PenerjemahOnnaKaneshiro
Editor: Chu


He Yu biasanya tidak menyukai tempat pemborosan uang semacam ini yang berbau parfum, tapi sekarang, hanya tempat ini yang bisa membiarkannya merasakan sebagian dari kehangatan tubuh dari dunia manusia.

“Tuan Muda He.”

“Halo, Tuan Muda He.”

Wanita penyambut tamu dengan hormat membuka pintu kamar pribadi dan menyambutnya dengan kepala menunduk, bahkan tidak berani mengangkat matanya.

Klub Skynight adalah sarang kemewahan dan dekadensi tempat tubuh menggeliat di atas genangan anggur. Itu dioperasikan sebagai tempat hiburan kelas papan atas, semua pelayan yang dipekerjakannya berpakaian kelas atas dan unggul dalam menjamu tamu, semua orang yang ingin bersenang-senang di lantai dansa, yang terletak pada lantai dasar semuanya terdiri dari pria tampan dan wanita cantik. Banyak dari mereka yang rela dibawa keluar secara pribadi, dan menjadi hubungan pribadi antar individu, itu hanya kesenangan biasa yang dicari antara pasangan di tengah malam — hanya romansa, bukan? Pertemuan yang kebetulan? Jadi bukan urusan siapa pun untuk ikut campur.

Karena itu, selalu ada aliran mobil mewah di depan pintu depan Klub Skynight, dengan banyak pasang kaki pucat seperti susu yang duduk di kursi mobil-mobil besar, bersandar ke pemilik mobil sambil tersenyum saat melaju ke dalam kemalaman.

Malam ini He Yu datang ke tempat ini dengan niat jahat untuk menyerang, karena jatuh ke dalam kotoran telah memicu semacam sensasi untuk menghancurkan diri sendiri.

Sikap semacam ini sama dengan sikap seorang siswa yang telah belajar dengan seluruh kekuatannya dan semua yang dimilikinya, namun tidak pernah bisa mendapatkan hasil tes yang bagus. Tidak peduli seberapa keras dia berjuang, ketika kekuatan yang telah mendukungnya untuk terus maju akhirnya mengering, ketika dia gagal masuk ujian sekali lagi, dia akan meninggalkan dirinya dalam keputusasaan.

He Yu akhirnya mengerti. Kenapa dia sampai sangat menderita hanya karena mendengar kebohongan yang indah?

Di tempat seperti Klub Skynight, orang-orang akan tersandung untuk mendekatinya begitu dia duduk; dia bisa mendengar semua jenis pembicaraan yang menyenangkan dan bujukan halus dan lembut sepanjang malam. Dia tidak perlu membohongi dirinya sendiri sama sekali; selama dia menghabiskan uang, ada banyak orang yang dengan senang hati menipunya.

Mereka tidak akan melarikan diri di tengah jalan seperti Xie Qingcheng, dan bahkan tidak akan mencemooh kurangnya uang saku selama pelariannya.

“Tuan Muda He, ini adalah para wanita penyambut tamu tercerdas yang aku miliki. Mereka akan bertanggung jawab untuk melayani kamar pribadimu, jadi jika ada sesuatu yang kamu butuhkan, jangan ragu untuk memberi tahu mereka.”

He Yu tidak repot-repot bangkit dari sofa, menatap dengan ekspresi apatis pada dua wanita penyambut tamu yang dibawa dari luar oleh Manajer setelah mendapat izinnya.

Ini adalah pelayan kelas atas di tempat hiburan, semuanya memiliki wajah dan sikap yang berbeda. Mereka masuk sambil tersenyum. Berdiri di belakang Manajer saat dia memperkenalkan mereka satu per satu.

Setelah memperkenalkan setiap orang, Manajer dengan cerdik pergi menutup pintu dengan mulus di belakangnya.

“Tuan Muda He, apakah ada permainan yang ingin kamu mainkan hari ini?”

Meskipun ekspresi pelanggan agak tidak ramah, pelayan wanita yang terlatih ini tetap tersenyum manis ketika ia dengan ragu-ragu memanggilnya.

Setelah hening sejenak, He Yu tersenyum. “Mari kita minum. Aku merasa tidak enak, membuat kalian semua berdiri di sini dengan canggung.”

Dengan demikian, menu minuman berlapis emas yang mewah diserahkan. Itu benar-benar perampokan tingkat pertama; botol seharga kurang dari sepuluh ribu yuan adalah pemandangan yang langka di tempat ini, tetapi ada banyak anggur dengan label harga seratus atau dua ratus ribu yuan sebagai gantinya.

Bersandar ke belakang dengan malas ke sofa, He Yu memeriksa semua yang ada di halaman depan tanpa berkedip. Lalu, matanya tertuju pada sebotol anggur berjudul Aroma Plum 591Meizixiang 59..

Dia telah datang ke sini berkali-kali dengan klien sebelumnya, dan tahu persis jenis koktail khusus tempat ini. Sementara itu, deretan angka nol yang tertera di samping minuman, serta tiga simbol hati yang menyala-nyala, memastikan pelanggan tahu seperti apa pengalaman minuman ini nantinya. Ketika He Yu mengambil tagihan pada kunjungannya sebelumnya, dia akan melihat “Aroma Plum 59” terdaftar hampir disetiap tagihan.

“Awalnya, kamu akan berpikir baunya sangat harum, tapi …” Ada seorang bajingan setengah mabuk yang pernah merekomendasikannya kepada He Yu sambil tertawa di telinganya. “Ini juga sangat dangkal dan murah. Kamu tahu apa maksudku? Tuan Muda He.”

He Yu mencentang Aroma Plum 59, dan menyerahkan daftar anggur kepada wanita muda yang paling dekat dengannya.

Para pelayan wanita saling melirik, mata mereka dipenuhi sedikit kegembiraan.

Ketika mereka masuk ke ruangan, mereka mengira dia pelanggan yang tangguh. Mereka tidak akan pernah menyangka bahwa dia tidak hanya tampan dan menyenangkan, dia juga sangat murah hati. Mereka bahkan tidak perlu membujuknya untuk memesan sampanye termahal.

“Tuan Muda He, apakah kamu ingin bermain dadu?”

Sambil tersenyum, He Yu berkata dengan lembut. “Aku hanya takut kamu tidak akan bisa mengikutiku.”

Gadis itu dengan centil mulai berpura-pura marah. “Yah, jika aku tidak bisa mengikutimu. Tuan Muda He harus menjadi seorang pria terhormat dan biarkan aku menang.”

“Betul sekali….”

Tubuh yang lembut dan hangat menekan lebih dekat ke sisi tubuhnya, ke lengan dan kakinya, saat He Yu memandang mereka dengan sikap acuh tak acuh yang tenang — memang, mengingat statusnya saat ini, selama dia tidak mencari ketulusan, penjilat macam apa yang tidak bisa dia dapatkan?

Botol dibuka dan menara dibangun; dalam cahaya cair yang berkilauan, gadis-gadis itu terkikik gembira saat mereka tumbuh semakin tak kenal takut.

“Tuan Muda He, kenapa hari ini kamu datang sendirian? Dimana teman-temanmu?”

“Tuan Muda He, bisakah kamu memberi tahu kami tentang apa yang terjadi di Universitas Huzhou baru-baru ini? Ini adalah insiden yang sangat legendaris. Aku ingin mendengar cerita dari sisimu….”

Di tengah rentetan pertanyaan yang disertai senyuman lembut. Ponsel He Yu tiba-tiba berbunyi.

Dia meliriknya, ekspresinya sedikit berubah — itu adalah panggilan dari Xie Qingcheng.

“Siapa itu?”

“Bukan siapa-siapa.” Setelah hening sejenak, He Yu menopang dagu dengan tangannya dan dengan santai menggesekkan jari ke layarnya, menolak panggilan Xie Qingcheng. Kemudian, dia kembali ke gadis di depannya yang baru saja membuat lelucon, dan berkata. “Lanjutkan.”

Melihat bahwa He Yu tampak sangat tertarik dengan leluconnya, ucapan gadis itu menjadi lebih bersemangat.

Beberapa detik kemudian, Xie Qingcheng menelepon lagi.

Telepon berdering tanpa henti, mendesaknya untuk mengangkatnya. Seorang gadis yang sangat berani menyembunyikan senyum di balik tangannya saat dia bertanya. “Apakah itu pacar Tuan Muda He?”

“Kamu bercanda.”

Sekali lagi, He Yu menolak panggilan dari Xie Qingcheng.

Kali ini, keheningan berlangsung agak lebih lama, tapi beberapa menit kemudian, telepon mulai berdering untuk ketiga kalinya.

He Yu hendak menolaknya, tetapi tepat ketika jarinya mendarat di atas layarnya, dia membeku.

— Kali ini bukan dari Xie Qingcheng, tapi Xie Xue.

Setelah ragu-ragu sejenak, dia tetap menjawab.

“He Yu.” Xie Xue memanggil namanya dari ujung telepon yang lain.

“…Mm.”

“He Yu… aku, aku ingin bertanya padamu… Hari itu di kampus, apa yang sebenarnya terjadi pada kakakku saat dia bersamamu.” Suara Xie Xue membawa nada air mata, menyebabkan senyum palsu yang He Yu pakai di hadapan orang lain sedikit memudar.

“Kenapa rekaman lama tentang dirinya tiba-tiba dialirkan ke saluran video pembunuhan? Beberapa hari yang lalu, aku terlalu takut untuk melihat… tapi hari ini, aku melakukan pencarian di internet dengan cermat, dan menemukan begitu banyak orang yang mengutuknya. Tahukah kamu… bahkan ada orang yang memasang alamat rumah kami, dan bahkan datang untuk merusak pintu depan kami… Saat ini, aku… aku benar-benar kesal… aku juga terlalu takut untuk menelepon kakak-ku; bahkan jika aku meneleponnya, dia tidak akan mengatakan apa-apa, dia hanya akan memarahiku karena tidak mendengarkannya dan mencari tahu semua ini. Aku….”

Pada akhirnya, dia benar-benar tidak bisa menahannya lagi dan mulai menangis.

Yang tersisa di telepon hanyalah suara isak tangisnya.

Karena tidak tahu apa yang telah terjadi, para wanita di tempat hiburan itu terus tersenyum saat mereka menuangkan anggur untuknya.

Mengangkat tangan, He Yu membelai rambut panjang salah seorang wanita dengan kelembutan, tetapi saat dia mendengarkan ratapan penuh air mata Xie Xue, cahaya di matanya meredup, suara kehancuran dan keputusasaannya melewati speaker dan secara langsung meresap ke dalam hatinya.

“Aku bahkan tidak tahu apa yang harus kulakukan lagi….”

Untuk sesaat, He Yu teringat pada Wei Dongheng; meskipun Xie Xue menyukainya, ketika sesuatu terjadi, dia memilih untuk mencari He Yu. Dia (He Yu) merasa sedikit terhibur, tapi kemudian dia menyadari–

Wei Dongheng rupanya mengambil cuti untuk mengunjungi ayahnya di militer karena kematian anggota keluarga yang lebih tua. Tempat itu adalah pangkalan militer yang dijaga ketat, jadi hampir tidak ada sinyal. Selain itu… itu adalah cinta sepihak rahasia, pikir Heyu; sangat mungkin bahwa Wei Dongheng bahkan tidak tahu siapa Xie Xue, jadi tentu saja dia (Xie Xue) tidak akan mencarinya.

“He Yu….” Xie Xue menangis tersedu-sedu, suaranya seperti anak kucing yang terluka. “Apa yang harus kulakukan… Aku ingin membantu kakak-ku, jadi aku memulai siaran langsung untuk menjelaskan, tapi….” Dia merintih.

“Aku ingin berbicara dengan mereka dengan baik, tapi tidak ada yang mau dengan tenang mendengarkanku menceritakan keseluruhan ceritanya … Mereka mulai mengutukku di tengah jalan, atau tidak mendengarkan sama sekali… Mereka bahkan mengatakan aku pembohong, bahwa aku bukan adik perempuannya, bahwa aku… aku….”

Dia menarik napas, tetapi tidak bisa melanjutkan, terisak sebentar sebelum berkata tanpa daya, “Mereka mengira aku mencoba menggunakan kasus pembunuhan itu untuk menjadi viral dan melaporkan videoku… Bahkan beberapa orang mengatakan orang tua-ku adalah pembunuh dibalik layar…. He Yu, kamu tahu bahwa mereka telah pergi selama bertahun-tahun. Aku pikir orang mati harus dihormati, bisakah tidak membawa mendiang ke dalam ini … tapi mereka … mereka ….”

“Mereka memintaku untuk menunjukkan sertifikat kremasi orang tua-ku…!”

Setelah mengatakan ini, Xie Xue tidak bisa melanjutkan lagi, dia menangis tersedu-sedu.

Buku-buku jari He Yu sedikit memutih.

Dia terbiasa memperlakukan Xie Xue dengan baik, jadi ketika dia mendengar Xie Xue menangis seperti ini, secara naluriah dia memikirkan kata-kata untuk menghiburnya, dan bahkan ingin membantunya menyelesaikan masalahnya, tetapi tepat ketika dia hendak berbicara, dia segera mengingat pesannya (Xie Xue) kepada Xie Qingcheng.

Jenis kehangatan manusia itu perlahan-lahan mundur dari hatinya yang sudah membusuk.

Dia terdiam–

Sebuah suara menghela nafas dan mencoba membujuknya, mengatakan meskipun Xie Xue tidak sebaik yang dia bayangkan, ketika semua dikatakan dan dilakukan, dia tidak tahu apa-apa. Setidaknya, dia adalah orang yang paling dekat dengannya yang memperlakukannya dengan paling lembut. Itu sudah cukup.

Namun ada suara lain yang menusuk dan melukainya, mengatakan bahwa dia tidak perlu menjadi baik hati atau peduli lagi, bahwa dia harus berhenti bersikap bodoh.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu, Xie Xue?” He Yu akhirnya bertanya padanya.

“Mhm… boleh… silahkan…” Xie Xue terisak.

Duduk di dalam kamar pribadi yang mewah, He Yu bertanya pada gadis yang saat ini meringkuk di rumah kecil kumuh dan lusuh, “Hari itu, saat para peretas memutar video di semua perangkat seluler di sekitar Universitas Huzhou, kamu juga melihatnya.”

“Aku melihatnya….”

“Kakakmu adalah seorang dokter di bidang yang berhubungan dengan psikiatri. Jika dia mengatakan hal seperti itu, dapat dimengerti bahwa dia akan diserang. Internet adalah lingkungan yang lebih mudah berubah secara emosional; karena mereka dibebaskan dari batas-batas tubuh fisik, mentalitas orang menjadi jauh lebih kuat. Jadi bukan hal aneh jika dia dikutuk.”

“… Tapi dia hanya mengatakan itu… Tahun-tahun itu… dia selalu rajin dan bertanggung jawab sehubungan dengan pekerjaannya. Dia tidak pernah melakukan hal-hal secara asal-asalan, kamu tahu ini….”

He Yu diam-diam menyelanya. Sebelumnya dia hampir tidak pernah menyela Xie Xue ketika dia berbicara. “Aku tahu.”

“Tapi aku juga tahu hal lain tentang kakakmu, seperti dia menyuruhmu untuk menjauh dariku.”

Xie Xue tampak bingung, seolah-olah dia tidak tahu mengapa sikap He Yu tiba-tiba berubah dan tidak tahu bagaimana harus menanggapi kata-katanya.

He Yu sangat tenang, begitu tenang sehingga tampak mengganggu.

“Xie Xue, hanya ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu sekarang.”

“….”

“Selama bertahun-tahun, mendengar kakakmu memperingatkanmu tentang aku. Pernahkah kamu curiga di dalam hatimu bahwa aku mungkin sakit jiwa?”

“Aku–“

Tiba-tiba diajukan pertanyaan seperti itu, Xie Xue membeku sepenuhnya.

Apakah dia?

Apakah dia pernah?

Dalam hari-hari yang tak terhitung jumlahnya yang telah berlalu, apakah dia pernah merasakan sedikit keraguan karena kata-kata Xie Qingcheng?

Apakah dia pernah curiga, jauh di lubuk hatinya, alasan Xie Qingcheng tinggal di kediaman Keluarga He begitu lama dan terus-menerus menegurnya adalah karena He Yu seorang pasien?

Apakah dia benar-benar tidak curiga sama sekali?

“Aku….” Xie Xue adalah seseorang yang tidak tahu cara berbohong. Dia berhenti, ragu-ragu ketika dia memegang ponselnya dengan bingung, tidak bisa mengatakan apa-apa untuk waktu yang sangat lama. “Tapi… tapi bagaimana bisa kamu… bahkan jika kamu… tidak… tidak… kamu sangat luar biasa, kamu tidak mungkin….”

Bulu mata He Yu sedikit bergetar, turun seperti bulu tipis, dia tersenyum lembut.

Dia berkata. “Kamu benar, Aku tidak sakit jiwa.”

Seorang wanita menyalakan rokok dan mencoba memberikannya pada He Yu. He Yu mengambilnya, meliriknya, lalu tersenyum dan mengembalikannya padanya, menggelengkan kepalanya dengan sopan.

Dia tampak tenang di permukaan, tetapi ada kegelapan yang gila di matanya.

“Kalau begitu, He Yu, bisakah kamu–“

“Tidak.” He Yu berkata dengan lembut, “Xie Xue, Maafkan aku, aku tidak bisa.”

Ketika dia mengatakan ini, dia masih tersenyum, tetapi rasa sakit yang tumpul di hatinya sekali lagi menembus dadanya seperti membelah langit. Dia memainkan rambut wanita itu, ujung jarinya dingin.

“Aku punya beberapa urusan yang harus kuurus malam ini, jadi aku tidak bisa pergi.”

“….”

“Kenapa kamu tidak mencari orang lain untuk menemanimu.” Bibir He Yu terbuka. “Sejak awal kita tidak begitu dekat, bukankah begitu?”

Gadis di ujung telepon itu tercengang.

Sebelumnya dia belum pernah melihat sisi He Yu yang ini. Dia belum pernah mendengarnya berbicara dengan suara tanpa sedikitpun emosi, sementara suara itu terdengar begitu lembut dan halus.

Atau mungkin emosi yang terjalin di dalamnya terlalu dalam, amat sangat dalam.

Begitu dalam hingga itu benar-benar menghancurkan pemuda itu — He Yu yang dia kenal, He Yu yang dia tahu — benar-benar hancur tak bisa dikenali lagi.

He Yu tidak menunggu Xie Xue untuk terus berbicara; dia menutup telepon, dan tersenyum–

Dia benar sekali. Ternyata, dengan kehadiran Xie Qingcheng, semua upayanya di masa lalu benar-benar sia-sia. Dengan hadirnya Xie Qingcheng, dia dan Xie Xue tidak akan pernah bisa bersama.

Tidak — dari sudut pandang Xie Qingcheng, bukan hanya Xie Xue. Mungkin dia, He Yu, seharusnya tidak memiliki hubungan intim dengan siapa pun.

“Tuan Muda He, apalagi yang ingin kamu mainkan selanjutnya?” Melihat dia sudah menutup telepon, gadis tercantik yang menempel di sisinya yang paling dekat dengannya cemberut.

Ujung jarinya membelai tidak pantas di sepanjang pahanya.

He Yu meletakkan ponselnya dan menatapnya dengan jijik. Dengan lembut, dia berkata, “Singkirkan tanganmu dariku.”

“Aku tidak suka orang lain menyentuhku tanpa izin. Duduklah dengan benar, dan jangan melakukan trik apa pun. Jika tidak, aku akan memintamu pergi.”

Kelakuannya yang tidak menentu membuat gadis itu ketakutan. Seketika ruangan menjadi sunyi.

Yang lain juga mengikuti untuk duduk lebih tegak, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

He Yu mengabaikan mereka, minum sendiri, bahkan membuka tutup botol dari anggur Plum 592Memiliki kandungan alkohol 59% itu.

“Tuan Muda He, anggur ini…” Pemimpin kelompok itu mencoba mengingatkannya.

He Yu menjawab. “Aku tahu ini apa.”

Dia sangat sadar; dia baru saja membuka tutup botol anggur dan belum minum. Adapun jika atau kapan dia akan meminumnya, itu tergantung pada bagaimana perasaannya pada akhirnya.

Suasana menjadi tegang, para gadis tidak berani mengeluarkan suara, mereka duduk dengan kaku begitu lama sehingga kaki mereka yang memakai sepatu hak tinggi tujuh atau delapan inci menjadi sakit, tiba-tiba, terdengar suara keributan dari luar.

“Tuan, kamu tidak boleh masuk ke sana….”

“Tuan — Tuan—“

Tiba-tiba–

Pintu ke kamar pribadi dibuka dengan kasar.

He Yu melirik, dan dalam tatapannya yang sedingin es, Xie Qingcheng berdiri dengan kemeja putih berkancing dan celana panjang ramping.

Dia tidak mengangkat panggilan Xie Qingcheng, jadi Xie Qingcheng datang dengan menerobos masuk.

Manajer yang bertugas di dekat pintu memucat karena ketakutan. “Kamu… Apa penglihatanmu menjadi kabur! Bagaiamana bisa kamu membiarkan seseorang naik ke sini?”

Warna kulit penjaga yang membuntuti Xie Qingcheng juga berubah warna menjadi warna lilin, tapi sebelum dia sempat mengatakan apapun. He Yu berbicara dengan malas dari sofa. “… Lupakan.”

Suaranya membawa sedikit ejekan, cukup dingin untuk menembus tulang.

“Dia cukup tangguh, dan itu wajar jika kalian tidak bisa menghentikannya.”

“Karena dia sudah ada di sini, sebaiknya biarkan saja dia masuk.”

He Yu sedang berbicara kepada kedua penjaga itu tetapi matanya tetap menatap Xie Qingcheng tanpa berkedip.

Karena Xie Qingcheng bergegas ke sini, napasnya agak tidak teratur ketika dia terengah-engah melalui bibir yang sedikit terbuka. Beberapa helai terlepas dari rambutnya yang biasanya rapi, tumpah di matanya yang tajam dan berkobar seperti titik tinta merah yang jatuh ke air.

He Yu menatap mata itu untuk beberapa saat sebelum berbicara dengan ketenangan yang mengejutkan.

“Dokter Xie, silakan masuk.”

“Ah… ini….” Penjaga yang mencoba untuk menghentikan Xie Qingcheng sepanjang jalan masih belum menangkap perubahan keadaan yang tiba-tiba ini.

Namun, Manajer ini memiliki pandangan yang tajam dan bereaksi dengan cepat. Bagaimana mungkin dia tidak mengenali Xie Qingcheng? Internet telah menggilainya beberapa hari terakhir — dia telah mengalami insiden di Universitas Huzhou bersaman dengan He Yu. Dua tamu terhormat ini pasti memiliki perselisihan luar biasa di antara mereka, dan orang luar harus tinggal sejauh mungkin untuk menghindari tersapu badai yang akan datang.

Jadi, dia buru-buru menatap penjaga itu dengan tatapan penuh arti, dan mereka berdua dengan cepat mundur dari tempat kejadian, menutup pintu yang dibuka oleh Xie Qingcheng saat mereka pergi.

Di dalam ruangan, dua individu saling memandang, tak satu pun dari mereka berbicara sepatah kata pun.

Tapi begitu mata mereka bertemu, keduanya tahu bahwa mereka sama dengan yang lain—

Hanya beberapa hari sejak pertemuan terakhir mereka, tetapi pada saat ini, perspektif mereka telah berubah — posisi mereka telah terbalik, dan segalanya telah berubah.


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

He Yu… seorang perjaka yang pergi ke klub malam dan membeli setumpuk minuman dengan harga yang sangat mahal, namun dia marah ketika orang lain menyentuhnya sekali saja… Jiejie kecil itu hanya mengira kamu lucu dan ingin menyentuhnya, tidak ada yang lain….

Melihat adegan ini. Aku benar-benar ingin membuat perbandingan dengan gong-gong sebelumnya:

Kakak laki-lakinya: Ini hanya hiburan malam hari, tidak ada yang mengesankan.

Kakak keduanya: Hentikan itu!

He Yu: Itu tidak terlalu mengesankan. Aku ingin kamar pribadi terbaikmu, alkohol termahalmu, pelayan wanita tercantikmu… Bibi, menjauhlah dariku, jangan sentuh aku. Aku bisa menyentuhmu, tapi kamu tidak bisa menyentuhku.

Memang–

Perbedaan antara permaisuri yang marah dibuang ke istana yang dingin (Ran: ? Persetan!), seorang putri sopan yang dibuang ke istana yang dingin (Xi: ? Persetan!), dan nyonya permaisuri kekaisaran yang kaya (Yu: ? Hmph.)…

[Meatbun berterima kasih kepada pembaca sebelum jam 5 sore]


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Chu
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments