PenerjemahOnnaKaneshiro
Editor : Chu


Tidak peduli seberapa kesalnya dia, pada hari Senin berikutnya, He Yu masih pergi ke Sekolah Kedokteran di sebelah dengan tas tersampir di bahunya, dan mengetuk pintu.

Guru yang paling dekat dengan pintu berkata, “Masuklah”.

He Yu berkata dengan cara yang halus dan sopan, “Halo, saya mencari Profesor Xie.”

“Xie Qingcheng, ini muridmu.”

Ketika Xie Qingcheng melangkah keluar dari ruang dalam kantor, He Yu sedikit terkejut menemukannya mengenakan kacamata hari ini.

Xie Qingcheng tidak pernah mengalami rabun jauh di masa lalu.

“Kamu datang pada saat yang tepat,” kata Xie Qingcheng dengan tegas. “Masuklah.”

Karena kacamatanya, He Yu tidak bisa menahan diri untuk tidak meliriknya beberapa kali lagi. Dia cukup tampan dengan itu — kacamata membuatnya terlihat tidak terlalu agresif serta tampak jenius dan lebih terpelajar, sehingga He Yu merasa tidak terlalu kesal ketika dia menatapnya.

Sayangnya, ketika Xie Qingcheng membuka mulutnya dan mulai berbicara, dengan sikap yang tak tertahankan lagi. “Aku ingin kamu menggunakan bahan kursus ini untuk membuat beberapa PPT (powerpoint) untuk kelas. Juga, ada beberapa dokumen di sini yang perlu didigitalkan. Ada banyak data medis di dalamnya, tapi aku tidak percaya keakuratan OCR1, karena mudah untuk terjadi kesalahan ketika gambar sedang dikonversi ke format teks. Pastikan untuk memeriksa pekerjaanmu setelah kamu mengetiknya secara manual, mengerti?”

He Yu melihat tumpukan tebal buku- buku medis di atas mejanya, kebanyakan dari mereka cukup besar sehingga bisa digunakan sebagai senjata pembunuh benda tumpul.

“Profesor Xie, tidakkah kamu tahu bahwa teknologi dapat membebaskan umat manusia?”

Xie Qingcheng membanting satu salinan masing-masing dari Psikologi Umum dan Psikologi Sosial di depannya, menyebabkan meja bergetar hingga Komputer diatasnya.

“Tapi aku juga tahu bahwa manusia seharusnya tidak terlalu bergantung pada teknologi. Mulailah bekerja, dimulai dengan konten dalam buku-buku ini yang telah aku tandai dengan coretan merah.”

Menatap dua buku yang seperti batu bata yang diisi dengan begitu banyak lembar penjelasan sehingga ketebalannya berlipat ganda, He Yu mencoba yang terbaik untuk menjaga ketenangannya. Lagipula, dia sedang duduk di Kantor Xie Qingcheng di mana masih ada beberapa profesor lain yang belum pergi. Jadi dia berbisik ke Xie Qingcheng

“Apa kamu mencoba membunuhku?”

“Tidak. Aku hanya mencoba untuk melatih kesabaran dan ketekunanmu.” Berdiri disampingnya, Xie Qingcheng menyesap kopinya.

He Yu: “….”

“Aku tidak meminta banyak. Lakukan dengan hati-hati.” Meninggalkannya dengan kata-kata ini, Xie Qingcheng melemparkannya Red Bull2, lalu berbalik dan mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya sendiri.

He Yu menyipitkan mata almondnya sedikit.

Dia membuka Komputer Xie Qingcheng dan arahkan kursor ke Ms Word, tatapannya gelap di balik bulu matanya yang panjang.

“Biar ku lihat….”

Untuk pria seperti Xie Qingcheng yang berada di usia tiga puluhan, umumnya wajar untuk komputer pribadi atau ponsel mereka menyimpan sesuatu (konten) yang tidak berkaitan dengan pekerjaannya. Tapi untuk menghindari kematian oleh rasa malu sosial, pria akan dengan hati-hati mengatur password untuk komputer atau ponsel mereka, membuat folder tersembunyi, dan menahan diri untuk tidak meminjamkannya.

Tapi Xie Qingcheng tidak peduli.

Komputer yang digunakan He Yu di kantornya adalah Komputer pribadinya. Sebagai seorang Peretas papan atas (Top Hacker), He Yu mencari melalui Komputer dengan pikiran jahat untuk berusaha menemukan simpanan (pegangan) Xie Qingcheng; Dia awalnya berpikir bahwa dia setidaknya bisa menemukan satu atau dua video semacam itu, tetapi setelah menghabiskan sekaleng Red Bull, dia masih tidak menemukan satu pun.

He Yu tidak bisa mempercayainya, jadi dia mengubah kode dan melihat lagi, hanya untuk menerima hasil yang sama.

Komputer pribadi Xie Qingcheng bersih dan murni. Jika itu bukan file akademik, itu adalah laporan gaji, seluruh perangkat begitu bersih sehingga bisa disebut abnormal.

He Yu mengerutkan kening dan bersandar di kursi Kantor. Dia bermain-main dengan kaleng Red Bull yang kosong dengan jari-jarinya yang ramping dan setelah beberapa saat berpikir, dia mengubah kode lagi dan menambahkan bagian lain, lalu menekan enter untuk mencari.

Kali ini, dia menemukan folder yang sering digunakan Xie Qingcheng ketika dia tidak bekerja. Terlebih lagi, folder itu diberi nama, “Kebahagiaan,” itu patut dicurigai.

Dengan kepribadian chauvinis yang dimiliki Xie Qingcheng, cara dia menamai foldernya sederhana; file penting akan diedit untuk di beri nama “Materi Kursus #1” dan “Materi Kursus #2” sementara file yang tidak penting adalah nama default yang telah ditetapkan Komputer. Dia bahkan terlalu malas untuk menggerakkan jari-jarinya untuk merubah nama, dan file dengan nama “Folder Baru” telah mencapai lebih dari 23.

Jadi ketika folder “Kebahagiaan” ini yang tidak cukup sesuai dengan kepribadian Xie Qingcheng muncul, mata He Yu cerah sekaligus, energinya melesat dan punggungnya tegak saat dia memusatkan semua perhatiannya di layar dan menggerakkan kursor di atas folder file berwarna kuning pucat, mengetuknya dengan ringan dua kali.

Folder dibuka.

Mengamati sekilas dengan cepat, ekspresi He Yu segera berubah dari bersemangat menjadi tenang. Kemudian, dia mengerutkan kening, berpikir bahwa Xie Qingcheng benar-benar tidak bisa dimengerti.

Di dalam folder berlabel “Kebahagiaan” hanya ada beberapa foto yang menampilkan ubur-ubur.

Selain itu, ada beberapa video. Mengklik mereka terbuka, ia menemukan bahwa itu tidak lebih dari video ubur-ubur dari seluruh dunia, dari ubur-ubur bulan laut hingga ubur-ubur api, dalam setiap pose yang mungkin bisa kamu bayangkan. Salah satu video itu lebih dari satu jam panjangnya — ia menyeret cursor beberapa kali, hanya untuk menemukan bahwa itu benar-benar hanya menampilkan rekaman ubur-ubur mengambang seperti banyak gumpalan asap.

“….”

Jadi Xie Qingcheng bahagia menonton video ubur-ubur ini?

Video-video itu cukup cantik — bentuk kehidupan kuno yang mengambang di air mirip dengan kabut yang tenggelam atau cahaya bulan yang merembes ke dalam air — tetapi He Yu masih tidak bisa memahami selera pria tua itu, jadi dia menutup video dan keluar dari layar.

Meskipun dia sedikit tidak puas, He Yu memikirkannya lagi dan mengubah metode pemecahan masalahnya hanya untuk menemukan bahwa Komputer pribadi Xie Qingcheng sama seperti dunia setelah hujan salju, putih bersih dan sangat murni. Dia melemparkan mouse ke samping, dan menyerah—

Selama dia adalah pria normal, dia seharusnya masih memiliki semacam keinginan (nafsu)…

Bermain-main dengan kaleng kosong, He Yu tenggelam dalam pikirannya saat dia merenung dalam-dalam.

Tatapannya kembali ke layar komputer, berpikir bahwa Xie Qingcheng benar-benar terlalu dingin, bahwa dia pasti tanpa diragukan lagi adalah hyposexual3.

Karena pihak lain adalah hyposexual, dia perlu mengubah metodenya.

Karena itu, He Yu membatalkan rencananya mencari video porno di Komputer Xie Qingcheng. Menjalankan lidahnya di sepanjang giginya, dia punya ide lain.

…….

Keesokan harinya.

Kuliah Xie Qingcheng ada di sore hari. Kebetulan He Yu bebas saat itu, dan karena dia adalah orang yang mendigitalkan file kelas untuk Xie Qingcheng, dia memutuskan untuk pergi ke Sekolah Kedokteran dan duduk di baris terakhir kelas multimedia untuk mendengarkan kuliah gratis.

Xie Qingcheng tidak ingin dia datang pada awalnya. “Kenapa seorang mahasiswa jurusan penulisan naskah dan penyutradaraan mencoba untuk duduk di kelas psikiatri?

He Yu dengan sopan menjawab, “Ge, aku sakit jiwa.”

“Selain itu, akulah yang membuat powerpointmu tadi malam. Jika ada yang salah, aku bisa menyelesaikannya segera, kan?”

Memikirkannya, Xie Qingcheng merasa bahwa dia ada benarnya, jadi dia membiarkannya melakukan apa yang dia mau.

Tetapi saat He Yu memasuki ruang kelas, Xie Qingcheng mulai menyesalinya — dia lupa bahwa He Yu telah berbicara secara dekat dengan para mahasiswa perempuan di daftar nama itu. Gadis-gadis itu, yang mengambil kelas psikiatri, terlihat melebarkan mata mereka ketika mereka melihat He Yu masuk, senyum kegilaan yang langka segera muncul di wajah mereka.

“Hai tampan, apa yang membawamu ke sini?”

He Yu melambai padanya, tetapi kemudian membuat gerakan membungkam dan menunjuk ke tempat Xie Qingcheng yang sedang berdiri di depan podium.

Gadis itu segera menurunkan suaranya sedikit dan mengangguk. “Ohhhh!” Kemudian dia dengan sangat kooperatif menundukkan kepalanya dan melihat dengan penuh perhatian ke arah podium, bersiap untuk kelas.

He Yu duduk di barisan kursi terakhir kelas di sebelah jendela. Dia melemparkan tasnya ke samping, bersandar dengan tangan disilangkan, dan mengeluarkan earbud yang telah dia kenakan sepanjang perjalanan ke sini, dan dia menatap ke arah Xie Qingcheng.

Maknanya sangat jelas — lihat aku, bukankah aku sangat sopan? Meskipun kuliahmu tidak masuk akal bagiku, aku akan mendengarkan dengan penuh perhatian semua yang kamu katakan untuk menghormatimu.

Sangat disayangkan bahwa Xie Qingcheng hanya melihat sekilas penampilannya yang sopan.

Xie Qingcheng dengan acuh tak acuh menempatkan buku pelajarannya di atas meja. Setelah tatapannya berbalik dari He Yu, dia berkata dengan ekspresi suram, “Untuk apa kamu menatapnya? Apa kamu belum pernah melihat seseorang dari sekolah tetangga mendengarkan di kelas sebelumnya?”

Semua mahasiswa ketakutan dalam keheningan di bawah tekanan yang diberikan dari Profesor Xie, tetapi mereka diam-diam bertukar pandang satu sama lain.

Mereka benar-benar belum pernah melihat mahasiswa seperti itu sebelumnya.

Kecuali itu adalah kencan lintas kampus dalam drama idola.

Para mahasiswi, terutama yang pernah bertemu dengan He Yu sebelumnya, semua mulai menikmati fantasi segera setelah mereka menyadari hal ini, dengan mereka yang sarafnya paling cepat bekerja telah memutuskan di rumah sakit bersalin mana anak-anak masa depan mereka akan dilahirkan. Satu demi satu, mereka menyesuaikan postur mereka agar terlihat seanggun mungkin, berharap si keren ini akan memperhatikan mereka dari tempat dia duduk di barisan terakhir.

Xie Qingcheng tidak diragukan lagi memperhatikan adegan ini saat dia berdiri di podium.

Profesor yang serius dan sopan yang menderita apatis seksual ini sangat merasa jijik, tetapi karena kepribadiannya yang sangat kebapakan, dia biasanya tidak akan menyalahkan mahasiswi, sebaliknya, dia hanya merasa bahwa He Yu bersalah.

Dengan demikian, Xie Qingcheng memelototi He Yu selama beberapa detik lagi.

Kemudian, dia berkata dengan suara yang sangat dingin:

“Buka buku kalian, kelas dimulai sekarang. Untuk kuliah hari ini, tidak ada yang diizinkan untuk melihat ke belakang. Jika ada yang tidak dapat menghentikan leher untuk berputar, enam poin akan dikurangkan dari nilai akhir kalian. Pertimbangkan konsekuensinya sendiri.”

Para Mahasiswa : “….”

He Yu, yang menjadi sasaran, tidak bisa menahan diri untuk tidak menundukkan kepalanya dan tersenyum.

Sebelumnya, dia telah menemukan cara Xie Xue mencoba mengintimidasi para mahasiswanya dan berakhir menjadikannya terlihat sangat bodoh. Sekarang, dia akhirnya menemukan sumber kebodohan ini.

Tentu saja, dia mempelajari semuanya dari Xie Qingcheng.

“… Menurut CCMD-3, gangguan mental termasuk episode maniak, episode depresi, gangguan bipolar, cyclothymia, dysthymia….”

Xie Qingcheng memulai dengan mengoreksi jawaban pertanyaan dari latihan setelah kuliah kemarin bersama para mahasiswa. Meskipun sejumlah besar mahasiswa memberikan empat tahun masa muda mereka ke tempat tidur kayu sederhana di asrama untuk menghabiskan hari-hari mereka sesantai makhluk abadi, mahasiswa kedokteran jelas tidak termasuk dalam kategori ini. Pada kenyataannya, mereka mungkin menghabiskan waktu minimal lima tahun untuk menjalani gaya hidup “tahun senior sekolah menengah” yang sangat sulit.

Itu hanyalah tugas rumah setelah kuliah biasa, namun Xie Qingcheng menghabiskan waktu setengah kelas untuk membahasnya bersama mereka; panjang tugas itu cukup jelas.

Adapun He Yu, mahasiswa yang duduk di dalam kuliah itu, dia sebenarnya cukup pendiam, menunjukkan kesadaran diri sebagai seseorang yang muncul tanpa undangan. Dia duduk di sudut di barisan belakang dengan tangan disilangkan, memperhatikan Xie Qingcheng.

Dia menemukan bahwa meskipun cara Xie Qingcheng dan Xie Xue mengancam mahasiswa mereka sama, metode ceramahnya benar-benar berbeda. Xie Xue melakukan yang terbaik untuk membangkitkan energi di dalam ruangan, melakukan yang terbaik untuk membuat semua konten yang dia gambarkan menjadi hidup, tetapi Xie Qingcheng praktis mengabaikan seluruh kelas yang penuh dengan mahasiswa.

Meskipun dia berdiri tegak di atas podium, dia tampak seolah-olah dia bukan milik dunia ini. Kenyataan tidak ada hubungannya dengan dia, seolah-olah setengah dari dirinya telah tenggelam ke dalam ruang ilusi di mana pengetahuan dan data adalah hal-hal dengan bentuk material, melayang di udara di belakangnya.

Sangat jelas bahwa dia berasal dari golongan para profesor akademis murni. Dia tidak ingin terlalu sabar dan sistematis membimbing para mahasiswanya saat menyampaikan pengetahuan, juga tidak berniat membuang waktu dan berusaha membujuk mereka untuk belajar dan belajar — sebaliknya, Xie Qingcheng seperti seorang mesias4 agung yang telah berjalan keluar dari kuil suci pengetahuan dengan ujung jarinya yang panjang dan ramping bernoda tinta, menghembuskan aroma buku yang berasal dari bibirnya yang tipis. Dengan ekspresi di wajahnya yang fokus dan sadar diri sampai pada titik mengenali ketidakkekalan diri, dia memancarkan aura bangsawan yang ekstrem.

Sepertinya dia tidak peduli apakah kalian belajar atau tidak, dan dia tidak peduli jika kalian tidak memperhatikannya, tetapi sikapnya di podium adalah interpretasi paling sempurna dari “pengetahuan”.

He Yu benar-benar curiga bahwa setiap saat, dia akan mengatakan sesuatu seperti, “Yang Mulia ini telah turun ke dunia manusia untuk memberikan pengetahuan kepada kalian para mahasiswa. Semua yang hadir harus berlutut dalam rasa syukur atas nikmat ilahi ini.”

Saat dia memikirkan ini dalam pikirannya, pemuda itu menatap pria itu dengan ekspresi acuh tak acuh yang berdiri di podium yang masih tenggelam dalam dunia kedokteran.

“Oke. Itu saja penjelasan untuk pertanyaan dari tugas kemarin. Selanjutnya, lihat ke sini dan tonton presentasi ini.”

Kalimat ini menarik He Yu dari pikirannya.

Dia mengangkat matanya saat dia mengendurkan lengan yang dia letakkan di depan dadanya. Mengaitkan jari-jarinya, dia meletakkan tangannya di atas meja, dan sedikit mencondongkan tubuh ke depan.

Itu adalah postur yang menunjukkan antisipasi.

Meskipun He Yu seharusnya tidak memiliki antisipasi sehubungan dengan kelas Xie Qingcheng.

Tapi sayangnya, Profesor Xie sudah terbiasa mengabaikan orang lain dan merasa lebih tidak tertarik pada orang bodoh seperti He Yu yang datang untuk duduk di kelas di waktu senggangnya, jadi dia tidak menyadari ekspresi yang tiba-tiba agak tegang di wajah He Yu.

Dia membuka laptop, terhubung ke internet, dan mengatur proyektor. Di bawah pengawasan para mahasiswa, mouse bergerak ke presentasi powerpoint yang He Yu beri nama “Materi Kelas #1.”

Klik dua kali.

Power point terbuka.

Xie Qingcheng mengangkat kepalanya tanpa melihatnya terlebih dahulu, “Hari ini kita akan membahas halusinasi. Halusinasi proprioseptif, halusinasi sejati, halusinasi semu….”

Dia berbicara untuk waktu yang lama, benar-benar tenggelam dalam pembelajarannya sendiri. Hanya ketika seorang mahasiswa laki-laki yang duduk di baris pertama akhirnya tidak bisa menahan diri untuk tidak menundukkan kepalanya dalam tawa terbahak-bahak, dia (xqc) akhirnya menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Namun, dia tidak melihat kembali ke powerpoint-nya, hanya mengerutkan alisnya dan bertanya kepada mahasiswa laki-laki yang tak kenal takut itu, “Ada apa?”

Kali ini, mahasiswa laki-laki di garis depan bukan lagi satu-satunya yang tidak bisa menahan tawa.

“Profesor Xie, powerpoint-mu.”

Baru saat itulah Xie Qingcheng akhirnya menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dan melihat ke belakang.

Karena rasa kepedulian terhadap kegiatan pembelajaran para mahasiswa, rektor universitas telah melakukan upaya besar untuk meningkatkan fasilitas perangkat keras universitas. Proyektor kelas multimedia telah diganti dengan yang baru, itu sangat terang dan jernih sehingga mampu memproyeksikan gambar slide powerpoint dengan detail yang halus–

Sekelompok bayi ubur-ubur yang lucu dan dibuat secara digital, bentuknya agak mengingatkan pada ubur-ubur bulan laut dalam versi Q (chibi).

Itu adalah sebuah gif animasi sialan, dengan bayi ubur-ubur melalui serangkaian gerakan berulang termasuk “bayi sangat marah”, “bayi kelelahan hingga terkapar”, dan hingga “bayi selesai bermain denganmu dan selamat tinggal.”

Animasi itu benar-benar terlalu kekanak-kanakan dan naif, dampaknya begitu kuat sehingga menyebabkan napas Xie Qingcheng terhenti saat dia tanpa sadar mencoba menarik sebatang rokok untuk menekan keterkejutannya.

Sementara itu, He Yu tidak bisa menahan diri untuk tidak memalingkan wajahnya, bahunya gemetar saat dia menundukkan kepalanya dalam tawa.

Xie Qingcheng berbalik dengan marah dan melihat pelaku utama bersandar dengan nyaman di kursinya dengan bulu mata yang diturunkan. Merasakan tatapannya, He Yu mengangkat kepalanya untuk mengungkapkan sedikit senyuman yang benar-benar tidak tersamarkan yang melengkung di sudut bibirnya.

Iblis kecil ini….

Tatapan Xie Qingcheng praktis di ambang menembus He Yu dan memakukannya ke kursinya.

Yakin bahwa dia (xqc) tidak akan mengakui bahwa dia (xqc) telah memaksanya untuk membuat powerpoint untuknya di hadapan para mahasiswa, He Yu benar-benar membuka jari-jarinya, mengangkat tangan dengan senyum dan alis yang sedikit terangkat, dan mengetuk ringan ponselnya yang tergeletak di atas meja.

Maknanya sudah jelas — dia mengisyaratkan Xie Qingcheng untuk memeriksa nontifikasi di ponselnya.

“….” Dengan ekspresi yang sangat gelap, Xie Qingcheng kembali ke podium dan menutup powerpoint-nya, “Ada yang salah dengan materi kelas, harap tunggu sebentar.”

Sangat jarang bagi para mahasiswa untuk melihat Profesor Xie membuat kesalahan, apalagi kesalahan tingkat rendah seperti itu. Jika bukan karena reputasi bergengsi Xie Qingcheng, mereka akan tenggelam dalam tawa histeris. Semua orang melakukan yang terbaik untuk menahan dorongan itu, tetapi menahan dorongan itu sangat sulit, siapa yang mungkin memiliki pikiran untuk memperhatikan arus bawah yang bergejolak antara profesor mereka dan mahasiswa dari universitas sebelah yang datang untuk mendengarkan di kelas mereka.

Xie Qingcheng mengambil kesempatan untuk membuka ponselnya, ekspresinya masam.

Seperti yang diharapkan, ada pesan dari He Yu yang dikirim dua menit sebelumnya:

“Apakah Anda5 menginginkan powerpoint yang asli?”

“Apa yang kamu inginkan.”

He Yu sedang mengetik…

Setelah beberapa saat menunggu.

Masih tetulis “He Yu sedang mengetik”

Benar-benar tidak tahan lagi, Xie Qingcheng mendongak sekali lagi, melewati para mahasiswa yang tersedak tawa mereka untuk memelototi pemuda halus lembut yang bersandar di kursinya dan mengetik tanpa tergesa-gesa.

Seolah-olah pemuda itu dengan sengaja menekan titik sakitnya (xqc) saat dia (He Yu) sengaja memperpanjang adegan canggung yang mampu menyebabkan kematian sosial pada Profesor Xie. Dia bahkan tidak memandangnya saat dia mengulurkan satu jari ramping dan meletakkannya di layar, memasukkan beberapa kata, lalu menghapusnya, lalu memasukkan beberapa kata lagi, dan kemudian menghapusnya lagi.

Seolah dia benar-benar memikirkan kondisi untuk pertukaran pesan mereka dengan sangat baik.

Sangat disayangkan bahwa ketika He Yu mengangkat alisnya itu sebenernya untuk kepuasan diri atas keberhasilan rencana jahatnya, dia dengan demikian mengungkapkan suasana hatinya yang bahagia yang tersembunyi di balik topeng kesopanan palsunya.

Tepat ketika Xie Qingcheng hampir lelah olehnya, hendak berjalan ke sana untuk meletakkan tangan di atas mejanya, pesan itu akhirnya tiba.

Xie Qingcheng segera membuka kunci ponselnya yang bergetar.

“Apa kamu ingat bajuku yang kamu jual itu?”

Xie Qingcheng : “….”

“Kirimkan aku 5000¥ dan aku akan membantu memperbaiki powerpoint-mu.”

Xie Qingcheng : “….”

“Sementara aku di sini, izinkan aku memberimu peringatan: jika kamu terus mengabaikan ini, dalam sepuluh menit, laptopmu secara otomatis mengunduh dan memutar beberapa video yang vulgar. Bahkan jika kamu mencoba untuk mematikannya, itu tidak akan berguna. Jadi profesor, silakan pikirkan itu sendiri. Siapa yang tahu apa dalam beberapa menit aku akan menaikkan hargaku.”

Setelah dia selesai mengetik, Peretas meletakkan ponsel yang telah dia gunakan untuk berkomunikasi secara pribadi dengannya di depan semua orang.

Bersandar dengan nyaman di tempat duduknya, dia menarik salah satu tangannya ke belakang, menopang sikunya pada sandaran kursinya.

Kemudian, dia mengangkat dagunya ke atas dan, pada sudut yang tidak dapat dilihat oleh orang lain, menunjuk ke arah proyektor. Kemudian, dia mengangkat tangannya yang lain dan dengan santai menarik kerahnya, memperlihatkan senyum polos namun gelap kepada Xie Qingcheng.

“….”

Dengan ekspresi jahat, Xie Qingcheng memelototi He Yu saat dia perlahan mengangkat ponselnya. Membuka halaman transfer di aplikasi Alipay, dia menggertakkan gigi dan memasukkan 5000¥.

Sedetik kemudian.

Ponsel yang He Yu letakkan di atas meja berdering.

Dia menunduk, menyembunyikan mata almondnya, dan melihat bahwa 5.000¥ telah disetorkan ke rekening Alipay-nya.

He Yu bangkit. Seperti yang diharapkan dari seorang aktor yang telah ditampilkan dalam drama kecil yang menyebalkan sebelumnya, keterampilan orang ini tidak lagi seperti pemula. Dia berpura-pura prihatin pada Xie Qingcheng saat dia berjalan ke podium, “Maaf tentang itu, Profesor Xie. Sepertinya aku salah mengklik materi kursusmu secara tidak sengaja ketika mencadangkan file saudara perempuanmu ke Komputermu kemarin. Aku benar-benar minta maaf.”

Sebagai tentara bayaran kemalangan, Siswa He Yu dengan sangat sopan mengumpulkan sisa-sisa martabat Profesor Xie dari tanah, lalu membungkuk untuk mulai mengatur segalanya di laptop Xie Qingcheng.

Segera setelah itu, dia membuka powerpoint asli yang telah dia siapkan dari file-nya.

He Yu mengangkat tangan dan mundur dengan hormat ke samping dengan cara yang sangat sopan, menawarkan tempat kembali ke Xie Qingcheng. “Profesor, silahkan.”

Dan begitu saja, gangguan materi pelajaran mereda melalui kemenangan He Yu sekali lagi.

Hanya saja ekspresi Xie Qingcheng lebih suram daripada awan gelap di Hari Kiamat selama sisa kelas, mirip dengan ketenangan sebelum badai. Matanya lebih dingin dari sebelumnya, seolah-olah tertanam dengan pecahan es.

He Yu tidak ragu sedetik pun bahwa, jika belati di mata seseorang bisa terwujud menjadi kenyataan, dia sudah lama berubah menjadi saringan yang benar-benar di tusuk-tusuk.

Tapi jenis anggapan teori ini jelas tidak dapat dipertahankan, jadi dia tersenyum dan menerima setiap belati dengan keangkuhan yang tidak terdeteksi oleh orang yang melihatnya.

“… Itu saja untuk kuliah hari ini.” Pada akhirnya, Xie Qingcheng mengakhiri penjelasan powerpoint terkutuk di kelas dengan lima menit sebelum kelas berakhir. Harus dikatakan fakta bahwa tidak ada yang terjadi di selanjutnya memungkinkan dia untuk akhirnya bersantai.

“Aku akan memposting pekerjaan rumah untuk minggu ini di intranet sekolah, jadi ingatlah untuk mengunduh semuanya.”

Profesor Xie yang dalam keadaan lebih tenang menutup powerpoint dan beralih untuk membuka browser, memasukkan alamat web sekolah dan menekan Enter dengan klik.

Beberapa detik kemudian

“VIDEO DEWASA GRATIS DIUNDUH TANPA BATAS, HOT BUSTY BABES6 UNTUKMU, 10,000+ SEXY 2D PORNO, VIDEO PORNO SEKSI DAN PANAS. KLIK DI SINI: http//everyonewhoclicksisalittledumbass.com 7.”

Secara bersamaan, proyektor memunculkan jendela iklan pop-up; seorang wanita berpakaian minim sedang membelai rambutnya dengan centil saat dia menatap semua mahasiswa yang terperangah di luar layar.

Semua mahasiswa terdiam.

Xie Qingcheng segera berbalik

He Yu : “….”

Keberuntungannya benar-benar terkutuk.

Kali ini benar-benar bukan salahnya (He Yu)….


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Sebelum mengunci:

Teman Inspektur, tolong jangan kunci ini karena URL, karena aku telah dikunci di masa lalu karena alasan ini … URL ini palsu … jika kamu tidak percaya, teman inspektur, silakan saja periksa ya hikshikshiks...

Setelah mengunci:

Apa yang aku bilang? Inspektur benar-benar tidak dapat di ajak bicara bahwa ini adalah URL palsu, mereka menguncinya bahkan tanpa melihatnya dengan cermat, bahkan meninggalkan pengingat jika catatan penulis tidak ada gunanya.

Selain itu, teater mini hari ini ada di Weibo, ini adalah video. Sebentar lagi, aku akan menempatkan sesuatu yang mirip dengan “Kebahagiaan” Xie-ge di Weibo, video penyembuhan bayi ubur-ubur yang indah — jika ada frondos kecil yang tertarik melihat ubur-ubur, lihat di 肉乎乎大魔王, muachmuach!

[Meatbun berterima kasih kepada pembaca sebelum jam 5 sore]

Video Weibo Meatbun : Tautan

Keterangan:

Teater mini hari ini ada di Weibo [emoji susu kemenangan]8 sesuai dengan isi bab hari ini — Kebahagiaan Xie Qingcheng di komputernya, video ubur-ubur laut. Kebahagiaan pria lurus yang dingin sangat sederhana dan bersih. Teman-teman yang tertarik untuk belajar tentang berbagai jenis ubur-ubur, yang ingin melihat ubur-ubur bulan9, ubur-ubur api10, ubur-ubur bunga persik11. Mereka semua sangat cantik dan dapat menyembuhkan dan halus. Keluarga ubur-ubur telah hidup di bumi selama 650 juta tahun. Ketika kalian melihat jenis bentuk kehidupan ini, kalian akan merasa bahwa tidak peduli gangguan apa pun yang kalian temui dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada yang begitu signifikan. [PeyukPeyukPeyuk]


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Chu

Footnotes

  1. Pengenalan karakter optik, teknologi untuk mengkonversi Word dalam gambar ke format teks. Khususnya, proses ini lebih sulit untuk bahasa Mandarin (Hanzi) daripada bahasa abjad.
  2. Red Bull adalah minuman energi yang dijual oleh Red Bull GmbH Austria.
  3. Istilah yang digunakan di sini (性冷淡) adalah nama alternatif untuk gangguan hasrat seksual hipoaktif; tergantung pada konteksnya, kami juga menerjemahkan ini sebagai “apatis terhadap seks” atau “apatis seksual.”
  4. Sebutan mesias berasal dari pengertian Yahudi mengenai seorang tokoh pada masa depan yang akan datang sebagai “wakil Allah” untuk membawa keselamatan bagi umat Yahudi.
  5. Kamu formal.
  6. Wanita seksi dengan payudara besar.
  7. Bab ini awalnya dikunci, jadi Meatbun mengubah menjadi: “VIDEO DEWASA TANPA BATAS GRATIS UNTUK DIUNDUH, HOT BABES  UNTUKMU, 1.000.000+ VIDEO SENSASIONAL, KLIK DI SINI: http://inspector.youcanteventellthis urlisfake.howwareyouevendoingyourj ob.whatsthematterwithyou.lmfao.com
  8. (6) - Ubur-ubur bulan
  9. (6) - Ubur-ubur bulan
  10. (8) - ubur-ubur bunga persik
  11. Translator : OnnaKaneshiroEditor : Chu
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments