Penerjemah: Jeffery Liu
Proofreader: Keiyuki17


Apa yang tidak diharapkan Sui Houyu adalah, dia akan menunggu seseorang. Dia begitu bosan sampai dia sanggup menonton sebuah pertunjukan.

Itu akan sangat menarik.

Selama pertengahan bulan Agustus, kebanyakan liburan musim panas sudah berakhir.

Cuaca sangat panas sampai mampu membuat seseorang kehilangan kesadarannya.

Ketika dia bangun di pagi hari, ada sedikit gerimis, tetapi saat ini hujan telah reda.

Sulit untuk menemukan jejak kelembapan di tanah yang keras, bahkan di tempat-tempat yang tertutup naungan. Segala sesuatu yang terkena sinar matahari tampak mengepul, dan udara bahkan dipenuhi dengan bau aspal yang meleleh.

Jangkrik berderik seolah-olah mereka memberi tahu dunia tentang keinginan kuat mereka, dan bagaimana mereka belum terpanggang sampai mati.

Ketika Sui Houyu bersandar di pegangan tangga, dia bisa merasakan sengatan panas merembes melalui pakaiannya.

Dia melihat minuman yang dipegangnya, memindahkannya ke tangannya yang lain, membuka tutupnya, kemudian menyesapnya, sebelum melihat sekeliling dengan benar-benar bosan.

Jika bukan karena navigasi peta, dia tidak akan tahu ada tempat seperti ini di kota. Untuk sampai ke tempat yang disebut Gang Xiangjia ini, kamu harus keluar dari jalan raya dari Linshi, lalu dari sana berkendara selama setengah jam lagi.

Pada dasarnya, itu adalah gang yang memisahkan kedua kota.

Tempat seperti itu juga dianggap sebagai salah satu dari enam distrik kota seolah-olah merupakan daerah terpencil yang independen dari kota.

Dia melihat sekelilingnya. Tidak ada gedung pencakar langit di sini, hanya ada gedung setinggi enam atau tujuh lantai. Mobil-mobil cacat melaju di jalanannya dan restoran-restorannya tampak seperti toko-toko kecil, yang sebagian besar bernama Restoran Masakan Rumahan XX.

Di dekat sana, industri pariwisata baru-baru ini dikembangkan. Kehidupannya nyaman, dan daerah itu dikelilingi oleh pegunungan dan sungai.

Secara umum, tempat itu tidak buruk, dan orang bahkan bisa bertanya-tanya apakah bintang-bintang akan terlihat di malam hari.

Dia baru saja berbicara dengan pemilik apartemen melalui panggilan telepon. Tuan tanah mengatakan jika dia sedang bermain mahjong dan akan datang menjemputnya ketika dia selesai, jadi dia harus menunggu sedikit lebih lama lagi.

Itu adalah kehidupan standar yang serba lambat di kota-kota kecil.

Setelah menutup panggilan, dia melihat pemberitahuan muncul di atas layar ponselnya bahwa seseorang baru saja menge-tagnya. Dia mengklik obrolan grup kelasnya dan melihat bahwa semua siswa di kelasnya meneriakkan serangkaian umpatan seolah-olah mereka tengah berdebat.

Dia menggulir riwayat obrolan mereka dan melihat seseorang memposting tangkapan layar tentang bagaimana orang-orang dari Sekolah Swasta Fenhua secara terbuka menghina Sui Houyu.

Ketika dia mengklik tangkapan layar itu, apa yang ada disana hanya menyatakan betapa dia menjijikkan seperti anjing 1, dan bahwa dia memiliki wajah jelek dan kualitas rendah di sekelilingnya.

Kemudian mereka membual tentang betapa tampan dan mengagumkan rumput sekolah 2 mereka sendiri, betapa jeniusnya dia dan betapa dia pandai dalam olahraga. Sebagai putra surga yang disukai, rumput sekolah adalah “penyelamat dunia”. Bahkan ada siswa perempuan yang khawatir Sui Houyu akan menemukan masalah dengan rumput sekolah mereka sepulang sekolah.

Dia menutup tangkapan layar itu setelah melihatnya sekilas.

Sekolah menengah Sui Houyu secara tiba-tiba digabungkan dengan sekolah menengah lain untuk meningkatkan reputasi mereka.

Para siswa dari kedua sekolah akan mulai belajar bersama setelah masa sekolah dimulai.

Kedua belah pihak membicarakan mengenai masalah ini, dan beberapa bahkan menyamar dan bergabung dalam kelompok sekolah lain.

Jelas bahwa mereka tidak memiliki rencana apapun selama liburan musim panas ini.

Sui Houyu mengetik di grup dan menjawab: Di satu sisi, evaluasi mereka terhadapku adalah objektif.

Ran Shu: Wajah menjijikkan? Mereka tidak mengenali apa itu keindahan nasional dan keharuman surgawi.

Pengawas Kelas: Bahaya, peringatan kata sifat.

Ran Shu: Aku salah … Aku tidak ingin berlutut, lututku melemah selama liburan.

Sui Houyu tertawa kecil dan mengabaikannya, memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku.

Ketika dia sedang menunggu, dia kebetulan melihat sebuah drama buruk yang tengah dimainkan oleh dua anak laki-laki.

Tidak jauh dari Sui Houyu, seorang gadis baru saja keluar dari toko serba ada.

Gadis itu tinggi, dengan rambut diikat dengan gaya ekor kuda dan mengenakan kaos sederhana yang dipasangkan dengan celana pendek koboi. Dia memiliki kulit yang cerah dan terlihat bagus.

Pertama, salah satu laki-laki yang tampak seperti penjahat melecehkan gadis itu, dengan mengatakan: “Adik perempuan, tambahkan aku di WeChat dan hibur aku.”

Gadis itu menjawab singkat, “Enyahlah.”

Kemudian, penjahat itu mulai bertindak kasar pada gadis itu, menarik lengannya dan menyeretnya untuk pergi bersamanya.

Saat keduanya hendak berkelahi, anak laki-laki lain, yang tampaknya menjadi pahlawan, bergegas menyelamatkan si cantik dan berteriak, “Lepaskan dia!”

Kata-kata itu diteriakkan dengan penuh semangat sehingga Sui Houyu tidak bisa menahan tawanya.

Laki-laki penjahat itu memelototi Sui Houyu sebagai tanda peringatan padanya untuk tidak ikut campur pada masalah ini.

Sui Houyu mencoba bekerja sama dan menyeret kopernya ke sisi lain, menjaga jarak dan mengabaikan mereka sepenuhnya, dengan begitu dia tidak akan menjadi pengganggu bagi mereka.

Namun karena saat koper yang ia seret mengeluarkan suara, gadis itu mengalihkan pandangannya pada Sui Houyu.

Hanya satu tatapan.

Gadis itu tidak bisa mengalihkan pandangannya kembali dari Sui Houyu.

Sui Houyu bisa dianggap sebagai pria yang cantik, seperti sesuatu yang keluar dari kartun.

Eh… dari komik shoujo, jika tidak, mereka tidak berani menggambar anak laki-laki seperti dia.

Alis dan matanya begitu indah, dan tampak halus. Dengan tinggi 183 cm, ia memiliki wajah yang mampu membawa bencana bagi negara dan masyarakat.

Rambutnya berwarna gelap dan keriting serta sedikit tebal,  membuat wajahnya terlihat lebih kecil.

Sepasang alis yang tebal, mata yang dibingkai oleh bulu mata yang lebat, batang hidung yang tinggi namun dengan ujung kecil, dan bibir berwarna pink muda melengkung dengan senyum yang lucu.

Perhatian gadis itu hanya tertuju pada Sui Houyu sepanjang waktu, sehingga dia tidak melihat si pahlawan dan si penjahat itu bertarung satu sama lain.

Drama itu berjalan lancar tetapi tidak ada penonton.

Ketika si pahlawan mendekatinya dan berbicara, baru saat itulah indra gadis itu kembali.

“Apa kamu baik-baik saja?” si pahlawan itu berdiri di depannya dan bertanya.

Gadis itu pertama kali melihat Sui Houyu, lalu melihat laki-laki di depannya. Itu cukup mengejutkan.

Laki-laki itu cukup kurus dan terlihat berbeda dari orang biasa. Bagaimana kamu menggambarkan fitur wajahnya?

Jika idiom digunakan, maka itu hanya dapat digambarkan sebagai “menyimpang dari klasik” dan “jatuh secara terpisah dan terbelah secara berbeda”3.

Matanya bervariasi dalam ukuran, dengan yang lebih kecil memiliki kelopak mata tunggal dan yang lebih besar dengan kelopak mata ganda, dan jaraknya cukup jauh dari satu sama lain. Meskipun hidungnya terlihat bagus dan bentuk mulutnya normal, tetapi jika kamu menggabungkan semua fitur itu, itu tidak akan terlihat bagus.

Setiap fiturnya seolah berdiri sendiri, dan tidak ada yang selaras.

Gadis itu dengan santai menjawab, “Aku baik-baik saja.”

Si pahlawan melanjutkan, “Aku takut bajingan itu akan mengganggumu lagi. Ke mana kamu pergi, haruskah aku menemanimu?”

Gadis itu jelas tidak mau. Setelah memikirkannya, dia menggelengkan kepalanya dan menolak, lalu berjalan menuju Sui Houyu, “Kakak, apa kamu bisa mengantarku pulang? Aku baru saja dilecehkan dan masih sedikit takut.”

Pergantian macam apa ini?

Ini disebut pergantian alami dan resepsi yang indah.

Sui Houyu menghancurkan kaleng minuman kosong di tangannya, membuangnya ke tempat sampah, dan dengan santai menjawab, “Huh, siapa yang kakakmu?”

Dia tidak suka dipanggil kakak sama sekali, itu selalu terasa aneh. Apa dia tidak bisa berbicara dengan baik?

“Maaf, kalau begitu apa kamu lebih suka aku memanggilmu adik kecil?” Gadis itu masih juga salah.

Sui Houyu mengabaikannya, mengeluarkan sebungkus permen karet dari sakunya, lalu langsung memasukan dua potong ke mulutnya.

Gadis itu menatap profil sampingnya dan tanpa sadar menelan seteguk air liur. Dia terus bertanya, “Apa kamu sedang menunggu seseorang?”

Profil samping Sui Houyu unik. Lekukan jembatan hidung dan rahangnya indah. Ketika dia menundukkan kepalanya, rambutnya yang halus menjuntai dan melengkung di dahinya.

Keindahan semacam ini tidak umum dalam kehidupan nyata. Lagi pula, teknologi tidak cukup berkembang untuk menambahkan filter kecantikan ke mata manusia.

Sui Houyu menjawab dengan samar dan menemukan bahwa pemilik apartemen telah membagikan lokasi real-time di WeChat. Ketika dia membukanya, dia melihat bahwa pemilik apartemen sedang menuju ke arahnya.

Dia berdiri. Gadis itu menyadari bahwa ada seekor kucing tergeletak di dalam tas di belakangnya. Kucing hitam dengan mata biru itu tampak dingin dan menyendiri.

Gadis itu mengikutinya dan bertanya, “Kucing itu terlihat cantik. Siapa namanya?”

“Da Ge.” Sui Houyu menjawab dengan lembut.

Gadis itu tidak mengerti dan bertanya, “Huh?”

“Kucing itu bernama Da Ge.”

Gadis itu tampak geli, “Nama yang menarik. Itu cocok dengan temperamennya.”

Anak laki-laki yang menyelamatkan si cantik melihat bahwa setelah usaha yang dikerahkannyanya, gadis itu melarikan diri bersama dengan pria lain. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata-kata, untuk sementara waktu ketika dia melihat mereka pergi.

Setelah keduanya berjalan pergi, si laki-laki penjahat itu keluar dan dengan marah berkata, “Apa kita baru saja kecolongan?”

“Ck, sial sekali. Apa perempuan menyukai laki-laki cantik seperti itu sekarang? Lihat dia …” Anak laki-laki itu tersedak sebentar dan akhirnya berkompromi, “Dia memang terlihat tampan, tapi aku juga tidak buruk.”

Laki-laki penjahat itu tidak mau menjawab pertanyaan ini. Bahkan kepada teman-temannya, dia tidak akan berbohong dengan hati nurani yang baik.

Kemudian si laki-laki penjahat itu menghela napas, “Benar-benar tamparan di wajah, aku dipukuli beberapa kali olehmu tanpa hasil.”

Kedua anak laki-laki itu menolak untuk menerima apa yang terjadi dan berjongkok bahu-membahu, tampak tidak senang.

Tuan tanah yang datang untuk menjemput Sui Houyu sedikit pincang.

Ketika Sui Houyu memperhatikan ini, dia mengambil inisiatif untuk menyeret kopernya lebih dekat ke pihak lain.

Tuan tanah tampak seperti berusia tiga puluhan dan sedikit gemuk. Dia menatap gadis yang baru saja pergi dan bertanya, “Apa kita perlu menunggunya?”

“Aku tidak mengenalnya.”

“Bukan pacarmu?”

“Bukan.”

Pemilik apartemen mencoba membantu Sui Houyu membawa kopernya, tetapi Sui Houyu menolaknya.

Tuan tanah tersenyum, “Aku pikir kamu menyewa kamar bersama pacarmu, apa aku salah?”

“Aku tinggal sendirian.”

“Kenapa kamu ingin tinggal di sini?”

“Akhir-akhir ini aturannya jadi sangat ketat. Aku di bawah umur jadi kamar itu bukan atas namaku.” Tuan tanah mengangguk mengerti, “Tidak ada yang akan datang untuk mendesak kami, jadi kami umumnya memiliki kebebasan. Tapi jika kamu menyewa kamar sendiri di luar, bagaimana dengan keluargamu?”

Sui Houyu mengikuti pemilik ke dalam gedung dan membawa kopernya menaiki tangga, “Aku tidak memberi tahu kedua keluarga itu.”

“Dua keluarga?”

“Yah, jika kamu bercerai dan masing-masing memulai sebuah keluarga dengan orang lain, bukankah itu akan dianggap seperti itu?”

Sui Houyu tidak mengklarifikasi bahwa kedua keluarga itu tidak tahu dia pindah. Mereka mengira dia tinggal di rumah orang lain.

Tuan tanah tidak bertanya lebih banyak dan menjelaskan beberapa hal yang perlu dia perhatikan selama tinggal di sana, dan lokasi toko terdekat. Akhirnya, dia berkata, “Wanita pembersih datang sekitar pukul 10 setiap hari. Jika kamu tidak ingin diganggu, atur kunci kata sandi di pintu. Cukup klik yang ini dan wanita pembersih tidak akan masuk.”

“Oke,”

Saat Sui Houyu duduk di ruang tamu mendengarkan siulan tuan tanah perlahan semakin jauh, dia diam-diam mengeluarkan ponselnya untuk memesan beberapa penyumbat telinga.

Bahkan dengan pintu tertutup, suara siulan itu masih bisa terdengar dengan jelas. Tidak ada yang bisa dikatakan tentang peredam suara.

Bagaimanapun, kebiasaan tidurnya sudah buruk, yang tidak akan membantu sama sekali.

Setelah Sui Houyu selesai membongkar barang-barangnya, dia melihat sekeliling. Dia bahkan tidak menyadari bahwa malam telah tiba, dan memutuskan untuk turun untuk makan malam.

Dalam perjalanannya, dari jauh ia melihat laki-laki pahlawan dan laki-laki preman berjalan bersama.

Sumber hiburan Sui Houyu hari ini adalah dua orang ini. Ketika dia melihat mereka, dia tidak bisa menahan tawa.

Kedua pria itu jelas melihatnya juga, dan kecemburuan ekstrem yang mereka rasakan sebelumnya muncul kembali saat melihatnya.

Sui Houyu tertawa terbahak-bahak setelah melihat mereka, yang membuat mereka gugup dan menyebabkan mereka mendekati Sui Houyu.

Saat mereka berjalan menuju Sui Houyu, momentum mereka luar biasa, lengan mereka terayun bersama dengan tubuh mereka. Ketika mereka berada tepat di depan Sui Houyu, masing-masing mengulurkan tangan untuk mencengkeram bahu Sui Houyu tetapi pihak lain dengan ringan menghindarinya.

Pahlawan pengganggu yang belum lama ini mencoba menyelamatkan seseorang memiringkan dagunya ke arah gang dan mengatakan kepadanya, “Kakak, apa kamu mau ikut dengan kami ke gang itu?” Suara mereka sarat dengan makna.

Ini sepertinya semacam bahasa gaul. Itu menyiratkan bahwa yang lain ingin mencari masalah dengannya untuk mendapatkan kembali wajah.

Sui Houyu juga berpikir bahwa dia tidak punya hal lain untuk dilakukan. Dia setuju dan mengikuti mereka ke dalam gang.

Sebelum mereka memasuki gang, kedua anak laki-laki itu berencana untuk mengajari Sui Houyu apa artinya menjadi seorang pria. Namun, dalam waktu kurang dari lima menit, teriakan yang terdengar seperti ratapan hantu dan lolongan serigala terdengar dari gang. Kedengarannya sangat menyedihkan dan tampak lebih emosional daripada para tahanan yang dipaksa mengaku di serial TV.

Orang hanya bisa membayangkan apa yang terjadi di dalam gang itu. Dengan suara yang keluar dari sana seperti itu, tidak ada yang berani masuk. Siapa pun yang melewati tempat itu akan mempercepat langkah mereka sampai mereka tidak bisa mendengar teriakan itu lagi.

Setelah beberapa saat, seorang anak laki-laki masuk, berjalan sangat lambat. Ketika dia tiba di tempat kejadian, dia sepertinya lebih ingin tahu tentang siapa yang berkelahi dengan siapa daripada takut.

Ketika kedua anak laki-laki itu melihat siapa yang masuk, mereka tampak seperti melihat penyelamat dunia dan berteriak dengan penuh semangat, “Da Shixiong!”

“Hmm,” jawab anak laki-laki yang mereka panggil Da Shixiong dengan malas. Ketika dia masuk, dia menopang lengannya dan duduk di drum minyak sebelum bertanya, “Ada apa?”

Ketika Sui Houyu melihatnya dari dekat, dia memperhatikan bahwa ada papan kayu yang dibangun di atas drum minyak untuk memungkinkan orang duduk di atasnya. Jelas bahwa orang-orang ini sering datang ke sini.

Ketika Sui Houyu melihat seseorang mendekat, dia juga menghentikan gerakan tangannya. Ada orang lain di seberangnya. Dia tidak takut, tetapi menyingkir dan menunggu mereka berbicara satu sama lain.

Merasa bosan, dia mengeluarkan permen karet dari sakunya dan memasukkan dua potong ke mulutnya.

Saat Da Shixiong mendengarkan cerita teman-temannya yang tidak teratur, dia mengintip Sui Houyu sebelum dengan cepat menarik pandangannya.

Setelah dia mengetahui seluruh kejadiannya, Da Shixiong menjawab dengan suara yang dalam, “Jadi kalian memang pantas dipukuli karena kalian memprovokasi dia. Lanjutkan kalau begitu, adik kecil.”

Da Shixiong mengatakan itu dan memberi isyarat padanya untuk “tolong urus mereka” seolah dia tidak peduli.

Sui Houyu mengangkat alisnya saat melihat ini. Dia terkejut dengan sikapnya. Pihak lain benar-benar duduk kembali di drum minyak dan terus menonton pertunjukan ini.

Sui Houyu memandang kedua anak laki-laki itu yang tampak begitu kecewa, mengangkat tinjunya, dan mulai memukuli keduanya lagi.

Da Shixiong duduk di dekatnya dan memperhatikan bahwa Sui Houyu adalah seorang veteran.

Keterampilan Sui Houyu halus dan bersih dan menekankan pertempuran yang sebenarnya. Daripada pertarungan yang mencolok tapi tidak praktis, itu normal bagi kedua temannya untuk dipukuli ketika mereka bahkan tidak bisa mengalahkan siswa olahraga.

Teman-temannya seperti dua karung pasir. Yang bisa menggertak dengan keras kepala, tapi tidak bisa memukul siapa pun.

Dengan setiap gerakan menunjukkan keluhan mereka, keduanya merendahkan diri saat mereka dipukuli dan meratap dengan menyedihkan. Da Shixiong menghela napas dan berkata, “Ai yo, ck, ck, ck.”

Ketika dia mendengar suara itu, Sui Houyu tiba-tiba berhenti, seolah-olah dia curiga akan terjadi sesuatu yang lain.

Dia tiba-tiba berbalik, mengejutkan Da Shixiong yang menatapnya dengan heran dan bertanya, “Kenapa, kamu tiba-tiba kehilangan minat?”

Kemudian dia mengeluarkan ponselnya, menyalakan senter, dan mengarahkan sinarnya ke arahnya sebelum bertanya, “Apa aku harus mengambil gambar untukmu?”

Sui Houyu benar-benar mengira pihak lain begitu aneh.

Tapi dia tidak punya rencana untuk menyelidiki lebih lanjut.

“Ah, tidak perlu.” Sui Houyu menjawab sebelum melanjutkan pukulannya.

Setelah teman-teman Da Shixiong dipukuli beberapa saat, mereka mulai memanggilnya lagi, “Da Shixiong! Da Shixiong!”

Pihak lain menolak dengan tegas, “Tidak akan membantu.”

“Tidak… Da Shixiong, kamu harus bertarung!”

“Oh baiklah,” Dia akhirnya bergerak.

Postur tubuhnya tidak buruk, hampir setara dengan Sui Houyu.

Kedua orang yang dipukuli itu memandangnya, lalu memandang yang lain sebelum mereka dengan cepat berlari untuk bersembunyi di belakang Da Shixiong.

Sungguh tidak bermartabat.


Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Keiyuki17

tunamayoo

Footnotes

  1. eng tlr tidak yakin apa yang dimaksud disini
  2. laki-laki paling tampan di sekolah.
  3. menyimpang dari norma
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments