“Maaf, apa ada yang butuh teh? Jika tidak, aku akan pergi dulu.”

Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: Keiyuki17


Di ruang arsip Gongcao.

“Ah!” Chen Xing bersorak, “Akhirnya aku menemukannya!”

Chen Xing menyusun peta sebuah bangunan di kota kuno Chang’an tiga ratus tahun yang lalu, lalu bertanya kepada Tuoba Yan, “Di mana tempat ini?”

Tuoba Yan bertanggung jawab atas pertahanan baik di dalam maupun di luar kota, jadi dia bisa langsung mengidentifikasinya. Dia berkata, “Di sebelah barat kota, Kediaman Songbai. Aku akan mengantarmu ke sana besok.”

Chen Xing ingin pergi sekarang untuk melihatnya sebelum matahari terbenam, tapi dia ingat bahwa Tuoba Yan sudah menemaninya sepanjang sore ini, dan mereka yang bertugas di istana mungkin tidak diizinkan untuk pergi tanpa izin. Dia hendak berterima kasih pada Tuoba Yan dan pergi ke sana sendirian ketika Tuoba Yan bersikeras untuk mengantarnya kembali ke istana, jika tidak, maka akan sulit baginya untuk mempertanggungjawabkan masalah ini.

Chen Xing tidak bisa membuatnya berubah pikiran, jadi dia hanya bisa mengucapkan selamat tinggal pada Tuoba Yan di luar taman kekaisaran. Chen Xing benar-benar tidak ingin kembali ke kamar tidur dan melihat wajah Xiang Shu, tapi karena ada kemajuan dalam penyelidikannya, dia berpikir bahwa dia harus memberi tahu Xiang Shu tentang hal itu, jadi dia memutuskan untuk kembali dan makan malam di sana.

Pada saat itu, Xiang Shu sedang mendengarkan Putri Qinghe memperkenalkan sepupunya kepadanya dengan ekspresi mati rasa di wajahnya. Bibi dari pihak ayah Qinghe dan Murong Chong menikah dengan suku Tuoba, dan meskipun dia adalah istri resmi, dia tidak memiliki anak, suaminya memiliki seorang putra dengan seorang selir, yang merupakan Tuoba Yan. Tuoba Yan tidak pernah mendapatkan kasih sayang ketika dia masih kecil, dan tidak ada seorang pun di keluarganya yang benar-benar memperhatikannya. Hanya neneknya-lah yang sangat mencintainya. Setelah neneknya meninggal, Tuoba Yan yang berumur 14 tahun bergabung dengan tentara kekaisaran. Dia adalah anak yang sangat berbakat dalam berlatih seni bela diri dan bisa menggunakan tombak dengan baik, jadi dia cukup menonjol dalam sesi pemilihan bela diri. Dia juga memiliki penampilan yang secantik batu giok, jadi dia mendapatkan bantuan dari Fu Jian, yang kemudian merekrutnya untuk berada di sisinya.

Dua tahun kemudian, Murong Chong meninggalkan ibu kota untuk menjabat. Fu Jian benar-benar kesepian, jadi dia sedikit banyak mengalihkan perhatiannya ke Tuoba Yan. Tapi Tuoba Yan bukanlah Murong Chong, dan temperamen mereka juga jauh berbeda. Fu Jian memikirkannya berulang kali, tapi pada alhirnya dia tidak pernah memintanya1, dan malah sangat menyayanginya. Dia menganggap Tuoba Yan sebagai adik laki-laki dan mengasuhnya dengan penuh kasih sayang, berniat untuk mencarikan dia calon pasangan yang mau menikah dengannya. Hanya saja, setelah mencari kesemua tempat, sepertinya tidak ada yang cocok.

Putri Qinghe secara khusus bertanya kepadanya tentang hal itu sebelumnya, tapi Tuoba Yan sendiri tidak dapat menentukan pasangan seperti apa yang dia inginkan. Dia memang memiliki tipe tertentu — dia paling menyukai orang Han.

Dan kemudian tadi malam, Tuoba Yan pertama kali bertemu dengan Chen Xing di kediaman Yuwen Xin dan mendengar Yuwen Xin menyebutkan mengenai masa lalunya —— meskipun keluarga Chen sudah hancur, Chen Zhe masih memiliki nama baik yang cukup tinggi di antara para sarjana dan pejabat. Ayah Chen Xing mengajar sekitar setengah dari tiga departemen pengadilan Qin. Karena status sosial kedua keluarga cukup cocok dan sederajat, dan Tuoba Yan sendiri juga telah jatuh cinta pada pandangan pertama, Putri Qinghe dengan cepat bergegas untuk menanyakan tentang dia.

Xiang Shu tidak menyangka bahwa Chen Xing memiliki latar belakang keluarga seperti itu, ekspresinya yang biasanya sepeti sumur kuno tanpa ombak kini memiliki beberapa riak dan getaran di dalamnya; seolah-olah dia baru saja mengenal Chen Xing sekali lagi. Sementara itu, Yuwen Xin, yang masih berada di luar istana, terus menganggukkan kepalanya dan mengiyakan apa pun yang dikatakan Putri Qinghe dengan terus menerus berkata “ya, ya, ya”, dan dia bahkan pergi ke istana, terus berjalan mondar-mandir ke kiri dan ke kanan berulang kali, yang membuat Xiang Shu sangat gelisah. Dia benar-benar ingin melemparkan pisau padanya dan memakunya ke pilar seperti sedang memaku lalat.

Tiba-tiba, keheningan terjadi di dalam istana pada saat yang sama – Chen Xing masuk.

Ai?” Chen Xing melihat dengan ekspresi bingung, dan Yuwen Xin segera tersenyum saat dia menyapanya, “Tianchi!”

“Halo Xin Ge!” Chen Xing menghindari pelukan Yuwen Xin dan mengangguk ke arah Putri Qinghe.

Putri Qinghe tersenyum, “Pergi dengan Tuoba Yan?”

Chen Xing dipenuhi dengan keraguan, bagaimana kau bisa tahu?

Putri Qinghe berkata, “Ayo, Jiejie akan menuangkan secangkir teh untukmu.” Saat dia berbicara, dia pergi untuk mengambil panci dan berkata, “Aku punya sesuatu yang baik untuk dibicarakan denganmu nanti ……”

Namun Chen Xing berkata, “Tidak perlu, disini sudah ada yang siap minum, aku sekarat karena kehausan!” Kemudian dia mengambil secangkir teh di atas meja dan meminumnya. Cangkir demi cangkir, dia menghabiskan semua cangkir teh yang telah dituangkan oleh para bangsawan Chang’an untuk lamaran pernikahan sebelumnya.

Semua orang, “……”

Yi?” Chen Xing melanjutkan, “Dan apa ini?” Dia mengambil potret dari meja dan mengamatinya, namun Xiang Shu menekannya dengan satu tangan saat dia berkata dengan marah, “Berhenti menyentuh sesuatu sembarangan seperti itu!”

“Apa yang salah dengan melihat-lihat?” Chen Xing meraih kertas yang terlipat itu. Xiang Shu menariknya, dan karena kekuatan tenaga dalamnya cukup kuat, potret itu terbelah menjadi dua tepat di tempat; jadi Chen Xing tidak memiliki pilihan lain selain membuang kertas itu dengan santai, yang mengenai tubuh Xiang Shu.

Xiang Shu, “Kau ……”

Chen Xing selesai minum teh dan berkata, “Ada petunjuk, aku sibuk sekarang. Beri aku uang.” Dia berpikir bahwa dia ingin pergi ke kediaman Songbai untuk melihat-lihat karena hari belum gelap.

Putri Qinghe bangkit dan berkata, “Aku akan meminta Yan’er untuk menemanimu. Kebetulan aku ingin memintanya untuk tidak bertugas malam ini. “

Chen Xing dengan cepat berkata, “Tidak perlu, tidak perlu.” Ketika mereka mengucapkan selamat tinggal di taman kekaisaran, dia sudah mendengar bahwa Tuoba Yan perlu menjaga perjamuan untuk Fu Jian malam ini, jadi dia hanya bisa tetap mengulurkan tangan ke arah Xiang Shu.

“Aku tidak punya.” Xiang Shu berkata dengan dingin.

Chen Xing berpikir, apa menurutmu aku tidak bisa berjalan? Dia tidak lagi memohon lebih lanjut padanya dan pergi dengan marah.

Chen Xing belum pergi cukup lama sebelum Putri Qinghe bertanya-tanya, “Chanyu yang Agung, kemana kita akan pergi sekarang?”

Pada saat itu, datanglah seorang pelayan istana yang ternyata merupakan seseorang yang diutus oleh sekelompok orang-orang sore hari tadi untuk menanyakan kabar. Dia mengintip ke dalam istana untuk menyelinap, dan begitu dia melihat bahwa semua teh susu dari cangkir perak, emas, dan enamel setiap keluarga semuanya telah diminum sampai habis sementara aula dipenuhi dengan kertas bekas yang robek menjadi dua, dia langsung sangat gembira dan segera berlari.

Butuh waktu lama sebelum Putri Qinghe dan Xiang Shu tersadar dari keadaan saat ini. Mereka berteriak bersama, “Kembali!”

Xiang Shu dengan cepat bangkit untuk mengejar, tapi pelayan istana itu sudah lama menghilang. Jadi malam itu, semua keluarga tahu bahwa Chanyu yang Agung meminum semua teh susu yang mereka tuangkan setelah mereka pergi, sementara semua potretnya terbelah menjadi dua. Dan apa artinya itu? Bukankah itu berarti setiap orang harus segera membuat persiapan untuk mengirim semua putra bungsu mereka ke Chanyu yang Agung?


Chen Xing meninggalkan istana dan mempelajari peta di tangannya. Hari sudah hampir senja. Ketika dia melewati pintu beberapa rumah, dia mendengar beberapa keluarga menyalakan petasan. Dia tidak tahu apa yang terjadi dan mengira mereka sedang merayakan sebuah festival. Istana Weiyang berada dekat dengan sisi barat kota. Namun meski begitu, dia masih membutuhkan waktu hampir dua jam sebelum tiba di luar kediaman Songbai. Hari sudah gelap saat itu, dan orang bisa mendengar ketukan genderang sore berdering satu demi satu.

Sisi barat kota merupakan dataran tinggi dengan beberapa pohon pinus dan cemara2 yang ditanam di mana-mana. Sederet bangunan besar disana setengah tersembunyi di dalam hutan pinus, dan tawa pria yang tak terkendali keluar dari dalam. Chen Xing ingat sekarang: ketika mereka berpisah dengan Feng Qianjun, dia memberi tahu mereka bahwa dia akan tinggal di sini.

Chen Xing berputar-putar di luar melewati setengah kediaman dan masih tidak bisa menemukan pintu masuknya. Yang dia lihat hanyalah sebuah gerbang yang tertutup rapat, dan dua huruf emas besar berkilauan yang tertulis di gerbang itu: “Bank Xifeng”.

Chen Xing, “?”

“Apa ada orang di dalam?” Chen Xing berteriak. Dia membandingkan tempat itu dengan peta di tangannya dan yakin bahwa ini adalah tempatnya. Setelah berputar-putar selama beberapa saat, dia tiba di luar hutan lebat. Dia melihat dua batu di sana, dan dua batu lain di samping; kata “Pohon Pinus dan Cemara Berdaun Hijau”3 ditulis di sebelah kiri, sedangkan “Senluo Wanxiang”4 ditulis di sebelah kanan.

Chen Xing berjalan ke dalam hutan di sepanjang jalan dan membuat beberapa belokan di sepanjang jalan yang berkelok-kelok itu. Dia tiba-tiba merasa ada sesuatu yang salah; pepohonan dan bebatuan di dalamnya diatur menurut delapan gerbang – Kai, Xiu, Sheng, Shang, Du, Jing, Si, Jin5 yang didirikan oleh Kong Ming dari Tiga Kerajaan. Setelah Chen Xing secara resmi diakui sebagai murid dari masternya, pelajaran pertamanya adalah tentang bagaimana menerobos susunan delapan gerbang ini, jadi itu tidak akan menjadi masalah baginya sama sekali. Dia hanya ragu-ragu karena array ini didirikan di tempat ini, apa yang ada di dalam seharusnya tidak dibuka untuk umum. Apakah akan terlalu kasar untuk langsung menyerang?

Namun, saat dia hendak berbalik, dia tidak bisa lagi berjalan kembali melalui jalan yang dia lalui melalui delapan gerbang luar. Satu-satunya cara untuk melewatinya adalah dengan berjalan ke ujung, kemudian pergi dari gerbang Gunung Sheng di timur laut, jadi Chen Xing hanya bisa memaksa dirinya untuk masuk. Setelah berjalan berputar-putar, dia tiba-tiba menyadari bahwa susunan Delapan Trigram ini akan berubah dalam berbagai cara. Setelah memutar bebatuan disana, sebuah kediaman besar tiba-tiba muncul di depannya. Lampu terang menyala di dalam, dan ada lebih dari 20 pasang sepatu bot bela diri ditempatkan di bawah koridor. Chen Xing berteriak dari luar, “Apa ada orang di sana?”

Dia tidak mendengar jawaban, jadi Chen Xing melepas sepatu botnya dan melangkah ke atas. Dia menarik pintu geser dan dia mendengar suara keributan.

“Gulingkan Fu Jian! Kembalikan ……”

Ruangan itu penuh dengan orang-orang yang duduk di lantai, dan emosi orang-orang itu semakin tinggi. Kediaman ini memiliki kedap suara yang sangat baik, jadi seseorang di luar tidak akan bisa mendengar suara yang dibuat di dalam sama sekali. Dari kelihatannya, mereka jelas berada di tengah pertemuan konspirasi.

Chen Xing, “Maaf, apa ada yang butuh teh? Jika tidak, aku akan pergi dulu.”

Chen Xing menutup pintu dengan tegas, dan sekelompok orang segera bergegas keluar dari dalam. Mereka semua mengacungkan belati dan pedang mereka, mengeluarkan senjata mereka saat mereka meletakkannya di leher Chen Xing. Chen Xing tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan hanya bisa mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Aku benar-benar tidak mendengar apa-apa!”

“Tianchi?” Suara terkejut Feng Qianjun terdengar, “Bagaimana kau bisa masuk? Berhenti! Dia salah satu dari kita!”

Chen Xing memasuki ruangan dengan belati di lehernya. Sebuah sofa lebar berdiri jauh di tengahnya, di atasnya duduk seorang pria berusia dua puluhan yang mengenakan jubah longgar dengan lengan besar. Feng Qianjun duduk di samping pria itu dan minum saat dia menghadapi meja pendek.

“Berhenti.” Pria itu berkata, “Undang adik kecil itu masuk.” Dia kemudian melirik Feng Qianjun. Feng Qianjun mengangguk sedikit untuk memberi isyarat, ‘tidak apa-apa’, lalu melambaikan tangannya untuk memberi isyarat agar Chen Xing mendekat. Kelompok seniman bela diri yang menahan Chen Xing sebelumnya kemudian membebaskannya dan membiarkannya mendekat menuju Feng Qianjun.

“Tidak ada banyak waktu yang tersisa,” pria itu berkata, “Ada seorang tamu yang hadir, tapi itu tidak masalah kalau dia mendengarnya. Ayo kita lanjutkan; Bencana Xiangyang kali ini bukan disebabkan oleh kesalahan sesaat… ”

Chen Xing melirik Feng Qianjun dan melihat bahwa dia sekarang tampak sangat berbeda dari Feng Qianjun yang dia temui sebelumnya. Dia telah berganti pakaian menjadi jubah longgar yang disulam dengan pola daun dan bunga mekar, dan belati huanshou-nya diletakkan di atas meja tengah di depan pria itu. Bahkan seorang Xianbei secantik seorang wanita akan tampak mempesona jika mengenakan jubah bela diri berbunga-bunga semacam itu, tetapi untuk Feng Qianjun sendiri, itu sama sekali tidak terlihat aneh, dan anehnya sangat cocok. Itu secara alami memberinya udara yang luar biasa sampai pada titik yang paling ekstrim.

Chen Xing memandang pria di tengah, lalu ke Feng Qianjun. Feng Qianjun berbisik ke telinga Chen Xing, “Dia kakakku, Feng Qianyi. Seorang anak sepertimu benar-benar berhasil menerobos susunan Delapan Trigram yang dia dirikan di luar? Aku benar-benar meremehkanmu.”

Chen Xing, “Aku …… Aku hanya sedang berjalan-jalan, apa yang sedang kalian lakukan?”

Feng Qianjun, “Merencanakan pemberontakan ah. Bukankah sudah jelas, tidak bisakah kau mengetahuinya hanya dengan melihatnya?”

Chen Xing berkata dengan tulus, “Aku bisa. Sudah sampai mana rencana kalian?”

Feng Qianjun, “Tidak pernah ada kemajuan, sangat menyedihkan na. Aku bahkan tidak ingin terus bermain dengan mereka lagi. “

“Cara menyimpang Fu Jian dalam melakukan sesuatu telah membuat marah surga dan rakyat. Ada banyak yang kesal akan masalah itu diantara suku Di, Xianbei, dan Xiongnu …… kalian berdua, jangan saling berbisik.” Feng Qianyi mengetuk meja beberapa kali dengan sebuah penggaris6 di tangannya, “Chanyu yang Agung di seberang Tembok Besar telah memasuki Chang’an dan melepaskan sinyal yang jelas. Mungkin, tak lama lagi, semua suku di dalam kota akan bersatu untuk menggulingkan Fu Jian …… ”

Ketika Chen Xing mendengar ini, sudut mulutnya bergerak-gerak, dan dia berbisik kepada Feng Qianjun, “Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, hubungan di antara mereka berdua tampaknya baik-baik saja. Feng Dage, apa kau yakin sumber berita ini dapat dipercaya?”

Feng Qianjun segera memberi isyarat padanya untuk mengajukan pertanyaan nanti. Feng Qianyi berkata kepada sekumpulan orang banyak di depannya lagi, “Selanjutnya, aku akan membiarkan adik laki-lakiku memberi tahu semua orang tentang apa yang dia lihat dan dengar di jalan menuju ibukota dari Xiangyang.”

Feng Qianjun berdehem dan mulai menggambarkan permusuhan dari orang-orang Hu di Dataran Tengah terhadap Fu Jian. Sementara Feng Qianjun berbicara, Feng Qianyi menambahkan bahwa Fu Jian telah berkuasa selama bertahun-tahun, dan menurut rencana yang dibuat oleh Wang Meng, seorang pejabat terkenal, dia merumuskan apa yang disebut kebijakan nasional “Hormati Han dan Tolak Hu”. Namun, dia tidak hanya gagal untuk menyenangkan orang-orang Han, tetapi dia juga telah menyinggung Hu yang mendukungnya. Sekarang, Lima Barbarian secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan mereka dan mulai menentang Fu Jian. Qin yang Agung mungkin tampak memiliki kekuatan militer yang kuat seperti matahari di siang hari[/efn_note]Untuk berada di puncak kekuatan seseorang.[/efn_note], tapi kenyataannya adalah setelah kematian Wang Meng, kekuatan internal mereka menjadi sangat rumit dan hampir menuju pada titik di ambang kehancuran sejak lama.

Semua orang tampak berada dalam suasana hati yang baik setelah mendengarkannya, seolah-olah semua orang di Chang’an — tidak peduli apakah mereka Hu atau Han – akan langsung bergegas ke istana kekaisaran segera setelah Feng Qianyu mengeluarkan seruan untuk bertindak dan menggulingkan Fu Jian, penguasa yang tidak mampu, menghancurkannya menjadi berkeping-keping.

Setelah Feng Qianjun menguraikan seluruh pengalamannya, dia tidak memberikan komentar apa pun. Feng Qianyi, yang memimpin pertemuan itu, menunggu aula menjadi sunyi lagi sebelum berkata, “Seperti inilah situasinya. Setelah ini, ketika semua orang berpindah di Dataran Tengah, wilayah Selatan telah mengalokasikan banyak dana untuk mendukung usaha besar kita mengusir para barbarian dan meremajakan Dinasti Han. Tahun depan akan menjadi masa kritis, jadi kita tidak boleh mengabaikan ……”

Mungkin karena ada tamu yang ikut hadir hari ini, atau mungkin tema konferensi hari ini berbeda, tapi Feng Qianyi tidak benar-benar membahas urusan yang berkaitan dengan
pemberontakan secara mendetail. Setelah dia meringkas situasi untuk bulan ini dan prospek untuk tahun ini, rapat mereka ditunda.

Semua ahli bela diri Jianghu berdiri dan berpamitan satu per satu. Mereka sangat hormat dan sopan terhadap Feng Qianyi selama wacana mereka tapi memperlakukan Feng Qianjun seperti mereka memperlakukan orang lain dan bahkan tampak sedikit meremehkannya. Setelah semua orang pergi, Feng Qianjun menggendong kakaknya dan menempatkannya di kursi roda kayu di samping. Saat itulah Chen Xing menyadari bahwa kaki Feng Qianyi tidak bisa bergerak, dan dia perlu dirawat.

“Ayo, ayo kita makan malam bersama. Kamu pasti lapar.” Feng Qianjun mengambil belati huanshou dan menyerahkannya kepada kakak laki-lakinya. Feng Qianyi meletakkan pisau di lututnya dan memegangnya erat-erat.

Feng Qianjun berkata pada Chen Xing, “Masih banyak hal yang harus aku klarifikasikan tentangmu.”

Mereka bertiga pergi dan bergerak di sepanjang koridor aula. Tanpa menunggu Chen Xing mengajukan pertanyaan, Feng Qianjun berinisiatif untuk menjelaskan semuanya. Baru
kemudian Chen Xing tahu bahwa dia benar-benar telah menyusup ke dalam aula rahasia kediaman Songbai secara tidak sengaja.

“Kau …… kalian semua ……” Chen Xing melirik Feng Qianjun dengan sedikit ragu. Dia ingat evaluasi yang diberikan Xiang Shu tentang Feng Qianjun, dan benar saja, pengembara Jianghu ini tidaklah sederhana seperti kelihatannya.

Un.” Feng Qianjun tersenyum, “Identitas asli Weixiong adalah manajer muda Bank Xifeng. Kakak laki-lakiku adalah kepala keluarga saat ini. Kediaman Songbai dan Markas Xifeng berada di tempat yang sama, dan keduanya adalah bagian dari harta milik keluargaku.”

Feng Qianyi tetap diam dan linglung sepanjang jalan di koridor yang gelap itu. Chen Xing mengamati sekelilingnya; setelah melewati koridor, mereka memasuki halaman lagi. Tempat misterius ini memiliki banyak liku-liku; setelah berbalik ke belakang halaman, mereka tiba di sekelompok penginapan yang luasnya hampir 10 mu7. Pohon pinus berbentuk aneh berdiri di luar kelompok penginapan, seolah-olah mereka adalah roh yang menjaga tempat ini dalam kegelapan.

Chen Xing sedikit terkejut setelah melihat keadaan dari lingkungan Bank Xifeng ini. Bagaimanapun, tidak masalah baginya siapakah identitas dari dua bersaudara Feng ini. Yang menjadi masalah adalah bahwa reruntuhan Markas Besar Pengusir Setan Chang’an yang berusia 300 tahun terletak di sini, dan dari kelihatannya, kemungkinan besar telah direnovasi oleh keluarga Feng.

Feng Qianyi, yang sedang duduk di kursi roda, melihat ekspresi Chen Xin dan berkata dengan tenang, “Kediaman Songbai hanya akan menerima Han. Pintu masuknya ada di sisi lain. Sangat sedikit orang yang akan berjalan melalui jalan terpencil ini.”

Feng Qianjun melirik gambar di tangan Chen Xing dan sepertinya menyadari sesuatu. Setelah melewati aula utama kediaman Songbai, mereka tiba di sebuah bangunan yang menakutkan. Feng Qianyi berkata dengan sopan kepada Chen Xing, “Karena adik tinggal bersama Chanyu yang Agung, Shulü Kong, kupikir, kalian berdua akan datang ke sini bersama-sama.”

“Un …… dia …… Aku sebenarnya tidak begitu akrab dengannya.” Chen Xing membatin dalam hati bahwa dia ada di sini hanya untuk mencari alamat lama Markas Besar Pengusir Setan, namun akhirnya dia bertemu dengan kelompok orang ini yang sedang mendiskusikan pemberontakan mereka secara tidak sengaja. Bagaimana dia bisa keluar dari kekacauan ini? Jangan bilang kau ingin menyeretku ke dalam kapal bajak laut8 ba. Dia menghubungkannya dengan bagaimana Feng Qianyi tidak membiarkannya pergi, dan jelas bahwa dia berencana untuk mempersulit Chen Xing yang ingin melepaskan diri, semakin dia tahu tentang rencana mereka, dan langsung merasa bahwa situasinya sekarang ini sedikit berbahaya..

Chen Xing biasanya merupakan tipe orang yang sangat optimis. Jarang baginya untuk bertindak ceroboh, dan dia sama sekali tidak bodoh, jadi dia melanjutkan, “Aku tinggal bersama Xiang Shu untuk saat ini hanya karena suatu masalah. Setelah menyelidiki beberapa hal secara menyeluruh dalam beberapa hari, aku harus pergi. Ini tidak seperti siapa pun di antara sekumpulan Hu itu akan percaya apa yang aku katakan, dan aku juga masih memiliki banyak hal untuk dilakukan.” Makna di balik kata-katanya adalah, “Aku juga tidak punya waktu untuk peduli dengan urusan kelompokmu, dan bahkan lebih kecil kemungkinannya bagiku untuk membocorkannya, jadi kamu tidak perlu membungkamku dengan kematian”.

“Tidak ada salahnya,” kata Feng Qianyi, “Tadinya aku bermaksud agar Qianjun memperkenalkanku. Tidak akan ada waktu lagi seperti sekarang. Bagimu, datang hari ini berarti kita sudah ditakdirkan.”

Chen Xing melirik Feng Qianjun. Feng Qianyi melanjutkan, “Aku akan pergi membuat beberapa pengaturan. Qianjun, temani Pengusir Setan yang Agung ini untuk makan malam dulu.”

Chen Xing, “……”

Begitu Feng Qianjun menutup pintu, Chen Xing melirik Feng Qianjun untuk memberi tanda bahwa dia menginginkan penjelasan.

Feng Qianjun mengangkat bahu tanpa daya untuk menunjukkan bahwa dia tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Dia membungkuk sedikit untuk melihat Chen Xing, sementara Chen Xing berkata dengan heran, “Bagaimana kakakmu tahu semuanya? Berapa banyak hal tepatnya yang kamu ceritakan padanya?”

Feng Qianjun berkata, “Apa kau tidak tahu tempat apa ini? Berita jenis apa di dunia ini yang bisa disembunyikan dari kepala kediaman Songbai?”

Chen Xing, “Apa yang sebenarnya kalian lakukan? Sepertinya keluargamu tidak mengelola penginapan.”

Feng Qianjun, “Sejujurnya, jangan marah saudaraku tersayang, bisnis utama keluargaku adalah membuka bank dan meminjamkan uang dengan riba.”

Chen Xing melihat bagaimana gaya kompleks dari bangunan ini di matanya dan menjawab, “Seperti yang diharapkan, keluargamu cukup kaya ma.”

Chen Xing melihat sekeliling dan melihat karya asli Cao Pi tergantung di dinding, serta tirai sehitam tinta yang berdiri di dalam ruangan. Seorang pelayan mengirim kotak makanan ke sana, dan Feng Qianjun duduk di satu sisi. Dia mengangkat sepanci air mendidih yang ada di atas kompor untuk membuat teh dan menjelaskan, “Di samping bisnis sampingan kami, Bank Xifeng memiliki peran lain – yaitu, mendapatkan intel di seluruh dunia dari selatan hingga utara, baik di dalam maupun di luar Tembok Besar; intel kami berkisar dari mendapatkan informasi yang utama seperti urusan keluarga kaisar, hingga hal kecil seperti delapan belas generasi leluhur rakyat biasa. Selama kami dibayar, kami akan dapat menemukan apa pun. Tidak ada kecerdasan di bawah matahari yang tidak dapat diperoleh keluarga Feng.”

Dia sebenarnya adalah bos dari kelompok intelijen di Kota Chang’an. Chen Xing hanya merasa bahwa dia terlalu meremehkan Feng Qianjun dalam perjalanan mereka ke sini.

Feng Qianjun selesai membuat teh dan memberi isyarat “silakan” kepada Chen Xing. Dia tersenyum, “Jadi pada hari pertama kedatangan kita di ibu kota, Xifeng sudah tahu bahwa identitas asli Xiang Shu adalah Shulü Kong, Chanyu yang Agung termuda dalam sejarah Perjanjian Chi Le Kuno ……”

“…… dan juga tahu bahwa kita menerobos masuk ke istana kekaisaran pada malam hari.” Kata Chen Xing.

Wu,” Feng Qianjun berkata, “Dan kami juga tahu bahwa kau adalah satu-satunya putra Chen Zhe, seorang sarjana hebat di Jinyang. Selama masa mudanya, Yuwen Xin belajar di bawah keluargamu sebelumnya, itu hanya urusan duniawi …… pencuri tidak memiliki surga di mata mereka, pria yang jujur ​dan lurus tidak pernah dihargai atas kebajikan mereka, sementara bajingan yang telah melakukan segala macam kejahatan itu, bahkan kematian mereka tidak akan bisa menebusnya …… ”

Chen Xing duduk di satu sisi dan tersenyum, “Tidak seperti itu juga. Kami berperilaku lurus karena kami pikir itu benar, bukan karena kami ingin diberi ganjaran.”

Feng Qianjun tertegun pada awalnya, lalu tersenyum lega, “Ya, ya. Kau jauh lebih berpikiran luas daripada Dage.” Kemudian, dengan tatapan menyelidik, dia bertanya pada Chen Xing, “Yuwen Xin itu ……”

Un?” Chen Xing sedang berpikir tentang bagaimana menanyakan tentang mencari reruntuhan Markas Pengusir Setan. Tampaknya tidak pantas baginya untuk mengobrak-abrik kotak dan merobohkan lemari di rumah orang lain. Namun Feng Qianjun mengamati ekspresi Chen Xing dan tiba-tiba berkata, “Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Yunwei Xin menyanjung yang kuat dan menggertak yang lemah di Kota Chang’an, dia bukanlah seseorang yang sangat dikenal. Aku hanya ingin mengingatkanmu.”

“Aku tahu.” Chen Xing berkata dengan tenang.

Feng Qianjun menatap Chen Xing dengan tenang dan tampak seolah-olah dia tidak tahan akan sesuatu. Chen Xing tidak menyadari ekspresi kasihannya; setelah selesai makan dan minum teh, dia akhirnya terjun langsung ke intinya dan berkata pada Feng Qianjun, “Feng Dage, sejujurnya, aku tiba-tiba datang hari ini karena aku ingin meminta bantuan darimu. Apa kau masih ingat Markas Pengusir Setan yang kita bicarakan dalam perjalanan ke sini?”

Setelah dia berbicara, pintu kertas tempat itu tiba-tiba terbuka dan Feng Qianyi berkata, “Adik laki-lakiku sudah menceritakan semuanya.” Dia mengarahkan kursi rodanya ke aula.

Chen Xing berkata dengan cemas, “Ini benar-benar permintaan yang lancang dari pihakku ……”

“Tidak.” Setelah Feng Qianyi memasuki aula, Feng Qianjun langsung terdiam.

Feng Qianyi berkata kepada Chen Xing, “Tianchi, sejujurnya, keluarga Feng kami adalah keluarga pengusir setan tiga ratus tahun yang lalu. Kita dari profesi yang sama.”

Chen Xing, “!!!”

Chen Xing segera berdiri dan menatap Feng Qianjun dengan kaget. Feng Qianyi berkata dengan ringan, “Itu adalah ‘takdir’ yang aku bicarakan.”

Feng Qianyi mencabut belati huanshou di lututnya. Dia menjepit bilahnya dengan dua jari dan menyerahkannya kepada Chen Xing, “Belati ini ditinggalkan dari Dinasti Han; Itu adalah belati berharga yang diturunkan dari generasi ke generasi sejak zaman kuno. Sen Luo Wan Xiang disegel dengan energi vital dari kayu hijau, dan ketika muncul di dunia——”

Chen Xing menerima pisaunya, “Pisau itu dapat mengubah puluhan ribu tanaman di Tanah Surga menjadi prajurit, memindahkan pegunungan hijau, dan ngarai datar.”

“Kau tahu?!” Mata Feng Qianyi langsung berbinar karena keterkejutan di balik tatapannya. Chen Xing telah membaca tentang banyak senjata sihir dalam teks kuno. Ketika dia pertama kali bertemu Feng Qianjun, dia tidak pernah memperhatikan pisaunya. Sekarang, ketika dia menerimanya dan memegangnya di tangannya, dia hanya melihat sebaris karakter zhonggu9 yang tertulis di bagian belakang belatinya: Sen Luo Wan Xiang.


Bab Sebelumnya I Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Footnotes

  1. Meminta untuk berhubungan seks seperti berhubungan seks dengan seorang selir. ASDFGHJKL FU JIAN.
  2. Songbai = pinus dan cemara.
  3. Evergreen Pines and Cypresses. Mulia dan tabah.
  4. Semua fenomena di seluruh Alam Semesta.
  5. Ini adalah delapan gerbang yang sesuai dengan delapan trigram dalam urutan ini : qian (surga), kan (air), gen (gunung), zhen (guntur), xun (angin), li (jantung api), kun (tanah), dui (danau).
  6. Penggaris yang biasa digunakan para guru.
  7. 1/15 dari satu hektar.
  8. Seperti menyeret ke dalam geng kriminalmu lmao.
  9. Bagian dari naskah besar dari aksara China kuno yang disegel.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments