Penerjemah: Keiyuki17
Editor: Jeffery Liu


Peringatan: Karena setting apokaliptik1Menggambarkan atau menubuatkan kehancuran total dunia. dan pasca-apokaliptik2Menunjukkan atau berkaitan dengan waktu setelah perang nuklir atau peristiwa bencana lainnya. Atau bisa menunjukkan atau berkaitan dengan waktu setelah Kiamat alkitabiah. novel ini dipenuhi dengan kekerasan dan gore. Lanjutkan dengan hati-hati.


Bagi para dokter, sudah menjadi hal biasa untuk melakukan operasi setiap hari.

Karena itu, ketika Lu Yan menerima telepon dari direktur di tengah malam yang memintanya kembali bekerja lembur, dia tidak memiliki keluhan.

Bagaimanapun, keterampilan bedahnya yang luar biasa telah diakui oleh seluruh rumah sakit sejak dia masih muda, dan dia juga dapat melakukan banyak prosedur bedah. Setiap kali ada penyakit yang sulit untuk disembuhkan, direktur selalu memintanya untuk membantu.

Namun, operasi hari ini tampaknya sedikit berbeda.

Lu Yan tidak melihat pasien sampai dia memasuki ruang persiapan pembedahan. Adapun operasi apa yang akan dia lakukan, dia tidak yakin.

Ini jelas tidak masuk akal.

Di ruang persiapan pembedahan, Lu Yan berganti pakaian bedah dan mendengarkan orang lain berbisik.

“Tampaknya ada penyakit polusi di daerah pesisir…” Kepala perawat tampak khawatir. “Para ahli mengatakan bahwa penyakit polusi disebabkan oleh orang-orang dari daerah lain yang membuang cairan limbah yang terkontaminasi nuklir ke Samudra Pasifik sejak lama. Ini adalah penyakit genetik manusia yang disebabkan oleh polusi nuklir. Sekarang, kota H telah dilockdown. Untungnya, penyakit ini hanya terjadi di daerah Pesisir…”

Lu Yan berkata, “Tidak hanya di wilayah pesisir tapi juga di pedalaman. Alasannya jelas bukan hanya karena polusi nuklir.”

“Ah, bagaimana Dokter Lu tahu?”

Lu Yan dengan tenang menyatakan, “Ayahku juga menderita penyakit polusi. Pada hari kedua setelah gejala distorsi3畸变 juga dapat merujuk pada aberasi, anomali, atau deviasi. muncul, pihak berwenang membawanya pergi.”

Lu Yan masih ingat bahwa saat itu musim dingin. Kepala ayahnya bengkak luar biasa, seperti bola yang diisi dengan air. Sebuah sarkoma4Sarkoma adalah jenis kanker yang dimulai di tulang dan di jaringan lunak. yang samar-samar menyerupai wajah kedua tumbuh di belakang kepalanya.

Itu adalah hari paling bahagia dalam hidupnya.

“…Maaf.” Perawat kecil itu menundukkan kepalanya.

Lu Yan menghiburnya, “Tidak apa-apa. Aku sebenarnya tidak peduli.”

Dokter Li, yang juga berada di ruang operasi yang sama, melihat sekeliling dan dengan gugup mengeluarkan ponselnya.

“Temanku adalah seorang reporter dan dikirim ke Kota H. Dia mengirimkannya padaku di tengah malam.”

Lu Yan tidak bisa tidak melihat lebih dekat.

Video itu sangat tidak stabil. Melihat dari sudut, itu tampak seperti bidikan yang diambil secara diam-diam.

Lensa menghadap ke tanah. Saat itu malam, lampu jalan menyala, dan perisai tahan ledakan milik militer bersinar dengan cahaya dingin. Ada suara tangisan samar dan tembakan di latar belakangnya.

Lensa perlahan bergerak ke atas.

Ketika mereka dengan jelas melihat apa yang ditodong oleh pistol, semua orang yang hadir tidak bisa menahan napas dingin.

“Itu… Apa itu?”

Dalam kognisi Lu Yan, distorsi yang disebabkan oleh penyakit polusi biasanya bermanifestasi sebagai cacat fisik, seperti tumor yang tumbuh, tulang yang bengkok, perkembangan otak yang tidak normal … tapi setidaknya, mereka masih mempertahankan bentuk manusia.

Namun, sulit untuk mengetahui apakah sesuatu di dalam video itu masih manusia atau bukan.

Di bawah cahaya redup, ada bayangan samar berdiri di pintu masuk gedung kantor. Ia tidak memiliki kepala dan tentakel tumbuh dari lehernya. Seluruh sosoknya tampak seperti pohon yang tumbuh dengan aneh.

Tentakel ini menyebar ke mana-mana dan orang mati tergantung di ujung setiap tentakelnya. Darah menetes di lempengan marmer, membuat suara yang mengerikan.

“–Bersiap! Bakar!”

Seorang petugas berteriak, dengan rasa takut yang tidak bisa disembunyikan dalam suaranya.

Tembakan sengit dan hujan peluru yang lebat terdengar seolah-olah sedang hujan. Amunisi itu menembus tubuh monster dan bunga darah meledak satu demi satu. Tubuhnya hampir meledak menjadi lumpur.

Monster itu jatuh ke tanah. Tanpa mengeluarkan gerakan atau suara untuk waktu yang lama.

Seseorang dalam video itu bertanya, “Apa sudah berakhir…?”

Namun, detik berikutnya, sekelompok tentakel terlepas dari lumpur dan perlahan bergerak maju.

Video itu terpotong dan benar-benar menjadi gelap.

Di ruang persiapan bedah, semua orang yang hadir terdiam lama.

“Mereka hanya sedang syuting, bukan? Bagaimana bisa ada sesuatu seperti itu.” Seolah untuk memberanikan diri, seorang dokter residen tampak menghina, “Ini adalah efek 3D yang bisa dilihat dengan mata telanjang, kan? Itu dilakukan dengan cukup baik.”

Tapi, bagaimana jika itu benar? Orang terdistorsi telah muncul selama beberapa tahun … Meskipun mereka hanya memberikan dampak kecil setiap kali, tapi…

Wajah Dokter Li pucat. Dia hanya memegang lengannya dan menggelengkan kepalanya.

Lu Yan tidak berbicara. Dia memiliki “Yan”5Karakter ini (言) dalam namanya berarti ‘kata-kata,’ ucapan, dan ‘berbicara. dalam namanya, tapi dia secara tak terduga menjadi pendiam.6寡言 berkaitan dengan pendiam atau tidak komunikatif dalam berbicara.

Dia mengenakan sarung tangan akrilik pada dirinya sendiri ketika pintu ruang persiapan didorong terbuka lagi.

Direktur datang ditemani oleh tiga orang asing.

Hanya dengan pandangan sekilas, Lu Yan menyadari satu hal: orang-orang ini pastilah tentara.

Mereka memiliki aura pembantaian yang berat di tubuh mereka, memiliki punggung tegap, dan setiap gerakan mereka diukir dari cetakan yang sama.

Direktur selalu ceria, seperti Buddha Maitreya, tapi sekarang, ekspresinya berat dan menakutkan.

Dia melihat sekeliling dan dengan tegas berkata, “Gaun bedah ini tidak cukup. Kenakan pakaian pelindung Level 3!”

Seorang dokter residen muda terkejut, “Apakah ini sangat serius? Mungkinkah itu Ebola?7Penyakit Virus Ebola (EVD) adalah penyakit langka dan mematikan pada manusia dan primata bukan manusia. Penularannya dapat melalui kontak langsung (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, n. d.).

Di sebelah direktur, seorang pria muda memimpin dan berkata, “Permisi. Saya Lin Sinan. Pasien kali ini adalah anggota tim saya. Sayangnya, dia menderita penyakit polusi dalam proses perawatan polutan di Kota H. Kami berharap bagian yang sakit dapat diangkat melalui pembedahan. Sebelum itu, Anda perlu menandatangani perjanjian kerahasiaan. Hal ini sesuai dengan Prinsip Otonomi Penuh.”

Perawat kecil itu dengan takut-takut bertanya, “…apakah itu polusi nuklir?”

Lin Sinan menoleh dan menatapnya dengan dalam, “Tidak. Jika memungkinkan, saya juga berharap itu adalah polusi nuklir.”

“Selain itu, meskipun orang yang terkontaminasi tidak akan menyebabkan infeksi sekunder, operasi akan langsung berhubungan dengan sumber polusi, yang dapat menyebabkan risiko tertentu. Oleh karena itu, operasi ini didasarkan pada prinsip kesukarelaan penuh dan tidak wajib.”

Banyak orang yang hadir tampak ragu-ragu.

Itu adalah kewajiban seorang dokter untuk merawat pasien, tapi jika nyawa mereka taruhannya, mereka harus mempertimbangkan segalanya.

Lu Yan bertanya, “Di mana saya harus tanda tangan?”

Direktur menyeka keringat dari dahinya dan mengeluarkan dokumen kerahasiaan yang telah dia siapkan sejak lama.

Lu Yan melirik sekilas. Itu tidak lebih dari meminta dokter untuk tidak mengungkapkan isi operasi kepada orang lain, tidak mengambil foto, dan tidak mempublikasikannya.

Dia hanya menandatangani dengan namanya.

Pada akhirnya, hanya ada tiga dokter — direktur, Lu Yan dan Dokter Li — dan dua perawat ditinggalkan untuk operasi. Tidak ada ahli anestesi.

Selain mereka, ada juga asisten khusus, Lin Sinan.

Tidak mungkin bagi orang luar untuk memasuki ruang operasi. Hanya saja situasinya istimewa, jadi tidak ada yang bertanya lebih lanjut.

Perawat kecil itu mengeluh pahit, “Jika pasien tidak diselamatkan, bukankah orang ini akan mengeluarkan pistol dan langsung menembak kita …”

Lin Sinan tidak mengenakan seragam militer namun sakunya menonjol tinggi, yang dengan jelas menunjukkan kontur sebuah pistol.


Lampu di ruang operasi menyala, tapi tidak ada seorang pun di meja operasi.

Semenit kemudian, kedua petugas mendorong kabin logam berbentuk lingkaran menggunakan tandu.

Lu Yan tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat ke arah direktur.

Direktur menyelamatkan banyak orang dalam hidupnya. Namanya sudah lama ada di buku pelajaran. Namun, pada saat ini, tangannya sedikit gemetar.

Pintu palka8 terbuka dan hawa dingin keluar.

Pasien dibawa ke meja operasi.

Begitu dia melihatnya, Dokter Li tidak bisa menahan diri, menoleh, dan muntah.

Ekspresi perawat kecil itu berubah drastis dan suaranya bergetar, “Ini… Apa ini?”

Perut pasien penuh dengan telur transparan. Di bawah penerangan lampu tanpa bayangan, makhluk berdenyut di dalam mirip dengan ikan yang terungkap.

Ikan hitam kecil itu berenang dengan gembira di dalam folikel9Dalam hal anatomi, itu berkaitan dengan rongga, kantung, atau kelenjar sekretori kecil., penuh vitalitas yang luar biasa.  

Folikel ini tampaknya telah tumbuh dari tubuh pasien. Di permukaan telur ikan terlihat jaringan penyangga dan lemak yang mengerut di bawahnya, saling menempel rapat.

Itu mirip dengan sesendok kaviar.10 Lu Yan berpikir dalam hatinya.

Petugas dengan kaku mengikat pasien ke ranjang rumah sakit, gerakan mereka cukup mahir.

Lin Sinan berdiri di kejauhan, “Dia dicemari oleh Polutan Level C dan telah mencapai tahap distorsi kedua. Dokter mengatakan bahwa mungkin ada harapan untuk pemulihan dari pengangkatan lesi11Area abnormal jaringan di dalam atau di luar tubuh yang mungkin menjadi lebih besar atau mengubah penampilan, dan mungkin atau mungkin tidak bersifat kanker. di tubuhnya dan perawatan tambahan12Ini adalah jenis pengobatan yang diterapkan setelah pengobatan awal untuk kanker, terutama untuk menekan pembentukan tumor sekunder.. Situasinya mendesak dan sudah terlambat untuk bergegas kembali ke laboratorium pusat. Aku hanya bisa bertanya kepada kalian. Tolong yakinlah bahwa telur ikan ini hanyalah parasit biasa dan tidak akan menyebabkan polusi sekunder bagi orang biasa.”

Lu Yan memiliki sifat yang sangat baik, yaitu ketenangan. Ketenangan ini memungkinkan dia untuk menyelesaikan tugas dengan cemerlang saat pertama kali dia mendapat pisau bedah.

Itu mirip dengan kali ini. Setelah beberapa saat terkejut, Lu Yan adalah dokter pertama yang memulai operasi.

Ini membuat Lin Sinan tidak bisa tidak menatapnya lebih jauh.

Napas pasien lemah. Dia jelas kesakitan.

Setiap kali telur ikan dipisahkan, pasien akan memberontak secara tidak teratur. Wajahnya merah dan mata merah di rongga matanya terlihat jelas.

Telur ikan yang diambil dengan cepat menyusut seperti teripang yang telah dikukus hingga kering, menyusut menjadi massa yang kecil.

Telur ikan ini dimasukkan ke dalam kotak perlakuan khusus yang berisi air mendidih. Suhu tinggi tidak dapat membunuh telur ikan, tapi secara efektif dapat mengurangi aktivitasnya.

“Kenapa kita tidak membiusnya?” Lu Yan tidak bisa menahan diri untuk tidak mengangkat kepalanya dan bertanya, “Meskipun dia telah diikat, getaran otot juga akan menghalangi bidang pandang pembedahan.”

Lin Sinan terdiam sesaat sebelum berkata, “Setelah dibius, dia mungkin tidak akan pernah punya kesempatan untuk bangun lagi.”

Rumah Sakit Rakyat Pertama adalah rumah sakit terbaik di Kota K dan tentu saja memiliki dokter terbaik.

Setelah kepanikan awal, operasi menjadi tampak teratur.

Pendarahan pasien dikendalikan dalam kisaran optimis.

Mungkin karena dia terlalu lama berkonsentrasi dan kehilangan fokus, selama jam ketiga operasi, Dokter Li secara tidak sengaja memotong sarung tangannya. Air kotor di telur ikan membasahi tangannya.

“Tolong — tolong!” Ketenangan Dokter Li runtuh dalam sekejap, “Aku tidak lagi melakukan operasi ini! Aku mengundurkan diri! Biarkan aku pergi!”

Dia menjatuhkan pisau bedah dan bergegas keluar pintu.

Lin Sinan mengerutkan kening tapi tidak menghentikannya.

Dalam keadaan ini, Dokter Li tidak bisa keluar dari rumah sakit. Dia akan ditarik untuk melakukan konseling psikologis dan tes polusi.

Operasi berlangsung selama empat setengah jam. Telur ikan terakhir yang berada di rongga dada akhirnya berhasil dikeluarkan.

Direktur semakin tua, dengan keringat dingin di kepalanya, dan saat dia meletakkan pisau bedah, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa pusing.

“Operasinya sangat sukses …”

Direktur memandang satu-satunya “anggota keluarga” pasien.

Otot Lin Sinan yang tegang selama beberapa jam akhirnya lega dan sedikit senyum muncul di wajahnya.

Lu Yan mengedipkan mata dan melihat punggung tangan pasien.

Di bawah kulit, sepertinya ada sesuatu yang mengalir di pembuluh darah.

Pasien seharusnya adalah seorang prajurit dengan kemauan yang luar biasa. Dia hanya menggumamkan beberapa erangan teredam selama operasi tanpa anestesi. Di bagian selanjutnya, dia tidak lagi mengerang kesakitan. Mungkin dia mati rasa karena kesakitan.

Saat ini, jari-jarinya sedikit gemetar, seolah ingin menarik perhatian dokter. Sayangnya, tali mengikatnya dengan kuat dan gerakannya sangat ringan.

Lu Yan menatap matanya. Itu adalah sepasang mata yang penuh air mata, penuh ketekunan dan tekad.

Apakah dia… meminta bantuan?

Hampir tanpa sadar, pisau bedah Lu Yan memotong jaringan kulit di punggung tangan pasien.

Satu demi satu, telur ikan emas kecil menyembur keluar.

Warna kulit Lin Sinan berubah drastis dalam sekejap.

Bang–”

Tembakan tak terduga terdengar memekakkan telinga.

Perawat itu meringkuk, berteriak.

Lu Yan telah melakukan banyak operasi, terutama dalam menyelamatkan beberapa pasien yang sakit kritis. Tentu saja, dia tidak bisa menjamin bahwa semua orang bisa keluar dari meja operasi hidup-hidup.

Dia hanya tidak pernah berpikir bahwa yang terluka akan mati seperti ini di meja operasi.

Darah memercik ke pakaian pelindung mereka. Tidak hanya darah tapi juga beberapa organ dalam. Mereka terlalu dekat untuk menghindarinya.

Kaki direktur melunak dan dia terduduk di lantai.

Lin Sinan meletakkan senjatanya, nadanya penuh permintaan maaf, “Maaf. Ada kesalahan dalam penilaianku. Dia telah memasuki tahap ketiga. Pencemaran ini tidak dapat dihindari. Kami hanya dapat menghilangkan Polutan terlebih dulu. Besok, seseorang akan menghubungi kalian untuk memberikan kompensasi.”

Lu Yan masih menatap mayat di meja operasi, tampaknya tidak responsif.

Sementara itu, rekan satu tim Lin Sinan melangkah maju dalam diam dan mulai menggendong tubuh pasien. Itu tidak akan dikirim ke kamar mayat. Itu harus dimasukkan ke dalam kabin pelindung dan kemudian dikremasi pada suhu tinggi.

“Saya sangat menyesal membiarkan semua orang melihat pemandangan seperti itu.”

Lin Sinan membungkuk untuk terakhir kalinya dan keluar dari ruang operasi.

Orang-orang yang tersisa saling memandang.

Direktur tidak berani melepas pakaian pelindungnya, bahkan jika dia telah diselimuti lapisan keringat. Dia berkata dengan susah payah, “Aku akan memberi semua orang libur tiga hari. Kalian semua harus pulang… Beristirahatlah dengan baik.”

Tangan perawat kecil itu masih tidak bisa menahan gemetar. Dia menyeka kabut di pelindung matanya, “Direktur, apakah penyakit polusi itu benar-benar penyakit?”

Direktur tersenyum pahit, “Aku tidak tahu. Hanya saja aku pernah mendengar bahwa mereka yang berada di Lembaga Penelitian menyebutnya… evolusi. Evolusi pasti berjalan seiring dengan kepunahan. Tanpa kepunahan, spesies baru tidak akan mendapatkan celah ceruk.”13Eng tlr memiliki pengetahuan yang dangkal tentang evolusi biologis. Menurut Conway (2019), ceruk dapat didefinisikan secara luas sebagai kondisi biotik dan abiotik yang diperlukan agar suatu spesies dapat bertahan. Kesenjangan ceruk, dia asumsikan, adalah titik atau peristiwa evolusioner di mana spesies baru muncul. Tolong, koreksi jika salah.

“Kamu harus siap.” Dia menolak untuk mengatakan lebih banyak.


Lu Yan pergi ke ruang ganti dan menyalakan keran di depan cermin.

Dia harus mencuci tangannya setelah operasi. Airnya mengalir tapi tangannya mengepal.

Lu Yan melihat dirinya di cermin.

Itu adalah wajah yang tenang dan acuh tak acuh. Tanpa kegembiraan, tidak akan ada kepanikan dan ketakutan.

Tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan dan tentu saja, tidak ada yang memperhatikan apa yang dia lakukan di akhir operasi.

Dia mematikan keran, memasukkan tangannya ke saku, dan melepaskan cengkeramannya.

Pada saat itu, suara mekanis terdengar jelas di benak Lu Yan—

[Selamat kepada Tuan Rumah karena membangkitkan kemampuan- Serba Tahu]

[Selamat kepada Tuan Rumah karena mendapatkan item: Telur kecil Kingfish14Salah satu dari berbagai jenis ikan, di antaranya jenis makarel tertentu (qv) dan bedug (qv) dari genus Menticirrhus. Atau menurut wikipedia adalah makarel raja atau king mackerel. (Belum menetas, Level E)]


Catatan Penulis:

Setting novel ini dibuat-buat dan murni fiktif, tolong jangan hubungan dengan kenyataan.15Semua kesamaan dalam kehidupan nyata adalah kebetulan.

Seme kita!

Daftar Isi Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments