Penerjemah : Chu


Setelah selamat dari kasus di Rumah Sakit Jiwa Cheng Kang, Xie Xue menjadi dosen legendaris di Universitas.

Ketika dia kembali ke podium, tidak ada satu mahasiswa pun yang datang terlambat atau pulang lebih awal tanpa alasan yang jelas. Ruang kelas penuh sesak untuk setiap kuliah, dengan mahasiswa dari kelas lain datang untuk mendengarkan jika mereka tidak sibuk; bahkan dreamboat1 dari kelas drama tahun keempat tersandung hanya untuk melihatnya dengan baik. Semua mahasiswa ingin melihat unicorn2 yang beruntung ini yang diduga lolos dari cengkeraman pembunuh gila dan kejam.

Bahkan lebih anehnya lagi, ada orang yang percaya bahwa jika kamu mencetak foto Xie Xue dan menggantungnya di pintu asramamu, seluruh asrama pasti akan lulus kelas mereka.3

Tapi Xie Xue tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia percaya dengan keyakinan besar bahwa alasan di balik lonjakan popularitas kelas penulisan skenario dan penyutradaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya pasti karena metode pengajarannya sangat menarik.

Aiya, aku benar-benar menjadi pendidik jenius yang mengajar dengan cara terbaik,” kata Xie Xue dengan gembira kepada He Yu, yang datang untuk mengantarkan pekerjaan rumah kelas kepadanya. “Oh ya, He Yu, apa kamu merasa lebih baik? Universitas ingin memberimu penghargaan — Memang, caramu dengan terburu-buru menerobos api tidak boleh ditiru, tetapi rektor universitas mengatakan bahwa keberanian tanpa pamrihmu terpuji.”

He Yu tersenyum, “Aku jauh lebih baik. Penghargaan itu sebagian besar untuk orang tuaku.”

Ketika He Jiwei dan Lü Zhishu mengetahui tentang apa yang terjadi dan mendengar bahwa putra mereka tidak terluka parah, mereka secara mengejutkan tidak kembali ke rumah. Lü Zhishu khususnya — dia selalu berurusan dengan kliennya dengan senyuman, melontarkan lelucon satu demi satu, sehingga mereka yang tidak akrab dengannya akan mendapat kesan bahwa dia sangat menawan dan sangat menghargai keluarga dan kehidupan.

Tetapi orang-orang seperti Xie Xue dan Xie Qingcheng yang sudah lama mengenalnya semua tahu betul bahwa humornya palsu dan kebaikannya pura-pura. Sejauh yang dia ketahui, dibandingkan dengan putra sulungnya, yang hanya mengalami cobaan yang agak menyedihkan, bisnisnya yang jauh dari rumah secara alami jauh lebih penting.

Tetapi pada saat yang sama, dia masih menelepon administrasi universitas dan memberi tahu dewan direksi untuk menekan universitas agar menghibur He Yu dengan benar.

Kenyataannya, He Yu tidak peduli sedikit pun tentang penghargaan sedingin es ini.

Xie Xue tidak tahu harus berkata apa. Merasa bahwa He Yu sangat menyedihkan dan tidak ingin berbicara lebih jauh tentang masalah Keluarga He, dia buru-buru beralih ke topik yang lebih ringan. “Uh, umm, jadi, universitas mengadakan acara eksplorasi kampus pada hari Jumat. Kamu telah melalui banyak hal baru-baru ini, ini adalah kesempatan sempurna untuk bersantai dan bersenang-senang dengan teman sekelasmu — kenapa kamu tidak bergabung?”

“Aku tidak bisa, aku punya sesuatu pada hari Jumat.”

“Aku mengerti.” Ekspresi penyesalan muncul di wajah Xie Xue. “Sayang sekali, aku berniat memintamu untuk menemaniku.”

Tatapan acuh tak acuh He Yu mendarat di wajahnya. “Kamu akan pergi?”

“Aku harus pergi.” Xie Xue mengeluarkan kepala rubah berbulu raksasa dari belakang mejanya dan, setelah menggali lagi, mengeluarkan ekor putih bersalju juga. “Lihat ini.”

“Apa ini.”

“Kostum untuk maskot rubah berekor sembilan.4 Universitas mengaturnya sehingga setiap jurusan perlu memilih satu guru untuk mengenakan kostum dan menyambut tamu. Keberuntunganku sangat buruk, tidak hanya aku menjadi sukarelawan sebagai upeti, tapi aku bahkan mendapat tempat kegiatan yang paling membosankan.”

“… Dengan orang lain, jika mereka terlalu bodoh, mereka setidaknya akan memiliki keberuntungan yang baik, tapi kenapa dalam kasusmu, bukan hanya IQmu yang rendah, tetapi keberuntunganmu juga buruk?” He Yu menghela nafas dan kemudian bertanya, “Di mana kamu dibuang?”

“Pulau Neverland5 yang baru direnovasi di tengah danau.” Wajah Xie Xue kusut; dia bahkan tidak ingin bertengkar dengan He Yu atas komentar sinisnya..

“Tempat sialan itu mungkin disebut Neverland, tapi sebenarnya, meskipun para mahasiswa memasang beberapa lentera dan memproyeksikan gambar langit malam di atas pulau kecil yang tidak berguna itu, itu hampir sama seperti biasanya. Ditambah lagi, itu sangat jauh… Ah, seharusnya tahun ini semua dibatalkan, tapi dekan menganggap acara ini sebagai tradisi, jadi pada akhirnya kami tetap mempertahankannya….”

Dia dengan sedih membuang kepala dan ekor rubah itu dan bersandar lemas di kursinya.

He Yu memungut ekor berbulu putih salju yang dia lempar ke atas meja dan memandangnya dengan serius sejenak. Dia tidak mengatakan apa-apa, tetapi sebuah ide muncul di kepalanya.

Jumat tiba dalam sekejap mata.

Aroma mentega dari kue panggang tercium melalui ruang kelas toko roti.

He Yu membuka oven, menutupi kue yang baru dipanggang dengan selembar kertas minyak putih bersih, dan mengemasnya ke dalam sebuah kotak. Kemudian, dia dengan hati-hati merapikan ruang kelas toko roti yang diizinkan bibi untuk digunakan dan berjalan keluar.

Acara eksplorasi kampus berlangsung riuh.

He Yu berjalan-jalan santai di sekitar kampus dengan satu tangan membawa mousse krim mangga kocok favorit Xie Xue dan tangan yang lainnya dimasukkan ke dalam sakunya.

Dia memainkan labirin bertema perjalanan dunia dan memenangkan boneka anjing mainan kecil — Samoyed putih yang tampak seperti malaikat tersenyum dengan mata bulat cokelat gelap yang menatapnya saat dia memeluknya di lekukan lengannya.

“Lihat!”

Sekelompok mahasiswi di dekatnya berdiri dengan kepalan tangan kecil mereka ditekan ke mulut mereka, potongan-potongan percakapan mereka melayang ke telinga He Yu dari waktu ke waktu.

“Ini He Yu-Xuezhang6! Xuezhang yang menyelamatkan gurunya dari api… dia bahkan lebih tampan kalau dilihat secara langsung daripada di fotonya….”

“Xuezhang Apa! Dasar gadis bodoh. Dia Xuedi7!! Dia ada di kelas 1001 penulisan skenario dan penyutradaraan!”

“Eh? Junior yang begitu tinggi. Sepertinya dia pasti 180-an Cm — tunggu tidak, aku merasa dia hampir 190.”

“Aku punya teman di kelasnya yang mengatakan bahwa keluarga He Yu sangat kaya — dan dia sangat cantik dan memiliki nilai yang sempurna untuk mahasiswa baru.”

“Bukankah itu seperti Wei Dongheng-xuezhang?”

“Lupakan saja, Wei Dongheng tidak berperilaku seperti laki-laki sama sekali, dia begitu sombong dan lebih cantik dari bunga, namun kamu masih ingin memanggilnya ‘Xuezhang’? Kamu sebaiknya memanggilnya ‘Xuejie’8 sebagai gantinya… Terus-menerus memamerkan kekayaan keluarganya dan dimanjakan di luar kepercayaan — Minggu lalu gadis tercantik di kelas 5 kursus drama mengaku kepadanya, apa kamu tahu apa yang dia katakan?”

“Apa?”

“Kamu? Kenapa kamu tidak melihat ke cermin — ingin aku mengirimimu satu set produk perawatan kulit?”

“Tapi He Yu tidak seperti itu. Dia memiliki kepribadian yang sangat santai dan sangat sopan, dia bahkan tidak akan meninggikan suaranya dengan orang-orang. Hei, kali ini dia bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Xie-laoshi, di mana bisakah kamu menemukan anak laki-laki yang begitu baik?”

Mendengar mereka berbicara tentang dia seperti ini, He Yu memberi mereka sedikit senyuman. Para mahasiswi diam-diam meneriakkan “dia mendengar kita” dan kemudian segera berhamburan ke kejauhan karena malu.

Dengan cara yang lembut dan halus, He Yu menahan senyumnya, tatapannya menjadi gelap —

Xie Qingcheng harus benar-benar mendengarkan tentang ini.

Bagaimana mungkin tidak ada yang menyukainya?

Tapi, dia sebenarnya tidak tertarik pada mahasiswi-mahasiswi ini.

Orang itu….

Adalah satu-satunya yang dia inginkan.

Pada saat ini, ponsel di sakunya berdering. He Yu mengeluarkannya dan membaca:

“He-laoban, kamu benar-benar ingin aku menebang jembatan tali?”

Pesan itu datang dari senior klub rekreasi luar ruang tahun kedua.

Neverland terletak di tengah danau taman Universitas Huzhou; bagian tengah pulau memiliki tempat perkemahan yang didirikan oleh klub rekreasi luar ruang Universitas. Ini adalah senior yang biasanya mengaturnya.

He Yu menjawab, “Jembatan tali sudah lama tidak diperbaiki. Akan berbahaya jika dibiarkan terus. Selain itu, menebangnya juga akan memudahkan dekan untuk menggantinya.”

Senior itu membalas, “Tetapi dekan hanya menyuruh pekerja melakukan pemeriksaan pemeliharaan di awal semester. Klub kami bertanggung jawab untuk mengelola Neverland. Jika rusak dalam waktu sesingkat itu, klub rekreasi luar ruang kami harus membayar itu. Meskipun itu hanya sebuah jembatan terapung kecil, setidaknya membutuhkan biaya 3000¥ untuk memperbaikinya….”

Beberapa saat setelah dia mengirim pesan ini, tiba-tiba ada efek suara denting koin dari ponsel senior itu.

“5000¥ telah dikirim ke akun Alipay Anda.”

Pesan Eksekutif He diikuti tepat di belakangnya. “Tolong pastikan untuk menebangnya dengan seksama.”

Senior kampus yang tidak punya uang : “….”

Metode komunikasi kapitalis sangat sederhana dan tegas.

Menurut petunjuk yang tertulis di peta acara eksplorasi kampus, “rubah berekor sembilan” akan menunggu mahasiswa di dermaga, di perahu berbentuk bebek dan menemani para mahasiswa yang ingin naik perahu ke Neverland.

He Yu berjalan menuju tepi danau yang dipenuhi dedaunan layu dan ranting mati. Seperti yang diduga, dia melihat Xie Xue mengenakan kostum maskot rubah berekor sembilan dan menunggu mahasiswa yang akan datang untuk naik perahu.

Rubah putih duduk dengan tenang di perahu; salah satu dari sembilan ekornya bahkan jatuh ke permukaan air, menimbulkan riak demi riak dari sampan yang bergoyang.

Dia berjalan lebih dekat ke rubah putih, dedaunan yang jatuh berderak pelan di bawah gerakannya. Di luar zona, maskot rubah berekor sembilan tidak mendengarnya, hanya ketika dia tiba dan berdiri di tepi danau —

“Xie Xue.”

Rubah berekor sembilan tertegun sejenak sebelum memutar kepalanya dari tempat duduknya di perahu berbentuk bebek.

He Yu tersenyum. “Pasti kamu tidak mengira aku akan datang.”

Kemudian, dia (He Yu) melihat sekeliling di sekitar mereka. “Kamu benar-benar telah dikirim jauh-jauh. Jika aku tidak datang, aku tidak yakin akan ada orang lain yang datang ke sini juga; kamu akan dibiarkan tergantung di sini sepanjang hari.”

Rubah berekor sembilan menatapnya dalam diam, seolah tidak setuju dengan apa yang dia katakan.

“Menurutmu siapa lagi yang akan mengunjungimu? Kakakmu?”

“….”

He Yu berkata dengan lembut, “Kakakmu hampir menopause9, dan terus dipaksa untuk berkencan dengan wanita di luar kelompok usianya. Dia menghabiskan seluruh hari-harinya dengan kesal oleh gadis-gadis kecil itu sehingga dia perlu minum Women’s Soothing Tonic (Tonik Penenang Wanita)10 untuk menenangkan diri; dia mungkin tidak punya waktu atau energi untuk peduli padamu.”

Rubah berekor sembilan: “….”

He Yu melangkah dengan anggun ke atas perahu. “Ayo pergi, aku akan pergi bersamamu ke Neverland.”

Meskipun berada di tengah danau, di kampus universitas, sebuah danau tidak mungkin sebesar itu. Butuh waktu kurang dari dua menit di perahu berbentuk bebek sebelum mereka berdua mencapai “gumpalan tanah” yang disebut Neverland.

Pulau itu tampak menyedihkan dan sepi seperti yang diharapkan; ada beberapa untaian lentera yang digantung hanya untuk pertunjukan dan beberapa bahan bangunan tenda berserakan di sekitar perkemahan yang tertutup lapisan tebal akumulasi debu — ada terlalu banyak nyamuk yang keluar sekarang, jadi meskipun sudah sebulan berlalu universitas dimulai, klub rekreasi luar ruang belum menyelenggarakan satu acara pun.

He Yu berkata, “Aku akan menjadi pelangganmu, di mana aku harus mencap?”

“….” Rubah berekor sembilan menggerakkan kepalanya, menunjuk ke arah tertentu.

Melihat kostum seluruh tubuh yang lain, merasa geli, He Yu mengangkat kepalanya sekali lagi. “Hari ini sangat panas, tidakkah kamu merasa pengap memakai itu? Kenapa aku tidak membantumu melepasnya.”

Saat melihat dia mengulurkan tangan, rubah berekor sembilan mundur selangkah dengan dingin.

“… Kamu tidak mau?”

Dia mengangguk.

“… Ah, oke, terus saja pakai itu. Jangan datang untuk menangis padaku jika terlalu panas.”

Rubah berekor sembilan menurunkan cakarnya yang bersalju dengan acuh tak acuh dan menyilangkan tangannya.

He Yu menatapnya. “Sejujurnya, itu sangat lucu. Jika kamu tetap seperti ini, Gege akan memberimu nilai penuh pada tinjauan kinerjamu nanti.”

“….”

“Kalau begitu, lanjutkan dan pimpin jalan.”

Area stamping11 berada di tengah Neverland dan terdiri dari meja kecil sederhana yang diatur di tempat kejadian. Rubah berekor sembilan bersandar diam-diam ke pohon dan menoleh untuk menatap ke kejauhan.

He Yu berbalik setelah mendapatkan capnya. Meskipun dia menganggapnya lucu, dia juga merasa bahwa kepala kostum itu pasti sangat berat untuk Xie Xue. Belum lagi, mengingat kecenderungannya untuk menggertak orang, semakin Xie Xue tidak ingin dia melepas penutup kepala, semakin dia ingin melepaskannya.

Maka, melihat bahwa rubah berekor sembilan telah berbalik ke arah yang berbeda, dia mendapati dirinya dicekam oleh keinginan yang tiba-tiba. Dia berjalan diam-diam, mendekati yang lain, dan meraihnya dengan tiba-tiba–

Sambil tersenyum, dia berkata, “Xie Xue-”

“!!”

Bagaimana mungkin?!?!

Wajah yang ditutupi rambut acak-acakan yang muncul di bawah topeng dan melihat ke arahnya sama sekali bukan milik Xie Xue! Itu jelas Xie Qingcheng yang sangat marah!

He Yu: “….”

Xie Qingcheng: “….”

Mulut Profesor Xie membuka dan menutup beberapa kali berturut-turut. Setelah menekan bibirnya erat-erat untuk sementara waktu, dia mengangkat tangannya dan merapikan poni (rambut)nya yang berantakan dengan kasar keluar dari matanya, tatapannya menusuk seperti belati, saat menatap He Yu, ujung gigi putihnya nyaris tidak terlihat di bawah bibirnya yang tipis.

Dia berkata dengan suara dingin yang menakutkan, “Apa kamu gila?”

Ekspresi Eksekutif He menjadi gelap saat dia melihat Xie Qingcheng. “Tidak, tapi kenapa kamu merangkak ke dalam setelan maskot bodoh ini tanpa memberitahuku?”

Xie Qingcheng melemparkan topeng itu ke lengan He Yu, dan menarik dirinya keluar dari setelan maskot bodoh itu dengan kerutan di wajahnya. Itu benar-benar kesempatan yang langka; Profesor Xie yang elit selalu sangat rapi, jadi He Yu tidak pernah bisa membayangkan bahwa dia akan pernah bisa melihatnya dengan penampilan menyedihkan seperti ini saat dia dengan susah payah keluar dari setelan maskot, rambutnya benar-benar berantakan.

“Kenapa aku harus memberitahumu? Kamu mengatakan begitu banyak omong kosong sepanjang perjalanan ke sini. Jika kamu sudah selesai mendapatkan cap (stempel)mu, maka enyahlah.”

He Yu menatapnya dengan tidak puas. “Di mana Xie Xue?”

“Dia merasa terlalu panas dan menyuruhku menggantikannya… Sekarang, siapa yang sibuk dengan kencan perjodohan dan perlu minum Women’s Soothing Tonic lagi?”

“….”

Bertemu dengan tatapan tajam seperti pisau bedah dari Xie Qingcheng, He Yu mengingat apa yang baru saja dia katakan dan tersenyum. “Tolong jangan dimasukkan ke hati. Itu hanya komentar kosong.”

Ini adalah pertama kalinya mereka bertemu sejak berpisah di kantor polisi. Setelah kengerian awal memudar, suasana menjadi sedikit canggung.

Khusus untuk Xie Qingcheng. Tak lama setelah melemparkan bir ke wajah He Yu, dia merasa bahwa, pada kenyataannya, itu sama sekali tidak perlu. Dia terbiasa menjaga kepala tetap dingin, tetapi hari itu, tekanan emosinya telah menguasainya, jadi ketika He Yu memukul bagian yang sakit, dia kehilangan kesabaran dan mulai berkelahi dengannya. Kalau tidak, dengan kepribadiannya, dia tidak akan membungkuk begitu rendah untuk bertengkar dengan anak laki-laki yang tiga belas tahun lebih muda.

Pada saat ini, He Yu meminta maaf padanya lagi. Xie Qingcheng berhenti di mana dia menyisir rambutnya yang acak-acakan, nadanya sedikit melunak saat dia memecahkan suasana tegang, “Lupakan saja. Bukankah kamu sibuk hari ini?”

“Ya. Bagaimana kamu tahu.”

“Xie Xue berkata dia bertanya padamu karena dia berencana memintamu menggantikannya, tetapi kamu bilang kamu sibuk hari ini dan tidak punya waktu, jadi dia merasa canggung untuk bertanya.”

“….”

He Yu terdiam untuk waktu yang lama dan tidak menanggapi Xie Qingcheng, hanya meletakkan kepala maskot dan boneka Samoyed yang mewah ke samping. Dia berdiri di sana, memproses situasi dengan tangan di dahinya, lalu berbalik dan berjalan kembali ke dermaga dengan tas berisi mousse mangga di tangan.

“… Seharusnya aku memeriksa kalender12 hari ini sebelum keluar.”

Namun, ketika He Yu kembali ke dermaga Neverland dengan secercah harapan di hatinya, yang dia lihat hanyalah perahu berbentuk bebek terombang-ambing yang telah ditambatkan13 di tepi seberang. Perahu-perahu itu bergoyang maju mundur, paruh emasnya berubah menjadi senyuman mengejek oleh cahaya melengkung yang dipantulkan ombak.

Baru pada saat itulah He Yu ingat bahwa dia secara pribadi meminta Xuezhang-nya untuk memutuskan semua sarana transportasi setelah dia mendarat di pulau itu untuk menjebak Xie Xue di sini sendirian sehingga dia bisa mengaku padanya.

Apakah ini yang dimaksud dengan menembak kaki sendiri?

Alis He Yu sedikit berkedut.

“Apa yang salah?”

Suara langkah kaki mendekatinya dari belakang; dia tidak perlu kembali menoleh untuk mengetahui bahwa satu-satunya hewan berkaki dua tanpa bulu di pulau ini adalah Xie Qingcheng. Dia awalnya merencanakan untuk seorang pria lajang dan seorang wanita lajang untuk tinggal di pulau ini, skenario yang sempurna untuk sebuah pengakuan. Tapi sekarang, bukan hanya dua pria lajang yang terperangkap di pulau ini, tetapi yang lain adalah satu-satunya pria yang paling dia benci.

Semakin dia memikirkannya, semakin dia merasa kejam, sampai pada titik di mana dia ingin memborgol tangan Xie Qingcheng di belakang punggungnya, mengikatnya ke pohon, dan menyiksanya sampai mati sepanjang malam di hutan belantara yang sepi ini, sampai kulit Xie Qingcheng menjadi pucat dan tubuhnya tertutup rerumputan, sampai dia pingsan, sampai dia meninggal. Lagipula tidak ada orang lain yang datang dan jika dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya, maka lebih baik jika dia secara pribadi menghancurkan orang ini. Bagaimanapun, dia seharusnya tidak menyia-nyiakan tanah tak bertuan ini yang telah dia bangun dengan sangat hati-hati.

Siapa yang memintanya untuk merusak rencananya?

Setelah melepas kostum maskotnya, sosok Xie Qingcheng tampak tinggi dan kurus, dingin saat auranya tiba-tiba berubah. Ketika dia mengejar He Yu dan berjalan di sampingnya, seolah-olah He Yu bisa mencium aroma obat dan desinfektan yang sangat dingin itu lagi.

He Yu tidak tahan dengan bau itu. Menenangkan dirinya sendiri, dia menekan keinginan yang tidak realistis untuk melakukan kejahatan dan berbalik sekali lagi:

“Aku tidak tahu kenapa semua kapal berada di sisi lain.”

“… Mungkin mereka sedang dioperasikan dari ruang kendali.” Xie Qingcheng memasukkan tangannya ke sakunya saat dia tanpa ekspresi memikirkan beberapa hal untuk sementara waktu, “Tidak apa-apa, masih ada jembatan tali. Ikuti aku.”

Lima menit kemudian–

Xie Qingcheng menatap jembatan tali yang sekarang sebagian besar tenggelam dalam keheningan, ekspresi rumit yang tak terlukiskan di wajahnya.

“Jembatan tali juga putus.”

“Ah, betapa sialnya. Seseorang pasti telah melakukan lelucon.” He Yu berpura-pura tenang, tetapi secara internal, dia sangat putus asa — Benar, apa kamu terkejut? Apa kamu kagum14? Setelah beberapa saat, kamu juga akan menemukan bahwa tidak ada sinyal telepon.

Dia awalnya berencana untuk tinggal di pulau ini bersama Xie Xue sampai sekitar tengah malam. Untuk itu, dia bahkan berhasil mendapatkan satu set pengacau sinyal yang digunakan untuk ujian masuk universitas.15

Tidak, bisa dikatakan bahwa itu lebih kuat dari yang digunakan dalam ujian, karena dia sendiri yang memprogram ulang perangkat itu.

He Yu sangat mampu dalam hal ini. Untuk mengalihkan perhatiannya saat dia bosan, dia akan memusatkan seluruh perhatiannya untuk mempelajari cara membobol sistem komputer dan gangguan sinyal.

Mengingat dinding pelindung lawan-lawannya, membobol program komputer adalah berpacu dengan waktu, yang sangat efektif untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa sakitnya dan menjaga penyakitnya tetap terkendali. Setelah bertahun-tahun berlatih, efek samping yang dihasilkan adalah dia secara tidak sengaja menjadi peretas kelas satu yang tangguh.

Tentu saja, dia tidak akan memberi tahu seniornya bahwa pengacau sinyal itu buatannya sendiri. Dia hanya meminta senior mengaktifkan perangkat di sisi lain tepi danau, sehingga memastikan bahwa Xie Xue tidak akan mendapat tanggapan apa pun dari yang dia coba. Jika ada yang mencoba datang ke Neverland, dia (senior) akan mengatakan bahwa aktivitas ini terlalu membosankan dan sudah ditutup.

Dia awalnya berpikir bahwa ini adalah rencana pengakuan yang sangat mulus.

Demi rencana ini, dia bahkan memastikan untuk mengingatkan seniornya:

“Ingatlah untuk menunggu di tepi danau seberang sampai tengah malam sebelum mengirim kapal kembali.”

“Dimengerti, He-laoban.”

“Tidak peduli bagaimana kami meminta bantuan selama itu, kamu harus mengabaikan kami. Aku ingin melakukan tindakan meyakinkan di depannya, kalau tidak dia akan mudah curiga.”

“Tidak masalah, He-laoban.”

Saat ini, ketika He-laoban menatap siluet ramping dan tenang Xie Qingcheng, dia merasakan sedikit sakit kepala: Apa maksudmu tidak ada masalah? Masalah ini ternyata agak terlalu besar…

__

“Tunggu sebentar, ada seseorang di seberang sana.” Xie Qingcheng telah berjalan setengah jalan di sekitar gumpalan tanah Neverland dan menemukan bayangan berdiri senior di sisi lain tepi danau. “Aku akan memanggilnya.”

“Kamu memanggilnya tidak ada gunanya.” He Yu menghela nafas, mengumpulkan harapan terakhirnya. “Lebih baik jika aku yang melakukannya.”

Xie Qingcheng berkata, “Kenapa itu tidak berguna?”

“Aku hanya berbakti. Aku menghormati yang lebih tua dan menghargai yang muda, apa itu cukup baik untukmu?”

Benar-benar di ujung talinya, He Yu tidak merasa ingin membuang-buang napas dengan Xie Qingcheng lagi dan mulai melambai sendiri ke arah “wingman“-nya16 di seberang air.

Lima belas menit kemudian….

Tuan Muda sudah bermulut kering, dia bersandar ke batang pohon.

Xie Qingcheng berkata dengan lembut, “Sekarang setelah kamu selesai berbakti, apa kamu masih memiliki energi yang tersisa?”

Pria dewasa yang masih muda, yang baru saja memiliki ego usia terbesar; jadi, bagi mereka, hal yang paling tak tertahankan adalah mendengar orang lain berkata bahwa mereka tidak berdaya. Namun, He Yu benar-benar tidak memiliki penjelasan untuk ditawarkan, jadi dia hanya berbalik ke sisi lain, bahkan tidak mau melihat Xie Qingcheng saat dia terus bersandar di pohon itu. Dia memetik sebatang rumput buntut rubah sepanjang lutut, menampar nyamuk yang berdengung di sekitarnya dengan frustrasi.

He Yu berdiri sebentar, semakin memikirkannya semakin dia kesal, dan melemparkan batang rumput itu dengan jentikan saat dia berbalik untuk berjalan ke hutan.

Xie Qingcheng bertanya, “Kamu mau kemana?”

Suara bocah itu sudah serak karena berteriak. “… Aku akan mengambil air minum dari perkemahan.”

Setelah berjalan agak jauh, He Yu mengeluarkan ponsel lain yang tidak diblokir dan mengirim pesan kepada seniornya, ekspresinya marah “Ada yang tidak beres, tolong bantu kami untuk pergi.”

Senior itu menjawab dengan sangat cepat, tidak lupa menyanjung kapitalis. “Sangat mengesankan, Eksekutif He! Aktingmu sangat bagus! Bahkan pesan ini palsu, kan?”

Beberapa detik lagi berlalu.

“Eksekutif He, aku ingat, kamu mengatakan padaku sebelumnya untuk tidak membiarkan kalian berdua keluar tidak peduli apa yang kamu katakan. Aku akan mengurus semuanya, jadi jangan khawatir, aku hanya akan datang menjemputmu setelah tengah malam. Jika orang lain mencoba mendekati Neverland, aku akan mengusir mereka. Jadi jangan khawatir, nikmati waktu pribadimu bersama.”

He Yu: ” ….”

Apa yang harus dia nikmati di pulau terpencil ini?

Menikmati Xie Qingcheng?

Jika pembunuhan tidak ilegal, dia pasti bisa merantai Xie Qingcheng, melemparkannya ke tumpukan jerami, dan menikmati waktu untuk dirinya sendiri sepanjang malam, tapi apa yang harus dia nikmati sekarang?


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Teater mini : Aku punya pertanyaan

He Yu: Buddha, aku punya pertanyaan. Aku ingin bertanya apakah aku akan berhasil mengaku.

Buddha: Tentu saja.

He Yu: Kapan?

Buddha: Mungkin saat kamu mengaku pada kakaknya.

Xie Qingcheng: Aku punya pertanyaan. Jika pembunuhan tidak ilegal, bagaimana kamu berencana menyiksaku sepanjang malam?

He Yu: Lingchi, menggorok leher , @?%, dan &#?… Aku punya banyak cara untuk menyiksa orang.

Iblis kecil: Ah, bentuk penyiksaan yang tepat? Aku pikir….

Xie Qingcheng: Kamu pikir apa?

He Yu: Kamu pikir apa?

Iblis kecil: … Tidak ada. Karena Buddha ada di teater mini ini, aku akan berhenti bicara. Aku tidak ingin diusir.

Xie Xue: Buddha, aku punya pertanyaan.

Buddha: Silakan.

Xie Xue: Kapan He Yu akan menebus waktu dia mengundangku makan di restoran yang harus dipesan tiga bulan sebelumnya? Kenapa terakhir kali pengakuan itu di restoran mewah, namun kali ini pulau terpencil? Dimana makan malamku? Dimana makan malamku? Kemana perginya makan malam mewahku?

Budha: …..


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Chu

Footnotes

  1. Orang yang sangat menarik, terutama seorang pria.
  2. 大锦鲤 – secara harfiah adalah koi besar. Koi besar melambangkan keberuntungan dalam istilah internet Cina.
  3. Jadi apapun kelas (mata kuliah) yang di ambil, kamu akan memiliki keberuntungan untuk lulus dari setiap kelas (mata kuliah) tersebut.
  4. Roh rubah — mitos : memiliki kemampuan berubah bentuk, sering kali menjadi wanita muda yang cantik.
  5. 梦幻岛 – “pulau ilusi mimpi” – terjemahan bahasa Mandarin yang biasa untuk Neverland. Pulau ajaib di Peter Pan yang melambangkan kelupaan dan pemuda abadi.
  6. 学长 – Kakak Tingkat (Kating) Laki-laki.
  7. 学弟 – Junior – Adik Tingkat Laki-laki.
  8. 学姐 – Kakak Tingkat (Kating) Perempuan.
  9. Menopause : Penurunan alami pada hormon reproduksi ketika seorang wanita mencapai usia 40-an atau 50-an. Menopause ditandai dengan 12 bulan sejak haid terakhir.
  10. Menopause : penurunan alami pada hormon reproduksi ketika seorang wanita mencapai usia 40-an atau 50-an. Menopause ditandai dengan 12 bulan sejak haid terakhir.
  11. Area yang bising, biasanya pusat acara.
  12. Almanak (primbon) petani yang menampilkan kondisi cuaca, dan dalam hal ini, apakah hari itu akan memiliki nasib baik atau buruk.
  13. Membuat kencang (perahu) dengan mengikatnya dengan kabel atau tali.
  14. Apa kamu terkejut/Apa kamu kagum adalah ungkapan gaul meme online.
  15. Untuk mencegah kecurangan.
  16. Penerbang, jadi ini itu kek sayap (penyelamat mereka) buat ngeluarin mereka dari pulau itu.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments