Penerjemah: Jeffery Liu


17.

Kali ini, ini tidak hanya karena aku paranoid, Xue Yaozu benar-benar memerintahkan orang untuk mengikutiku. Sekarang mereka memarkirkan kendaraan mereka di luar tempat tinggalku, tetapi setelah itu mereka akan memanfaatkan fakta bahwa aku tidak ada di rumah untuk menerobos masuk dan memasang kamera keamanan dan perangkat penyadap di semua sudut.

Aku memikirkannya berkali-kali tetapi aku masih tidak bisa mengingat Xue Yaozu sebagai teman sekelasku, dan bagaimana tepatnya aku meninggalkan kesan buruk padanya.

Sejujurnya, sewaktu kecil aku cukup liar dan arogan. Aku tidak takut apa pun dan saat aku sedang bersemangat, aku bahkan punya nyali untuk membalas perkataan orang lain dan mengatakan sumpah prinsipku keras-keras. Tapi aku benar-benar tidak ingat pernah menindas seorang anak yang gagap.


18.

Meskipun aku takut mereka akan memasang kamera pengawas, aku masih dengan berani pergi bekerja.

Segera setelah aku turun, seorang antek berlari keluar dari mobil dan bertanya kepadaku, “Ren-Ge, apa kamu mau berangkat kerja? Begitu awal? Biarkan kami mengantarmu ke sana.”

Aku benar-benar tidak punya uang! Uang di rekening bank milikku disimpan untuk adik laki-laki dan perempuanku! Mereka masih di sekolah dasar! Jika suatu hari nanti aku tiba-tiba mati, mereka hanya akan memiliki uang ini untuk hidup!

Sekarang aku tidak tahu ekspresi macam apa yang aku pasang di wajahku, tetapi antek itu mundur sedikit dan berkata, “Ren-Ge, kami tidak bermaksud jahat, Yao-Ge hanya ingin kami membantu sedikit. Dia sibuk hari ini dan akan datang nanti.”

Ini benar-benar bukan karena aku paranoid, mereka benar-benar memiliki pola kali ini.


19.

Aku benar-benar ingin terus keras kepala dan naik metro ke tempat kerja, tetapi aku takut mereka akan marah, mengemudikan mobil mereka dan menabrakku. Jadi, aku tidak punya pilihan selain menelan harga diriku dan masuk ke mobil mereka.

Bahkan jika mereka menculikku, itu sia-sia. Kakak laki-lakiku pasti tidak akan membayar uang tebusan.

Tapi aku takut mereka tidak memahami kebenaran ini.

Jadi aku mulai menyusun naskah yang bisa aku gunakan nanti ketika meminta belas kasihan.


20.

Di tempat kerja, kondisi emosiku sangat stabil. Kalau saja setiap hari seperti ini, pasti segalanya akan bagus.

Meskipun aku tetap diam sepanjang hari dan tidak berbicara dengan siapa pun untuk menghindari rekan kerja yang berniat ingin menjebak dan menyakitiku.


21.

Ketika aku pulang kerja, aku mulai ketakutan lagi.

Saat aku berjalan keluar dari pintu perusahaan, Xue Yaozu ada di sana dan tersenyum kepadaku.

Dia ingin membunuhku, bukan?

Ada dua kemungkinan. Entah dia menerima uang dari kakakku dan dikirim untuk membunuhku, atau dia membenci kakakku dan karena itu dia ingin membunuhku.

22.

Xue Yaozu mengikutiku sampai ke rumah.

M-menakutkan.

Aku tidak bisa diam saja.

Dia berkata, “K-kamu. Tidak perlu. Gugup.”

Bung, kalau kamu menjauh dariku aku tidak akan gugup!

Lupakan, bahkan jika dia menjauhiku aku pasti akan menemukan hal lain yang bisa membuatku gugup.

Dia berkata, “Hatiku… begitu sakit untukmu, K-kamu. Ti-tidak. Seperti ini sebelumnya.”

Orang akan berubah!

Dia berkata, “A-pa yang terjadi? A-apa. Ada y-yang merundung-m-mu?”

Aku tetap tidak bersuara.

Dia berjalan mendekat, kemudian dengan tiba-tiba menggenggam tanganku.

Genggamannya begitu kuat, tapi tidak menyakitiku.

Dia menatapku dan berkata, “Aku a-akan melindungi. Mu. Aku suka p-padamu.”


23.

Aku pikir Xue Yaozu ingin menipuku dan mengambil salah satu ginjalku.


24.

Xue Yaozu memberiku dua pilihan: antara dia tinggal bersamaku, atau aku tinggal bersamanya.

Aku pikir, dibanding aku, dia yang lebih perlu pergi ke dokter.

Ah, aku masih belum pergi ke dokter.

Bagaimana jika beberapa dokter jahat menggunakan penyakitku untuk menipuku supaya mereka mendapatkan uang dariku?


25.

Aku memilih menelepon polisi.


26.

Aku tidak jadi menelepon polisi, aku takut Xue Yaozu akan mengincarku jika aku melakukannya.


27.

Memanfaatkan kesempatan yang diberikan Xue Yaozu tak tahu malu yang pergi ke dapur untuk membuatkanku makanan beracun, diam-diam aku menghubungi temanku.

Aku juga punya teman, tapi setelah otakku sakit, kami perlahan-lahan kehilangan kontak. Itu bukan salah mereka, ini salahku. Aku khawatir kegilaanku akan mengganggu mereka, tetapi aku juga takut mereka akan menyakitiku. Tentu saja aku lebih takut menyebabkan masalah bagi mereka.

Meskipun aku mengatakan itu, aku tidak bisa menahan diri untuk memberi tahu salah satu teman terbaikku. Dia menentangku pergi ke rumah sakit dan minum obat. Dia mengatakan bahwa semua ini dapat disembuhkan dengan beberapa pemikiran mandiri dan pergi keluar, berolahraga dan mendapatkan sinar matahari. Jika aku minum obat dan mendapat efek samping maka itu sangat disayangkan.

Pada awalnya ketika aku mulai menunjukkan gejala, aku akan meminta bantuannya. Aku mengerti semua alasan dan argumen yang dia katakan kepadaku, bahwa tidak ada yang ingin menyakitiku, dan terlebih lagi tidak ada yang punya alasan untuk menyakitiku, hanya saja aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri.

Setelah itu, aku bisa merasakan jika dia perlahan mulai tidak sabar.

Inilah yang aku takutkan.

Itu wajar. Aku mengerti, jika aku berada di posisinya, aku akan merasakan hal yang sama. Jika orang gila selalu mendatangiku untuk mengoceh dan menjadi gila, maka tidak peduli seberapa besar aku ingin membantu orang ini, aku pasti akan kehilangan kesabaran, dan merasa seolah-olah orang itu tidak mendengarkan apa yang aku katakan kepadanya.

Jika ini terus berlanjut, bahkan jika suatu hari aku sembuh, mereka tetap tidak mau berteman denganku.

Aku tidak ingin kehilangan mereka hanya karena penyakit menyebalkan ini.

Kenapa aku tidak bisa mengendalikan delusi bodohku?

Cepat atau lambat aku akan menjadi lebih baik, dan kemudian aku akan kembali ke diriku di masa lalu, dan terus berteman dengan mereka.

Mereka semua menunggu diriku yang sebenarnya untuk kembali. Aku juga menunggu diriku sendiri untuk kembali.

Aku yang sekarang bukanlah aku yang sebenarnya.

Yang mereka semua suka adalah aku yang sebenarnya, bukan aku yang sekarang, yang bertingkah seolah-olah dirasuki hantu.

Bahkan aku tidak menyukai diriku yang sekarang.

Aku benar-benar ingin cepat sembuh dan kembali seperti sebelumnya.


28.

Ketika temanku mengangkat teleponku, sikapnya masih sangat lembut, seperti biasa. Ketika dia mendengar aku menyebut nama Xue Yaozu, dia berpikir sejenak dan menjawab, “Aku juga tidak begitu akrab dengannya, tapi orang ini memang ada. Dia tidak sekelas dengan kita, dia berada di kelas terakhir kurasa. Aku pikir dia gagap dan sering dirundung. Apa yang membuatmu tiba-tiba tertarik dan bertanya tentang dia?”

“Aku bertemu dengannya. Dia bilang dia mengenalku, tapi aku tidak mengenalnya. Apa menurutmu dia berniat menipuku untuk mengambil organ tubuhku?”

Temanku mengabaikan kalimat terakhirku dan berkata, “Aku pikir kamu pasti mengenalnya, aku ingat suatu kali selama istirahat saat sekolah mengadakan kegiatan dan mengharuskan kita berpasangan, kamu dipasangkan dengannya, bukan begitu?”

Aku ingat kegiatan berpasangan selama istirahat. Sekolahku saat itu mengadakan berbagai acara, salah satunya adalah memasangkan siswa satu dengan yang lain, dan menyuruh mereka pergi ke rumah masing-masing dan tinggal di sana untuk sementara waktu. Untuk memanfaatkan pengaturan tersebut semaksimal mungkin, sekolah biasanya memasangkan rumah tangga yang memiliki perbedaan sosial ekonomi yang lebih besar, atau dengan siswa yang berbeda.

Tapi aku tidak ingat dipasangkan dengan Xue Yaozu. Pria yang dipasangkan denganku memiliki nama yang sangat umum, sangat umum sehingga aku bahkan tidak bisa mengingatnya sekarang.

Temanku berkata, “Tidak, itu benar-benar dia. Aku ingat betul. Karena orang yang seharusnya menjadi pasanganmu tiba-tiba jatuh ke dalam lubang dan mengalami patah tulang. Itu sebabnya Xue Yaozu menjadi pasanganmu. Setelah itu, hanya saat aku bertanya kepada orang yang seharusnya menjadi pasanganmu itu, aku tahu bahwa Xue Yaozu-lah yang mendorongnya. Tetapi tentang kenapa kamu tidak memiliki ingatan tentang ini, aku juga tidak yakin.”

Ya Tuhan, itu bahkan lebih menakutkan.


29.

Aku melihat Xue Yaozu memakan gigitan demi gigitan dari setiap hidangan di depannya. Hanya ketika dia selesai, aku mulai menyentuh makananku, tetapi kemudian pikiran lain muncul di benakku. Bagaimana jika dia memiliki penyakit menular dan dia dengan sengaja mencoba menularkannya kepadaku?

Aku segera mengeluarkan ponselku dan mulai mencari semua cara bagaimana penyakit menular dapat ditularkan. Misalnya, apakah penyakit bisa menular dengan makan bersama?

Kenapa dia harus mengincarku? Apa aku benar-benar menyinggung perasaannya sebelumnya?

Aku diam-diam menyelesaikan makan malamku dengan perasaan penuh penderitaan.

Sepertinya Xue Yaozu tidak berencana untuk pergi. Dia bahkan beranjak untuk mencuci piring, lalu setelah piring dicuci dia mulai mengepel lantai. Saat dia sedang mengepel lantai dia berkata, “Bahkan. Meskipun k-kamu. Tinggal s-sendiri, k-kamu harus tetap memperhatikan. Kebersihan. Tempat tinggalmu.”

Setiap hari aku sibuk berbaring di tempat tidur dan mengatakan pada diriku sendiri untuk menjadi lebih positif! Itu menghabiskan semua energiku!

Setelah Xue Yaozu selesai membersihkan dirinya, dia mendekat dan duduk di sebelahku. Dia menatapku dan berkata, “Aku akan. Merawat-m-mu.”

Ini benar-benar sangat menakutkan, oke? Apa sebenarnya yang ingin dia lakukan padaku? Jika dia menginginkan uang maka aku bisa memberikannya kepadanya, bisakah tolong dia mengampuni dan melepaskanku saja?

Dia buru-buru berkata, “Jangan. T-takut!”

Apa aku terlihat ketakutan?!

Dia terlihat sangat gugup, lalu berkata, “Jangan. Takut. Aku suka p-padamu.”

Itu bahkan lebih menakutkan, oke?!


30.

Xue Yaozu beruntung bisa melihatku menutup tutup gelasku sepuluh kali. Setelah dia selesai menonton, dia berkata, “Ayo. Pergi. K-ke dokter.”

Aku tidak ingin pergi.

Dia dengan sabar bertanya, “K-kenapa?”

Tidak ada alasan, hanya saja ada efek sampingnya.

Dia dengan sabar berkata, “Jika ada. E-efek samping. Jangan diteruskan. Lakukan pengobatan. Yang lebih baik. Aku punya u-uang. Aku suka p-padamu.”

Apa dia mencoba mengisyaratkan sesuatu?1

Sebenarnya aku tidak peduli, setidaknya dia cukup tampan, hanya saja aku tidak tahu apakah dia memiliki penyakit atau masalah.


31.

Saat aku sedang memikirkan bagaimana meyakinkannya untuk melakukan pemeriksaan seluruh tubuh, guru adik laki-laki dan perempuanku menelepon. Mereka mengatakan bahwa adik laki-lakiku memukul siswa lain.

Bahkan adik laki-lakiku mencoba membunuhku.


06-09-2021


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. Maksud RYG disini dia mengira XYZ mengisyaratkan hubungan sugar daddy, karena dia mengatakan dia punya uang dan menyiratkan dia akan memberinya uang dengan cara yang sama seperti mengatakan bahwa dia menyukai RYG.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments