Penerjemah: Chu


He Yu pergi.

Dia tidak menunjukkan dirinya di depan Xie Qingcheng lagi untuk waktu yang lama.

Tapi sebenarnya, dia melakukan banyak perjalanan dengan mobilnya untuk menonton Xie Qingcheng dari jauh setelah itu.

Anak laki-laki itu meletakkan dagunya di kemudi, mata almondnya menatap lurus ke depan untuk melihat pria itu berjalan keluar dari Gang Moyu yang bersalju saat fajar dan kembali ke rumah saat senja, sosoknya tinggi dan gagah, namun semakin kurus dari hari ke hari.

Dia tidak mengganggunya lagi.

Xie Qingcheng telah mengungkapkan dengan sangat jelas melalui tatapannya — dia tidak memiliki kesabaran untuk gangguan He Yu.

Ketika He Yu belum menyadari bahwa dia mencintainya, dia tidak terlalu peduli dengan perasaan Xie Qingcheng. Kemudian setelah dia menydarinya, dia ingin mengaku pada dorongan sesaat, tetapi dia bertemu dengan penolakan dingin Xie Qingcheng sebelum kata-kata itu keluar dari mulutnya. Hati He Yu segera terjerat dalam simpul putus asa, dan tidak mungkin dia bisa mengatakan “Aku menyukaimu” dengan lantang.

Pemuda itu mengerti dengan sangat jelas bahwa jika dia berlari ke Xie Qingcheng dan berkata, Ge, aku menyadari bahwa aku menyukaimu, jadi bisakah kita memulai dari awal?

Xie Qingcheng pasti akan menampar wajahnya, dan kemudian menyuruh He Yu untuk menyingkir dari pandangannya.

Dan pada saat ini, dia tidak lagi dalam kemampuannya untuk memaksa Xie Qingcheng lagi.

Taring di wajahnya sekarang terbuat dari lapisan es, dan cakar di tubuhnya menjadi lemah dan tak berdaya. He Yu merasa sangat khawatir dengan versi dirinya ini, merasa bahwa dia seharusnya tidak memiliki emosi yang begitu lemah.

Dia seharusnya tidak lemah, dia juga seharusnya tidak menyukainya.

Terlebih lagi bagaimana dia telah berjanji kepada Xie Qingcheng.

Dia telah berjanji kepada pria yang sudah menanggung terlalu banyak rasa sakit ini.

Untuk berhenti mengganggunya.

Untuk berhenti memaksanya.

Untuk berhenti berhubungan dengannya.

Untuk mengakhiri hubungan mereka.

Jadi, dia hanya bisa menghadapinya dengan cara seperti ini — hal-hal akan lebih baik bagi mereka berdua dengan cara ini.

Suatu hari, Xie Qingcheng mengambil jalan memutar dalam perjalanan pulang dari membeli bahan makanan untuk memesan kue dari toko terdekat. Toko kue itu sangat dekat dengan tempat parkir He Yu, jadi He Yu tidak sempat pergi.

Dia mendengar Xie Qingcheng berbicara kepada karyawan toko, suaranya samar-samar melayang–

“Ya, aku ingin tanda ‘Selamat Ulang Tahun ke Lima Puluh’… bisakah aku melihat pilihan jenis kuenya…”

Itu mungkin untuk ulang tahun bibi atau paman di lingkungan itu.

Pikir He Yu.

Dia melihat Xie Qingcheng dengan penuh perhatian membolak-balik buklet1Hampir mirip dengan buku menu. yang diserahkan karyawan itu, merasa sedikit iri pada orang yang akan menerima kue ini.

Dia bahkan memutuskan selama beberapa menit ini bahwa setelah Xie Qingcheng pergi, dia akan pergi ke toko dan meminta karyawan toko untuk memberikannya kue yang sama persis.

Dan kemudian dia akan membawanya pulang dan memakannya sendiri.

Menjadi sedikit kesepian bukanlah masalah besar.

Tetapi sebelum ide agung ini sempat terlaksana, Xie Qingcheng tiba-tiba berbalik setelah dia selesai memesan kuenya.

Dengan pandangan sekilas dari mata bunga persiknya, dia melihat tepat ke mobil He Yu.

Dan orang di dalam mobil.

He Yu: “……”

Xie Qingcheng: “……”

Sebenarnya, He Yu sudah bersikap sangat rendah hati (tidak menonjolkan diri). Dia bahkan belum pernah mengendarai mobil mewah keluarganya dan secara khusus membeli SUV BMW biasa. Sasisnya tinggi, memberinya sudut pandang yang bagus, dan itu tidak menarik perhatian.

Siapa yang tahu bahwa dia akhirnya akan tetap menarik perhatian Xie Qingcheng.

He Yu bahkan tidak tahu bagaimana dia harus menghadapinya sekarang — dia tidak bisa mengatakan bahwa dia menyukainya, dan dia setuju untuk tidak mengganggunya.

Tanpa cara mengungkapkan suasana hatinya saat ini kepada Xie Qingcheng, dia hanya bisa membiarkan pria lain itu melangkah dengan ekspresi muram dan mengetukkan buku-buku jarinya ke jendela mobilnya.

He Yu memegang satu tangan di setir, kepalanya ditumpangkan di lengannya, saat dia menggunakan tangan yang lain untuk menurunkan jendela.

Dia hampir membuat dirinya gila, tetapi dia masih tersenyum dan berpura-pura tidak ada yang salah. “Apa yang kamu lakukan?”

“Apa maksudmu apa yang aku lakukan. Apa yang kamu lakukan di sini?”

He Yu menurunkan bulu matanya dan berpikir sejenak, tetapi dia tidak bisa memikirkan apa yang harus dikatakan dan pada akhirnya tidak menjawabnya.

Sebaliknya, dia berkata, “Kamu membeli begitu banyak barang — kenapa aku tidak membantumu membawanya pulang.”

Xie Qingcheng menekan tangannya ke pintu mobilnya, mencegahnya keluar.

Di sisi lain jendela yang terbuka, dia berkata dengan sangat dingin, “Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan menggangguku lagi?”

He Yu menemukan bahwa dia bahkan tidak memiliki hak untuk menjelaskan dirinya sendiri lagi.

“Menyukai” seseorang ketika mereka bisa menerimanya memang bisa disebut “menyukai” mereka. Ketika mereka tidak bisa menerimanya, maka itu “menyimpan ketertarikan rahasia.” Dan ketika mereka tidak akan pernah menerimanya, maka itu adalah “berperilaku tercela” atau “mengganggu”.

He Yu memiliki rasa harga diri yang sangat kuat.

Setelah sadar kembali, dia tidak punya rencana untuk memberi tahu Xie Qingcheng tentang perasaannya, karena ketika melihatnya (xqc) mengungkapkan keterkejutan, kebencian, penghinaan, dan rasa jijiknya.

Itu akan sangat menyakitkan.

Rasa sakit itu akan membuatnya gila, dan kegilaan itu akan membuatnya kehilangan kendali. Pada akhirnya, keduanya akan terluka, dan hidup serta penyakit mereka akan menjadi lebih buruk.

Oleh karena itu, He Yu hanya melontarkan cibiran seperti biasanya. “Kamu salah paham, aku baru saja lewat.”

“Kalau begitu kamu bisa pulang sekarang.”

He Yu ingin mengatakan: Bagaimana kamu menjadi lebih kurus akhir-akhir ini? Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan, yang tidak bisa kamu katakan pada siapapun?

Tapi dia ingat bahwa dia tidak seharusnya menyukai Xie Qingcheng.

Karena itu, dia mengambil “cinta” yang baru saja dia temukan dan membungkusnya dengan kertas paling jelek yang bisa dia temukan, sehingga sama jelek dan tidak sedap dipandang seperti sebelumnya, sehingga tidak ada yang akan menemukannya. Dia berkata, “Jalan ini bukan milikmu. Karena polisi lalu lintas belum memberiku tilang dan menyuruhku pergi, kamu seharusnya sedikit lebih masuk akal.”

“Aku menemukanmu merusak pemandangan.”

He Yu merasa seperti ditikam di jantungnya, tapi dia tanpa ekspresi menghapus darahnya.

Ada rasa tembaga rahasia di tenggorokannya, tetapi sudut mulutnya melengkung menjadi senyum nakal yang ceroboh. “Xie Qingcheng, terakhir kali kamu tidur denganku, kamu tidak berpikir aku merusak pemandangan. Saat itu, kamu menciumku dan menunggangiku, kamu bahkan….”

Xie Qingcheng mendorong kepala He Yu kembali ke dalam mobil dari tempat dia menyandarkannya ke jendela, menggunakan begitu banyak kekuatan sehingga benar-benar menyakiti He Yu.

“Jangan menyebutkan tentang malam itu lagi!”

He Yu menghindari topik untuk mengaburkan perubahan sikapnya sambil memastikan Xie Qingcheng tidak akan merasa terlalu tidak nyaman. “Oh, baiklah kalau begitu, aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi.”

Sebelum pergi, dia melihat tas di tangan Xie Qingcheng, salah satunya dicetak dengan nama apotek terdekat.

He Yu sudah menginjak rem dan tangannya di kemudi, tetapi pada akhirnya, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Xie Qingcheng, apakah kamu sakit?”

Xie Qingcheng mengikuti pandangannya ke kantong plastik apotek. “Tidak.”

Dia mengerutkan alisnya saat dia berbicara, dan bibirnya bergerak sedikit, hampir seolah dia ingin memberi tahu He Yu sesuatu yang lain, tetapi dia tidak melanjutkan pada akhirnya.

He Yu menjawab, “Ingatlah untuk memberitahuku, jika kamu butuh bantuan. Bagaimanapun, satu hari sebagai suami dan istri bernilai seratus hari kebaikan.”

“Suami dan istri pantatku. Enyahlah.”

He Yu tersenyum dan pergi seperti yang diperintahkan.

Tapi setelah dia pergi dan mengemudi lebih jauh, ketika Xie Qingcheng tidak bisa melihat wajahnya lagi, senyum pura-pura yang dangkal itu menghilang seperti salju.

Dia mencengkeram kemudi, perlahan-lahan melaju ke kejauhan, buku-buku jarinya memutih, tidak mampu menahan rasa sakit di hatinya lebih lama lagi saat itu menyebar seolah retakan pada porselen…

Begitu sampai di rumah, He Yu tidak bisa lagi memakai topengnya.

Dia mengobrak-abrik tumpukan pil, tidak mengindahkan nasihat Anthony dan menelan semuanya. Setidaknya mereka (pil) bisa menghentikan naik turunnya emosinya.

Kemudian He Yu berbaring di tempat tidur, menenangkan diri untuk waktu yang lama. Karena kebiasaan, dia mencoba mencari foto-foto yang dia ambil di klub untuk menghibur dirinya sendiri, tetapi begitu dia membuka album, dia menyadari bahwa dia telah menghapus foto-foto itu.

Foto-foto itu tidak ada lagi.

Yang tersisa hanyalah foto profil samping Xie Qingcheng yang dia temukan di internet. Itu adalah foto yang indah, cahaya dari lampu jalan menerangi wajah Xie Qingcheng dalam lingkaran emas yang cemerlang.

He Yu melihat profil tampan orang itu lagi dan lagi. Akhirnya, dia mau tidak mau membawa ponselnya ke bibirnya dan dengan lembut mencium wajah Xie Qingcheng di foto itu.

Hanya pria di foto itu yang tidak akan memperlakukannya dengan begitu dingin.

Di tengah-tengah penghiburan diri ini, He Yu mulai merasakan sesuatu yang sangat mirip dengan kesedihan.

Dia harus mengungkapkannya, dia ingin berbicara dengan seseorang — orang selalu ingin memberi tahu orang lain tentang cinta tak berbalas mereka, karena cinta adalah sesuatu yang tidak bisa disembunyikan. Bahkan orang gila pun tidak berbeda.

Sayang sekali bahwa He Yu tidak memiliki teman yang bisa dia ajak bicara. Pada akhirnya, dia hanya bisa masuk ke akun lain Weibo-nya untuk mengakui rahasianya ke dalam lubang pohon. 2Istilah untuk platform online di mana orang dapat mendiskusikan rahasia mereka.

Dia menggunakan akun ini untuk mengungkapkan pikiran dan suasana hatinya sehari-hari, dan telah membuat banyak postingan dengan jarak waktu yang tidak teratur. Namun, dia belum pernah menulis terlalu banyak sebelumnya — kebanyakan hanya beberapa foto yang memiliki arti khusus baginya, bersama dengan keterangan sederhana.

Misalnya, sebuah foto cahaya pertama di pagi pagi.

Dia menulis, Fajar itu luar biasa indah. 3清晨 – qingchen, fajar, hampir merupakan homofon untuk nama Xie Qingcheng.

Sebagai contoh lain, dia memposting video ubur-ubur.

Dia menulis, My heart will go on.

Yang terbaru adalah foto pemandangan malam yang diambil di dekat Gang Moyu.

Apa yang dia tulis adalah: Bulan begitu indah malam ini.

Semakin lama He Yu menyapu postingannya, semakin buruk perasaannya, jadi dia pergi ke forum yang mendiskusikan hubungan, untuk menemukan beberapa konten yang bisa membuatnya merasa lebih baik.

Tapi ternyata isinya semua seperti—

“Sialan! Aku bertemu seorang pria bajingan tak tahu malu yang hanya ingin masuk ke celanaku.”

He Yu berpikir dalam hati, Sayang sekali Xie Qingcheng bahkan tidak mau masuk ke celananya.

“Aku masih merindukannya setahun setelah kita putus, apa yang harus aku lakukan?”

He Yu berpikir, Sudah beruntung kalian bisa bersama. Apakah kamu mengatakan putus hanya untuk memamerkan bahwa kamu pernah memilikinya?

“Istriku melakukannya sebanyak tiga putaran semalam, apakah itu terlalu banyak?”

Kali ini He Yu menjawabnya: Kamu tidak berharga.

He Yu membaca postingan-postingan ini dengan serius, tetapi pada akhirnya, dia merasa bahwa tidak satu pun dari pengalaman orang-orang ini yang berharga sebagai referensi. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk menulis postingannya sendiri — bagaimanapun juga, mendengarkan nasihat orang lain terkadang tidak ada salahnya.

Oleh karena itu, He Yu menulis: “Teruntuk Lubang pohon: ada pria yang aku suka. Dia tiga belas tahun lebih tua dariku, tapi dia terlihat sangat muda, dan aku tidak peduli dengan perbedaan usia kami, aku bahkan tidak peduli dengan fakta bahwa dia adalah seorang duda dengan kepribadian ayah. Meskipun kami tidak pernah mengkonfirmasi hubungan romantis apa pun di antara kami dan kami bahkan tidak bisa dianggap sebagai friends with benefits, kami sudah tidur bersama berkali-kali. Kemudian, aku menyadari bahwa aku memiliki perasaan untuknya, tetapi dia menyuruhku pergi sejauh mungkin darinya. Terakhir kali kami berhubungan seks, dia jelas mengambil inisiatif, dan aku tahu dia menikmatinya, tapi setelah kami selesai, dia langsung ingin aku menghilang. Aku kesal setiap kali melihatnya sekarang, dan di depannya, aku masih harus berpura-pura tidak peduli. Aku sangat lelah… aku tidak tahu bagaimana aku bisa membuat diriku merasa lebih baik.”

Forum ini sangat aktif, sehingga balasan bergulir dengan sangat cepat.

Balasan #1: “Kak, kamu sudah bertemu bajingan, lebih baik kamu lari.”

Balasan #2: “Dia menikmatinya saat kalian melakukannya, dan setelah selesai dia menyuruhmu menghilang, sungguh contoh bajingan yang hebat! Pria brengsek pantas bersama wanita sampah, apa lagi yang bisa aku katakan selain hargai dirimu sendiri, berharap yang terbaik, dan semoga langgeng. Aku berharap kalian berdua bahagia seumur hidup bersama, jangan mati di depan pintuku.”

Balasan #3: “Sayangku, itu tidak layak, sungguh. Hentikan kerugianmu; ketika bertemu dengan laki-laki yang benar-benar sampah ini, akan selalu menjadi kita para wanita yang bersabar di awal hanya untuk terluka pada akhirnya. Sebelumnya, aku juga sangat gigih sepertimu, tapi akhirnya aku menyia-nyiakan tahun-tahun terbaik masa mudaku — ah, aku tidak tahan mengingat masa lalu. Meimei, dengarkan nasihat jie-mu — ada banyak pria di dunia, dan kamu masih muda, kamu perlu belajar bagaimana mencintai diri sendiri. Pikirkan orang tuamu, mereka tidak ingin kamu menghancurkan hidupmu di tangan seorang pria yang sudah menikah. Apakah kamu benar-benar bersedia menjadi gundik kecilnya? Terlebih lagi, pria ini tampaknya sangat tidak masuk akal, jadi bahkan jika kamu menjadi gundiknya, dia tidak akan benar-benar menyayangimu. Wanita harus mencintai diri mereka sendiri!

Balasan #4: “Kakak, kamu tidak bisa bersama pria ini, dia hanya memanfaatkanmu. Aku kira dia tipe orang yang manipulatif4Menyerang atau memengaruhi emosi dan mental orang lain, sehingga ia bisa mengendalikan orang lain dan mendapatkan apa yang ia inginkan.. Tingkah lakunya jelas menunjukkan bahwa dia brengsek yang tidak melihat wanita sebagai manusia. Dua kata: buang dia.”

Balasan #5: “Aku dapat memberi tahumu dengan pasti bahwa jika kamu hamil, dia bahkan tidak akan memberimu uang untuk aborsi.”

Balasan #6: “Beda tiga belas tahun? Berapa usiamu? Dia tidak bisa dibilang muda lagi, bisakah dia memuaskanmu? Bagaimanapun, dia adalah pria dari pihak ayah yang bercerai … apakah dia punya anak? Apakah kamu bersedia menjadi gundik kecilnya, menjadi ibu tiri kecil anak-anaknya? Kamu sebaiknya memikirkannya dengan hati-hati, gadis bodoh!”

Balasan #7: “Kenapa pria seperti ini bisa mendapatkan pacar tapi aku tidak bisa, aku menangis boohoo.”

Balasan #8: “Kak, kita adalah wanita mandiri yang kuat, pria hanyalah mainan kita, jangan dianggap terlalu serius.”

He Yu: “…”

Apakah dia benar- benar terdengar seperti gadis remaja bermasalah?

Dan Xie Qingcheng juga bukan bajingan, oke!

He Yu memblokir setiap orang ini.

Akhirnya, setelah berpikir sebentar, dia menulis di bawah postingannya sendiri, “Aku memblokir semua orang yang menyebutnya bajingan, berhati-hatilah.”

Beberapa detik kemudian.

Balasan #9: “Gadis, kamu tidak punya harapan, tidak ada yang bisa menyelamatkanmu dari bajingan gaslighting5 Gaslighting adalah bentuk manipulasi yang biasanya terjadi dalam hubungan yang tidak sehat. Bentuk manipulasi ini dilakukan oleh seseorang untuk terlihat berkuasa dan dapat mengontrol orang lain dengan cara membuat korbannya tidak yakin dengan dirinya sendiri. ini.”

He Yu: “….”

Lupakan! Waktunya tidur!

…..

Beberapa hari kemudian, semester baru dimulai.

He Yu memulai semester kedua tahun pertamanya, dan seperti sebelumnya, Xie Xue adalah salah satu dosennya.

Dia berpikir, jika dia tidak bisa melihat Xie Qingcheng, maka melihat Xie Xue juga akan bagus.

Paling tidak, mata Xie Xue terlihat seperti mata kakaknya, jadi melihatnya bisa membuatnya sedikit lebih bahagia — mata itu pasti akan membuatnya lebih bahagia daripada balasan yang dia terima di forum itu.

Tapi He Yu tidak mengantisipasi bahwa saat berjalan ke ruang kelas pada hari pertama semester baru, orang yang dilihatnya di podium bukanlah Xie Xue, melainkan seorang profesor tua gemuk dengan kacamata berbingkai tanduk.

“Karena alasan kesehatan, Xie Xue Laoshi untuk sementara tidak dapat mengajar kelasnya. Aku akan memimpin kelas ini untuk saat ini, nama keluargaku adalah Zhang…”

Duduk di baris terakhir ruang kelas, He Yu tiba-tiba teringat bahwa ketika dia bertemu dengan Xie Qingcheng di pintu masuk Gang Moyu, Xie Qingcheng sedang membawa kantong plastik dari apotek. Pada saat itu, pria itu ingin mengatakan sesuatu sebelum dia menghentikan dirinya sendiri.

Dia tiba-tiba mengerti—

Setelah kelas, He Yu menelepon Xie Xue, tetapi tidak ada yang menjawab. Karena itu, dia menelepon Xie Qingcheng sebagai gantinya — Xie Qingcheng menutup telepon untuk pertama kalinya, tetapi dia mungkin cukup kesal dan memutuskan mengangkatnya untuk kedua kalinya.

“Apa!” Suaranya sangat dingin.

“Ge, apakah Xie Xue sakit?”

“……”

“Dia tidak masuk kelas hari ini.”

Xie Qingcheng sepertinya tahu bahwa dia tidak akan bisa menyembunyikannya darinya.

Ada keheningan panjang di ujung telepon yang lain.

Akhirnya, Xie Qingcheng menghela nafas dan berkata, “… Lupakan saja, ketika kamu tidak sibuk, mampirlah ke Gang Moyu.”

“Aku akan memberitahumu secara pribadi.”

Sebenarnya He Yu memiliki dua kelas pilihan malam itu, tetapi dia memutuskan untuk melewatkannya dan pergi ke Gang Moyu segera setelah kelas regulernya berakhir.

Begitu dia masuk, He Yu melihat Xie Qingcheng duduk di dalam, merokok. Dia sendirian di rumah.

“Di mana Xie Xue?”

“Di rumah sakit.”

He Yu terkejut. “… Kenapa tiba-tiba? Apa yang terjadi? Rumah sakit mana?”

“Rumah sakit swasta yang didirikan oleh Qin Ciyan dan temannya. Aku merasa lebih nyaman merawatnya di sana.” Jari-jari Xie Qingcheng menekuk saat dia menyalakan sebatang rokok, “Duduklah.”

Mengingat Xie Qingcheng masih tidak ingin berhubungan dengan dia, dia pasti punya alasan mendesak untuk memanggilnya ke sini pada akhirnya.

Seperti yang diharapkan, Xie Qingcheng tidak berniat untuk berbasa-basi dengan He Yu. Setelah jeda, dia segera berkata kepada He Yu, “Xie Xue menunjukkan tanda-tanda telah menggunakan RN-13.”

“!!”

He Yu mulai terkejut.

Tapi dia juga segera mengerti mengapa Xie Qingcheng ingin memberitahunya tentang ini.

Karena selain He Yu, benar-benar tidak ada orang lain yang bisa diajak bicara oleh Xie Qingcheng tentang obat terlarang itu.

Sebagai korban RN-13, ekspresi He Yu menjadi sangat tidak sedap dipandang. Meskipun dia tidak memiliki perasaan romantis terhadap Xie Xue lagi, dan hubungan mereka bahkan berada di jalan buntu, dia pada akhirnya masih seorang teman yang telah memberinya banyak kenyamanan di saat-saat tersulitnya.

He Yu berkata dengan serius, “Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah itu serius?”

“Dia baik-baik saja, kondisinya masih terkendali.”

He Yu menghela nafas lega, tetapi dia masih mengerutkan kening ketika dia bertanya, “Apakah kamu sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi?”

“Aku punya petunjuk tentang itu.”

Xie Qingcheng sudah menghabiskan rokoknya. Dia terbatuk pelan, lalu meraih yang lain.

Tapi sebelum jarinya menyentuh kotak itu, He Yu mengambilnya.

He Yu: “Tidak. Jangan merokok. Aku benci asap rokok.”

“……”

Xie Qingcheng tidak punya energi untuk bertengkar dengannya karena ini. Dia menjambak rambutnya sendiri dan menutup matanya.

Setelah beberapa saat, dia mulai berbicara. “Menurut hasil lab, dia melakukan kontak dengan obat ini musim gugur yang lalu. Aku bertanya kepadanya tentang hal itu di rumah sakit, dan dia memastikan bahwa dia mulai mengalami beberapa gejala fisik saat itu — misalnya, dia tidak bisa tidur, dan dia mimisan.…”

Jantung He Yu berdetak kencang.

Dia ingat bahwa dia melihat Xie Xue mimisan di kampus sebelumnya, dan mereka bahkan mengobrol saat itu. Dia menyarankan agar Xie Xue memeriksakannya di rumah sakit, atau memberi tahu Xie Qingcheng tentang hal itu, tetapi Xie Xue menganggap itu masalah yang terlalu kecil, dan bahwa Xie Qingcheng terlalu sibuk untuk diganggu.

He Yu bertanya, “Dia tidak pernah memberitahumu?”

Xie Qingcheng menurunkan bulu matanya, dengan lelah mengangkat tangan ke alisnya. “Tidak. Aku baru mengetahuinya beberapa minggu yang lalu.”

“Hari itu ketika aku pulang, aku menemukannya tidak sadarkan diri di lantai. Ada beberapa bercak darah di dekatnya, dan noda darah di sekitar hidung dan mulutnya. Aku segera membawanya ke Rumah Sakit Pertama Huzhou, dan sepupumu melakukan pemeriksaan, tetapi tes darah biasa tidak menunjukkan gejala penyakit apapun.”

“Lalu apa yang terjadi?”

“Setelah itu, aku teringat beberapa efek samping yang aku alami saat pertama kali menggunakan RN-13 — aku juga mengalami mimisan dan delirium.” Pada titik ini, Xie Qingcheng melirik He Yu, “Kamu berbeda — penyakitmu diturunkan, jadi kamu tidak mengalami gejala awal ini.”

“Aku membawa Xie Xue ke rumah sakit yang dikelola oleh teman Qin Ciyan untuk pemeriksaan khusus. Ini hasil labnya.”

Xie Qingcheng mengeluarkan selembar kertas dari laci dan memberikannya ke He Yu.

Di kertas seputih salju itu tertulis nama Xie Xue — positif RN-13.

He Yu terdiam untuk waktu yang lama. “…Jadi siapa yang memberinya obat itu?”

“Itu dosis yang sangat kecil.” Xie Qingcheng tidak segera menjawab siapa itu, memilih untuk memberi tahu He Yu tentang kondisi Xie Xue terlebih dahulu. Suaranya terdengar seperti mengambang di air, dingin dan berat. “Dengan teknologi saat ini, mungkin bisa mencegah kerusakan permanen pada kesehatannya dari dosis sebesar itu. Aku sudah memberinya obat untuk sementara waktu, tapi….”

Xie Qingcheng bersandar ke sofa dan menutup matanya. “Obat khusus kami dikembangkan dari struktur kimia yang diberikan oleh laboratorium penelitian Amerika itu, yang terhubung dengan Qin Ciyan pada awalnya. Obat yang kamu dan aku minum keduanya dari jenis yang sama. Ini efektif untuk kedua tubuh kita.”

He Yu samar-samar mengerti sesuatu. “Apakah itu tidak bekerja pada Xie Xue?”

“Tidak.” Xie Qingcheng berkata, “Ini dapat meringankan gejala, tetapi tidak menunjukkan sifat kuratif6Bersifat menyembuhkan. yang jelas.”

“Itu karena…”

“Dia meminum obat versi baru.”

Ada keheningan yang panjang.

He Yu bertanya, “Seseorang mengembangkan versi baru RN-13?”

Xie Qingcheng menganggukkan kepalanya dengan lelah.

“Tapi penelitian RN-13 harus dilakukan di bawah tanah, itu ilegal. Bahkan jika seseorang melakukan eksperimen rahasia, Xie Xue hanyalah seorang guru — bagaimana dia bisa mendapatkan hal seperti ini?”

Xie Qingcheng memainkan korek apinya. Dia berkata kepada He Yu, “Ada kesempatan.”

“Pikirkan kembali musim gugur yang lalu — apakah kamu masih ingat apa yang terjadi padanya saat itu?”


Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Teater mini OOC, sangat OOC, teater mini komedi yang ditulis murni karena konten forum bab hari ini:

Rando mendesak orang untuk menikah pada Hari Perempuan Internasional7Fokus liburan ini khusus untuk wanita yang sudah menikah di China.: Xie Qingcheng, bukankah kamu terlalu keterlaluan — kamu seorang duda, namun kamu sangat pemilih. Bahkan ketika diberikan anak muda yang cantik, kamu tidak menghargainya, bisakah kamu melihat dirimu dengan jelas? Kamu harus bersyukur dengan apa yang kamu miliki!

Xie Qingcheng: Homoseksual, menjauhlah dariku. Aku tidak berpikir menjadi duda cerai adalah masalah, dan meskipun aku tidak berpikir memiliki wajah tampan berarti banyak, aku tidak buta, aku tahu bahwa aku sangat tampan, terima kasih.

He Yu: Xie Qingcheng! Xie Qingcheng! Apakah ini alasanmu untuk menolakku! Kamu pikir kamu sangat hebat, ya!!! Kamu pikir kamu sangat hebat!!!! (histeris)


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Chu
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments