• Post category:Embers
  • Reading time:10 mins read

Penerjemah : Jeffery Liu
Editor : _yunda


Beberapa saat kemudian, suara mesin sepeda motor menembus telinga mereka saat perlahan-lahan menuju keduanya.

Suara berisik melayang dari belakang Sheng Renxing ke depan mereka.

Membuka matanya, dia melihat bahwa— lao ye1老爷; gelar/panggilan merujuk kepada pria yang lebih tua. mengemudikan motornya dan sudah melaju melewati mereka sebelum dia berbalik untuk melihatnya lebih dekat ke pasangan yang berdiri di tengah jalan.

Setelah melakukan kontak mata, Sheng Renxing bisa melihat wajah bingung pria tua itu.

“…” Sheng Renxing menepuk punggung Xing Ye.

Pihak lain melepaskan cengkeramannya.

“Ini semakin dingin, ayo pergi.”

Xing Ye mengangguk.

Saat mereka berjalan ke rumah Sheng Renxing, keduanya secara alami mulai mengobrol tentang topik lain.

Namun, mereka tidak pernah membahas masalah tentang rahasia mereka masing-masing di ruangan itu.

Xing Ye menyadari bahwa rumah Wei Huan benar-benar memiliki dua kamar tidur.

Staf kebersihan sudah menyelesaikan pekerjaan mereka pada saat keduanya kembali.

Sebuah catatan bahkan diletakkan di atas meja, mengingatkan Sheng Renxing di mana kabelnya berjumbai. Dia menariknya dan menempelkannya di pintu sebagai pengingat agar seseorang segera memperbaikinya.

Setelah itu, Xing Ye duduk di kamar tamu.

Keduanya mencari-cari di kotak dan lemari kabinet untuk menemukan selimut dan bantal cadangan.

Setelah membalikkan isi salah satu koper, dia menemukan satu set selimut hitam kotak-kotak.

Meskipun entah siapa yang tahu berapa lama benda itu ditinggalkan di sana.

Ketika Sheng Renxing menundukkan kepalanya untuk mencium selimut itu, tiba-tiba dia merasa jika bukan aroma debu musky yang menyambutnya.

Melainkan aroma samar lain yang tersisa di sana.

Itu bukan aroma yang biasa disukai Wei Huan; itu adalah aroma yang memiliki kesan mahal.

Dia juga merasa jika aroma itu familiar baginya.

Melihat pihak lain terus mengendus selimut itu untuk waktu yang lama, Xing Ye mengambil ujung selimut itu untuk melakukan hal yang sama dan menatap curiga pada Sheng Renxing.

Sheng Renxing menarik selimut itu, “Aku pikir selimut ini sudah digunakan oleh seseorang, aku akan pergi ke kamarku untuk mencari yang baru.”

Itu bukan aroma deterjen laundry, meskipun Sheng Renxing tidak tahu siapa yang memakai parfum dengan aroma ini, selimut ini jelas pernah digunakan oleh orang lain.

Terlepas bahwa cukup aneh melihat selimut yang sudah pernah digunakan dilipat dan disimpan begitu rapi di dalam lemari kabinet, dia melipatnya kembali dan memasukannya ke dalam koper.

“Rumah siapa ini?” Xing Ye berkeliling melihat-lihat.

Ketika Sheng Renxing pertama kali berbicara tentang pindah rumah, yang lain mengira jika dia akan pindah ke rumah baru, tetapi sekarang saat dia berada di tempat itu sendiri, dugaan sebelumnya sepertinya tidak benar.

“Pamanku.” Sheng Renxing kembali ke kamarnya dan mencari-cari di tempat itu.

“Meminjamnya?”

“Aku menyewanya.” Sheng Renxing selesai memeriksa lemari, dan menemukan beberapa pakaian pamannya yang tidak dia bawa. Meskipun ada beberapa pakaian kasual, sebagian besar adalah pakaian formal.

Dia mengeluarkan ponselnya untuk mengambil foto, dan mengirim pesan: [Apa ini masih kamu pakai?]

Sheng Renxing juga masih tetap menjawab Xing Ye, “Aku membayar seribu per bulan.”

“Cukup adil.”

Xing Ye berdiri di sudut dan berkeliaran untuk mengamati sekelilingnya, “Kamu duduk saja. Ini memang cukup adil. Awalnya, dia memintaku membayar dua belas ribu sebulan, tetapi dikurangi dengan syarat aku tidak akan memindahkan barang-barang di rumah ini.”

Xing Ye duduk di kursi dekat meja dan menyaksikan Sheng Renxing membalik isi lemarinya dan menumpuknya di tanah dengan berantakan, tidak yakin bagaimana dia akan mengembalikannya nanti.

“Hubungan kalian cukup baik.” Xing Ye menarik kembali pandangannya.

“Hm, hubungan kami memang cukup baik.” Lemari yang diletakkan di sisi dinding ini masih terisi dengan pakaian, dan merasa bahwa dia harus bertanya langsung pada Wei Huan sebelum menyentuhnya, Sheng Renxing menambahkan, “Sebagian besar itu karena dia orang yang terlalu baik.”

“Sebelum memberiku rumah ini, pamanku bahkan berencana memberiku salah satu rumahnya yang terletak di pinggiran kota di dekat kebun supaya aku bisa naik sepeda ke sekolah setiap hari.”

“Wei Huan adalah pamanmu?” Tangan yang diangkat Xing Ye untuk bermain dengan hiasan berhenti di udara.

Sheng Renxing balas menatapnya: “Apa kalian saling kenal?” Dia tidak menyebutkan bahwa pamannya sudah memberi tahu dia tentang Xing Ye sebelumnya.

“Dia pernah membantuku.” Xing Ye pindah ke dekorasi berikutnya, yang bergetar hebat dalam genggamannya sebelum jatuh ke atas meja. Pernak-pernik logam ramping itu bergerak bolak-balik di tengah turbulensi saat terhuyung-huyung menjauh satu sama lain. Xing Ye menebak bahwa benda itu mungkin salah satu mainan yang bisa bergoyang.

“Apa kamu menyukainya?” Sheng Renxing mengikuti garis pandangnya ke arah meja.

“Sangat menarik.” Pihak lain melirik padanya.

Sheng Renxing bertemu pandang dengannya, “Aku juga tahu apa ini,” tebaknya, “mainan goyang.”

Xing Ye buru-buru kembali memeriksa dekorasi itu.

Sheng Renxing berjalan menuju meja dan berlutut untuk berjongkok dengan gesit. Menempatkan tangannya di belakang kursi Xing Ye, dia menggunakan tangannya yang lain untuk mendorong mainan itu.

Dalam sekejap, mainan itu jatuh dari meja dan menghantam tanah. Bagian logam berdenting berisik, bersama dengan apa yang tampak seperti bola kaca halus saat semuanya jatuh bersama.

“…”

Keheningan yang berkepanjangan bertahan sebelum Sheng Renxing berkedip, “Benda palsu berkualitas buruk.”

Xing Ye menoleh dan menatapnya.

Saat itulah Wei Huan membalas pesannya.

[Aku tidak membutuhkannya lagi, kamu bisa membuangnya. Kamu juga bisa memakainya kalau kamu mau, tapi aku khawatir itu terlalu besar.]

Sheng Renxing dengan tegas mengabaikan ejekannya dan mengubah topik pembicaraan: [Paman, mainan apa yang ada di mejamu itu? Cukup bagus, berapa harganya?]

Setelah memikirkannya, dia menambahkan beberapa wajah tersenyum yang memerah.

Setengah bersandar di lengan kursi, Xing Ye melirik ponselnya dan tak satu pun dari mereka bereaksi gegabah terhadap kekacauan itu.

Bagaimanapun, Wei Huan tidak membalas.

“Dia mungkin sibuk menjalankan tokonya?”

“Hah?” Sheng Renxing menundukkan kepalanya, “Kenapa kalian semua tahu tentang itu?”

“Perkembangan bisnis pamanmu agak terkenal.” Xing Ye menjelaskan, “Ini satu-satunya bar gay di Xuancheng.”

Sheng Renxing menatapnya.

Pamannya tidak pernah menyebutkan mengenai ini.

Terdiam selama beberapa saat, dia menjawab, “Dia benar-benar luar biasa.”

Sebuah bar gay, aku ingin tahu seberapa besar keberaniannya untuk melakukan hal seperti itu.

Sheng Renxing kemudian bertanya kepada pihak lain dengan rasa ingin tahu yang tinggi, “Pernah ke sana?”

Xing Ye mengangguk.

Sheng Renxing menaikkan alisnya dengan tidak percaya.

Xing Ye tersenyum, “Tapi aku bukan gay.”

Sheng Renxing bergumam “oh” dan memaksa hatinya untuk tetap kuat. Selain itu, radarnya juga sudah mendeteksi jika Xing Ye bukan gay.

Xing Ye menatapnya, dan mengerutkan bibirnya: “Barnya sangat cantik, dan bahkan Huang Mao dan yang lainnya pergi ke sana untuk bermain kadang-kadang.”

Sheng Renxing tercengang saat menyadari bahwa dia memperbaiki apa yang dikatakan Dong Qiu tentang “gay menjijikkan” sepulang sekolah.

Sebelumnya, dia hanya tersenyum acuh tak acuh, karena dia tidak pernah benar-benar peduli dengan pendapat orang lain tentang topik ini.

Tapi ketika Xing Ye secara spesifik membahas ini, Sheng Renxing harus menahan tawanya.

Wei Huan: [Kalau kamu membahas mengenai ganti rugi kerusakannya, aku akan memberimu diskon. Sepuluh ribu2 8000 USD atau Rp22,4jt. tidak masalah.]

Senyuman di bibir Sheng Renxing menghilang secepat ia datang.

“Apa yang terjadi?” Xing Ye tahu ada yang tidak beres.

Sheng Renxing menunjukkan ponselnya padanya.

Dia juga terdiam.

“Benda itu bernilai puluhan ribu?” Sheng Renxing menatap meja dengan cemberut dan mengulurkan tangan untuk mempelajari besi itu.

“Aku pikir dia membuatnya sendiri.” Xing Ye juga mengambil satu dan membaliknya bolak balik.

“Bagaimana kamu bisa tahu?”

Xing Ye menunjuk pada pengerjaan benda itu yang kasar dan ceroboh, anehnya itu cukup akrab seperti gayanya sendiri.

“Kamu bahkan bisa tahu itu?” Sheng Renxing menempelkan batangan besi itu satu sama lain.

Xing Ye mengangguk: “Aku pernah membuatnya.”

Mata Sheng Renxing melebar, “Ini?”

“Tidak,” dia berhenti, “Yang aku buat bahannya dari kayu.”

Sheng Renxing menjetikkan jarinya, mengambil batangan itu kembali dan tersenyum dengan mata melengkung, “Aku akan merepotkanmu kalau begitu.”

“…” Xing Ye awalnya ingin menolak. Lagi pula, perbedaan dalam keterampilannya agak terlalu banyak, tetapi ketika dia memikirkan “sepuluh ribu” dalam pesan itu, dia mengerutkan bibirnya, “Aku akan mencoba.”

“Sepertinya biaya sewanya sudah dibayarkan.” Puas, Sheng Renxing berdiri dan pergi untuk mencari selimut.

“Sepuluh ribu untuk satu malam…?” Xing Ye merapikan meja dan mengambil potongan-potongan mainan goyang yang berserakan untuk memeriksanya lebih dekat.

Sheng Renxing berpikir sebentar, dan memikirkan biaya yang dia rasa layak untuk rumah ini, dia berdecak “ck” dan melihat kliennya dengan tangan bersilang, “Apa kamu puas dengan harga layanan obrolan tuan rumahmu?”

Xing Ye menolehkan kepalanya, menyipitkan matanya saat menatapnya dari atas ke bawah: “Apa tiap kata yang keluar dari mulutmu ada harganya?”

Sheng Renxing menggelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah galak dan menunjuk wajahnya dengan jarinya sendiri, “Berdasar wajahku.”

Xing Ye membeku dan tersenyum: “Sepertinya cukup menguntungkan kalau begitu.”

“Aku juga bisa menetapkan tarif untukmu jika kamu mau.” Sheng Renxing menatapnya sebagai balasan, “Sembilan ribu untuk wajahmu.”

Sedikit lebih murah dari dirinya sendiri.

Xing Ye menatapnya dalam diam, ekspresinya redup: “Bagaimana kalau tertawa?”

Sheng Renxing melanjutkan dengan sangat serius mengatakan beberapa omong kosong, “Karena kamu tidak sering tertawa, tiga puluh ribu.” Dia awalnya ingin mengatakan bahwa Xing Ye mengalami kelumpuhan wajah, tetapi setelah lebih mengenal orang ini, itu tidak sepenuhnya benar; Xing Ye sesekali akan mengungkapkan senyum dari waktu ke waktu.

Xing Ye mengangguk, dan memberinya senyum sekilas, setengah nekrotik di detik berikutnya. “Berdasarkan ini, kamu sekarang berutang dua puluh ribu padaku. Sudah dicatat.”


KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

yunda_7

memenia guard_

This Post Has One Comment

  1. Sansanumanaaaa

    Ayo xiao xing bengkokan dia! (▪︎□▪︎)/

Leave a Reply