Penerjemah: Vaniasajati

Editor: Chu


Sha Hong adalah orang yang sangat pintar, jadi dia tidak akan memberitahu He Yu semua yang dia ketahui sekaligus.

Sangat sulit bagi seorang penjahat yang menjalani hukuman seumur hidup untuk percaya bahwa He Yu memiliki kemampuan untuk mengeluarkannya dari penjara.

Dia ingin He Yu menunjukkan kepadanya beberapa bukti terlebih dahulu.

He Yu telah lama mengantisipasi hal ini — Sha Hong bukanlah orang bodoh, jadi tidak ada alasan baginya untuk memberitahukan semua petunjuknya dengan mudah. Tapi He Yu juga tidak gampang menyerah — sebagaimana Sha Hong yang tidak bisa mempercayainya, He Yu juga tidak bisa meyakini bahwa Sha Hong juga tidak memerasnya; mungkin saja orang ini sebenarnya tidak memiliki informasi yang berguna dan hanya ingin mempermainkannya.

Karenanya, He Yu berkata sambil tersenyum, “Aku bisa menunjukkan kepadamu bahwa aku tulus, tetapi mungkin Tuan Sha juga harus memberiku beberapa materi yang dapat diandalkan terlebih dahulu, kan?”

Sha Hong menggigit cerutunya dan merokok sebentar. Pada saat rokoknya hampir habis, waktu pertemuan yang diberikan kepada mereka juga hampir habis. Ketika Sipir datang untuk menjemputnya, Sha Hong akhirnya berdiri dan berkata pada He Yu, “Kupikir si Jiang Lanpei dalam foto itu bukanlah Jiang Lanpei yang sesungguhnya.”

“Maksud Tuan Sha adalah….”

Sha Hong tersenyum dengan misterius. “Anak muda, aku telah melihatmu di berita, aku tahu kamu telah bertemu langsung dengan Jiang Lanpei. Jika kamu telah melihatnya dalam jarak yang dekat, pikirkan lagi—tidakkah seluruh wajahnya itu sedikit kaku?”

Di sini dia mendadak berhenti berbicara dan memberikan sebuah pandangan yang penuh makna pada He Yu. Dia menghilang di kedalaman koridor setelah mengenakan borgol dan belenggu yang berat di bawah pengawasan sipir.

Sha Hong telah berada di balik jeruji besi selama ini, namun dia dapat mendeskripsikan wajah Jiang Lanpei pada saat itu secara akurat.

He Yu adalah orang yang sangat teliti dalam beberapa hal. Pada saat itu, dia memang menyadari bahwa ada yang salah dengan otot wajah Jiang Lanpei—itu tampak seperti Jiang Lanpei tidak dapat membuat ekspresi yang berlebihan.

Dia tidak sempat mengamati dan menyelidikinya lebih lanjut di tengah situasi yang berbahaya tersebut, namun setelah mendengar kata-kata Sha Hong, dia bisa segera memastikan bahwa Sha Hong tidak berbohong. Pria ini benar-benar punya informasi yang sepadan dengan resiko penggaliannya.

Jadi, satu minggu kemudian, tugas Sha Hong memindahkan besi tua di Pabrik Padat Karya1Kegiatan pembangunan proyek yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia dalam jumlah yang banyak ketimbang tenaga mesin milik Penjara berakhir, dan dia dipindahkan ke pabrik baru di mana tugasnya menjahitkan kancing ke seprai untuk pasar perdagangan luar negeri.

Beberapa hari setelah itu, dia juga dibebaskan dari pekerjaan menjahit kancing itu dan diperbolehkan untuk menjadi penyedia makanan di kafetaria.

Sekarang, ini adalah pekerjaan impian seorang penjahat—tidak hanya santai dan tak membebani, tetapi juga memungkinkannya untuk makan potongan ikan dan daging terbesar setiap hari. Narapidana lainnya berebut untuk menjilat Sha Hong dalam harapan bahwa dia akan menyediakan makanan terbaik di konter (kantin) kepada mereka.

Untuk sementara waktu hari-hari berlalu seperti ini, sampai hari pemeriksaan Kesehatan penjara akhirnya tiba.

Beberapa minggu sebelum hari pemeriksaan, salah satu dari rekan narapidana Sha Hong diam-diam memberikan secarik kertas yang disegel dengan lilin. Sederet kata-kata sederhana tertulis di secarik kertas yang sobek—

“Jika kamu mempercayaiku, aku akan bertanya tentang beberapa hal yang lebih spesifik padamu akhir pekan ini. Selama kamu memberiku informasi yang aku butuhkan, hasil dari pemeriksaanmu akan memenuhi kriteria pembebasan belas kasih2Compassionate Release adalah proses di mana narapidana dalam sistem peradilan pidana yang memenuhi syarat tertentu dapat segera dibebaskan lebih awal karena alasan medis.”

Tanda tangannya sangat simpel, hanya sebuah karakter “He”.

Oleh karena itu, Sha Hong menerima “wawancara” kedua He Yu.

Mereka menjadwalkan pertemuan mereka pada pukul 7 malam di akhir pekan. Sehari sebelumnya, Sha Hong duduk di depan sebuah meja kecil di penjara dan menulis garis besar yang sangat ringkas mengenai hal-hal yang rencananya akan dia beritahukan pada He Yu besok.

Dia tahu bahwa pertemuan ini akan menjadi sangat penting baginya (He Yu)—agar dapat membuatnya puas Sha Hong perlu memberikan beberapa informasi yang berharga pada He Yu.

Namun pada saat yang sama, dia juga tidak berencana untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai permasalahan yang lebih penting sekaligus, sehingga He Yu tidak akan dapat mengingkari janjinya untuk memberikan “Pembebasan Medis” setelah dia (He Yu) menggunakannya (Sha Hong).

Sha Hong mencoret-coret beberapa kata di kertas, berulang kali memotong informasi sampai dia akhirnya puas. Sambil menyelipkan kertas di dadanya, dia naik ke tempat tidur berbarengan dengan peluit tanda waktunya mematikan lampu dan pergi tidur.

Itu mungkin karena akhir dari masa pemenjaraannya sudah berada tepat di depan matanya, atau mungkin karena dia telah mengingat terlalu banyak peristiwa masa lalu tepat sebelum dia tidur, hanya saja malam ini, saat dia berbaring di dipan keras yang telah dia tiduri selama lebih dari satu dekade, Sha Hong bermimpi—

“Hahahaha, setelah kita menyelesaikan urusan ini, kita dua saudara ini akan berhasil!”

Dalam mimpi itu, Liang Jicheng terlihat sama seperti ketika dia masih di sekitaran 20 tahun lalu. Dia dan Liang Zhongkang berjalan keluar dari sebuah restoran mewah di Bund3Sebuah jalan di Shanghai dengan saling bergandengan tangan, kedua bersaudara itu hanya setengah sadar dalam keadaan mabuk.

“Orang-orang itu jelas merupakan orang penting—sialan, begitu kontrak ditandatangani, mereka mentransfer semua mata uang asing itu langsung ke rekening swiss kita bahkan tanpa berkedip. Ge, aku belum pernah melihat uang begitu banyaknya dalam hidupku. Tak perlu disebutkan lagi tentang membantu mereka menyembunyikan beberapa orang atau organ, bahkan bila itu tentang—” Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Liang Jicheng menutup mulutnya dengan tidak sopan.

Itu karena tatapan mengantuknya mendarat pada sosok Sha Hong.

Liang-Laoban yang lebih muda cegukan dengan mabuk, menatap mata kakak laki-lakinya, dan menyeringai—keduanya jelas mengerti bahwa mereka tidak boleh berbicara terlalu banyak tentang urusan di bawah meja4Hal-hal rahasia ini di depan sopir mereka.

“Eksekutif Liang, Eksekutif Xiao-Liang, izinkan saya membantu kalian berdua masuk ke mobil.”

Liang Jicheng dengan jijik melambaikan tangannya. “Apa yang kamu lakukan, awas! Tahukah kamu apa yang aku kenakan ini? Gu… Gucci, s-sembilan puluh ribu per satunya! Aku bahkan belum memotong label (harga)nya—jika kamu mengotorinya, apakah kamu mampu membayarnya?”

Sebenarnya, mantel wol Gucci sembilan puluh ribu yuan masih merupakan pakaian siap pakai biasa dan bukan adibusana5Atau Haute Couture, sebuah teknik pembuatan pakaian tingkat tinggi yang dibuat khusus untuk pemesannya, menggunakan bahan berkualitas terbaik, biasanya dihiasi dengan detail, dikerjakan dengan tangan, dan pembuatannya memakan waktu lama namun itu sudah begitu mewah bagi Liang bersaudara pada saat itu. Rumah sakit jiwa swasta mereka waktu itu tidak terlalu menghasilkan dan hampir bangkrut beberapa kali.

Namun-

Liang Zhongkang tertawa terbahak-bahak, menepuk bahu adiknya. “Apa masalahnya? Di masa depan, kita akan dilindungi di bawah naungan pohon besar—setiap gaun malam selebriti mereka bernilai lebih dari satu juta. Apa itu “sembilan puluh ribu” saat kita bekerja untuk mereka?”

“Kamu benar, Ge, aku minum terlalu banyak—mulai sekarang, sembilan puluh ribu bahkan tidak cukup untuk membersihkan gigiku. Hey, hati-hati, apa yang kamu lakukan!” Pria mabuk itu secara tidak sengaja tersandung saat Sha Hong membantunya masuk ke dalam mobil.

Tetapi dalam kebingungannya, dia mengira itu adalah kesalahan Sha Hong, jadi dia mengangkat tangannya dan menampar wajah Sha Hong.

“Perhatikan jalanmu! Ini yang kamu sebut sebagai pelayanan? Kamu bahkan tidak mampu mendukung tuanmu dengan benar, hati-hati atau aku akan memecatmu begitu saja!”

“Untuk apa kamu memukulnya? Dia berasal dari pedesaan dan berbau ikan asin. Kamu harus membersihkan mobil dengan alkohol dan setelah kamu memukulnya sekarang kamu perlu mendisinfeksi6Membersihkan diri dari kemungkinan virus dan mikroorganisme lainnya. Sederhananya, mereka menganggap Sha Hong membawa kuman dirimu sendiri.” Kata-kata si kakak lelakinya bahkan lebih tajam daripada yang lebih muda. Liang Zhongkang tertawa terbahak-bahak, menatap Sha Hong dengan sangat puas. “Ada sebuah tatanan sosial sialan antara si kaya dan si miskin. Beberapa orang dapat memerintahkan ribuan atau bahkan jutaan dengan lambaian tangan, sementara yang lain… hah.”

Sha Hong sangat marah sehingga dia melepaskan tangan yang dia gunakan untuk mendukung kedua saudara lelaki itu. “Semua orang harus dianggap sama rata. Apakah kalian pikir kalian dapat memburuk-burukkan peranku hanya karena kalian adalah bosku?”

“Kesetaraan? Ini Huzhou—tahukah kamu seperti apa Huzhou seratus tahun yang lalu? Di sisi sungai ini, merupakan sebuah kota kekayaan yang makmur, sementara di sisi lain, orang-orang kelaparan dan sekarat. Jika kamu dan aku berada di sini seabad yang lalu, kamu akan menjadi pengemudi becak, dan jika aku ingin memukulmu sampai mati, aku akan melakukannya. Kesetaraan macam apa yang kamu bicarakan denganku?”

Sha Hong hendak membantah ketika Liang Zhongkang mengeluarkan dompet gemuk dari dalam jaketnya. Mengeluarkan setumpuk uang kertas seratus yuan, dia melemparkan uang itu ke wajah Sha Hong yang kaku. “Berhentilah bersikap idealis, anak muda. Kamu ingin berbicara tentang kesetaraan dengan kami? Izinkan aku untuk menunjukkan kepadamu tentang apa itu kesetaraan—aku dengar ibumu sakit dan kamu jelas sangat membutuhkan uang. Aku menamparmu, jadi ini seribu (yuan). Aku punya banyak uang sekarang, kamu mau? Hah? Apakah kamu menginginkannya!”

Kertas yang bau, keji, namun sangat menggoda itu menampar pipinya yang tegang dengan keras.

Uang kertas yang tipis itu seolah beratnya satu ton, cukup berat untuk mematahkan tulangnya, hingga wajahnya hancur berantakan.

Sha Hong ingat bahwa ketika angin bertiup di Bund saat itu, uang kertas seratus yuan yang tipis tersebut berkibar di langit, menyebabkan keributan yang hiruk pikuk di antara kerumunan (orang) yang baru kembali ke rumah pada larut malam.

Dia berdiri di tengah angin dingin, tetapi dia tidak ingat apakah dia mengejar uang yang berserakan itu atau berlutut dan terisak-isak. Itu sangat aneh—ingatannya biasanya sangat bagus.

Tapi dia tidak bisa mengingatnya.

Mungkin bahkan ingatan itu sendiri pun merasa malu pada dirinya sendiri. Ketika seseorang tidak dapat menahan diri untuk tidak jatuh ke level binatang, otak manusia akan malu untuk mengakui kejadian yang tidak masuk akal seperti itu.

Sha Hong hanya mengingat wajah dua saudara marga Liang tersebut, yang sangat berpuas diri, penuh dengan tawa yang kurang ajar dan ganas.

“Hahaha…hahaha…”

Dan suara tawa itu, berputar seperti pusaran gila dalam ingatannya.

Dia dengan sangat jelas mengingat tanggal dan alamat, serta ekspresi cemas dan gelisah dari dua bersaudara tersebut sebelum mereka pergi ke tempat pertemuan yang telah diatur, dan beberapa nama yang mereka ucapkan dengan lembut di dalam mobil.

Sha Hong pernah menjadi pengemudi, tapi dia juga manusia—dia diam-diam mengingat nama-nama itu.

—Nama-nama yang kemungkinan besar akan memuaskan He Yu.

.

Minggu pagi.

He Yu bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke Gang Moyu.

Dia akan menemui Sha Hong hari ini, dan setelah memikirkannya, dia memutuskan untuk memberi tahu Xie Qingcheng tentang ini.

Tetapi bahkan sebelum dia turun dari mobil, dia melihat Li Ruoqiu berjalan keluar dari gang bersamaan dengan Xie Qingcheng di sisinya.

Sejak pertengkaran canggung di Malam Tahun Baru itu, Li Ruoqiu tidak muncul untuk sementara waktu. Dia tidak tahu mengapa dia kembali ke sini hari ini.

He Yu merasa bahwa wanita ini benar-benar aneh — dia dan Xie Qingcheng sudah bercerai, jadi mengapa dia masih menempel padanya? Bagaimana mungkin dia masih punya nyali untuk menggunakan pria yang disukainya (disukai He Yu) sebagai ban serep7Slang untuk menggambarkan seseorang yang menjalin sebuah hubungan seksual maupun romantis bersama seseorang dengan maksud untuk mengatasi kegagalannya dari hubungan sebelumnya-nya?

“Kamu harus kembali, kamu tidak perlu mengantarku pergi, aku akan memanggil taksi.”

“Aku sudah memanggilkan taksi untukmu.”

“Lalu …” Merogoh tas tangan mewahnya, Li Ruoqiu mengeluarkan amplop agak tebal yang jelas-jelas berisi sejumlah besar uang dan menyerahkannya kepada Xie Qingcheng. “Kalau begitu kamu harus mengambilnya. Xiao-Xue selalu baik padaku, dan sekarang ketika dia tiba-tiba jatuh sakit, aku tidak bisa berbuat banyak untuk membantunya, jadi kamu harus…”

“Kamu harus menyimpan uang ini.”

Li Ruoqiu menjawab, “…M-mau bagaimanapun juga, dia masih adik iparku…”

“Tidak lagi.”

“Xie-ge….”

“Kamu harus pulang. Aku sangat bersyukur bahwa kamu peduli padanya. Tapi kami tidak bisa mengambil uang ini.”

Wanita itu mengangkat kepalanya dengan linglung, menatapnya sebentar, lalu berkata, “Ge, tolong jangan salah paham, bukan itu maksudku. Hanya saja… hanya saja setelah melalui beberapa hal, hal yang kumengerti bertambah banyak sekarang. Aku tahu, aku menghabiskan banyak uangmu sebelumnya, d-dan aku tidak tahu bagaimana membalas semua yang kamu lakukan untukku, jadi aku—”

“Saat itu, kamu adalah istriku. Ada banyak hal juga darimu yang membantu membuatku sadar.” Xie Qingcheng memotongnya. Matanya sangat tenang, seperti dua kolam yang jauh.

“Jadi itu semua tugasku.”

Li Ruoqiu menatapnya, tampak seperti akan menangis lagi.

“…Xie-ge, a-aku sudah memutuskan untuk menceraikannya.”

“……”

Dia entah dari mana tiba-tiba menyerukan itu padanya.

Dan kemudian, dia mencari tanda-tanda akan reaksi di wajah Xie Qingcheng, hanya untuk benar-benar merasa kecewa.

Rembetan isak tangis melilit suara Li Ruoqiu. “…Kamu tahu aku ini tipe orang yang tidak tahan kalau tidak dicintai. Saat aku menceraikanmu, itu karena aku merasa setiap hari kamu begitu dingin dan tidak ramah, dan aku menginginkan kehangatan saat kita sedang berdua saja. Caramu membalas (dalam keintiman) juga sangat mekanis8Melakukan sesuatu dengan sangat teratur, yang sesuai dengan system atau ketentuan umum, tidak keluar jalur, dan rapi. Dalam hal ini, begitu kaku, tidak berlebihan, dan seperlunya, tanpa banyak hasrat … tahukah kamu betapa kesalnya perasaanku saat itu?”

“……”

“Aku merasa kamu seperti sebuah jadwal—kamu merencanakan semuanya dengan sangat tepat. Aku berusaha keras untuk menggali sesuatu yang lembut, sesuatu yang penuh gairah dari hatimu, tapi aku tidak bisa. Kamu merawatku dan melindungiku—kamu memberiku rumah, tetapi kamu tidak memperlakukanku sebagai istrimu. Kamu tidak suka ketika aku memasak untukmu atau ketika aku mencuci pakaianmu, kamu tidak ingin aku melakukan terlau banyak hal untukmu—tetapi aku berpikir bahwa cinta itu harus timbal balik. Semakin kamu bertindak seperti itu, semakin gelisah aku. Aku merasa seperti aku selalu berhutang padamu jika kita terus seperti itu.”

Xie Qingcheng menghela nafas. “Sudah kubilang bahwa untuk pilihanku itu kamu juga membuat banyak pengorbanan dan konsesi9Kerelaan antara 2 pihak, dan—saat itu, kamu adalah istriku. Itu semua adalah tugasku.”

“Tapi saat itu, kamu juga suamiku. Kenapa kamu tidak membiarkan aku menjagamu juga?”

Xie Qingcheng tidak bisa berkata-kata.

Li Ruoqiu menatapnya dengan mata memerah. “Ge, kamu hanya membiarkan orang lain menerima perhatian dan bimbinganmu sementara kamu tidak pernah menerima niat baik mereka. Aku tidak pernah membayangkan bahwa ‘kebaikan’ seseorang bisa menjadi batu yang menghancurkan hati orang lain.”

“Aku sangat menginginkan cinta—aku ingin seseorang membalas cintaku dengan setara, dan membiarkanku merawatnya dan melindunginya sebagai balasannya. Untuk ini, aku bersedia melakukan apa saja, tidak peduli apakah itu benar atau salah. Ketika… ketika aku menemukan orang itu, aku pikir aku telah menemukan cinta sejati, tetapi bagaimana aku bisa membayangkan bahwa…”

Dia terkekeh pahit, menundukkan kepalanya, dan mengusap air matanya.

“Sekarang ini, aku merasa begitu bingung, Xie-ge. Mungkin aku terlalu mengidealkan cinta… atau mungkin cinta tanpa tanggung jawab hanyalah perselingkuhan yang meninggalkan sebuah kesan, terlepas dari akta nikah. Tidak lebih dari itu.”

Xie Qingcheng tidak menjawab.

Li Ruoqiu selesai menyeka air matanya dan menatapnya. “Bisakah kamu menerima uang ini? Bahkan bila kamu harus melihatnya sebagai sebuah tindakan penghiburan terakhir bagiku? Atau bahkan… pengampunan?”

“…Aku minta maaf.” Pada akhirnya, Xie Qingcheng masih berkata, “Aku tidak bisa.”

“…….” Seolah-olah dia sudah lama menebak hasil seperti ini, Li Ruoqiu hanya tersenyum lembut.

Tapi saat dia tersenyum melalui air matanya, itu masih terlihat seperti dia sedang menangis.

Taksi yang dipanggil Xie Qingcheng untuknya tiba.

Sama seperti sebelumnya, dia membukakan pintu untuknya karena kebiasaan, sangat paternalistik10Tindakan yang membatasi kebebasan seseorang demi kebaikan orang itu sendiri  dan perhatian.

Mata bunga persiknya menatap matanya yang berlinang air mata. “Silahkan masuk. Terima kasih telah datang ke sini untuk menanyakan kondisinya, aku…”

Dia tidak menyelesaikan apa yang tersisa dari kalimatnya, karena Li Ruoqiu tidak bisa menahan emosi rumit di hatinya atau menekan kesedihannya lebih lama lagi.

Dalam dinginnya angin pagi, dia (Li Ruoqiu) tiba-tiba mengulurkan tangan dan melingkarkan lengannya di pinggangnya (Xie Qingcheng).

Bahunya bergetar, air matanya akhirnya jatuh seperti hujan.

“Xie-ge… maafkan aku…”

“……”

“Maaf… Bisakah kamu memelukku? Untuk terakhir kalinya, maafkan aku… aku… aku….”

Xie Qingcheng tidak bisa marah pada seorang wanita, terutama dengan bagaimana hancurnya dia ketika menangis.

Meskipun Li Ruoqiu telah berselingkuh, dia (Li Ruoqiu) juga melakukan sesuatu yang sangat dia (Xie Qingcheng) syukuri. Itu adalah sesuatu yang akan selalu diingatnya, baik sekarang maupun di masa depan.

Jadi, Xie Qingcheng tidak tahu apa yang harus dilakukan saat melihatnya dalam keadaan seperti ini. Dia hanya bisa berkata, “Li Ruoqiu, tenanglah, ini sangat tidak pantas. Mobilnya ada di sini, kamu harus masuk.”

Tapi Li Ruoqiu menolak untuk melepaskannya. Dia benar-benar menderita terlalu banyak keluhan—pada saat ini, saat dia berpegangan padanya, dia berharap dari lubuk hatinya bahwa belum ada yang terjadi, bahwa dia masih istrinya, bahwa dia bisa memeluk suaminya tanpa syarat, dengan sepenuh hatinya.

Dia tidak tahu bahwa di dekatnya, He Yu mencengkeram kemudinya, menatap mereka melalui kaca depan.

Dan saat dia melingkarkan tangannya di pinggang Xie Qingcheng, menempel padanya saat dia meneriakkan masalahnya dan menangis… setiap detail dari seluruh adegan ini—

Tercermin dalam pupil gelap pemuda itu.


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Teater mini:

Setelah He Yu melihat pemandangan hari ini, dia masuk ke akun samping Weibo-nya dan membuka utas “Lubang pohon” itu lagi (Bab 106). Dan kemudian dia membuka blokir semua gadis yang menyebut Xie Qingcheng bajingan.

Kutuk dia, kutuk dia! Dia menggertakku! Aku sangat marah!!!


KONTRIBUTOR

Chu
Vaniasajati
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments