Penerjemah: Jeffery Liu


179.

Aku bercerita kepada temanku jika aku berkencan dengan pria yang luar biasa, dan sedang berpikir untuk putus.

Temanku membalas pesanku yang berisi deretan titik titik titik panjang.

Dia mungkin ingin bertanya apa aku gila, tapi kemudian segera mengingat jika aku memang benar-benar gila, jadi dia tidak tahu harus berkata apa.

Setelah beberapa saat, balasan lain darinya datang.

Teman: jangan lakukan hal bodoh dulu

Teman: pertama

Teman: ceritakan apa yang terjadi, oke?

Aku: Aku punya pacar, tapi aku sadar kalau aku sendiri tidak tahu kenapa kami berkencan

Sekali lagi, temanku tidak tahu harus berkata apa. Dia mungkin berusaha sekuat tenaga untuk mencoba memahami duniaku.

Beberapa saat kemudian dia kembali membalas, ketika dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi.

Teman: kencan seperti apa yang kamu mau?

Teman: jenis kencan seperti apa yang memiliki arti?

Aku sendiri juga tidak tahu, ini tidak seperti aku bisa punya anak. Dan jelas Xue Yaozu juga tidak bisa. Kebersamaan kami hanyalah untuk tetap menjaga dorongan alami manusia untuk mendapatkan pasangan.

Teman: jadi apa lagi yang ingin kamu lakukan?

Aku tidak tahu! Aku tidak tahu apa yang ingin aku lakukan, apa yang bisa aku lakukan, apa yang harus aku lakukan, dari mana aku berasal, ke mana aku akan pergi, mengapa aku hidup atau mengapa aku akan mati!!


180.

Temanku kemudian mengubah topik pembicaraan kami.

Teman: apa kamu benar-benar pergi ke dokter?

Teman: Aku sudah bilang kalau pergi ke dokter tidak akan bisa diandalkan

Aku: aku belum menemui dokter, masih di daftar tunggu

Teman: bukannya kamu bilang kalau kamu sudah keluar dari daftar tunggu dan sudah membuat janji?

Aku: Aku bertindak gegabah dan membatalkannya

Teman: haaah, kamu sudah berkali-kali bertindak gegabah

Memang benar jika aku berulang-kali bertindak gegabah, tetapi aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri.

Sebenarnya, penyakit bodoh ini tidak buruk juga, aku selalu bisa menemukan alasan untuk diriku sendiri. Aku selalu bisa mengatakan jika itu semua salah penyakitku, bukan salahku, aku hanyalah korban.

Namun, ini tidak banyak berguna. Lagipula, hanya aku yang bisa melepaskan tanggung jawab seperti ini, orang lain hanya akan menganggapku sebagai orang gila.


181.

Teman: siapa orangnya?

Teman: apa aku kenal?

Aku: mungkin aku akan memberitahumu nanti, lagipula kami akan putus

Teman: apa kamu benar-benar akan putus karena alasan konyol seperti itu?

Apa lagi yang harus aku lakukan? Aku hanya tidak punya perasaan yang tepat!

Temanku hampir menjadi gila.

Teman: perasaan macam apa yang kamu inginkan, Yang Mulia?!

Aku juga tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu1.

Aku bertanya padanya bagaimana pengalamannya saat berkencan. Dia kecewa, dan bertanya padaku apakah aku mengejek statusnya yang masih menjadi seorang perjaka lajang dari lahir.

Itu benar-benar tidak disengaja.

Aku kemudian bertanya kepadanya apakah dia memiliki seseorang yang dia sukai, dia kemudian memberitahuku jika dia punya. Dan kemudian dia mengirimiku gambar karakter donghua2.

Aku bilang jika itu tidak seperti aku mendiskriminasi karakter donghua, tapi setidaknya jangan mengirimiku gambar karakter panda. Ini bahkan bukan karakter manusia, oke. Aku memang punya penyakit mental, tapi ini tidak seperti aku benar-benar kehilangan akal.

Dia bertanya apakah aku memandang rendah panda dan aku menjawab jika maksudku bukan begitu, aku hanya memandang rendah dia. Dia kemudian bertanya kepadaku, bukankah menurutku panda itu lucu? Aku bilang panda memang lucu tapi aku tidak bisa menerima hubungan tabu yang mengejutkan seperti itu. Jika hal seperti itu terjadi di keluargaku, dia akan dipukuli sampai mati kemudian dikubur di sumur oleh kakak laki-lakiku. Dan jika itu terjadi di luar, maka ia mungkin akan ditahan oleh administrasi pemerintah yang mengatur hal tersebut dan langsung dieksekusi oleh regu tembak.

Setelah itu, dia mengirimkan gambar karakter manusia dari sebuah dongman3.

Aku bertanya kepadanya apakah dia menyukai manusia yang masih hidup, seseorang yang mengenalnya, dan kemudian mengatakan kepadanya untuk tidak mengirim foto selebritas.

Dia tertawa hahaha dan berkata apa kamu bercanda? Kalau aku memiliki seseorang yang aku sukai yang adalah manusia hidup, apa aku mungkin akan tetap melajang?

Aku dengan tenang menyuruhnya untuk bangun. Tidak ada korelasi langsung antara kedua hal ini.


182.

Dia memikirkannya untuk waktu yang lama, lalu teringat teman satu bangkunya di sekolah menengah.

Aku juga mengenal teman satu bangkunya itu, dia adalah gadis tercantik di kelas.

Jadi aku bertanya kepadanya apa yang sebenarnya dia pikirkan karena menyukai seorang idola kelas. Dia kemudian menjawab, apa lagi, hanya ada kesia-siaan. Lagi pula, dia benar-benar cantik dan terlebih lagi, nilainya bagus, jika dia berkencan dengannya maka itu akan membuatnya tampak lebih baik dan merupakan hal yang bisa dia banggakan.

Tidak heran dia masih juga melajang.

Aku tidak ingin mempermasalahkannya lagi.

Aku merasa jika harapan terakhirnya untuk menemukan pasangan adalah melalui pertemuan pernikahan. Dan itu harus dengan keberuntungan besar, baginya untuk menemukan seseorang yang bersedia mengorbankan diri untuk melakukan pekerjaan amal.

Dia juga tidak mau memperhatikanku lagi setelahnya.


183.

Kami berdua mengambil waktu untuk menenangkan diri.

Teman: jangan bercanda lagi

Teman: Aku serius sekarang

Teman: cobalah kembali pertimbangkan sendiri

Teman: meskipun aku tidak tahu jenis hubungan apa yang kamu inginkan, tetapi setidaknya kamu harus memisahkan antara kenyataan dari film

Kamu bertanya kepadaku, karakter utama dalam novel Danmei4 — dan protagonis utama pria pada novel itu, untuk membuatku lebih realistis? Bukankah itu bodoh?

Teman: hah?

Aku berkata bukan apa-apa, hanya saja sebuah pesan yang datang dari alam semesta muncul di kepalaku.

Dia dengan tulus berusaha keras untuk mencoba memberiku nasihat.

Teman: kamu harus lebih banyak berolahraga.

Aku mengatakan kepadanya jika aku sudah banyak berolahraga baru-baru ini5.

Dia tidak percaya padaku.

Terserah, bukan berarti aku bisa mengubahnya. Percaya atau tidak terserah saja.


184.

Meskipun sudah sangat larut, Xue Yaozu tidak pulang. Dia baru saja mengirimiku pesan yang berisi jika dia tidak akan pulang.

Aku berkata oh.

Betapa membosankan6.

Tulang pengacauku7 mulai terasa gatal lagi. Setelah begitu gatal selama setengah malam, aku akhirnya tidak bisa menahannya lagi dan mengiriminya pesan.

Aku: tidakkah kamu berpikir jika kita berdua berkembang terlalu cepat?

Dan kemudian aku dengan cepat menarik pesan itu kembali.

Dia menjawab dengan serangkaian titik titik titik.

Apa yang dia lakukan, tidak tidur di waktu selarut ini dan bermain dengan ponselnya?

Dengan gugup aku menggenggam ponselku.

Setelah beberapa detik, dia menjawab.

Xue Yaozu: mungkin bagimu ini sedikit cepat

Aku: apa maksudmu?

Xue Yaozu: tapi bagiku

Xue Yaozu: ini adalah mimpi lama yang menjadi kenyataan

Aku: ……


185.

Apa kalian tahu mengapa seorang yang gagap bisa memiliki satu atau dua pacar sekarang?

Terutama, papan tulis8 itu harus dilihat temanku dan kakak laki-lakiku.


186.

Xue Yaozu: kenapa kamu tiba-tiba memikirkan ini?

Aku: aku tidak tahu

Aku: Aku hanya merasa ini aneh

Xue Yaozu: bagian mana yang aneh?

Yah, aku juga tidak bisa mengatakan apa sebenarnya yang aneh, hanya saja rasanya itu tidak ada gunanya. Kita baru saja mulai berkencan secara acak, seolah-olah aku dan dia sangat mudah untuk menjalin hubungan atau semacamnya.

Xue Yaozu: itu tidak acak, kita pergi berdoa di kuil

Jadi? Aku bertanya.

Xue Yaozu: jadi saat kita berdoa di kuil

Xue Yaozu: Aku berdoa supaya kamu suka padaku

Xue Yaozu: dan itu menjadi kenyataan

Itu pertanyaannya, kenapa aku tiba-tiba menyukainya?

Rasanya seperti ketika aku merasa sangat kesepian, sedih dan kehilangan; seorang pria gay muncul dan dengan saaaangat acak aku mulai berkencan dengan pria gay itu. Dengan kata lain, jika temanku adalah seorang gay, apa aku akan berkencan dengan temanku?

Xue Yaozu: ………

Dia tidak membalas untuk waktu yang sangat lama. Mungkin dia tidak tahu harus berkata apa.

Tiba-tiba aku merasa sangat kesepian, sedih dan kehilangan.

Adik laki-laki dan perempuanku memiliki dunia kecil mereka sendiri, dan semua orang juga memiliki dunia kecil mereka sendiri, tetapi aku tidak.

Xue Yaozu: kamu memilikinya, dan itu adalah aku

Kata-katanya gagal menenangkan aku, karena aku jelas tahu bahwa aku tidak memilikinya9.


187.

Sial, kapan giliranku10 datang?


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. Seperti Tuhan tahu apa yang dia pikirkan (siapa yang tahu, aku yakin tidak), meskipun pada raw tertulis hanya hantu yang tahu, tetapi aku memutuskan untuk menggunakan Tuhan karena lebih umum digunakan.
  2. Anime China bisa disebut juga Dongman.
  3. Anime China, bisa disebut juga donghua.
  4. BL China.
  5. Ya, RYG membuat permainan kata-kata, kalimat disini memiliki arti olahraga normal dan olahraga NSFW.
  6. Bukan RYG yang mengatakan ini, ini masuk narasi.
  7. Pada raw tertulis 作筋, yang mana 作=memiliki arti mengacau, mencari kematian (untuk diri sendiri) dan 筋=tendon. Ini bukan tendon tubuh yang sebenarnya, kalimat ini seperti mengatakan jika itu waktunya bagi otak melakukan sesuatu hal kreatif. Ini seperti mengatakan jika ini di luar kendalimu, dan menetapkan emosi/tindakan sebagai manifestasi fisik.
  8. Papan tulis, disini seolah-olah RYG menulis hal-hal yang telah dilakukan XYZ yang isinya mengapa seorang yang gagap bisa mendapatkan pacar.
  9. Karena RYG berpikir XYZ tidak benar-benar ada, tidak nyata, masih halusinasi.
  10. Giliran bertemu dokter/terapis.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments