“Adik kecil, jangan katakan hal ini pada siapapun setelah kau meninggalkan tempat ini”

Penerjemah: Keiyuki17
Editor: Jeffery Liu


Chen Xing hanya melihatnya sesaat sebelumnya dia mengembalikan belati huanshou ke sarungnya dan menyerahkannya kembali ke Feng Qianyi. Dia berkata sambil tersenyum, “Bagus sekali! Jadi kalian juga seorang pengusir setan!” Setelah dia mengatakan ini, dia melanjutkan dengan sedih, “Legenda tentang itu telah tercatat dalam teks-teks kuno. Sayangnya, sekarang semua sihir dalam keheningan, jadi semua senjata sihir telah berubah menjadi besi tua.”

Saat dia berbicara, Chen Xing mulai memikirkan sesuatu. Cabang pengusir setan yang mana keluarga Feng ini? Namun, sebagian besar dokumen yang dia baca di tempat Shifu-nya hanya berisikan gambar monster, alat suci, dan senjata sihir yang berada di dunia manusia; mereka jarang menyebutkan silsilah para pengusir setan. Lagipula, dengan sejarah yang panjang ini, semua keluarga akan mengalami pasang surut dan bahkan bisa mengubah nama keluarga dan kebangsaan mereka karena kerusuhan yang ada di Dataran Tengah. Tidak terlalu berarti dalam menyelidiki asal-usul seseorang.

“Semua senjata sihir?” Tatapan Feng Qianyi tampak keheranan saat dia bertanya.

Setelah mendengar Feng Qianyi memperkenalkan keluarganya, Chen Xing sangat senang. Seperti yang dikatakan Shifu-nya sebelum dia turun gunung, pasti masih ada keluarga pengusir setan di dunia ini. Hanya saja karena pengekangan dari keheningan semua sihir, semua seni sihir dan senjata sihir saat ini sedang tertidur.

Seiring waktu, selama Qi spiritual langit dan bumi sedang dalam masa pemulihan, para keluarga pengusir setan ini akan menjadi kekuatan inti saat melawan Mara. Chen Xing tidak ragu sama sekali — dia bisa mati tanpa penyesalan setelah menyelesaikan tanggung jawab akan tugasnya yang berat, dan secara alami masih akan ada para pengusir setan di dunia ini yang akan mengurus sisanya.

Kecuali untuk Cahaya Hati. Chen Xing memutuskan bahwa dia mungkin juga harus meletakkan semuanya di atas meja karena semua orang berada di sisi yang sama, dan dia tidak perlu menyembunyikannya dari Feng Qianyi. Dia berpikir mungkin Feng Qianjun telah memberi tahu kakak laki-lakinya tentang hal itu juga, jadi dia berinisiatif untuk memancarkan cahaya yang berada di telapak tangannya dan menjelaskannya, “Cahaya Hati berada di dalam tubuh manusia. Cahaya itu ada di dalam tiga hun dan tujuh po1, jadi aku bisa memancarkan cahaya.”

Setelah mengatakannya, Chen Xing tidak bisa menahan diri untuk tidak menatap Feng Qianjun lagi dan berpikir, kau benar-benar menyembunyikan hal ini dariku dalam waktu yang lama.

Feng Qianjun dengan sungguh-sungguh berkata, “Maafkan aku, Saudara Tianchi. Yuxiong juga berada di bawah larangan yang ketat, jadi aku tidak bisa dengan gegabah menyebutkan apa pun tentang warisan pengusir setan keluargaku pada siapa pun. Bahkan, selama bertahun-tahun, industri keluarga Feng dan semua anggota suku memiliki tanggung jawab — yaitu menjaga alat suci ini dan menunggu hari dimana mendapatkan kembali kejayaannya. Sebelum ayahku meninggal, dia menyerahkannya padaku. Aku juga mengalami kesulitanku sendiri.”

Ketika Feng Qianjun mendengar hal ini, dia menyelanya, “Dage, Tianchi sedang memikirkan cara untuk menyelesaikan semua masalah ini.”

Chen Xing mengamati Feng Qianyi, lalu dia menatap Feng Qianjun. Dia tersenyum. “Ini baru permulaan.”

Feng Qianjun segera berkata, “Selama kita bisa saling membantu, jangan ragu untuk memberi tahu kami.”

“Kalau begitu aku tidak akan menahannya.” Jawab Chen Xing.

Feng Qianjun memberi isyarat agar Chen Xing tidak terlalu terburu-buru merasa senang, dan membiarkan dia untuk berbicara terlebih dulu. Dia menjelaskan tujuan Chen Xing yang datang menemui kakak laki-lakinya. Chen Xing dengan cepat mengeluarkan gambar arsitektur yang dia ambil dari Gongcao dan menjelaskannya, “Menurut penyelidikanku, pada akhir Dinasti Han, markas besar Departemen Pengusir Setan Chang’an ada di Gunung Song. Aku hanya tidak yakin apakah Bank Xifeng dan Kediaman Songbai telah menggali sesuatu saat mereka memilih untuk ditempatkan di sini? Contohnya seperti, peta kuno, huruf, dan semacamnya…”

Setelah dia berbicara, Chen Xing mendongak untuk mengamati ekspresi Feng Qianyi, lalu dia menatap Feng Qianjun. Feng Qianjun mengangkat bahunya untuk menunjukkan bahwa dia tidak tahu apa-apa, tapi Feng Qianyi tampak seperti biasanya dan menjawab, “Bank Xifeng didirikan oleh kakek buyut kami. Saat Chang’an dibangun, tempat ini adalah bukit tandus. Apa kau yakin kalau markas Departemen Pengusir Setan ada di gunung ini?”

Chen Xing berkata, “Jika gambaran ini tidak berbohong.”

Setelah Kota Chang’an diinjak-injak dan dibakar oleh Dong Zhou, Li Ru, dan lainnya pada akhir Dinasti Han, tempat itu sangat terpencil sehingga praktis tidak ada yang tersisa selama periode Tiga Kerajaan. Tempat itu berkembang beberapa kali selama periode Dinasti Jin, dan setelah kota berkembang, sekali lagi tempat itu mengalami penderitaan karena penjarahan dari Lima Barbarian saat mereka menuju ke Selatan. Orang-orang Xiongnu, Han, dan Di, semuanya secara bergiliran menempatkan pasukan mereka di sini. Pembakaran datang terlebih dulu, diikuti dengan pendesakan, penempatan, kemudian pembangunan. Bahkan kesulitan untuk menemukan batu bata atau kayu dari tiga ratus tahun yang lalu pun telah di atur sejak lama, tapi Chen Xing masih menyimpan secercah harapan, karena gulungan yang disimpan di ruangan Departemen Pengusir Setan ada di bawah tanah.

“Itu ada di sini.” Chen Xing menunjuk ke bagian dari bangunan aslinya. Itu adalah gambar dari kontruksi bawah tanah. Dia menjelaskan, “Leluhur kita pasti sudah meninggalkan beberapa informasi mengenai keheningan dari semua sihir yang sudah terjadi dikemudian hari. Ini akan menjadi petunjuk yang sangat penting.”

Feng Qianjun mempelajari gambar-gambar itu dengan teliti. Dia melihat ke arah kakak laki-lakinya, dan kedua saudara laki-laki itu saling bertukar pandang.

Chen Xing, “?”

Chen Xing bertanya dengan ragu-ragu, “Bisakah aku mengikuti arahan seperti yang ditunjukkan oleh gambar ini?”

Feng Qianyi merenung untuk waktu yang cukup lama. Feng Qianjun berkata, “Aku yang akan membawa Tianchi kesana ba.”

“Kau tidak bisa masuk.” Feng Qianyi menjawab, “Tidak masalah, karena dia adalah salah satu dari kita, tidak ada salahnya untuk membawanya masuk sekali.”

Chen Xing bertanya dengan ragu, “Apa tempat itu sangat penting?”

Feng Qianjun ingin mengatakan sesuatu, tapi dia dihentikan oleh kakak laki-lakinya.

Feng Qianyi akhirnya berkata, “Gudang Xifeng, tempat itu terhubung ke bawah tanah, dan semua dipenuhi dengan tempat-tempat dimana uang disimpan.” Di malam hari, selama periode Hai2, Feng Qianyi bersandar pada kursi rodanya saat dia membawa Chen Xing ke kediaman utama. Feng Qianjun hanya pergi mengantarkannya sampai ke pintu sebelum dia berhenti, dan dia memberi isyarat agar Chen Xing mengikuti saudaranya, sementara dirinya akan berjaga di luar.

Chen Xing mengambil lentera yang diberikan oleh Feng Qianjun padanya. Dia melihat ke arah belakang, dan Feng Qianyi sepertinya sudah menebak apa yang dipikirkan oleh Chen Xing dan berkata dengan santai, “Tanggung jawab Qianjun adalah menjaga rantai Xifeng. Hanya kepalanya keluarga dan pemilik toko utama yang diizinkan untuk berada di gudang.”

Chen Xing segera mengekspresikan rasa terima kasihnya dan mengikuti Feng Qianyi untuk masuk melalui pintu perunggu dari kediaman itu. Pintu pertama dibuka dengan kunci. Mereka mencapai landaian, sementara koridor yang ada, kedua sisinya dipenuh dengan rak yang terbuat dari besi yang kasar. Lempengan papan kayu memenuhi rak, dan koin tembaga ditumpuk di atasnya. Setelah mereka berbelok ke lantai dua, Feng Qianyi masih menggunakan kunci untuk membuka pintu kedua. Sebuah gudang yang menyimpan perak ada di balik pintu itu. Chen Xing mengangkat lenteranya untuk menerangi ruangan itu, dan hampir seluruh ruangan menjadi terang karena cahayanya.

Ini adalah kali pertama Chen Xing melihat uang sebanyak ini dalam hidupnya. Tempat itu seperti gunung
dan lautan; hanya berjalan melalui perak-perak itu membutuhkan waktu seperempat jam.

“Topografinya3 tidak tepat.” Chen Xing menunduk untuk mencocokkannya dengan gambar.

Feng Qianyi menjawab, “Selama periode Dinasti Jin, leluhur kami membeli sebidang tanah ini dari Sima Yue, raja Laut Cina Timur. Untuk membangun tempat ini, mereka menyusun kembali 300.000 jin besi cair menjadi empat dinding dari gudang ini.”

Chen Xing melihat ke sekeliling dari gudang perak itu dan bertanya, “Apa ada yang tertinggal di reruntuhan yang dibersihkan pada saat itu?”

Feng Qianyi berkata, “Aku tidak yakin, tidak ada catatan yang tertinggal. Aku akan membawamu ke lantai berikutnya untuk melihat-lihat?”

Chen Xing tidak meragukannya dan membiarkan Feng Qianyi memandu jalan di depannya saat dia melihat peta sambil berjalan. Ketika mereka tiba di pintu yang lain, Feng Qianyi masih membukanya dengan kunci lain. “Ruangan selanjutnya adalah gudang emas.” Feng Qianyi melanjutkan, “Adik kecil, tolong jangan katakan hal ini pada siapa pun setelah kau meninggalkan tempat ini.”

Chen Xing tahu bahwa Feng Qianyi membiarkan dirinya, orang luar, memasuki tempat paling rahasia di
Bank Xifeng karena mereka berdua adalah pengusir setan, dan memberinya banyak wajah, jadi dia sekali lagi dengan cepat mengucapkan terima kasih. Tapi sebelum pintu gudang emas terbuka, tiba-tiba Chen Xing menyadari sesuatu.

Lentera di tangannya sedikit berkedip, seolah angin yang tak terlihat melewati tubuhnya.

Apa ini? Tiba-tiba sesuatu menarik perhatian Chen Xing.

“Ayo, masuk.”

Cahaya menerangi gudang. Semua emas yang ada di dalamnya terkunci di dalam kotak, dan ada total ada tiga lantai.

Ketika Chen Xing tiba di lantai terakhir, secercah harapan tiba-tiba muncul kembali. “Apa ada sesuatu yang lain yang ada di bawah? Menurut gambar, tempat ini seharusnya adalah markas besar Departemen Pengusir Setan yang terjebak di kaki gunung.”

Para leluhur pengusir setan mereka pasti telah memilih tempat ini menjadi markas mereka karena suatu alasan. Chen Xing pernah melihat di sebuah buku: sebelum Qi spiritual langit dan bumi menghilang, langit dan bumi masing-masing memiliki garis ley4 sendiri. Arah aliran spiritual langit dipanggil “Garis Ley Langit”, sedangkan yang terkait dengannya bumi disebut “Garis Ley Bumi”. Ada banyak simpul di garis ley bumi, dan kadang-kadang, Qi spiritual akan bocor di tempat-tempat yang lebih lemah, yang merupakan tanah yang diberkati5 oleh Feng Shui.

Chen Xing meletakkan lenteranya di atas meja pendek, cahaya lenyera itu memantulkan bayangan mereka ke dinding. Feng Qianyi terdiam beberapa saat, lalu berkata, “Jika kita terus berjalan turun, memang ada lantai lain.” Saat dia berbicara, dia mendorong kursi rodanya dan berkeliling rak untuk sampai di depan dinding. Sebuah pintu kecil hitam pekat melekat di dinding, dan ada roda di atasnya.

Chen Xing bertanya dengan ragu, “Apa tidak masalah bagiku untuk masuk ke dalam?”

“Tolong kau berbaliklah dulu.” Feng Qianyi berkata dengan sopan. Dia mengulurkan tangannya untuk menutupi roda besi dan mencoba untuk memutarnya.

Ini pasti adalah tipe mekanisme tertentu. Chen Xing berbalik dengan punggung yang menghadap ke Feng Qianyi, dan dia mendengar suara jeruji roda besi dari dibelakangnya.

“Aku benar-benar bersyukur untuk ini.” Kata Chen Xing.

Feng Qianyi menjawab, “Adik kecil, kau terlalu sopan. Aku dengar, sekarang kau tinggal di Istana Weiyang? Tidak mudah bagi orang luar untuk membaca gambar yang kau bawa itu, kau pasti sudah diberi izin khusus oleh Fu Jian.”

Chen Xing, “Semacam… Fu Jian ma, selain ini adalah kali pertama aku bertemu dengannya, aku tidak pernah melihatnya lagi. Aku juga baru saja sampai di Chang’an tadi malam.”

Benar saja, saat Feng Qianyi mengkalibrasi roda, dia dengan santai berkata, “Keluargamu terlibat dalam kekacauan perang, jadi menurutku kamu pasti datang ke Chang’an kali ini. untuk membalas dendam.”

Benar saja, saat Feng Qianyi menyesuaikan rodanya, dia dengan santai berkata, “Keluargamu terlibat
dalam kekacauan perang, jadi menurutku, kali ini kau pasti datang ke Chang’an untuk membalas dendam.”

Saat Chen Xing mendengar hal ini, dia langsung tertegun dan menjawab, “Aku tidak pernah benar-benar memikirkan hal itu. Bagaimana bisa aku membalas dendam dengan kekuatanku yang sekarang ini? Selain itu, aku memiliki suatu hal yang lebih penting untuk dilakukan.”

Feng Qianyi melanjutkan perkataannya di tengah suara lembut penyesuaian roda, “Adik kecil, meskipun tidak benar bagiku untuk mengatakan hal ini karena hari ini kita baru saja bertemu untuk pertama kalinya, aku masih ingin mengajukan pertanyaan yang agak lancang…”

Chen Xing tidak menjawab, dia hanya mendengarkan dengan ragu.

“…… karena kau tinggal di istana dan memiliki hubungan yang baik dengan Chanyu yang Agung, Shulü Kong, aku yakin kau mungkin bisa memberikan sedikit bantuan untuk kami. Setelah orang-orang Hu memasuki jalur itu, banyak orang-orang Han yang terusir dari rumah mereka, terpaksa berkeliaran di luar dengan keluarga mereka yang hancur. Pengadilan Jin mengawasi dari seberang sungai, tapi tidak ada yang berani melupakan kebencian tentang invasi yang dilakukan oleh negara kami dan rumah kami yang dihancurkan. Yuxiong tidak berani untuk membiarkan adik kecil mengambil risiko, jadi aku hanya ingin bertanya apa itu mungkin….”

“Saudara Feng,” saat Chen Xing mendengarnya, dia berbalik dan menghadap ke arah Feng Qianyi, yang sedang duduk di atas kursi rodanya dengan punggung menghadap ke arah Chen Xing, “Itu tidak akan berhasil, aku tidak bisa melakukan hal itu.”

Suara roda yang disesuaikan berhenti.

Feng Qianyi berkata, “Aku tidak memintamu untuk membunuh Fu Jian. Jika itu memungkinkan, kau mungkin bisa menemukan cara untuk melindungi para ksatria kematian yang ada di bawah perintahku untuk masuk Istana. Weixiong akan menjamin bahwa aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk terlibat. Jika usaha yang besar ini berhasil, kau akan sangat dihargai.”

Chen Xing menjawabnya dengan serius, “Saudara Feng, apa peraturan pertama bagi para pengusir setan? Aku tidak berpikir bahwa kau tidak akan tahu tentang itu.”

“Aku tidak tahu.” Feng Qianyi meletakkan tangannya dan berkata dengan santai, “Saat aku mengambil alih posisi sebagai kepala keluarga, yang aku ketahui adalah bahwa keluarga Feng pernah memiliki masa lalu yang sangat gemilang. Jika kekuatan pedang Sen Luo masih ada di sekitar sini, bagaimana mungkin kavaleri orang-orang Hu memiliki kesempatan untuk menghancurkan tanah yang kami lewati?”

Chen Xing sedikit terkejut. Setelah mendengar nada bicara Feng Qianyi, dia sepertinya tidak sadar sama sekali. Bagaimanapun juga, hal itu sudah benar-benar sangat lama, jadi nada suaranyanya mereda saat dia menjawab, “Sebelum diriku turun gunung, Shifu-ku telah berulang kali menasihati bahwa sebagai pengusir setan, peraturan pertama adalah kita tidak boleh ikut campur dalam sengketa pengadilan sipil. Seperti kata pepatah, ‘jalan roh adalah milik roh, jalan manusia adalah milik manusia’, kan?”

Tanpa menunggu jawaban Feng Qianyi, Chen Xing melanjutkan rayuannya, “Sedangkan peraturan kedua adalah…”

Nada suara Feng Qianyi berubah menjadi tidak ramah, “Apa arti peraturan dari tiga ratus tahun yang lalu? Apa kau tidak pernah menanyai mereka?”

Chen Xing berkata, “Tentu saja itu berarti. Keluarga Feng itu seperti diriku; kita semua memiliki panggilan yang lebih penting untuk kita penuhi, yaitu melindungi dunia manusia. Jika kita beruntung dan benar-benar dapat memulihkan sihir yang hilang, pada saat itu, aku mungkin sudah …… sudah, bagaimanapun juga, kau akan tahu nantinya.”

Setelah Feng Qianyi berhenti bergerak, dia tidak mengangkat tangannya lagi. Saat Chen Xing hendak kembali lagi, Feng Qianyi berkata, “Kalau begitu, aku tidak lagi punya alasan lagi untuk membantumu, jadi tolong kembalilah.”

Chen Xing, “……”

“Bahkan jika keluargamu, kerabatmu,” Feng Qianyi memutar kursi rodanya dan menghadap ke arah Chen Xing, dia menghalangi jalan ke lantai terakhir gudang, “Semua mati di bawah tangan orang-orang Di, apa kau tetap tidak ingin membalaskan dendam mereka?”

Chen Xing, “Apa kau tidak akan mengizinkanku masuk jika aku tidak menyetujui syaratmu?”

Feng Qianyi tidak menjawab dan hanya menatap ke arah mata Chen Xing.

“Sejujurnya, aku sudah memikirkan hal itu sebelumnya. Tapi, aku tidak punya waktu luang untuk membalaskan dendam, dan aku jug mengerti bahwa balas dendam itu tidak berguna.” Chen Xing mulai menyadari bahwa Feng Qianyi jelas tidak terlalu peduli tentang status seorang ‘Pengusir Setan’. Dia adalah orang yang terlalu menyederhanakan suatu masalah. Tujuannya adalah untuk menggulingkan Fu Jian, dan jika dihubungkan dengan ekspresi Feng Qianjun yang tampak seperti ingin mengatakan sesuatu, Chen Xing mengira bahwa Feng Qianyi pasti sudah menyebutkan permintaan ini sebelumnya, tapi ditolak oleh Feng Qianjun.

“Kematian Fu Jian hanya akan menyebabkan orang lain mengambil alih posisinya sebagai kaisar dan memicu kerusuhan yang baru.” Chen Xing berkata, “Tidak mudah untuk menghentikan pertempuran di wilayah Utara, dan kebencian yang bisa ditampung oleh dunia sudah mendekati batasnya….”

Saat dia berbicara sampai titik ini, sebuah pikiran tiba-tiba muncul di benak Chen Xing — sekarang nyala api berkedip-kedip di lenteranya….

Tapi Feng Qianyi berkata dengan suara dingin, “Bahkan jika Yuwen Xin adalah orang yang secara pribadi mengeksekusi orang tuamu dengan cara menggantung mereka, apa kau tidak pernah berpikir untuk membalaskan dendam mereka?”

Kalimat itu seperti suara guntur yang meledak di samping telinga Chen Xing.

“A …… apa?” Chen Xing mundur selangkah dan menatap Feng Qianyi tidak percaya.

Feng Qianyi, sebaliknya, dia sedikit terkejut. Dia menempatkan kedua sikunya di sandaran lengan kursi
rodanya dengan tangannya yang tergenggam dan mengamati Chen Xing dengan skeptis, “Kau tidak tahu? Benar, putra satu-satunya Chen Zhe menghilang di hari jatuhnya Kota Jinyang… kemana saja kau selama berahun-tahun ini?”

“Katakan itu sekali lagi?” Chen Xing tersentak, “Yuwen Xin membunuhku orangtuaku?”

“Lihat,” Feng Qianyi berkata dengan tenang, “Kau tidak sepenuhnya tidak peduli dengan kebencian, bukan? Hanya saja pisaunya ada yang belum memotongmu, jadi kau tidak tahu seperti apa rasa sakitnya. Chen Tianchi, selama kau berjanji…”

“Tidak mungkin.” Chen Xing berkata, “Kenapa dia melakukan itu?”

Sekarang, pikiran Chen Xing kacau balau, dan dia sejenak bahkan lupa tujuannya datang ke sini. Ekspresi Yuwen Xin membanjiri pikirannya, dan seluruh tubuhnya tiba-tiba menjadi dingin, seolah-olah dia baru saja jatuh ke dalam gua es. Di bawah tatapan Feng Qianyi, suhu dingin tiba-tiba tersebar di semua arah di seluruh gudang. Api di dalam lentera perlahan melemah, dan bayangan dari keduanya yang terpampang di dinding perlahan menghilang.

Namun, tepat pada saat ini, terdengar suara langkah kaki yang mendekat, dan suara keras terdengar dari pintu gudang emas.

“Chen Xing!” Suara Feng Qianjun terdengar, dan nyala api di lentara kembali seperti semula dalam sekejap, dan bayangan mereka kembali normal. Feng Qianyi dan Chen Xing memalingkan kepala mereka pada saat yang bersamaan dan melihat ke arah pintu.

“Kau seharusnya tidak berada di sini.” Suara Feng Qianyi jelas terdengar agak marah.

Chen Xing hanya menatap Feng Qianjun dengan tatapan kosong. Feng Qianjun memegang lenteranya saat dia berkata, “Ada sebuah alasan akan hal ini. Chen Xing, ikut aku. Jika kau ingin melanjutkannya, tetaplah di sini, aku khawatir seluruh bank akan runtuh, ayo pergi! Tapi berilah sebuah penjelasan terlebih dulu!”

Cahaya yang terang menyinari seluruh kediaman Songbai. Lebih dari seribu prajurit yang tampak seperti mereka sedang menghadapi musuh yang kuat dan sedang memegang busur atau pedang. Ada pelayan juga di dalamnya, jadi seluruh tempat itu terlihat penuh sesak seperti ikan sarden karena bagian depan gerbangnya dikelilingi oleh pengepungan yang kedap air.

Xiang Shu sedang duduk di atas batu dengan sebuah plakat yang terlempar dan telah patah menjadi dua bagian di sampingnya. Belati Huanshou yang dia sita dari Feng Qianjun tergeletak secara horizontal di lututnya, sementara dupa yang terbakar ada di sampingnya.

“Chanyu yang Agung,” penjaga toko utama Bank Xifeng yang berusia 60 tahun berkata dengan sopan, “Kediaman Songbai saya dan Perjanjian Chi Le Kuno selalu memikirkan bisnis mereka sendiri. Dengan Putra Surga yang tercerahkan di atas takhta, Chang’an memiliki hukum Chang’an, jadi mengapa harus sampai sejauh ini? Mengandalkan kekuatan bela diri Anda untuk melakukan kekerasan seperti itu dan menghancurkan papan nama toko saya, bahkan jika kita semua dikuburkan di sini hari ini, ketakutan macam apa yang dapat kita rasakan? Kalian semua tidak akan pernah bisa membunuh semua orang Han yang ada di dunia.”

Xiang Shu mengabaikannya dan dengan santai menatap dupa di sebelahnya. Dupa itu hampir habis, dan kerumunan prajurit benar-benar mengambil setengah langkah mundur.

Penjaga toko utama telah melihat begitu banyak perang dan pembantaian. Ekspresinya sangat serius; Xiang Shu menerobos masuk ke Bank Xifeng saat larut malam, Feng Qianjun bergegas, dan belati berharga keluarganya disita begitu mereka bertemu. Setelah mendengar desas-desus bahwa orang ini bahkan menerobos ke istana kekaisaran semalam, jika mereka menyinggung perasaannya sekarang, maka semua orang yang ada di bank kemungkinan besar akan mati di sini, jadi mereka semua dengan berani sudah siap untuk memenuhi tujuan mereka sejak dulu.

Untungnya, Feng Qianjun akhirnya bisa mengeluarkan Chen Xing dan mereka bisa dengan cepat keluar dari pintu masuk utama.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Chen Xing akhirnya tersadar lamunannya. Begitu dia melihat situasi ini, dia menjadi marah, “Aku baru saja datang untuk menemui Saudara Feng untuk melakukan sesuatu!”

Xiang Shu tidak menjawab dan dengan santai melemparkan pedang Sen Luo; pedang itu berputar-putar, dan tampak seperti piring perak saat pedang itu ditembakkan langsung ke arah Feng Qianjun dengan suara whoosh. Feng Qianjun segera mengulurkan tangannya untuk menggenggam gagang pedang itu, tapi kekuatan lemparannya ternyata sangat kuat dan menembus langsung melalui pilar kayu disertai dengan suara gedebuk.

Feng Qianjun menariknya dua kali sebelum akhirnya bisa mengeluarkannya dengan susah payah.

Feng Qianjun dan Xiang Shu adalah teman seperjalanan selama dua bulan yang singkat, dan dia tahu bahwa pria ini agak temperamental, tapi dia tidak mengharapkan bahwa Xiang Shu tidak akan memberinya wajah sama sekali dan secara lamgsung menyerang mereka untuk menemukan Chen Xing.

“Ikuti Chanyu yang Agung kembali ke istana terlebih dulu,” Feng Qianjun berkata, “Di lain hari, kita akan mengobrol lagi saat aku mengunjungimu. Penjaga! Siapkan kereta untuk mengirim Saudara Chen kembali ke istana!”

Setelah Xiang Shu menemukan orang yang ingin dia cari, dia berbalik dan pergi. Chen Xing dengan cepat mengejarnya; dia berdiri di depan pintu masuk kediaman Songbai dan berteriak, “Xiang Shu! Apa maksudmu?!”

Xiang Shu sudah pergi dengan kudanya.

Keluarga Feng menarik keretanya dan bergerak maju, jadi Chen Xing harus menumpuk banyak ketidakpuasan di dalam hatinya. Dia menendang kursi empuk yang ada di dalam gerbong sebelum duduk dengan marah.


Bab SebelumnyaBab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Footnotes

  1. Dalam tradisi dualisme jiwa kuno, setiap manusia yang hidup memiliki jiwa spiritual, yang sangat halus, ‘Yang‘ akan meninggalkan tubuh setelah kematian, dan juga jiwa jasmani, substantif, Yin akan tetap berada dalam tubuh mati mayat itu.
  2. 9-11 pm (malam)
  3. Topografi secara ilmiah artinya adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami, dan asteroid. Dalam pengertian yang lebih luas, topografi tidak hanya mengenai bentuk permukaan saja, tetapi juga vegetasi dan pengaruh manusia terhadap lingkungan, dan bahkan kebudayaan lokal.
  4. Garis Ley mengacu pada perataan lurus yang ditarik antara berbagai struktur bersejarah dan landmark terkenal. Gagasan ini dikembangkan di Eropa awal abad ke-20, dengan argumen orang-orang yang percaya garis ley bahwa keberpihakan ini diakui oleh masyarakat Eropa kuno yang sengaja membangun struktur di sepanjang mereka.
  5. Tempat tinggal dewa.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments