cerah. Ketika dia mengangkat pandangannya, bulu matanya yang panjang tampak seperti lingkaran cahaya.

Setelah waktu yang lama, dia menghela napas dan kemudian berjalan kembali ke kelas.

Ketika dia sudah dekat dengan kelas, dia mendengar teman-temannya mengumpat di koridor. Ketika dia mendekat, dia melihat bahwa mereka telah dikunci di luar ruangan dan mengutuk orang-orang di dalam.

Pintu kelas memiliki jendela kaca. Hou Mo memeriksanya dan melihat Ran Shu memprovokasi mereka, membuat para siswa olahraga melompat marah.

Hou Mo berjalan mendekat dan bertanya, “Apa yang terjadi?”

Kerumunan berhenti berbicara.

Hou Mo memandang Sang Xian yang sedang duduk di ambang jendela di koridor. Dia mengangkat bahu; keadaan sudah seperti ini ketika dia kembali.

Hou Mo memutar kenop pintu dan berkata, “Buka pintunya.”

Ketika Ran Shu melihat Hou Mo, dia menyeret Sui HouYu ke depan.

Sui HouYu berdiri di pintu dan memberitahunya, “Tekan tombol F untuk membuka pintu.”

Hou Mo menoleh ke arah teman-temannya lagi dan bertanya, “Apa yang terjadi?”

Semua ini disebabkan karena godaan Deng YiHeng.

Dia menyukai Su AnYi, yang dekat dengan Sui HouYu, dan menginginkan WeChat-nya tetapi Su AnYi mengabaikan semua orang.

Hari ini, ketika Su AnYi kembali dari toilet, Deng YiHeng tiba-tiba menghalanginya dan menolak untuk membiarkannya masuk ke dalam kelas, mengatakan bahwa sampai dia memberikan WeChat-nya, dia tidak akan bisa masuk.

Ketika Sui HouYu melihat ini, dia langsung mengusir Deng YiHeng.

Sebagian besar siswa olahraga tidak memiliki otak. Melihat Deng YiHeng ditendang keluar, mereka segera berkumpul dan melawan Sui HouYu.

Siapa yang tahu bahwa setelah Sui HouYu menyeret Su AnYi ke dalam kelas, dia akan menutup pintu; akhirnya mengunci kelompok siswa olahraga ini di luar.

Setelah mendengarkan ini, Hou Mo menunjuk ke arah Deng YiHeng dan bertanya tanpa daya, “Deng YiHeng, sudah berapa kali kau memprovokasi dia karena seorang gadis?”

Deng YiHeng juga dianiaya, “Aku sudah tujuh belas tahun, jika aku tidak jatuh cinta sekarang, maka sudah terlambat bagiku.”

Orang lain yang tidak mengetahui kebenarannya bertanya, “Dia sudah memiliki catatan yang sama di masa lalu?”2 Ingat bab 1-2, DYH ini si anak laki-laki pahlawan.

Takut masa lalu yang gelap terseret ke dalam cahaya, Deng YiHeng dengan cepat menggelengkan kepalanya pada Hou Mo, yang tetap diam.

Hou Mo menyesuaikan ekspresinya sebelum menoleh ke Sui HouYu dan berkata, “Maaf, aku akan meminta maaf atas nama temanku. Apa kamu bisa membiarkan kami masuk?”

Sui HuoYu menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tahu.”

Hou Mo menatap wajah Sui HouYu yang begitu cantik sampai bisa membawa bencana bagi sebuah negara dan rakyatnya. Hou Mo merasakan kemarahan yang muncul di hatinya langsung menghilang.

“Xiao Yuyu, temanku salah. Datang ke sini dan minta maaf.” Hou Mo berkata, menarik leher Deng YiHeng dan memintanya untuk meminta maaf.

Saat dipanggil Xiao Yuyu, Sui HouYu sangat marah sehingga dia hampir bergegas keluar untuk memukulinya.

Deng YiHeng mendengarkan Hou Mo dan segera meminta maaf.

Sui HouYu menoleh ke arah Su Anyi. Dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya kembali ke tempat duduknya, yang menunjukkan bahwa dia tidak peduli.

Jadi Sui HouYu membuka pintu.

Setelah pintu terbuka, Hou Mo masuk dan saat dia melewati Sui HouYu, dia berbisik, “Kupikir kamu akan berkelahi.”

“Aku hanya membiarkan dia merasakan obatnya sendiri.”

“Hmm… Betapa terhormatnya dirimu!”

“Tentu saja.”

Hou Mo berjalan menuju tempat duduknya. Ketika dia duduk, dia melihat lampu hijau berkedip dari ponselnya. Dia baru saja menerima pesan WeChat.

Paman Sang: Monyet Kecil, aku dengar kamu akan melakukan pelatihan militer lagi? Apa kamu juga punya seragam sekolah baru? Ayah baptis akan memberimu 50.000 yuan, ambil dan kamu tidak boleh mengembalikannya.

Hou Mo menatap ponselnya sebelum melihat Sang Xian, yang tampak seperti tidak terjadi apa-apa.

Dia seharusnya tidak memberi tahu Sang Xian bahwa dia akan menelepon ibunya……

Jika orang lain membeli botol air BaiSuiShan, dia hanya bisa membeli air mineral termurah. Untuk membeli mie KangSuiShan, paman Sang akan memberinya uang.

Dia ingin pergi berenang tetapi dia tidak memiliki pakaian renang sehingga paman Sang memberinya uang. Singkatnya, selama ada alasan, paman Sang akan memberinya uang.

Berikan uang, berikan uang, itu seperti dia akan memukulnya sampai mati dengan uang itu!

Kekayaan Berlimpah: Tidak perlu, aku punya hadiah uang dari kompetisi.

Paman Sang: Hadiah uangmu tidak cukup untuk membeli bahkan sepasang sepatu.

Kekayaan Berlimpah: Tim memiliki sponsor, sama dengan pakaian dan sepatuku.

Paman Sang: Ambil saja!

Kekayaan Berlimpah: Ini benar-benar tidak perlu.

Setelah pesan terakhir dikirim, ikon merah muncul di layar, menunjukkan bahwa dia telah dihapus oleh pihak lain sebagai teman.

Hou Mo menyerahkannya kepada pria itu, dia benar-benar melakukan segalanya hanya agar dia mau menerima uangnya.

Namun, paman Sang telah mentransfer uang menggunakan kartu sehingga Hou Mo bisa mengembalikannya kapan pun dia mau. Dihapus sebagai teman tidak akan berpengaruh sama sekali. Jadi dia memutuskan untuk tidak mempermasalahkannya lagi dan mengirim pesan ke nomor telepon paman Sang: Oke, aku akan menyimpannya untuk hari hujan.

Sesaat kemudian, paman Sang menambahkannya sebagai teman di WeChat lagi dan menjawab: Benarkah?

Kekayaan Berlimpah: 🙂


Pagi hari pertama sekolah dihabiskan dengan perkenalan dan pembagian buku dan seragam.

Sore harinya mereka harus bersih-bersih. Sekolahnya besar, jadi mereka tidak akan bisa menyelesaikannya dalam sehari. Mereka akan dipulangkan setelah itu, dan pelatihan militer akan dimulai besok.

Saat istirahat makan siang tiba, Sui HouYu dan yang lainnya tidak pergi ke kantin sekolah. Sebagai gantinya, Ran Shu mengeluarkan ponselnya dan memikirkan restoran mana yang memiliki makanan enak. “Men-mencoba memesan makanan di sini seperti berjudi.”

Setelah berbicara, dia berbalik untuk melihat sekelompok siswa olahraga di sebelahnya, ragu-ragu untuk menanyakan apa pun.

Sui HouYu tahu apa yang dimaksud Ran Shu, tapi dia memiliki kesan yang sangat buruk terhadap para siswa olahraga jadi dia berkata, “Lakukan dengan caramu.”

“Baik.”

Makanan siswa olahraga disiapkan secara khusus dan akan dikirim langsung ke kelas mereka. Setiap orang akan menerima kotak makan siang.

Mereka bisa makan steak dengan aman di sekolah. Bagaimanapun, dagingnya telah diperiksa secara ketat.

Saat waktunya makan, beberapa siswa olahraga dari kelas lain akan berkumpul di Kelas 17, membuat kelas menjadi ribut.

Setelah beberapa saat, seseorang datang untuk mengantarkan makanan dan siswa dari kelas lain membantu untuk mendapatkan kotak.

Cara Ran Shu adalah jika kamu tidak yakin harus memesan makanan di restoran mana, akan lebih baik untuk memesan dari semua restoran yang ada. Jika menurutmu ada yang enak, kamu bisa memesan dari sana lagi.

Dengan cara ini, setidaknya kamu tidak akan lapar atau terpaksa memakan makanan yang buruk.

Orang begitu bodoh dan sering berubah-ubah.

Para siswa olahraga di dekatnya melihat pemandangan yang luar biasa dari sebuah meja yang penuh dengan makanan dan melihatnya dengan mata terbelalak.

“Tiran lokal …”

“Bisakah mereka menyelesaikan semua itu?”

Deng YiHeng, yang tahu berapa banyak Sui HouYu makan dan telah menyaksikan “Mukbang”-nya sebelumnya, menjawab, “Ya.”

Semua orang memandang Deng YiHeng pada saat yang sama, terkejut bagaimana dia tahu ini.

Deng YiHeng melirik makanan mereka lagi dan tiba-tiba berpikir untuk mengatakan sesuatu, “Itu…”

Hou Mo juga melihat dan segera berkata, “Diam.”

Deng YiHeng segera diam dan dengan patuh melanjutkan makannya.

Setelah makan, saat Sui HouYu sedang memilah-milah kotak, Hou Mo telah kembali dari membuang sampah dan berdiri di sampingnya, berkata dengan santai, “Sampah yang dapat didaur ulang harus dibuang ke tempat sampah di lantai pertama. Apa kamu bisa memilahnya?”

Sui HouYu melirik Hou Mo dan menjawab dengan dingin, “Oh.”

Hou Mo tiba-tiba tersenyum licik dan tampak seperti bajingan pada saat itu. “Sebenarnya, memesan makanan seperti ini adalah cara yang baik untuk mengetahui restoran, tapi … kamu juga tidak akan tahu tempat mana yang akan membuatmu diare. Ada banyak toko kecil di dekat sini, jadi sebaiknya berhati-hatilah.”

Gerakan Sui HouYu berhenti.

Sui HouYu memperhatikan ketika Hou Mo menghentikan Deng YiHeng untuk mengatakan sesuatu. Pada saat itu dia bingung, tetapi sekarang dia mengerti bahwa Hou Mo menunggu sampai mereka selesai makan untuk memberi tahu mereka tentang sampah.

Dia menatap Hou Mo dan secara bertahap ekspresinya menjadi jelek.

Sui HouYu tidak akan marah jika Hou Mo tetap diam. Lagi pula, dia tidak punya kewajiban untuk memberi tahu mereka. Namun, sangat menjengkelkan bagaimana dia sengaja datang untuk menertawakannya.

Ran Shu langsung mengutuk, “Kenapa-kenapa tingkahmu seperti anjing?”

Hou Mo percaya bahwa dia tidak bersalah, “Kenapa aku disamakan dengan anjing? Kamu tidak bertanya.”

Sui HouYu berjalan keluar dengan kantong sampah di tangan dan sengaja menabrak Hou Mo. Hou Mo tidak peduli, hanya mengusap bahunya dan mengingatkan, “Rumah sakit ada di gedung 6. Ingat, mereka hanya buka sampai jam lima.”

Sui HouYu menatap Hou Mo untuk terakhir kalinya sebelum dia meninggalkan kelas.

Setelah pergi, Sui HouYu samar-samar mendengar ledakan tawa datang dari sekelompok siswa olahraga.


Bab SebelumnyaBab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Keiyuki17

tunamayoo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments