Penerjemah-nanchailly
Editor: Chu


Ini adalah versi tanpa sensor dan bukan versi pada JJXWC.


Xie Qingcheng tidak tahu bahwa, karena penghancuran realitas yang dirasakannya dan penghapusan pasal-pasal kepercayaannya, He Yu sebenarnya telah dikuasai oleh keinginan untuk benar-benar mendorongnya melewati garis kepatutannya.

Namun meski begitu, saat He Yu menjepitnya, dia masih tiba-tiba mengulurkan tangan yang tidak bisa ditahan He Yu untuk mengambil botol anggur di dekatnya, segera menghancurkannya tanpa berkedip.

Mata He Yu menjadi gelap. “Apa yang sedang kamu lakukan?”

Pada titik ini, Xie Qingcheng sudah begitu tersiksa oleh Aroma Plum 59 sehingga dia dibakar nafsu yang membara; reaksi fisiologis yang tidak bisa dia kendalikan membuatnya merasa seperti sedang hancur, tapi dia bukan tipe orang yang mudah menyerah.

Dia tidak mengatakan apa-apa, hanya terengah-engah saat dia mendongak dan menatap wajah He Yu melalui mata seperti macan kumbang, dan kemudian–

Dia mengambil botol anggur yang pecah itu dan tanpa berkedip menebas lengannya–!!

Darah menyembur keluar!

Xie Qingcheng tiba-tiba menutup matanya, menggigit bibir bawahnya yang pucat.

Rasa sakit yang menyiksa baru saja menariknya kembali dari pasir hisap hasrat; dada terangkat, Xie Qingcheng perlahan meletakkan senjata berdarah itu dan bersandar ke permukaan meja teh.

He Yu menatapnya dengan ekspresi yang sangat jelek–

Mengamatinya saat dia terengah-engah, menarik kemejanya yang kaku, kerahnya yang bernoda anggur, lengannya yang berdarah.

Saat dia menatap, dia mengencangkan cengkeramannya di lengan Xie Qingcheng, tetesan darah hangat perlahan merembes di antara jari-jarinya.

Keheningan menyelimuti mereka.

Dalam kejernihan yang berumur pendek ini, Xie Qingcheng berusaha keras untuk mengendalikan napasnya saat dia menatap pemuda di depannya melalui mata yang berkaca-kaca.

Setelah jeda beberapa saat, dia berkata, “… He Yu. Biarkan aku bertanya padamu ….”

“Kamu benar-benar … terganggu oleh hal-hal yang aku katakan pada mereka dalam video lama, bukan?”

He Yu tidak mengeluarkan suara, membiarkan darah Xie Qingcheng menetes seperti air mata dari jari-jarinya, jatuh setetes demi setetes dan memercik ke lantai ubin yang dingin.

Bukan hanya video lama itu, pikirnya.

Dia bahkan telah melihat hampir semua pesan yang dia kirim selama beberapa tahun.

Tetapi pada akhirnya, He Yu masih mencibir ketika dia berkata perlahan, “Kamu sudah menanyakan pertanyaan ini padaku, dan aku sudah memberi tahumu jawabannya — aku tidak peduli, siapa yang akan peduli?”

“Tapi kamu tidak pandai berbohong. Jika kamu benar-benar tidak peduli, kamu tidak akan bertingkah seperti ini hari ini.”

Keringat bercucuran di wajah Xie Qingcheng saat dia terengah-engah, mengetahui bahwa ketenangannya tidak akan bertahan lama. Dalam waktu singkat ini, dia hanya bisa mencoba membujuk He Yu untuk bertindak sedikit lebih rasional, atau setidaknya dengan sedikit lebih jelas.

He Yu: “….”

“Iblis kecil … jujur ​​saja … saat itu …”

Xie Qingcheng benar-benar membutuhkan banyak usaha untuk membicarakan hal-hal ini; obatnya terlalu kuat, dengan cepat memulai penaklukannya sekali lagi saat mengambil alih darahnya dan mengalir ke ujung jarinya. Xie Qingcheng memejamkan matanya, dan ketika dia membukanya lagi, matanya tertutup oleh rasa sakit. Tapi tetap saja, dia menekannya, jakunnya terayun-ayun saat dia menelan ludah.

“… Saat itu … alasanku tidak ingin tinggal sebagai dokter pribadimu, bukan karena aku melihatmu mengerikan atau menakutkan, juga bukan karena aku khawatir bahwa kamu akan menjadi Yi Beihai berikutnya yang membunuh Qin Ciyan. Itu bukan salah satu dari hal-hal itu.”

“–Kamu sudah berusia empat belas tahun ketika aku meninggalkanmu He Yu. Aku bisa menemanimu selama tujuh tahun, atau bahkan tujuh tahun lagi, tetapi bisakah aku menemanimu seumur hidup? Tetap di sisimu setelah kamu lulus dan mulai bekerja, tetap di sisimu setelah kamu menikah dan punya anak — itu tidak realistis. Aku hanya seorang dokter.”

“Cepat atau lambat, kamu harus bergantung pada dirimu sendiri untuk keluar dari bayang-bayang di hatimu. Itulah yang kupikirkan, itulah sebabnya aku pergi.”

Xie Qingcheng berhenti, memegang siluet He Yu di matanya.

“He Yu … aku pikir kamu mungkin mengerti ini. Berapa banyak orang yang mendapatkan kemudahan di dunia ini? Kamu tidak perlu melihat lebih jauh dari lobi rumah sakit, pintu ICU, atau pintu masuk pusat trauma. Aku tahu kamu kesakitan tapi setidaknya kamu masih hidup, kamu seharusnya tidak ….”

Tapi kali ini, He Yu sama sekali tidak mengerti apa maksudnya. He Yu sedang terbakar begitu hebat sehingga hatinya yang sedingin es mendidih; dia belum pernah mengalami kemarahan yang berapi-api seperti ini sebelumnya. Dia menjambak rambut Xie Qingcheng dengan kejam dan, dengan tarikan yang tajam, menariknya dari lantai. “Kamu bilang aku seharusnya tidak apa?”

“Apa yang tidak harus aku lakukan?! Xie Qingcheng … Apakah kamu benar-benar tahu betapa sakitnya aku?”

“Mati rasa dan tertutup, tanpa kendali atas emosiku — selama gejolak, aku bahkan tidak tahu siapa diri sendiri! Aku benar-benar hampa, seperti bagian dalam diriku telah berkarat atau digerogoti hingga kosong; tidak ada waktu berlalu di mana aku tidak berpikir untuk mengakhiri semuanya. Aku telah mengatakan sebelumnya. Selama tujuh tahun itu, aku menggambarkannya kepadamu berkali-kali … Tetapi kamu masih tidak tahu seperti apa rasanya.”

“Kenapa kamu datang untuk mengobatiku? Hah? Karena kamu pikir aku harus pergi ke rumah sakit, bahwa penderitaanku tidak ada artinya dibandingkan dengan pasien itu, lalu kenapa kamu datang? Apakah menurutmu itu menarik? Gangguan paling langka di dunia, Ebola Psikologis, di mana kasus yang sama tidak dapat ditemukan bahkan dalam catatan rumah sakit tertua di Yanzhou. Sungguh menarik, Profesor Xie, kamu menemukan spesimen klinis ini cukup baru untuk menambahkan seberkas warna pada portofolio penelitianmu, bukankah begitu?!”

He Yu menjaga suaranya tetap rendah, tetapi cahaya di matanya bergetar karena marah.

“Pasien yang kamu bicarakan — tidak peduli apakah mereka pasien kanker, atau pengidap ALS1ALS, Amyotrophic Lateral Disease atau Sklerosis Lateral Amiotrofik adalah penyakit sistem saraf yang melemahkan otot-otot dan memengaruhi fungsi fisik., setidaknya semua orang memahami jenis penyakit yang mereka derita dan seberapa parah gejalanya. Mereka setidaknya dapat menemukan orang yang memiliki penderitaan yang sama, berkumpul bersama untuk berbagi kehangatan, dan menyemangati satu sama lain … tapi bagaimana denganku?”

“Aku hanya spesimen penelitian bagi kalian, orang gila yang menarik, binatang buas di dalam sangkar — apakah kamu merasa itu menyenangkan, Xie Qingcheng? Pergi begitu kamu selesai mengamati dan bersenang-senang? Pada akhirnya, kamu bahkan mencoba untuk menipuku dengan beberapa kebohongan konyol sebagai hadiah perpisahan! Dan sekarang kamu masih mencoba untuk mengatakan apa yang tidak seharusnya aku lakukan — tidakkah menurutmu itu kejam, Xie Qingcheng?!?!”

Pada akhirnya, itu hampir menjadi interogasi yang tajam.

Secercah cahaya yang hampir tak terlihat sepertinya melintas di mata Xie Qingcheng, tetapi saat dia menurunkan bulu matanya, secercah cahaya samar itu dengan cepat menghilang tanpa jejak.

“… Aku masih merasa seperti itu, He Yu.” Dia berkata, “Selama kamu masih hidup, tidak peduli seberapa kesepian atau menyakitkan, selama kamu masih ingin menyelamatkan dirimu sendiri, kamu akan selalu berhasil melewatinya. Kecuali jika kamu memilih untuk menyerah pada diri sendiri bahkan sebelum mati.”

“Hati manusia bisa sangat kuat, He Yu. Kamu seharusnya tidak percaya padaku — yang harus selalu kamu percayai adalah hatimu sendiri.”

“Mudah bagimu untuk mengatakannya.” He Yu menatap matanya seolah-olah setiap kata terkupas dari kebenciannya, disertai dengan aroma logam darah. “Mudah bagimu untuk mengatakannya … Xie Qingcheng. Kamu tidak sakit atau kesakitan, kamu hanya bisa mengibaskan lidahmu dan mengkritikku karena menyerah. Apa yang kamu tahu? Jika kamu adalah orang yang menderita siksaan penyakit ini, akankah kamu lebih baik dalam melakukannya? — Xie Qingcheng, kamu orang yang suka mencuci tangan dari hal-hal dan menghilang tanpa jejak — kamu orang yang meninggalkan Keluarga He karena kamu tidak bisa menyembuhkanku. Kamulah orang yang mengundurkan diri dan beralih profesi ketika tanda pertama masalah muncul.”

Dia tampaknya telah mempertajam setiap kata untuk menembus martabat keras Xie Qingcheng—

“Kamu benar-benar munafik, itu membuatku jijik.”

“Kamu berpura-pura selama bertahun-tahun … Bahkan sekarang, kamu masih berpura-pura!”

Jika seseorang mengatakan bahwa He Yu masih memiliki sedikit rasionalitas sebelumnya. Tetapi pada saat ini, He Yu menjadi sangat geram.

Dia menjambak rambut Xie Qingcheng yang berantakan, tidak peduli betapa sedihnya dia. Menyeretnya ke atas, dia melemparkannya ke sofa panjang yang lebih luas di samping meja marmer. Kemudian, dia diam-diam berbalik dan mengeluarkan botol Aroma Plum 59 yang belum dibuka, membuka tutup alkohol kuat itu tanpa ekspresi sedikit pun di wajahnya.

Kepala Xie Qingcheng hampir meledak karena marah saat melihat anggur itu; dia sudah menenggak salah satu dari mereka dan hawa nafsu sudah membuatnya berantakan, namun di sini He Yu membuka botol sialan lainnya!

“Apa yang kamu inginkan …!” Pada titik ini, bahkan Xie Qingcheng memiliki nada ketakutan dalam suaranya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk menarik tubuhnya yang lemas dan tak berdaya ke posisi duduk tegak di sofa.

Tetapi sebelum dia memiliki kesempatan untuk duduk, He Yu membawa sebotol anggur kuat itu bahkan tidak peduli dengan gelas anggur sebelum langsung meraih rahang Xie Qingcheng.

Xie Qingcheng sudah mendekati titik puncaknya. Setelah melihat botol anggur gaya Barat yang lebih besar dari wajahnya lagi, dia langsung memucat, akhirnya menyerah untuk melakukan percakapan yang tepat dan mulai mengutuk dengan marah, kulitnya putih seperti seprai, “Apakah kamu sudah gila? Jika kamu tidak ingin ini berakhir dengan adegan pembunuhan, sebaiknya kamu enyah—“

“Itu benar, aku sudah gila. Apa kamu baru saja mengetahuinya? Yah, sudah terlambat.”

Setelah He Yu berbicara tanpa nada selesai, dia bersandar untuk pertama-tama meneguk. Kemudian, dia memaksa gigi Xie Qingcheng terbuka, langsung menuangkan anggur yang sudah dia minum, Aroma Plum 59 yang sangat menyengat, ke dalam mulut Xie Qingcheng.

Uhuk uhuk!

Xie Qingcheng berjuang keras, dengan setengah dari anggur itu berakhir di lantai dan setengah lagi di pakaiannya. Meskipun Xie Qingcheng tidak berhasil minum terlalu banyak, itu masih sangat kuat. Setelah He Yu melepaskannya, Xie Qingcheng merosot di sofa dan mulai terbatuk-batuk keras, seolah mencoba menghilangkan semua oksigen dari paru-parunya.

Anggur bercampur darah, dan darah terjalin dengan keringat.

Xie Qingcheng gemetaran; sebagian karena amarah, tetapi juga karena nafsu yang mulai menggerogoti dirinya dengan kalut.

Dia merasa seolah-olah serangga yang tak terhitung jumlahnya menggigit tulangnya, tubuhnya kesemutan dan lemas saat dia terbakar di mana-mana, sensasi yang sangat asing. Wajahnya mulai memerah karena nafsu lagi, tapi yang bersinar lebih jelas dari nafsu itu adalah amarahnya. Dia benar-benar marah sekarang; setelah dia selesai batuk, sebelum napasnya stabil, dia berbalik dan menatap tajam ke arah He Yu, tidak repot-repot menahan ketajaman lidahnya. “Perilaku bajingan macam apa ini? Bahkan binatang buas pun tidak bisa melakukan apa yang kamu lakukan! He Yu, kamu benar-benar sudah gila ….”

“Hanya ini saja kejam? Kalau begitu, Profesor Xie, Anda2Kamu Formal. benar-benar tidak berpengalaman. Bahkan ada hal-hal yang lebih buruk, mengapa aku tidak menunjukkannya padamu sekarang?”

Saat He Yu berbicara, dia melemparkan botol kaca yang berputar-putar dengan beberapa sisa tetes anggur terakhir ke lantai, lalu berdiri dan melangkah maju, menjepit Xie Qingcheng kembali ke bantal lembut sofa tepat saat dia akan duduk.

Dia mengatupkan pergelangan tangannya, poninya menggantung ke bawah saat dia menatap Xie Qingcheng, yang telah sepenuhnya dibanjiri oleh pengaruh alkohol. Ada sedikit kekejaman dalam tatapannya.

Xie Qingcheng terengah-engah, “He Yu ….”

Mendengar dia memanggil namanya seperti itu, dengan sedikit rasa takut meresap ke dalam suaranya, He Yu merasakan gelombang kenikmatan di perutnya. Cahaya merah menyala di matanya, begitu gelap sehingga tampak menakutkan.

Dia menahan Xie Qingcheng dengan tubuhnya sendiri saat dia membujuknya dengan halus, terdengar lembut namun gila. “Jangan takut, hm?”

Masih ada jejak Aroma Plum 59 di antara bibir pemuda itu. Dia menjilatnya, tersenyum seolah menikmati rasanya. “Apakah kamu tahu kenapa aku harus meminumnya juga?”

“….”

“Karena aku membencimu, dan aku membenci pria. Jika bukan karena anggur ini, aku khawatir aku tidak akan banyak membantu dalam masalah ini, aku juga tidak akan dapat memberikan layanan yang memuaskan.”

Saat He Yu berbicara, dia menepuk pipi Xie Qingcheng. “Xie-ge, aku selalu berbakti dan menghormatimu. Anda3Kamu Formal, mulai digunakan sepanjang percakapan oleh He Yu. datang ke sini khusus untuk mencari ku, tapi aku tidak memperlakukan Anda dengan cukup ramah. Jika ini keluar, dan diketahui orang apa yang akan terjadi pada reputasiku?”

“Jadi, jika Anda tidak menyukai gadis-gadis itu, aku tidak akan memaksa. Tapi sekarang, bukankah Anda merasa tidak nyaman karena semua anggur yang Anda minum?”

Sebelum tatapan Xie Qingcheng — yang akhirnya menunjukkan sedikit teror setelah beberapa saat tercengang — dia menarik kerah Xie Qingcheng hingga terbuka. Kancing-kancing yang terikat erat itu segera terlepas, memperlihatkan kulit yang memerah di bawahnya.

“Dalam hal ini, aku akan membantumu4Yang ini kamu informal..”

Pada titik ini, Xie Qingcheng telah memprovokasi dia sejauh ini sehingga dia bahkan kehilangan keinginan untuk membujuknya secara perlahan. Xie Qingcheng tidak akan ragu untuk melukai dirinya sendiri untuk menjaga kejernihan — ini membuatnya sadar bahwa mengandalkan obat-obatan saja tidak akan berguna.

Dia benar-benar menjadi gila sekarang — dia hanya ingin dengan kejam mengobrak-abrik semua penyamaran yang menutupi Xie Qingcheng. Pada pemikiran ini dia kehilangan lebih banyak lagi keraguannya tentang gender.

Meraih rahang Xie Qingcheng, dia berkata perlahan. “Hari ini aku secara pribadi dapat memberi Anda kelegaan. Aku akan membawa Anda5Akhir penggunaan Kamu Formal. ke puncak kesenangan dengan diriku sendiri.”

–Dia dan dokternya yang berbohong.

Malam ini, mereka akan jatuh bersama!

Tetapi meskipun dia siap untuk menumbangkan dirinya sendiri, Xie Qingcheng tidak. Xie Qingcheng menepis itu, “He Yu! Apa yang kamu coba lakukan?!”

“Apa yang aku coba lakukan? Kenapa pria yang sebelumnya sudah menikah seperti kamu menanyakan hal ini padaku.”

He Yu menahan pria yang berjuang mati-matian di bawahnya. Setelah meminum Aroma Plum 59, indra He Yu sendiri telah menjadi jauh lebih sensitif. Mencabik-cabik bagian depan Xie Qingcheng sudah merupakan sesuatu yang menurutnya sangat mendebarkan, tetapi sekarang pria ini menggeliat dan berputar di bawahnya, terbakar panas di sekujur tubuh, bernoda darah dan dengan pakaiannya yang berantakan, gerakan perjuangannya benar-benar menyulut apinya lebih tinggi.

He Yu menatapnya dengan ganas, seolah mencoba melubangi dagingnya.

“Xie-ge ….” napas-nya membakar, suaranya melayang lembut di atas suara napas Xie Qingcheng, “Apa yang kamu pikir ingin aku lakukan ….”

Xie Qingcheng lurus dari ujung kepala sampai ujung kaki dan apatis terhadap seks sejak awal; apalagi Xie Qingcheng tahu bahwa He Yu juga seorang pria lurus, dan homofobia hingga akarnya. Bagaimana mungkin dia bisa memikirkan ke arah yang sangat gila itu sebelumnya?

Hanya ketika He Yu merentangkan pergelangan tangannya di atas kepalanya dengan satu tangan, dan mulai membuka kancing bajunya dengan tangan yang lain, kesadaran itu menerpa Xie Qingcheng seperti kilat, matanya yang seperti buah persik merekah tiba-tiba terbuka lebar.

Wajahnya memucat, menjadi benar-benar tanpa warna saat dia menatap lekat-lekat dan tidak percaya pada He Yu. Untuk sesaat, dia bahkan tidak bisa memastikan bahwa ini nyata.

Tetapi ketika dia melihat wajah muda He Yu — tak kenal takut, haus darah, sakit-sakitan, sesat, dan gila — wajah yang memiliki keinginan tunggal untuk melahap semua martabat Xie Qingcheng.

Xie Qingcheng tahu bahwa He Yu benar-benar sudah gila. Dia mulai berjuang di bawah tangan He Yu sekaligus, bahkan jika berjuang sudah lama menjadi sia-sia. Dia berteriak serak, “He Yu, kamu … Kamu bajingan … aku baik-baik saja … aku tidak butuh bantuanmu! Enyah! Lebih baik kamu enyah!! Apa-apaan yang kamu inginkan?!”

Di wajahnya yang biasa tenang, He Yu melihat teror, pucat, dan kehancuran ….

Emosi-emosi ini sangat merangsang indra perasa He Yu, menyebabkan keinginannya semakin membengkak. Dia menahan Xie Qingcheng, yang telah merosot ke sofa, ujung jarinya seperti pisau bergerak untuk mengiris Xie Qingcheng terbuka di bawah tubuhnya sendiri.

Dia tersenyum, wajah tampan itu tampak agak bengkok. “Profesor Xie, Dokter Xie, Xie-ge. Anda6Formal kamu lagi sampai akhir bab. pasti sudah menyadari semuanya sekarang.”

Suaranya yang rendah membara, membakar dada Xie Qingcheng yang naik turun dengan cepat.

“Hari ini, aku akan meniduri Anda sepanjang malam. Sebentar lagi, sebaiknya ingatlah untuk mengerang sedikit lebih keras.”

Saat dia berbicara, tangan kosong itu tergelincir dengan santai, ujung jarinya membelai bibir gemetar Xie Qingcheng.

Xie Qingcheng tiba-tiba menutup matanya, tampak seolah-olah dia hampir gila, tetapi dia tidak memiliki energi yang tersisa di tubuhnya; semakin lama ini berlangsung, semakin cepat kekuatannya meninggalkannya.

“Jika kamu berani … kamu binatang ….”

He Yu sama sekali tidak peduli dengan kutukannya saat dia mulai menarik pakaian Xie Qingcheng dengan ekspresi penuh tekad. Xie Qingcheng berhasil membebaskan satu tangannya, tetapi mendorong dan melawannya sama sekali tidak menghasilkan apa-apa. Pada akhirnya, dia hanya bisa mengencangkan cengkeramannya di gesper ikat pinggangnya. Tapi He Yu menerkam dan mulai menciumnya, di bahunya yang baru terbuka, tengkuknya, tulang selangkanya … sampai ke bawah, membenamkan kepalanya yang berambut hitam di dada Xie Qingcheng saat dia menjilati puting pucat pria itu dengan kasar, dan kemudian mengisap dengan kejam. 7Dalam bab jjwxc asli, dihapus dari versi tanpa sensor: “Karena haus darah He Yu telah meningkat, dia tidak melepaskannya. Sebaliknya, dia mencelupkan kepalanya untuk menggigitnya, merobek kulit dan menjilati darahnya, dari sudut bibirnya hingga lebih jauh ke bawah-// “!!” // Darahnya (Xie Qingcheng) dihisap dengan kejam seperti ini…”

“!!”

Mata Xie Qingcheng melebar saat dia menggelepar seperti ikan di ambang kematian, tetapi He Yu hanya dengan kejam menahannya lagi. Tubuhnya (xqc) telah terpengaruh untuk sedari awal; nafsu panas menggerogoti dia dengan gila dan di bawah pengaruh terlalu banyak anggur yang diberi obat, dia benar-benar secara naluriah mendambakan untuk terlibat dengan penuh gairah dengan orang lain.

Ketika hasrat penuh nafsu sangat mencakup segalanya, bahkan tidak terlalu menjadi masalah jika pasangannya berjenis kelamin sama. Ini adalah naluri binatang.

Tetapi Xie Qingcheng ingat bahwa dia adalah manusia, dan bahwa dia adalah senior He Yu dan teman lama ayah He Yu. Dia benar-benar tidak boleh — benar-benar tidak bisa bertindak seperti ini.

Untuk sesaat, ekspresinya menjadi sangat sedih, nafsu yang kuat dan kebencian yang luar biasa terjalin. Tidak tahan, dia memalingkan wajahnya ke samping.

He Yu mencium dadanya8Meminum darahnya dalam versi jj yang disensor., merasakan gemetar Xie Qingcheng; dia mendongak ke arahnya, melihat wajah tampan itu ditutupi dengan rona merah yang bercampur dengan kebencian. Tiba-tiba, dia merasakan sensasi kuat yang belum pernah dia alami sebelumnya. Kegembiraan ini bahkan dapat membantunya mengesampingkan ketidaksukaannya terhadap tubuh pria, mendesaknya dan memujinya karena mempermainkan Xie Qingcheng dengan tidak hati-hati.

Ini adalah Xie Qingcheng yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Seorang Xie Qingcheng yang membayar harga untuk kebohongan dan penipuannya.

Keinginan biadab semacam ini membuat mata He Yu meradang.

Kenikmatan balas dendam sepertinya membuat rasa jijiknya sirna, sementara sensasi dominasi sepertinya juga mengalahkan penolakan naluriahnya.

He Yu tiba-tiba mulai menyesal bahwa dia terlambat menyadari hal ini, bahwa dia tidak menemukan metode menghancurkan Xie Qingcheng ini sebelumnya.

Saat mereka terjerat, dia sudah benar-benar membuka kancing baju Xie Qingcheng sepenuhnya, memperlihatkan kulit bernoda anggur di bawahnya.

Dadanya sangat lebar, otot-ototnya kencang dan kuat tapi tidak berlebihan, dan garis-garis tubuhnya tajam dan bersih, setiap bagian tubuh pria dewasa.

He Yu tidak menyukai pria, tapi dia merasakan darahnya memanas saat melihat penampilan Xie Qingcheng saat ini–

Bukankah Xie Qingcheng mengatakan dia tidak bisa memberinya (He Yu) apa-apa?

Tidakkah dia merasa bahwa dia tidak pantas untuk dicintai?

Xie Qingcheng — orang yang berdiri dari ketinggiannya yang tinggi dan tidak pernah menganggap serius siapa pun, orang yang menahannya dan mendisiplinkannya, yang mengutuk, mengancam, dan membohonginya, orang yang bahkan mengatakan bahwa dia tidak mampu mempekerjakannya ketika dia pergi.

Xie Qingcheng — pria yang tegas dan tenang yang berdiri di podium dan menerima kekaguman dari banyak siswa, yang tampak mahatahu dan mahakuasa.

Seorang pria matang dan dewasa.

Murni maskulin, dewasa, tangguh, dan tenang, auranya begitu kuat, itu lebih dari cukup untuk menarik banyak gadis, seseorang yang pernah menikah dengan seorang wanita. Tidak ada yang akan berpikir bahwa dia akan tunduk pada siapa pun, yang tidak dapat dibayangkan oleh siapa pun bahwa dia juga bisa disetubuhi — pria yang sangat jantan seperti dia.

Tapi sekarang, dia ditahan olehnya — terperangkap dalam perangkapnya sendiri dan berbaring di bawahnya sambil mencoba menahan diri untuk tidak gemetar.

Hal-hal yang dia inginkan dan kehangatan yang dia dambakan — pada kenyataannya, Xie Qingcheng bisa memberikan semuanya padanya.

Xie Qingcheng bisa memberikannya sendiri!

Pria muda itu menelan ludah, terbakar dengan panas yang tak tertahankan saat darahnya mendidih.

“Dokter Xie, sebaiknya Anda mengingat hal ini. Apa yang terjadi malam ini adalah karena Anda minum terlalu banyak dan merasa tidak nyaman, sehingga Anda dengan menyedihkan membutuhkan bantuanku. Adapun aku, aku tidak lemah dan pengecut seperti Anda; aku bahkan rela mengorbankan diriku demi merawat Anda dengan baik. Tak perlu berterima kasih, aku dengan senang hati melakukan apa yang diharapkan dariku.”

Berbicara demikian, dia menarik kemeja Xie Qingcheng seluruhnya, lalu mengambil beberapa pengikat hitam dari laci di sampingnya — tempat ini benar-benar tidak kekurangan peralatan seperti ini — dan mengikat tangan Xie Qingcheng erat-erat.

“Aku masih ingat bagaimana Anda melepaskan diri dari simpul Jiang Lanpei hari itu di atap. Jangan khawatir, ini adalah simpul perampok, tidak mungkin Anda bisa melepaskannya.”


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Hari ini, bar kesehatan tank telah turun sekitar 80%, masih ada sekitar 20% yang tersisa.

Aku tiba-tiba merasa bahwa ketiga shou, Xie Qingcheng, Chu Wanning, dan Gu Mang dapat memainkan instance dungeon9Instance Dungeon adalah area salinan yang hanya bisa dimasuki oleh pemain tertentu, dalam hal ini pemain dengan skor tertinggi.! Dan mereka saling melengkapi dengan sempurna….

Tank / Penyembuh: Xie-ge

DPS: Chu Wanning

ADC: Gu Mang

… Formasi ini sangat sempurna sehingga membuatku merasa seolah gong tidak perlu meluncur sama sekali … mengapa kita tidak memanggil timnya dengan “Kami Sangat Kuat, Siapa yang Butuh Gong10Ditulis sebagai ‘laogong’, homofon untuk suami.?”


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Chu
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments