PenerjemahOnnaKaneshiro
Editor : Chu


Tentu saja, He Yu menolak untuk bertemu dengannya.

Seolah-olah dia bertekad untuk menghilang sepenuhnya dari kehidupan Xie Qingcheng — setiap pesan yang dikirim Xie Qingcheng kepadanya seperti menjatuhkan batu ke laut tanpa dasar.

Xie Qingcheng telah pergi ke rumah sakit, tetapi He Yu tidak terbiasa dengan kebisingan rumah sakit umum dan dengan cepat dipindahkan ke rumah sakit swasta di mana Xie Qingcheng mendapati dirinya dihentikan di depan pintu.

Belum lagi, beberapa hari berikutnya juga sangat kacau bagi Xie Qingcheng.

Xie Xue, Chen Man… para tetangga lama yang mengkhawatirkannya, rekan-rekannya, atasannya, segala macam orang mencari dia untuk menanyakan apa yang terjadi malam itu dan mengapa videonya diproyeksikan ke menara penyiaran oleh organisasi kriminal. Selain itu, dia juga dipanggil ke departemen kepolisian dari waktu ke waktu untuk diinterogasi lebih lanjut dan menyelesaikan prosedur yang diperlukan.

Dia tahu bahwa internet sudah ramai atas insiden ini, tapi itu tidak terlalu berpengaruh padanya, karena dia sama sekali tidak punya waktu untuk duduk dan memeriksa media sosial.

Secara alami, Xie Xue meneleponnya sangat lama, terisak sepanjang waktu. Dia bertanya di mana dia, ingin menemuinya. Tapi dia (Xqc) menolak gagasan itu secara langsung dan menolak untuk memberi tahu dia (Xie Xue) lokasinya.

Untungnya, Xie Xue belum pernah melihat foto adegan pembunuhan orang tua mereka. Demi melindungi dia (Xie Xue), Xie Qingcheng tidak pernah menggambarkan kematian orang tua mereka kepadanya secara rinci, karena dia tidak ingin Xie Xue seperti dirinya, terjerat oleh keputusasaan yang tak ada habisnya.

Xie Qingcheng berharap semakin sedikit yang Xie Xue ketahui, semakin baik.

Chen Man juga datang menemuinya.

Chen Man berbeda dari Xie Xue karena dia tahu semua fakta situasinya. Jadi, dia adalah orang pertama yang mampir ketika Xie Qingcheng masih menjalani investigasi putaran pertamanya.

Dia bukan bagian dari departemen Zheng Jingfeng dan sudah mengambil cuti untuk bergegas. Saat memasuki pintu, dia segera menarik Xie Qingcheng ke pelukannya. Meskipun menjadi orang yang impulsif, dia butuh waktu lama yang tak terduga untuk mengeluarkan beberapa kata yang teredam.

“Ge, apa kamu mencoba membuatku takut sampai mati.”

Xie Qingcheng memperhatikan janggut hitam yang menutupi rahangnya, sepertinya beberapa hari terakhir ini, anak ini bahkan tidak repot-repot merawat dirinya sendiri dengan benar. Menghela nafas, dia menepuk punggung Chen Man.

Kemudian, ketika penyelidikan berakhir. Chen Man sekali lagi datang untuk mengantar Xie Qingcheng pulang.

Hari itu, Xie Xue awalnya berencana untuk ikut juga, tapi karena tekanan terus-menerus yang dialaminya, dia merasa agak sakit. Jadi Xie Qingcheng memintanya mengambil cuti sakit dan kembali ke Gang Moyu di mana dia bisa beristirahat dengan baik di bawah asuhan Bibi Li.

Karena itu, dia dan Chen Man kembali ke asrama Sekolah Kedokteran Huzhou bersama-sama.

Asrama Universitas ditentukan berdasarkan senioritas. Misalnya, Akomodasi tempat tinggal Xie Qingcheng lebih luas daripada tempat tinggal Xie Xue. Tentu saja, bukan berarti asrama Xie Xue tidak dipenuhi dengan sampah sembarangan atau apartemen bujangan Xie Qingcheng pada dasarnya hanya empat dinding kosong, benar-benar dingin dan tanpa keceriaan.

“Ge, kamu harus istirahat dan berbaring sebentar. Aku akan membuatkanmu sesuatu untuk dimakan.”

Chen Man melangkah ke dapur.

Dia sudah beberapa kali ke asrama Xie Qingcheng dan sangat akrab dengan tempat itu.

Ketika suara tudung terdengar. Xie Qingcheng berbaring di sofa karena kelelahan.

Samar-samar, dia merasa bahwa skenario ini tampak agak familiar. Baru kemudian dia ingat: hari di mana dia memiliki reaksi alergi terhadap mangga dan demam. He Yu juga datang dan sibuk memasak dengan mengikuti resep di dapur.

Membuka buku alamat di ponselnya. Xie Qingcheng melewati tumpukan pesan yang belum dibaca hingga akhirnya mencapai nama He Yu.

Riwayat obrolan mereka masih terhenti pada pesan yang dia kirim untuk menanyakan kondisinya (He Yu).

He Yu masih belum membalasnya.

Setelah merenung sejenak. Xie Qingcheng mencari nomor telepon He Yu dari buku alamatnya dan memanggilnya sekali lagi.

Seperti yang diharapkan, setelah beberapa dering, sambungan terputus.

Xie Qingcheng menghela nafas pelan. Dia bahkan tidak tahu bagaimana membujuk wanita, apalagi membujuk seorang pemuda yang marah. Juga, remaja itu tak hanya marah saat ini, tapi juga terluka dan putus asa.

Tidak tahu harus berbuat apa, dia menekan tangan ke dahinya untuk waktu yang sangat lama. Kemudian, dia dengan lelah meletakkan ponselnya dan berbalik untuk masuk ke kamar mandi.

Ketika dia kembali keluar, sambil mengenakan jubah mandi setelah selesai mandi. Chen Man sedang meletakkan peralatan makan di meja ruang tamu.

“Ge, apa kamu mau….” Mendongak saat dia berbicara, kata-kata Chen Man tiba-tiba terhenti.

Dia melihat Xie Qingcheng mengenakan jubah mandi seputih salju, bersandar dengan lesu di bingkai jendela saat dia menyalakan rokok di antara bibirnya.

Rambut Xie Qingcheng masih meneteskan air, tapi dia tidak repot-repot untuk mengeringkannya. Tetesan air berkilauan mengandung hasrat tersembunyi yang tak terkatakan bergulir di lehernya, perlahan-lahan meleleh ke dalam bayangan di bawah kerah jubah mandinya.

Xie Qingcheng berada dalam kondisi mental yang buruk, jadi dia tidak terlalu memperhatikan penampilannya. Dia menyesap rokoknya, terbatuk pelan ketika berbalik untuk melihat Chen Man. “Apa yang baru saja kamu katakan?”

“Oh, aku bilang….” Wajah Chen Man memerah. Tetapi sayangnya, antara kondisi mental Xie Qingcheng yang mengerikan dan pencahayaan ruangan yang redup, dia tidak menyadarinya.

“Aku bilang, apa kamu mau cuka? Aku memasak beberapa pangsit.”

Xie Qingcheng berkata dengan linglung. “… Apa saja boleh.”

Chen Man melesat kembali ke dapur, berbalik begitu cepat hingga hampir tersandung kabel listrik.

Sementara itu, Xie Qingcheng terus bersandar di jendela dan menghabiskan rokoknya. Kemudian, setelah mempertimbangkan beberapa saat, dia masih mengirimi He Yu pesan lain.

“Tentang masalah di gedung arsip, aku ingin mengucapkan terima kasih.”

Serpihan abu rokok melayang di udara, terbawa angin seperti ubur-ubur laut yang melayang lembut di air.

Xie Qingcheng menatap ke layar ponselnya dalam diam untuk sementara waktu, lalu menambahkan:

“Aku tidak mempertimbangkan semuanya dengan benar, maafkan aku.”

Dia tahu bahwa apa yang ingin He Yu dengar belum tentu dua kalimat ini.

He Yu sangat terluka dengan hal-hal yang dia katakan dalam video itu.

Tetapi Xie Qingcheng tidak tahu bagaimana dia harus menjelaskan tentang dirinya sendiri. Dia tidak mau, tapi terlebih lagi, dia sendiri tidak bisa menjelaskan.

“Ge, pangsit sudah siap, cepat dan makan.”

Mematikan layar ponselnya. Xie Qingcheng berjalan ke meja makan.

Pangsit yang dimasak Chen Man telah dibungkus dan dikirim oleh Bibi Li. Dengan kulit tipis dan sedikit isian yang sehat, mereka diisi dengan rebung musim semi dan daging babi yang dilelehkan dengan sup segar.

Chen Man telah mengambil pangsit dan menyajikan sup di mangkuk terpisah agar makanan lebih cepat dingin. Kelelahan dan kelaparan, Xie Qingcheng menghabiskan sekitar tiga puluh pangsit sekaligus.

Baru sekarang Chen Man berkata pelan. “Xie-ge, kamu harus berhenti melakukan hal-hal seperti ini di masa depan.”

“Apa kamu ingat bagaimana kamu menasihatiku ketika kakakku meninggal?”

“Kamu mengatakan padaku bahwa tidak peduli betapa sedihnya aku, tidak mungkin aku bisa mengubah masa lalu. Bahwa jika aku ingin terus hidup, maka cepat atau lambat, aku harus menarik diriku kembali.”

“….”

“Kamu juga berbicara denganku tentang apa yang terjadi pada ibu dan ayahmu. Saat itu, aku terlalu muda dan selalu lambat dalam menyerap, jadi aku bertanya padamu kenapa kamu tidak terus mengejar jejak. Kamu mengatakan bahwa mendapatkan jawaban sangat penting, tetapi ada kalanya seseorang tidak bisa tetap terjebak dalam lumpur demi sebuah jawaban.”

“Kamu sangat ingin tahu alasan sebenarnya di balik kematian orang tuamu, ingin tahu identitas pembunuh yang mengatur pembunuhan mereka… Tapi jika kamu mempertaruhkan semuanya untuk usaha ini, kamu tidak akan punya apa-apa untuk menghidupi keluargamu. Kamu masih punya saudara perempuan, kamu masih punya ….”

Xie Qingcheng berkata. “Xie Xue sudah dewasa.”

“….”

“Jika ini sepuluh tahun yang lalu. Aku akan menolak. Aku tidak akan menuntut kebenaran. Karena biaya untuk mendapatkannya mungkin sesuatu yang tidak mampu aku bayar.”

“Tapi sekarang, Xie Xue sudah dewasa, dan aku tidak punya istri atau anak untuk dibesarkan. Aku telah egois selama sembilan belas tahun, dan sekarang akhirnya aku tidak memiliki keterikatan yang perlu dikhawatirkan lagi, aku tidak bisa mengabaikannya ketika petunjuk pembunuhan orang tuaku ada di depan mata.”

Chen Man jarang sekali menaikkan nada suaranya di depan Xie Qingcheng, tetapi ketika dia mendengar ini, dia tidak bisa menahan diri lagi.

“Ge, apa yang kamu bicarakan? Kamu mengatakan jika kamu mati sekarang, itu tidak masalah, kan? Karena kamu sudah berhasil membesarkan adikmu dan melihat kami menjadi mandiri, kamu berpikir bahwa jika kamu mati, itu tidak akan menjadi sesuatu yang tidak dapat kami terima, kan?! –Xie-ge, kamu… bagaimana kamu bisa mengatakan itu?”

Suaranya bergetar.

“Bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu?”

“….”

Chen Man tiba-tiba merasa bahwa Xie Qingcheng benar-benar terlalu menakutkan. Dia bisa membuat rencana yang memperhitungkan keselamatan semua orang di sekelilingnya, tetapi dia sama sekali tidak memperhitungkan hidupnya sendiri.

Ketika Xie Qingcheng mempertimbangkan apakah dia mampu untuk mati, kondisi yang menjadi dasar keputusannya bukanlah “Apakah aku ingin hidup” melainkan “Jika aku mati sekarang, bisakah orang-orang yang aku rawat bertahan hidup secara mandiri.”

Dalam menghadapi bahaya yang sangat besar, dia bahkan merusak diri sendiri.

“Kamu pikir selama kamu membuat pengaturan yang tepat untuk semua orang, maka kematianmu sendiri tidak masalah, kan?”

Xie Qingcheng menghela napas dan mengeluarkan sebatang rokok. “Bukan itu maksudku—”

“Kamu tidak boleh merokok lagi.”

Chen Man berdiri dan mengarahkan tangannya ke bawah, menyambar rokok, korek api, dan kotak rokok bersama-sama dengan wajah pucat. Lalu, dia membuangnya ke tempat sampah, tepat di depan wajah Xie Qingcheng.

Xie Qingcheng tidak berdiri. Dia duduk di kursi, dan tidak lama kemudian dia berkata, “Chen Man, aku tidak berpikir hidupku tidak penting.”

“Lalu, apa artinya ini?”

“Itu tidak berarti apa-apa, tetapi semua hal dalam hidup, ada urutan dalam hal prioritas. Untukku, membesarkan Xie Xue dulunya adalah hal paling penting sebelum mencari kebenaran. Tapi sekarang, aku telah menyelesaikan tugas ini, dan tidak ada lagi yang harus aku khawatirkan. Pada saat itu, mencari kebenaran sangat penting.”

Matanya merah, Chen Man berkata, “Tapi hidupmu juga sangat penting.”

“….”

“Bagiku, itu tidak lebih penting daripada kebenaran.”

Xie Qingcheng berkata, “Kamu seorang polisi.”

Chen Man berkata, “Tapi aku juga Chen Man.”

“….”

Untuk waktu yang lama, tidak ada seorang pun di dalam ruangan yang berbicara; hanya jam di dinding yang terus berdetak.

Pada akhirnya, Xie Qingcheng yang tidak tahan melihat Chen Man seperti ini. Dia menghela napas dan mengganti topik pembicaraan. “Duduk. Makanlah bersamaku.”

“….”

“Jangan membuat masalah lagi, duduk!”

Bagi Xie Qingcheng, untuk mengatakan ini sudah merupakan konsesi.

Meskipun Chen Man sangat enggan untuk menyerah, aura Xie Qingcheng terlalu kuat; dia tidak pernah punya kekuatan untuk menolaknya terlalu lama.

Setelah dengan gigih menolak selama beberapa detik lagi, dia hanya bisa perlahan duduk di bawah tatapan tajam Xie Qingcheng dan mengambil sumpitnya, bahkan air mata menetes ke dalam supnya sepanjang sisa aktivitas makannya.

….

Sebuah vila di suatu tempat di perkotaan.

“Apa?! Maksudmu He Yu memiliki racun darah?” Lu Zhishu ternganga pada orang di depannya dengan takjub, baru berhasil mencerna informasi setelah berusaha keras, “Eksekutif Duan, tentu saja kamu bercanda …”

Duan-laoban membalik halaman korannya. “Eksekutif Lu seharusnya senang memiliki putra seperti ini.”

Lu Zhishu menyeret kuku merah dari tangannya yang gemuk ke rambutnya, matanya dipenuhi dengan keterkejutan. Hanya setelah bergumam pada dirinya sendiri untuk beberapa saat, dia menoleh dan berkata kepada pria di depannya. “Sebagai… sebagai Nomor Empat, organisasi telah lama menilai dia sebagai barang cacat tanpa kemampuan. Beberapa tahun terakhir ini, aku membesarkannya seperti pasien biasa; aku tidak pernah berpikir bahwa dia akan memiliki kemampuan yang berhubungan dengan penyakit, juga … tidak ada di antara kalian yang menganggapnya berharga sebagai subjek penelitian potensial ….”

Duan-laoban tersenyum, “Itu cukup jelas, manusia bisa membuat kesalahan.”

“….”

“Dalam penyelidikan terhadap pasien yang melarikan diri dari Rumah Sakit Jiwa Cheng Kang, ditemukan bahwa He Yu dan Xie Qingcheng kembali ke gedung yang terbakar. Setelah mereka masuk kembali, sejumlah besar pasien diselamatkan dengan kecepatan yang luar biasa cepat. Mereka mengatakan pada polisi karena beberapa pintu tidak memiliki gembok dan hanya digembok dari luar — penjelasan ini mungkin bisa meyakinkan polisi, tapi itu tidak cukup untuk meyakinkan kamu atau aku.”

Duan-laoban menyesap teh pu’er yang diseduh dengan kuat dan berkata dengan lesu kepada Lu Zhishu. “Namun, Eksekutif Lu tidak perlu khawatir — karena He Yu adalah putramu, dia salah satu dari kita.”

Mata Lu Zhishu kehilangan fokus saat dia menggelengkan kepalanya. “Tidak, dengan kepribadiannya, aku khawatir dia tidak akan…”

“Hati seseorang terbuat dari daging, dan darah lebih kental dari air. Bahkan jika itu belum terjadi, cepat atau lambat, dia akan berdiri di pihak kita. Putra macam apa yang tidak mematuhi ibunya?” Duan-laoban memberinya senyuman yang tidak sampai ke matanya.

Lu Zhishu: ……”

Teh pu’er tua terasa manis dan kaya di lidah. Duan-laoban menyesapnya lagi.

Lu Zhishu berkata, “Eksekutif Duan, dalam hal ini, aku benar-benar tidak bisa menjamin apa pun padamu. Jika dia benar-benar memiliki racun darah, dia tidak pernah menyebutkannya pada kita sebelumnya….”

Eksekutif Duan tertawa terbahak-bahak.

“Eksekutif Lu, mungkinkah alasannya karena kamu terlalu bias? Bahkan aku tahu bahwa kamu dan Lao He tidak menghabiskan banyak waktu dengan putra sulungmu — tentu saja dia akan menjauh dari kalian berdua. Tapi setelah apa yang terjadi dengan menara penyiaran, aku pikir dia mungkin bukan orang yang acuh tak acuh — bahwa Dokter Xie yang kamu pekerjakan untuknya, yang hanya menemaninya untuk waktu yang singkat dan menunjukkan sedikit rasa hormat padanya, namun itu sudah cukup baginya untuk melakukan sejauh itu, untuk orang Xie itu….”

Saat mendengar hal ini, Lu Zhishu tiba-tiba menjadi marah.

“Jika peluru itu benar-benar mengenainya di suatu tempat yang vital, maka….”

“Bukankah kamu juga memiliki He Li? Tentunya He Li lebih penting bagimu?”

“….”

Terhibur. Duan-laoban memeriksa wajah Lu Zhishu — itu seperti milkshake yang belum di campur secara merata, ditutupi dengan bercak-bercak warna terang.

“Di masa depan, kamu dan Lao He harus ingat untuk menyimpan beberapa pengabdian orang tua untuk putra sulungmu — He Li adalah anak normal, aku tahu kamu menyukainya. Tapi sekarang He Yu memiliki racun darah, tidak ada yang lebih baik jika dia mendengarkan kita tanpa syarat. Kita akan terhindar dari banyak masalah jika kita tidak perlu memaksanya.” Duan-laoban menuangkan sedikit cairan merah dari teko untuk dirinya sendiri dan berkata dengan lembut, “Kamu dapat mengambil waktumu untuk melakukan ini, Eksekutif Lu, Roma tidak dibangun dalam sehari. Beri dia lebih banyak perhatian sedikit demi sedikit, dan cepat atau lambat, dia akan memaafkan caramu mengabaikannya sebelumnya. Tidak perlu terburu-buru.”

Kali ini, dia juga menuangkan teh untuk Lu Zhishu, menunjuknya dengan gerakan tangannya.

“Teh pu’er yang dibawa Xiao-Shen dari Yunnan kali ini benar-benar enak, Eksekutif Lu harus mencobanya.”

“….”

Melihat bahwa Lu Zhishu membeku di tempatnya, sorot mata Eksekutif Duan sedikit menajam. “Oh kamu — kamu sangat pandai selama ini. Itulah kenapa kamu mampu menipu Lao He selama bertahun-tahun — kemampuan aktingmu tidak lebih buruk dari para idola kecil yang dimiliki oleh Eksekutif Huang. Tetapi ketika berbicara tentang akting, ada kemungkinan untuk terlalu banyak berinvestasi secara emosional atau mengacaukan dialogmu. Eksekutif Lu, apa kamu mengerti apa yang ku maksud?”

Lu Zhishu terhuyung-huyung di tempatnya berdiri, seolah-olah kata-katanya menusuk kakinya.

Eksekutif Duan tersenyum. “Kita sudah lama menjadi kolaborator. Aku memahamimu lebih baik daripada Lao He. Tentang hal-hal dari masa lalumu, Eksekutif Lu, selama kamu cukup kooperatif, aku akan selalu membantumu menyembunyikan dari He Jiwei — tidak perlu khawatir. Silahkan duduk.”

Dia mendorong cangkir teh lebih dekat ke Lu Zhishu.

“Cobalah, kupikir kamu suka teh?”

Akhirnya, Lu Zhishu duduk perlahan di sofa di seberangnya. Dia ragu-ragu menyentuh tepi cangkir dengan jari-jarinya, yang menjadi dingin karena ketakutan. Baru setelah dia menyesuaikan diri dengan kehangatan, dia mengangkat cangkir dan menyesapnya.

Dia menelan tehnya, taninnya terasa pahit di lidahnya.

Lu Zhishu memaksakan wajahnya untuk tersenyum. “Ini sangat enak.”

Eksekutif Duan melihat ekspresi tidak pasti di wajahnya dan berkata dengan lembut. “Eksekutif Lu, berikan upaya terbaikmu — dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk memenangkan hati seseorang. Tapi tidak perlu merasa terlalu tertekan — putramu yang terhormat baru berusia sembilan belas tahun. Diferensiasi penyakit Ebola Psikologis menjadi lebih jelas seiring berjalannya waktu, jadi biarkan dia berlatih sendiri secara perlahan terlebih dahulu: jangan taruh kartumu di atas meja sampai nanti. Aku percaya pada saat itu, dia akan bersedia menjadi salah satu anggota kita.”

Lu Zhishu berkata, “Lalu… bagaimana rencanamu untuk melatihnya?”

“Mari kita tunggu dan lihat.” Eksekutif Duan berkata dengan suara santai, seolah dia sedang memainkan permainan yang sangat menarik, “Kita akan melakukannya selangkah demi selangkah. Sejak awal dia adalah kejutan yang tidak terduga, jadi kupikir kita mungkin tidak perlu merencanakan terlalu jauh dengannya. Ditambah lagi, dia pasti sangat terluka oleh Dokter Xie-nya baru-baru ini. Ketika orang muda menerima kejutan, mereka harus dibiarkan menyesuaikan diri dengan itu — kita akan membiarkan dia untuk saat ini.”

Berbicara demikian, dia mencondongkan tubuh ke depan untuk menuangkan air lagi, bersiap untuk menambahkan lebih banyak daun teh.

“Banyak yang harus kita lakukan juga. Video pembunuhan kali ini seharusnya mengintimidasi tikus yang perlu diintimidasi. Kita harus terus mengawasi Cheng Kang dan Universitas Huzhou dan menyelesaikan semuanya dengan bersih. Kita telah melemparkan tulang ke anjing-anjing itu, jadi kita harus memastikan mereka menggerogotinya sampai habis. Karena kita sudah membawa mereka ke kambing hitam di luar negeri, kita perlu memastikan bahwa anjing-anjing itu tidak mengendus-endus di sekitar sini.”

Setelah selesai berbicara. Eksekutif Duan menyeduh teh lagi untuk dirinya sendiri dengan perasaan puas. “Bersikaplah lebih baik pada He Yu, tapi ingat bahwa itu harus terlihat alami — jika He Jiwei mengetahui ada sesuatu yang tidak beres, orang yang akan menderita kerugian akan selalu menjadi dirimu.”

Lu Zhishu melihat bayangan wajahnya yang lembek dan tak berbentuk yang tercermin di secangkir teh. Setelah beberapa saat, dia bergumam, “…Baiklah, aku mengerti.”


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Teater mini:

Xie Xue: Terima kasih kepada pemain kami hari ini. Nama-nama mereka adalah sebagai berikut.

Xiao-Xue, yang hanya muncul di panggilan telepon.

Xie-ge, yang tidak ingin hidup.

Eksekutif Lu, sampah yang tidak berharga dan jelek.

Eksekutif Duan, sampah tidak berharga tapi cukup tampan.

Nona Kecil He, yang terlalu kesal untuk menjawab telepon.

Nona Kecil Chen, yang sangat cemas tetapi tidak berani melawan Xie-ge.

Xie Xue, setelah membacakan daftar nama: “Siapa dua orang terakhir ini…? Oh… Aku mengerti sekarang… Nona Kecil Chen, jadilah sedikit lebih berani — ketika waktunya tepat, belajarlah dari keberanian Nona Kecil He dan tutup telepon saat pria itu memanggilmu. Keluarkan amarahmu, itulah yang dilakukan oleh semua wanita cantik di drama era Republik….”

[Meatbun berterima kasih kepada pembaca sebelum jam 5 sore-]

Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Chu
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments