Penerjemah : OnnaKaneshiro
Editor : Chu


Setelah insiden dengan materi pembelajaran, He Yu menjelaskan dirinya kepada Xie Qingcheng berkali-kali.

Tetapi selain terlalu kebapakan, Xie Qingcheng juga seorang profesor. Di mana dia bisa melupakan kenakalan di masa lalu, namun dia tidak bisa melupakan masalah ini sama sekali, jadi untuk waktu yang lama Xie Qingcheng sangat enggan untuk berbicara dengannya.

Membantu He Yu menyesuaikan kondisi mentalnya adalah satu hal, tetapi He Yu memprovokasi dia adalah hal lain. Ladang ranjau Xie Qingcheng telah diinjak, jadi tidak mungkin baginya untuk tidak menunjukkan sedikit pun giginya.

Keadilan tidak buta, kesempatan baginya untuk menunjukkan giginya datang dengan sangat cepat.

Pada hari ini, Xie Xue menelepon Xie Qingcheng.

“Oh, Ge, Universitas Huzhou dan Sekolah Kedokteran Huzhou sedang merayakan seratus tahun berdirinya mereka, kau dengar?”

“Apa itu?”

“Oh, salah satu agendanya adalah kedua Universitas kita berkolaborasi dalam pembuatan film. Bukan jenis yang ditayangkan, itu akan diposting di situs web universitas, dan mereka akan mengatur sebagai tontonan perayaan.”

Melihat kakaknya tidak memotongnya, Xie Xue melanjutkan ocehannya. “Meskipun itu hanya bagian dari latihan yang difilmkan untuk bersenang-senang, karena ini adalah peringatan seratus tahun Universitas Huzhou dan Sekolah Kedokteran Huzhou, admin menganggapnya cukup serius dan menyediakan banyak dana. Mereka ingin kami para dosen untuk mengatur syuting dengan mahasiswa di jurusan yang sesuai. Aku pikir ini adalah kesempatan yang sangat langka, jadi aku sudah mulai serius mengerjakan naskahnya. Bisakah kamu datang dan bertindak sebagai konsultan medis?”

Meskipun Xie Qingcheng tidak tertarik dengan masalah ini, karena itu adalah permintaan Xie Xue, dia tetap berkata, “Kirimkan aku proposal, aku akan melihatnya.”

“Oooh baiklah! Tentu saja! Kamu harus mendukungku!”

Segera setelah dia menutup telepon, Xie Xue mengiriminya file untuk proposal yang direncanakan. Staf dan mahasiswa Universitas Huzhou sudah memiliki gambaran kasar tentang arah umum film tersebut. Karena merupakan kerjasama dengan Sekolah Kedokteran tetangga, maka judul kerja proyek film ulang tahun ini dalam rancangan-rancangan mereka adalah The Many Faces of Malady1, sebuah serial antologi tentang pengalaman berbagai pasien yang sakit serta kelompok terpinggirkan lainnya.

Xie Qingcheng sedang minum kopi hitam di kantornya. Setelah membaca sekilas file ini, dia menemukan bahwa proyek tersebut membutuhkan sangat banyak aktor. Xie Xue telah mencatat peran yang dilakukan mahasiswa secara sukarela, tetapi masih ada selusin bagian yang belum ditugaskan.

Biasanya, mahasiswa cenderung lebih tertarik pada peran yang melibatkan banyak keaktifan dan kegembiraan. Jadi, peran yang tidak diklaim mungkin adalah jenis yang tidak terlalu menyenangkan.

Dia melihat-lihat, dan itu seperti yang diharapkan.

Dalam peran yang tidak diminati oleh siapa pun, beberapa adalah pekerja perawat yang harus berurusan dengan pispot2 pasien, beberapa adalah wanita hamil yang mengalami gejala fisik yang kuat, dan beberapa bahkan homoseksual yang harus melakukan interaksi intim dengan pasangan adegan mereka.

Mengingat sikap Universitas Huzhou, bahkan jika ini adalah film latihan, selama Universitas yang mengurus syutingnya, mereka akan meminta mahasiswa untuk memerankannya secara nyata. Ini berarti bahwa mereka yang bertindak sebagai perawat harus benar-benar menyentuh pispot, mereka yang bertindak sebagai wanita hamil harus benar-benar muntah, dan mereka yang bertindak sebagai homoseksual harus mencium dan memeluk secara nyata. Ditambah, ini untuk peringatan seratus tahun berdirinya kedua Universitas, jadi harus lebih ketat.

Jika tidak ada yang mengajukan diri untuk peran sulit ini, pada akhirnya, mereka semua akan ditunjuk secara paksa.

Setelah dengan hati-hati melihat rencananya, Xie Qingcheng tiba-tiba teringat apa yang telah dilakukan He Yu pada materi pembelajarannya dan mau tak mau menyipitkan matanya… Setelah merenung sejenak, dia mengangkat ponselnya dan menelepon Xie Xue kembali.

“Aku sudah selesai membaca emailmu.”

Dia bersandar di kursi kantornya, memutar penanya saat dia berbicara dengan santai.

“Aku bisa bertindak sebagai konsultan medis, tapi aku punya satu permintaan.”

“Permintaan apa? Ge, beri tahu aku!”

Profil karakter dari peran gay yang akan ditampilkan di layar tercermin dalam mata bunga persik Xie Qingcheng.

Dia menyapu pandangannya dengan acuh tak acuh pada deretan teks yang menempati seluruh slide powerpoint. “Aku pikir ada peran di sini yang harus dicoba He Yu.”

Xie Xue menemukan cara Xie Qingcheng “membawa orang bergabung dalam grup” benar-benar agak membingungkan, He Yu adalah seorang mahasiswa yang bukan berasal dari jurusan drama, meskipun dia profesional dan sangat tampan, juga dia sudah pernah bergabung dalam drama kecil untuk menggantikan aktor sebelumnya.

Dan meskipun orang ini sedang mempelajari penulisan naskah dan penyutradaraan saat ini, masih menjadi misteri sisi kamera mana yang akan dia kerjakan di masa depan.

Xie Xue berpikir itu mungkin karena kakak laki-lakinya dan He Yu bergaul dengan baik. Lagipula, He Yu adalah seorang anak yang dia (xqc) lihat saat tumbuh dewasa, mungkin dia ingin memberi anak itu kesempatan untuk melatih dirinya sendiri. Karena itu, dia dengan senang hati menyetujui permintaan Xie Qingcheng.

Sebagai sukarelawan yang dipilih secara pribadi oleh para guru, He Yu tidak mudah untuk menolak, jadi beberapa hari kemudian setelah meninggalkan sesi belajar mandiri malamnya, He Yu muncul di hadapan kru latihan dari seri antologi The Many Faces of Malady.

Dia akan berakting dalam The Malady of Love3, sebuah film pendek yang mencerminkan kenyataan hidup pria gay saat ini.

Ketika Xie Qingcheng tiba, He Yu sedang berlatih dengan aktor utama lainnya.

He Yu adalah mahasiswa baru dan dia bukan jurusan drama. Dia biasanya tidak perlu menghadiri pemanasan awal, dan dia tidak perlu mengambil banyak kelas akting. Dikarenakan dia pernah memainkan karakter pria kelima dalam produksi kecil yang rendahan itu, karakter itu telah beresonansi dengannya secara pribadi, jadi memainkannya menjadi mudah. Tapi sekarang dia telah mendapatkan karakter homoseksual untuk dimainkan, itu adalah siksaan yang serius.

Xie Qingcheng bersandar lagi ke dinding di samping dan menonton selama beberapa saat — Dibandingkan dengan keterampilan akting yang dia lihat terakhir kali ketika dia mengunjungi lokasi syuting di Hangshi, kemampuan akting He Yu secara praktis telah menurun seperti jurang.

Sebenarnya, tidak, mengatakan itu adalah penyelaman ke dalam tebing akan lebih sopan — akan lebih akurat untuk mengatakan bahwa itu penurunan seperti Lembah Great Rift (Keretakan besar) di Afrika Timur.

Apa yang dia lakukan? Naskahnya menggambarkan kencan pribadi yang rahasia dan manis antara pemeran utama pria dan kekasihnya — keduanya harus menunjukkan cinta dan keinginan yang muda dan tidak berpengalaman. Tetapi setelah Xie Qingcheng menonton untuk waktu yang lama, dia tidak melihat sedikit pun cinta dalam penampilan He Yu. Bahkan keterampilan akting AI4 akan lebih baik.

“Seberapa besar kamu mencintaiku? Apa yang akan kamu berikan untukku?” Mahasiswa laki-laki yang bertindak sebagai pasangannya cukup berbakat, menuangkan emosi ke dalam penampilannya saat dia menanyai He Yu dengan tangan melingkar di lehernya.

He Yu berkata dengan lembut, “Aku sangat mencintaimu, aku bisa memberikan segalanya jika kamu mau.”

“Kalau begitu lihat mataku.”

“….”

Di adegan berikutnya, seharusnya He Yu menatap mata cinta pertamanya untuk waktu yang lama dan kemudian, dengan gairah yang tiba-tiba, kehilangan kendali dan membungkuk untuk mencium yang lain.

Namun, saat He Yu menatap mahasiswa di hadapannya untuk sementara waktu, ekspresinya berubah sangat tidak menyenangkan, seolah-olah yang lain lebih seperti musuh bebuyutan yang telah membunuh ayahnya daripada cinta pertamanya.

“Ge, cium aku.” Mahasiswa itu memeluk lehernya. Karena mereka hanya berlatih, mereka tidak perlu terlalu khawatir tentang kontinuitas, jadi melihat bagaimana He Yu masih diam, dia mengayunkan tangannya sedikit dan berbicara dengan suara lembut.

Akan baik-baik bagi He Yu jika saja dia (mahasiswa) tidak menggunakan nada lembut itu, tetapi begitu dia melembutkan suaranya, He Yu benar-benar tidak tahan lagi dan mendorongnya pergi. Wajahnya pucat saat dia bertanya kepada sutradara, “Maaf, bisakah kita menggunakan bidikan miring5?”

Orang yang bertanggung jawab atas film pendek ini adalah Xueba mahasiswi pascasarjana tahun kedua di jurusan penyutradaraan, Xuejie yang sangat keras kepala dan keren. Dia menggelengkan kepalanya tanpa ampun. “Kamu mungkin bisa menegosiasikan ini dengan orang lain, tapi tidak denganku. Aku sudah mengatakannya dengan jelas ketika aku menyatakan persyaratan untuk aktorku, aku tidak pernah menggunakan bidikan miring.”

He Yu: “….”

“Lagipula, kita hanya berlatih sekarang, jadi kamu tidak perlu menciumnya secara nyata.” Sutradara xuejie menoleh ke mahasiswa laki-laki sekali lagi dan berkata, “Dan kamu, jangan berlebihan. Kamu harus membiarkan He Yu mengatasi hambatan mentalnya, oke? Lagipula, dia bukan kamu. Kamu adalah homo terkenal di Universitas sementara dia adalah pria lurus yang terkenal di Universitas.”

Siswa laki-laki kecil itu sebenarnya cukup senang disebut sebagai homo. Dia berbeda dari rekan-rekan tertutupnya (sesama homo) yang bersembunyi, tapi dia agak terlalu ekstrim, berpikir bahwa semua orang harus menerima kaum LGBT dan mereka yang tidak menerima, seharusnya dikuburkan bersama Janda Permaisuri Cixi dalam katakombe6 sejarah sebagai bidat.

He Yu adalah orang yang relatif terkendali, jadi meskipun dia homofobia, dia tidak mengungkapkannya secara terbuka. Jadi, dengan berpegang rasa percaya bahwa dia (He Yu) adalah tipe yang bisa ditekuk dengan paksa, pemuda itu bertindak dengan antusiasme yang benar-benar meluap.

Jadi, dengan Xie Qingcheng menggertak He Yu dengan sengaja memaksanya ke dalam peran ini, itu secara efektif memukulnya (He Yu) tepat di tempat yang menyakitkan. Melihat bagaimana He Yu terlihat seolah sedang mabuk perjalanan dan bagaimana wajahnya begitu hijau hingga menyaingi buah prem musim panas yang tergantung di cabang, Xie Qingcheng akhirnya merasakan ketenangan–

He Yu dulunya sangat mudah dirawat ketika dia masih muda, tetapi sejak reuni mereka, ambisi dan fisik He Yu terus berusaha untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Dia tidak lagi menahannya dalam hal apa pun dan bahkan berani menantangnya.

Baru sekarang, ketika Xie Qingcheng menyaksikan bagaimana dia (He Yu) menjadi tidak berdaya dalam menghadapi krisis, dia mencibir dan dia (Xqc) akhirnya ingat bagaimana perasaan yang pernah menghancurkannya di masa lalu.

Saat dia memikirkan ini, bahkan wajahnya yang dingin dan serius dengan ciri-cirinya yang tajam tidak bisa membantu tetapi sedikit melunak.

Itu benar-benar sangat lucu.

“Oh, Profesor Xie.” Sutradara melihat konsultan medis untuk The Many Faces of Malady. Kebetulan ada jeda istirahat, jadi, untuk memberi He Yu waktu untuk menyesuaikan pola pikirnya, dia memulai percakapan dengan Qingcheng.

“He Yu benar-benar tidak bagus, aktingnya terlalu buruk.”

“Apakah begitu….”

“Ah, kenapa kamu tidak berbicara dengannya? Katakan padanya bahwa orang gay sama persis dengan orang biasa, jadi sebenarnya tidak ada perbedaan dalam hal cinta. Lihat saja cara dia bertindak, dia seperti zombie, aku benar-benar tidak tahan….”

Menyalakan sebatang rokok, Xie Qingcheng berkata, “Kalau begitu, panggil dia.”

Saat dia berbicara, dia berjalan ke belakang melewati tirai tebal panggung ruang latihan untuk menunggu, karena dia menemukan area di depan terlalu berisik.

Setelah beberapa saat, He Yu yang berwajah pucat menyingkap kain gantung dan berjalan melewatinya, tirai merah beludru yang mengambang menutup di belakangnya. Dengan tirai yang menyembunyikan mereka dari pandangan, tidak ada orang lain di sana. Saat masuk, dia segera mendorong Xie Qingcheng ke dinding dengan keras7. Kekuatan yang digunakan sangat keras, menyebabkan abu berjatuhan dari rokok Xie Qingcheng saat dia mendapati dirinya terjepit erat ke permukaan dinding yang sedingin es.

“Xie Qingcheng, apa kamu ingin aku menghancurkanmu?”

Xie Qingcheng juga sangat tinggi, jadi meskipun dia dijepit oleh He Yu, dia tidak tampak lemah sama sekali.

Dia memandang He Yu dari atas ke bawah dengan mata bunga persik yang apatis itu, “Bukankah aku sudah mengatakan kalau kamu harus tetap tenang dalam situasi apa pun.”

“….”

Ejekan lembut dengan aroma tembakau melayang di antara napas mereka. Xie Qingcheng berkata dengan suara rendah, “Apa kamu tidak mengerti?”

“….”

“Lepaskan aku.”

Beberapa detik kemudian, menyadari bahwa dia tidak dapat mencekiknya (xqc) sampai mati, He Yu mendorong Xie Qingcheng pergi dengan dorongan yang kejam.

“Kamu membuatku memainkan peran ini meskipun kamu tahu bahwa aku membenci homoseksualitas.”

“Lalu?” Xie Qingcheng mengangkat tangannya, memasukkan rokoknya ke dalam mulutnya, dari sudut ini, He Yu samar-samar bisa melihat gigi putihnya yang halus, “Jika dalam keadaan seperti ini saja kamu tidak dapat mengendalikan emosimu, lalu apa lagi yang bisa aku katakan.”

“Apa yang kamu lakukan disebut menyalahgunakan kekuatanmu untuk membalas dendam.”

Senyum Xie Qingcheng agak mengejek, “Jika memang seperti itu… Apa yang bisa kamu lakukan padaku?”

“….”

“Pergi dan mainkan peranmu dengan benar.” Xie Qingcheng mengangkat tangan dan meluruskan kerah He Yu. Dalam kegelapan tirai tebal, dia memandang dengan tenang ke arah pemuda yang telah dia siksa dalam kesengsaraan.

“Aku punya harapan tinggi padamu.”

“– He Yu, kembali ke sini! Kita akan mulai!” Sutradara berteriak dari luar.

He Yu menatap Xie Qingcheng untuk sementara waktu.

“Tunggu saja.”

Dengan ceroboh, Xie Qingcheng berkata, “Lanjutkan, kalau begitu.”

He Yu berjalan kembali dengan ekspresi gelap di wajahnya.

Latihan kembali dilanjutkan.

Kali ini, itu bahkan lebih buruk. Sebelumnya, He Yu seolah seperti mabuk perjalanan, sekarang, dia sepertinya sudah mabuk laut, jenis mabuk yang sangat parah. Semakin mahasiswa laki-laki itu menempel padanya dan mencoba menyeretnya lebih dalam ke dalam tindakan, semakin keras dia menolak. Itu benar-benar seperti kasus mendorong kepala lembu ke dalam air ketika menolak untuk minum.

Selanjutnya, He Yu berlatih adegan dengan mahasiswa laki-laki itu beberapa kali lagi, tetapi penampilan He Yu benar-benar terlalu buruk. Setiap dialog, setiap gerakan dan gerakan penggambarannya dipenuhi dengan lebih dari selusin kesalahan, tidak ada satu pun pengambilan yang berjalan mulus.

Sekali lagi, sutradara Xuejie yang keren berteriak, “Cut!” Sambil menggulung naskah, dia mengutuk He Yu, “Leluhurku tersayang! Apa kamu robot? Bisakah kamu sedikit mengendurkan lengan dan kakimu?! Dan berhenti bertingkah seolah-olah kamu akan diserang dengan kejam, oke? Kamu mencintai dia! Kamu sangat mencintainya! Dia cinta pertamamu, kamu baru lima belas tahun, kamu sangat polos, sangat kurang ajar dan terburu nafsu. Kamu berpikir bahwa kamu memiliki masa depan yang indah di depanmu dan dengan hati yang penuh dengan keberanian, kamu siap untuk menghadapi keseluruhan masyarakat. Apa kamu memahami perasaan semacam ini atau tidak? Da-ge! Ini kelima kalinya! Bisakah kamu menaruh hati di dalamnya?!”

Juga karena He Yu memiliki temperamen yang sangat baik di depan publik, kepribadian anti-sosialnya yang seperti itu tidak pernah terungkap ke permukaan sehingga semua orang menganggapnya sebagai siswa teladan dan dengan demikian berani membicarakan kelemahannya seperti ini.

Tetapi pada saat yang sama, He Yu tidak memiliki energi mental untuk menyimpan dendam terhadap xuejie-nya, dengan antusiasme dan mata tulus siswa laki-laki yang hampir mendorongnya ke titik kegilaan.

Ketika xuejie-nya berteriak “cut,” dia membiarkannya mencaci-maki dia sesuka hatinya sementara dia menekan tangan ke pelipisnya yang berdenyut dan berjalan berputar-putar mencoba menenangkan dirinya.

Saat dia berputar-putar, dia melihat Xie Qingcheng dan hampir melemparkan dirinya ke pelaku utama yang bersandar di dinding dengan kaki panjangnya disilangkan dengan santai, dan mencekiknya sampai mati dalam kemarahannya.

Xie Qingcheng memberinya senyum dingin, lalu menundukkan kepalanya dan mengeluarkan ponselnya — dia akan memberi He Yu rasa obatnya sendiri. Jadi, tiga detik kemudian, ponsel He Yu bergetar di sakunya.

“Maaf, sutradara, aku baru saja mendapat pesan, ijinkan aku memeriksanya sebelum kita mulai.”

“Cepat! Aktingmu sangat buruk dan butuh banyak waktu!”

He Yu membuka pesan yang dikirim Xie Qingcheng kepadanya di bawah tatapan waspada orang banyak.

“Ayah baptis8” telah mengiriminya pesan.

“Ayah baptis” adalah nama panggilan yang diberikan He Yu kepada Xie Qingcheng di ponselnya. Dia merasa bahwa Xie Qingcheng terlalu mirip seorang patriark feodal, sampai-sampai dia lebih seperti ayah daripada ayahnya yang sebenarnya.

Xie Qingcheng: Sangat berdedikasi. Aku menantikan adegan ciumanmu.

Ekspresi He Yu langsung membeku, menakuti gadis di sebelahnya. “Apa yang salah?”

Xie Qingcheng menoleh dan mengerutkan bibirnya, terlihat dingin dan tenang, seolah-olah He Yu kehilangan akal sehatnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan dia.

He Yu menarik napas dalam-dalam dan mengarahkan mata almondnya dan menatap tanpa berkedip ke arah Xie Qingcheng, seolah dia ingin menjepit Xie Qingcheng dan memakukannya ke dinding dengan tatapannya.

“Tidak apa.”

Saat itu, suara keras khas sutradara Xuejie terdengar dari sisi lain. “Hah? Benarkah? Benarkah itu?”

Perhatian penonton berhasil dialihkan ke sutradara…Ternyata, konsultan akting telah datang dan mengatakan sesuatu kepadanya yang sangat membuatnya heran, sehingga dia memandang orang lain dengan skeptis.

Tetapi jika tidak ada yang lain, Xuejie ini adalah seseorang yang menghormati orang yang lebih tua, jadi pada akhirnya, setelah ragu sejenak, dia mengangguk. “Baiklah, tidak ada salahnya mencobanya, ayo lakukan saja seperti yang kamu katakan. Itu tidak seperti aktingnya bisa menjadi lebih buruk.”

Berbicara demikian, sutradara melambai pada He Yu dari kejauhan.

“Xuedi, datang ke sini sebentar!”

Setelah beberapa waktu dalam pencarian jiwa, He Yu menyadari bahwa selama sembilan belas tahun dia hidup, dia tidak pernah benar-benar takut pada apa pun, namun ketika dia melihatnya memberi isyarat seperti ini, dia benar-benar mendapati dirinya sedikit enggan untuk mendekat.

Xie Qingcheng duduk di kursi dengan kaki disilangkan, ekspresi apatis di wajahnya saat dia mendesaknya diam-diam dengan berkata, “pergilah!”

He Yu tidak punya pilihan selain menembak Xie Qingcheng dengan tatapan tajam yang mengatakan, “Matilah! Tunggu saja!” sebelum berjalan menuju sutradara seperti dia memasuki tiang gantungan.

Tidak ada yang bisa meramalkan kata-kata yang sama sekali tidak terpikirkan yang keluar dengan acuh tak acuh dari bibir merah muda Sang sutradara. “He Yu, kenapa kamu tidak mencoba mengubah pasangan adeganmu dulu.”

Tercengang, He Yu mengerutkan kening. “Mengganti pasanganku?”

“Itu benar.” Melambaikan tangan kecilnya, sutradara menjawab tanpa banyak kesabaran. Dia melihat bahwa mahasiswa kecil yang bertindak sebagai pasangan He Yu terkejut dan akan memprotes, tetapi sebelum dia bisa mengeluarkan sepatah kata pun, dia segera menenangkannya. “Ini hanya perubahan sementara, jangan panik, tenang. Lagipula, tidak ada banyak waktu tersisa malam ini.”

Kemudian, dia terus berbicara dengan He Yu. “Kamu dapat memilih acak di sini, siapa saja yang menarik bagimu. Aku akan memberimu waktu untuk berbicara, lalu aku akan melihatmu berakting dalam adegan pendek dan melihat apakah ada peningkatan.”

He Yu tidak mengerti pada awalnya, tetapi ketika kesadaran mulai muncul, dia menyipitkan matanya dan perlahan-lahan menoleh, menggerakkan lidahnya di belakang giginya saat dia melihat ke belakang, seringainya menyebar sehingga bahkan gigi taringnya mengintip keluar.

“Aku sudah menentukan pilihanku, sutradara.”

Dia memandang Xie Qingcheng, yang masih dalam suasana hati yang baik saat dia bersandar ke dinding untuk menonton pemandangan, dan berkata sambil tersenyum:

“Aku memilih dia.”

Sutradara: “kamu ingin konsultan medis melakukannya denganmu?”

“Apakah itu tidak apa-apa?”

Sambil meringis, sutradara berkata kepada He Yu dengan suara rendah, “Kamu sebaiknya memilih orang lain. Dia bukan dari Universitas kita, dan dia adalah profesor yang sangat terkenal, akan sulit untuk meyakinkannya.”

“Aku tidak merasakan apa-apa terhadap orang ini, dia satu-satunya di sini yang menurutku agak menarik.” He Yu berkata dengan lembut, “Xuejie, tolong biarkan aku mencobanya dengannya.”

Meskipun sutradara-Jie yang keren ini sangat galak, dia masih seorang wanita yang lurus9 di hati. Setelah dibujuk dengan sangat lembut oleh seorang pemuda tampan, sangat sulit baginya untuk tidak goyah.

“Ba-baiklah kalau begitu.. aku akan berbicara dengannya..”

“Tidak perlu. Aku mengenalnya, jadi aku bisa berbicara dengannya sendiri.” He Yu tersenyum, dan berjalan ke arah Xie Qingcheng.

Xie Qingcheng sudah samar-samar mendengar percakapan mereka, dan melihat He Yu berjalan ke arahnya dengan ekspresi halus di wajahnya. He Yu sangat sopan di depan orang lain — dia memegang tangan Xie Qingcheng dengan sangat sopan dan membawanya ke area sepi di balik tirai.

Namun, segera setelah tirai jatuh, ekspresi pria itu berubah.

Dari lembut dan halus menjadi buruk dan bejat.

Dikelilingi oleh tirai merah yang berkibar, He Yu mencondongkan tubuh ke depan dan bergumam pelan di leher Xie Qingcheng. “Profesor Xie, apa kamu tahu bahwa ada jenis pembalasan di dunia ini yang disebut pembalasan karma?”


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Xie Xue: Ge, kenapa kamu tidak mengatakannya lebih awal? Jika kamu ingin menghukumnya, kamu seharusnya memberi tahuku, aku akan membuatnya bertindak sebagai selir laki-laki yang sangat cantik⁵.10

He Yu: Selir laki-laki Qingcheng?


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Chu

Footnotes

  1. The Many Face of Malady secara harfiah adalah ‘Berbagai wajah dari penyakit’.
  2. Pispot adalah sebuah bejana yang diberi pegangan dan biasanya diletakkan di bawah tempat tidur di dalam kamar dan digunakan untuk buang air kecil di malam hari. Biasanya diperuntukkan untuk lansia.
  3. The Malady of Love secara harfiah adalah ‘Penyakit dari Cinta’.
  4. Artificial Intelligence (AI) merupakan program komputer yang dirancang mengikuti tindakan dan pola pikir manusia.
  5. Di mana adegan ciuman difilmkan menggunakan sudut kamera sehingga para aktor tidak benar-benar harus berciuman.
  6. Kuburan bawah tanah yang terdiri dari galeri bawah tanah dengan ceruk untuk makam, seperti yang dibangun oleh orang Romawi kuno.
  7. Kabedon.
  8. 干爹 – juga slang untuk Sugar Daddy.
  9. 钢铁直女 secara harfiah adalah “wanita lurus baja”; digunakan di sini sebagai padanan wanita dari 钢铁直男, yang biasanya kita terjemahkan sebagai “lurus seperti panah [pria]”.
  10. 倾城 (Qingcheng) diucapkan sama dengan nama Xie Qingcheng, secara harfiah cukup indah untuk ‘menggulingkan kota’. 
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments