PenerjemahOnnaKaneshiro
Editor : Chu


Video apa?

Tampaknya ada hubungannya dengan Xie Qingcheng.

He Yu melirik tanpa ekspresi pada kode yang bergulir dengan cepat. Lawannya akan membutuhkan waktu untuk mengejarnya, tapi itu tidak akan berlangsung lama. Siapa yang tahu jika video ini dikirim untuk mengganggu konsentrasinya?

Menutup jendela obrolan, dia mengesampingkan masalah tersebut. Dia tidak terganggu.

Namun, sesaat kemudian, pesan kedua melompat keluar seperti roh yang tersisa, yang tidak menyerah untuk melanjutkan.

“Edward, aku tahu kamu menderita gangguan psikologis yang langka. Saat kamu menyerang firewall kami, kami juga melihat file-mu.”

Tangan He Yu berhenti.

Meskipun kondisinya dirahasiakan, salinan rekam medisnya disimpan di rumah sakit dan dokter pribadinya. Keterampilan peretasan organisasi ini cukup maju sehingga dengan petunjuk tertentu, tidak mustahil bagi mereka untuk menentukan identitas aslinya (He Yu) dan mendapatkan catatan penting dalam waktu singkat.

Segera setelahnya, lawannya mengirimkan pesan ketiga.

“Xie Qingcheng membohongimu dan memanfaatkanmu — apa kamu tidak penasaran dengan dia yang tiba-tiba berhenti menjadi dokter?”

“….”

Sebuah pesan keempat.

“Berhentilah bekerja keras untuknya, kenapa kamu tidak lihat video ini?”

Pop-up video muncul lagi, mengejarnya tanpa henti seperti ular berbisa.

Tekad He Yu tidak selemah itu, jadi tetap saja, dia tidak mengkliknya.

Tetapi taring ular berbisa itu benar-benar tenggelam ke dalam dagingnya, menyebabkan dia ragu untuk sepersekian detik.

Jika lawannya ingin dengan cepat menghancurkan penghalang mentalnya, mereka harus sangat cerdik dengan titik masuk serangan mereka.

Harus dikatakan bahwa informasi yang dikirimkan oleh peretas lawan kepadanya memang telah menjadi duri di pihaknya untuk waktu yang sangat lama.

___

Kenapa Xie Qingcheng pergi?

Dia bersikeras dengan keras kepala untuk pergi — bahkan ketika dia telah mengesampingkan harga dirinya dan memintanya dengan sangat menyedihkan untuk tinggal, Xie Qingcheng masih berkata, Ayahmu adalah orang yang membayarku.

Kamu tidak mampu mempekerjakanku.

He Yu tidak bisa melupakan apa yang dia rasakan saat itu.

Sepanjang hidupnya, dia hanya memiliki dua orang yang dekat dengannya. Salah satunya adalah Xie Qingcheng, dan yang lainnya adalah Xie Xue. Tapi hari itu, malam itu, keduanya menjadi ilusi yang mungkin juga tidak pernah ada sama sekali….

Dia telah berusaha sangat keras untuk hidup — untuk hidup seperti orang normal, selalu menolak untuk tunduk pada iblis dalam dirinya — dia telah mencoba selama tujuh tahun penuh.

Pada saat itu, dia sebenarnya telah hancur berantakan di dalam.

Namun pada akhirnya, dia tidak pernah benar-benar membenci Xie Qingcheng. He Yu sudah terbiasa dengan kesepian, dan juga terbiasa memahami segala macam orang. Kemudian, dia memahami pilihan Xie Qingcheng.

Bagaimanapun, itu tidak lebih dari hubungan dokter-pasien yang sederhana.

Itu tidak lebih dari pekerjaan yang dibayar.

Karena mereka bukan keluarga atau teman, Xie Qingcheng sepenuhnya berhak untuk pergi kapan saja. Dan sebelum dia pergi, Xie Qingcheng tidak menipunya atau berbohong padanya; dia telah menjelaskan alasannya dengan sangat jelas.

Tidak ada alasan baginya untuk membencinya.

Memang benar dia tidak bisa melupakan kepergian Xie Qingcheng yang tiba-tiba, tapi–

Kemudian, dia pikir — setidaknya orang ini pernah datang kepadanya, dan memberinya pasal-pasal keyakinan yang jelas sehingga dia memiliki keberanian untuk hidup dengan layak. Setidaknya orang ini pernah mengatakan padanya, pasien dengan penyakit mental perlu membangun kembali jembatan mereka ke masyarakat dan tidak boleh diisolasi, bahwa dia bukan kelainan dalam masyarakat.

He Yu pikir dia harus memahami dan memaafkannya, hanya untuk ini saja.

Xie Qingcheng selalu bisa meyakinkan orang lain, dan mendapatkan pengertian dan pengampunan mereka.

Sama seperti dalam percakapan Xie Qingcheng dengan Lu Yuzhu barusan — He Yu telah menangkap beberapa bagian — Xie Qingcheng selalu menjadi pembicara yang baik, dan setelah bertahun-tahun, dia masih bisa memenangkan hati orang melalui retorikanya dan menggerakkan hati mereka dengan emosi.

Memikirkan ini, He Yu melirik ekspresi Lu Yuzhu. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa Lu Yuzhu telah tergerak. Bahkan jika dia telah tenggelam terlalu dalam ke dalam kotoran, bahkan jika pada akhirnya percakapan singkat ini tidak dapat menahan penderitaan lebih dari satu dekade–

Dia benar-benar tergerak.

Xie Qingcheng berusaha meyakinkan Lu Yuzhu untuk mengetahui kebenaran di balik kematian orang tuanya, dan kemudian bagaimana dia bertindak terhadap dirinya sendiri?

Apakah dia benar-benar jujur dan tanpa tipu daya apa pun?

He Yu tidak mengklik video itu, tetapi pada akhirnya, tatapannya agak mengembara, mendarat di Xie Qingcheng yang sedang menghadapi Lu Yuzhu.

Dan justru pada saat kurangnya perhatian inilah perintah lawan tiba-tiba menyusul. Pada saat He Yu menyadari apa yang terjadi, mereka telah menembus firewall pertahanannya!

Bip-bip-bip-

Hitungan mundur menuju peledakan dilanjutkan, dan mulai berkembang lebih cepat. Teknisi musuh telah mempercepat interval antara setiap detik pada timer lima menit ke nilai terkecilnya — ledakan itu tidak lagi disetel selama lima menit, tetapi hanya satu menit sepuluh detik.

He Yu tersentak kembali ke akal sehatnya dan mengutuk di dalam hatinya. Ini benar-benar bukan waktu untuk memikirkan hal-hal semacam ini.

Dia dengan cepat memfokuskan kembali perhatiannya, mengetik perintah secara paksa untuk menutup gangguan dari video. Lapisan keringat halus menghiasi dahinya yang halus saat kelopak mata almond menatap tajam ke layar, jari-jarinya bergerak secepat gambaran hantu, begitu cepat gerakan mereka hingga seolah kabur.

Sementara itu, di sisi lain, Lu Yuzhu yakin itu adalah dia.

Orang yang tampak muda ini adalah orang yang menggunakan ponselnya untuk mengganggu sinyal kendali jarak jauh organisasi. Kalau begitu, orang terpenting di sini bukanlah Xie Qingcheng, melainkan pemuda ini.

Dia berjalan mendekat, pelan dan tidak mencolok. Meskipun matanya terkunci pada sosok Xie Qingcheng, seolah-olah dia sedang menghadapinya, pada kenyataannya, dia mengikuti He Yu dalam penglihatan tepinya.

Saat dia perlahan-lahan bergerak semakin dekat, dia membuka kunci pengaman di pistol. Ada sebelas peluru di dalamnya.

He Yu dengan cepat mengetikkan serangkaian perintah dan menekan konfirmasi.

Kilatan cahaya merah.

Dicegat!!

Hitungan mundur yang hiruk pikuk itu dikekang sekali lagi.

He Yu menghela nafas lega dan mengangkat kepalanya. Tepat ketika dia akan memberi Xie Qingcheng tanda “OK”, kelopak matanya tiba-tiba berkedut. Indera keenam membuatnya merasakan sensasi menusuk di bagian belakang lehernya, dan dia memutar kepalanya–

Pada saat yang sama Lu Yuzhu mengeluarkan pistolnya dari belakang, mengarahkannya ke He Yu, dan menarik pelatuknya!!

Bang!!

Sebuah peluru keluar dari laras. Rekoil1 dari pistol membuat lengan Lu Yuzhu mati rasa, dan dia terhuyung mundur beberapa langkah. Tembakannya terlalu melebar dan akhirnya mengenai lemari yang penuh dengan bahan arsip. Seluruh bagian depan kabinet runtuh akibat benturan, peluru menghancurkan kaca jendela, yang terbelah seperti jaring laba-laba sebelum meledak berkeping-keping.

“He Yu!!”

Xie Qingcheng segera bergegas maju!

Meskipun dijegal oleh Xie Qingcheng dan dijepit ke lantai, Lu Yuzhu masih tidak melepaskan cengkeramannya pada pistol, meronta dan berteriak pada Xie Qingcheng saat mereka bergumul. Dan meskipun Xie Qingcheng dalam bahaya tertembak kapan saja dengan dadanya ditekan begitu dekat ke moncong pistol, dia tidak melepaskannya.

“Menyingkir!” Dia berteriak padanya, rambutnya acak-acakan dan matanya melotot karena marah. Moncong hitam pistol di arahkan ke dada Xie Qingcheng, tetapi untuk beberapa alasan, dia tidak menembak. “Atau aku juga akan mengambil nyawamu!”

“Kamu bisa mengambil nyawaku, Lu Yuzhu, tapi kamu tidak boleh menyerangnya — kamu tidak boleh menyerang seorang anak.”

Xie Qingcheng menjepitnya dengan kuat saat dia berbicara dengan gigi terkatup.

Kata-kata ini sangat lembut dan diucapkan kepada Lu Yuzhu dengan suara rendah selama kekacauan, sayangnya, di sela-sela ratapan panik Lu Yuzhu, He Yu tidak mendengarnya.

Lu Yuzhu mengeluarkan raungan kemarahan yang tidak manusiawi.

Hatinya telah dibebaskan dari hambatannya, suara tembakan pertama telah membunuh keraguan dan belas kasih yang tersisa. Apapun alasan dan kehangatan yang pernah dimiliki oleh Lu Yuzhu mulai memudar dengan cepat.

Perlahan-lahan, dia kehilangan pandangan dari mata ibu yang berlinang air mata di langit. Bagaimanapun, dia adalah seorang wanita yang telah ditinggalkan oleh anaknya.

Dia telah ditinggalkan….

Adegan dari masa lalu melintas di depan matanya.

Dukungan dari penduduk desa, kebahagiaan saat dia menjabat–

“Lu Yuzhu luar biasa! Dia mahasiswa pascasarjana wanita pertama di daerah kami! Dia lulus dari universitas terkemuka dan kembali untuk bekerja sebagai sekretaris — sekertaris wanita pertama pada saat itu! Sangat mengesankan! Pastikan melakukan hal-hal hebat untuk daerah kami!”

“Sekretaris Lu, terima kasih telah membantu memperbaiki jalan di desa kami dan membangun Sekolah Dasar Harapan. Setelah mengulur-ulur waktu selama bertahun-tahun, mereka tidak mau melakukannya.”

“Sekretaris Lu, terima kasih. Jika bukan karena kamu, ibuku akan memaksaku untuk menikah … Aku masih ingin belajar … Terima kasih telah membantuku, dan mengizinkanku melanjutkan studi … Terima kasih, sungguh, Terima kasih….”[efn­­­_note]Diucapkan dalam dialek utara.[/efn_note]

“Sekretaris Lu, kenapa kamu tidak menerima hadiah ucapan terima kasih dari kami? Begitu banyak sekretaris yang datang dan pergi, tetapi tidak satu pun dari mereka yang seperti kamu, menganggap serius kehidupan kami penduduk desa dan membantu kami begitu banyak….”

“Terima kasih.”

Terima kasih….

Tiba-tiba, seperti guntur dari langit yang cerah, dia jatuh dari ketinggian di awan ke dalam jurang.

“Lu Yuzhu, seseorang telah melaporkanmu! Seseorang melaporkanmu atas tuduhan penggelapan dan penyuapan. Silakan ikut kami ke kantor polisi.”

“Yuzhu….”

“Ma…ma…ma…ma….”

Di dasar jurang, sepertinya ada seorang anak yang menangis tersedu-sedu, menangis tidak jelas. Anak itu mengulurkan tangan ke arahnya dan menatapnya dengan air mata di matanya.

Terus-menerus menangis, “Ma…ma…”

Ketika dia kembali beberapa tahun kemudian, gadis yang telah mengulurkan tangan berdiri dengan takut-takut di belakang wanita lain, takut untuk mendekatinya.

“S-siapa kamu…?”

Siapa kamu?

Lu Yuzhu berpikir, siapa aku?

Di ruang pencuci piring hotel yang kotor, berdiri di tengah di antara tumpukan taplak meja dan peralatan meja yang kotor–

“Lu Yuzhu, cepat. Bukankah kamu berasal dari pedesaan? Ini hanya pekerjaan kecil, kenapa kamu sangat lambat?”

“Kamu tahu, dia adalah mahasiswa pascasarjana.”

“Hah? Seorang mahasiswa pascasarjana mencuci piring?”

“Aku pikir dia mempelajari sesuatu yang cukup trendi, keamanan informasi komputer… Aneh sekali. Lalu kenapa?”

“Lu Yuzhu, HRD meninjau kembali filemu. Kamu mantan narapidana! Kamu tidak bisa menyembunyikan hal seperti ini saat melamar pekerjaan. Kamu harus pergi. Aku akan melunasi gajimu untuk bulan ini, tapi besok tidak perlu masuk kerja.”

Di ruang pijat musky, di antara wajah pria yang tidak dikenalnya–

“Kecantikan kecil ini sebenarnya terlihat agak malu.”

“Pelacur! Bukankah kamu hanya menjual dirimu sendiri? Berbicara begitu banyak omong kosong meskipun aku sudah membayarmu! Fakta bahwa aku menyukaimu sudah lebih dari pantas yang kamu dapatkan! Beraninya kamu menggigitku–!!”

Menampar wajah!

Satu tamparan diikuti oleh tamparan lainnya.

Dengan keras, diam-diam, nyata, tidak nyata, dari kegelapan, dari segala arah — semua tamparan ini mengenai wajahnya.

Berlutut, dia menangis sambil mencakar-cakar tanah sampai tangannya berlumuran darah, seolah ingin menggali sedikit cahaya dan kebenaran untuk ditunjukkan kepada mereka.

Dia sudah melakukan sesuatu yang salah.

Dia sudah melakukan sesuatu yang salah, dia sudah menerima uang… tapi uang itu hanya cukup untuk membeli seekor babi, peraturannya tidak tertulis di desa, dan dia bahkan tidak menerimanya secara pribadi. Dia bahkan tidak tahu….

Kenapa dia harus menjadi seperti ini, keluarganya berantakan, dan dia sendirian tanpa tempat untuk pergi.

Kenapa….

Dia tidak bisa membela diri bahkan jika dia memiliki seratus mulut, karena semuanya dihapuskan oleh penilaian yang tidak bisa dia hindari.

Dia berharap untuk menemukan seseorang yang bisa dia percaya, yang bisa membawa harapannya. Tetapi dia menunggu dan menunggu, sampai hatinya mengering, tetapi yang datang hanyalah kekecewaan demi kekecewaan.

“Nama belakangku Duan. Namamu Lu Yuzhu, kan? Kamu memiliki gelar sarjana.”

Tiba-tiba, ada percikan api.

Itu adalah suar dari pemantik api pelanggan pria.

Pria itu ada di sini hanya untuk menghilangkan kebosanannya, untuk melihat sesuatu yang baru, hanya bermain-main dengan beberapa teman. Dia tidak punya niat untuk benar-benar memuaskan keinginannya dan tidak tertarik pada wanita di tempat-tempat murah ini. Dia menganggapnya menarik, jadi di tengah-tengah bintik-bintik cahaya, dia perlahan menghembuskan asap dari rokoknya.

“Kamu banyak belajar.” Dia melemparkan pemantik api ke meja teh dan menatapnya. “Kenapa kamu melakukan pekerjaan semacam ini?”

“….”

Mungkin karena tatapan pria itu terlalu tenang, tanpa rasa jijik yang bercampur — bahkan fokus dan sungguh-sungguh, memiliki minat yang tulus ingin memahaminya.

Pada saat itu, sebuah pukulan berat tiba-tiba menghantam dinding bagian dalam hati Lu Yuzhu yang runtuh.

Dia menahannya selama beberapa detik, atau mungkin selusin detik, tapi pada akhirnya, dia tidak tahan lagi. Berlutut, dia menutupi wajahnya dan mulai terisak-isak, tepat di depan pelanggan itu…

Seolah-olah tangisan dan keputusasaannya dari masa lalu sekarang muncul kembali di depan matanya saat Lu Yuzhu menggeram pada Xie Qingcheng:

“Jangan mencoba menghentikanku untuk melindunginya.”

Potensi tersembunyi manusia benar-benar menakutkan. Siapa yang tahu di mana dia menemukan kekuatannya, tapi dia berhasil menarik lengan yang dipegang oleh Xie Qingcheng dan mengarahkannya ke He Yu, yang berdiri di samping.

He Yu tidak lari. Sebaliknya, ketika dia menyadari bahwa Xie Qingcheng dalam bahaya, dia datang untuk membantu temannya. Di masa lalu, Lu Yuzhu mungkin akan mengagumi pria muda seperti ini.

Tapi–

Pergelangan tangannya terangkat, inci demi inci, berputar, berbalik… dan membidik dengan susah payah pada He Yu, saat dia mencengkeram pistolnya, dan — menarik — pelatuknya–!!

Bang!!!

Suara memekakkan telinga yang menggetarkan tulang!

Tembakan pertamanya meleset dari sasaran, mata Lu Yuzhu sudah merah karena haus darah, wajah dan ekspresinya hancur berkeping-keping. Pembuluh darah di dahinya muncul dengan keras saat dia memamerkan giginya, terlihat seperti binatang buas dalam wujud manusia. Xie Qingcheng mendorongnya ke lantai, namun dia menolak untuk melepaskannya, menyemprotkan peluru ke arah He Yu seolah dia sudah gila–

Bang-bang-bang-bang-bang!!!

Mengabaikan bahayanya sendiri, Xie Qingcheng masih menolak untuk melepaskan meskipun begitu dekat dengan serangan tembakan, tetapi Lu Yuzhu meledak dengan kekuatan seseorang yang membuat pendirian terakhir mereka sebelum kematian yang akan segera terjadi, dan dengan kerangka waktu yang begitu singkat dan dalam keadaan yang kacau balau, tidak mungkin baginya untuk segera merebut senjatanya.

Lu Yuzhu tidak menyia-nyiakan satu peluru pun pada Xie Qingcheng, melepaskan serangkaian tembakan ke arah He Yu, yang mencegahnya meledakkan arsip.

Bang-bang-bang!!!

Tiba-tiba, bunyi gedebuk.

Mata Xie Qingcheng membelalak saat dia memutar kepalanya, pupil matanya menyusut —

“He Yu!!!”

Pada akhirnya, pemuda itu masih terluka. Karena dia menolak untuk pergi, bahkan sampai saat ini, dia tidak meninggalkan Xie Qingcheng dan tidak melarikan diri, dia telah tertembak.

Mencengkeram bahunya dengan tangan, He Yu bersandar ke dinding di sisinya. Dia mengenakan pakaian serba hitam, jadi awalnya, ketika darah mengalir dari lukanya, itu tidak terlalu jelas. Saat merah berubah menjadi hitam, di bawah lampu redup, bahkan darah segarpun tidak begitu cerah.

Bagaimanapun…

Ketika dia mengangkat tangan yang menutupi luka tembak dengan jari-jarinya yang dingin dan pucat, jari-jari itu terlepas diikuti semburan darah. Merah tua mengalir di atas kulitnya yang pucat, pemandangan yang mengerikan.

Seolah-olah penglihatan Xie Qingcheng sendiri telah diwarnai merah.

Melihat bahwa dia telah menembaknya, Lu Yuzhu terengah-engah di mana dia masih ditekan ke lantai oleh Xie Qingcheng. Melihat darah yang mengucur dari luka He Yu, dia tiba-tiba melemparkan kepalanya ke belakang dan mulai tertawa. Tawa itu menyedihkan dan menakutkan, suara yang memekakkan telinga. Saat dia tertawa dan tertawa, air mata mulai mengalir di pipinya, dan ke rambutnya yang acak-acakan.

“Hahahaha hahaha….”

Genggamannya mengendur dan pistolnya jatuh ke tanah.

Melihat ini, Xie Qingcheng melompat berdiri dan langsung berlari menuju He Yu. He Yu mencoba mengangkat ponselnya lagi dengan lengan yang terluka, ingin menyelesaikan memasukkan perintah terakhirnya, tetapi meskipun dua kali mencoba, tangannya gemetar terlalu keras, dan ponselnya jatuh ke lantai, layarnya sudah berlumuran darah.

“He Yu, kamu….”

“…Aku baik-baik saja. Kita harus pergi, Xie Qingcheng.”

Mata He Yu tajam dan dingin saat dia menatap wajah Lu Yuzhu, kulitnya pucat pasi saat keringat menetes dari dahinya, tapi dia berbicara kepada Xie Qingcheng.

“Kamu tidak akan bisa mendapatkan apa pun darinya. Orang ini sudah tenggelam terlalu dalam.”

“Aku tahu kamu akan menyesal melewatkan kesempatanmu dengan saksi ini, tetapi jika kita tidak pergi sekarang, semuanya akan terlambat.”

Seolah-olah untuk mengkonfirmasi kata-katanya, begitu He Yu tidak bisa lagi memasukkan kode, teknisi lainnya dengan cepat menerobos firewall-nya dan kembali mendapatkan kendali atas detonator.

He Yu mengerutkan alisnya.

Dia tidak takut cedera, dan baginya, darah adalah hal yang sangat biasa-biasa saja. Yang membuatnya khawatir adalah tangannya yang terluka tidak bisa lagi menggenggam apa pun.

Semuanya sudah tidak terkendali.

“Ayo pergi.”

“276… 275… 274…”

Hitungan mundur berlalu, sekali lagi dipercepat. Mendukung He Yu, Xie Qingcheng menoleh, menggunakan mata bunga persik merah itu untuk melihat wanita yang terbaring di tengah jaringan kabel peledak.

Seperti ngengat yang terjerat jaring laba-laba, Lu Yuzhu sesekali tertawa terbahak-bahak, tetapi wajahnya dipenuhi air mata.

Dia mengangkat tangannya untuk menutupi matanya. Bagian atas wajahnya menangis, namun bagian bawah wajahnya masih tertawa gila.

Xie Qingcheng memejamkan matanya. Saat dia berbalik, dia merasa seolah-olah dia sedang bergerak dalam gerakan lambat–

Seolah-olah dia sedang memalingkan muka dari tubuh dingin orang tuanya sejak sembilan belas tahun yang lalu.

Pistol Lu Yuzhu masih memiliki satu peluru terakhir di dalamnya!!

Saat dia terisak dan tertawa serta kehilangan akal sehatnya, dia mendengar mereka pergi dan secara naluriah mengambil pistol yang baru saja dia buang, mengarahkannya ke mereka….

“Menunduk!!”

Dengan perhatian penuh Xie Qingcheng pada luka-luka He Yu dan punggungnya berbalik sepenuhnya dari Lu Yuzhu, kali ini, He Yu-lah yang pertama kali menyadarinya.

Bang lain!!!

Siapa yang tahu apa yang dipikirkan He Yu, atau mungkin dia tidak berpikir sama sekali, dan itu hanya naluri naga jahat yang melindungi gerombolannya. Dia segera mendorong Xie Qingcheng ke bawah! Dan dengan demikian, peluru terakhir itu sekali lagi mengenai lengan yang sudah terluka–

Hanya berjarak sedikit di atas luka tembak pertama.

Kali ini, tubuh He Yu kejang kesakitan dan lemas dalam pelukan Xie Qingcheng, darahnya memercik tepat di depan wajah Xie Qingcheng.

Kepala Xie Qingcheng berdenyut-denyut. Dia adalah seorang dokter, tetapi pada saat ini, dia benar-benar tidak mampu menangani semburan darah ini….

“Kenapa kamu..!!”

He Yu tidak bersuara, mata hitamnya menatap lukanya dengan ketakutan, seolah-olah dia sendiri juga berpikir, kenapa aku melakukan ini?

Ya….

Kenapa….

Penghitung waktu masih menghitung mundur, dengan panik Xie Qingcheng tidak bisa membuang waktu lagi. Menopang He Yu, dia meraih bocah yang terluka itu dan berlari menyusuri koridor….

Darah He Yu terasa panas saat mengalir di sepanjang bahunya. Xie Qingcheng terus berlari, dia berhenti memikirkan apa yang telah terjadi di masa lalu, berhenti memikirkan bagaimana dia telah kehilangan saksi hidup yang terakhir ini.

Memegang He Yu dengan erat saat dia berlari, dia berkata kepadanya, “Semuanya akan baik-baik saja, aku akan mengeluarkanmu dari sini.”

“… Jangan khawatir… Aku tidak takut dengan hal-hal ini, Xie Qingcheng.” Suara He Yu melayang pelan dari sampingnya, menyusuri lorong yang bergema dengan langkah mereka yang goyah, dan masuk ke aula utama.

He Yu masih sangat tenang.

“Aku tidak takut akan kematian atau darah, aku juga tidak peduli dengan rasa sakit — ingat?”

“….”

“Itu mungkin karena aku tidak takut mati sehingga aku melakukan itu sekarang.”

Warna mulai memudar dari bibir He Yu. Dia berkata:

“Tidak apa-apa.”

Namun Xie Qingcheng mulai peduli; dia mulai merasakan sakit.

Xie Qingcheng memeluknya dengan erat. Karena He Yu telah kehilangan begitu banyak darah dengan begitu cepat, wajahnya menjadi sangat pucat.

Dia masih kecil — dia baru berusia sembilan belas tahun.

Seorang anak normal masih akan meminta uang saku kepada orang tuanya, bermain game dengan riang, membaca buku dengan santai, merasakan vitalitasnya berkembang di dalam dirinya tanpa khawatir, menantikan masa depan dengan prospek yang tak terbatas.

Tapi bagaimana dengan He Yu?

Dia sangat tahu bahwa hanya ada kegelapan di depan matanya; di depannya, hanya ada tiga pasien Ebola Psikologis yang sudah lama meninggal yang meliriknya, mengatakan kepadanya bahwa seluruh hidupnya akan menjadi malam yang panjang tanpa fajar, jalan buntu tanpa jalan keluar.

Tapi tetap saja, dia menggertakkan giginya dan berjuang untuk merangkak menuju masa depan yang mungkin masih memiliki sedikit harapan.

Masa kanak-kanak, kepolosan, tawa, bebas dari rasa khawatir.

Semua kata-kata ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan He Yu.

Dia baru berusia sembilan belas tahun … tidak peduli seberapa mengesankan atau mampu dia, pada akhirnya, dia masih anak-anak.

Pada saat ini, Xie Qingcheng akhirnya tersadar dari kekacauan yang disebabkan oleh keinginan untuk membalas dendam atas orang tuanya. Dia akhirnya menyadari mengapa sebelumnya dia merasa ada sesuatu yang tidak pantas —

Dia seharusnya tidak menyeret He Yu ke dalam ini.

Mengapa dia melakukan hal semacam ini?

Siapa He Yu baginya?

Bocah ini sudah bekerja cukup keras. Dia hanya benar-benar memberinya perhatian paling mendasar sebagai dokter pribadinya. Tapi…Betapa berharganya anak ini mempertaruhkan nyawanya untuk melompat ke neraka bersamanya?

Tangan yang Xie Qingcheng gunakan untuk menutupi luka He Yu sedikit bergetar.

Dia belum pernah merasakan banyak kesedihan terhadap He Yu sebelumnya — paling banyak, itu adalah rasa tanggung jawab, perhatian, dan belas kasihan. Tetapi pada saat ini, seolah darah hangat pemuda itu mengalir di sepanjang kulitnya, di sepanjang tulang punggungnya, menembus ke dalam jantungnya dan memotong ke kedalaman sumsumnya.

Memang….

Mereka hanya memiliki hubungan dokter-pasien, hubungan pekerjaan yang sangat jelas. Baginya, dapat dikatakan bahwa dia seharusnya memberi perhatian khusus pada He Yu karena utang pribadi, serta karakteristik unik dari Ebola Psikologis sebagai penyakit. Namun, itu tidak berlaku untuk He Yu.

He Yu tidak berhutang apapun padanya. Ketika dia melihat Xie Qingcheng, seharusnya tidak dengan emosi apa pun selain yang seharusnya diperlihatkan untuk dokter.

Namun He Yu masih datang bersamanya.

Hanya karena Xie Qingcheng berkata, aku ingin tahu kebenaran di balik kematian orang tuaku.

Dia sangat ingin menemukan pembunuhnya.

Tapi itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan He Yu …

Saat Xie Qingcheng berlari menuju pintu keluar dengan He Yu, dengan erat menutupi luka di bahu He Yu dengan tangannya, dia berkata dengan suara serak, “Aku akan segera membawamu ke rumah sakit, jangan banyak bicara.”

He Yu sangat pendiam.

Kemudian, setelah hening beberapa saat, pemuda ini tertawa pelan dan berkata, “Aku benar-benar baik-baik saja. Namun—”

“Namun, aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu. Dokter Xie.”

“….”

Napasnya tepat di sebelah telinga Xie Qingcheng.

Itu sangat panas, namun itu juga tampak membawa sedikit rasa dingin.

“Aku benar-benar ingin tahu, saat itu, kenapa kamu tiba-tiba menolak untuk melanjutkan menjadi dokterku? Apa itu benar-benar sesederhana kontrakmu akan berakhir?”

“….”

“Kenapa… tidak peduli bagaimana aku mencoba untuk menahanmu, kamu masih menolakku?”

“….”

“Sudah tujuh tahun, Xie Qingcheng, ayahku bahkan memberitahuku bahwa niat baik ada di antara orang-orang, terpisah dari pekerjaan. Hari ini… hari ini aku benar-benar ingin bertanya padamu.” Dia masih berdarah, tapi He Yu tidak repot-repot melihat. Sebaliknya, di malam yang menakutkan tanpa akhir, mata hitamnya hanya menatap Xie Qingcheng tanpa berkedip.

Sorot matanya persis sama dengan anak laki-laki bertahun-tahun yang lalu, yang tiba-tiba menjadi kekanak-kanakan dalam ketidakberdayaannya, begitu kekanak-kanakan sehingga dia mencoba menggunakan uang sakunya untuk meyakinkannya (xqc) agar tetap tinggal.

Untuk anak laki-laki itu, tidak peduli seberapa besar toleransi rasa sakitnya, atau seberapa mati rasa pikirannya, setelah menderita dua luka tembak ini, dia akan tetap terluka.

Suara He Yu sangat lembut. Mungkin karena mereka berlari terlalu cepat, itu bahkan terdengar agak serak. “Xie Qingcheng .. pada waktu itu, apa kamu benar-benar tidak merasakan sedikitpun belas kasihan padaku?”


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Maaf He Yu, aku tidak merencanakannya seperti ini atau apa, tapi kebetulan sekali — bagaimana kamu bisa tertembak di Festival Pertengahan Musim Gugur2ya… hiks….

Hari ini festival Pertengahan Musim Gugur, jadi aku akan memberi kalian teater mini introspektif yang semoga tidak merusak suasana keseluruhan dari bab-bab klimaks ini~

Kiat kecil tentang perasaan terdalam He Yu:

He Yu adalah salah satu dari anak laki-laki dengan orientasi seksual paling biasa yang ditemui di antara semua orang — anak laki-laki seperti ini biasanya tidak akan berpikir bahwa mereka memiliki kecenderungan untuk menyukai seseorang dengan jenis kelamin yang sama. Jika dia sangat menyukai anak laki-laki seusianya, dia akan menganggap ini sebagai persahabatan; jika itu adalah pria yang jauh lebih tua darinya, itu adalah penguakuan, persetujuan dengan cara berpikirnya (pria lebih tua). Tidak ada jejak katalis atau mengubah ini menjadi sesuatu yang lebih; dia tidak akan menuju ke arah cinta.

Tetapi karena kita telah mencapai bab ini, kita dapat mengatakan bahwa hanya ada dua orang yang dekat dan disayangi di hatinya saat itu — satu adalah Xie Xue, dan yang lainnya adalah Xie Qingcheng. Jadi wajar saja, He Yu menyukai Xie Xue, karena dia “normal”, dan Xie Xue adalah lawan jenis. Seorang anak laki-laki dengan orientasi seksual yang normal tentu saja akan menyukai lawan jenis. Ini adalah pilihan dan logika pria lurus. Ini adalah gagasan yang sudah terbentuk sebelumnya.

Dia memilih untuk menyukai Xie Xue dan memilih untuk bersaing dengan Xie Qingcheng. Itu karena dia mengikuti konvensi masyarakat — untuk tertarik pada lawan jenis, dan bersaing dengan sesama jenis. Sejak awal, dia menggunakan dua sudut pandang yang berbeda ketika mengenai Xie Qingcheng, yang merupakan jenis kelamin yang sama, dan Xie Xue, yang merupakan lawan jenis.

Sebagai pria lurus, dia tidak pernah memikirkan, jika Xie Qingcheng adalah seorang wanita yang karena itu dia bisa menyukai secara spontan, atau bahkan jika dia adalah seorang wanita yang tiga belas tahun lebih tua darinya–

Lalu, di antara dua orang yang pernah paling dekat dengannya ini, siapa yang akan lebih dia sukai….

Hari ini aku memasang preview dari beberapa plot bab selanjutnya di Weibo dan Instagram sebagai hadiah Pertengahan Musim Gugur”.

Weibo: 肉乎乎大魔王 [Tautan berupa postingan, jadi klik profil untuk mengikuti Meatbun.]

Instagram: hongguangpark


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

 

KONTRIBUTOR

Chu

Footnotes

  1. Tolak balik atau Rekoil adalah hentakan yang disebabkan oleh senjata api ketika ditembakkan.
  2. Festival Pertengahan Musim Gugur adalah zhongqiu (中秋), “tertembak” adalah zhongqiang (中枪).
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments