Penerjemah : Chu


Setelah selesai berurusan dengan kecelakaan tak terduga ini, kelompok itu lelah dan lapar, jadi He Yu bertanya apakah mereka ingin pergi mendapatkan camilan tengah malam. Orang pertama yang mengangkat tangan dan berteriak setuju dengan saran ini adalah orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka, Bai Jing.

“Baiklah-baiklah, bagaimana dengan bubur? Ada sebuah restoran di dekat Bund1 yang membuat bubur bulu babi sirip hiu terbaik, kenapa kita tidak pergi ke sana?”

He Yu berbalik untuk melihat Xie Xue.

Xie Xue menyeka air matanya dan menatap Bai Jing dengan tatapan tidak puas. “Aku ingin makan barbekyu, aku ingin makan di Jalan Laji.”2

“Kalau begitu ayo kita makan di Jalan Laji.”

Bai Jing berkata, “Ah… begitu.. baiklah kalau begitu.”

Dengan hadirnya Xie Xue, He Yu memberi Xie Qingcheng sedikit lebih banyak kesopanan, dan bertanya juga. “Bagaimana denganmu?”

“Aku akan melewatkannya. Aku akan membawa anjing ini untuk disuntik, dan kemudian melakukan penilaian kesehatan pra-adopsi. Jika kamu ingin memeliharanya, aku akan membawanya kepadamu nanti.”

Saat dia berbicara, dia melirik Xiao Huang3 yang duduk dengan patuh di dekat kakinya.

Anehnya, Xiao Huang sangat menyukai Xie Qingcheng, dengan gembira berputar-putar di sekelilingnya dan mengibaskan ekor kuningnya yang halus. “Woof!”

Setengah jam kemudian.

Pasar malam Huzhou.

“Laoban4, bisakah aku mendapatkan lima puluh tusuk sate dari tulang rawan ayam, lima puluh tusuk sate domba, sepuluh tusuk sate kue beras panggang, sepuluh tusuk sate jamur panggang, selusin tiram panggang, dan lima botol bir.” Xie Xue mulai memesan begitu dia melangkah ke pintu masuk toko barbekyu, seolah-olah dia tahu tempat itu luar dalam.

“Bukankah tempat seperti ini sangat kotor….? Aku tidak pernah makan di sini.” Bai Jing menjulurkan dua jarinya, seolah-olah dia tidak ingin apa-apa selain membolak-balik menu berminyak hanya dengan menggunakan ujung kukunya.

Xie Xue memutar matanya kesal. “Bukankah kamu yang memaksa masuk ke mobil dan bersikeras untuk ikut?”

“Aiya, adik kecil, kenapa kamu begitu mudah marah? Aku juga lapar.” Saat Bai Jing berbicara, dia meletakkan pantatnya yang terhormat ke kursi yang paling dekat dengan He Yu tanpa sedikit pun sopan santun atau ragu-ragu. “Aku hanya ingin memintamu lebih sedikit menggunakan minyak. Ini sudah sangat larut, aku takut menjadi gemuk.”

Menatapnya, Xie Xue dengan kejam membanting tangannya ke meja, meninggikan suaranya saat dia berteriak, “Laoban, ambilkan sepuluh kepala kelinci goreng!”

Bai Jing berseru, “Kamu—!”

He Yu berkata dengan lembut, “Dapatkan dua puluh sebagai gantinya, aku juga menginginkannya.”

Bai Jing: “….”

Ketika sampai pada sesuatu seperti memanggang tusuk sate, itu mudah dipelajari, tetapi sulit untuk dikuasai. Bahkan dengan tulang rawan ayam panggang yang sama, rasanya ada beberapa elemen penting yang hilang jika pelayan yang melakukan. Namun, dengan sentakan lengan bos dan sentakan tusuk sate, kelebihan lemak menetes dari tulang rawan berair yang telah dipanggang menjadi kuning keemasan, lemak jatuh ke arang dan menghasilkan reaksi kimia yang menakjubkan. Aroma lemak yang terbakar dan percikan bunga api yang cemerlang beterbangan bersama. Diselimuti asap hitam, bos itu tampak seperti grandmaster yang tertutup; dengan sedikit melebarkan lubang hidungnya dan hanya dengan mengendus, dia bisa membedakan unsur-unsur lezat yang ada di dalam asap dan tahu bahwa sudah waktunya untuk mengeluarkan tusuk sate dari panggangan.

Kemudian, dia meletakkan tusuk sate dan membawanya ke meja, menyajikannya saat masih panas. Tingkat panas yang digunakan untuk setiap tusuk sate telah ditangani dengan sempurna karena sepiring makanan yang nyaman tampaknya menjadi kreasi pribadi seorang kepala koki dari dunia santapan. Sedikit lebih sedikit waktu, dan mereka (sate) akan kurang matang, tetapi sedikit lebih banyak waktu, dan mereka (sate) akan terlalu keras; sebagai gantinya, mereka (sate) itu gurih dan matang dengan sempurna, setiap gigitan gurih dari kesegaran harum meleleh seperti kepingan salju di mulut.

Xie Xue dapat dianggap sebagai pengunjung tetap di restoran ini dan telah memesan tusuk sate barbekyu sebanyak satu meja penuh, hampir menghancurkan meja kecil yang ditutupi dengan gesper taplak meja plastik tipis di bawah beratnya. Namun, saat dia sedang berusaha menikmati makanan lezat dari meja, Bai Jing masih mengudara saat dia melakukan yang terbaik untuk melakukan salah satu peran klasik dalam opera Sichuan — bertukar topeng5.

“Sepertinya Tuan Muda He bukan penduduk asli Huzhou sepertiku6?” Bai Jing mengayunkan ekstensi bulu matanya, mulutnya yang berlipstik melengkung membentuk seringai lebar, “Aksenmu tidak terdengar seperti itu.”

He Yu bertanya sambil tersenyum, “Nona Bai, apakah Anda7 akan memeriksa pendaftaran rumah tanggaku8?”

“Aiya, tidak sama sekali, tidak sama sekali.” Bai Jing buru-buru melambaikan tangannya, dengan canggung merapikan rambutnya. “Um, aku menyelesaikan gelar sarjanaku di Fakultas Manajemen Bisnis di Universitas Yanshi9. Putonghua10mu terdengar cukup standar, jadi aku bertanya-tanya apa kamu orang utara.”

“Kalau begitu kamu pasti murid yang sangat berbakat.” He Yu tersenyum dengan ekspresi yang sangat lembut saat dia mengambil kepala kelinci — yang matanya masih terbuka lebar karena keluhan kelinci yang belum terselesaikan — dari nampan barbekyu.

Tidak dapat memahami maksudnya, Bai Jing terus mengoceh, “Benar, jadi alasan utamaku bekerja di konter penjualan adalah untuk mendapatkan pengalaman, sehingga aku dapat dipromosikan menjadi manajer di masa depan. Aku dapat memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman saat berada di garis depan, dan aku telah melayani banyak selebritas dan CEO. Beberapa hari yang lalu aku bahkan bertemu dengan seorang aktor, salah satu dari acara TV yang ditayangkan di jam tayang utama—”

Dengan suara genting, gigi putih berkilau He Yu bergemeletuk, tengkorak kelinci menjadi berkeping-keping.

Bai Jing tersedak oleh kata-katanya, merasa seolah-olah He Yu telah merentangkan jarak di antara mereka dan menggigit tenggorokannya, meninggalkan sisa-sisa pidatonya yang belum selesai di dalamnya. Dia tiba-tiba merasakan sedikit sakit di lehernya.

He Yu tersenyum kecil. Baru pada saat inilah Bai Jing mengetahui bahwa dia memiliki gigi taring yang tajam; namun, mereka tidak terlalu jelas, ujungnya hanya muncul di bawah bibir tipisnya ketika dia menyeringai miring. He Yu memakan otak kelinci dengan perlahan, dengan komposisi yang sempurna. “Nona Bai harus makan. Karena kamu ikut dengan kami, kamu tidak boleh kelaparan. Apa kamu tidak suka kepala kelinci?”

Bai Jing melambaikan tangannya dengan tergesa-gesa, “Ya ampun, selera makanku biasanya sangat kecil, dan aku kenyang hanya dengan beberapa teguk Coke, aku tidak perlu….”

“Begitukah?” He Yu melemparkan tulang kelinci yang hancur ke piringnya dan tersenyum. “Kalau begitu, itu benar-benar sayang sekali.”

Setelah tiga putaran minuman, meskipun Bai Jing telah menahan diri sedikit, pada akhirnya, dia masih tidak bisa menahan godaan dan mencoba menambahkan He Yu di WeChat. Melihat ini, Xie Xue akhirnya tidak tahan lagi. Wanita ini adalah kencan perjodohan kakak laki-lakinya — untuk apa dia menambahkan WeChat He Yu? Dia benar-benar terlalu tidak sopan!

Karena itu, dengan penuh amarah, dia berkata:

“Maaf, tapi dia tidak bisa memberikan WeChat-nya.”

“Kenapa begitu? Apa kamu pacarnya?”

“Aku — aku bukan!” Xie Xue berkata dengan marah, dan mulai mengarang omong kosong. “Tapi He Yu memang punya pacar, benar-benar cantik dengan kepribadian yang sangat kejam yang mudah cemburu. Dia jauh lebih tua darinya dan mengaturnya dengan sangat ketat. Dia menamparnya ketika dia tidak menurut, dan membuatku memantau perilakunya ketika kita pergi keluar… Benar kan, He Yu?!”

He Yu dengan datar menjawab, “Apa yang kamu bicarakan adalah agen khusus dari NBIS11.”

Persetan!

Xie Xue sangat marah sehingga dia menginjak kakinya (He Yu) di bawah meja.

He Yu berkata, “Aku tidak punya pacar seperti ini. Aku juga tidak suka wanita cantik yang cemburuan dengan kepribadian yang kejam.”

Sialan!

Xie Xue menginjak lebih keras sampai kakinya sendiri mulai sakit. Dia melihat ke bawah dan — bagus, ternyata dia telah menginjak bingkai bawah meja.

He Yu tersenyum, menarik kembali kakinya yang panjang dari tempatnya bersandar pada bingkai bawah meja tanpa mengedipkan mata saat dia mengambil tusuk sate panggang yang dilapisi bubuk lada Sichuan dan meletakkannya di piring Xie Xue. Kemudian, dia menoleh ke Bai Jing, yang penuh dengan kegembiraan, dan berkata, “Namun, Nona, aku sudah memiliki seseorang yang aku sukai, jadi aku tidak menambahkan gadis di WeChat begitu saja. Mohon maafkan aku.”

Bai Jing segera merasa sulit untuk menyembunyikan kekecewaannya, “Kita bahkan tidak bisa menjadi teman biasa?”

Kali ini, bahkan senyum setengah hati He Yu telah menghilang. Dalam sekejap, kualitas muda yang ramah itu sepertinya menghilang sepenuhnya darinya saat dia dengan tenang melirik yang lain. “Terima kasih, tapi kurasa kita tidak hidup di dunia yang sama.”

Dengan mengatakan ini, dia pada dasarnya dan tanpa terasa telah merobohkan jalan keluar pihak lain dari situasi memalukan ini. Untuk sesaat, suasana menjadi sangat tegang.

He Yu mengeluarkan serbet, menyeka jarinya satu per satu untuk membersihkan sisa minyak yang tersisa dari memegang tusuk sate. Kemudian, dia melemparkan serbet, melewati wanita yang duduk di sampingnya dengan ekspresi acuh tak acuh di wajahnya, dan berkata dengan tenang, “Aku akan pergi mencuci tangan.”

Tidak semua orang di dunia ini adalah orang bodoh yang tidak kompeten secara sosial — yang tidak mampu memahami ucapan manusia. Bai Jing telah secara akurat mendapatkan pesan bahwa pria kaya yang tampan ini memandangnya dengan dingin. Adapun wanita bermarga Xie yang duduk di depan meja, cukup jelas bahwa setelah mengalami apa yang terjadi sebelumnya, dia tidak ingin membuang kata-kata lagi dengannya. Merasa canggung, dia akhirnya membuat alasan, mengatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi, dan meninggalkan meja dengan kekalahan.

Setelah beberapa saat, He Yu kembali untuk menemukan bahwa dia sudah pergi. Mengangkat alis, dia bahkan tidak repot-repot menanyakannya saat dia duduk di sebelah Xie Xue seperti tidak terjadi apa-apa.

Xie Xue memutar matanya dan mengutuk Bai Jing beberapa kali lagi. Baru pada saat itulah dia mulai menggerogoti beberapa tusuk sate ayam, menoleh untuk bertanya pada He Yu, “Kamu baru saja mengatakan bahwa ada seseorang yang kamu sukai? Apa kamu serius? Siapa itu?”

“Aku hanya bercanda.”

Xie Xue menepuk dadanya dan meneguk bir lagi. “Oh, Oke, kamu benar-benar membuatku takut setengah mati….”

Tangan He Yu terhenti sejenak saat dia menatap profil samping gadis ini yang murni dan jujur.

“Untuk apa menatapku?”

“Kamu takut aku jatuh cinta?”

“Tentu saja.”

“Kenapa?”

“Karena aku masih lajang. Setelah kamu menjalin hubungan, aku tidak akan bisa sering datang dan bergaul denganmu, kan?”

Alasan bodoh macam apa ini.

Xie Xue berkata, “Apa yang kamu tertawakan?”

He Yu mengulurkan tangan, dengan lembut menyeka bubuk lada hitam yang berada di sudut mulutnya (Xie Xue) tanpa dia sadari. Ekspresinya sangat tenang, lalu dia bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi, berkata, “Bagaimana kamu bisa membuat mulutmu berantakan bahkan saat makan barbekyu?”

Sebenarnya, dia sudah lama ingin mengungkapkan perasaannya padanya, dan telah merencanakannya sejak dia kembali dari luar negeri.

Tetapi ketika He Yu mempertimbangkannya dengan cermat, dia merasa bahwa pernyataan cinta harus menjadi peristiwa yang resmi dan serius. Seharusnya itu bukan akibat dari dorongan hati yang berdarah panas dan berkepala panas yang membuatnya tanpa pikir panjang mengungkapkan semua perasaan yang telah dia sembunyikan selama bertahun-tahun di tengah jalan yang bising.

Saat dia memikirkan ini, dia mengubah topik pembicaraan. “Kamu seharusnya tidak membiarkan kakakmu pergi kencan buta dengan wanita muda seperti itu di masa depan. Dia tidak muda lagi, dan kepribadiannya sangat kaku sejak awal bahkan bibi seusianya tidak tahan dengannya, apalagi jenis gadis seperti ini. Kesenjangan generasi antara dia dan kakakmu terlalu dalam.”

“Untuk apa kamu menjelek-jelekkan kakakku? Bukannya dia tidak pernah memperlakukanmu dengan buruk!”

He Yu berkata, “Aku mengatakan yang sebenarnya12.”

“Bah….”

He Yu memutar matanya, benar-benar bingung dengan sikap hormat Xie Xue pada kakaknya. “Sungguh — lepaskan saja kacamata berwarna mawarmu dan lihat lebih dekat. Kakakmu sudah tua dan telah bercerai (Duda). Sudah cukup hanya untuk menemukan orang yang baik dengan kepribadian yang baik. Seseorang yang begitu muda benar-benar tidak cocok untuknya.”

“Simpan napasmu. Kakakku sangat tampan dan baik, kenapa dia harus puas hanya dengan itu?”

“Dia tampan, tapi dia sering memandang rendah dan memandang dingin semua orang sepanjang hari, itu seolah mereka berutang sesuatu padanya.” Pada titik ini, seolah-olah wajah Xie Qingcheng dengan ekspresi acuh tak acuh muncul di depan He Yu. Dia ingat cara dia membuka mulutnya sedikit, mencondongkan tubuh ke depan, dan menjepit sedotan di antara giginya.

Sikap itu seperti seorang CEO yang menerima jasa asistennya, meski jelas-jelas tidak punya uang. Bagaimana dia bisa begitu tenang, begitu kontroversial dan mengejek?

He Yu menjadi sedikit marah hanya dengan memikirkannya. Dia tidak tahu apa yang harus didorong di depan mulut “Tuan Xie” ini, alih-alih untuk menyapu setiap bagian dari ketenangannya, untuk membuat ekspresinya menjadi linglung dengan kesembronoan, karena wajahnya diliputi oleh kemalangan dan penghinaan.

Tapi, akankah wajah Xie Qingcheng  benar-benar bisa mengungkapkan kelemahan seperti itu…?

He Yu belum pernah melihatnya sebelumnya. Setelah berpikir sejenak, dia menyadari bahwa dia sebenarnya bahkan tidak bisa membayangkannya.

“Apa yang kamu pikirkan?”

He Yu berkata tanpa sadar, “Aku sedang memikirkan kakakmu.”

“Ah?”

“… Aku sedang memikirkan apa pernah ada saat ketika kakakmu tidak berdaya, kehilangan kendali, dan mendapati dirinya dikalahkan oleh orang lain.”

“Oh, oke, kamu bisa menyerah pada pemikiran itu, karena aku tidak ingat pernah melihatnya seperti itu. Da-ge-ku super hebat, dia sangat berkepala dingin dan tangguh. Saat ini, dia selalu mengenakan jas dan membawa sebuah buku, tetapi ketika dia seusiamu, dia adalah petarung terbaik di gang kita. Suatu kali, ketika sekelompok penjahat menggertakku, dia mengambil pipa baja dan melawan selusin dari mereka sendirian, menyeret mereka ke kantor polisi… Setelah itu, penjahat kecil itu praktis menjatuhkan diri di bawah kakinya seperti karpet untuk dia berjalan, membungkuk dan memanggilnya ‘ge’; semua kecuali satu orang … tapi yah, itu masalah lain, jadi tidak dihitung.”

Melihat matanya berbinar, He Yu hanya merasa lebih mudah tersinggung. Dia tertawa, “Kenapa kamu masih sama seperti ketika kamu masih kecil? Saat dia disebutkan, wajahmu dipenuhi dengan pemujaan. Selalu terasa seperti kakakmu adalah penyelamatmu.”

“Tapi memang begitu! Kamu benar-benar tidak tahu betapa sulitnya baginya untuk menjadi ibuku, ayahku, dan kakak laki-lakiku menjadi satu, dan membesarkanku sendirian.”

“Yah, kamu juga anak yang baik dan menyelamatkannya dari banyak masalah.”

“… (menghela nafas), aku tidak baik, aku bahkan tidak memiliki sepersepuluh dari kemampuannya.” Xie Xue menggelengkan kepalanya saat dia makan tusuk sate. “Ah, aku tidak baik, aku tidak baik.”

Saat mereka berdua berbicara dalam keriuhan restoran, dia memperhatikan sikap mencela dirinya sendiri. Menemukannya agak menggelikan, ekspresi He Yu perlahan melunak. Dia pikir pasti dia bukan satu-satunya orang yang menyukai gadis yang begitu baik.

Dia benar-benar tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Malam itu, He Yu tidak kembali ke asramanya. Sudah terlalu larut malam dan dia tidak ingin mengganggu teman sekamarnya, jadi setelah membawa Xie Xue kembali ke asrama fakultas, dia menyuruh sopirnya menurunkannya di hotel yang sering dia kunjungi. Setelah mandi, dia berbaring di tengah bantal bulu angsa yang empuk.

“Aku sudah sampai, kamu….?”

Jari-jarinya melayang di atas layar ponselnya, tetapi pikirannya terhenti di tengah-tengah pesan.

Pada akhirnya, He Yu menghela nafas dan menghapus kata-kata di kotak teks. Setelah menatap gambar profil beruang yang berjalan dalam tidur untuk sementara waktu, dia hanya mengirim satu kata yang paling sederhana.

“Selamat malam.”

Tepat ketika dia akan mematikan ponselnya, dia mendengar suara ding. Berpikir itu adalah jawaban Xie Xue, He Yu segera mengambilnya kembali.

Tapi pesan itu sebenarnya dari “penyelamat” itu. Itu adalah pemberitahuan transfer bank.

“Tadi di rumah sakit, aku mencapai batas e-bankingku. Aku sudah menyelesaikannya sekarang, jadi ini uangmu ku kembalikan.”

He Yu benci ketika Xie Qingcheng bertindak seperti ini sejak awal, ditambah lagi itu bukan balasan dari Xie Xue seperti yang dia harapkan, jadi dia bahkan lebih dingin dalam jawabannya.

“Aku baru saja menyelamatkan sebuah kehidupan, kenapa kamu harus membayar?”

Xie Qingcheng juga benci ketika He Yu bertindak seperti ini, tetapi terlalu malas untuk berdebat, jadi dia hanya berkata, “Kalau begitu anggap itu sebagai biaya layanan.”

“Apa?”

“Biaya layanan untuk mengemudi untukku. Bahkan jika aku menemukan pengemudi (sopir) lain di tempat, aku tidak akan dapat menemukan pengemudi yang kuat, semuda dan terampil dalam menghidupkan mesin sepertimu.”

“….”

Betapa mengesankan.

Berapa banyak orang di dunia ini yang benar-benar berani menggunakan Tuan Muda He sebagai pengemudi dan kemudian membayarnya biaya layanan?

Juga, mengapa itu terdengar seperti biaya prostitusi!

Ekspresi He Yu dipenuhi kabut gelap. Dia baru saja akan menjawab ketika dia secara tidak sengaja keluar dari percakapan dan melihat jendela obrolannya dengan Xie Xue.

Dia memikirkan lagi mata berkilau Xie Xue ketika dia berbicara tentang Xie Qingcheng, dan kata-kata yang dia katakan, “Kamu benar-benar tidak tahu betapa sulitnya baginya untuk membesarkanku sendirian….”

“….”

Lupakan saja, lagipula dia adalah kakaknya.

Karena itu, He Yu menjawab, “Sama-sama, Xie-ge. Hubungi aku kapan saja jika kamu membutuhkanku lagi di masa depan, aku akan memastikanmu memiliki perjalanan yang nyaman, kepuasan dijamin.”

“Tunjukkan kepadaku laporan riwayat klaim asuransi mobilmu dari ketika kamu berada di luar negeri dulu, lalu kita akan bicara.”

Ekspresi He Yu menjadi hitam sekali lagi. Dia seharusnya tidak sopan sejak awal!

Pada saat itu, ponselnya berdering lagi.

Kali ini bukan Xie Qingcheng, tapi Xie Xue.

Xie Xue menjawab, “Selamat malam! Terima kasih untuk hari ini.”

Dia telah berjalan keluar dari kamar mandi di asrama fakultas Universitas Huzhou, menguap sambil mengeringkan rambutnya yang meneteskan air, dan melihat “selamat malam” yang He Yu kirimkan padanya saat dia mengambil ponselnya.

Dia tidak bisa menahan senyum ketika dia membalas pesannya. Kemudian, dia duduk di depan mejanya dan membuka buku catatannya. Meskipun hampir tidak ada orang yang menulis tentang kehidupan sehari-hari mereka di atas kertas lagi akhir-akhir ini, selalu ada beberapa orang eksentrik yang memegang sepotong nostalgia masa lalu ini, rela berlama-lama di masa lalu sambil ditemani tinta pahit, pena tajam, dan kertas kuning.

Menyalakan lampu di meja tulisnya, Xie Xue mulai menulis buku harian sebelum tidurnya:

“Hari ini, saudara laki-lakiku pergi berkencan lagi, tapi aku tidak suka gadis itu, kurasa ….”

Dia mencurahkan lebih dari lima ratus kata. Mungkin karena dia telah menyentuh kehidupan cinta Xie Qingcheng, dia tidak bisa tidak memikirkan bagaimana dia selalu melajang sampai sekarang.

Xie Xue menghela nafas, melihat ke langit malam di luar jendelanya yang diterangi oleh cahaya lampu jalan yang berkelap-kelip.

Dia berbeda dari kakaknya. Kakaknya adalah seseorang yang sangat kehilangan kepercayaan pada cinta dan pernikahan. Dia menjalani kehidupan yang terlalu berpikiran jernih, dan dengan kedipan mata bunga persiknya, memandang semua orang dengan tingkat ketidaksabaran yang sama.

Tapi dia (Xie Xue) punya seseorang yang dia suka.

Sosok yang tidak jelas muncul di depan matanya. Sejak masa mudanya, dia sering melihatnya berkeliaran di hadapannya, begitu dekat namun begitu jauh.

Meskipun dia tahu betul bahwa mereka tidak hidup di dunia yang sama, bahwa kesenjangan antara lingkaran sosial dan kelas mereka adalah kekosongan yang tidak dapat dilewati, belum lagi, dia bahkan lebih muda darinya ….

Tapi sekarang, mereka berdua di Universitas Huzhou, dan dia bisa tahu bahwa gadis-gadis yang tertarik padanya datang satu demi satu, menoleh padanya dengan wajah bersemangat daripada gelombang gandum yang tertiup angin sebelum panen musim gugur.

Jika dia tidak memberitahunya, waktunya akan segera habis. Jika mereka menyelinap melewati satu sama lain seperti ini, maka mungkin dia akan menyesalinya di masa depan …. dan dia akan berakhir sama seperti kakak laki-lakinya yang bertengkar tentang hal-hal sepele dalam hidup dengan seseorang yang tidak benar-benar dia rasakan (cintai), berbicara sumpah yang tidak tulus dan berjalan ke kuburan perkawinan, sebelum, suatu hari, tiba-tiba muncul kembali seperti mayat yang dihidupkan kembali, dan menjadi sendirian lagi, menjalani kencan perjodohan satu demi satu agar tidak membuat marah para orang tua.

Terkadang, dia benar-benar tidak tega melihat kakaknya seperti ini. Dia merasa bahwa sering kali, Xie Qingcheng hidup untuk orang lain. Apa pun yang dia katakan tentang tidak peduli dengan pendapat orang lain, pada kenyataannya, dia juga yang paling peduli dengan teman dan keluarganya.

Xie Qingcheng menjalani hidup yang terlalu keras.

Bukannya dia tidak mencoba untuk berbicara dengannya, tetapi setiap kali dia mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya, kakak laki-lakinya akan menatapnya tajam dan menyuruhnya untuk belajar dengan benar dan fokus pada masa depannya sendiri, atau memarahi dia tentang menempelkan hidungnya ke dalam bisnis orang dewasa, apa yang kamu tahu, seorang gadis kecil sepertimu.

Sebenarnya, orang yang paling tidak mengerti emosi adalah Xie Qingcheng sendiri. Meskipun telah menjalani hampir separuh hidupnya, dia hanya mengalami satu kegagalan pernikahan yang ekstrem.

“Aku ingin mencoba mengaku pada orang yang aku sukai. Sejak aku masih muda, Gege selalu mengatakan padaku untuk berani, aku pikir ini sama saja. Apa aku berhasil atau tidak, aku akan mencoba yang terbaik. Dan ketika aku memikirkan tentang hal itu di masa depan, aku tidak akan menyesal.”

Setelah menuliskan kalimat terakhirnya, Xie Xue menutup buku catatannya.

Apa yang tidak dia ketahui adalah bahwa di sebuah suite hotel beberapa kilometer jauhnya, He Yu memikirkan hal yang sama ….


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Teman-teman yang memahami makna lebih dalam di balik episode menggigit sedotan tadi malam dan menguraikan lapisan tersembunyi di bawah dialog, kalian semua jenius harus langsung diterima di Universitas Peking13 hahahahahahahahahaha.

Besok Tuan Muda He sedang bersiap untuk mengungkapkan perasaannya kepada adik perempuan calon istrinya(?). Jadi berjanjilah padaku sayang bahwa apa pun skenario yang kamu lihat besok, kamu tidak akan terkejut, oke.

Teater mini:

He Yu: Kakakmu tidak cocok dengan tipe Bai Jing.

Xie Xue: Lalu tipe apa yang cocok untuknya?

He Yu: Dia cocok dengan orang yang bisa meruntuhkan fasad kebapakan tinggi yang dia pakai saat ini, yang bisa mencabik-cabiknya, menghancurkannya dan menghancurkannya….

Xie Xue: … Kenapa begitu…

He Yu: Karena aku ingin melihatnya.

Xie Qingcheng: Iblis kecil, minum susu sebelum tidur, mandi dan segera tidur, apa pun bisa terjadi dalam mimpi.

[meatbun berterima kasih kepada pembaca] Terima kasih baobeis, aku akan terus melakukan tugasku—


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Chu

Footnotes

  1. Distrik tepi laut Shanghai.
  2. 垃圾街 – “jalan sampah”, sebuah jalan di Hangzhou dengan banyak kedai makanan.
  3. 小黄 Secara harfiah artinya kuning kecil, seperti pada anjing kuning kecil, tidak yakin apakah ini benar-benar akan menjadi nama anjing.
  4. Boss/pemilik.
  5. Mengacu pada seni pertunjukan menukar wajah lebih cepat dari yang bisa dilihat mata, istilah yang sama untuk bermuka dua/langsung menciptakan perubahan sikap (Wikipedia).
  6. Dialek Wu
  7. He Yu menggunakan “kamu” formal saat menyapa Bai Jing.
  8. 户囗, bacaan lebih lanjut tentang pendaftaran rumah tangga di sini.
  9. Bukan nama kota yang sebenarnya, Yan adalah nama lama untuk Hebei, sebuah kota di Cina utara.
  10. Dialek standar Mandarin (Wikipedia).
  11. Badan intelijen militer Republik Cina (Wikipedia).
  12. Permainan kata paralel di sini antara “badmouth” (secara harfiah berbicara buruk) dan “the truth” (secara harfiah berbicara kebenaran).
  13. Universitas Top di China.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments