Penerjemah : Chu


Terjepit ke tanah, Jiang Lanpei terengah-engah, matanya merah dengan senyuman gila terbentuk di sudut mulutnya. “Hahahaha… Polisi… Apa gunanya polisi? Polisi semua sampah! Selama ini, pernahkah seorang polisi menemukanku terjebak di tempat terkutuk ini? Tidak! Mereka semua tidak berguna!”

Karena pikirannya dalam keadaan bingung, setelah mendengar kata kunci, dia akan menguncinya dan tetap tenggelam dalam waktu yang lama.

Saat dia mengutuk, angin meniup rambutnya yang berantakan ke mulutnya. Setelah meludahkannya, tatapannya berubah menjadi lebih ganas–

“Sekarang apa? Kamu akan membunuhku, kan? Polisi? Kamu akan membunuhku untuk menutupi kelalaianmu, kan?”

Saat dia berbicara, senyum acuh tak acuh yang indah muncul di wajahnya. Meskipun dia ditahan, matanya terus mengejek mereka.

“Aku baru tahu kalau kalian semua pria seperti ini! Sampah! Kalian hanya tahu bagaimana melampiaskan ketidakberdayaan kalian kepada wanita, kalian benar-benar tidak kompeten dalam hal apapun! Aku telah diperlakukan seperti ternak selama dua puluh tahun … Apa kalian tahu apa yang aku gunakan untuk melacak hari? Aku menggunakan foto-foto yang dipasang bajingan itu di dinding! Aku melihat hal-hal menjijikkan itu setiap hari. Di foto pertama, aku baru berusia dua puluh sembilan! Dua puluh sembilan!!!”

“Aku berusia lima puluh tahun ini… Huh? Atau mungkin lima puluh dua? Lima puluh satu? Atau mungkin aku belum mencapai lima puluh?” Sekali lagi, dia tampak bingung, senyum mempesona di bibir merahnya seperti anggur yang dibubuhi arsenik, “Lupakan saja, itu tidak penting. Yang penting aku bebas.”

“Apa kalian tahu bagaimana aku keluar?”

“Aku menghabiskan bertahun-tahun sebagai orang gila dan pelacur, membujuk dan melayaninya. Dan meskipun dia memandang rendah diriku, dia masih ingin meniduriku, untuk mondar-mandir dan pamer di depanku, untuk memulihkan beberapa harga diri prianya yang menyedihkan… Hahahaha.. Aku mempermainkannya sampai dia pusing dengan itu dan dalam beberapa tahun terakhir ini, dia secara bertahap menurunkan kewaspadaannya di sekitarku. Suatu kali, ketika dia melepas celananya, dia benar-benar meninggalkan kunci kamarku di ruang rahasia.”

Dia sepertinya menceritakan sebuah rahasia, tetapi dia tidak bisa menahan tawanya dengan gembira. “Tapi aku tidak mengambilnya.”

“Malam itu, aku menyerahkan kunci dan bertanya apa itu. Ekspresinya berubah saat dia melihatnya, tetapi setelah melihat betapa bodohnya aku, dia santai. Dia berpikir bahwa aku terlalu sakit … bahwa aku bahkan tidak bisa mengenali kunci, ha!” Tatapannya tiba-tiba menajam secara dramatis di samping suaranya, “Siapa yang bisa hidup seperti ini selama dua puluh tahun dan tidak menjadi gila?!”

“Jadi dia menggunakan kunci itu untuk menggodaku, seolah dia mengira aku adalah anjing bodoh yang memiliki kunci pelarianku tapi tidak tahu apa itu! Dia tidak tahu bahwa aku melihat semua kegembiraan di matanya, bahwa aku sangat jijik sehingga aku ingin menamparnya! Tapi aku bisa memalsukannya — siapa bilang orang gila tidak tahu cara memalsukan (berpura-pura)? Aku memalsukannya dengan sangat baik sehingga aku benar-benar menipu dia. Kemudian, dia menjadi lebih santai, bahkan lebih lalai. Selama dia meninggalkan kuncinya, aku akan menyelinap keluar… Aku telah menyentuh setiap batu bata di rumah sakit jiwa ini! Tapi aku tidak ingin pergi! Aku ingin pria ini masuk neraka!”

“Aku baru saja selesai merencanakan semuanya kemarin… Aku mengambil keuntungan dari fakta bahwa dia sekali lagi meninggalkan kuncinya, dan aku mengambilnya. Ketika malam tiba, aku keluar … dan diam-diam mencuri pisau bedah.”

Dia masih mencengkeram pisau bedah dengan erat di tangannya, darah pada bilah peraknya yang mengkilap telah mengering dan membeku menjadi warna cokelat mengerikan.

Xie Qingcheng tahu bahwa jika dia sedikit melonggarkan cengkeramannya, wanita itu sekali lagi akan melompat dan menusukkan bilahnya ke dadanya.

Agresi kebinatangan di wajahnya terlalu kuat.

Dia (Jiang Lanpei) memandang seluruh dunia dengan kebencian.

Dua puluh tahun telah mengubahnya dari pasien sederhana menjadi seseorang yang haus darah, seperti binatang buas yang terperangkap dengan gigi tajam.

“Aku menyembunyikan pisau di bawah tempat tidur, dan ketika dia datang untuk menggosokkan mulutnya yang berminyak ke seluruh tubuhku sekali lagi, aku menyambutnya dengan senang hati… Lalu aku merentangkan tanganku di bawah kasur. Dan kemudian….”

Darah Liang Jicheng dan jeritan menyedihkan dari saat dia membunuhnya sebagai pembalasan seolah menyembur keluar dari matanya.

“Hahaha…hahahahaha… darah yang begitu hangat….”

“Katakan padaku, bagaimana bisa orang berhati dingin seperti itu memiliki darah yang begitu hangat? Seharusnya tidak seperti itu….!”

“Setelah itu, aku menyeretnya ke ruangan kantor… Aku ingin mencabik-cabiknya, tetapi aku mendengar gerakan di luar dan melalui celah di pintu, aku melihat seorang gadis aneh yang sepertinya sedang mencari seseorang. Tentu saja aku tidak bisa membiarkan dia merusak rencanaku! Aku sudah menunggu untuk itu selama bertahun-tahun! Jadi aku menyembunyikan mayatnya di lemari, menempelkan nametagnya di pakaianku, dan berjalan keluar… untuk berbicara dengan adikmu.”

Wajahnya berkerut, seolah-olah dia sedang menceritakan sebuah cerita kepada Xie Qingcheng, tetapi juga seolah-olah dia sedang berbicara pada dirinya sendiri.

“Gadis itu sangat cantik, dan bahkan terlihat seperti ‘makanan kecil yang lezat’ yang telah dibawa kemari, yang telah bunuh diri dengan membenturkan kepalanya ke dinding. Jika aku harus menebak… hehe, dia adalah reinkarnasi dari ‘makanan kecil lezat’ itu… Dan bahkan jika dia bukan reinkarsinya, tidak apa-apa juga. Sejujurnya, aku tidak begitu ingat seperti apa rupa gadis itu, tapi dia seumuran, jadi kupikir itu pasti takdir. Jadi aku berbohong padanya dan menyuruhnya mengikutiku ke kantor, lalu membiusnya dengan obat penenang dalam minumannya ketika dia tidak memperhatikan. Tentu saja aku tahu yang mana obat penenangnya! Hal yang paling menggelikan tentang kalian orang normal adalah bahwa kalian terlalu memandang rendah orang gila. Aku tahu obat penenang khusus itu dengan sangat baik. Setiap kali aku tidak patuh, bajingan Liang itu akan memaksa cangkir berisi itu ke tenggorokanku, memaksaku menelannya!”

“Setelah dia pingsan, aku menyeretnya ke ruang rahasia. Aku berpikir bahwa setelah aku selesai membalas dendam, ketika orang yang dicintainya datang untuk mencarinya… mereka pasti… pasti membalikkan tempat itu! Tidak sepertiku … tidak sepertiku … Aku….”

Saat dia berbicara, matanya redup, ekspresinya tiba-tiba memperlihatkan perasaan kesepian.

Xie Qingcheng menatapnya dengan tatapan tajam. “Jadi kamu berharap bahwa setelah semuanya selesai, seseorang akan menemukan ruang rahasia ketika mencarinya?”

“….” Wanita itu tersenyum, kaku dan terdistorsi, dan tidak menanggapi. “Semua itu tidak penting lagi.”

“Setelah aku mengunci adikmu di ruang rahasia, aku menyeret Liang Jicheng keluar dari lemari — aku ingin mengakhiri semuanya di tempat itu, di tempat pertama kali aku bertemu dengannya! Hanya aku dan dia, seperti pertama kali kita bertemu … dan tidak ada orang lain! Aku berteriak ke langit dan bumi, tetapi tidak ada yang pernah menjawab, jadi aku ingin secara pribadi memotongnya, sepotong demi sepotong—”

Dia berhenti, tatapannya saat dia menatap Xie Qingcheng memperlihatkan tanda kebencian yang mendalam.

“Tapi kalian datang.”

“Kalian menghalangiku, dan tidak akan membiarkanku melakukan balas dendam terakhirku terhadapnya di sana!”

“Kamu menghalangiku. Kamu seorang polisi, bukan? Kamu seorang polisi. Kalian semua polisi adalah pendukung kejahatan, jadi bunuh saja aku. Bunuh aku, dan cepat atau lambat, aku akan datang dan mengambil nyawamu juga–!”

Kebencian, tekad, kedengkian, dan tawa gila.

Semua tampak hampir meledak dari wajahnya, berubah menjadi taring panjang dan menusuk pria di depannya.

Tapi Xie Qingcheng menatapnya, berbicara dengan penekanan yang disengaja. “Aku bukan polisi, aku juga tidak berencana membunuhmu.”

Wanita itu gemetar; ini di luar dugaannya. Sambil memamerkan giginya, dia berkata dengan mata melotot:

“Lalu apa yang kamu inginkan?”

“Dia ingin membantumu menelepon polisi.” Setelah menyerahkan Xie Xue kepada seorang perawat wanita muda untuk dijaga, He Yu berjalan ke sisi Xie Qingcheng. Dalam kegelapan malam, sangat sulit untuk melihat ekspresinya dengan jelas.

“Dia ingin kamu menceritakan semuanya kepada pihak berwenang.”

“Aku tidak mau!” Jiang Lanpei mulai berteriak histeris, “Aku tidak mau! Tidak ada yang akan percaya padaku!! Aku tidak akan pergi! Pembohong… Kalian semua pembohong!”

Namun, He Yu mendekatinya perlahan.

Memalingkan kepalanya, Xie Qingcheng berkata dengan tegas, “Untuk apa kamu datang ke sini?!”

He Yu berkata, “Xie Qingcheng, kamu tidak mengerti dia.”

“Kamu sudah lama berbicara dengannya, tetapi selain mengutukmu, apakah dia pernah mendengarkanmu?”

Pria muda itu berjalan ke sisi mereka, menarik Xie Qingcheng pergi, dan membantu Jiang Lanpei berdiri. Dengan ledakan kekuatan yang mencengangkan, Jiang Lanpei segera mengarahkan pisau ke arah He Yu!

Namun, setelah He Yu mengucapkan beberapa patah kata padanya, tatapannya tak tergoyahkan, tangan wanita itu langsung membeku.

Dia berkata, “Jiang Lanpei, aku juga orang gila.”

Wajah mereka berjarak kurang dari selebar satu tangan, mata almond pemuda itu memantulkan tatapan wanita gila itu.

Suaranya sangat lembut, sehingga selain Xie Qingcheng, yang paling dekat, tidak ada orang lain yang bisa mendengarnya. Dia perlahan mengangkat tangannya dan, menatap mata Jiang Lanpei, perlahan menggenggam bilah sedingin es itu dengan sangat tenang.

Jika Jiang Lanpei mendapatkan kembali kesadarannya dan menyerang dengan pisau pada saat ini, dia pasti akan terluka. Tapi He Yu tampak terlalu berbeda — seluruh tubuhnya tegang, tapi wajahnya tidak menunjukkan satu riak emosi sama sekali. Seolah-olah dia sedang berbicara dengan seorang wanita biasa, seorang ibu, orang normal.

“Tahukah kamu? Aku juga orang gila.”

Diam-diam, bilah itu berpindah ke tangannya.

Hanya ketika Jiang Lanpei kehilangan pisaunya, dia tiba-tiba menyadari bahayanya. Dia memelototi He Yu, wajahnya pucat pasi, “Kamu—”

Tapi dia (He Yu) tidak punya niat untuk menyakitinya (Jiang Lanpei).

Dia menekuk jarinya, perlahan merapikan helaian rambut yang berantakan di pelipis wanita itu dan menyelipkannya di belakang telinganya. Menatap matanya, dia berkata, “Penyakitku unik. Lihat mataku — aku orang gila, tidak bisakah kamu mengatakan bahwa kita sama?”

Meskipun ekspresi Jiang Lanpei tetap waspada, dia benar-benar menatap mata He Yu dengan hati-hati; dia bahkan mulai mengendusnya.

Benar-benar tanpa ekspresi, He Yu dengan sangat tenang membiarkannya menggunakan cara paling primitif dan kebinatangan untuk mengkonfirmasi identitasnya. Mungkin setiap tipe orang memiliki cara mereka sendiri dalam menentukan keselamatan mereka; mungkin orang gila memiliki naluri binatang yang lebih kuat dan “indra keenam” daripada orang biasa.

Akhirnya, Jiang Lanpei berkata dengan suara rendah, “Kamu.”

“Aku.”

“Siapa yang menyakitimu?”

“Aku terlahir seperti ini.”

He Yu berkata dengan acuh tak acuh, “Aku bahkan tidak punya target untuk membalas dendam.”

Jiang Lanpei: “….”

“Namun, meskipun aku orang gila, mereka akan percaya semua yang aku katakan.”

“Kenapa?”

He Yu tersenyum. Awan terbelah, dan di bawah sinar bulan pucat, matanya tampak seolah-olah disepuh dengan lapisan perak dingin yang cerah, gigi taringnya yang terlihat tampak sangat menyeramkan dan sangat tajam.

Dia mencondongkan tubuh lebih dekat, seolah berbagi rahasia luar biasa tentang cara mengalahkan penyakit dengan sesama pasien, dan berbisik ke telinganya dengan suara rendah dan lembut, “Karena sepertimu, aku tahu cara memalsukannya.”

“Kamu pura-pura bodoh. Aku pura-pura jadi orang normal.”

Dia tersenyum sedikit, matanya seperti genangan es dingin yang meluap, “Aku sudah memalsukannya selama sembilan belas tahun, tetapi sangat sedikit orang yang mengetahui bahwa aku sakit. Kita semua membutuhkan beberapa cara kamuflase, bukan begitu??”

Untuk sesaat, ekspresi Jiang Lanpei berubah bingung, tapi dia dengan cepat menjernihkan kepalanya sekali lagi.

“Tidak… aku sudah membunuh seseorang, penyamaranku telah terbongkar–”

“Kamu tidak bisa mempercayai mereka, tapi mungkin kamu bisa mempercayaiku. Pertama, izinkan aku memberitahumu sebuah rahasia.”

Mata Jiang Lanpei melebar saat dia mendengarkan.

He Yu mengangkat satu jari dan menekannya dengan ringan ke bibirnya. “Sebentar lagi polisi akan datang.”

“!!” Pupil Jiang Lanpei tiba-tiba berkontraksi. “Apa maksudmu? Mereka memanggil polisi?! Mereka masih memanggil polisi! Mereka menipu–”

“Aku yang menelepon mereka.” Ekspresi He Yu sangat tenang.

“Kenapa kamu… Kita adalah sama. Kenapa kamu berdiri di sisi mereka, kamu harus… kamu harus….” Wanita itu mulai bergumam tidak jelas.

“Aku berdiri di sisimu.”

He Yu berkata. “Tapi bukankah kamu ingin reputasi Liang Jicheng benar-benar hancur setelah kematiannya? Setelah dua puluh tahun, kamu membiarkan dia mati sia-sia seperti ini — mati sebagai korban, bahkan mungkin untuk dikenang sebagai pahlawan yang luar biasa, dengan bunga tersebar di batu nisannya dan kerabat pasiennya yang tidak dikenal semuanya meratapi kematiannya? Sementara kamu akan dikenal sebagai pembunuh, dengan reputasimu yang ternoda, surat kabar menampilkan foto terjelekmu di halaman depan mereka, dan semua orang mengatakan kamu adalah binatang buas yang menggigit tangan yang memberimu makan? Tidak ada yang akan tahu penderitaan yang kamu alami, dan setelah kematianmu, kamu akan tetap berada di bawahnya, dengan semua orang menjelek-jelekkanmu. — Pikirkan tentang itu, apa itu layak untukmu?”

“….”

“Jika kamu memberi tahu polisi segalanya, kamu mungkin tidak menemui jalan buntu. Reputasi anumerta Liang Jicheng akan berakhir, dan kamu bisa membuatnya mati dua kali, satu untuk kematiannya, satu untuk reputasinya.” He Yu memiringkan kepalanya, berbicara pelan ke telinganya seolah-olah membujuknya. “Itu akan sangat bagus… Kenapa kamu tidak melakukannya seperti ini?”

Untuk sepersekian detik, Jiang Lanpei tampaknya tergerak oleh apa yang dia katakan.

Namun, pada saat ini, suara sirene datang seperti gelombang jauh dari segala arah, bergegas menuju rumah sakit jiwa yang berdiri menjulang di malam hari.

“Keluar dari mobil!”

“Semuanya keluar dari mobil!!”

Tatapan Jiang Lanpei bergeser saat dia berjuang untuk berdiri. Melihat ini, semua petugas keamanan itu sepertinya ingin menahannya, tetapi He Yu dengan sangat lembut membantunya berdiri.

“Aku akan pergi bersamamu untuk melihatnya.”

“Coba lihat. Di depanmu… mungkin masih ada cahaya di jalan keluar dari sini.”

Jiang Lanpei tampaknya telah terpikat. Menggigil, dia berjalan maju ke pagar atap dan tiba-tiba meraih pegangan logam yang dingin dan berkarat, menjulurkan lehernya untuk mengintip ke bawah.

Di bidang pandangnya yang kabur, semuanya diterangi oleh lampu mobil polisi yang berkedip merah dan biru. Pada pandangan pertama, itu memang pemandangan yang belum pernah dia saksikan selama bertahun-tahun di “penjara” ini.

Seolah-olah semua ketidakadilan, penghinaan, dan penderitaan yang dia alami dapat diterangi, dan ruang rahasia itu, yang tersembunyi dalam kegelapan selama dua puluh tahun, juga dapat melihat cahaya hari yang cerah dan diterangi matahari.

Saat dia terus melihat, emosinya tiba-tiba meningkat, air mata mengalir dari matanya.

Dia berbalik perlahan. Diterpa angin malam, gaun merahnya — gaun yang dibelikan Liang Jicheng untuknya dengan dalih merawat pasien terlantar untuk memuaskan hasrat jahatnya sendiri, gaun yang dia kenakan untuknya, tetapi kemudian terus-menerus menanggalkannya — tertiup angin dengan ribut.

“… Sangat cerah.” Dia bergumam dengan suara lembut, “Ini seperti fajar yang menyingsing.”

“Terima kasih.”

“Tapi….”

Beberapa suku kata terakhir yang jatuh dari bibir merah cerahnya tumpang tindih dengan suara pengeras suara polisi yang datang dari bawah–

“Semua individu yang terjebak, harap tetap tenang! Semua individu yang terjebak, harap tetap tenang! Jangan naik lift! Cobalah untuk mencari sumber air terdekat! Rendam kain dengan air dan tutup mulut dan hidung kalian! Tetap tenang! Pemadam kebakaran sudah tiba! Jika kalian bisa, silakan gunakan benda mencolok terdekat untuk membantu menandai lokasi kalian! Kami akan segera memulai penyelamatan!!”

Mata Jiang Lanpei menjadi redup. “Sudah terlambat.”

“–Dua puluh tahun lebih dari cukup bagiku untuk tumbuh membenci semua orang.”

“Rencanaku sudah mencapai langkah terakhirnya..”

“Anak muda, aku tidak akan bisa kembali lagi.”

Seolah menguatkan kata-katanya, tiba-tiba–

“BOOM!!!”

Terdengar suara ledakan dahsyat!! Staf rumah sakit yang terjebak di atap bergegas ke tepi gedung dengan panik — dekat ruang linen rumah sakit jiwa, satu set pintu dan jendela yang tertutup rapat akhirnya meledak hebat dari kobaran api di dalam!

Disinari api, Jiang Lanpei perlahan berkata, “Rumah Sakit Cheng Kang memiliki banyak rahasia yang tak terkatakan. Liang Jicheng menciptakan beberapa ruang rahasia di rumah sakit, menyimpan bensin dan sistem pengapian di dalamnya. Dia tidak berani membicarakannya di depan siapa pun, dan hanya berani pamer di depan orang bodoh sepertiku. Dia mengatakan bahwa yang harus dia lakukan hanyalah menekan tombol tersembunyi di kantornya dan semuanya akan mulai terbakar dalam waktu kurang dari sepuluh menit….”

“Dia memiliki hati nurani yang bersalah (tidak bertanggungjawab), dan telah membiarkan alarm asap dan sistem pengawasan di tempat terkutuk ini rusak sejak lama. Dia bahkan menghubungi orang-orang untuk mendiskusikan masalah ini saat dia melakukan hal-hal itu di tempat tidurku. Dia membiarkan aku mendengar semuanya. Beberapa tahun terakhir ini, aku mengenal Cheng Kang lebih baik daripada siapa pun.”

“… Awalnya, aku tidak berencana untuk melakukan sejauh ini, tetapi itu muncul ketika aku memutilasi mayatnya … Aku tidak ingin berakhir di tahanan polisi, jadi aku sudah menekan tombol ketika kalian pergi ke ruang rahasia untuk menjemput gadis itu.”

Xie Qingcheng: “Kamu —!”

“Itu benar, alasan aku membawa kalian semua ke sini adalah untuk mengulur waktu. Setelah api menyebar, tidak ada yang bisa keluar. Kita semua akan mati bersama, tidak akan terlalu sakit saat menuju kematian … Kalian ingin aku kembali (berhenti) sekarang,” Jiang Lanpei tertawa terbahak-bahak, dan menjatuhkan dua kata, “sudah terlambat.”

“Sangat terlambat.”

“Terlambat bagiku dan juga terlambat bagi kalian semua.”

“Tidak terlalu terlambat!!!”

Dalam hempasan angin, suara serak orang asing berteriak. Kepala Jiang Lanpei secara praktis dikirim berkeliling untuk menemukan bahwa petugas pemadam kebakaran yang terlatih khusus, dalam waktu singkat, memanjat menggunakan tali pengaman yang digantung di dinding yang masih tidak terpengaruh oleh api.

Petugas pemadam kebakaran adalah pria mirip beruang yang mengenakan alat pelindung. Dia mungkin tidak mendengar apa yang mereka bicarakan dengan jelas dan hanya mendengar bibi yang terperangkap ini berkata “sudah terlambat, sudah terlambat” begitu dia naik ke atap.

Bukankah ini meragukan kemampuan profesionalnya?

Beruang pemadam kebakaran kecil tidak tahan, dan berteriak keras, “Ini belum terlambat! Aku sangat cepat! Semua orang datang ke sini, turun sekarang! Api akan segera mencapai sisi utara!! Cepat, cepat!! Wanita dan anak-anak pergi dulu!!”

“Aku!! Aku dulu!!!”

Perawat kecil itu ketakutan konyol, dan baginya, petugas pemadam kebakaran itu tampak seperti dewa yang turun dari surga. Dia berlari, terisak-isak, ketika beberapa petugas pemadam kebakaran naik ke atap untuk membawa semua orang pergi sebelum api kehilangan kendali dan menyebar lebih dekat.

Xie Xue dan staf wanita lainnya adalah kelompok pertama yang diturunkan. Seorang petugas pemadam kebakaran berteriak pada Jiang Lanpei, “Jie!! Kemari!! Kenapa kamu berdiri begitu jauh di sana?! Kami akan menurunkanmu! Kami akan melindungimu, jangan takut! Kami akan membawamu pulang! Cepat-cepat!!”

Seluruh tubuh Jiang Lanpei tersentak, seolah-olah dia tersengat listrik. Dia berdiri di bawah menara air yang tinggi itu, angin bertiup melalui gaun panjangnya yang berwarna darah.

Tapi, di mana rumahnya?

Dan siapa dia?

Jika dia diselamatkan, kemana dia bisa pergi? Dia sudah gila begitu lama, dia sudah lama melupakan dunia luar. Dunianya adalah ruangan yang gelap dan tersembunyi, ribuan foto, hati yang penuh kebencian, dan kesengsaraan tanpa batas.

Dia akan pergi ke neraka bersama dengan semua itu di belakangnya.

Dia hanya menunggu api untuk membakar sampai ke puncak, menunggu api menyebar, untuk mengambil semua kegelapan di langit, mengubahnya menjadi fajar pertama setelah akhir malam yang panjang.

“Jie — Kemari—!”

Setelah jendela-jendela di bawah hancur oleh gas panas yang mengembang, api tidak lagi menyebar diam-diam lagi. Mereka telah berubah menjadi naga yang berapi-api, menyemburkan asap hitam yang mengamuk saat melolong, api menerangi langit malam di atas.

Jiang Lanpei maju selangkah dengan gemetar.

Dan kemudian, dia berhenti.

Dia memalingkan wajahnya untuk melihat ke menara air di belakangnya. Menara air cadangan itu sangat jarang digunakan, dan tidak ada banyak air di dalamnya–Tidak, itu bukan air.

Senyum muram melengkung di sudut mulutnya.

Itu adalah bensin yang dia dapatkan dari perjalanan yang tak terhitung jumlahnya ke tempat penyimpanan, setelah mencuri kunci dari Jiang Licheng yang tidak tahu dan menyelinap keluar. Dan, di kerah gaunnya, ia meletakkan benda terakhir yang bisa membuatnya “naik ke langit”.

…..

“He Yu, ke sini!!!”

Terkejut dengan kesadaran yang tiba-tiba, Xie Qingcheng meraih lengan He Yu dan meluncur ke arah yang berlawanan.

Pada saat yang sama ketika mereka berbalik untuk berlari, Jiang Lanpei tersenyum dan mengeluarkan pemantik logam dari gaunnya, menyalakannya dan melemparkannya ke menara air tempat bensin menetes tanpa henti–

“…BANG!!!!”

Api menyembur ke atas dengan raungan keras, menelan seluruh tubuh Jiang Lanpei dalam sekejap!!

Xie Qingcheng dan He Yu tersungkur ke tanah saat gelombang panas bergolak melonjak di belakang mereka; para petugas pemadam kebakaran menjadi bisu, menatap saat wanita itu merentangkan tangannya dan mendongak, seolah mengantisipasi penebusan suci, seolah ingin terbang ke langit, dan ditelan oleh api yang mengamuk.

Xie Qingcheng dan He Yu berbalik. “….”

Percikan api terbang ke segala arah! Api yang mengamuk dan menyengat dengan kejam memuntahkan asap hitam yang menakutkan! Pilar asap hitam yang berputar dengan jahat mulai terbentuk, asap tebal itu muncul untuk bergabung dengan lolongan dan kehidupan yang menyedihkan dari seorang wanita. Api itu menari dengan liar, membelah langit dan menghancurkan bumi; nyala api dan asap yang membara membubung ke langit yang gelap yang telah dihancurkan secara paksa oleh kobaran api, menghancurkan kubah surga, melonjak dalam gelombang spektakuler yang menghabiskan semua–

Sudah dua puluh tahun, aku tidak mempercayai siapa pun lagi.”

“Tidak ada cara bagiku untuk kembali.”

“Orang-orang di langit akan datang untuk membawaku pergi. Aku ingin naik ke langit.”

Aku tidak akan pernah kembali.


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Masih ada beberapa teka-teki, misalnya, kapan He-laoban memanggil polisi dan yang lainnya… Aku tahu semua Bao beis mungkin memiliki pertanyaan, jangan khawatir, itu akan dijelaskan perlahan di masa depan~

Teater mini:

Xie Qingcheng: Mengikatku dengan tali adalah hal yang paling bodoh… Lupakan tentang berasal dari keluarga polisi ganda (kedua orang tua), apa kalian tahu berapa banyak simpul bedah yang aku ikat selama sekolah kedokteran? Aku bisa mengikat simpul dengan satu tangan.

He Yu: Aku akan mencatat itu, dan mengingatnya di masa depan.

[meatbun berterima kasih kepada pembaca sebelum jam 5 sore~]

Terima kasih Bao beis, aku akan terus bekerja! Mwah Mwah!


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Chu
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments